e-journal STAI Mahad Aly Al-Hikam Malang
Not a member yet
997 research outputs found
Sort by
Penerapan Pendidikan Karakter Santri Berbasis Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim di Pesantren Darussalam Batu: Implementation of Student Character Education Based on the Book of Adabul \u27Alim Wal Muta\u27allim at Pesantren Darussalam Batu
Artikel ini mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter santri berbasis kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim karya KH. Hasyim Asy’ari di Pesantren Darussalam Batu. Dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, serta teknik analisis data Miles dan Huberman, diperoleh dua temuan. Pertama, penerapan pendidikan karakter santri berbasis kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim di Pesantren Darussalam Batu dilakukan melalui empat metode: Keteladanan, Praktik, Peraturan dan Kegiatan Keagamaan. Kedua, Faktor pendukung penerapan pendidikan karakter antara lain hubungan yang harmonis antara Dewan Pengasuh, Guru dan Pengurus dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh pesantren untuk pendidikan karakter santri. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain minimnya motivasi sebagian santri dan peran keluarga untuk mengubah karakter santri menjadi berakhlak mulia.
Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Adabul ‘Alim Wal Muta’allim, KH. Hasyim Asy’ari, Pesantren Darussalam Batu, Santri.Artikel ini mendeskripsikan penerapan pendidikan karakter santri berbasis kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim karya KH. Hasyim Asy’ari di Pesantren Darussalam Batu. Dengan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, serta teknik analisis data Miles dan Huberman, diperoleh dua temuan. Pertama, penerapan pendidikan karakter santri berbasis kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’allim di Pesantren Darussalam Batu dilakukan melalui empat metode: Keteladanan, Praktik, Peraturan dan Kegiatan Keagamaan. Kedua, Faktor pendukung penerapan pendidikan karakter antara lain hubungan yang harmonis antara Dewan Pengasuh, Guru dan Pengurus dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh pesantren untuk pendidikan karakter santri. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain minimnya motivasi sebagian santri dan peran keluarga untuk mengubah karakter santri menjadi berakhlak mulia.
Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Adabul ‘Alim Wal Muta’allim, KH. Hasyim Asy’ari, Pesantren Darussalam Batu, Santri
Reformulasi Peran Masjid Dalam Perspektif Tafsir Tarbawi Tematik: Reformulation of the Role of Mosque from the Perspective of Thematic Educational Interpretation
Masjid berasal dari akar kata sajada yang secara sempit berarti sujud dan secara luas berarti berbagai aktivitas ibadah penuh ketundukan kepada Allah SWT. Fakta empiris bahwa fungsionalisasi masjid sebagai tempat shalat dan kajian keilmuan semata, belum layak dinilai meliputi totalitas pengertian sujud tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk diadakan reformulasi peran masjid sebagai pusat kegiatan ke-Islam-an sebagaimana masa Rasulullah SAW. Artikel ini bertujuan memformulasikan peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik. Secara metodologis, penelitian ini mengacu pada langkah-langkah metodologis-aplikatif tafsir maudhu’i yang digagas ‘Abd al-Hayy al-Farmawi, disertai dengan penerapan tiga teknik analisis, yaitu analisis kebahasaan, analisis isi dan analisis kependidikan. Temuan artikel ini adalah: Peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik ada tujuh, yaitu masjid sebagai pusat ibadah ritual, pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, informasi dan komunikasi serta wisata religi. Implikasinya, seyogianya masjid di era kekinian dibangun dan didesain dengan memenuhi ketujuh peran tersebut secara proporsional dan representatif.
