UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Berbasis Kemitraan Antara Pemerintah dengan Kelompok Tani Tri Tunggal Wonorejo
This paper examines how the partnership was established between the Sleman Government and the peasant group of Tri Tunggal in Wonorejo—a policy appropriate partnership. It is known that the perceived policy sometimes turns things around with what is in the field or the right target regulations according to the needs of the community. This article is based on two theories, top-down policies and social capital as a form of organizing peasant groups. In answering the question, in fact, this article is an extension of the design of a qualitative research model that describes, analyzes, and interprets field data in a narrative way. For that, the method of interviewing, observation, and documentation is chosen to complete the data until it can be interpreted into the new meaning of science. Thus, this research has produced some interesting findings, such as government partnership to peasant group of Tri Tunggal with the approach of counseling, mentoring, and marketing of the agricultural product. As a matter of fact, the regulation is a reference for the government in empowering peasant groups.Tulisan ini mengkaji tentang bagaimana kemitraan yang dibangun antara Pemerintah Sleman dengan Kelompok Tani Tri Tunggal Wonorejo—kemitraan yang sesuai dengan kebijakan. Diketahui bahwa kebijakan yang dipersepsikan terkadang berbalik keadaan dengan apa yang ada di lapangan atau regulasi yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Artikel ini didasari atas dua teori, kebijakan yang bersifat top down dan modal sosial sebagai bentuk pengorganisasian kelompok tani. Dalam menjawab persoalan tersebut, sebetulnya, artikel ini merupakan pengembangan dari desain model penelitian kualitatif yang menggambarkan, menganalisa, dan menginterpretasikan data lapangan secara naratif. Untuk itu, metode wawancara, observasi, dan dokumentasi dipilih untuk melengkapi data hingga dapat ditafsirkan ke dalam makna baru keilmuan. Dengan begitu, riset ini melahirkan beberapa temuan menarik, antara lain kemitraan yang dilakukan pemerintah kepada kelompok tani Tri Tunggal dengan pendekatan penyuluhan, pendampingan, dan pemasaran hasil produksi pertanian. Sebagai dasarnya, regulasi Perda menjadi acuan bagi pemerintah dalam memberdayakan kelompok tani
SEMANTIC REINTERPRETATION OF THE PROPHET MUHAMMAD’S OBLIGATORY PROPERTIES FOR DA’WAH ADVANCEMENT IN THE INTER-RELIGIOUS CONTEXT
A further improvement is necessary for the advancement of da’wah in the context of interreligious communities. Regarding the growing of this demand Muslim should evaluate their da’wah method. This paper will attempt to reformulate the method of da’wah based on semantic analysis toward the four obligatory properties of Prophet Muhammad siddiq, amanah, tabligh, and fatanah. Research question here is how we should redefine the obligatory properties of Prophet Muhammad via semantic theoretical framework for the advancement of da’wah in the interreligious context. To achieve this goal, I will put several sub-chapters to discuss the semantic theoretical framework, namely: the relationship with the Islamic worldview, the elaboration of the compulsory nature of the Prophet Muhammad through the semantic theoretical framework, and then end by overcoming the analysis with a new form of da’wah that anticipates the interfaith context late in inter-commitment from the Islamic truth. This paper concludes that redefining the obligatory properties of Prophet Muhammad via semantic theoretical framework derives the inter-commitment of the Islamic truth as the theological foundation of da’wah in the late interreligious context. It entails the deeper reflection of siddiq, amanah, tabligh, and fatanah the direction of intensifying the competence of da’i regarding the advancement of da’wah in the recent interreligious context
IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN KEPADA PENYELENGGARA PERJALANAN IBADAH UMRAH OLEH KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA D.I. YOGYAKARTA
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deksriftif kualitatif, yaitu menggambarkan dan menguraikan data secara sistematik. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan menggunakan handphone dan buku tulis. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Penelitian ini adalah mengenai implementasi fungsi pengawasan yang berfokus pada tipe-tipe dan tahapan-tahapan pengawasan kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I.Yogyakarta. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif yaitu penyajian data dalam bentuk tulisan dan menjabarkannya sehingga hasil penelitian sesuai keadaan yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasikan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama D.I.Yogyakarta kepada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terkait tipe-tipe pengawasan dan tahapan pengawasan sudah dilakukan dengan cukup baik. Tipe-tipe pengawasan preventif dan korektif berjalan cukup baik dibuktikan dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan terhadap jemaah umrah dan pemberhentian terhadap Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tidak berizin. Tahapan-tahapan pengawasan pun juga sudah dilakukan dengan sistematis
