UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
Aral Terjal Menghadang Perempuan: Studi Pencegahan Kekerasan Bagi Perempuan Oleh LSM Rifka Annisa di Ngalang Gunungkidul
A number of population in D.I Yogyakarta continued to increase, this affects the opportunities and employment opportunities. A rare job opportunity make unemployment higher and eventually lead to poverty. Poverty causes the occurrence of violence against women. Gunungkidul is the district with the highest violent rate compared to other regencies/cities in DI. Yogyakarta. The aims of this paper are to describe the role of Rifka Annisa NGO through Komunitas Ibu at Ngalang, Gendangsari, Gunungkidul in violence prevention efforts for women. The research method used is a descriptive qualitative method using interviews, observation, and study the documentation to collect data. The results of this research are (1) Komunitas Ibu was formed in 2013 as one of violence prevention against women; (2)there are 3 factors caused violence against women i.e. lack of gender awareness, cultural construction in this society, and low economic income; and (3) acts of violence can be threat, coercion, or restriction for doing something in the public area as well as domestic.Jumlah penduduk di D.I Yogyakarta terus meningkat mempengaruhi peluang dan kesempatan kerja. Kesempatan kerja sempit membuat angka pengangguran tinggi dan menyebabkan kemiskinan. Kemiskinan menjadi salah satu faktor terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Gunungkidul merupakan kabupaten yang angka kekerasannya paling tinggi dibanding dengan kabupaten/kota lain se-DIY. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menjabarkan peran LSM Rifka Annisa melalui komunitas Ibu di Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul dalam upaya pencegahan kekerasan bagi perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini antara lain (1) Komunitas Ibu dibentuk tahun 2013 sebagai salah satu upaya pencegahan terhadap perempuan; (2) ada 3 faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan yakni kurangnya kesadaran gender, kontruksi budaya patriarki di masyarakat, dan rendahnya pendapatan ekonomi; (3) tindak kekerasan dapat berupa ancaman, paksaan, maupun pembatasan kebebasan di area publik maupun domestik
DAKWAH MELALUI GERAKAN BERSEDEKAH: TINJAUAN IMPLEMENTASI PROGRAM PADA PPPA DARUL QUR’AN
Islam adalah agama dakwah yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan mensyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia. Dakwah adalah sesuatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana. Salah satu kegiatan dakwah Islam dapat diwujudkan melalui gerakan bersedekah. Sedekah sebagai kegiatan dakwah dan gerakan sosial dikarenakan memainkan peranan lebih penting dalam menghapus kesenjangan sosial. Sedekah yang dikembangkan melalui strategi dan metode tertentu akan lebih efektif digunakan dalam memasyarakatkan sedekah. Gerakan dakwah melalui sedekah telah dilakukan oleh PPPA dengan menggulirkan program-program inovatif sebagai media dalam memasyarakatkan sedekah agar manfaat sedekah semakin menyetuh dan dapat dirasakan untuk masyarakat luas melalui program yang digulirkan untuk menyediakan fasilitas umum seperti; pendidikan, kesehatan, ibadah dan lain-lain yang bermanfaat untuk masyarakat melalui dana wakaf tunai. Kata Kunci: Dakwah, Sedekah, Implementasi Program, PPPA Darul Qur’a
KONSEP BEHAVIORAL THERAPY DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI PADA SISWA TERISOLIR
