UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
    850 research outputs found

    Telaah Buku: Masjid yang Terbelah: Kontestasi Antaraliran Islam dalam Masyarakat Jawa

    No full text
    Judul                     : Masjid yang Terbelah: Kontestasi Antaraliran Islam dalam Masyarakat JawaPenulis                   : Ahmad SalehudinPenerbit                 : Cantrik Pustaka, YogyakartaTahun                     : 2018Jumlah Halaman       : xxii, 131 halama

    PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA DITINJAU DARI RELIGIUSITAS

    Get PDF
    Abstract This research aimed to examine the correlation between religiosity and the academic procastination. This study also intended to reveal the difference of college student’s religosity and the academic procastination observed from gender, etnics, and programs of study. Purposive sampling was used in this study. The subjects of this study were college students in faculty of Dakwah dan Komunikasi. They were male and female which at least 2011 to 2013 of entering years. There were 185 colleges students involved in this research, 67 males and 118 females. The results of the Pearson Correlation Analysis indicated that there were a significant and negative correlation between religiosity and the the academic procastination. With ”r” scores was 0.410, and“p”< 0.01 was 0.000. The results of independent-sample t test also indicated that there were difference between religiosity and academic procastination observed from studies program. The religiosity of PMI program was the higher than others (KPI, BKI, MD and IKS). And the higher of academic procastination was the IKS program study. Key words: Religosity, Academic Procastination

    UPAYA PROSOSIAL PENGASUH MUDA RUMAH TAHFIDZ YATIM DAN DHUAFA AL-FALAH KOTAGEDE YOGYAKARTA

    Get PDF
    AbstrakLatar belakang penelitian ini adalah ketertarikan peneliti terhadap sikap prososial yang ditunjukkan oleh seorang pemuda berusia 26 tahun. Seorang pengasuh tunggal di Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah mampu menolong, mengurus dan mendidik dan 18 orang anak yatim dan kaum dhuafa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui upaya prososial pada pria muda, dengan batasan rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimanakah upaya yang dilakukan pengasuh Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede, Yogyakarta dalam membentuk perilaku prososial pada anak asuhnya ?. (2) Hambatan apa saja yang dihadapi oleh pengasuh Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede, Yogyakarta dalam membentuk perilaku prososial pada anak asuhnya serta bagaimana upaya yang dilakukan pengasuh tersebut dalam mengatasinya?. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan hasil bahwa adanya perilaku prososial dengan peran aktif dalam menolong, menjaga dan mendidik anak asuh dan ada usaha-usaha tertentu dalam membentuk perilaku prososial anak asuh serta adanya hambatan dalam membentuk perilaku prososial anak asuh di Rumah Tahfidz Yatim dan Dhuafa Al-Falah Kotagede, Yogyakarta. Kata Kunci: Upaya Prososial, Pengasuh Muda Rumah Tahfid

    Pesona Kearifan Lokal Sebagai Wahana Peningkatan Produktifitas Ekonomi Masyarakat

