UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
    850 research outputs found

    Dialog Antar Umat Beragama di Indonesia: Perspektif A.Mukti Ali

    Get PDF
    Dialog antar umat beragama dianggap cukup efektif untuk menciptakan kerukunan hidup antar umat beragama yang merupakan tujuan dari bangsa Indonesia. Tulisan  ini membahas dialog antar umat beragama perspektif A. Mukti Ali untuk melihat bagaimana pandangan A.Mukti Ali tentang perbedaan agama. Permasalahan yang dianggap penting oleh penulis adalah bagaimana memahami dialog antar umat beragama, bagaimana menjalankan dialog antar umat beragama, dan konstribusi dialog antar umat beragama terhadap Indonesia. A. Mukti Ali mendefinisikan dialog tidak dalam pengertian cara atau metode yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih dalam mengkomunikasikan perbedaan sebagaimana belakangan banyak dipahami orang. Pengertian ini dapat terjebak pada penekanan pertemuan dan selebrasi. Menurut A. Mukti Ali, kata yang sepadan dengan dialog adalah concourse yang berarti berlari bersama, bergerak bersama, bergerak maju bersama, bukan hanya berbicara satu dengan yang lain

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEDISIPLINAN PADA TATA TERTIB SISWA SMP NEGERI 3 KALASAN

    Get PDF
    AbstrakPentingnya Kecerdasan emosional diri pada siswa menunjang tentang adanya peraturan tata tertib sekolah berkaitan dengan kedisiplinan dalam mentaatinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kecerdasan emosional dan kedisiplinan pada tata tertib siswa serta adakah hubungan antara keduanya atau tidak. Variabel kecerdasan emosional menggunakan indikator yang dikemukakan Daniel Goleman yakni mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hibungan. Sedangkan variabel kedisiplinan pada tata tertib menggunakan aspek-aspek dari Hurlock yakni peraturan, hukuman, penghargaan, dan konsistensi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan jumlah populasi kelas VII, VIII dan IX adalah 384 siswa sehingga disebut penelitian populasi. Pengumpulan data menggunakan alat ukur psikologi yaitu skala/kuesioner kecerdasan emosional dan  kedisiplinan pada tata tertib. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson dengan program SPSS versi 16 menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,574 dan nilai koefisien signifikansi 0,000. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Kecerdasan emosional dengan Kedisiplinan pada tata tertib di SMP N 3 Kalasan.Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Kedisiplinan, Tata Tertib Sekola

    BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BAGI SISWA PEMEGANGKARTU MENUJU SEJAHTERA (KMS) DI SMP NEGERI 15 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Latar belakang masalah penelitian ini adalah adanya masalah kurang motivasi belajar yang dihadapi oleh para siswa pemegang KMS di SMP Negeri 15 Yogyakarta khususnya dikelas delapan pada tahun pelajaran 2015/2016, maka diperlukan upaya untuk meningkatakn motivasi belajar siswa pemegang KMS mengunakan metode bimbingan dan konseling, agar siswa mampu mengatasi masalah kurang motivasi belajar. Oleh karena itulah, penyusun tertarik untuk meneliti lebih jauh bagaimana metode bimbingan dan konseling untuk meningkatakan motivasi belajar bagi siswa pemegang KMS di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Bagaimana metode Bimbingan dan Konseling Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Bagi Siswa Pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) Di SMP Negeri 15 Yogyakarta. Subyek penelitian ini adalah Guru BK serta Siswa pemegang KMS di SMP N 15 Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data mengunakan analisis deskriptif kualitatif yaitu data yang dikumpulkan diolah dan disajikan, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan : metode bimbingan dan konseling untuk meningkatkan motivasi belajar bagi siswa pemegang KMS di SMP Nebgeri 15 Yogyakarta dapat digolongkan menjadi dua, pertama: metode bimbingan kelompok yang meliputi: program home room, Diskusi kelompok, kegiatan Kelompok. Kedua : metode bimbingan individual (konseling individu) yang meliputi : konseling direktif dan non-direktif. Kata kunci : Metode Bimbingan dan Konseling, Motivasi Belajar

