UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
    850 research outputs found

    Front Matter

    No full text

    MANAJEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS PENDIDIKAN LITERASI: STUDI DI PESANTREN BAITUL KILMAH BANTUL

    No full text
    Pengembangan sumber daya manusia adalah faktor penting yang menentukan efektifitas dan efisiensi sebuah organisasi dalam mencapai sebuah tujuan. Pendidikan menjadi kunci penting yang digunakan dalam mengembangkan sdm. Sehingga ketika pendidikan berjalan secara maksimal maka pengembangan sdm akan berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Namun seiring berjalannya waktu pendidikan mendapatkan tantangan di era globalisasi ini. Mengingat tiga ciri pendidikan literasi yakni Responding, Revising dan Reflecting, tentu hal ini sangat dibutuhkan di era globalisasi ini. Pesantren sebagai ciri khas pendidikan Islam di Indonesia juga mempunyai peran penting dalam mengembangkan sdm. Pondok Pesantren Baitul Kilmah adalah salah satu contoh pesantren yang menerapkan pendidikan literasi dalam mengembangkan santri-santrinya. Sudah terbukti pesantren ini berhasil mencetak lulusan yang mampu berkontribusi dalam memberikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dan peran pendidikan literasi dalam mengembangkan sdm pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis Miles and Huberman. Sedangkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Bentuk Pendidikan literasi yang diterapkan di pesantren Baitul Kilmah adalah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan dunia literasi. Seperti diskusi karya tulis, belajar kepenulisan dan lain-lain. Sedangkan pendidikan literasi berperan penting dalam membentuk jiwa dan mengasah kemampuan santri Baitul Kilmah untuk menjadi individu yang produktif, kreatif, berfikiran kritis, bertanggung jawab, dan memiliki prestasi yang kompetitif dalam bidang literasi.Kata Kunci: Pengembangan SDM, Pendidikan Literasi, Pesantre

    PLAY THERAPY SEBAGAI BENTUK PENANGANAN KONSELING TRAUMA HEALING PADA ANAK USIA DINI

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara dengan daerah yang rawan terkena gempa bumi, tsunami, serta letusan gunung berapi. Hal itu terjadi lantaran Indonesia berada dalam Ring of Fire yaitu cincin api pasifik yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik  yang berbentuk tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Banda hingga Maluku. Anak usia dini menjadi korban yang paling rentan terkena trauma, karena pada dasarnya mereka tidak dapat mengartikulasikan dan menunjukkan perasaan cemas yang dialaminya. Trauma healing menjadi salah satu kegiatan yang sangat penting dilakukan untuk anak-anak korban pasca bencana alam. Dan salah satu metode yang cukup efektif serta sering digunakan oleh beberapa konselor dan volunteer sebagai pengobatan anak-anak yaitu dengan terapi bermain atau Play Therapy. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji beberapa teori dan literatur yang berkaitan dengan tahapan pelaksanaan Play Therapy.Kata Kunci: Play Therapy, Konseling, Trauma Healing, Anak Usia Dini

    Profil dan Kinerja Usaha ‘Mindring’ di Sektor Informal: Studi Eksplorasi tentang Kisah Perantau Kuningan di Godean Sleman Yogyakarta

