Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENERIMAAN SISWA BARU BERBASIS WEB PADA SMP NEGERI 1 WALENRANG
Penelitian ini bertujuan (1) menghasilkan rancangan Sistem Informasi Penerimaan
Siswa Baru Berbasis Web Pada SMP Negeri 1 Walenrang dan (2) metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah observasi pada lokasi penelitian guna mengetahui alur informasi
penerimaan siswa baru pada SMP Negeri 1 Walenrang dan dengan metode wawancara
dengan pihak sekolah yang ada pada lokasi penelitian kemudian metode pustaka yang
digunakan. Dari hasil perhitungan tiap nilai dari pengujian form didapatkan jumlah jumlah
region = 28, Cyclomatic (CC) =28, dan independent path= 28, adalah sama besar sehingga
dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem tersebut sudah benar. Dengan kata lain bahwa,
desain aplikasi Perancangan Sistem Informasi penerimaan siswa baru SMPN 1 walenrang
terbebas dari kesalahan logika (3) adanya aplikasi ini diharapkan mampu memberikan
informasi lebih cepat dan akurat pada calon pendaftar pada SMP Negeri 1 Walenrang, dan
memudahkan pihak sekolah dlam memyebarkan luas kan informasi tentang sekolah. Hasil
dari penelitian ini menghasilkan aplikasi Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru Berbasis
Web Pada SMP Negeri 1 Walenrang.
Kata kunci: website, macromedia dreamweaver, PHP MySQ
Penggunaan berbagai jenis media tanam dan hormon tumbuh terhadap pertumbuhan planlet tanaman pisang kepok varietas “ unti sayang” (musa paradisiaca l.) Saat aklimatisasi
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis media tanam dan hormon tumbuh terhadap pertumbuhan planlet tanaman pisang “Umi sayang" saat aklimatisasi. Penelitian ini di laksanakan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), dalam bentuk percobaan faktorial yang terdiri dari dua(2) faktor. Faktor l, Media tanam dengan 4 taraf perlakuan, yaitu: sekam mentah + pupuk kandang + tanah (1 :l2l), sekam bakar + pupuk kandang + tanah (l:l:l), cocopeat + pupuk kandang + tanah (l:l:l), pasir + pupuk kandang + tanah (l:l:l). Faktor II, Jenis hormon dengan 3 taraf perlakuan, yaitu : tanpa pemberian hormon tumbuh, pemberian hormon tumbuh Atom'k (2 ml/liter air) dan pemberian hormon tumbuh Grow quick (2 nil/liter air). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai jenis media tanam (tanah, pasir, pupuk kandang, sekam bakar, sekam mentah, dan cocopeat) memperlihatkan pengaruh nyata terhadap komponen pengamatan tinggi tanaman, luas daun, jumlah akar yang terbentuk kecuali jumlah daun dan diameter batang. Akan tetapi pada jenis hormon tumbuh Atom'k dan Grow quick memperlihatkan pengaruh tidak nyata terhadap semua komponen pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah akar yang terbentuk, dan diameter batang terhadap pertumbuhan planlet tanaman pisang “Unti sayang” saat aklimatisasi.
Kata kunci: pertumbuhan, planlet, pisang kepo
Uji efektivitas ekstrak daun pepaya (carica papaya l). Terhadap aphis craccivara pada tanaman kacang tunggak ( vigan unguicuiala l.)
Penelitian lm bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya dengan berbagai dosis terhadap hama kutu daun ( Ap/m' craccrvora) pada tanaman kacang tunggak (Vigna ungiculata L.). Dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Umversrtas Cokroammoto Palopo, di jalan Lamaranginang, Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Waktu penelitian berlangsung mulai dari bulan April sampai Juli 2016. Penelitian ini mengunakan rancangan acak klompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 3 tanaman jumlah keseluruhan 20 unit dan 60 tanaman. Setiap tanaman diberi hama 30 ekor kemudian di kendalikan dengan pemberian ekstrak daun pepaya yaitu P0: Kontrol, P 1: ekstrak daun pepaya lOO/ltr air, P2 : ekstrak daun pepaya 200/ltr air, P3: ekstrak daun pepaya 300/ltr air dan P4 : ekstrak daun pepaya 400 ml/ltr air. Hasil penelitian menujukan bahwa jumlah populasi teringgi yaitu P0 (kontrol) jumlah populali rata-rata 83,92% tanpa perlakuan dan Pl jumlah populasi rata-rata l4,5%, P2 jumlah populasi rata-rata 26,92%, P3 jumlah populasi rata-rata 33% dan perlakuan jumlah populasi rendah pada perlakuan P4 jumlah populasi rata-rata 9,5%. Sedangkan pada intensitas serangan hama tertinggi di terlihat pada P0 intensitas serangan rata-rata 92,19%, Pl intensitas serangan rata-rata 7,09%, P2 intensitas serangan rata-rata 2,49%, P3 intensitas serangan rata-rata l,32%, dan intensitas serangan yang terendah pada P4 intensitas serangan rata-rata 0,64 %.