    Get PDF
    This article is about to review related to the form of management, public participation, and the impact of management of tourism potential in Pangandaran beach. This is based on the reason that Pangandaran beach has the potential of exotic tourism that is supported by other nature tourism. The method used in this study is descriptive qualitative. Sources of research data include the community of West Pangandaran Country, a government of Pangandaran Country, Tourism Office of Pangandaran Regional, and investors. The location of this research is West Citizens Association (Rukun Warga-RW) Pangandaran, Pangandaran Country, West Java. The method used in data collection in this research is by observation, documentation, and interview. The data obtained in this study were analyzed by reduced and presented in descriptive data display, then drawn a conclusion. The method used to obtain the validity of data using triangulation of sources, theories, and methods. In the management of this tourism potential, Pangandaran beach has a form of community-based tourism management or Community-Based Tourism (CBT). Where this form of management put forward the concept of harmony between stakeholders, i.e. community, government and private (investors). However, in the management of this community-based tourism, the role of local people is prioritized, because the main objective is the welfare of the local community through economic improvement by utilizing the existing potential. This community engagement process is so long that it creates the ideal form of CBT management.Artikel ini hendak mengkaji terkait dengan bentuk pengelolaan, partisipasi masyarakat, dan dampak pengelolaan potensi pariwisata di Pantai Pangandaran. Hal ini dilandasi dengan alasan bahwa Pantai Pangandaran memililki potensi pariwisata eksotik yang diitunjang dengan wisata alam lainnya. Adapun metode yang digunakan dalam kajian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Sumber data penelitian meliputi masyarakat Dusun Pangandaran Barat, pemerintah Desa Pangandaran, Dinas Pariwisata Kab. Pangandaran, dan para investor. Lokasi penelitian ini adalah Dusun Pangandaran Barat, Desa Pangandaran, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pengeumpulan data pada penelitian ini, yaitu dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan direduksi dan disajikan dalam display data deskriptif, kemudian ditarik kesimpulan. Metode yang digunakan untuk memperoleh keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teori dan metode. Dalam pengelolaan potensi pariwisata ini, pantai Pangandaran mempunyai bentuk pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT). Di mana bentuk pengelolaan ini mengedepankan konsep keselarasan antara para stakeholder, yaitu masyarakat, pemerintah dan swasta (investor). Namun dalam pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat ini, peran masyarakat lokal lebih dikedepankan, sebab tujuan utamanya adalah kesejahteraan masyarakat lokal melalui peningkatan ekonomi dengan memanfaatkan potensi yang ada. Proses pelibatan masyarakat ini sangat panjang sehingga menghasilkan bentuk pengelolaan CBT yang ideal

    Evaluasi Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Program Keluarga Harapan

    Get PDF
    This study seeks to a description the evaluation of health and education service of conditional cash transfers (Program Keluarga Harapan-PKH) based on an input, process, and output. It’s programme between 2016 until 2017 has been implemented in District of Jetis, Bantul. This paper demonstrates the results of the evaluation, though this results hoped input for the decision to programme repaired. This article, however, it seeks programme make good from health and education service component. Thus, I found Conditional Cash Transfers (CCT) or Progam Keluarga Harapan (PKH) programme have signed for even distribution of education and accessibility for health services on simply, particularly of pregnant wife and suckle. The importance of indicators at programme successfully, data validity has been doing of maximal. So, the candidate of participant didn’t perfunctorily in this programme. Hence, participatory of people (non-candidate) in this programme, also make good of indicators, which can be interdependent of control form another side. Eventually, the candidate of their programme, if not meet a demand just like the rule of manual books on 2016, they are can the punishment of exhortation, greeting, and defeasance of the programme. I also, however, found the weakness of tease enough, i.e. the beneficiary still considers that conditional cash transfer is only for a moment’s need, not thinking about long-term interests. In turn, the process of alleviating poverty is only 'patching the wound' rather than treating it to its problem needs.Studi ini berupaya mengkaji tentang evaluasi layanan kesehatan dan pendidikan Program Keluarga Harapan (PKH) berbasis input, proses pelaksanaan, dan output pada program yang sudah berjalan di Kec. Jetis, Bantul, dari tahun 2016 hingga 2017. Tujuan evaluasi yang telah dikaji, harapannya menjadi masukan bagi penentu kebijakan (decission) untuk memperbaiki program. Tulisan ini juga melihat keberhasilan program dari komponen layanan pendidikan dan kesehatan. Saya menemukan bahwa program Conditional Cash Transfers (CTT) atau PKH memiliki signifikansi nyata dalam pemerataan pendidikan dan akses yang mudah pada layanan kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Indikator penting dalam keberhasilan program ini, validitas data berjalan secara maksimal, sehingga tidak asal dalam menentukan peserta penerima bantuan. Bukti keterlibatan masyarakat (non-peserta) dalam program juga menjadi indikator keberhasilan, sehingga bisa saling mengawasi antara satu sama lain. Alhasil, peserta yang tidak memenuhi kewajiban seperti aturan dalam buku pedoman 2016, mereka akan mendapat punishment mulai dari peringatan, teguran hingga pembatalan program bantuan. Namun saya juga menemukan kelemahan yang cukup mengusik, yaitu penerima manfaat masih menganggap bahwa bantuan langsung tunai bersyarat ini hanya untuk keperluan sesaat, tidak berpikir untuk kepentingan jangka panjang. Pada gilirannya, proses pengentasan kemiskinan hanya bersifat ‘menambal luka’ bukan mengobati hingga ke akar masalahnya (based needs)

