UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
    850 research outputs found

    PENGARUH AKSESIBILITAS DAN PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP MINAT MENABUNG DI BANK SYARIAH: STUDI PADA ANGGOTA KOMUNITAS DIFABEL BLORA MUSTIKA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh aksesibilitas dan persepsi kualitas pelayanan sebagai variabel independen terhadap minat menabung sebagai variabel dependen di Perbankan Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Data yang diperoleh berasal dari 40 kuesioner yang disebar kepada anggota aktif Difabel Blora Mustika dengan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F, serta analisis koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi R square pada tabel Adjusted R Square menunjukkan angka 0,177. Hal ini berarti bahwa variabel dependen (minat menabung) dipengaruhi oleh variabel independen (aksesibilitas dan persepsi kualitas pelayanan) sebesar 17,7% dan sebesar 82,3%  (100% - 17,7%) dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji F menunjukkan angka signifikansi 0,010 artinya variabel dependen (minat menabung) secara bersama-sama dapat dijelaskan oleh variabel independen (aksesibilitas dan persepsi kualitas pelayanan). Secara parsial berdasarkan hasil uji T variabel aksesibilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat menabung, sedangkan variabel persepsi kualitas pelayanan menunjukkan hasil yang positif dan signifikan yang berarti berpengaruh signifikan terhadap minat menabung

    Telaah Buku: Membela Islam, Membela Kemanusiaan

    No full text
    Judul                       : Membela Islam, Membela KemanusiaanPenulis                   : Fajar Riza Ul HaqPenerbit                 : Mizan, BandungTahun                     : 2017Jumlah Halaman         :           xviii, 287 halama

    INTEGRASI DAKWAH ISLAM DENGAN KEILMUAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM JURNAL HISBAH: JURNAL BIMBINGAN KONSELING DAN DAKWAH ISLAM

    Get PDF
    Kehadiran Bimbingan dan Konseling Islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern telah menjadi wawasan baru sekaligus menempatkan Bimbingan dan Konseling Islam pada posisi yang cukup konfliktual dalam perkembangan keilmuan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada umumnya dan keilmuan Bimbingan dan Konseling di institusi pendidikan maupun di masyarakat pada khususnya. Walaupun Fakultas Dakwah dan Komunikasi bukan bidang kependidikan, tetapi orientasi aplikasi keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam dapat diterapkan pada semua latar belakang kehidupan, baik pendidikan, masyarakat, bahkan dalam praktik berdakwah. Maka dari itu, penyatuan ilmu Bimbingan dan Konseling Islam ke ranah Dakwah Islam sebetulnya untuk merespon kebutuhan dan perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta perubahan di segala bidang menuntut penyelenggaraan perguruan tinggi harus merespon berbagai perubahan tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk mengetahui proses integrasi dakwah Islam dengan keilmuan bimbingan dan konseling Islam dalam Jurnal Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam. Dari hasil analisis data diketahui bahwa Integrasi dakwah Islam dengan keilmuan bimbingan dan konseling Islam dilakukan dalam 3 tahap yaitu tahap seleksi, tahap editing dan tahap review. Pada dasarnya, 3 tahap ini merupakan inti dari proses Open Journal System (OJS). Kata kunci : Integrasi Dakwah Islam, Bimbingan Konseling Isla

