UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
850 research outputs found
Sort by
ADVOKASI BURUH DALAM PEMENUHAN HAK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana Advokasi SERBUK Indonesia dalam pemenuhan hak keselamatan dan kesehatan kerja dan mengungkapkan tentang hambatan dan tantangan yang dihadapi oleh Federasi SERBUK dalam melakukan advokasi tersebut. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Peneliti mengkumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan metode keabsahan data triangulasi, dimana metode ini digunakan sebagai pembanding antara hasil wawancara dengan dokumen yang diperoleh peneliti di lapangan. Dalam menjalankan advokasi sebagai serikat buruh menggunakan dua metode advokasi, pertama yaitu advokasi kelas yang dilakukan oleh Federasi SERBUK Indonesia dengan mewakili suatu kelompok dalam penelitian ini adalah kaum buruh yang diperjuangkan untuk mendapatkan hak K3. Kedua adalah advokasi kasus yang dilakukan dengan cara menyelesaikan permasalahan kasus individu yang dihadapi buruh dengan bantuan serikat. Hambatan yang dialami oleh Federasi SERBUK yaitu anggota yang kurang kompeten, pasif dan, tidak prinsipil. Sedangkan tantangan yang dihadapi oleh SERBUK adalah tindak intimidasi dari perusahaan, dan stigma kawan buruh lain yang memandang sebelah mata kepada serikat yang dekat dengan partai.Kata Kunci : Advokasi, Serikat Buruh, Keselamatan dan Kesehatan Kerj
Polemik Majelis Ulama Indonesia tentang Konsep Islam Nusantara: Sebuah Analisis Framing Media Online
This study explores the Indonesian Ulema Council’s polemic coverage about the concept of Islam Nusantara through online media framing analysis. To look at online media framing, I use qualitative methods with Robert N. Etnman’s framing study that examines two things: selecting issues and the emphasis or promotion of certain aspects. The analysis contained four concepts: defining problems, diagnosing causes, making a moral judgment, and treatment recommendations. The results showed that three online media gave rise to a variety of news reports. Detiknews.com brings up news about scholars’ polemic in the Indonesian Ulema Council area behind Islam Nusantara’s concept eight times, CNNIndonesia.com five times, and Kompas.com three times. Interpretations of the three online media have different attitudes. Detiknews.com in framing can not be said to be neutral, but there has been a bit of a splash of neutrality by displaying statements as a bit of a counterparty, although dominated by pre-party views. CNNIndonesia.com is more impressed to provoke the public to respond to the construction of reality in framing because many use the election diction provocative title. Kompas.com is more neutral compared to Detiknews.com and CNNIndonesia.com. Kompas media tends to use the principle of cover both sides, and the news is more in the form of articles or public opinion.Studi ini mencoba untuk mengeksplorasi pemberitaan polemik Majelis Ulama Indonesia tentang konsep Islam Nusantara melalui analisis framing media online. Untuk melihat framing media online, penulis menggunakan metode kualitatif dengan analisis framing Robert N. Etnman yang mengkaji dua hal, yaitu seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu. Analisis tersebut terdapat empat konsep, yaitu define problems (pendefenisian masalah), diagnose causes (memperkirakan penyebab masalah), make moral judgement (membuat pilihan moral), dan treatment recommendation (menekankan penyelesaian). Hasil studi menunjukkan bahwa tiga media online memunculkan vitur berita yang beragam. Detiknews.com memunculkan berita tentang polemik ulama di kawasan MUI dibalik konsep “Islam Nusantara sebanyak 8 kali”, CNNIndonesia.com sebanyak 5 kali, dan Kompas.com sebanyak 3 kali. Interpretasi dari ketiga media online tersebut memiliki sikap berbeda-beda. Detiknews.com dalam melakukan framing belum bisa dikatakan netral, akan tetapi sudah ada sedikit percikan kenetralan dengan menampilkan pernyataan sekelumit pihak kontra walaupun didominasi pernyataan pihak yang pro. CNNIndonesia.com lebih terkesan memprovokasi masyarakat untuk menanggapi konstruksi realitas yang di framing karena banyak menggunakan pemilihan diksi judul yang provokatif. Kompas.com lebih netral dibandingkan dengan Detiknews.com dan CNNIndonesia.com. Media Kompas cenderung menggunakan prinsip cover both side dan pemberitaannya lebih banyak berbentuk artikel ataupun opini masyarakat