    PENGARUH STATUS ORANGTUA DAN LINGKUNGAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 DEPOK SLEMAN

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif dan signifikan antara status orang tua dan lingkungan terhadap prestasi belajar siswa. Alat statistik yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status orang tua dan persepsi siswa terhadap lingkungan, berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Persepsi siswa tentang lingkungan memiliki pengaruh lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh status siswa orang tua. Bagi siswa yang berprestasi tinggi, karena siswa akan menyeimbangkan kondisi ekonomi orang tuanya masing-masing dan lebih mampu menerapkan pengetahuan yang didapat dari gurunya. Kata kunci: Status Orang Tua, Lingkungan, Prestasi Belajar

    KOLABORASI GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU TAHFIDZ DALAM MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA PENGHAFAL AL-QUR’AN DI SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Latar belakang masalah penelitian ini adalah untuk mengungkapkan ada tidaknya kolaborasi guru bimbingan konseling dan guru tahfidz dalam meninglatkan konsep diri siswa penghafal Al-Qur’an. Pada kenyataannya peningkatan konsep diri tersebut membutuhkan kolaborasi dari kedua belah pihak yaitu guru bimbingan konseling dan guru tahfidz yang mana dilakukan dengan saling bertukar informasi dan merencanakan program yang mendukung. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan jenis kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz dalam meningkatkan konsep diri siswa penghafal Al-Qur’an di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, guru tahfidz, dan siswa penghafal Al-Qur’an. Sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah bentuk dan jenis kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz dalam meningkatkan konsep diri siswa penghafal Al-Qur’an di SMP Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana data yang telah terkumpul disusun dan diklasifikasikan sehingga dapat menjawab dari rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk usaha formal yang dilakuka guru bimbingan konseling yaitu layanan orientasi, layanan informasi dan konseling individu. Sedangkan bentuk usaha formal yang dilakukan guru tahfidz yaitu lapor tahfidz, rolling guru dan pemberian ibroh. Bentuk usaha informal yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz meliputi pemberian teladan, pembiasaan dan pemberian motivasi. Jenis kolaborasi yang dilakukan guru bimbingan konseling dan guru tahfidz adalah kolaboraasi tertier. Kata kunci: Kolaborasi, Guru BK dan Guru Tahfidz, Konsep Diri, Penghafal Al-Qur’an

    AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER DAN PRESTASI BELAJAR DALAM SELF-MANAGEMENT SISWA DI SMA NEGERI 3 YOGYAKARTA

    Get PDF
    Aktifitas ekstrakurikuler seharusnya tidak membuat prestasi peserta didik menjadi turun.Yang menjadi kesenjangan adalah banyaknya kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan oleh pihak sekolah membuat peserta didik ingin mengikutinya dan tanpa peserta didik sadari waktu dalam berkegiatan ekstrakurikuler berbenturan dengan kegiatan kurikulum yang ada di sekolah. Sehingga dibutuhkan self-manajement yang baik bagi peserta didik.Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan model kualitatif, metode pengumpulan data berupa observasi dan wawancara dengan Guru BK. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan mengumpulkan data dan mereduksinya menjadi sebuah kesimpulan. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah Guru BK yang merupakan sumber keseluruhan informasi yang dapat memeberikan data mengenai self-manajement sebagai upaya guru BK dalam memberikan motivasi belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan konseling belajar yang diberikan berupa: mengembangkan rasa ingin tahu dan mengembangakan ilmu pengetahuan, pemantapan sikap dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien, pemanfaatan kondisi fisik, sosial, dan budaya bagi pengembangan pengetahuan, dan orientasi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kata Kunci: Aktifitas Ekstrakurikuler, Prestasi Belajar, Self Manajement