    Dakwah Islam di Kalangan Anak Muda di Kota Samarinda: Sebuah Eksplorasi Awal

    Get PDF
    This paper aims at mapping out models of Da’wa movement involving youths as a social group in Samarinda and understanding how such social group constructing a perceived ideal da’wa movement in the society. Exploratory research combined with qualitative technique is applied to analyse data gathered through indepth interview, documentation, and focussed group discussion. Findings suggest that there are at leas three models of da’wa movement involving youths in Samarinda. First, syntetic da’wa movement that combine profane popular culture and cultural practice deemed sacred hence Islamic by the society. Secondly, da’wa movement oriented towards moral puricication of its activists in the form of tasawwuf-thariqa. Thirdly, structural da’wa that deeply orients its activity towards the idea of enjoining good and forbidding eveil. Ideal da’wa movement as it is perceived by youths in Samarinda, therefore, can be seen as a continuum where the syncretic model lies in one point and a structural and noncompromistic model lies in another point.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model-model gerakan dakwah yang melibatkan kelompok sosial anak muda di Kota Samarinda serta untuk mengetahui bagaimana pandangan kelompok sosial tersebut mengenai konsep gerakan dakwah yang ideal di tengah masyarakat. Teknik penelitian eksploratif dengan model kualitatif diterapkan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan diskusi kelompok terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat setidaknya tiga model gerakan dakwah yang melibatkan kalangan anak muda di Kota Samarinda. Pertama, gerakan dakwah sintetik yang menggabungkan antara budaya popular yang profane dengan tradisi popular yang dianggap Islami di tengah masyarakat. Kedua, gerakan dakwah yang berorientasi pada pembenahan internal dari actor-aktor dakwah dalam bentuk keterlibatan anak-anak muda dalam pengajian-pengajian bergenre tasawwuf-tarekat. Ketiga, model gerakan dakwah melalui jalur structural yang menitik-beratkan pada konsep ‘amar ma’ruf nahi mungkar’. Konsep gerakan dakwah yang ideal sebagaimana dipersepsikan oleh kalangan anak muda dari ketiga model gerakan dakwah di atas dapat dilihat sebagai garis rentang di mana terdapat gerakan dakwah yang sintetik di satu titik dan gerakan dakwah sebagai sebuah gerakan yang murni religious dan bersifat nonkompromistik di titik yang lain

    OUTBOUND SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX TAHUN AJARAN 2014/2015 SMP MUHAMMADIYAH 3 DEPOK

    Get PDF
     Latar belakang penelitian ini adalah melihat kondisi psikologis siswa dalam belajar dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Setiap lembaga pendidikan mempunyai metode atau cara yang berbeda-beda juga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan karena salah satu lembaga pendidikan yaitu SMP Muhammadiyah 3 Depok menggunakan permainan outbound sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Melalui kegiatan outbound yang dilakukan di alam terbuka fasilitator outbound dan guru pendamping memberikan dorongan motivasi terhadap siswa untuk lebih giat dalam belajar. Sehingga pemberian motivasi yang dilakukan lebih menarik dan mudah diterima oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang metode, tujuan dan manfaat outbond yang digunakan sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX tahun ajaran 2014/2015 SMP Muhammadiyah 3 Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek dari penelitian ini adalah 8 siswa kelas IX tahun ajaran 2014/2015 SMP Muhammadiyah 3 Depok, 1 Guru BK SMP Muhammadiyah 3 Depok, 1 Guru wali kelas IX SMP Muhammadiyah 3 Depok dan 1 Fasilitator Outbound. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode outbound yang digunakan berbentuk permainan kelompok, petualangan individu dan pemberian pesan.  Tujuan outbound adalah: ice breaker (memecah kebekuan), membangun kerja sama kelompok, membantu siswa untuk lebih bersemangat, membantu siswa untuk mampu memperbaiki teknik pengembangan diri, dan membantu siswa mampu berfikir tentang cara menyelesaikan masalah dengan baik. Manfaat outbound yang dirasakan siswa: mampu melahirkan semangat kompetisi yang sehat dan membangun rasa percaya diri yang kuat. Kata kunci: Outbound, Motivasi Belajar

    BIMBINGAN ROHANI ISLAM DAN PERASAAN TENANG LANSIA (Study Kasus Lansia PKH Kecamatan Trucuk Klaten)

    Get PDF
    Bimbingan Rohani Islam dan Perasaan Tenang Lansia. Penelitian ini dilakukan karena melihat realita banyaknya lansia PKH yang merasa gelisah dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, lansia tersebut merasa bahwa dirinya kurang dalam segala hal. Padahal dari segi materi lansia PKH sudah mendapatkan jaminan antara lain jaminan kesehatan, jaminan pangan dan jaminan pemenuhan kebutuhan sehari- hari dengan adanya program dari pemerintah ini. Ternyata semua pemenuhan kebutuhan lansia yang bersifat material itu tidaklah cukup untuk melengkapi kebutuhan rohaniahnya. Sehingga peneliti tertarik untuk menerapkan bimbingan rohani islam yang berfokus pada nila- nilai iman untuk menciptakan perasaan tenang pada lansia PKH, antara lain: iman kepada Allah, iman kepada malaikat Allah, iman kepada rasul Allah, iman kepada kitab Allah, iman kepada hari kiamat, dan iman kepada takdir Allah. Dalam penelitian ini, lansia PKH atau klien akan diajak untuk memahami makna rukun iman dan mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari- hari. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus yaitu meneliti sebuah kasus tertentu dan dengan tema tertentu. Cara mengumpulkan data dengan wawancara, dokumentasi dan angket. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa dengan bimbingan rohani Islam dapat meningkatkan perasaan tenang lansia PKH sehingga lansia tersebut lebih sejahtera dalam hal materi maupun non materi. Kata kunci: bimbingan rohani Islam, perasaan tenang, lansi

