eJournal Universitas Nusa Bangsa
Not a member yet
    534 research outputs found

    Sterilization, Multiplication and In Vitro Conservation of Germplasm Taro (Colocasia esculenta [L.] Schott) in BB BIOGEN

    Get PDF
    The taro plant (Colocasia esculenta) has the potential as an alternative food that can be processed into various processed food products. Efforts to save germplasm ex-situ through taro conservation in vitro can be a backup for existing collections in the field. The activity was carried out at the in vitro conservation laboratory of the genetic resource management research group, the Bogor Institute for Research and Development of Biotechnology and Agricultural Genetic Resources (BB Biogen). A total of 15 accessions were used as explant material for sterilization, explants were grown on MS media, and then at 10 DAP, the percentage of live, contaminated, and dead explants was observed. The average sterile explants in all accessions were 34.01%, contaminated explants were 65.08%, and dead explants were 0.91%. Multiplication was carried out by subculture of the two most plantlets into the propagation medium, namely: (1) control MS, (2) MS + Thidiazuron 0.25 ppm, (3) MS + Thidiazuron 0.5 ppm, (4) MS + Thidiazuron 2 ppm, (5) MS + BA 0.5 ppm, (6) MS + BA 1 ppm, and (7) MS + BA 3 ppm. On conservation media until 5 months, the best response was shown in M3 (paclo 2 ppm) and M4 (mannitol 4%).Keywords: Aksesion; Explan; Media; ShootsABSTRAKSterilisasi, Multiplikasi, dan Konservasi In Vitro Plasma Nutfah Tanaman Talas (Colocasia esculenta) di BB BIOGENTanaman talas (Colocasia esculenta) memiliki potensi sebagai pangan alternatif yang dapat diolah menjadi berbagai produk olahan pangan. Upaya penyelamatan plasma nutfah secara ex situ melalui konservasi talas melalui in vitro dapat menjadi cadangan (back up) koleksi yang ada di lapang. Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium konservasi in vitro kelompok peneliti Pengelolaan Sumber Daya Genetik, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) Bogor. Sebanyak 15 aksesi digunakan sebagai materi eksplan untuk di sterilisasi, eksplan ditanam pada media MS, dan kemudian pada 10 HST diamati persentase eksplan yang hidup, terkontaminasi, dan mati. Rata–rata eksplan steril pada seluruh aksesi sebanyak 34,01%, eksplan terkontaminasi 65,08%, sedangkan eskplan yang mati sebanyak 0,91%. Multiplikasi dilakukan dengan subkultur terhadap dua planlet terbanyak ke dalam media perbanyakan, yaitu : (1) MS kontrol, (2) MS + Thidiazuron 0,25 ppm, (3) MS + Thidiazuron 0,5 ppm, (4) MS + Thidiazuron 2 ppm, (5) MS + BA 0,5 ppm, (6) MS + BA 1 ppm, dan (7) MS + BA 3 ppm. Pada media konservasi until the age of 5 months, the best response was shown in M3 (paclo 2 ppm) and M4 (mannitol 4%).Kata kunci: Aksesi; Eksplan; Media; Tuna

    Bird Conservation Effort in Jakabaring Sport City Based on Community Perception

    Get PDF
    Jakabaring Sport City, one of the Green Open Spaces (RTH) of Palembang City, has various types of landscapes that become bird habitats. Birds are an important indicator of environmental quality, so their existence needs to be preserved. This research aims to find the urgency of bird conservation in Jakabaring Sport City based on community’s perception. Interviews were conducted with 30 respondents. The study's results stated that 92% of the community said the presence of birds was very important because the attraction was in the form of singing and feather colour, but 83% of the people did not understand the existence of protected birds. So we need a conservation effort to maintain the presence of birds in urban areas.Keywords: bird; community; conservation; Jakabaring Sport City; urbanUpaya Konservasi Burung Di Jakabaring Sport City Berdasarkan Persepsi Masyarakat ABSTRAKJakabaring Sport City salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Palembang memiliki berbagai tipe lanskap yang menjadi habitat burung. Burung merupakan indikator penting dalam mengukur suatu kualitas lingkungan sehingga keberadaannya perlu dilestarikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat mengenai keberadaan burung di Jakabaring Sport City serta urgensi konservasinya.  Wawancara dilakukan pada 30 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa 92% masyarakat mengatakan keberadaan burung sangat penting, karena daya tariknya berupa kicauan, warna bulu, namun 83% masyarakat tidak memahami akan adanya burung yang dilindungi. Maka diperlukan suatu upaya konservasi untuk menjaga keberadaan burung di wilayah perkotaan.Kata kunci : burung, komunitas, konservasi, Jakabaring Sport City, urba