    Get PDF
    This article aims to examine the profile and performance of Mindring enterprise in the informal sector, especially the Kuningan migrants in Padukuhan Pandean VII Sidoluhur, Godean, Sleman, Yogyakarta. In this paper, the study is the development of the results of research using qualitative methods. Reports are prepared using descriptive-narrative methods, resulting in a deep story with an exploration of Mindring enterprise activists. Mindring is the sale of goods by means of credit. This transaction is favored by someone who is not enough money to get the desired item. Actors of Mindring like to provide convenience to their customers. It gives credit for various items needed by customers with a flexible payment system, such as letting customers make installments as best they can, occasionally customers are allowed not to pay installments in installments. Because it is natural, this Mindring business actor is often labeled as a helping angel by his customers. The flexibility of this payment system is actually a method of attracting customers not to run away from their business circles. They realize that increasing enterprise competition is a threat that must be faced, and cannot be avoided. Therefore, good performance is needed for the enterprise of Mindring to mind that their business will continue, and the relationship between harmony with customers also can be increased.     Artikel ini hendak mengkaji mengenai profil dan kinerja usaha Mindring di sektor informal, khususnya para perantau Kuningan yang ada di Padukuhan Pandean VII Sidoluhur Godean Sleman Yogyakarta. Studi pada kajian ini merupakan pengembangan dari hasil penelitian yang menggunakan metode kualitatif. Laporan disusun menggunakan cara deskriptif-naratif, sehingga menghasilkan cerita yang mendalam dengan eksplorasi para pegiat usaha Mindring. Mindring adalah penjualan barang dengan cara kredit. Transaksi ini digemari oleh seseorang yang tidak cukup uang demi mendapatkan sebuah barang yang diinginkan. Pelaku Mindring suka memberi kemudahan kepada pelanggannya. Dia memberikan kredit berbagai barang yang dibutuhkan pelanggan dengan sistem pembayaran yang luwes, seperti membiarkan pelanggan memberikan angsuran semampunya, sesekali pelanggan diperbolehkan untuk tidak menyicil angsurannya. Karena itu wajar, pelaku usaha Mindring ini sering diberi label sebagai sosok malaikat penolong oleh para pelanggannya. Keluwesan sistem pembayaran ini sesungguhnya adalah sebuah metode menarik pelanggan agar tidak lari dari lingkaran bisnisnya. Mereka menyadari bahwa meningkatnya persaingan usaha merupakan sebuah ancaman yang mesti harus dihadapi, dan tidak dapat dihindarkan. Karena itu, dibutuhkan kinerja yang baik bagi pelaku usaha mindring agar usahanya tetap berjalan dan hubungan harmoni dengan pelanggan terus meningkat

    Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Mandiri Bersama Bank Mandiri di Mrican Umbulharjo

    Get PDF
    Corporate social responsibility (CSR) is an important part of a company because in Indonesia there are laws that regulation of CSR. In addition to complying with the Act, CSR is also carried out because of the company’s awareness in assisting the country in alleviating poverty. One of the companies in the banking sector—Bank Mandiri—has a CSR program with empowerment, namely Mandiri Bersama Mandiri (MBM). This study attempts to describe the concept, implementation, and results of the MBM program conducted by Bank Mandiri in Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. The results of this study indicate that the concept of Bank Mandiri’s CSR in the MBM program in broad outline is to build community independence through the utilization of local potential. The implementation of CSR carried out by Bank Mandiri through urban agriculture development programs, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), and the development of public facilities. Meanwhile, the results of physical empowerment are the creation of a clean and beautiful environment in Mrican, the realization of community meeting halls, increased cooking equipment for PKK mothers, savings in expenditure, and the creation of an increase in the community’s economy. Non-physical is the formation of public awareness, increased knowledge of the community, the formation of skilled mothers, and the creation of community independence.Corporate social responsibility (CSR) merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan, karena di Indonesia ada Undang-Undang (UU) yang mengaturnya. Selain untuk mematuhiUU, CSR dilakukan juga karena kesadaran perusahaan dalam membantu negara dalam mengentaskan kemiskinan. Salah satu perusahaan di sektor perbankan—Bank Mandiri—mempunyai program CSR dengan pemberdayaan, yaitu Mandiri Bersama Mandiri (MBM). Penelitian ini berusaha mendeskripsikan konsep, implementasi dan hasil dari program MBM yang dilakukan oleh Bank Mandiri di Mrican, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep CSR Bank Mandiri dalam program MBM secara  garis besar adalah membangun kemandirian masyarakat melalui  pemanfaatan potensi lokal. Implementasi CSR yang dilaksanakan oleh Bank Mandiri melalui program pengembangan pertanian perkotaan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan pengembangan fasilitas publik. Sementara, hasil pemberdayaannya secara fisik adalah terciptanya lingkungan bersih dan asri di Mrican, terwujudnya balai pertemuan warga, bertambahnya perlengkapan memasak ibu-ibu PKK, penghematan pengeluaran belanja, dan terciptanya peningkatan perekonomian masyarakat. Secara non-fisik adalah terbentuknya kesadaran masyarakat, bertambahnya pengetahuan masyarakat, terbentuknya ibu-ibu terampil, dan terciptanya kemandirian masyarakat

    Pemberdayaan Perempuan Pasca Gempa Bumi Melalui Progam Kredit Mikro Koperasi Syari’ah Gemi di Miri Sewon Bantul

