Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN METODE RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PALOPO
Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen yang bertujuan mendeskripsikan (1) efektif tidaknya penggunaan metode reciprocal teaching pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palopo terhadap pembelajaran keterampilan berbicara. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu siswa kelas VIII3 berjumlah 36 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII4 berjumlah 37 orang sebagai kelas kontrol. Penarikan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara cluster sampling (secara acak). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok kelas eksperimen memeroleh skor rata-rata 80,50 dan kelompok kelas kontrol memeroleh skor rata-rata 73,64. Jadi penggunaan metode reciprocal teaching efektif digunakan pada pembelajaran keterampilan berbicara siswa kelas VIII. Metode penelitian ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Oleh karen itu, guru hendaklah menerapkan penggunaan metode reciprocal teaching dalam mengajarkan materi pelajaran karena melalui metode ini siswa termotivasi mengikuti pelajaran dan siswa merasa senang dan santai dalam belajar
1. PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI SISWA KELAS VII/A SMP NEGERI 1 NOLING KABUPATEN LUWU
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran demonstrasi siswa kelas VII/A SMP Negeri 1 Noling Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini yaitu penelitian eksperimen. Lokasi atau objek penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Noling Kabupaten Luwu. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan awal dan kemapuan akhir siswa tidak sama. Nilai yang diperoleh antara pretest dan posttest menunjukkan hasil yang tidak berimbang dimana jumlah siswa yang tuntas di tes akhir (posttest) 18 orang siswa dari 24 jumlah sampel dan jumlah siswa yang tuntas di tes awal (pretest) 4 orang siswa dari 24 jumlah sampel. Berdasarkan hasil perlakuan (treatment), diketahui bahwa kemampuan siswa di tes akhir (posttest) yaitu menggunakan model pembelajaran mind mapping lebih baik daripada sebelum diterapkan model pembelajaran mind mapping. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa pada tes akhir (posttest) meningkat 20%. Hasil analisis uji t membuktikan bahwa hasil t hitung sebesar -1,687. Diintegrasikan ke dalam tabel uji t maka t tabelnya adalah 2,687 atau dengan kata lain t hitung lebih kecil daripada t tabel (th -2,962 < 1,687 tt) pada taraf signifikan 0,001. Ha ditolak dan H0 diterima. Artinya, model pembelajaran mind mapping tidak efektif digunakan untuk menulis cerpen siswa kelas VII/A SMP Negeri 1 Noling Kabupaten Luwu
UJI KETAHANAN AIR BIOPLASTIK DARI LIMBAH AMPAS SAGU DENGAN PENAMBAHAN VARIASI KONSENTRASI GELATIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan air bioplastik dari limbah ampas sagu dengan penambahan variasi konsentrasi gelatin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan, Laboratorium Bahan Alam Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo dan Laboratorium Forensik POLRI Cabang Makassar. Penelitian ini dimulai dengan mencampurkan hasil ekstraksi pati sagu kering sebanyak 10 gram, gliserol konsentrasi 5%, dan gelatin konsentrasi (0%, 5%, 10%, dan 15% w/v) dengan pelarut asam asetat glasial 2% (v/v) selanjutnya dilakukan pemanasan pada suhu 90oC dengan kecepatan 1500 rpm, kemudian dicetak di atas kaca ukuran 13x13 cm, kemudian dikeringkan selama 2 hari pada suhu ruang kemudian dilakukan pengujian ketahanan air. Hasil uji ketahanan air tertinggi pada konsentrasi gelatin 0% dengan penyerapan sebesar 44,3%, penyerapan air tertinggi dengan gelatin 10% sebesar 59% dari berat awal 0,105 gram.
