E-Journal STIESIA Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia)
Not a member yet
    918 research outputs found

    OWNERSHIP STRUCTURES AND SOCIAL DISCLOSURES IN THE TOURISM SECTOR: THE MODERATING ROLE OF INDEPENDENT COMMISSIONERS

    Full text link
      This research aims to analyze the influence of ownership structure on social disclosure moderated by independent commissioners. The research samples were 47 companies in the tourism industry listed on the Indonesia Stock Exchange in 2020-2022 with a total of 141 observations. The ownership structure is measured by the percentage of institutional, managerial and foreign share ownership. While social disclosure is measured using 39 indicators of social disclosure according to the Global Reporting Initiative (GRI), which are measured by weighting between a score of 0 to 2. Independent commissioners are measured based on the number of independent commissioners in the company. As the panel data regression analysis, this research found that only managerial ownership could encourage social disclosure carried out by the tourism industry during the pandemic period. Institutional ownership was not proven to influence social disclosure. However, the foreign ownership had a positive effect on social disclosure after being moderated by independent commissioners. Independent commissioners were found to strengthen the impact of foreign ownership on social disclosure. These findings support the legitimacy theory, which states that to strengthen public legitimacy, company shareholders, especially shares owned by managers and foreign parties, can take advantage of social disclosure and increase the role of independent commissioners in the company.Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur kepemilikan terhadap pengungkapan sosial dengan dimoderasi oleh komisaris independen. Sampel penelitian adalah 47 perusahaan dalam industri pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2022 dengan jumlah 141 observasi. Struktur kepemilikan diukur dengan prosentasi kepemilikan saham oleh institusional, manajerial, dan asing, sedangkan pengungkapan sosial diukur menggunakan 39 indikator pengungkapoan sosial menurut Global Reporting Initiative (GRI) yang diukur dengan dibobot antara skor 0 sampai 2. Komisaris independen diukur berdasarkan jumlah komisaris independen dalam perusahaan. Dengan menggunakan analisis regresi data panel, hasil penelitian membuktikan bahwa hanya kepemilikan manajerial yang terbukti mendorong pengungkapan sosial yang dilakukan industri pariwisata selama periode pandemi. Kepemilikan institusional tidak terbukti mempengaruhi pengungkapan sosial, namun kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap pengungkapan sosial setelah dimoderasi oleh komisaris independen. Komisarris independen terbukti memperkuat pengaruh kepemilikan asing terhadap pengungkapan sosial. Temuan ini mendukung teori legitimasi yang menyatakan bahwa untuk memperkuat legitimasi publik, pemegang saham perusahaan, khususnya saham yang dimiliki oleh manajerial dan pihak asing, dapat memanfaatkan pengungkapan sosial serta meningkatkan peran komisaris independen dalam perusahaan

    EXAMINING THE ECONOMIC IMPACT OF CORRUPTION: ARE DIFFERENCES BETWEEN THE CLEANEST AND MOST CORRUPT COUNTRIES BEFORE AND DURING COVID-19?

    Full text link
    The relevance of this study stems from the need to understand the impact of corruption on economic growth across various groups of countries, particularly before and during the COVID-19 pandemic. This study aims to analyze whether there are differences in the impact of corruption on economic growth between countries with the lowest and highest levels of corruption, both before and during the pandemic. Using panel data regression analysis with a fixed-effects model from 2012 to 2020 and covering 159 countries, the study supports the "sand the wheels" theory, which suggests that corruption hinders economic growth. No significant differences were found in the effect of corruption on economic growth between countries with high and low corruption perception indices, both before and during the COVID-19 pandemic. Additionally, per capita spending and the quality of regulation positively impact economic growth. On the other hand, foreign direct investment (FDI) and trade openness have varying effects on economic growth across different groups of countries and periods. To mitigate the negative impact of corruption, stringent anti-corruption policies create an environment conducive to sustainable economic development.Relevansi penelitian ini bermula dari kebutuhan untuk memahami dampak korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai kelompok negara, terutama sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan dampak korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi antara negara dengan tingkat korupsi terendah dan tertinggi, baik sebelum maupun selama pandemi. Dengan menggunakan analisis regresi data panel dengan model efek tetap dari tahun 2012 hingga 2020 dan mencakup 159 negara, penelitian ini mendukung teori "sand the wheels", yaitu korupsi menghambat pertumbuhan ekonomi. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam pengaruh korupsi terhadap pertumbuhan ekonomi antara negara dengan indeks persepsi korupsi tinggi dan rendah, sebelum dan selama pandemi COVID-19. Selain itu, belanja per kapita dan kualitas regulasi berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, penanaman modal asing (FDI) dan keterbukaan perdagangan memiliki dampak yang berbeda di berbagai kelompok negara dan periode. Untuk mengurangi dampak buruk korupsi, kebijakan antikorupsi yang ketat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan

