Cokroaminoto Palopo University Journals / Jurnal Elektronik Universitas Cokroaminoto Palopo
Not a member yet
1227 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN GEOGEBRA PADA SISWA KELAS VIII MTS AL-JUNAIDIYAH BIRU KABUPATEN BONE
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan ujicoba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan Perangkat Pembelajaran Matematika dengan menggunakan pendekatan scientific berbantuan geogebra pada siswa kelas VIII MTs Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone yang meliputi buku siswa, lembar kegiatan siswa, rencana pelaksanaan pembelajaran dan tes hasil belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIC MTs Al-Junaidiyah Biru Kabupaten Bone dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Thiagarajan atau model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) yang meliputi empat tahap, yaitu tahap pembatasan, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran (skala kecil). Perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan scientific berbantuan geogebra yang telah dikembangkan telah divalidasi oleh pakar dan mengalami revisi sehingga didapatkan hasil yang layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dihasilkan telah bersifat praktis dan efektif. Hasil analisis data adalah sebagai berikut: (1) aktivitas guru dapat membimbing kelompok untuk bekerja dan belajar terpenuhi; (2) pada umumnya siswa memberikan respon yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; (3) perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan scientific berbantuan geogebra menjadikan siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran; (4) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 78,40 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 11,89. Dimana 19 dari 22 siswa atau 86,36% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai.
Kata Kunci: Pengembangan perangkat, pembelajaran matematika, pendekatan scientific, geogebr
ANALISIS KETERLAKSANAAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, bertujuan untuk mendeskripsikan keterlakaksanaan pendektan pemecahan masalah, yang memfokuskan pada perilaku siswa dengan mengacu pada tahapan pemecahan masalah Krulik dan Rudnick. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 6 Palopo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.G . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif, dengan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi waktu. Data penelitian diperoleh dari lembar observasi keterlaksanaan pendekatan pemecahan masalah, catatan lapangan, lembar observasi keterlaksanaan pendekatan pembelajaran (kuantitatif) serta rekaman video. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan pendektan pemecahan masalah terlaksana dengan baik. Tahap membaca masalah siswa mengidentifikasi fakta dengan dengan cara mencari, menemukan, mengumpulkan, mencatat data yang berkaitan dengan pertanyaan, yakni data terkait bangun ruang sisi datar dengan bertanya kepada guru. Siswa mengidentifikasi pertanyaan dengan membaca pertanyaan secara berulang ulang sehingga dapat menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat informasi yang diperoleh dari pertanyaan dan menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada masalah luas permukaan bangun ruang sisi datar yang ada di LKS. Pada tahap eksplorasi siswa mengorganisasikan informasi dengan cara menyusun semua informasi terkait luas permukaan bangun ruang sisi datar yang diperoleh agar menjadi satu kesatuan. Tahap memilih strategi siswa memilih strategi mencoba dan mengerjakan setiap pertanyaan terkait luas permukaan bangun ruang sisi datar. Tahap mencari jawaban siswa menggunakan kemampuan berhitung untuk menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar. Kemudian pada tahap refleksi dan mengembangkan, siswa memeriksa kembali jawaban.
Kata kunci: Keterlaksanaan, pendekatan, pemecahan masalah, Krulik dan Rudnick
ANALISIS AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA SMAN 1 SULI BARAT
Kenyataan yang banyak dijumpai bahwa setiap anak yang belajar tidak memiliki gaya belajar yang sama. Oleh sebab itu, peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT), yang diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran dan menyediakan situasi yang tepat agar potensi siswa berkembang, mengingat gaya belajar mereka yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik di SMAN 1 Suli Barat. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XII IPA 2 yang berjumlah 30 orang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode purposive sampling.
