Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
Not a member yet
    2054 research outputs found

    PENGARUH INOVASI MEDIA TANAM BLOTRIA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA DUA VARIETAS TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.))

    No full text
    Tanaman kedelai (Glycine max (L.)) merupakan tanaman yang banyak dibutuhkan masyarakat di Indonesia. Kedelai merupakan salah satu biji – bijian yang kaya akan lemak nabati dan protein yang sudah menjadi salah satu lauk pokok bagi masyarakat Indonesia. Namun pada beberapa tahun terakhir terjadi penurunan produksi kedelai hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya lahan yang semakin kritis, budidaya yang kurang tepat serta adanya hama dan penyakit. Factor yang mempengaruhi penurunan produksi tanaman Kedelai salah satunya adanya kerusakan lahan dan penurunan kesuburan tanah. Sehingga perlu adanya pemecahan masalah dalam hal peningkatan kualitas tanah dalam lahan di Indonesia. Salah satu alternatif penanganan masalah tersebut yaitu dengan penggunaan media tanaman dimana media tanam tersebut dapat memperbaiki struktur tanah dan dapat menjadi sumber dari nutrisi tanaman secara organic. Salah satu alternatif memanfaatkan limbah blotong dengan kombinasi bahan organik serta penambahan  Trichoderma sp. Sebagai inovasi media tanam BLOTRIA. Bahan organik yang digunakan dalam media tanam tersebut diantaranya abu ketel, arang sekam dan sekam yang bisa meningkatkan kadungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhanya. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui pengaruh inovasi media tanam BLOTRIA (Blotong + Trichoderma sp) terhadap petumbuhan dan hasil pada tanaman Kedelai (Glycine max (L.)). 2) untuk mengetahui pengaruh varietas terhadap petumbuhan dan hasil pada tanaman Kedelai (Glycine max (L.)). 3 untuk mengetahui interaksi inovasi media tanam BLOTRIA dan varietas terhadap petumbuhan dan hasil pada tanaman Kedelai (Glycine max (L.))

    Kontribusi KKN Kelompok 7 UNISBA Blitar dan Masyarakat Jingglong dalam Menciptakan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga dan Ternak

    Get PDF
    Limbah rumah tangga akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah rumah tangga yaitu memanfaatkannya untuk dijadikan pupuk organik cair dengan bantuan bakteri EM4 melalui fermentasi. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, aktivitas biologi tanah, mengurangi biaya produksi pertanian, serta membantu mengurangi permasalahan limbah rumah tangga. Tujuan dari program ini adalah mengenalkan kepada anggota kelompok tani bahwa limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair. Metode yang digunakan dalam kegiatan program pengabdian masyarakat ini adalah wawancara, observasi, sosialisasi dan demonstrasi terkait manfaat pupuk cair serta cara pembuatannya. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah anggota kelompok tani berpotensi untuk dapat membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Hasil dari pengolahan limbah rumah tangga berupa pupuk cair dapat digunakan pada tanaman dan pupuk hasil tersebut baru bisa digunakan setelah 2 sampai 3 minggu masa fermentasi

    Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Mata Pelajaran IPA SMP Kelas IX

    Get PDF
    Tujuan penelitian meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran IPA SMP kelas IX. Penelitian dilakukan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan 2 siklus, dan setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Subjek penelitian 32 peserta didik kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan alat pengumpulan data lembar observasi aktivitas belajar peserta didik dan hasil ulangan belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik yang tuntas menjadi 22 peserta didik (68,75%) di siklus pertama, dan 31 (96,87%) peserta didik di siklus kedua, hal tersebut didukung dengan peningkatan. Hasil belajar pada kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik tuntas, naik menjadi 20 peserta didik (62,50%) tuntas peserta didik di siklus pertama. Siklus kedua hasil belajar naik menjadidan dan 30 peserta didik (93,75%) tuntas di siklus kedua. peserta didik dan dinyatakan tuntas. Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk mata pelajaran IPA Kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik.Tujuan penelitian meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada Mata Pelajaran IPA SMP kelas IX. Penelitian dilakukan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan 2 siklus, dan setiap siklus dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. Subjek penelitian 32 peserta didik kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan alat pengumpulan data lembar observasi aktivitas belajar peserta didik dan hasil ulangan belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar peserta didik dari kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik yang tuntas menjadi 22 peserta didik (68,75%) di siklus pertama, dan 31 (96,87%) peserta didik di siklus kedua, hal tersebut didukung dengan peningkatan. Hasil belajar pada kondisi awal 14 (43,75%) peserta didik tuntas, naik menjadi 20 peserta didik (62,50%) tuntas peserta didik di siklus pertama. Siklus kedua hasil belajar naik menjadidan dan 30 peserta didik (93,75%) tuntas di siklus kedua. peserta didik dan dinyatakan tuntas. Penerapan model pembelajaran discovery learning untuk mata pelajaran IPA Kelas IX.D UPT SMP Negeri 1 Kademangan Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik

    Rancang Bangun Alat Bantu Navigasi Tuna Netra Berbasis Arduino Dengan Sensor Ultrasonik

    Get PDF
    Penyandang tuna netra sampai saat ini masih memiliki kesulitan dalam beraktifitas, utamanya pada hal mobilitas di kehidupan sehari-hari. Diantara penyebabnya yaitu keterbatasan sarana dan fasilitas untuk menunjang mereka dalam melakukan kegiatannya. Fasilitas utama yang selalu digunakan yaitu tongkat tuna netra. Tongkat ini membuat perjalanan para penyandang tuna netra menjadi lebih mudah. Akan tetapi terdapat keterbatasan pada tongkat konvensional, yaitu tidak mampu mendeteksi adanya benda yang tongkat tersebut tidak menjangkaunya. Penelitian ini mengembangkan suatu prototipe alat bantu berjalan untuk tuna netra sehingga keterbatasan pada tongkat konvensional dapat tertutupi. Alat ini dirancang menggunakan mikrokontoler AtMega dalam papan tunggal mini arduino, speaker haeadset, sensor ultrasonic dan pemutar suara. Penelitian ini menghasilkan rancangan alat mampu mengenali keberadaan penghalang pada jarak maksimal 310 cm dengan rentang kesalahan diantara 0.2% - 5%

    Pembuatan Peta Online Obyek Wisata dengan Google My Maps

    Get PDF
    This research is motivated by current technological advances, especially information technology which has been able to change people\u27s habits in their daily activities. Starting from business information processing activities, education, to the process of fulfilling daily needs that can be met with internet technology. In this study, an online map of tourist objects was created with Google My Maps with sample data, namely tourist objects in Pacitan Regency. The results of this study are an online map of tourist objects in Pacitan Regency which can be used as a promotional medium in accordance with current technological advances, and also with this Online Map it is hoped that it can increase the number of tourist visits to Pacitan Regency which will increase local revenue. from the tourism secto

    EFISIENSI TEKNIS MULTI-STAGE PADA USAHA TANI BAWANG MERAH DI DESA CANCUNG KECAMATAN BUBULAN BOJONEGORO

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis multi-stage pada usahatani bawang merah di Desa Cancung, Kabupaten Bojonegoro menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan regresi Tobit. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari 30 responden petani bawang merah. Nilai CRSTE dan VRSTE menunjukkan bahwa petani bawang merah masih belum mencapai efisiensi teknis penuh karena masih memiliki inefisiensi pada masing-masing model sebesar 87% dan 57%. Nilai SE menunjukkan petani bawang merah memiliki inefisiensi skala produksi sebesar 57% dan mayori tas petani memerlukan penambahan skala produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani bawang merah di Desa Cancung, Kabupaten Bojonegoro masih belum efisien secara teknis, namun dapat meningkatkan efisiensi teknis dengan menggunakan input secara lebih baik dan optimalisasi penggunaan sumber daya. Regresi Tobit menunjukkan bahwa faktor jumlah tanggungan keluarga berpengaruh positif terhadap inefisiensi teknis. Sedangkan faktor usia, tingkat pendidikan, dan pengalaman usahatani berpengaruh secara negative dengan inefisiensi usahatani. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada petani bawang merah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan efisiensi teknis dan produktivitas usahatani bawang merah di wilayah tersebut.   Abstract This study aims to analyze the multi-stage technical efficiency of shallot farming in Cancung Village, Bojonegoro Regency using the Data Envelopment Analysis (DEA) method and Tobit regression. The data used in this study are primary data from 30 respondents of shallot farmers. The CRSTE and VRSTE values ​​show that shallot farmers have not yet achieved full technical efficiency because they still have inefficiencies in each model of 87% and 57%, respectively. The SE value shows that shallot farmers have a production scale inefficiency of 57%, and the majority of farmers need to increase their production scale. The results show that most shallot farmers in Cancung Village, Bojonegoro Regency are still technically inefficient, but can improve technical efficiency by using inputs better and optimizing resource utilization. Tobit regression shows that the number of family dependents has a positive effect on technical inefficiency, while age, education level, and farming experience have a negative effect on farming inefficiency. This study is expected to provide input to shallot farmers and related parties in efforts to improve technical efficiency and productivity of shallot farming in the area