Kata kunci: bioplastik, pati, gliserol, gelatin, ketahanan ai
PKM KELOMPOK UMKM MASYARAKAT PENGHASIL NIRA AREN MELALUI SENTUHAN TEKNOLOGI BERBASIS TECHNO-SOCIAL UNTUK MENGHASILKAN PRODUK YANG BERNILAI KOMPETITIF TINGGI DI KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU
Telah dilakukan pelatihan bagi Petani penghasil nira Di Desa Gattareng Kecamatan Pujananting Kabupaten barru selama ini mengolah nira menjadi gula kelapa masih menggunakan cara kuno yaitu dengan tempurung kelapa sebagai cetakannya sehingga produk yang dihasilkan tidak dapat bersaing dipasaran dan pangsa pasar hanya di toko-toko kecil di sekitar desa atau pasar-pasar tradisional. Masalah diatas perlu inisiatif untuk menaikkan nilai prestige yaitu diversiifikasi produk olahan dan bentuk kemasan nira-aren yang bernilai kompetitif tinggi. Untuk mendapatkan alternatif cara pencetakan gula kelapa yang efektif dapat dibuat dari bahan stenlis sehingga akan dapat dibentuk gula yang lebih identik dan rapi. Dengan cetakan yang lebih permanen dan pengoperasian yang simpel maka akan dapat meningkatkan efektifitas pencetakan gula kelapa khususnya dikalangan petani gula kelapa yang masih tradisional Untuk meningkatkan prestice atau nilai jual dari gula kelapa, dengan membuat bentuk gula kelapa yang lebih menarik dan memperhatikan tingkat kebutuhan rumah tangga, serta desain kemasan yang lebih menarik. Akan meningkatkan nilai jual dan meningkatkan pangsa pasar gula kelapa yang mampu bersaing di pasar lebih tinggi. Dimana diperkirakan nilai jual gula kelapa berkemasan akan meningkat sehingga para petani kelapa akan bergairah dan hidup lebih layak. Secara khusus target yang ingin dicapai dari kegiatan PKM ini adalah (1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kelompok pengolah nira aren dalam kaitannya dengan nilai tambah produk, manajemen dan pemasaran; (2) terbentuknya jaringan pemasaran yang lebih luas untuk produk nira aren yang dihasilkan; dan (3) meningkatnya pendapatan keluarga pengolah nira aren . Pendekatan-pendekatan yang ditawarkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui model pemberdayaan, yang meliputi beberapa tahapan antara lain: 1) persiapan, 2) assessment, 3) rencana aksi, 4) implementasi, dan 5) evaluasi. Untuk mencapai target luaran yang diharapkan maka metode pelaksanaan yang akan digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah metode penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pada kelompok pengolah nira aren di Kecamatan Pujananting kabupaten Barru.
Kata Kunci: Nira-aren, diversifikasi produk, kemasa
PEMBERDAYAAN REMAJA MASJID SEBAGAI FASILITATOR PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI DESA LESTARI KECAMATAN TOMONI KABUPATEN LUWU TIMUR
Tujuan dari kegiatan Pemberdayaan ini adalah untuk mengusahakan terwujudnya organisasi remaja masjid yang aktif, produktif, tertib administrasi,sehingga dapat melahirkan remaja-remaja yang berakhlak mulia, taat ibadah, cakap dan terampil yang siap untuk mengambil peran-peran strategis di Desa Lestari, Kecamatan Tomoni, Kab. Luwu Timur. Kegiatan ini jg diharapkan untuk dapat memfasilitasi terbentuknya kelompok belajar anak yang aktif dan menyenangkan, sehingga dapat membantu mengarahkan kegiatan anak-anak diwaktu senggang ke arah yang lebih positif serta membantu peningkatan keterampilan anak dalam menggunakan Bahasa inggris dan ilmu serta keterampilan dasar lainnya. Metode