Kata Kunci: Reformulasi, Peran Masjid, Tafsir Tarbawi, Tafsir Tematik.Masjid berasal dari akar kata sajada yang secara sempit berarti sujud dan secara luas berarti berbagai aktivitas ibadah penuh ketundukan kepada Allah SWT. Fakta empiris bahwa fungsionalisasi masjid sebagai tempat shalat dan kajian keilmuan semata, belum layak dinilai meliputi totalitas pengertian sujud tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk diadakan reformulasi peran masjid sebagai pusat kegiatan ke-Islam-an sebagaimana masa Rasulullah SAW. Artikel ini bertujuan memformulasikan peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik. Secara metodologis, penelitian ini mengacu pada langkah-langkah metodologis-aplikatif tafsir maudhu’i yang digagas ‘Abd al-Hayy al-Farmawi, disertai dengan penerapan tiga teknik analisis, yaitu analisis kebahasaan, analisis isi dan analisis kependidikan. Temuan artikel ini adalah: Peran masjid dalam perspektif Tafsir Tarbawi Tematik ada tujuh, yaitu masjid sebagai pusat ibadah ritual, pendidikan Islam, pemberdayaan ekonomi, pelayanan kesehatan, pelayanan sosial, informasi dan komunikasi serta wisata religi. Implikasinya, seyogianya masjid di era kekinian dibangun dan didesain dengan memenuhi ketujuh peran tersebut secara proporsional dan representatif.
Kata Kunci: Reformulasi, Peran Masjid, Tafsir Tarbawi, Tafsir Tematik
Konstruksi Epistemologi Pendidikan Islam dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim Thariqu Al-Ta’allum Karya Al-Zarnuji
Artikel ini bertujuan menggali konstruksi epistemologi pendidikan Islam yang terdapat dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariqu al-Ta’allum karya Burhan al-Islam al-Zarnuji dalam bingkai epistemologi Abid al-Jabiri, yaitu Bayani, Burhani dan ‘Irfani. Konstruksi epistemologi pendidikan Islam yang ditawarkan dalam artikel ini adalah: Pertama, dari segi epistemologi Bayani, teori dan praktik pendidikan Islam harus memberdayakan teks sebagai sumber ilmu, baik berupa Al-Qur’an, Hadis, maupun literatur yang relevan, terutama literatur karya pakar muslim. Kedua, dari segi epistemologi Burhani, teori dan praktik pendidikan Islam harus memperluas dan memperkuat ruang-ruang kinerja intelektual peserta didik dalam proses pembelajaran, agar peserta didik memiliki keterampilan berpikir tingkat rendah (LOTS) maupun keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Ketiga, dari segi epistemologi Irfani, teori dan praktik pendidikan Islam tidak boleh melepaskan diri dari nilai-nilai sufistik, baik pada tataran bangunan epistemologinya (preskriptif), maupun pada tataran praktik pendidikan dan pembelajarannya (deskriptif)
Pasar Sehat Perspektif Hukum Islam dan Relevansinya bagi Pengembangan Pasar Sehat di Indonesia
Keberadaan pasar tradisional di Indonesia memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah. Lebih dari 50 juta orang atau setara 25% jumlah penduduk Indonesia mengais rezeki di pasar tradisional. Di sisi lain, keberadaan pasar tradisional semakin hari semakin memprihatinkan. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, antara lain kondisi pasar yang kumuh dan kecurangan pedagang di pasar tradisional. Atas dasar itu, artikel ini mengajukan gagasan terkait konsep Pasar Sehat yang selaras dengan aturan pemerintah selaku Ulil Amri, serta sesuai dengan ketentuan hukum Islam (Fikih). Wujudnya adalah Pasar Sehat yang memenuhi standar kebersihan (bersih dan suci), keamanan, kenyamanan dan kesehatan
Implementasi dan Keefektifan Profil Pelajar Pancasila di Jenjang SD/MI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dan implementasi profil pelajar pancasila sebagai upaya penerapannya di jenjang SD maupun MI. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), bahwa studi pustaka atau kepustakaan dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Dengan Proses pengumpulan data studi literatur dibutuhkan 3 proses penting, yaitu: 1) Editing merupakan memeriksa data kembali yang telah diperoleh peneliti. 