    KARAKTERISTIK GAMBUT KAWASAN HIDROLOGIS KAHAYAN SEBANGAU PADA SIFAT BIOLOGI DAN GUGUS FUNGSIONALNYA

    Get PDF
    The purpose of the study was to determine the differences in several soil biological properties and peat functional groups based on the location of soil formation (tidal peat, transitional peat, and inland peat). The study was conducted on peat soils in the Kahayan Sebangau Hydrological area, Central Kalimantan, from June to August 2018. The research method is laboratory observation to determine the biological and chemical properties of soil from each soil sample from each location, soil chemical analysis using the FTIR method and biological properties analysis using the Count Cup method. The variables observed were Total Microbiology, Total Fungi, Total Bacteria, Total Respiration and functional groups at Tidal (PS), Transitional (PR) and Inland (PD) peat locations at depths of 0-25 cm and 25-50 cm. The results showed that based on the location of soil formation (tidal peat, transitional peat, and inland peat) the total population of microorganisms, fungi, bacteria and total respiration was most found in tidal peat, based on the sampling depth that the total population of microorganisms, fungi, bacteria and total respiration was most found at a depth of 0 - 25 cm from its surface, from the results of FTIR analysis of the main functional groups On peat soils that of the three tidal, transitional and inland peat areas that the largest area in the three tidal, transitional and inland areas is dominated by fatty acid and wax functional groups with wavelengths of 3400 – 3000 cm-1. From the results of FTIR analysis at sample depths of 0-25 cm and 25-50, the highest values are wavelengths of 3400-3000 and 3000-2800 cm-1, where in this layer the main characteristics are fatty acids and waxes

    PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK NPK DAN KOSENTRASI URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis Sativus L.)

    Get PDF
    This study aims to determine the interaction of NPK fertilizer and cow urine on the growth and yield of cucumber plants. To determine the best dose of NPK fertilizer on the growth and yield of mentimub plants, to determine the dosage of cow urine that is suitable for the growth and yield of cucumber plants. This research was conducted using factorial randomized block design (RBD) with 2 factors, the first factor was the dose of NPK fertilizer (N) consisting of 3 levels, namely 250 kg / ha (N1), 350 kg / ha (N2) 450 kg / ha (N3). The second factor is a cow urine dose of three systemf, namely: 300 ml / plot (U1), 400 ml / plot (U2), 500 ml / plot (U3). The observed variables include leaf area, diameter stem, fruit length, amount of fruit, and fruit weight. Data were analyzed using variance analysis (ANOVA) level of 5% and further testing with Duncan\u27s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that: There was no real interaction between NPK doses and cow urine fertilizer on the growth and yield of cucumber plants. The treatment of NPK fertilizer dose of 250 kg / ha (N2) significantly affected the length of the fruit. The best length of fruit yield was 20,7033 cm 2 harvest age 51 HST and the best fruit yield weight was 450 kg / ha amounting to 3367.11 g. in all harvests