    Akomodasi Islam Terhadap Ritual Posasiq Mandar di Pulau Bungkutoko Sulawesi Tenggara

    Get PDF
    Tulisan ini difokuskan pada bagaimana bentuk ritual Posasiq Mandar di Pulau Bungkutoko Sulawesi Tenggara dan bagaimana akomodasi Islam terhadap ritual Posasiq Mandar di Pulau Bungkutoko Sulawesi Tenggara. Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode wawancara mendalam, observasi partisivasi dan analisis telaah dokumen. Prosedur analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.  Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa bentuk ritual Posasiq Mandar di Kelurahan Bungkutoko Sulawesi Tenggara dibagi ke dalam tiga kelompok besar. Ritual pada masa pembuatan perahu. Rital ini dilakukan oleh Posasiq di saat mempersiapkan perahu, mulai dari penebangan pohon sampai kepada pembuatan perahu dan alat tangkap ikan lainnya. Ritual masa Mosasiq. Ritual pada fase ini terkait dengan segala kegiatan Posasiq pada saat melaut dan anggota keluarganya yang ada di darat. Ritual pada masa mereka memasarkan hasil Mosasiq. Ritual ini biasanya dikemas dalam acara mappabuka, yaitu memberi makan warga sekitar dan sanak keluarga yang didahului dengan pembacaan do’a syukur. Ritual ini dilangsungkan pada bulan Ramadhan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diperoleh selama setahun

    Dakwah dan Objektifitas Keilmuan: Manfaat Religious Studies dan Islamic Studies dalam Dakwah Islam

    Get PDF
    Dakwah Islam saat ini belum mampu membawa umat Islam pada kemajuan peradaban sebagaimana pernah dicapai era Keemasan Islam. Sebaliknya, kemajuan Peradaban Barat juga terus dicurigai sebagai perusak keislaman sehingga tidak pantas menjadi sumber inspirasi. Sikap tersebut membuat peradaban Islam jalan di tempat dan lambat mencapai kemajuan Peradaban. Juru Dakwah Islam dituntut mampu mengambil sikap untuk dapat membawa umat menuju peradaban yang lebih tinggi. Dakwah yang lebih ilmiah dan terbuka menjadi tuntutan untuk zaman ini. Oleh karena itu Dakwah harus dikoneksikan dengan keilmuan yang dekat dengan ilmu dakwah, di antaranya adalah Religious Studies dan Islamic Studies. Meksipuan dua keilmuan tersebut secara historis lahir dari rahim sekular Barat, bahkan dipandang tidak ramah dengan Islam, namun jika dikaji secara serius kedua keilmuan tersebut besar manfaatnya bagi dakwah Islam. Tulisan ini menjelaskan sejarah dan pengertian Religious Studies dan Islamic Studies, kemudian menemukan manfaat dari kedua keilmuan tersebut bagi dakwah Islam.

    Pengaplikasian Pola Computer Mediated Communication (CMC) dalam Dakwah

    Get PDF
    Seiring kemajuan teknologi, dunia komunikasi dan informasi diperkuat oleh hadirnya media baru (smartphone, PDA, laptop, dll), yang berbasis internet. Media tersebut memungkinkan setiap orang melakukan komunikasi lebih mudah, lebih interaktif, dan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Fenomena penggunaan media online dalam mengakses berita dan membangun komunikasi interpersonal melalui media jejaring sosial melahirkan suatu konsep baru dalam komunikasi yaitu CMC (computer mediated communications). Hal ini menarik bagi penulis untuk menerapkan pola CMC dalam bidang dakwah untuk lebih menpermudah aktivitas dakwah untuk lebih memperluas khalayak. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pengaplikasian pola CMC`dalam berdakwah ditemukan beberapa kendala, seperti kurangnya penggunaan isyarat nonverbal dalam pola tersebut. Melalui media online, isyarat nonverbal juga hampir tidak ada, sebelum akhirnya muncul teknologi yang membuat suasana komunikasi face to face melalui media online. Di satu sisi teknologi ini dapat mempererat hubungan antar manusia, akan tetapi di sisi lain juga dapat menjauhkan hubungan antar person secara tatap muka langsung. Oleh karena itu, penerapan pola CMC ini sebenarnya hanya pelengkap metode dan media dakwah yang semestinya tidak menghilangkan metode face to face