2). Organizing merupakan pengorganisir data yang diperoleh dengan kerangka yang sudah diperlukan; dan 3) Finding merupakan analisis lanjutan dari proses editing dan organizing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profil pelajar Pancasila menjadi salah satu kebijakan yang mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional dan kelanjutan dari program penguatan karakter. Profil pelajar Pancasila adalah karakter dan kompetensi yang harus dimiliki oleh pelajar Indonesia baik di saat sedang dalam pembelajaran maupun saat terjun di masyarakat. Melalui penerapan 6 dimensi profil pelajar Pancasila yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif maka diharapkan bangsa Indonesia menjadi individu yang cerdas dan berkarakter serta mampu menghadapi tantangan dan menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai bentuk implementasi profil pelajar pancasila di jenjang SD/MI. Melalui implementasi kebijakan profil pelajar Pancasila ini diharapkan mampu membangun karakter anak bangsa yang unggul dan mampu bersaing secara global
Sistem Perankingan di Lembaga Paud: Studi Analisis Kebutuhan Anak dan Tuntutan Masyarakat di Desa Ellak Laok Kec. Lenteng Kab. Sumenep
Artikel ini menganalisa tingkat kebutuhan siswa dan tuntutan masyarakat (guru, orang tua) terhadap predikat ranking kelas di RA Miftahul Huda dan RA Al-Hilal yang berlokasi di Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Artikel ini memakai pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus dan termasuk penelitian lapangan. Hasil penelitian menemukan: Pertama, rata-rata anak PAUD mengaitkan ranking dengan pemberian hadiah yang bersifat konkret, bukan prestasi belajar yang bersifat abstrak. Kedua, sebagian guru PAUD menyetujui sistem ranking dengan alasan untuk memotivasi belajar sekaligus tradisi yang turun-temurun, sedangkan sebagian guru PAUD lainnya tidak menyetujui sistem ranking dengan alasan mendiskriminasikan potensi siswa yang beraneka-ragam. Ketiga, mayoritas orang tua selaku wali murid PAUD tidak menyetujui sistem ranking bagi anaknya yang masih usia dini, karena dapat membebani anak maupun orang tuanya. Implikasinya, sistem ranking yang masih diterapkan di RA Miftahul Huda dan RA Al-Hilal, disarankan ditinjau ulang, demi memenuhi kebutuhan anak dan tuntutan masyarakat, sebagaimana tersaji pada artikel ini
Pembelajaran Akidah Akhlak melalui Pengelompokan Kelas Berbasis Gender untuk Siswa Kelas IX
Abstract: The application of class grouping between male and female students is a policy that is rarely found in formal schools in Indonesia. With the application of class grouping between male and female students, it is expected to be able to improve the morals of the students through the learning of moral aqidah. This study intends to find out 1) the application of gender-based class grouping in aqidah moral learning, 2) supporting and inhibiting factors for implementing gender-based class grouping in learning aqidah morality 3) the impact of the application of gender-based class grouping in learning morals. The research method used is descriptive qualitative method. Based on the results of the study, the application of gender-based class grouping in the learning of aqidah morality in class IX is that the learning conditions of class students are increasingly conducive and learning becomes more focused and male students and female students are able to grow self-control against the opposite sex and form akhlaq karimah from each class. habituation carried out by madrasas. Keywords: Learning Akhlak Akidah, Class Grouping, Gender. Abstrak: Penerapan pengelompokan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan merupakan kebijakan yang jarang ditemui di sekolah formal di Indonesia. Dengan penerapan pengelompokan kelas antara siswa laki-laki dan perempuan diharapkan mampu meningkatkan akhlakul kharimah siswa-siswinya melalui pembelaharan akidah akhlak. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui 1) penerapan pengelompokan kelas berbasis gender dalam pembelajaran akidah akhlak, 2) faktor-faktor pendukung dan penghambat penerapan pengelompokan kelas berbasis gender dalam pembelajaran akidah akhlak, 3) dampak penerapan pengelompokan kelas berbasis gender dalam pembelajaran akidah akhlak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan pengelompokan kelas berbasis gender dalam pembelajaran akidah akhlak di kelas IX yaitu kondisi belajar siswa kelas yang semakin kondusif dan belajar menjadi lebih terarah serta siswa laki-laki dan siswa perempuan mampu menumbuhkan kontrol diri terhadap lawan jenis dan membentuk akhlakul karimah dari setiap pembiasaan yang dilakukan oleh madrasa