Abstrak Artikel ini mendiskripsikan tentang konsep behavioral therapy dalam meningkatkan rasa percaya diri pada siswa terisolir. Teori behavioral berasumsi bahwa perilaku konseli adalah hasil kondisi konselor, oleh karena itu, konselor dalam setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap menyelenggarakan konseling harus beranggapan bahwa setiap reaksi konseli adalah akibat dari situasi (stimulus) yang diberikannya. Tujuan konseling behavioral dalam pengambilan keputusan adalah secara nyata membuat keputusan. Konselor behavioral bersama konseli bersepakat menyusun urutan prosedur pengubahan perilaku yang akan diubah, dan selanjutnya konselor menstimulasi perilaku konseli. Konselor behavioral memiliki peran yang sangat penting dalam membantu konseli mengemukakan peran yang harus dilakukan konselor, yaitu bersikap menerima, mencoba memahami konseli dan apa yang dikemukakan tanpa menilai atau mengkirtiknya.konselor lebih berperan sebagai guru yang membantu klien melakukan teknik-teknik modifikasi perilaku yang sesuai dengan masalah, tujuan yang hendak dicapai. Therapy behavioral ini merupakan terapi diberbagai eksperimen mampu mengatasi masalah-masalah konseli yang mengalami berbagai hambatan. Therapy ini sebagai sanggahan terhadap kritik-kritik yang ditunjukkan kepada pendekatan ini. Dan konseling menegaskan bahwa konseling behavioral tidak hanya mengatasi masalah yang bersifat permukaan saja, tetapi juga mengatasi masalah-masalah yang mendalam, bahkan dapat mengubah perilaku dalam jangka panjang. Adapun Teknik-teknik dalam Konseling Behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk pola tingkah laku) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru akan dapat dibentuk. Diantaranya: Latihan Asertif, Desentsitisasi Sistematis, Terapi Implosif dan kontrak perilaku Kata Kunci: behavioral therapy, percaya diri , siswa terisoli
MENGEMBANGKAN KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI MELALUI KETELADANAN
AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan model literatur. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskrpisikan bagaimana mengembangan sosial emosional anak usia dini, (2) mendeskripsikan faktor-faktor yang berpengaruh dalam mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini, (3) mendeskripsikan cara mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak usia dini melalui keteladanan. Hal tersebut sangat penting karena kecerdasan interpersonal dan kecerdasan emosional pada anak usia dini tidak dimiliki oleh anak secara alami, tetapi harus ditumbuhkan dan dikembangkan oleh orang tua maupun pendidik PAUD dengan mengambangkan aspek sosial dan emosi anak usia dini. Itulah sebabnya diperlukan berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengembangkannya. Salah satu metode yang dapat digunakan orang tua maupun pendidik PAUD dalam mengembangkan aspek sosial dan emosi pada anak usia dini, yaitu melalui keteladanan. Kegiatan keteladanan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan sosial emosional anak usia dini antara lain keteladanan beribadah, berhubungan dengan orang lain, bekerja dan menyelesaikan masalah, berpakaian, gaya hidup, cara belajar, menyikapi lingkungan, dan banyak yang lainnya.Kata Kunci: sosial emosional, keteladana
STRATEGI UNITED SABAH ISLAMIC ASSOCIATION (USIA) DALAM MENGEMBANGKAN DAKWAH DI KOTA KINABALU MALAYSIA
Dalam realitas kehidupannya, masyarakat Islam selalu dihadapkan denganberbagai persoalan baik internal maupun eksternal. Untuk itu diperlukan aktivitas dakwah sebagai media penguatan pemahaman umat. Tujuan aktivitas dakwah adalah menyampaikan risalah Islam agar panji-panji kebenaran terus mewarnai kehidupan masyarakat di Kota Kinabalu Malaysia. Untuk tegaknya dakwah maka diperlukan strategi tertentu sehingga memudahkan pelaksanaan dakwah itu sendiri. Sebagai salah satu organisasi dakwah terkemuka di Sabah, USIA telah mempraktikkan beberapa strategi untuk mengembangkan dakwah yang terangkum dalam grand strategy dengan cara membentuk jaringan dakwah. Strategi ini erat hubungannya dengan teori jaringan yang dikembangkan oleh Wellman. Kajian ini lebih bersifat induktif kualitatif dengan mengutamakan data hasil wawancara, studi dokumentasi, dan observasi terbatas yang dilakukan selama proses pengumpulan data berlangsung
PENGALAMAN KOMUNIKASI PENYANDANG OLIGODAKTILI DI KAMPUNG ULUTAUE, BONE, SULAWESI SELATAN