    ENHANCING VILLAGE-OWNED ENTERPRISES PERFORMANCE THROUGH EFFECTIVE GOVERNANCE: THE MEDIATING ROLE OF COMPETITIVE ADVANTAGE

    Full text link
    This study aims to examine the effect of Governance (GV) on Organizational Performance (FP) with the mediation of Competitive Advantage (CA). The analysis method used is the SEM-PLS approach with SmartPLS 4 software. The primary data was collected through questionnaires with a Village-Owned Enterprises (BUM Desa) population in East Java, Indonesia. The sample used in the analysis was 80 BUM Desa managers. The results show that competitive advantage partially mediates the relationship between governance and BUM Desa performance. The implication of this study is the importance of improving governance to strengthen competitive advantage, which in turn will improve the organizational performance of BUM Desa. This research also provides insights for decision-makers to formulate more effective strategies for managing BUM Desa.This study aims to examine the effect of Governance (GV) on Organizational Performance (FP) with the mediation of Competitive Advantage (CA). The analysis method used is the SEM-PLS approach with SmartPLS 4 software. The primary data was collected through questionnaires with a Village-Owned Enterprises (BUM Desa) population in East Java, Indonesia. The sample used in the analysis was 80 BUM Desa managers. The results show that competitive advantage partially mediates the relationship between governance and BUM Desa performance. The implication of this study is the importance of improving governance to strengthen competitive advantage, which in turn will improve the organizational performance of BUM Desa. This research also provides insights for decision-makers to formulate more effective strategies for managing BUM Desa

    PENDAMPINGAN PEMBENAHAN ADMINISTRASI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN SESUAI SAK ETAP PADA BUMDES CITRA MANDIRI DESA KETAPANG BANYUWANGI

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi penyusunan laporan keuangan BUMDes yang tidak sesuai dengan SAK ETAP.  Objeknya adalah BUMDes yang mengelola sektor jasa dan perdagangan. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan dengan masing-masing unit administrasi dan bendahara BUMDes, pihak yang menyusun laporan keuangan belum dapat sepenuhnya melaksanakannya sesuai SAK ETAP. Kendalanya adalah terbatasnya pengetahuan kompeten bidang akuntansi, belum pahamnya, latar belakang pendidikan disiplin ilmu bukan dari bidang akuntansi dan belum pernah mengikuti pelatihan terkait proses akuntansi untuk penyusunan laporan keuangan. Metode yang digunakan adalah memberikan pemahaman dan pedoman kebijakan akuntansi dalam proses akuntansi yang didukung dengan penggunaan aplikasi komputer Microsoft Excel berdasarkan SAK ETAP, peraturan desa, dan Anggaran Dasar/Anggaran Dasar BUMDes.  Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa sosialisasi pemahaman dan pedoman kebijakan akuntansi BUMDes berlangsung antusias dan termotivasi, menambah pengetahuan tentang tata cara penyusunan laporan keuangan sesuai SAK ETAP yang didukung dengan pemanfaatan aplikasi teknologi komputer Microsoft Excel untuk memahami perancangan sistem informasi akuntansi model tersebut, menjadikan BUMDes berpotensi memiliki sumber daya manusia yang terampil dalam mengklasifikasikan rekening atau akun akuntansi, menjadikan pengelolaan keuangan lebih detail, efisien dan mampu menyusun laporan keuangan sesuai dengan SAK ETAP

    CASH RECEIPT ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada Pusat Pengembangan Anak GBI Nazareth Surabaya. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian di Pusat Pengembangan Anak GBI Nazareth Surabaya pada tahun 2024. PPA GBI Nazareth Surabaya menjalin kerjasama dengan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia, dimana terdapat transaksi yang dilakukan sehingga menimbulkan penerimaan kas. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari data-data informasi keuangan. Analisis data dekriptif untuk menggambarkan sistem informasi penerimaan kas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penerimaan kas telah dilaksanakan dengan baik dimana bukti penerimaan kas yang dilaporkan dan yang disimpan oleh yang berwenang dengan baik dan dicatat dengan baik dalam pencatatan dan pembuatan laporan keuangan. Proses penerimaan kas yang ada pada Pusat Pengembangan Anak GBI Nazareth Surabaya sudah terstruktur dengan baik dan terkomputerisasi sehingga tidak terjadi kendala dalam proses penerimaan kas.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada Pusat Pengembangan Anak GBI Nazareth Surabaya. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian di Pusat Pengembangan Anak GBI Nazareth Surabaya pada tahun 2024. PPA GBI Nazareth Surabaya menjalin kerjasama dengan Yayasan Bantuan Kasih Indonesia, dimana terdapat transaksi yang dilakukan sehingga menimbulkan penerimaan kas. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari data-data informasi keuangan. Analisis data dekriptif untuk menggambarkan sistem informasi penerimaan kas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosedur penerimaan kas telah dilaksanakan dengan baik dimana bukti penerimaan kas yang dilaporkan dan yang disimpan oleh yang berwenang dengan baik dan dicatat dengan baik dalam pencatatan dan pembuatan laporan keuangan. Proses penerimaan kas yang ada pada Pusat Pengembangan Anak GBI Nazareth Surabaya sudah terstruktur dengan baik dan terkomputerisasi sehingga tidak terjadi kendala dalam proses penerimaan kas