DEVELOPMENT OF DIORAMA MEDIA ON CULTURAL DIVERSITY MATERIALS IN MY COUNTRY ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL
This study aims to: (1) produce valid integrative thematic diorama learning media, (2) produce practical integrative thematic diorama learning media. The method used is the R&D development method with the ADDIE development model which consists of 5 stages, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. The data collection used is a questionnaire and documentation. Test the validity and practicality of the data using a predetermined formula. The subjects of this study were fourth grade students of MI Al-Ittifaqiah Indralaya with a total of 15 students. Therefore, it can be concluded: (1) Produce valid integrative thematic diorama learning media seen from the validity questionnaire of design experts with a score of 62 with an average result of 85, validation of linguists with a score of 49 with an average result of 81, and material expert validation with a score of 58 with an average result of 96.66. (2) Produce practical integrative thematic diorama learning media as seen from the score of 1,379.82 with an average score of 91.98
Perbandingan Manajemen Kurikulum Sebelum Dan Selama Pandemi Covid-19 Di Sekolah Dasar Islam Mohammad Hatta
The curriculum is the core subject of education. Oliva mentioned "curriculum that is thought" (what), in the form of programs, plans, materials to be taught (content). Meanwhile, the meaning of learning (instruction) is more of "means used to teach that which is thought" (how), in the form of methods, teaching strategies, teaching approaches, implementation of learning in class and outside the classroom. Once the importance of curriculum management as the main management substance in schools, the basic principles of curriculum management emphasize that the learning process can run well, by measuring the achievement of goals by students and encouraging teachers to develop and continuously perfect learning strategies carried out in class.The curriculum plays an important role in realizing quality and quality schools, to create a quality curriculum, empowerment in curriculum management is needed. Management of the institutional-level curriculum needs to be coordinated by the leadership which is developed integrally in the context of School-Based Management and the Education Unit Level Curriculum and is adjusted to the vision and mission of the Educational Institution. The SDI Mohammad Hatta curriculum is intended for all school members, especially students, educators and education personnel, the formation of school culture can be carried out by schools through a series of planning activities, implementation of learning that is more student-oriented, comprehensive assessment of school-level planning in essence is strengthening the preparation at SDI Mohammad Hatta level, such as establishing a vision, mission, goals, curriculum structure, academy calendar and syllabus preparation. This type of qualitative research uses descriptive research methods. The purpose of this study was to describe the curriculum management at SDI Mohammad Hatta and to describe how the education unit level curriculum was before and during the Covid-19 pandemic
PEMBIASAAN SHALAT DHUHA SEBAGAI MEDIUM PEMBENTUKAN KARAKTER RABBANI PESERTA DIDIK DI MADRASAH TSANAWIYAH AHMAD YANI JABUNG
Excessive use of technology has a negative impact and causes a moral crisis. Educational institutions are a forum for students in handling these cases. SMP Sunan Kalijogo 2 Jabung has a new breakthrough by holding the Madrosatul Qur\u27an. The purpose of this study is to describe the implementation of the Madrosatul Qur\u27an program, the supporting and inhibiting factors, the results of internalizing the Nabawiyah through the Madrosatul Qur\u27an. This research is a mixed methods with explaratory sequential design. The results showed; 1) The Madrosatul Qur\u27an at SMP Sunan Kalijogo 2 is a Qur\u27an reading program which is carried out every day before learning, 2) the supporting factors are trained teachers and the pesantren environment. the inhibiting factor is that students are less religious and less time allocated, 3) The results of internalizing Nabawiyah through this program Students have consistent honesty, responsibility, good reasoning, and being open to other