    Gerakan Sosial dan Nalar Islam Progresif: Mencari Titik Temu Kerangka Metateori

    Get PDF
    This article will examine how progressive Islam’s reasoning can be a reference to free human beings from the exploitation and domination of social class? So what social movements can we do in the midst of crush the nation’s problems related to the exploitation of natural resources that increasingly vine? From this point on, I hope to get a meta-theory regulation that can be implied entirely for the benefit of society, in order to be free from exploitation and domination. To answer this important position, the discourse of social movements can be mapped into two, namely old social movement and new social movement. While Islam as a universal religion, there is no need to discuss theological-transcendental issues, but how the theology should create a new, more applicable avenue of dialectics to answer the question the rulers of powers domination. In the hope of a progressive, inclusive, open-minded, and pluralist theological doctrine. The results of this study may contribute to the development of science and the movement that became a turning point and reference in social change.Artikel ini hendak mengkaji bagaimana nalar Islam progresif yang dapat menjadi acuan untuk membebaskan manusia dari eksploitasi dan dominasi kelas sosial? Lantas gerakan sosial apa yang dapat kita lakukan di tengah himpitan persoalan bangsa terkait eksploitasi sumber daya alam yang kian menggurita? Dari titik ini, maka saya berharap mendapat satu regulasi metateori yang bisa diimplikasikan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, agar bisa terbebas dari ekspolitasi dan dominasi. Untuk menjawab posisi penting ini, maka diskursus gerakan sosial dapat dipetakan menjadi dua, yakni old social movement dan new social movement. Sementara Islam sebagai agama universal, tidak perlu lagi membahas persoalan teologis-transendental, tetapi bagaimana teologi itu harus menciptakan ruang dealektika baru yang lebih aplikatif menjawab persoalan dominasi kekuasaan para penguasa. Dengan harapan munculnya doktrin teologis yang progresif, inklusif, open-minded, dan pluralis. Hasil kajian ini semoga memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan gerakan yang menjadi titik balik dan acuan dalam perubahan sosial

    Pengembangan Inklusifitas Bagi Difabel Melalui Dakwah dalam Kerangka Filosofis Islam Kontemporer