    Get PDF
    This article aims to examine the empowerment program for victims of the Yogyakarta earthquake in 2006. Empowerment programs are carried out through GEMI-based Islamic cooperative micro credit. This program aims to help restore and improve the economy of small women entrepreneurs who were stalled due to the earthquake that struck Yogyakarta. In addition, this article looks at the success of empowerment carried out by the GEMI Syariah Cooperative or Islamic Banking (Koperasi Syariah GEMI). The research used is field research. The approach used is qualitative. Through cross check with validity using the trianggulation method, it is expected that field research can provide a credible perspective on what is conveyed by the informants. That way, field results show that empowerment carried out by the Koperasi Syariah GEMI uses five steps, namely capital, business training, mentoring, marketing, and institutional strengthening. The success of the program is seen from 3 aspects, namely institutional, capital, and marketing. The existence of Koperasi Syariah GEMI in empowering women, can directly provide positive effectiveness for the development of small businesses initiated or continue their businesses. This program can gradually help, restore, and improve the economy of small women entrepreneurs who were stalled due to the earthquake that struck Yogyakarta.Artikel ini hendak mengkaji tentang program pemberdayaan perembuan korban gempa bumi Yogyakarta tahun 2006. Program pemberdayaan yang dijalankan melalui kredit usaha mikro berbasis koperasi syariah GEMI. Pragram ini bertujuan untuk membantu memulihkan dan meningkatkan perekonomian pengusaha kecil perempuan yang sempat terhenti akibat gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Selain itu, artikel ini melihat keberhasilan pemberdayaan yang dilakukan Koperasi Syariah GEMI. Penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif. Melalui cross check dengan validitas menggunakan metode trianggulasi, diharapkan penelitian lapangan dapat memberikan sebuah perspektif yang kredibel tentang apa yang disampaikan oleh para informan. Dengan begitu, hasil lapangan menunjukan bahwa pemberdayaan yang dilakukan Koperasi Syariah GEMI menggunakan lima langkah yaitu permodalan, pelatihan usaha, pendampingan, pemasaran, dan penguatan lembaga. Keberhasilan program dilihat dari 3 aspek, yaitu kelembagaan, permodalan, dan pemasaran. Adanya koperasi syariah GEMI dalam memberdayakan perempuan, secara langsung dapat memberikan efektif positif bagi pengembangan usaha kecil yang dirintis atau melanjutkan usaha mereka. Program ini secara berangsur dapat membantu, memulihkan, dan meningkatkan perekonomian pengusaha kecil perempuan yang sempat terhenti akibat gempa bumi yang melanda Yogyakarta

    Bid’ah Hasanah dalam Pembangunan Ekonomi Kreatif di Industri Fashion Bandung

    Get PDF
    This article try to provide an understanding about bid’ah in the creativity industry. Bid’ah is permissible and can be a means of strengthening Islamic bases. This research use qualitative method and Weber's social actions approach. The analysis concludes that creativity in the Muslim fashion industry falls within the category of religiously acceptable heresy. This study also concludes that in the Muslim fashion industry, the motives intended are not only economic motives, but also religious motives. This religious motive is used by producers as a means of developing Muslim societies through the provision of attributes required in consumers' efforts to behave obediently. Producers act as agents with religious motives to provide establishment in Muslim hijab communities. In addition, the producers are increase creativity and innovation, it is the basis of the adaptation and sustainability of a community entity. If creativity can be an abstract idea, innovation embodies it in a product that can be used by many people. In the industrial world, creativity and innovation become lives to survive and develop. If the industry is engaged in products related to Islam, then it must adjust to the rules in Islam. Creativity in Islam is often equated with the term bid'ah. Bid'ah in Islamic literature is still in question. Some people consider it as something permissible on condition that it must be following the Islamic law.Tulisan ini mencoba untuk memberikan pemahaman tentang bid’ah dalam industri kreatif. Bid’ah boleh dilakukan dan dapat menjadi sarana untuk memperkuat basis-basis ke-Islaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan tindakan sosial Weber. Hasil analisis menyimpulkan kreativitas dalam industri fashion muslim masuk kategori bid’ah hasanah yang diperbolehkan oleh agama. Kajian ini juga menyimpulkan bahwa industri fashion muslim, motif yang dituju tidak hanya motif ekonomi. Namun motif agama juga menjadi tujuan. Motif agama ini digunakan oleh produsen sebagai sarana pengembangan masyarakat muslim melalui penyediaan atribut yang dibutuhkan dalam usaha konsumen untuk berperilaku taat. Produsen bertindak sebagai agen dengan motif religius untuk memberikan kemapanan dalam komunitas muslim berhijab. Pada kondisi ini produsen perlu meningkatkan kreativitas dan inovasi yang merupakan dasar adaptasi dan keberlanjutan suatu entitas masyarakat. Jika kreativitas merupakan ide yang abstrak, inovasi mewujudkannya dalam suatu produk yang bisa digunakan oleh banyak orang. Dalam dunia industri, kreativitas dan inovasi menjadi nyawa untuk bertahan dan berkembang. Jika industri bergerak pada produk-produk yang berkaitan dengan Islam maka ia harus menyesuaikan dengan aturan-aturan dalam Islam. Kreativitas dalam Islam sering disamakan dengan term bid’ah. Bid’ah dalam literatur Islam masih dipersoalkan. Beberapa kalangan menganggap sebagai sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat harus sesuai dengan kaidah-kaidah hukum Islam