yang digunakan dala kegiatan peberdayaan ini adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Dalam kegiatan ini, pelibatan masyarakat setempat dimaksimalkan, baik sebagai relawan maupun sebagai fasilitator kegiatan. Harapan dari pemilihan metode ini adalah agar kegiatan pembinaan ini dapat tetap berkelanjutan setelah program pemberdayaan selesai. Adapun bentuk-bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain diskusi kelompok, pelatihan manajemen dan kepemimpinan, training of trainer dan pembelajaran Bahasa Inggris. Adapun hasil yang dicapai melalui kegiatan pemberdayaan ini adalah organisasi remaja masjid yang dulunya kurang aktif setelah lepas bulan Ramadhan, kembali menjadi aktif setelah dilakukan pembenahan kepengurusan dilanjutkan dengan pelatihan manajemen organisasi remaja masjid. Selain itu, anak-anak dan remaja di desa Lestari memiliki kesadaran tentang betapa pentingnya mempelajari bahasa Inggris di masa sekarang demi meraih masa depan yang lebih baik. Hal ini terbukti dengan tingginya motivasi dan semangat mereka dalam mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Rasa persatuan dan persaudaraan antar anak-anak dan remaja di desa Lestari terbangun begitu erat. Kemudian, mlalui kegiatan keorganisasian remaja masjid dan kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang di desain dalam suasana santai dan menyenangkan, diantara anak-anak dan remaja terbangun semangat kebersamaan yang menyatukan mereka yang berasal dari dusun dan sekolah yang berbeda, bahkan dari tingkat usia yang berbeda pula
MONITORING SUHU AQUARIUM AIR TAWAR BERBASIS LABVIEW MENGGUNAKAN DS 18B20 DAN ARDUINO UNO
Suhu merupakan salah satu faktor yang mendukung kelangsungan hidup ikan air tawar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh jumlah ikan terhadap perubahan suhu air aquarium. Alat ukur suhu yang digunakan berupa sensor Dallas DS 18B20 berbasis mikrokontroler Arduino Uno dengan hasil pengukuran dapat dimonitoring melalui software LabVIEW. Sensor DS 18B20 adalah sensor yang memiliki keluaran data digital. Arduino digunakan sebagai mikrokontroler untuk mendapatkan data dari sensor DS 18B20 yang kemudian akan dimonitoring melalui LabVIEW. Akuisisi data dilakukan selama 10 menit dengan jumlah ikan yang berbeda, makin banyak ikan dalam aquarium maka perubahan suhu air pun makin cepat.
Kata Kunci : Suhu, DS 18B20, Arduino, LabVIEW
SELF ASSESSMENT IN THE TEACHING OF ARGUMENTATIVE WRITING
This study investigated the effect of using self-assessment on Students’ argumentative writing. The purpose of this study was to find out whether or not the use of self-assessment as was effective in developing students’ English writing performance, argumentative writing processes specifically. The participants of this study consisted of 26 students chosen by using cluster random sampling. The results obtained from pretest shows that students’ writing performance was poor. However, the results obtained from the post test showed improvement in English writing performance using self assessment technique. It is proven by the data of pre and posttest, where the mean score of the pretest is 48 and the posttest is 75. The p-Value (0.00) was lower than α (0.05). It indicated that the alternative hypothesis (H1) was accepted and null hypothesis (Ho) was rejected. It means that self assessment can significantly improve the students’ argumentative writing.