    Get PDF
    Before we are speaking of da’wah, the author departs from two questions; (1) How does the text of the Qur'an, hadith, and Islamic traditions and literature perceive disabilities? (2) How do Muslim societies view and treat disabilities? These two questions are reflected in the light of contemporary Islamic philosophy. The result of reflection is expected to be internalized in the contemplation of da'wah. For the writer, da'wah is a vital means of communicating the results of reflection that is evocative, inviting, and developing the listener. Of course, all are done with the paradigm of inclusiveness (friendly and non-discriminatory for the disabled). Why are that? Through this step, the community is expected to be an open social change agent and work together to develop disability justice. The problem is what kind of da'wah model is developed? The author proposes a participatory reflective model that goes beyond informative processing. The model is packed with listeners invited directly to the real problem of distraction, thinking, and getting involved. This involvement becomes a realization of solidarity that has moved from a charitable spirit to transformative through the creation of accessibility, mainstreaming of dysfunction, empowerment, and policy advocacy. All are possible if we are together willing to reinterpret the sacred texts, educate the public on the right of disability, and place disabled persons as partners in all their related work and activities. In this case, the partner means involving the disabled in making decisions that affect them so as not only as beneficiaries but also agents of change.Sebelum berbicara da’wah, penulis berangkat dari dua pertanyaan; (1) Bagaimana teks Alquran, hadis, serta tradisi dan literatur Islam memandang difabilitas? (2) Bagaimana masyarakat Muslim memandang dan memperlakukan difabel? Dua pertanyaan tersebut direfleksikan dalam terang filsafat Islam kontemporer. Hasil refleksi tersebut diharapkan terinternalisasi dalam perenungan dakwah. Bagi penulis, dakwah merupakan sarana vital dalam mengkomunikasikan hasil refleksi yang bersifat menggugah, mengajak, dan mengembangkan pendengar. Tentunya, semua dilakukan dengan paradigma inklusifitas (ramah dan non-diskriminatif bagi difabel). Mengapa demikian? Melalui langkah ini, masyarakat diharapkan menjadi agen perubahan sosial yang terbuka dan bekerja sama mengembangkan keadilan difabel. Masalahnya, model dakwah apa yang dikembangkan? Penulis mengajukan model reflektif partisipatif yang melampaui pemrosesan informatif. Model tersebut dikemas dengan pendengar diajak terjun langsung dalam persoalan nyata difabilitas, memikirkan, dan terlibat menyelesaikannya. Keterlibatan ini menjadi wujud nyata solidaritas yang telah beranjak dari semangat karitatif kepada transformatif melalui penciptaan aksesibilitas, pengarusutamaan difabilitas, pemberdayaan, dan advokasi kebijakan. Semua dimungkinkan terwujud apabila kita bersama bersedia melakukan penafsiran ulang terhadap teks suci, mengedukasi masyarakat tentang hak difabilitas, dan menempatkan difabel sebagai partner dalam semua kerja dan aktivitas terkait mereka. Dalam hal ini, partner berarti melibatkan difabel dalam membuat keputusan-keputusan yang memberikan pengaruh pada mereka sehingga tidak hanya sebagai penerima manfaat tetapi agen perubahan

    MEMPERKUAT PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN MANAJEMEN DAKWAH

    No full text
    Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan karunia-Nya sehingga Jurnal Manajemen Dakwah (Jurnal MD) Volume 4 Nomor 2 Tahun 2018 ini pada akhirnya dapat diterbitkan. Edisi ini tersusun dari tujuh manuskrip karya penulis dari berbagai institusi pendidikan tinggi yang dikaji secara interdisipliner. Tujuh manuskrip yang disajikan dalam edisi ini adalah sebuah ikhtiar untuk menganalisa dan mencari solusi atas problematika manajemen dakwah dari berbagai lintas disiplin. Kajian lintas disiplin akan menawarkan berbagai perspektif baru sebagai solusi alternatif. Dari situlah tim redaksi sekali lagi menegaskan harapan akan munculnya indigenous da’wah management yang mampu menjembatani keragaman dan memperkaya kemanusiaan atau bridging diversity, enriching humanity

    EKSISTENSI ULAMA DALAM PERGULATAN DAKWAH DAN POLITIK DI INDONESIA: STUDI FENOMENOLOGI DALAM ISU SYARA

    No full text
    Islam tidak menyetujui penyekatan antara agama dan politik. Islam ingin melaksanakan politik selaras dengan tuntunan yang diberikan agama dan menggunakan negara sebagai pelayan Tuhan. Islam menggunakan kekuatan politik untuk mereformasi masyarakat agar tidak terjatuh ke dalam tempat yang paling buruk. Namun Seiring berjalannya waktu Umat Islam mulai menyadari bahwa perjuangan mereka tidak akan berhasil kalau melanjutkan cara-cara tradisional. Oleh karena itu perlu diadakan perubahan perubahan yang walaupun  berasal dari pengaruh kolonial sendiri, yaitu berjuang melalui organisasi-organisasi , baik bidang sosial pendidikan ataupun di bidang pergerakan politik. Kehadiran ulama dalam bidang politik seharusnya memiliki dampak positif, dalam pengertian memberikan sumbangan bagi terciptanya bangunan struktur politik yang bermoral, karena ulama adalah simbol moral. Namun ketika Ulama sudah terpolarisasi sedemikian rupa, sehingga sering antara seorang ulama dengan ulama lain saling berhadapan dan membela partainya masing masing. Kondisi ini akan menimbulkan perpecahan dan dampaknya membingungkan rakyat, sehingga akan  memperlemah kekuatan umat Islam sendiri yang akhirnya sering di manfaatkan oleh golongan partai lain

    726

    full texts

    850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