Oligodaktili merupakan kelainan bentuk organ fisik pada jemari tangan dan atau jemari kaki sejak lahir. Penelitian ini berkaitan dengan bagaimana penyandang oligodaktili di Kampung Ulutaue Desa Mario Kecamatan Mare Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan, mengkonstruksi makna kelainan dialami dan bagaimana mereka berkomunikasi dengan orang normal di lingkungan sekitarnya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berdasarkan pada perspektif konstruksi sosial dan interaksi simbolik dengan metode penelitian wawancara mendalam dan pengamatan partisipan untuk memperoleh data di lapangan. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan peneliti mengenai komunikasi mereka dengan orang lain, peneliti telah mengembangkan tipologi konstruksi makna berhubungan dengan pengalaman komunikasi. Penyandang oligodaktili sebagai subjek dan dianggap memiliki kelainan fisik berbeda dengan orang lain, kutukan sebagai penyebab kelainan fisik, dan kelainan fisik sebagai anugerah dari Allah SWT. Subjek mendapatkan diskriminasi dari lingkungan keluarga maupun orang lain. Orang normal memperlakukan mereka dengan menciptakan kesulitan dalam beraktivitas untuk bertahan hidup, kebebasan, dan marginalisasi dalam lingkungannya dari penderitaan dialami
UPAYA SEKOLAH INKLUSIF SMP TUMBUH YOGYAKARTA DALAM MENCIPTAKAN SCHOOL WELL-BEING
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap berbagai upaya yang dilakukan oleh sekolah dalam menciptakan school well-being. Sumber penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Wakil kepala sekolah, Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Wali Kelas beserta seluruh guru dan staf di SMP Tumbuh Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan, upaya-upaya untuk menciptakan suasana school well-being di SMP Tumbuh Yogyakarta yaitu : 1) Menerapkan konsep inklusif di SMP Tumbuh Yogyakarta. 2) Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. 3) Membangun komunikasi yang terbuka di sekolah. 4) Mengembangkan kompetensi civitas sekolah.Kata Kunci: Upaya Sekolah, School Well-Being, SMP Tumbuh Yogyakart
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN PADA SISWA KELAS IX DI MTS AL HIKMAH BREBES
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat efikasi diri yang dimiliki oleh siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes, (2) tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian yang dimiliki oleh siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes, (3) hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan jenis korelasi. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian sebanyak 62 siswa yang diambil dari sebagian siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Waktu penelitian pada bulan Maret - April 2014. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala efikasi diri dan kecemasan dalam menghadapi ujian. Validitas instrumen diuji menggunakan rumus product moment. Reliabilitas instrumen diuji menggunakan rumus alpha cronbach. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik analisis deskriptif, uji persyaratan analisis dan analisis korelasi product moment dengan bantuan komputer program SPSS versi 16.0 for Windows. Penelitian menunjukkan: (1) tingkat efikasi diri siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes 51,6 % pada kategori sedang, (2) tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes 69,4 % pada kategori tinggi, (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa kelas IX MTs Al Hikmah Brebes, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,575. Hasil koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel efikasi diri memberikan sumbangan terhadap variabel kecemasan dalam menghadapi ujian sebesar 33,0% dan selebihnya sebesar 67,0% oleh variabel lain. Kata kunci : efikasi diri, kecemasan dalam menghadapi ujia
LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelasaanakan konseling kelompok dalam meningkatkan percaya diri. Sumber penelitian ini guru Bimbingan konseling di SMK N 1 Depok dan siswa pemasaran. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah tahap-tahap pembentukan, transisi, tahap pelaksanaan dam tahap pengakiran dengan menggunkan 1 teknik yaitu teknik umum. Kata Kunci: Konseling Kelompok, Percaya dir