    Utilization of Hibiscus Leaves Extract as an Environmentally Friendly Detergent Active Ingredients

    Get PDF
    Detergent is an ingredient used to maintain cleanliness. In the manufacture of detergents, an active ingredient in the form of LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonate) surfactant is often added to kill bacteria. In addition to using synthetic materials, natural ingredients can also be used that can act as antibacterial. One of the natural ingredients with antibacterial activity is hibiscus leaves (Hibiscus tilianceus L). The use of hibiscus leaf extract as a substitute for LAS surfactants aims to reduce the impact of environmental pollution The purpose of this research was to find the right formula in the manufacture of liquid detergent made from hibiscus leaf extract and determine its quality based on SNI 06-0475-1996. The research method used is experimental research that produces qualitative and quantitative data. Qualitative data include phytochemical tests, organoleptic tests, hard water emulsion stability tests, and cleaning power tests. The resulting quantitative data includes the characteristics of the liquid detergent produced based on testing pH, specific gravity, antimicrobial test, phenol coefficient, and levels of active substances. Based on the study, results showed that hibiscus leaf extract contained secondary metabolites in the form of saponins, triterpenoid/steroidal saponins, flavonoids, and polyphenols. The antibacterial test showed that hibiscus leaf liquid detergent had antibacterial activity 1.67 times more effective than phenol. The product test results show that the liquid detergent of hibiscus leaves has the quality according to SNI 06-0475-1996.Keywords: Hibiscus Leaf Extract; Eco-Friendly Detergent; Hibiscus leaves; Surfactant; LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonate) Â

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI SYARIAH BERDASARKAN PSAK NO. 102 TENTANG PEMBIAYAAN MURABAHAH (Studi Kasus Pada Kantor Pusat PT. BPRS Amanah Ummah Bogor)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Akuntansi Syariah Berdasarkan PSAK No. 102 tentang Pembiayaan Murabahah pada Kantor Pusat PT BPRS Amanah Ummah Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, teknik pengumpulan data dengan wawancara, pengamatan/observasi serta analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Narasumber dalam penelitian ini adalah kepala bidang bisnis, operasional dan pembiayaan PT BPRS Amanah Ummah bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PT. BPRS Amanah Ummah Bogor hanya menyediakan pembiayaan murabahah dengan pesanan. Untuk pembelian aset murabahah dilakukan dengan dua cara, yaitu pihak bank langsung yang membelikannya kepada supplier atau mewakilkan pembeliannya kepada nasabah dengan menggunakan akad pembiayaan murabahah dalam bentuk murabahah bil wakalah. pelaksanaan pembiayaan murabahah di PT BPRS Amanah Ummah Bogor belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No. 102 tentang pembiayaan murabahah. Seharusnya PT BPRS Amanah Ummah Bogor tidak mengakui adanya aset murabahah, mengenakan denda kepada nasabah yang lalai dalam memenuhi kewajibannya dan memberikan potongan angsuran kepada nasabah yang membayar angsuran secara tepat waktu sesuai dengan prinsip yang terdapat pada PSAK No. 102

    PENGARUH KESADARAN, PENGETAHUAN DAN KEPERCAYAAN PADA PEMERINTAH TERHADAP KEPATUHAN MEMBAYAR PBB (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Desa Sukamakmur)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kesadaran, pengetahuan dan kepercayaan pada pemerintah terhadap kepatuhan membayar PBB. Penelitian ini dilakukan di desa Sukamakmur  dengan objek penelitian yaitu wajib pajak desa Sukamakmur. Waktu penelitian ini adalah 8 (delapan) bulan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan variabel dependen adalah kepatuhan membayar PBB, sebagai variabel independen adalah kesadaran, pengetahuan dan kepercayaan pada pemerintah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Dalam penggunaan pendekatan, peneliti menggunakan pendekatan Asosiatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data primer  adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dalam hal ini wajib pajak desa Sukamakmur, yaitu data yang didapat dari hasil kuisioner  yang di sebarkan pada wajib pajak desa Sukamakmur, sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data yang diambil dari kantor desa Sukamakamur secara langsung. Hasil penelitian menunjukan variabel  kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan membayar PBB sedangkan  pengetahuan wajib pajak dan kepercayaan pada pemerintah berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan membayar PBB di desa Sukamakmur

    Optimization of Copper Dissolution from Electronic Waste Printed Circuit Board Using Leaching Method