Pembingkaian Isu Politik ‘Tampang Boyolali’ oleh Media Online Indonesia
This study aims to present how two Indonesian online media, Mojok.co and Tirto.id, try to act as mediators when political issues shift from substance to cheesy issues that only amplify political polarization. Researchers analyzed five news in each medium using Robert N. Entman’s framing framework including defining problems, diagnosing causes, making moral judgments, and recommendations for treatment. We found there were quality journalism practiced by Mojok.co and Tirto.id for writing good stories. These two didn’t follow ‘quote journalism’ that often performed by online media in Indonesia. This is an example how online media still give some hopes for balancing democracy as their purpose as social controller.Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan bagaimana dua media online Indonesia yaitu Mojok.co dan Tirto.id alternatif berupaya menjadi penengah di saat isu politik bergeser dari hal yang substansi menjadi isu gorengan yang hanya mempertebal polarisasi. Peneliti menganalisis lima berita di masing-masing media menggunakan kerangka framing Robert N. Entman meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menegaskan pembingkaian yang dilakukan oleh Mojok.co dan Tirto.id menunjukkan adanya praktik jurnalisme yang bermutu dengan tidak larut dalam praktik media online yang mengandalkan kecepatan tetapi justru larut dalam pusaran isu populer sehingga hanya melakukan jurnalisme ‘kutipan’. Hal ini menjadi alternatif baru bagi media-media online untuk kembali menempatkan jurnalisme sebagai penyampai berita dan kontrol sosial, bukan sekadar mengutip pernyataan narasumber
Penahanan Rizieq Shihab dalam Bingkai Media Online Indonesia
This article aims to compare the framing carried out by three Indonesian online media regarding the incidents of Rizieq Shihab's detention in Saudi Arabia. Using Robert N. Entman's framing analysis, the researchers uncovered how Kompas.com, Tribunnews.com, and Detik.com framed the incident. The three media were chosen based on the number of visitors accessing the Alexa.com website ranking (10 November 2018). Issue selection and aspect prominence are two things that the authors compare from the three selected sites. Both were analyzed using a four-stage model starting with (1) defining problems; (2) cause diagnosis; (3) make moral judgment; and (4) treatment recommendation. This study concludes that the three online media have various framing. This has implications for the image of Rizieq Shihab’s figure built by each media.Artikel ini bertujuan untuk membandingkan pembingkaian yang dilakukan oleh tiga media online Indonesia terkait peristiwa penahanan Rizieq Shihab di Arab Saudi. Menggunakan analisis framing Robert N. Entman, peneliti membongkar bagaimana Kompas.com, Tribunnews.com, dan Detik.com melakukan pembingkaian terhadap peristiwa tersebut. Ketiga media tersebut dipilih berdasar banyaknya pengunjung yang mengakses melalui ranking situs Alexa.com (10 November 2018). Seleksi isu dan penonjolan aspek adalah dua hal yang penulis bandingkan dari tiga situs terpilih. Keduanya dianalisis menggunakan model empat tahap yang dimulai dengan (1) mendefinisikan masalah (define problems); (2) menemukan alasan (diagnose cause); (3) membuat pernyataan moral (make moral judgement); dan rekomendasi penyelesaian (treatment recommendation). Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga media online tersebut memiliki pembingkaian yang beragam. Hal ini berimplikasi pada citra sosok Rizieq Shihab yang dibangun oleh masing-masing media
IMPLEMENTASI STRATEGI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF BAGI SISWA TUNANETRA DI MTs YAKETUNIS YOGYAKARTA
The purposes of this study is to determine the implementation of a comprehensive guidance and counseling service strategy for students with visual impairment in MTs Yaketunis Yogyakarta. This study used qualitative research methods. The data collection method uses interviews and documentation. Futhermore, the research subjects were counseling teachers at the MTs Yaketunis Yogyakarta. The results revealed the implementation of a comprehensive guidance and counseling service strategy for students with visual impairment in MTs Yaketunis Yogyakarta in general has been going well. This can be seen from the indicators that the counseling and counseling service strategy in schools includes four service components with each strategy in it, namely: First, basic services with classical guidance strategies, orientation services, information services, group guidance, and data collection. Second, responsive services use individual counseling strategies, group counseling, referrals, collaboration with subject teachers or homeroom teachers, collaboration with parents of students, collaboration with related parties outside of school, peer guidance, consultation, case conferences, and home visit. Third, individual planning with a placement and distribution service strategy. Fourth, system support uses strategies for network development, management activities, as well as research and development, and evaluation