    Manjemen Pengelolaan Sumberdaya Manusia Berbasis Religious Approach di Waroeng Stake & Shake dan Pamella Supermarket

    No full text
    The paper seeks to reveal the management carried out by the two companies— Waroeng Stake & Shake dan Pamella Supermarket—based on Islamic principles. To get this picture, this study uses a descriptive-qualitative method with a data analysis model using a phenomenological approach. The results showed that both Waroeng Steak & Shake and Pamella Supermarket involved religious aspects in managing human resources with different criteria. These differences are found in the procurement and development process. In the procurement process, Waroeng Steak & Shake emphasizes religious criteria such as the ability to read the Koran, while Pamella emphasizes politeness. In training & development, Waroeng Steak & Shake conducts religious and employment training while Pamella does not hold training activities. In compensation, maintenance and dismissal, both Waroeng Grop and Pamella Supermarket have the same criteria. This condition conducted because influencing by the Western scientific model raises tension and scientific disparity. Many people then conceptualize new models in managing human resources to be more in line with the Islamic concept. However, this would only add to the debate at the theoretical level. Amid the theoretical debate process, Pamella Supermarket and Woreong Steak & Shake applied the human resource management model in an applicable manner to their employees.Artikel ini berusaha mengungkapkan pengelolaan yang dilakukan oleh dua perusahaan— Waroeng Stake & Shake dan Pamella Supermarket— berdasarkan prinsip ke-Islaman. Untuk mendapatkan gambaran tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan model analisis data melalui pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Waroeng Steak & Shake maupun Pamella Supermarket telah melibatkan aspek-aspek agama dalam pengelolaan sumber daya manusia dengan kriteria yang berbeda. Perbedaan tersebut terdapat pada proses pengadaan dan pengembangan. Pada proses pengadaan, Waroeng Steak & Shake menekankan kriteria agama seperti kemampuan Baca Tulis al-Qur’an, sedangkan Pamella menekankan pada kesopanan. Pada pelatihan & pengembangan, Waroeng Steak & Shake mengadakan pelatihan agama dan pekerjaan sedangkan Pamella tidak menyelenggarkan kegiatan pelatihan. Pada kompensasi, pemeliharaan dan pemberhentian, baik Waroeng Steak & Shake maupun Pamella Supermarket memiliki kriteria yang sama. Kondisi tersebut karena pengaruh model keilmuan Barat yang memunculkan ketegangan dan disparitas keilmuan. Banyak kalangan kemudian mengkonsepsi model-model baru dalam pengelolaan sumberdaya manusia agar lebih sesuai dengan tatanan Islam. Akan tetapi hal tersebut justru menambah perdebatan dalam tataran teoritis. Di tengah proses perdebatan teoritis, Pamella Supermarket dan Woreong Steak & Shake justru menerapkan model pengelolaan sumberdaya manusia secara aplikatif kepada karywan-karyawannya