MANAJEMEN DAKWAH PADA SEKOLAH LUAR BIASA ISLAM (SLBI) QOTHRUNNADA BANGUNTAPAN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Anak adalah generasi penerus bangsa. Namun, pada realisasinya kita masih sering menemukan banyaknya kasus diskriminasi dalam hal akses fasilitas umum, pendidikan, sistem keuangan dan lain sebagainya khususnya pada anak disabilitas. Salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) dalam bidang pendidikan adalah memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada tahun 2012 menyatakan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebesar 2.45%. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen dakwah yang ada di SLBI Qothrunnada. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan dan menguraikan data secara sistematik. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya manajemen dakwah di SLBI Qothrunnada dilaksanakan dengan baik. Hal ini terbukti dengan adanya fungsi manajemen dakwah yang dilakukan secara optimal dalam setiap pelaksanaan dakwah yang dilakukan di SLBI Qothrunnada
Dakwah Inklusif di Kalangan Bajingan: Membedah Komitmen Bekas Bajingan dalam Membangun Peradaban, Perspektif Psikologi Sosial
Beberapa tulisan tentang bajingan atau blater selama ini mengulas tentang kemampuannya dalam mengelola kekuasaan sehingga menempati strata atas di masyarakat dan salah satu penentu utama dalam politik lokal. Tulisan ini berisi tentang dakwah kiai kepada kalangan bajingan dan membedah komitmen dakwah bekas bajingan, terutama dalam membangun peradaban dalam perspektif psikologi sosial. Tujuan penelitian ini ialah mengungkap dan mendeskripsikan komitmen bekas bajingan dalam membangun peradaban di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe etnografi-hermeneutik. Data berasal dari dokumen dan fieldnotes. Langkah-langkah analisis data: data reduction, data display, dan conclusion drawing. Hasil penelitian: para anggota Pelopor tersebut pertama, memiliki komitmen moral, yaitu perasaan berkewajiban menjadi anggota Pelopor karena panggilan keagamaan dan sosial. Kedua, memiliki komitmen personal yaitu daya tarik untuk menjadi anggota Pelopor. Karena menjadi anggota Pelopor dianggap memberikan manfaat (barokah), sesuai dengan harapan dan kepentingannya serta mereka diberi garansi sehidup-semati. Ketiga, komitmen karena “investasi”, yaitu karena wadah Pelopor memiliki keterliban emosional dengan mereka. Mereka masuk menjadi anggota Pelopor karena bapak-kakeknya juga anggota Pelopor
Model Dakwah Anak Berkebutuhan Khusus dengan Teknik Bimbingan Kelompok di SLB Wiyata Guna Bandung
Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk menyusun model dakwah kepada anak berkebutuhan khusus dengan teknik bimbingan kelompok. Dakwah bagi anak berkebutuhan khusus dilandasi konsep-konsep bimbingan serta kondisi empiris di lapangan berkaitan dengan kebutuhan yang dalam hal ini sangat diperlukan oleh orang tua/keluarga/lembaga pendidikan formal ataupun non formal. Penelitian dilakukan melalui sejumlah tahapan yaitu: 1) studi pendahuluan; 2) pengembangan dan validasi rasional model; 3) validasi empirik; dan 4) revisi juga desiminasi model. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektifitas model dakwah anak berkebutuhan khusus tergolong dalam kategori kurang efektif sehingga perlu adanya kerja sama dari semua pihak, yaitu keluarga, lingkungan, dan lembaga
WAKAF TUNAI UNTUK KEMANDIRIAN EKONOMI UMAT: REVITALISASI FILANTROPI ISLAM YANG NYARIS TERLUPAKAN
Munculnya wacana dan praktik wakaf tunai di Indonesia membawa harapan baru bagi tercapainya kesejahteraan umat khususnya di bidang ekonomi. Hal ini disebabkan karena wakaf tunai merupakan instrumen baru filantropi Islam yang potensial untuk kemandirian ekonomi umat. Dalam mengatasi kemiskinan, wakaf tunai dapat menjadi alternatif sumber pendanaan. Namun kenyataannya, wakaf tunai kurang dikenal dan kurang mendapat perhatian yang serius dari sebagaian kalangan, baik pemerintah, masyarakat, ulama dan lembaga-lembaga non pemerintah, sehingga belum membawa perubahan ke arah kesejahteraan masyarakat. Artikel ini, bertujuan untuk memaparkan seperti apa wacana wakaf tunai dalam al-Qur’an dan bagaimana pendapat Ulama mengenai urgensi penggunaan wakaf tunai. Di samping itu, artikel ini juga bertujuan, untuk mengetahui wacana dan praktik wakaf tunai di Indonesia serta bagaimana potensinya untuk kemandirian ekonomi masyarakat Islam Indonesia khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Terakhir, artikel ini menawarkan bagaimana strategi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi umat melalui pemberdayaan wakaf tunai ini. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa wakaf tunai mempunyai potensi besar untuk kemandirian ekonomi umat dan memiliki peluang besar untuk diterapkan di Indonesia dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik dan diarahkan kepada sektor-sektor produktif dan pembangunan ekonomi umat
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, MANAJEMEN KONFLIK, DAN TRUST: PENGARUHNYA TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MUHAMMADIYAH CABANG PRINGSEWU LAMPUNG
Tujuan dari peneltian ini untuk memahami pengaruh kepemimpinan transformasional, manajemen konflik, dan trust terhadap efektivitas pengelolaan cabang Muhammadiyah Pringsewu Lampung, sampel dalam penelitian berjumlah 87 pimpinan, sampel diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel probability sampling (random sampling). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei dan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional, manajemen konflik dan trust berpengaruh langsung positif terhadap efektivitas pengelolaan cabang Muhammadiyah, serta ditemukan bahwa kepemimpinan transformasional dan manajemen konflik berpengaruh langsung positif terhadap trust. Temuan penelitian menunjukkan perlunya meningkatkan penanganan kepemimpinan transformasional, manajemen konflik, dan trust agar Pimpinan cabang Muhammadiyah Pringsewu Lampung lebih efektif