PENGEMBANGAN APLIKASI ANALISIS PEMINATAN DALAM PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK SEKOLAH LANJUTAN
ABSTRAK Penelitian ini mengenai pengembangan website “Sistem Informasi Peminatan” (SIP) yang memberikan fasilitas kepada pengguna dalam mempermudah pengolahan data informasi peminatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aspek peminatan dalam informasi sekolah lanjutan dengan fasilitas pengolahan data secara otomatis sehingga menjadi rekomendasi peminatan bagi peserta didik. Pengembangan Website ini dilakukan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research & Development) melalui tahapan studi persiapan (data pustaka), analisis peminatan peserta didik kelas IX di SMP, studi kebutuhan kebutuhan Guru BK di Sekolah Menengah Pertama, pengembangan desain, pengembangan web, uji ahli dibidang web dan uji ahli dibidang materi/konten, uji user dan revisi. Produk penelitian ini beruba web dengan nama SIP (Sistem Informasi Peminatan). Menu utamanya adalah rekomendasi peminatan bagi peserta didik. Produk akhir Aplikasi Sistem Peminatan telah dievaluasi oleh ahli media, ahli konten, dan ahli user. Berdasarkan hasil uji ahli dibidang web, diperoleh skor penilaian sebesar 88% dengan kategori sangat layak, pada hasil uji ahli dibidang materi/konten menunjukan skor penilaian sebesar 83% dengan kategori sangat layak, dan pada uji user dan revisi menunjukan perolehan skor penilaian sebesar 88% dengan kategori sangat layak. Sistem Informasi Peminatan sangat layak digunakan oleh Guru BK se Indonesia dalam merekomendasikan peminatan sekolah lanjutan. Sistem Informasi Peminatan memiliki buku pengenalan dan petunjuk penggunaan website. Saran SIP dari penelitian ini adalah wujud kerja sama antara guru bidang studi, wali kelas, orang tua siswa, psikolog dan Guru BK dalam menganalisis peminatan dalam program Bimbingan dan Konseling untuk sekolah lanjutanKata Kunci : Bimbingan dan Konseling, Peminatan, Fasilitas, Rekomendasi, Sekolah, Lanjutan
Pemberdayaan Muslim Muallaf Melalui Home Industry Kerupuk Ikan Lomek di Desa Selat Akar
This article discusses about economic empowerment based on home industry to enforce the faith of new Muslim converters in Desa Selat Akar Kepualaun Meranti, Riau. To understand the economic potential of this village, the faith enforcement seems to be more effective when it is done through economic empowerment based on home industry. This resesearch was founded, i.e. To support this, the empowerment uses community based research concept. This research founded i.e. first, doing an evaluation during observation and conducting identification before the empowerment done. Second, this empowerment finds that this a new Muslim group needs physical capital assistance to develop its enterprises. Third, making ‘Lomek’ fish crackers has become an instrument or media among the Muallafs to keep and improve their faith. Tulisan ini mendiskusikan pemberdayaan ekonomi berbasis home industry untuk penguatan akidah Muslim Muallaf di Desa Selat Akar Kepulauan Meranti, Riau. Memahami potensi ekonomi yang ada di desa tersebut, maka penguatan akidah para Muslim Muallaf tampak menjadi lebih efektif apabila dilakukan dengan penguatan sisi ekonomi rumahan atau berbasis home industry. Untuk mendukung keberhasilan kegiatan, pemberdayaan ini menggunakan konsep Community Based Research (CBR) dengan metode kualitatif. Penelitian ini menemukan beberapa program pemberdayaan antara lain; pertama, melakukan evaluasi pada saat observasi dan identifikasi sebelum pemberdayaan dilakukan. Kedua, menemukan bahwa kelompok Muslim Muallaf memerlukan bantuan modal fisik untuk pengembangan usaha mereka. Ketiga, membuat kerupuk Ikan Lomek benar-benar telah menjadi media sekaligus wadah tempat di mana para Muslim Muallaf dapat meningkatkan dan memperkokoh akidah mereka.
