UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
Rekonstruksi Dakwahtainment Sebagai Media Dakwah
Salah satu fenomena yang sangat marak di media massa saat ini adalah program-program dakwahtainment; program yang menggabungkan tuntunan dan tontonan. Sebagian besar masyarakat Indonesia telah sangat akrab dengan beberapa tema acara pengajian yang banyak dijumpai di beberapa stasiun televisi yang mengusung beragam tema bernuansa agama dalam bingkai dakwah ini. Tujuan dakwah yang religius ternyata dalam realisasinya dominan dengan muatan materialistis semata yang berdampak pada kemunduran dakwah itu sendiri. Sebagai media dakwah, dakwahtainment justru banyak mengikis moral masyarakat karena minimnya tauladan yang diperankan oleh individu yang terlibat di dalamnya serta tidak tersampaikannya esensi materi dakwah yang ingin disampaikan. Metode dakwah dengan entertainment ini juga sering mengundang persepsi masyarakat yang tanpa disadari mengkerdilkan nilai-nilai agama Islam. Kondisi yang demikian jika berlangsung terlalu lama akan berdampak pada nihilisasi peran masyarakat sebagi mad’u yang pada kenyataannya hanya berperan sebagai penonton pada acara hiburan dan tidak menampakkan indikasi keberhasilan misi religius dari acara dakwahtainment. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor yang bersifat materialistis dan kapitalis sebagai bagian dari bisnis media. Dakwahtainment hanya memberi banyak keuntungan finansial yang diraup oleh pihak manajemen dari stasiun televisi belaka. Sebuah ironi ketika agama memuat ajaran-ajaran yang berlawanan dengan nilai kapitalisme, tetapi justru agama dijadikan alat mencapai tujuan kapitalistis
HUBUNGAN ANTARA BIMBINGAN PRIBADI DENGAN ASERTIVITAS SISWA KELAS VIII MTS NEGERI YOGYAKARTA 1
This study aims to determine the relationship between personal guidance and assertiveness students of class VIII MTs Negeri Yogyakarta 1 using a quantitative approach. In this study there is one independent variable and one dependent variable. The independent variable in this research is personal guidance (X), while the dependent variable is assertiveness (Y). This study is research population with total population of 58 students. The main data collection techniques such as scale, while interviewing and documentation as a complementary data. Data analysis using Product Moment correlation study from Pearson for obtained the results of hypothesis testing, with the help of SPSS 16.0 for Windows. The results of this study indicate that there is a positive and highly significant relationship between personal guidance and assertiveness students of class VIII MTs Negeri Yogyakarta 1 which has a correlation coefficient of 0.618 with sig. (2.tailed) = 0,000 with N = 58 at 1% significance level. From these data it can be concluded that there is a positive relationship and very significant, then the hypothesis is accepted and proved true. That is, the higher the personal guidance the higher the student's assertiveness, on the contrary if it gets lower personal guidance, the lower the student's assertiveness. Keywords: Personal Guidance, Assertivenes
METODE KONSELING INDIVIDU DALAM MENGATASI KONFLIK PERTEMANAN ANTAR SISWA KELAS X MAN 2 SLEMAN (STUDI KASUS TERHADAP 2 SISWA)
This study aims to determine the methods used by counseling teachers in dealing with student friendship conflicts. This research is descriptive qualitative with case study research. The data source of this research is counselor guidance and counseling is Yuni Heru Kusumawardani, guidance and counseling teacher Mr. Ruba'i and two students of class X MAN 2 Sleman. Data collection was done by interview method, documentation and observation. The results showed that the method of individual counseling to cope with conflicts friendship between students of class X MAN 2 Sleman is a directive method and eclectic method. The directive method is given to the PPA at the first meeting until the third, whereas APE is given at the first and second meeting, the directive method is used when the counseling teacher searches the data or digs the information about the problem that is being experienced by the student, in this directive method the counseling guidance teacher can make a diagnosis related to the problems experienced by the students at that time. Furthermore, the eclective method is given to the PPA at the fourth to sixth meetings, whereas the APE is given at the third and fourth meetings, the eclective method is used when the counseling teacher checks by hearing what statements and decisions or commitments the student will make on the method This counseling teacher's eclectic counseling can conduct joint evaluations with the students.Keywords: Individual Counseling, Conflict Friendshi
PENGANTAR EDITOR: MENJAGA KONSISTENSI, MEMPERKUAT EKSISTENSI