    Get PDF
    Electronic waste contains hazardous materials which have an adverse impact on the environment. Therefore, a solution is needed to recycle electronic waste. One solution is recovering copper metal from the Printed Circuit Board (PCB) in electronic waste. The dissolution of copper is carried out by the leaching method, which means dissolving copper using a selective solvent. Analysis of copper was performed using Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES). This experiment aims to determine the factors that influence the optimization of copper dissolution from PCB electronic waste by leaching method and analysis the copper content using ICP-OES. The primary data obtained is the per cent recovery of each factor that affects copper dissolution, which is the concentration of sulfuric acid as a solvent, the percentage of solid / liquid, the speed of stirring, the temperature, and the length of stirring. The optimum conditions were achieved in the form of the highest recovery in each variation, which is 9.8% sulfuric acid, 5% solid/liquid percentage, 200 rpm stirring speed, and at temperature 60 °C with a stirring time of 120 minutes, the per cent recovery was obtained respectively 79.83%; 74.86%; 76.52%; and 54.84%.Keywords: electronic, waste,  PCB, dissolution, copper Optimalisasi Pelarutan Tembaga dari Limbah Elektronik Printed Circuit Board dengan Metode LeachingABSTRAKLimbah elektronik mengandung bahan-bahan berbahaya yang berdampak buruk bagi lingkungan. Oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mendaur ulang limbah elektronik salah satunya adalah pengambilan kembali atau recovery logam tembaga dari Printed Circuit Board (PCB) pada limbah elektronik. Pelarutan tembaga dilakukan dengan metode leaching, yaitu dengan melarutkan tembaga menggunakan pelarut yang selektif. Analisis terhadap kadar tembaga dilakukan menggunakan Inductively Coupled Plasma-Optical Emission Spectroscopy (ICP-OES). Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan faktor-faktor yang berpengaruh pada optimalisasi pelarutan tembaga dari limbah elektronik PCB dengan metode leaching dengan analisis terhadap kadar tembaga menggunakan ICP-OES. Data primer yang diperoleh adalah persen recovery dari setiap faktor-faktor yang memengaruhi pelarutan tembaga, yaitu konsentrasi asam sulfat sebagai pelarut, persentase solid/liquid, kecepatan pengadukan, suhu, dan lama pengadukan. Kondisi optimum yang dicapai berupa recovery tertinggi pada setiap variasi, yaitu pada 9,8% asam sulfat, persentase 5% solid/liquid, kecepatan pengadukan 200 rpm, dan suhu pada 60 °C dengan lama pengadukan 120 menit diperoleh persen recovery secara berturut-turut 79,83%; 74,86%; 76,52%; dan 54,84%.Kata kunci : elektronik, limbah,  PCB, pelarut, tembag

    Secondary Metabolites and Potential Antioxidants of Nutmeg (Myristica fragrans Houtt) Mace from West Java

    Get PDF
    Nutmeg mace is a mesh-shaped seed coat that is bright red when the fruit is ripe and yellowish-white when immature, which generally contains secondary metabolites such as flavonoids and phenolics. This study aimed to examine the content of flavonoids and phenolics, the antioxidant activity of ethanol extract of the nutmeg (Myristica fragrans Houtt) mace based on three regions in West Java i.e. Sukabumi, Cianjur, and Bogor District with age differences. Total phenolic content was measured spectrophotometrically using the Folin Ciocalteau reagent. The total flavonoid content was quantitatively measured using the AlCl3 colorimetric method. Antioxidant activity was tested by measuring the IC50 using the 2,2-diphenyl-1-picryl hydrazyl (DPPH) method. The highest phenolic content was found in young nutmeg from Sukabumi Regency (76.40 mgTAE/g). The highest flavonoid content was found in old age mace nutmeg from Bogor Regency (20.33 mgQE/g). Nutmeg mace has the potential as a natural antioxidant because it can reduce free radicals in DPPH with the lowest IC50 of 153.5 mg/L in old mace from Cianjur District.Keywords: Myristica fragrans Houtt; Mace; Phenolic; Flavonoid; Antioxidant ActivityABSTRAKKandungan Metabolit Sekunder Dan Potensi Antioksidan Fuli Buah Pala (Myristica Fragrans Houtt) Dari Jawa BaratFuli pala adalah selubung biji berbentuk jala berwarna merah terang ketika buah sudah matang dan berwarna putih kekuningan ketika belum matang, yang  umumnya mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya flavonoid dan fenolik. Tujuan penelitian ini  untuk menguji kandungan senyawa flavonoid, fenolik dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol fuli pala (Myristica fragrans Houtt) berdasarkan tiga wilayah yaitu Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor dengan perbedaan usia. Kadar total fenolik diukur spektrofotometri menggunakan reagen Folin Ciocalteau, Kadar total flavonoid secara kuantitatif dengan metode kolorimetri AlCl3. Aktivitas antioksidan diuji dengan mengukur nilai IC50 dengan metode 2,2- difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kadar fenolik tertinggi didapatkan pada pala usia muda dari Kabupaten Sukabumi dengan kadar sebesar 76,40 mgTAE/g. Kadar flavonoid tertinggi didapat pada fuli pala usia tua di Kabupaten Bogor dengan kadar sebesar 20,33 mgQE/g. Fuli buah pala berpotensi sebagai antioksidan alami karena mampu meredam radikal bebas pada DPPH dengan IC50 terendah sebesar 153,5 mg/L yang diperoleh dari fuli usia tua dari Kabupaten Cianjur.Kata kunci: Myristica fragrans Houtt; Fuli; Fenolik; Flavonoid; Aktivitas Antioksida