    IMPLEMENTASI IOT DALAM MONITORING SUHU DAN GAS AMONIA PADA KANDANG AYAM BERBASIS WEBSITE DENGAN FRAMEWORK LARAVEL

    No full text
    To increase eggs production, the management of laying hens must be considered, one of the method is to apply the temperature and ammonia gas levels, with suitable for critria for laying hens. it is necessary to monitor the temperature and ammonia gas in the laying hen cage, this method can fulfilled by implementing monitoring with the Internet of Things (IOT) using Arduino and monitoring it with a website based on the Laravel framework and storing sensor results in the database, to send sensor results to website can uses ESP8266 with the HTTP protocol. The tests in this study were divided into three parts with connectivity, functionality, and blackbox tests. The connectivity test ESP8266 resulted is able to connect to the website with HTTP Proctocol. Sensor functionality test shows that the sensor can detect temperature and ammonia gas levels in the cage. The blackbox test shows that the website can store and display sensor readingsUntuk meningkatkan produksi telur, manajemen pemeliharaan ayam petelur perlu diperhatikan, salah satu caranya adalah dengan menerapkan suhu dan kadar gas amonia yang sesuai dengan kriteria yang cocok untuk ayam petelur. Untuk itu perlu adanya pemantauan suhu dan gas amonia yang ada pada kandang ayam petelur,cara tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan monitoring menggunakan Internet Of Things (IOT) dengan menggunakan arduino dan memantaunya menggunakan website berbasis framework laravel serta menyimpan hasil sensor di basis data, pengiriman hasil sensor ke website menggunakan ESP8266 dengan protocol HTTP. Pengujian pada penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu uji konektivitas, fungsionalitas, dan blackbox. Pada pengujian konektivitas menghasilkan ESP8266 dapat terhubung ke website. Uji fungsionalitas sensor menunjukkan bahwa sensor dapat mendeteksi suhu dan kadar gas amonia pada kandang. Uji blackbox menunjukkan bahwa website yang dibuat dapat menyimpan dan menampilkan hasil pembacaan sensor

    Perbandingan Desain Elemen Struktur Pada Bangunan Gedung Secara Manual dan Dengan Software RSAP 2022

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara yang terletak di Asia Tenggara, memiliki banyak pulau dan terletak dikawasan Ring of Fire / Cincin Api yang terletak di Pasifik. Sehingga dengan adanya kondisi tersebut bencana gempa sangat sering terjadi, dan bahkan akan sering terjadi seiring berjalannya waktu. Banyak sekali gempa yang terjadi sepanjang tahun 2020-2021, BMKG mencatat sebanyak 10.570 kali terjadi gempa tektonik ditahun 2020, sementara ditahun 2021 terjadi 8.264 kali gempa, gempa dengan kerusakan tercatat terdapat sebanyak 23 kali ditahun 2021. Untuk meminimalisir kehancuran gedung akibat gempa, maka sebaiknya perencana struktur bangunan gedung dapat mendesain sesuai dengan peraturan gempa dan peraturan perencanaan bangunan gedung terbaru. Adanya perkembangan terkait teknologi komputerisasi memudahkan bagi seorang engineer / perencana teknis bangunan untuk dapat mendesain bangunan gedung yang kuat dan ekonomis, dengan banyaknya tuntutan akan mendesain bangunan yang tahan gempa tersebut umumnya engineer hanya diberikan waktu yang cukup singkat, sehingga perlu adanya alat bantu untuk mendesain struktur bangunan gedung tahan gempa. Salah satu alat bantu yang dapat digunakan adalah software Robot Structural Analysis Professional (RSAP), pada tahun 2020 Autodesk selaku perusahaan pemilik software RSAP merilis update terbaru dimana didalamnya sudah masuk peraturan terbaru ASCE-16, dimana peraturan tersebut sesuai dengan SNI gempa terbaru yang telah digunakan di Indonesia yaitu SNI 1726-2019, selain itu dalam merencanakan gedung beton bertulang  didalam RSAP 2022 juga menggunakan ACI 318M-14 yang juga sesuai dengan SNI 2847-2019. Hasil penelitian menunjukkan jika perlu adanya shearwall pada sumbu lemah bangunan gedung untuk membuat bangunan gedung tahan gempa dan pada perbandingan desain elemen struktur antara manual dan dengan RSAP 2022, didapatkan jika proses jauh lebih cepat dengan RSAP 2022 karena secara otomatis dihitung secara optimal dan langsung didapatkan gambar kerja tanpa harus menggambar secara manual dengan autocad

    1,646

    full texts

    2,054

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Universitas Islam Balitar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