    Pendampingan Sosial Berbasis Restorative Justice: Eksplorasi Tiga Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum

    Get PDF
    This paper aims at how the social mentoring process Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Special Region of Yogyakarta (DIY) in intervening the protection for children in children faced with a law or juvenile delinquency (Anak yang Berhadapan dengan Hukum-ABH). In addition, also see the extent to which the application of Law No. 11 of 2012 on the Child Criminal Justice System (Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak—SPPA) of 3 cases accompanied. As it is known, the fundamental substance of the birth of the SPPA Act is to promote restorative justice whose point of pressure is diversified. Because this article is the development of a thesis, the research is compiled using a qualitative method approach. Data collection was collected using interview method, observation, and documentation. Based on the facts in the field, it can be found that social mentoring conducted by YLPA DIY consists of an intervention process in litigation advocacy when the child facing the law is faced with the trial process. Meanwhile, the implementation of the SPPA Act in the implementation process has been implemented, but still not in accordance with what is expected, because there is still a difference of perception between law enforcement officers (Aparat Penegak Hukum-APH) in each institution authorized. Among the factors affecting the non-maximization of the implementation of the SPPA Act are: first, the socialization of the SPPA Law is still lacking, as many communities and APH have not understood, considering the applicable law is still new; second, the Government Regulation (Peraturan Pemerintah-PP) which regulates technical guidelines on the handling of ABH, including the diversion order, has not yet been issued by the government.Tulisan ini hendak mengkaji tentang bagaimana proses pendampingan sosial Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam melakukan intervensi perlindungan bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Selain itu, juga melihat sejauh mana penerapan Undang-Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) dari 3 kasus yang didampingi. Seperti yang diketahui bersama, substansi mendasar lahirnya UU SPPA adalah mengedepankan keadilan restoratif yang titik tekannya diversi. Oleh karena artikel ini merupakan pengembangan dari sebuah tesis, maka penelitian yang disusun menggunakan pendekatan metode kualitatif. Pengumpulan data dihimpun menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan fakta di lapangan, dapat ditemukan bahwa pendampingan sosial yang dilakukan oleh YLPA DIY terdiri dari proses intervensi dalam advokasi ligitasi saat anak yang berhadapan dengan hukum dihadapkan pada proses persidangan. Sementara itu, implementasi UU SPPA dalam proses penerapannya sudah dapat terlaksana, namun masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan, karena masih adanya perbedaan persepsi antara Aparat Penegak Hukum (APH) di masing-masing institusi berwenang. Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakmaksimalan implementasi UU SPPA tersebut antara lain: pertama, sosialisasi dari UU SPPA masih kurang, karena banyak masyarakat dan Aparat Penegak Hukum (APH) yang belum memahami, mengingat UU penerapannya masih baru; kedua, Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur tentang petunjuk teknis penanganan ABH, termasuk didalamnya tata cara diversi, juga belum diterbitkan oleh pemerintah