Kata kunci: Gaya Belajar Visual, Gaya Belajar Auditorial, Gaya Belajar Kinesteti
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI GENRE
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang melibatkan satu kelas dengan dua objek yaitu siswa laki-laki dan siswa perempuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis dan minat belajar matematika siswa laki-laki dan siswa perempuan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII8 SMP Negeri 8 Palopo. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan angket minat belajar matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah ui-t. Hasil penilitian ini menemukan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pepecahan masalah matematis antara siswa laki-laki dan siswa perempuan kelas VIII SMP Negeri 8 Palopo setelah diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD), (2) tidak terdapat perbedaan peningkatan minat belajar matematika antara siswa laki-laki dan siswa perempuan setelah diajarkan dengan model pembelajaran tipe Student Team Achivment Division (STAD).
Kata kunci: Student Team Achievment Division (STAD), pemecahan masalah, minat belajar siswa, gender
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers pada siswa kelas XI IPA1 di SMA Negeri 6 Wajo dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams–Achievement Divisions (STAD). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari empat pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 6 Wajo tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 orang siswa. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. Data hasil belajar matematika diperoleh dengan menggunakan tes bentuk pilihan ganda, data motivasi belajar siswa diperoleh dengan menggunakan angket, sedangkan data aktivitas siswa diperoleh dengan menggunakan lembar aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers pada siswa kelas XI IPA1 SMA Negeri 6 Wajo. Peningkatan kualitas pembelajaran matematika pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya : (1) rata-rata skor hasil belajar matematika dari siklus I ke siklus II, yaitu 63,67 pada siklus I, menjadi 74,50 pada siklus II, dan tergolong dalam kategori tinggi, (2) rata-rata skor motivasi belajar matematika siswa dari siklus I ke siklus II yaitu 68,33 pada siklus I, menjadi 75,08 pada siklus II, dan tergolong dalam kategori tinggi. (3) rata-rata skor aktivitas belajar matematika dari siklus I ke siklus II, yaitu 83,50 pada siklus I, menjadi 91,50 pada siklus II, dan tergolong dalam tingkatan baik. Sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, maka disarankan agar pembelajaran materi fungsi komposisi dan fungsi invers di SMA, hendaknya guru menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
INTERAKSI ANTARA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA DENGAN PENDEKATAN OPEN-ENDED DAN KEMAMPUAN AWAL MATEMATIS SISWA
Artikel ini bertujuan untuk menelaah interaksi antara peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa terhadap pendekatan pembelajaran: pendekatan Open-Ended dan Pembelajaran Konvensional; dengan Kemampuan Awal Matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP. Dua kelas dipilih dari populasi sebagai sampel penelitian menggunakan teknik purposif sampling. Pembelajaran Konvensional diimplementasikan pada kelas kontrol dan pendekatan Open-Ended diimplementasikan pada kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan tes kemampuan berpikir kreatif sebagai instrumen penelitian untuk melihat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan kemampuan awal matematis dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dua jalur pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang memperoleh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Open-Ended dengan siswa yang memperoleh Pembelajaran Konvensional ditinjau dari Kemampuan Awal Matematis siswa; (2) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (Open-Ended dan Konvensional) dan Kemampuan Awal Matematis siswa (tinggi, sedang, dan rendah) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa; (3) Siswa menunjukkan sikap positif terhadap pendekatan Open-Ended. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor pembelajaran dan kategori kemampuan awal matematis secara bersama-sama tidak memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Pendekatan Open-Ended, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Awal Matemati