    PENGARUH PERFEKSIONIS DAN LOYALITAS MEREK PADA GEN Z TERHADAP NIAT PEMBELIAN KEMBALI PRODUK MINUMAN RINGAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tipe personalitas diri perfeksionis dan loyalitas merek pada konsumen Gen Z terhadap minat membeli kembali minuman ringan. Obyek penelitian adalah mahasiswa yang pernah membeli produk minuman ringan yang berusia 18 – 23 tahun. Jumlah sampel penelitian sebanyak 240 responden. Metodologi penelitian menggunakan analisis jalur Structural Equation Modeling (SEM). Research gap penelitian ini adalah tidak konsistensi pada gaya pembelian perfeksionis dan sikap loyalitas konsumen terhadap pembelian berulang, sehingga perlu faktor mediasi preferensi belanja dan media yang digunakan untuk mendapatkan informasi produk. Hasil penelitian mendukung hipotesis 2 yang menyatakan terdapat pengaruh tipe personalitas loyalitas merek terhadap pembelian kembali minuman ringan. Dukungan hasil penelitian juga diperoleh pada hipotesis 4, yang menyatakan media sosial memediasi pencarian referensi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian ulang. Hipotesis 6 didukung, bahwa preferensi produk yang sesuai dengan kesukaan konsumen memediasi pengaruh konsumen tipe loyalitas merek untuk membeli kembali produk minuman ringan. Penelitian ini tidak mendukung hipotesis 1, hipotesis 3 dan hipotesis 5, yang menyatakan konsumen Gen Z dengan tipe personalitas perfeksionis tidak terbukti secara empiris berpengaruh terhada keputusan pembelian kembali produk minuman ringan. Konsumen dengan tipe perfeksionis cenderung tidak mengulang kembali keputusan pembelian dengan intoleransi terhadap ketidaksempurnaan produk yang pernah dibeli sebelumnya

    MITIGATING OVERCONFIDENCE BIAS IN INVESTMENT BEHAVIOR: THE ROLES OF FINANCIAL LITERACY AND DIGITAL FINANCIAL LITERACY

    Full text link
    Previous researches have suggested the role of financial literacy in mitigating the effects of overconfidence bias. Nevertheless, there is currently no research available on the examination of digital financial literacy in mitigating the impact of overconfidence bias. Therefore, this study investigates the association between overconfidence bias and investment behavior, with a focus on the mitigating roles of financial literacy and digital financial literacy. Using the PLS-SEM approach in testing the hypotheses, this study sample comprises individuals from the millennial generation who routinely utilize investment applications on their mobile phones. The empirical result shows that overconfidence bias has a strong association with investment behavior. In addition, our findings indicate that possessing financial literacy has a beneficial effect in reducing the influence of overconfidence bias. However, the digital financial literacy has contrasting effects. Individuals with a greater level of digital financial literacy are more likely to have confidence in their decision-making abilities, as they believe they have a better understanding of financial applications.Penelitian terdahulu menunjukkan peran literasi keuangan dalam mengurangi dampak bias kepercayaan diri. Meskipun demikian, saat ini belum ada penelitian yang melihat peran literasi keuangan digital dalam mengurangi dampak bias tersebut. Studi ini menyelidiki hubungan antara bias kepercayaan diri terhadap perilaku investasi dan juga mengevaluasi manfaat dari literasi keuangan digital dan literasi keuangan tradisional didalam mengurangi dampak dari bias kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan Analisa SEM PLS dengan sampel penelitian terdiri dari individu dari generasi milenial yang secara rutin menggunakan aplikasi investasi di ponsel mereka. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa bias kepercayaan diri memiliki pengaruh terhadap perilaku investasi. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki efek menguntungkan dalam mengurangi pengaruh bias. Namun hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan digital memiliki efek yang kontras. Individu dengan tingkat literasi keuangan digital yang lebih tinggi cenderung memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan pengambilan keputusan mereka, karena mereka yakin memiliki pemahaman yang lebih baik tentang aplikasi keuangan