Moral Evaluation dalam Pemberitaan Pesawat Lion Air JT-610: Narasi Berita Detik.com dan Kompas.com
This study aims to find the framing of detik.com and kompas.com on the evacuation process of the Lion Air JT610 plane crash, in the aspect of moral judgment. Every event that occurs which is informed by the media has a specific purpose to be conveyed so that the reader can be construed like what the media wants. One of the suppressive aspects of the news is to provide an image for the public to conduct moral judgments on events that occur. To achieve this goal, this study uses a qualitative method using the Robert N. Entman framing analysis approach. From the search for the news made, this study found that detik.com provides news quickly, while kompas.com features accurate news, so the preaching process takes longer than detik.com. Meanwhile, in the aspect of explaining the causes of the accident, detik.com prioritizes a comprehensive explanation by presenting various sources. This is different from kompas.com which tends to display news from one side. Two different aspects of taking a point of view between detik.com and kompas.com cause different moral judgments to emerge. Kompas prefers the point of view of the evacuation team by presenting the narrative of victims who died in the evacuation process. Meanwhile, detik.com takes the perspective of the victim, so that the misfortunes of the victim's family are highlighted.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan framing detik.com dan kompas.com atas proses evakuasi kecelakaan pesawat Lion Air JT610, dalam aspek penilaian moral. Setiap peristiwa yang terjadi yang diinformasikan oleh media memiliki tujuan spesifik yang hendak disampaikan agar pembaca dapat terskontruk seperti keinginan media. Salah satu aspek penekan dalam berita adalah memberikan gambaran kepada masyarakat untuk melakukan penilaian moral atas peristiwa yang terjadi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis framing Robert N. Entman. Dari penelusuran terhadap berita yang dibuat, penelitian ini menemukan bahwa detik.com menyediakan berita secara cepat, sedangkan kompas.com menonjolkan pemberitaan yang akurat, sehingga proses pengabarannya lebih lama dibandingkan dengan detik.com. Sedangkan dalam aspek penjelasan penyebab kecelakaan, detik.com lebih mengutamakan penjelasan yang menyeluruh dengan menghadirkan sumber yang bervariatif. Hal ini berbeda dengan kompas.com yang lebih cenderung menampilkan berita dari satu sisi. Dua aspek yang berbeda dalam mengambil sudut pandang antara detik.com dan kompas.com menyebabkan adanya penilaian moral yang berbeda yang muncul. Kompas lebih mengutamakan sudut pandang tim evakuasi dengan menampilkan narasi korban yang gugur dalam proses evakuasi. Sedangkan, detik.com mengambil sudut pandang korban, sehingga kemalangan dari keluarga korban lebih ditonjolkan
Komparasi Bingkai Peristiwa Bencana di Media Online Indonesia
This paper examines the differences between Tirto.id and Republika.co.id in framing reporting on the causes of the crash of the Lion Air JT-610 plane on October 29, 2018. This research is a qualitative study using Robert M. Entman's four-stage framing analysis, namely define problems, define causes, make moral statement, and treatment recommendation. The results of this study indicate that there are differences in framing between the three online media in reporting a disaster. Tirto.id focuses more on the professionalism of Lion Air's management, while Republika.co.id focuses more on the news about the cause of the crash of the Lion Air JT-610 plane because the Lion Air JT-610 aircraft is the latest release. This proves that every newsroom has a certain standard in applying the principles of disaster journalism. Tulisan ini mengulas perbedaan Tirto.id dan Republika.co.id dalam membingkai pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 pada tanggal 29 Oktober 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis framing empat tahap Robert M. Entman, yaitu define problems, define causes, make moral statement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan framing di antara ketiga media online tersebut dalam memberitakan sebuah bencana. Tirto.id lebih menyoroti profesionalisme manajemen Lion Air, sedangkan Republika.co.id lebih mem-framing pemberitaan penyebab jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 lantaran jenis pesawat Lion Air JT-610 merupakan keluaran terbaru. Hal ini membuktikan bahwa setiap newsroom memiliki standar tertentu dalam menerapkan prinsip jurnalisme bencana