PEREDUKSIAN MISKONSEPSI KELAUTAN MELALUI PENERAPAN BUKU AJAR BERBASIS LINGKUNGAN PESISIR
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku ajar berbasis lingkungan pesisir yang dapat mereduksi miskonsepsi mahasiswa mengenai pemahaman kelautan yang ditinjau validitas dan keterbacaan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal diagnostik three tier dan lembar validasi instrumen (tes dan buku). Tes diagnostik dilakukan sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan buku ajar berbasis lingkungan pesisir, lembar validasi digunakan untuk mendapatkan data tentang kevalidan instrumen oleh ahli. Efektivitas penggunaan buku ajar dalam mereduksi miskonsepsi terlihat pada pencapaian skor masing-masing siswa. Buku ajar dikategorikan efektif dalam mereduksi miskonsepsi mahasiswa mengenai konsep kelautan berdasarkan hasil analisis yang menunjukkan bahwa rata-rata siswa mencapai skor dalam kategori tinggi (75-100)
Hierarchical Clustering Analysis dalam Pengelompokan Tingkat Pengangguran di Sulawesi Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran perbedaan tingkat pengangguran dari kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan. Indikator pengangguran yang digunakan untuk analisis pengelompokkan adalah PDRB dan IPM kabupaten/kota di Sulawesi Selatan pada tahun 2014. Teknik pengelompokkan kategori dalam pemetaan yang digunakan untuk mengetahui persebaran tingkat pengangguran adalah unsupervised learning, yaitu clustering analysis. Metode yang digunakan adalah hierarchical clustering analysis dengan algoritma ward’s linkage. Hasil yang diperoleh adalah, terdapat dua persebaran tingkat pengangguran, yaitu cluster 1 terdiri dari 15 kabupaten/kota dan cluster 2 terdiri dari 9 kabupaten/kota. Cluster 1 merupakan kelompok dengan tingkat pengangguran tinggi berdasaerkan IPM dan PDRB, yaitu kabupaten Kep. Selayar, Gowa, Sinjai, Maros, Barru, Soppeng, Sidrap. Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Luwu Timur, Toraja Utara, Kota Makassar, Parepare, dan Palopo. Sedangkan untuk kabupaten Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Pangkep, Bone, Wajo, Luwu, dan Luwu Utara termasuk pada tingkat pengangguran rendah berdasarkan PDRB dan IPM
Manajemen Barang Bukti Fisik Dan Chain of Custody (CoC) Pada Penyimpananan Laboratorium Forensika Digital
Kejahatan komputer memiliki 2 jenis barang bukti, yaitu: bukti fisik dan bukti digital. Penyimpanan pada bukti fisik membutuhkan sebuah ruang khusus yang dapat menampung bukti fisik tersebut. Namun dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyimpan dan mengelola bukti fisik tersebut. Permasalahan yang ada saat ini adalah tidak adanya konsep penyimpanan bukti fisik serta dokumentasinya (Chain Of Custody). Manajemen Barang Bukti Fisik diusulkan sebagai solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Konsep ini berupa sebuah Sistem Manajemen Bukti Fisik dan Chain Of Custody dengan mengambil analogi sebuah Data Inventory. Permasalahan pada Manajemen Barang Bukti Fisik tersebut membutuhkan Sistem Manajemen untuk Barang Bukti Fisik yang sesuai untuk diterapkan dilingkungan Laboratorium Forensika Digital UII. Penelitian ini telah berhasil mengimplementasikan konsep Data Inventory. Diharapkan dengan adanya konsep Manajemen Barang Bukti Fisik ini kontrol barang bukti fisik dan segala aktivitas yang berkaitan dengannya dapat terjaga serta terdokumentasi dengan baik
Implementasi Aplikasi Tes TOEFL Berbasis Desktop
Semakin berkembangnya teknologi di era globalisasi saat ini, membuat banyak orang tertarik untuk menguasai teknologi. Untuk menguasai hal itu diperlukan kemampuan, kemauan, kerja keras, serta kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa Inggis. Kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu hal yang penting di era globalisasi saat ini. Sampai begitu pentingnya, pemerintah memasukan pelajaran bahasa Inggris ke dalam kurikulum sekolah dasar hingga tingkat atas, bahkan perguruan tinggi. Untuk dapat menembus syarat kelulusan makan diwajibkan untuk pemeneuhan target nilai TOEFL. Maka dari itu kebutuhan akan dasar ilmu ini sangat mendesak. Maka dari itu akan dibuat inovasi pembuatan apliaksi tes TOEFL menggunakan Java Netbeans yang akan membantu untuk mengupgrade pengetahuan berupa persiapan menghadapi tes TOEFL. Metode Penelitian menggnakan metode Research and Development dengan menggunakan data dari buku- buku refrensi terupdate