Kata kunci : daun pepaya, kutu daun, kacang tunggak
Identifikasi mikroba asal ekstrak buah yang diaplikasikan pada pertanaman jeruk organik di kabupaten pangkep
Salah satu komoditas hortikultura yang penting adalah jeruk besar. Produksi jeruk saat ini menurun diakibatkan karena serangan OPT. Pengendalian yang saat dilakukan adalah pestisida, untuk mengurangi pemakaian pestisida maka diterapkan budidaya jeruk organik yang pada dasarnya menggunakan bahan-bahan alami dalam praktek budidayanya. Penggunaan ekstrak buah merupakan salah satu pengendalian OPT yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui mikroba asal ekstrak buah yang diaplikasikan di pertanaman jeruk organik. Hasil identifikasi didapatkan beberapa jenis mikroba yaitu dari golongan bakteri didapatkan bakteri gram positif dan pada golongan cendawan didapatkan Aspergillus sp. dan Penicilium sp.
Kata kunci : Jeruk organik, mol, bakteri, cendawa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG (DIRECT INSTRUCTION) PADA PENGUKURAN KOMPONEN ELEKTRONIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK DI SMK NEGERI 2 PALOPO
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Palopo yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran langsung (direct instruction). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X. Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Negeri 2 Palopo Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 27 observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka secara deskriptif hasil penelitian ini mengungkap bahwa hasil belajar pengukuran komponen elektronika siswa kelas X Elektronika 2 SMK Negeri 2 Palopo yang melalui penerapan pembelajaran langsung pada siklus I terdapat 18,52% siswa yang memperoleh nilai yang sangat tinggi dan pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa, yaitu 25,93% siswa yang mendapat pada kategori sangat tinggi. Hasil belajar pada aspek psikomotor dapat dilihat pada kemampuan praktik penggunaan alat ukur listrik yang diujikan, dengan nilai rata-rata kemampuan praktik siswa yang diperoleh pada siklus I adalah 72,22 dan pada siklus II 76,67 ini menunjukkan bahwa kemampuan praktik pengukuran komponen elektronika mengalami peningkatan untuk setiap siklus pembelajaran yang dilakukan. Dari hasil penelitian ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas X Teknik Instalasi Tenaga Listrik setelah dilaksanakan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran langsung (direct instruction).
Kata Kunci: Model Pembelajaran Langsung (Direct Instruction), Meningkatkan Hasil Belaja
SEGMENTASI CITRA BUAH JERUK IMPOR DENGAN MAHALANOBIS FUZZY C-MEANS DAN OPERASI MORFOLOGI
Metode pengklasteran berbasis jarak Euclideandapat digunakan untuk melakukan proses segmentasi citra buah jeruk impor. Namun ketika pencahayaan pada citra tidak merata, hasil segmentasi menjadi tidak akurat. Penelitian ini mengusulkan sebuah metode baru untuk segmentasi citra buah jeruk impor dengan Mahalanobis Fuzzy C-Meansdan operasi morfologi. Metode yang diusulkan terdiri atas dua tahapan utama yaitu: pengklasteran dan peningkatan akurasi. Berdasarkan hasil ekperimen, diperoleh rata-rata akurasi sebesar 99,7% dengan rata-rata tingkat MissclassificationError sebesar 0,3%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dapat memberikan hasilsegmentasi yang akurat walaupun citra terganggu oleh pencahayaan yang tidak merata.
Kata kunci: Segmentasi, Mahalanobis Fuzzy C-Means, Operasi Morfologi, Citra Jeruk
PEMANFAATAN MULSA SERBUK GERGAJI UNTUK MENGATASI PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN PADA BIBIT TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.)
