UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Not a member yet
    850 research outputs found

    Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Sumber Daya Berbasis Komunitas dalam Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

    Get PDF
    This article explains the strategy of managing the community resources in corporate social responsibility programs. For instance, this research aims to enrich studies on community empowerment strategies trough exploration of community empowerment programs conducted by corporates. This research uses a qualitative research method. Also, primary data was collected through in-depth interviews with the Sumbersari Village Cattle Group Society members, the Terapan Village Banana Processing Group administrators, Petrokimia Corporate of Gresik program assistants, and Petrokimia Corporate of Gresik staff. Furthermore, the research findings show that the sustainability strategy adopted by Petrokimia Corporate of Gresik is different for each program. In its implementation, Petrokimia Corporate of Gresik concerns on the plan for community empowerment sustainability programs, primarily based on an investigation and analysis of the needs, potential, and problems in both villages. These are due to differences in needs, potential, and problems in the two empowerment programs. These differences indicate that each region has its uniqueness in terms of variations, resources, and local responsibilities. The sustainability strategy implemented in the Cattle Program is potential integration and product diversification, while in the Banana Processing Program is adopted by product diversification.Artikel ini menjelaskan strategi pengelolaan sumber daya masyarakat dalam program tanggung jawab sosial perusahaan. Untuk itu, artikel ini diharapkan dapat memperkaya kajian mengenai strategi pemberdayaan masyarakat melalui eksplorasi program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada pengurus Paguyuban Kelompok Ternak Sapi Desa Sumbersari dan Kelompok Pengolahan Pisang Desa Terapan, tenaga pendamping program, dan staf Perusahaan Petrokimia Gresik.  Studi ini menunjukan adanya perbedaan strategi keberlanjutan yang diterapkan oleh Perusahaan Petrokimia Gresik dalam Program Ternak Sapi Desa Sumbersari dan Program Pengolahan Pisang Desa Terapan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kebutuhan, potensi, dan masalah dalam kedua program pemberdayaan tersebut. Perbedaan tersebut menunjukan bahwa setiap daerah memiliki kekhasnnya masing-masing dilihat dari variasi, sumber daya, dan tanggung jawab lokalnya. Strategi keberlanjutan yang diterapkan pada Program Ternak Sapi adalah integrasi potensi dan diversifikasi produk, sedangkan pada Program Pengolahan Pisang adalah diversifikasi produk

    Back Matter

    No full text

    MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI ISLAM: TRAJEKTORI KEBANGKITAN AGAMA DI RUANG PUBLIK

    No full text
    Di era disrupsi yang sangat dipengaruhi oleh internet of things melalui hadirnya media sosial ini, umat beragama dimanjakan dalam memilih akses konten keagamaan sesuai dengan preferensinya. Kemudahan akses tersebut mendorong munculnya elit keagamaan baru konservatif yang menantang kemapanan otoritas keagamaan tradisional yang telah lebih lama eksis. Mereka mengemas berbagai konten dengan label dakwah, hijrah, dan istilah keagamaan populer lainnya. Kemasan yang mereka tawarkan cenderung lebih simple untuk dipahami sehingga mampu menarik khalayak, terutama kaum muda Muslim urban yang cenderung gandrung dengan budaya pop dan ingin belajar agama secara instan. Munculnya elite keagamaan baru tersebut memicu reaksi dari kelompok moderat untuk memberikan wacana tandingan. Hal ini mengakibatkan media sosial berubah menjadi arena kontestasi perebutan otoritas keagamaan. Bila kita perhatikan, fenomena tersebut jelas bertentangan dengan teori sekularisasi yang menggambarkan bahwa di era modern agama bukanlah sesuatu yang populer. Nyatanya saat ini kita justru melihat kebangkitan agama atau religious revival di ruang publik. Jurgen Habermas mengatakan bahwa ruang publik merupakan wahana diskursus demokratis masyarakat dimana setiap warga negara dapat menyatakan opini ataupun kepentingan secara diskursif. Opini dan kepentingan tersebut selanjutnya dimanifestasikan dalam berbagai trajektori. Terkait isu kebangkitan agama, salah satu trajektori tersebut adalah manajemen dan administrasi Islam. Untuk melihat bagaimana kebangkitan agama bekerja di sektor manajemen dan administrasi Islam, maka kita dapat mendiskusikannya lebih mendalam melalui tujuh naskah yang terbit pada Jurnal MD Volume 6 Nomor 2 Tahun 2020 ini

    Efektifitas Media Komunikasi di Tengah Pandemi: Respon Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung

    Get PDF
    This study aims to find the significance of messages conveyed through communication media in a pandemic situation. The demands of a pandemic era have crisis dimensions on various fronts, making the choice of communication media more careful. This problem will then have an impact on the misinformation received by the community. Therefore, the selection of mass communication as a strategic media in response to various existing problems can be an alternative as a means of early education that directly targets the wider community effectively and efficiently. The main discussion in this research is related to the important role of mass communication in the midst of the COVID-19 pandemic. This research uses qualitative methods with the type of field study research. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. To sharpen the data analysis, this study uses the Peter L. Berger and Thomas Luckmann social construction approach. This study found that mass communication has a central role in responding to the COVID-19 pandemic. This role forms a new behavior that emerges from a new social order and reconstruction in the face of a social order that is more adaptive to the pandemic situation. To create this situation, it requires close communication between stakeholders and the community in responding to this problem.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan signifikansi pesan yang disampaikan melalui media komunikasi dalam keadaan pandemi. Tuntutan masa pandemi yang berdimensi krisis dalam berbagai lini, menjadikan pemilihan media komunikasi harus lebih hati-hati. Persoalan ini kemudian akan berdampak pada kesalahan informasi yang diterima oleh masyarakat. Oleh sebab itu, pemilihan komunikasi massa sebagai media yang strategis dalam menanggapi berbagai persoalan yang ada dapat menjadi alternatif sebagai sarana edukasi dini yang langsung menyasar terhadap masyarakat luas dengan efektif dan efisien. Bahasan utama dalam penelitian ini berkaitan dengan peran penting komunikasi massa di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk mempertajam analisa data, penelitian ini menggunakan pendekatan konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi massa memiliki peranan sentral dalam menanggapi pandemi COVID-19. Peran ini membentuk perilaku baru yang muncul dari tatanan dan rekonstruksi sosial baru dalam menghadapi tatanan sosial yang lebih adaptif dengan keadaan pandemi. untuk menciptakan keadaan ini, diperlukan komunikasi yang erat antara stakeholder dengan masyarakat dalam menanggapi permasalahan ini

    The Families Resilience Issue dealing with the Village Empowerment Program: Implication for Social Development

    Get PDF
    The article explores concerning evaluation program that the government has implemented in people's villages. This study conducted a reformulation policy to increase better family resilience in the rural areas. The study uses a qualitative method and collecting data with interviews, documentation, and observation. The research finds that community development in the village showed a new social sustainability pattern with three main goals: structure, culture, and process. It is a new program considering establishing a reformulation of social policy as an objective program that promotes sustainable development. While the program's implementation faced an obstacle driven by the local elite, it gained collaborative action with the regency government. Thus, the village development's family resilience failed not to internalize to deeply life confidence, but they do not feel they have awareness. Also, they still consider that family resilience is not a part of community development program, so it is not implemented very well. In summary, the planning village development has been the case to the local elite who are still focal figures to be “a small kingship” in the village

    Front Matter

    No full text

    IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN DALAM DAKWAH KULTURAL PADA ORGANISASI KEMAHASISWAAN: STUDI PADA UKM JQH AL-MIZAN UIN SUNAN KALIJAGA

    Get PDF
    Keberhasilan suatu organisasi tidak selalu bertumpu pada Sumber Daya Manusia akan tetapi melihat pentingnya manajemen atau pengelolaan dalam sebuah organisasi. Perlunya manajemen dakwah baik dalam konsep pemikiran tentang dakwah maupun sebagai ilmu dan sebagai aktivitas sangat dibutuhkan dalam pengembangan profesionalisme dakwah, apalagi mengingat tantangan dakwah di era modern semakin berat. Dakwah kultural dapat menjadi alternatif utama sekaligus peluang menghadapi masyarakat yang selalu haus dengan kesenangan dan keindahan. UKM JQH al-Mizan merupakan organisasi yang mampu mengangkat aktualisasi kesenian Islam dengan budaya Jawa dan budaya modern, sebagaimana cerminan dakwah masa kini yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Wali Songo sebagai dakwah kultural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi manajemen dalam dakwah kultural pada UKM JQH al-Mizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang fungsi manajemen perencanaan, pengorgannisasian, penggerakan, pengendalian dan evaluasi dakwah yang diterapkan oleh UKM JQH al-Mizan. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan fungsi manajemen pada UKM JQH al-Mizan ada lima fungsi yaitu perencanaan, pengorgannisasian, penggerakan, pengendalian dan evaluasi dakwah. Dimana pada setiap fungsi ada suatu penerapan yang menjadi temuan peneliti. Pertama perencanaan UKM JQH al-Mizan memiliki perencanaan yang spesifik dan mendalam. Kedua pengorganisasian dakwah pada bagian spesialisasi kerja bentuk kepanitiaan UKM JQH al-Mizan sebagaiamana  disebut dengan kepanitiaan mikro/makro, yang mana bentuk kepanitiaan ini terbilang belum ditemukan pada teori-teori manajemen. Ketiga pada penggerakan dakwah motivasi dilakukan dengan menghidupkan dinamika konflik organisasi. Keempat pada pengendalian dakwah setiap hirarkhi kepengurusan mempunyai wilayah pengawasanya masing-masing. Kelima pada evaluasi dakwah terjadinya double job pada kepanitiaan.Kata Kunci: Fungsi Manajemen, Dakwah Kultural, UKM JQH al-Miza