    IMPLEMENTASI DAKWAH MELALUI PEMBINAAN KEAGAMAAN PADA KOMUNITAS PEREMPUAN PENOREH GETAH DI NANGA JAJANG KAPUAS HULU

    No full text
    Nanga Jajang merupakan perkampungan di pedalaman Ulu Kapuas yang dihuni oleh mayoritas muslim dengan pekerjaan sebagai penoreh getah, khususnya kalangan perempuan. Harga karet yang rendah mengakibatkan perekonomian mereka terpuruk. Kesulitan ekonomi dibarengi juga dengan pemahaman keagamaan yang rendah. Karena tidak adanya pendidikan formal atau putus sekolah dan Sumber Daya Manusia yang tidak memadai. Walaupun begitu, mereka memiliki semangat beragama yang tinggi. Kondisi inilah yang melatari kami melaksanakan kegiatan dakwah melalui pembinaan keagamaan dengan pendekatan PAR (participation action research), dimana perempuan penoreh getah yang menemukan masalahnya sendiri, dan mencari solusinya secara bersama-sama. Pembinaan keagamaan melibatkan Majelis Taklim Asy-Syuhada Nanga Jajang, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengkadan (Nanga Jajang bagian dari kecamatan Pengkadan), Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai organisasi keagamaan di kabupaten Kapuas Hulu, dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalimantan Barat dalam bentuk pendampingan dan penguatan mental bagi perempuan penoreh getah. Pembinaan keagamaan meliputi: bimbingan keagamaan dan motivasi beragama, bimbingan ibadah (fiqh), bimbingan kemuslimatan (fiqh muslimah), bimbingan psikologi dan akhlak, bimbingan fardu kifayah dan bimbingan al-Quran. Hasil pembinaan keagamaan terhadap perempuan penoreh getah nampak dengan tumbuhnya semangat keagamaan, kemandirian sikap, dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan Islam. Mereka menyadari akan kekurangan dan ketidakmengertian mereka mengenai banyak hal dalam persoalan agama. Munculnya para pemerhati dakwah, khususnya mereka yang kami libatkan dalam pembinaan keagamaan baik secara perorangan maupun organisasi. Akhirnya pembinaan keagamaan terhadap perempuan penoreh getah masih tetap berlangsung sampai sekarang melalui majelis taklim Asy-Syuhada sebagai mitra kami dalam pembinaan keagamaan ini

    OPTIMALISASI POTENSI ZAKAT: SEBUAH UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN UMMAT

    No full text
    Zakat merupakan potensi dan sumber perekonomian masyarakat Islam. Badan Amil Zakat Nasional mencatat, potensi penerimaan zakat di Indonesia pada tahun 2010 mencapai 217 Triliun. Pengelolaan zakat yang optimal akan menjadi potensi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut; (1) Perlu dilakukan terobosan batasan kewajiban zakat yang dipermudah dan diperjelas dengan menggunakan pendekatan pemahaman yang khas Indonesai serta diperlukan keteladanan dari para tokoh. (2) Adanya revolusi cara berpikir dan penyadaran kepada umat bahwa setiap harta yang kita miliki itu ada hak dari para fakir miskin. (3) Zakat berfungsi strategis dalam pemerataan kekayaan, tidak hanya menggunakan pendekatan santunan yang masih lebih fokus pada delapan kelompok. (4) Penyadaran penyalurkan lewat lembaga pengelola yang amanah dan mempunyai program pemberdayaan umat yang jelas. (5) Muzaki, pengelola zakat, dan pengawas mesti jalan beriringan. (6) Dilakukan kontrol dan sistem pelaporan sehingga penggunaan zakat dapat dirasakan umat. (7) Peningkatan sinergi keluarga dengan badan amil zakat yang sudah ada. Kalau persoalan tersebut tuntas, maka potensi besar zakat akan dapat dimaksimalkan. Dengan begitu kesejahteraan umat dan fasilitas umat akan dapat terpenuhi

    PERANAN GURU BK DALAM MEMBANTU PENYESUAIAN DIRI SISWA BARU DI SMP IT ABU BAKAR YOGYAKARTA

    Get PDF
    Abstrak Peranan Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Membantu Penyesuaian Diri Siswa baru di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai peranan guru BK dalam membantu penyesuaian diri siswa baru di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Penelitian ini merupakn penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara/interview, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan teori Milles dan Huberman dengan mereduksi data yang didapat kemudian menyajikan data ke dalam pola dan membuat kesimpulan dan verifikasi dari hasil tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa guru BK SMP IT Abu Bakar Yogyakarta dalam membantu penyesuaian diri siswa baru, memiliki peranan yang penting, yaitu sebagai informator, organisator, motivator, director/pengarah, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator  dan evaluator. Kata kunci: Peran Guru BK, Penyesuaian Diri Sisw

    726

    full texts

    850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