Sejak volume sebelumnya, Jurnal MD telah mengalami beberapa perubahan baik pada struktur tim editor, tampilan atau layout, serta kelengkapan lainnya dengan tujuan peningkatan kualitas jurnal. Pada edisi ini, Jurnal MD kembali tersusun dari tujuh manuskrip hasil penelitian para penulis yang berasal dari beberapa perguruan tinggi. Yang menggembirakan adalah, mulai edisi ini Jurnal MD telah melibatkan reviewer yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Malaysia, bukan hanya dari dalam negeri. Ini merupakan sebuah langkah awal yang strategis dalam ikhtiar internasionalisasi Jurnal MD. Bergabungnya para reviewer tersebut juga bertujuan untuk menjaga konsistensi dan memperkuat eksistensi Jurnal MD di tengah banyak munculnya jurnal-jurnal baru dengan kajian serupa bak cendawan di musim hujan yang saling berebut naskah berkualitas
PERAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANYUWANGI DALAM REVITALISASI MANAJEMEN MASJID DI WILAYAH BANYUWANGI
Latar belakang penelitian ini adalah kondisi masjid yang hanya berfungsi sebagai tempat shalat. Padahal fungsi ideal masjid lebih luas dari sekedar tempat shalat saja. Di sisi lain peran stakeholder dalam memperbaiki masjid belum dapat merubah kondisi masjid. Oleh karena itu, perlu diteliti dan dilihat lebih jauh bagaimana peran stakehoder dalam memperbaiki manajemen masjid. Maka dipilih rumusan masalah penelitian, bagaimanakah peran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam memperbaiki manajemen masjid dan bagaimanakah hubungan diantara keduanya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam peran kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam revitalisasi manajemen masjid di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Kementerian Agama Banyuwangi berperan pada revitalisasi manajemen masjid di wilayah Banyuwangi melalui tiga aspek yaitu idarah (organisasi masjid), imarah, dan ri’ayah.
LAYANAN BK DI SEKOLAH ISLAM DAN SEKOLAH KHATOLIK (Studi Komparatif pada SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan SMP Stella Duce 1 Yogyakarta)
Abstrak Layanan bimbingan dan konseling sangat luas pengertiannya tidak sekedar tentang administrasi BK yang sistematis terhadap peserta didik, menyusun program tahunan, bulanan, dan harian, merencanakan program lapangan, format perkonselingan, evaluasi hasil. tetapi lebih kepada kreativitas dan tanggung jawab individu guru BK, karena sering sekali para guru BK terpaku dengan konsep yang baku, akibatnya komunikasi antara guru BK dan peserta didik sering terputus, seyogyanya paling utama dari layanan BK adalah tercapainya tugas perkembangan di dalam diri peserta didik yang meliputi aspek pribadi, sosial, belajar (akademik), tetapi dalam proses pelaksanaan layanan tentunya kreativitas masing-masing individuyang di tuntut dalam diri guru BK. Artikel ini membahas bagaimana Layanan BK di Sekolah Islam dan Layanan BK di sekolah Khatolik pada SMP Muhammadiyah 2 dan SMP Stella Duce 1 Yogyakarta, lebih kepada perbedaan tahap pelaksanaan, penyusunan, evaluasi, yang dilaksanakan oleh guru BK.Kata Kunci: Studi Komparatif, Layanan BK
MODEL KONSELING SELF-DISCLOSURE PADA REMAJA (STUDY KASUS ORANG TUA BERCERAI)
Dalam pengungkapan-diri (Self-Disclosure) ini, konselor menjelaskan bagaimana ia pernah merasakan seperti yang dirasakan oleh klien dengan mengutip sebuah contoh dari kehidupan pribadinya. konselor tidak masuk ke datail dan mempertahankan fokusnya tetap pada klien.Sehingga klien mengerti bahwa konselor pernah memiliki pengalaman serupa dan benar-benar memahami bagaimana perasaannya. Dalam pengungkapan-diri ini, konselor menjelaskan bagaimana ia pernah merasakan seperti yang dirasakan oleh klien dengan mengutip sebuah contoh dari kehidupan pribadinya. konselor tidak masuk ke datail dan mempertahankan fokusnya tetap pada klien. klien sekarang mengerti bahwa konselor pernah memiliki pengalaman serupa dan benar-benar memahami bagaimana perasaannya. tulisan ini akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan keterbukaan diri dan manfaat keterbukaan diri bagi remaja. Kata Kunci : Self disclosure, Remaja Orang Tua Bercerai
KONSELING BEHAVIORISTIK DALAM MEMBENTUK PERILAKU MANDIRI MERAWAT DIRI PADA TUNAGRAHITA
Mental retardation as a mental disability that affects the brain's working system intellectually, impaired motor sensors which resulted in limitation in living the life in social environment. This makes it difficult to mental retardation limitation to live independently, especially in taking care of yourself. From the background of the problem, the need for the formation of behavior in an effort to take care of yourself for mental retardation using the behavioristik approach to counseling, specifically using the technique of classical conditioning. The object of this writing is mental retardation along with analysis of the behavioristik counseling who became an settlement approach. The result of this writing recommends the use of behavioristik classical conditong as analysis counselling in helping form a mental retardation behavior of self help in caring for yourself. Kata kunci: Mental retardation, behavioristik counseling, self-sufficiency taking care of yoursel