    TOTAL QUALITY MANAGEMENT DALAM LEMBAGA BIMBINGAN HAJI DAN UMRAH: STUDI PADA KBIHU DI AREA YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) memiliki peran penting dalam penyelenggaraan proses ibadah haji dan umrah yang ada di Indonesia. KBIHU adalah kelompok yang menyelenggarakan bimbingan ibadah haji dan ibadah umrah yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Agama. Keberadaan KBIHU sangat diperlukan sebagai mitra pemerintah dalam membantu jemaah haji dan umrah untuk belajar dan mendalami manasik. Seiring peningkatan jumlah KBIHU di indonesia, terdapat beberapa persoalan yang dihadapi yang harus dipecahkan, diantaranya adalah semakin banyaknya jumlah KBIHU yang beroperasi membuat persaingan antar KBIHU tidak dapat dihindarkan, sementara kualitas pengelolaan KBIHU sampai saat ini juga belum bisa dikatakan baik, masih banyak pembimbing manasik haji yang kurang kompeten dan kurang profesional, usia pembimbing yang sudah tua, kondisi  jamaah haji atau umrah  yang masih awam, rata-rata belum memahami tentang aturan-aturan dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah, jemaah pemula belum pernah berangkat haji dan umrah, serta tingkat pemahaman ilmu keagamaan Islam yang beragam, menuntut KBIHU untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pembinaan dan bimbingan kepada jemaah haji dan umrah. Penelitian ini bertujuan untuk memotret penyelenggaraan pengelolaan KBIHU yang ada di Yogyakarta dalam perspektif Total Quality Management. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan in depth interview, studi dokumentasi dan observasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik(thematic analisis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan KBIHU yang ada di Yogyakarta telah mengacu pada konsep TQM. Meskipun demikian beberapa indikator harus dapat ditingkatkan kembali. Diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan pembinaan dan bimbingan kepada jemaah haji dan umrah.Keywords: Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, Total Quality Management, Yogyakart

    STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN UMRAH DAN HAJI KHUSUS DI PT. AL-ANSHOR MADINAH BAROKAH YOGYAKARTA

    Get PDF
    Berkembangnya perusahaan jasa pelayanan ibadah umrah dan haji khusus di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat mengakibatkan adanya persaingan antar perusahaan sehingga setiap perusahaan berusaha untuk menyediakan pelayananan terbaiknya. Pemberian pelayanan atau jasa yang baik akan memberikan kepuasan pada para jemaah dan menciptakan persepsi yang baik serta membuat jemaah tersebut loyal pada biro travel yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi peningkatan kualitas pelayanan umrah dan haji khusus yang ada di PT. Al-Anshor Madinah Barokah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi dan pemikiran orang secara individu maupun secara kelompok melalui wawancara dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa PT. Al-Anshor Madinah Barokah Yogyakarta sudah memberikan pelayanan yang baik kepada jama’ah dengan mengikuti standar pelayanan dari PMA No. 8 Tahun 2018 tetntang Penyelenggaraan Perjalananan Ibadah Umrah (PPIU) yang mengatur rangkaian kegiatan perjalanan ibadah umrah diluar musim haji yang meliputi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jama’ah yang dilaksanakan oleh pemerinta atau penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Selain itu PT. Al-Anshor Madinah Barokah Yogyakarta juga membuat trobosan strategi baru seperti melakukan bimbingan door to door, sistem bayar lunas diakhir juga Program umrah sebanyak tiga kali selama di tanah suci, untuk memudahkan para jema’ah yang ingin melakukan badal. Namun demikian, PT. Al-Anshor sendiri tidak merasa memiliki strategi pelayanan khusus karena merasa itu hal yang wajar dilakukan untuk konsumen sehingga membuat proses implementasinya kurang maksimal dan dilakukan seadanya saja.Keywords: Strategi, Kualitas Pelayanan, Umrah dan Haji Khusu

    MENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI MELALUI PENINGKATAN PARTISIPASI SOSIAL: Studi Kasus Pembangunan Ekowisata di Desa Mandak

    Get PDF
    This article explores public awareness in shaping ecotourism in Mandak Village. Participation through the development of Watu Rumpuk Tourism in Mendak Village, Perdagangan District, Madiun Regency is one of the uses of social participation in an effort to encourage the economic growth of the Mendak Village community. This research approach is qualitative and type of research uses descriptive studies. Determination of informants in research using purposive techniques. Data collection techniques are observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification. The data validity technique uses source triangulation. The results showed that participation formed by the Mendak Village community was a form of horizontal participation. Where horizontal participation is participation born from community self-awareness in dealing with existing problems. The background of the formation of this participation comes from the condition of clove harvest failure which is a common problem. Then the problem solving is obtained by exploiting natural potential, namely tourism development. Development activities are carried out in mutual cooperation until there is economic growth, all these activities are a form of development carried out by community participation. The participation in Watu Rusun tourism development can occur because of the willingness of the community to be involved in tourism development, the opportunities provided by the community, and the ability of the community to utilize tourism. The benefits of participation in tourism development for the community are the availability of new jobs, the emergence of businesses in processing local potential, and the existence of CSR from investors for tourism development.Keywords: Failure of Clove Agriculture, Social Participation, Watu Rusun Tourism Development, community economic growth

    726

    full texts

    850

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN (Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga, Yogyakarta: E-Journal Fakultas Dakwah dan Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