    PELATIHAN BUDIDAYA ANGGREK SECARA IN VITRO PADA KELOMPOK TANI ANGGREK “SANDERIANA”

    Full text link
    Indonesia sebagai negara megabiodiversitas mempunyai jenis-jenis anggrek yang melimpah. Pengambilan langsung dari alam membuat banyak jenis anggrek yang masuk dalam daftar CITES (Convention On International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna and Flora), Apendiks 1. Salah satu upaya pelestarian anggrek adalah perbanyakan melalui metode kultur jaringan. Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga telah melakukan banyak penelitian tentang budidaya anggrek dengan kultur jaringan. Untuk menyebarluaskan hasil penelitian tersebut agar bermanfaat untuk masyarakat luas, telah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pelatihan budidaya anggrek untuk kelompok tani anggrek “Sanderiana” di Dadaprejo, Junrejo, Batu, Jawa timur yang berkerjasama dengan DD Orchid dan Taman Husada Graha Famili. Pelatihan difokuskan di Malang karena Malang merupakan sentra kegiatan pertanian anggrek nasional. Pelatihan budidaya nggrek juga difokuskan pada teknik kultur jaringan anggrek untuk anggrek langka sebagai upaya pelestarian dan juga untuk meningkatkan perekonomian petani anggrek. Kegiatan pelatihan dilakukan selama 6 bulan, meliputi tahap persiapan, pelatihan dan workshop, evaluasi 1 dan evalusi 2. Teknik budidaya yang dilakukan adalah budidaya kloning anggrek secara in vitro

    FINANCIAL PLANNING PROJECT: WEBSITE EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MELALUI LITERASI KEUANGAN DAN PERENCANAAN KEUANGAN MANDIRI

    Full text link
    Peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan melalui peningkatan pemahaman literasi keuangan dan perencanaan keuangan dapat dimulai dari generasi muda yaitu mahasiswa. Upaya perbaikan tersebut dapat disesuaikan dengan era digitalisasi saat ini, yaitu dengan platform website pendidikan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mewujudkan alternatif solusi berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, berupa website Proyek Perencanaan Keuangan (Fiping) yang dilengkapi dengan fitur-fitur pendukung. Serta menguraikan kendala dan penyelesaian realisasi website Proyek Perencanaan Keuangan (Fiping). Metode pengumpulan data dengan metode penelitian deskriptif melalui angket, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian pada mahasiswa menunjukkan masih adanya permasalahan dalam memahami literasi keuangan dan perencanaan keuangan secara mandiri, sehingga peneliti menawarkan alternatif solusi yang disebut dengan Proyek Perencanaan Keuangan (Fiping). Implikasi penelitian menjelaskan bahwa media Financial Planning (Fiping) Project membawa manfaat bagi pelajar dalam meningkatkan literasi keuangan dan perencanaan keuangan secara mandiri, serta meningkatkan minat menabung, berbisnis, dan berinvestasi di usia muda. Selain itu, dapat meminimalisir permasalahan keuangan yang selama ini dihadapi oleh mahasiswa

    THE INTEGRATION OF SHARIA-BASED GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND ENVIRONMENTAL, SOCIAL, AND GOVERNANCE IN ENHANCING DONOR PARTICIPATION

    No full text
    This study examines the influence of Good Corporate Governance based on the Sharia Enterprise Theory on donor participation at LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah Central Jakarta. It was conducted with Environmental, Social, and Governance serving as a moderating variable. Effective governance is considered essential for enhancing accountability, transparency, independence, responsibility, and fairness in zakat management. The study aims to fill a gap in the existing literature by investigating how these GCG components shape donor engagement. Using a quantitative research design, the study surveyed 322 active zakat donors selected through the Slovin formula. Statistical analyses were applied to assess both the direct and indirect effects of GCG components on donor participation. The findings indicate that accountability and transparency exert significant positive effects on donor participation, both directly and indirectly through ESG mediation. In contrast, responsibility and independence do not show significant direct effects but do demonstrate meaningful indirect influences via ESG. Furthermore, fairness exhibits both direct and indirect significant impacts on donor participation. These results highlight that integrating Sharia-based GCG with ESG principles effectively strengthens donor trust and loyalty. The study recommends reinforcing transparency, implementing rigorous auditing practices, and adopting comprehensive ESG strategies to ensure sustainable, efficient, and socially responsible zakat governance

    837

    full texts

    918

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STIESIA Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