    Produk Biji Kelor Pada Tanaman Kelor Umur Tujuh Tahun Dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT)

    No full text
    ABSTRAK  Kelor tumbuh alami di pegunungan Himalaya, lalu diintroduksi ke berbagai wilayah lain termasuk Indonesia. Di Indonesia khususnya di NTT, jenis ini tumbuh di berbagai pulau. Masyarakat NTT umumnya mengambil daunnya untuk sayur, sedangkan bijinya belum banyak dimanfaatkan. Biji Kelor mengandung bahan yang baik untuk kesehatan, kecantikan, pemurnian air, maupun untuk bahan bakar dan sebagainya. Kandungan minyaknya bisa mencapai 35-40%. Karena itu biji Kelor memiliki potensi atau peluang untuk dapat dijual atau memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan guna meningkatkan pendapatan masyarakat di NTT. Dalam memanfaatkan biji kelor di NTT, satu diantara informasi yang diperlukan antara lain informasi terkait kuantitas atau produktivitas bijinya yang dihasilkan oleh pohon kelor yang tumbuh di NTT yang mana hal ini akan berguna dalam mengkalkulasi atau mengestimasi produk biji kelor yang akan dihasilkan agar kesinambungan produksi dapat diupayakan. Penelitian bertujuan mengestimasi produk biji kelor yang dihasilkan oleh tanaman kelor berumur 7 tahun dari Kabupaten TTU. Pendekatan dilakukan dengan mengambil 10 pohon contoh kelor secara acak, memanen biji kelor, menghitung polong dan biji kelor, menimbang biji kelor dan sebagainya. Hasil penelitian memperkirakan bahwa dalam 1 hektaree tanaman kelor berumur 7 tahun dengan asumsi jarak tanam 5x5 meter diperkirakan akan di hasil biji sebanyak 13,84-298 kg (biji berkulit) atau sebanyak 11,07-229,48 kg biji tanpa kulit. Dari biji ini diperkirakan akan menghasilkan minyak kelor sebanyak 4,41-108,71 liter minyak kelor yang setara dengan 11-271,78 juta rupiah per tahun.   ABSTRACT   Moringa grows naturally in the Himalayas, then it was introduced to various other regions including Indonesia. In Indonesia, especially in NTT, this species grows on various islands. The people of NTT generally take the leaves for vegetables, while the seeds have not been widely used. Moringa seeds contain ingredients that are good for health, beauty, water purification, as well as for fuel and so on. The oil content can reach 35-40%. Therefore, Moringa seeds have the potential or opportunity to be sold or have economic value that can be developed to increase people's income in NTT. In utilizing Moringa seeds in NTT, one of the information needed includes information related to the quantity or productivity of the seeds produced by Moringa trees growing in NTT which will be useful in calculating or estimating the Moringa seed product that will be produced so that production continuity can be pursued. . This study aims to estimate the product of Moringa seeds produced by 7 years old Moringa plants from TTU Regency. The approach was taken by taking 10 samples of Moringa trees at random, harvesting Moringa seeds, counting Moringa pods and seeds, weighing Moringa seeds and so on. The results of the study estimated that in 1 hectare of 7 years old Moringa plants assuming a spacing of 5x5 meters, it is estimated that 13.84-298 kg of seeds will be produced (skinned seeds) or 11.07-229.48 kg of seeds without skins. From this seed, it is estimated that 4.41-108.71 liters of Moringa oil will be produced, which is equivalent to 11-271.78 million rupiahs per year

    Utilization of Binahong (Anredera cordifolia) Leaves Extract from Bogor Regency as Free Radical Scavenging Activity