Key words: Self Assessment, students’ achievement, argumentative writing
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI 183 SUMBER BARU
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 183 Sumber Baru dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 183 Sumber Baru yang berjumlah 32 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah model dari Sri hartatik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) observasi, 2) skala minat belajar matematika dan 3) tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif teknik komparatif. Prosedur penelitian model pembelajaran kooperatif tipe make a match yang yang dilaksanakan yaitu menyiapkan kartu pasangan, membagikan kartu kepada siswa, siswa mengerjakan soal pada kartu pasangan, siswa mencari kartu pasangannya, siswa mengumpulkan kartu pasangan, dan mendiskusikan hasil kartu pasangan siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata minat belajar dan hasil tes evaluasi. Pada siklus I nilai rata-rata minat belajar siswa berdasarkan skala meningkat dari 3,20 menjadi 3,37. Sedangkan nilai rata-rata tes evaluasi meningkat dari 5,78 menjadi 7,62. Pada siklus II nilai rata-rata minat belajar siswa berdasarkan skala meningkat dari 3,37 menjadi 3,95. Sedangkan nilai rata-rata tes evaluasi meningkat dari 6,74 menjadi 8,14. Nilai rata-rata minat belajar telah memenuhi kriteria yaitu berada di atas 3,40/berada pada kategori baik dan nilai hasil tes evaluasi siswa telah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu 75% dari siswa telah memperoleh nilai ≥ 70.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif, Make A Macth, Minat Dan Hasil Belajar Matemati
RANCANG BANGUN PROTOTYPE MESIN PENGERING PADI BERBAHAN BAKAR SEKAM DENGAN PENGADUK HORIZONTAL
Kabupaten Luwu Timur adalah salah satu kabupaten penghasil beras di Sulawesi Selatan. Lahan sawah di Kabupaten Luwu Timur seluas 26.487 hektar yang terdiri dari 24.843 hektar sawah irigasi, 1.609 hektar sawah tadah hujan dan 35 hektar sawah pasang surut. Tahun 2016, produksi padi sawah di Luwu Timur mencapai 307.265,92 ton dari luas panen sebesar 42.910 hektar. Untuk menghasilkan gabah kering dibutuhkan proses pengeringan yang berlangsung sekitar 3 hari, bahkan bisa mencapai 1 minggu jika curah hujan tinggi. Pengeringan dilakukan karena kadar air gabah panen 20 % – 25 % sehingga perlu proses pengeringan untuk mencapai kualitas gabah dengan kandungan air rata-rata 14%. Keterbatasan sinar matahari menyebabkan gabah menjadi lembab menyebabkan kualitas gabah menurun. Oleh karena itu perlu adanya suatu alat berupa mesin pengering gabah agar menghemat waktu dan dapat dilakukan dalam kondisi cuaca apapun dan kapanpun namun tetap mempertimbangkan kualitas gabah yang dikeringkan dengan memanfaatkan sekam padi sebagi limbah dari prose pengilingan gabah kering menjadi beras. Metode penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap perancangan, manufaktur, perakitan, hingga pengujian. Penentuan rancangan akhir diperoleh dari hasil penilaian alternatif rancangan yaitu bentuk konstruksi type bed dryer menggunakan pengaduk, penggerak utama mesin menggunakan motor listrik, transmisi yang digunakan yaitu chain-sprocket dan desain tungku menggunakan pemanasan lilitan pipa. Berdasarkan hasil pengujian, mesin pengering padi dengan bahan bakar sekam dapat melakukan pengeringan dengan metode pemanasan lilitan pipa. Mesin dapat mengeringkan padi dengan tebal tumpukan padi 10 cm selama 2 jam 20 menit hingga kadar air gabah mencapai 12,5%.
Kata Kunci: perencanaan, pengeringan, gabah, pengaduk, kadar air
STRATEGI PENULISAN DAN PENERBITAN BUKU AJAR DI ERA DIGITAL
Permasalahan penulisan dan penerbitan buku ajar di perguruan tinggi dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek utama yakni kelembagaan penerbitan, sistem manajemen penulisan dan perbukuan, dan mutu sumberdaya manusia. Ketiga aspek ini saling terkait dan memengaruhi satu dengan lainnya. Dua aspek yang terukur jelas (kelembagaan dan sumberdaya manusia), satu aspek yang bekerja secara abstrak namun sangat menentukan (sistem manajemen). Strategi peningkatan produktivitas dosen dalam penulisan dan penerbitan buku adalah penguatan University press di masing-masing kampus, penguatan kerjasama asosiasi yang menghimpun dosen, penulis, penerbitan, pemberian penghargaan, insentif bagi dosen, dan penerbitan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan strategi tersebut adalah: (1) pengadaan hibah penulisan buku di perguruan tinggi, (2) penerapan SKKNI, (3) perbaikan manajemen University Press, (4) peningkatan kemampuan menulis dosen, dan (5) integrasi perbukuan dengan sistem lainnya seperti pemeringkatan perguruan tinggi, SINTA, dan akreditasi BAN PT.
Kata-kata kunci: penulis, penerbit, buku, dosen, digital