    Membangun Kesadaran Sodaqoh Sampah Sebagai Model Pemberdayaan Masyarakat

    Get PDF
    This article will discuss the importance of awareness to manage household-based trash. In quantity, the volume of waste every year is always increasing, while the Final Dump (Tempat Pembuangan Sampah Akhir—TPSA) is inadequate. Seeing this condition requires awareness the waste management of importance. After being able to collect type-based waste, it will be encouraged to be given away or redeemed with primary needs that have been managed by the board of Neighborhood Association (Rukun Warga—RW). Thus the people of Barongan Jetis Bantul are helped to fulfill the basic needs by way of making the garbage. This research uses Participatory Action Research (PAR) approach, a participatory action research method, which aims to identify the formulation of research problems based on the needs of the subjects studied. The end result of this study is the change for the subject itself, the action is performed as a form of research recommendation PAR. This study is interesting, considering that other studies do not focus on the subject of research, but on the wishes of the researchers themselves.Tulisan ini hendak membicarakan pentingnya kesadaran mengelola sampah berbasis rumah tangga. Secara kuantitas, volume sampah setiap tahun selalu meningkat, sementara Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) kurang memadai. Melihat kondisi ini diperlukan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah. Setelah mampu menghimpun sampah berbasis jenisnya, maka akan di dorong untuk bisa disodaqohkan atau ditukarkan dengan sembako yang sudah dikelola oleh pengurus Rukun Warga (RW). Dengan demikian masyarakat Barongan Jetis Bantul terbantu untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan cara mensodaqohkan sampah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu metode penelitian aksi partisipatoris, yang bertujuan untuk mengidentifikasi rumusan masalah penelitian berdasarkan kebutuhan dari subyek yang diteliti. Hasil akhir dari penelitian ini adalah adanya perubahan bagi subyek sendiri, adanya aksi yang dilakukan sebagai bentuk rekomendasi penelitian PAR. Penelitian ini menarik, mengingat penelitian lainnya tidak berfokus pada subyek penelitian, melainkan pada keinginan dari peneliti sendiri

    TAFSIR TEMATIK KONTEKSTUAL ATAS HAK DAN PERAN PEREMPUAN DALAM MEMBANGUN DAKWAH PADA MASYARAKAT MODERN

    No full text
    Masalah gender adalah masalah aktual saat ini. Dalam masyarakat modern abad ke-21, seakan telah kehilangan nilai-nilai luar biasa terutama yang menyangkut hak-hak perempuan. Dalam hal ini seringkali perempuan tidak mendapat perhatian sehingga banyak menjadi korban pada kasus di ruang publik. Padahal Islam sebagai agama yang rahmatan lil Alamin memposisikan perempuan di tempat yang mulia. Tidak ada dikotomi dan diskriminasi peran antara pria dan wanita. Al-Qur'an mengajarkan posisi orang beriman baik pria maupun wanita sama di hadapan Tuhan, oleh karena itu mereka harus mendapatkan status yang sama di mata Tuhan. Sementara perempuan kurang mendapatkan perhatian yang layak terhadap ancaman kebebasan. Hal tersebut terutama dalam mengembangkan dakwah. Kemudian muncul apa yang disebut ketidaksetaraan gender sebagai bukti bahwa masyarakat modern saat ini tidak memperhatikan hak-hak perempuan sebagai sebuah identitas sehingga dalam konteks ini muncul pertanyaan penting, adakah kebebasan bagi perempuan untuk menyebarkan dakwah? Faktanya, mengabaikan perempuan dan tidak melibatkan mereka dalam kegiatan dakwah berarti membuang setidaknya setengah dari potensi masyarakat. Ini harus menjadi evaluasi, inspirasi, dan motivasi bagi penafsir Al-Qur’an untuk merumuskan produk interpretasi yang memiliki perspektif tentang peran nyata perempuan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan interpretatif tematik-kontekstual, untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan komprehensif tentang makna yang relevan dan aktual untuk konteks kontemporer terkait dengan gender. Dengan demikian, temuan ini membangun kembali peran perempuan dalam Al-Qur’an dan hadits

    726

    full texts

    850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