    INSPIRATIONAL DA’WAH FOR MILLENNIAL GENERATION: STUDY AT IAIN TULUNGAGUNG

    No full text
    The millennial’s interest towards Islamic da’wah is decreased significantly, caused by the da’wah approach and strategy which are still conservative, monotonous, and only delivered on lecturing way. In fact, on the other hand, the millennial generation expects an inspirational, modern, elastic, dynamic, innovative, and entertaining da’wah. This study aims to describe, analyze, and interpret the implications of inspirational da’wah conducted by the Da’wah Management department of IAIN Tulungagung in increasing the young generation's interest in Islamic teachings and da’wah. In principle, inspirational da’wah has been carried out by Suryadharma Ali, the Minister of Religion of the Republic of Indonesia on 2009-2014, who stated that one of the main jobs of UIN and IAIN is to maintain and develop scientific traditions in the field of Islamic studies which are increasingly less desirable by the community because there has been a change in community orientation toward Islamic da’wah. So, the quality of Islamic institutions in Indonesia needs to do the more serious, systematic, and measurable efforts in order to increase the quality of Islamic da’wah, as well as PTKIN graduates must be more competitive. The ideas of this article inspired by the Grand Theory of Medan Da’wah promoted by K.H. Ahmad Muwafiq that the success of the da’wah is influenced by the theological, cultural, and object of the da’wah when the implementation of the Islamic da’wah is delivered. Furthermore, the Islamic da’wah is an inspiration to realize the teachings of Islam in personal and social life in line with the culture of the society in terms of life that aim to uphold amar ma'ruf and nahi munkar. This is qualitative research with a descriptive method of phenomenological analysis. While the results of the study are: First, Inspirational da’wah has implications for increasing trends and millennial generation interest for IAIN Tulungagung students towards Islamic da’wah. Second, the inspirational da’wah referred to in this study is the iain tulungagung hijaber community, inspirational da’wah comedy, electronic da’wah bulletin, da’wah literacy, and online da’wah through the official campus website. Keywords: Inspirational Da’wah, Millenial Generation, IAIN Tulungagun

    STRATEGI TAKMIR MASJID DALAM MENINGKATKAN TRUST DAN INTEGRITAS PADA MASYARAKAT: STUDI DI DESA OLUHUTA KABUPATEN BONE BOLANGO

    No full text
    Ciri khas negara yang berpenduduk muslim salah satunya adalah masjid, yang diperuntukkan bagi manusia uang sedang haus nilai-niai spiritual. Badan Takmirul Masjid hadir untuk menyadi penyambung antara masyarakat dengan media ibadah yakni Masjid, karena masjid perlu dikelola. Pengelolaan yang baik untuk melahirkan dayaguna dalam segala hal dan perlu ditingkatkan dalam aktifitas-aktifitas masjid.  Peneliti mengambil objek penelitian sebuah masjid di Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Badan Takmirul Masjid ini terus berjuang membangun dan memaksimalkan peran dan fungsi masjid dengan adanya trust dan integrity dilakukan secara terus menerus karena adanya perkembangan IPTEK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data penelitian, kemudian mengolah data untuk disajikan dalam sebuah kesimpulan. Peneliti berupaya menemukan peran dan dampak masjid dalam meningkatkan kesejahteraan umat yang berbasis masjid melalui peningkatan trust dan integrity masyarakat. Penelitian diperlukan untuk dapat memahami kegiatan organisasi masjid yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Peran Badan Takmirul Masjid Al-Ma’arif dalam meningkatkan trust dan integrity pada masyarakat Desa Oluhuta terhadap keberadaan Masjid Al-Ma’arif yakni dengan Badan Takmirul Masjid Al-Ma’arif memaksimalkan kegiatan sholat lima waktu dan sholat jum’at dengan terus mengajak jama’ah untuk sholat di masjid, mengadakan agenda kajian sebulan sekali. Kemudian adapula peran lain dan dampak implementasi trust dan integrity masyarakat terhadap kemakmuran Masjid Al-Ma’arif yakni pertama dari sisi sosial dan budaya ialah mengamalkan budaya nahdliyin, kedua dari sisi pendidikan telah didirikanlah TPQ yang berguna untuk mendidik anak-anak desa Oluhuta dan dampak dari TPQ yakni anak-anak yang belajar dan telah didirikan pula Majelis Ta’lim Al-Maghfirah yang dikhususkan untuk para remaja wanita dan ibu-ibu.Kata Kunci: Manajemen Masjid, Dakwah, Integritas, Kepercayaa

    726

    full texts

    850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