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) adalah tumbuhan perdu berkayu dan buahnya
berasa pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Salah satu fase penting
dalam pertumbuhan tanaman cabe adalah pada fase bibit. Persyaratan tumbuh
tanaman cabai merah harus dipenuhi agar diperoleh pertumbuhan bibit tanaman cabai
yang baik. Salah satu kendala pada budidaya tanaman cabai pada lahan kering adalah
kurangnya ketersediaan air. Apabila kebutuhan air tidak terpenuhi maka tanaman
akan mengalami cekaman kekeringan. Upaya untuk mengatasi cekaman kekeringan
adalah dengan menggunakan mulsa organik berupa serbuk gergaji. Tujuan penelitian
ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun dan
panjang akar), jumlah stomata, dan kadar klorofil bibit tanaman cabai hasil perlakuan
cekaman kekeringan dan mulsa jerami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lemgkap Faktorial dengan dua faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah cekaman
air yang terdiri atas penyiraman (A0 = setiap hari, A1 = sekali seminggu dan A2 =
sekali 2 minggu) dan faktor kedua adalah penggunaan mulsa jerami yang terdiri dari
(M0= tanpa mulsa, M1=1 cm, dan M2= 3 cm). Perlakuan dilakukan hingga diperoleh
tanaman berbuah. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA)
dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kepercayaan 5%.
Perlakuan cekaman kekeringan dan penggunaan mulsa serbuk gergaji tidak
berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan panjang akar bibit tanaman
cabai. Sementara jumlah daun bibit tanaman cabai hasil perlakuan cekaman
kekeringan dan mulsa serbuk gergaji terbaik diperoleh pada perlakuan penyiraman
setiap hari dengan penambahan mulsa setebal 3 cm. Jumlah rata-rata daun yang
diperoleh pada perlakuan tersebut sebesar 12,33 helai daun. Rata-rata jumlah stomata
terbanyak diperoleh pada perlakuan penyiraman sekali seminggu (9,33 buah) dan
perlakuan penambahan mulsa 3 cm (9,78 buah). Ukuran celah stomata lebih besar
dibandingkan dengan kontrol, dan juga ditemukan adanya trikoma sebagai derivate
epidermis lainnya.
Kata kunci : bibit cabai, cekaman kekeringan, mulsa jeram
SCREENING FITOKIMIA EKSTRAK POLAR DAUN TUMBUHAN TALI GURITA (FAMILY CUCURBITACEAE) YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIDIABETES
Salah satu tumbuhan Indonesia yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat luwu (Sulawesi
Selatan) untuk mengobati penyakit diabetes adalah tumbuhan tali gurita (family cucurbetaceae).
Sampai saat ini belum diketahui adanya penelitian tentang kandungan senyawa bioaktif dari
tumbuhan tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah tentang
kandungan metabolit sekunder tumbuhan tali gurita. Penelitian ini dilakukan melalui metode
pengumpulan sampel, maserasi, dan ekstraksi tumbuhan tali gurita. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tumbuhan tali gurita memiliki senyawa alkaloid, steroid, saponin, fenolik
dan flavanoid. Adanya kandungan alkaloid yang dominan menjadi rujukan bahwa tumbuhan ini
memang berpotensi sebagai obat.
Kata kunci : Cucurbitaceae, diabetes, ekstraksi, fitokimia, maseras
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI AMONIUM SULFAT TERHADAP PRODUKSI NATA DE SAGO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi
ammonium sulfat terhadap produksi nata de sago. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri atas pemberian
ammonium sulfat dengan konsentrasi 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8%. Masing-masing perlakuan
difermentasikan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi
ammonium sulfat tidak berpengaruh terhadap produksi nata de sago. Perlakuan yang
memberikan hasil terbaik adalah pemberian konsentrasi ammonium sulfat 0,8% dengan rata-rata
berat 82,30 g dan tebal 0,3 cm
Kata kunci: limbah cair sagu, amonium sulfat, Acetobacter xylinum, Nata de sag
PENERAPAN ALGORITMA PRIM UNTUK MEMBANGUN POHON MERENTANG MINIMUM (MINIMUM SPANNING TREE) DALAM PENGOPTIMALAN JARINGAN TRANSMISI NASIONAL PROVINSI SULAWESI SELATAN
Teori Graf merupakan salah satu kajian dalam matematika diskrit yang digunakan
untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek
diskrit tersebut. Teori Graf banyak diterapkan dalam berbagai bidang keilmuan
diantaranya : optimalisasi jaringan (baik itu jaringan transmisi nasional, jaringan
listrik PLN, saluran air PDAM maupun jaringan komunikasi), ekonomi, psikologi
genetika dan riset operasi. Tulisan ini membahas tentang pohon merentang
minimum (minimum spanning tree), khususnya algoritma prim, dan penerapannya
dalam jaringan transmisi khususnya jaringan transmisi nasional provinsi Sulawesi
Selatan, sehingga jaringan transmisi tersebut dapat optimal (minimum).
Kata kunci: graf, pohon, pohon merentang (spanning tree), pohon merentang
minimum (minimum spanning tree), algoritma prim, jaringan transmisi nasional