    Get PDF
    Binahong leaves contain flavonoid and polyphenol compounds that are potentially free radical scavengers. Extraction using ultrasonic has been carried out at various extraction times and temperatures. The purpose of this study was to obtain the optimum time and temperature of ultrasonic for yield and free radical scavenging activity of binahong leaves using Response Surface Methodology (RSM) with the Central Composite Design method. Binahong leaves were extracted at three levels of time (10, 20, 30 minutes) and temperature (40, 45, 50°C) with a frequency of 40 kHz using an ultrasonic bath. The results showed at a temperature of 45°C for 20 minutes obtained the highest yield of 10.44%, with a predictive value of RSM 10.15%. At a temperature of 40°C for 30 minutes, the optimum value of the free radical scavenging activity of binahong leaf extract was obtained. The percent inhibition value was 55.92%, with a predictive value of 48.85%. Based on the results, the temperature and time variables have a significant effect on the percentage of extract yield and have no significant effect on free radical scavenging activity.Keywords:  Binahong, Response surface methodology, Yield, free radical scavenging activityPemanfaatan Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia ) Asal Kabupaten Bogor Sebagai Penangkal Radikal BebasABSTRAKDaun binahong memiliki senyawa flavonoid dan polifenol yang berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Telah dilakukan ekstraksi dengan menggunakan bantuan gelombang ultrasonic yang dilakukan dengan berbagai waktu dan suhu ekstraksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu diperolehnya waktu dan suhu optimum ekstraksi berbantu gelombang ultrasonik terhadap rendemen ekstrak dan aktivitas penangkal radikal bebas daun binahong dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) metode Central Composite Design. Daun binahong diekstraksi dengan 3 taraf waktu (10, 20, 30 menit) dan suhu (40°C, 45°C, 50°C) dengan frekuensi 40 kHz dengan menggunakan ultrasonic bath. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu 45°C pada waktu 20 menit diperoleh hasil rendemen ekstrak tertinggi yaitu 10,44% dengan nilai prediksi RSM 10,15% dan pada suhu 40°C dengan waktu 30 menit diperoleh nilai optimum terhadap aktivitas penangkal radikal bebas ekstrak daun binahong yaitu diperoleh nilai persen inhibisi 55,92% dengan nilai prediksi 48,85%. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa variabel suhu dan waktu hanya berpengaruh nyata terhadap persentase rendemen ekstrak dan tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas penangkalan radikal bebas.Kata kunci: Binahong, Response surface methodology, Rendemen ekstrak, Aktivitas penangkal radikal beba

    PENYULUHAN PEMANFAATAN LINGKUNGAN MASA PANDEMI UNTUK BUDIDAYA TANAMAN HERBAL DI SMAN 65 JAKARTA

    Get PDF
    AbstractA new regular life change has occurred in the school environment. Teachers must be able to set an example to implement healthy behaviour, especially during a pandemic. The school environment has a significant role in changing health behaviour. The purpose of the service is to apply knowledge and provide education to educators, students, and school managers to cultivate herbal plants in the school environment in realizing the health of the school environment during the pandemic. The method used in implementing this service activity is the lecture method by providing counselling about the use of the school environment for the cultivation of herbal plants at the 65 Jakarta State Senior High School. The service results showed that the service activities at the 65 Jakarta State Senior High School were running smoothly, and the counselling took place online. This service activity will increase knowledge, insight, and educators, students, and school managers can understand the importance of implementing the school environment for cultivating herbal plants in realizing healthy behaviour changes during a pandemic. AbstrakPerubahan kehidupan normal yang baru ada pada lingkungan sekolah. Guru-guru harus bisa memberikan teladan agar bisa menerapkan perilaku sehat, terutama di masa pandemik. Lingkungan sekolah mempunyai andil yang cukup besar dalam mengubah perilkau sehat. Adapun tujuan pengabdian adalah menerapkan pengetahuan dan memberikan edukasi kepada para pendidik, peserta didik dan pengelola sekolah untuk dibudidayakan tanaman herbal di lingkungan sekolah dalam mewujudkan kesehatan lingkungan sekolah masa pandemi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah dengan memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman herbal di Sekolah Menengah Atas Negeri 65 Jakarta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian di Sekolah Menengah Atas Negeri 65 Jakarta berjalan lancar dan penyuluhan berlangsung secara daring. Kegiatan pengabdian ini akan meningkatkan pengetahuan, wawasan dan pendidik, peserta didik serta pengelola sekolah mampu memahami pentingnya penerapan lingkungan sekolah untuk budidaya tanaman herbal dalam mewujudkan perubahan perilaku sehat dalam masa pendemik

    509

    full texts

    534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Nusa Bangsa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