E-Journal STIESIA Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia)
Not a member yet
918 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI ORGANISASI PEMERINTAHAN
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) telah menjadi komponen penting dalam pengelolaan organisasi pemerintahan modern. Fokus utama dari penggunaan SIAM adalah untuk meningkatkan proses pengambilan keputusan di berbagai tingkatan manajemen. SIAM memfasilitasi pengumpulan, pengolahan, dan penyajian informasi akuntansi yang relevan secara cepat dan akurat kepada para pengambil keputusan. Dengan demikian, manajer di organisasi pemerintahan dapat menggunakan data yang tersedia untuk menganalisis kinerja organisasi, merencanakan kegiatan masa depan, mengendalikan operasi harian, dan memonitor pencapaian tujuan strategis. Implementasi SIAM tidak hanya memperbaiki transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik tetapi juga memungkinkan evaluasi yang lebih efektif terhadap efisiensi dan efektivitas program-program pemerintah. Selain itu, SIAM memainkan peran kunci dalam membangun dasar informasi yang solid untuk audit internal dan eksternal yang independen, mendukung upaya-upaya untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta meningkatkan manajemen risiko di dalam organisasi pemerintahan. Dengan demikian, penggunaan SIAM tidak hanya memperkuat kapasitas pengambilan keputusan tetapi juga mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya public
GREEN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP, GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT, AND ENVIRONMENTAL PERFORMANCE: A MEDIATION MODEL
This study aims to determine the effect of the relationship between green transformational leadership and green human resource management on environmental performance mediated by green organizational culture and green work engagement. This study applied a survey method. Its population involve 236 respondents of manufacturing company managers in Indonesia. Data analysis uses PLS-SEM. The results of the study indicate that green transformational leadership and green HRM are positively and significantly related to environmental performance. Through mediation variables, this study reveals new findings that the green organizational culture variable does not significantly influence the relationship between green transformational leadership and environmental performance. This study reveals the complete mediation of green work engagement in the relationship between green human resource management and environmental performance. The current research provides valuable insights into green transformational leadership and green human resource management that can generate positive energy in manufacturing company managers in Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan antara green transformational leadership dan green human resource management terhadap environmental performance yang dimediasi oleh green organizational culture dan green work engagement. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi pada manajer perusahaan manufaktur di Indonesia sebanyak 236 responden. Analisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian membuktikan bahwa green transformational leadership dan green HRM berhubungan positif dan signifikan terhadap environmental performance. Melalui variabel mediasi, penelitian ini mengungkap temuan baru bahwa variabel green organizational culture tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam memediasi hubungan antara green transformational leadership dengan environmental performance. Penelitian ini mengungkap mediasi penuh green work engagement pada hubungan antara green human resource management dengan environmental performance. Penelitian saat ini memberikan wawasan yang bermanfaat mengenai green transformational leadership dan green human resource management yang dapat membangkitkan energi positif pada manajer perusahaan manufaktur di Indonesia
FINANCIAL RISK AND EARNING MANAGEMENT: EMPIRICAL EVIDENCE FROM BANKS IN ASEAN COUNTRIES
Earnings management practices in the banking sector are critical due to their impact on financial reporting transparency and economic stability. Factors such as Non-Performing Loans (NPL), Loan Deposit Ratio (LDR), Bank Operating Costs to Operating Income Ratio (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), and Leverage (LEV) can influence managerial decisions related to profit reporting. Therefore, this study aims to identify the factors influencing earnings management practices in the banking sector, focusing on financial risk indicators. A panel data regression analysis using STATA was applied to banks across six ASEAN countries during 2019–2023. It also controlls for external variables such as bank size, inflation, and GDP. Its results show that LDR, CAR, and LEV significantly impact earnings management. While NPL, BOPO, and bank size do not affect earning management. Additionally, macroeconomic factors like inflation and GDP affect financial reporting. The findings emphasize the importance of transparency in financial reporting to maintain public and investor trust, which is essential for the banking sector's stability. This research addresses the urgent need to detect key risk factors driving earnings manipulation, offering empirical evidence to guide regulators in strengthening governance and oversight across ASEAN banking institutions.Bank berperan dalam menjaga stabilitas keuangan dan kepercayaan publik, perbankan diharuskan transparansi dalam pelaporan keuangan mereka. Namun, dari hasil empiris sebelumnya menyatakan perbankan seringkali menjalani praktik manipulasi dikenal dengan manajemen laba sehingga dapat mengaburkan gambaran sebenarnya dari kondisi keuangan, dan dalam jangka panjang, praktik ini dapat merusak reputasi perusahaan, dan mengurangi kepercayaan publik serta investor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengungkap faktor apa yang mempengaruhi perbankan melakukan praktik manajemen laba dengan fokus khusus risiko keuangan yaitu indikator utama seperti Non-Performing Loans (NPL), Loan to Deposit Ratio (LDR), Bank Operating Costs to Operating Income Ratio (BOPO), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Leverage (LEV) terhadap manajemen laba dengan indikator akrual diskresioner. Selain itu, penelitian ini mengontrol variabel eksternal seperti ukuran bank, inflasi, dan PDB untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika yang terjadi. Penelitian menggunakan analisis regresi berganda data panel dengan STATA dari berbagai bank di 6 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapore, Thailand, dan Vietnam) periode tahun 2019 – 2023. Hasil analisis mengindikasikan bahwa LDR, CAR dan LEV memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba, yang menunjukkan bahwa bank dengan rasio likuiditas tinggi dan kecukupan modal yang baik cenderung lebih agresif dalam melakukan manajemen laba untuk menciptakan citra finansial yang stabil. Sebaliknya, NPL dan BOPO serta ukuran bank tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap manajemen laba, meskipun faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi dan pertumbuhan PDB berperan dalam menentukan perilaku pelaporan keuangan. Temuan ini mempertegas pentingnya pemahaman yang mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi praktik manajemen laba di sektor perbankan, serta implikasi terhadap transparansi dan keandalan laporan keuangan
IMPLEMENTATION OF GOOD GOVERNANCE, BUDGET PARTICIPATION, AND ORGANIZATIONAL COMMITMENT IN EFFORTS TO REDUCE BUDGET GAP
This study aims to analyze and obtain empirical evidence that budget participation affects budgetary slack. Another objective is to prove that good governance and organizational commitment can weaken the effect of budget participation on budgetary slack. This study is quantitative. The population of the study was all Regional Apparatus Organizations (OPD) in Gianyar Regency. The research sample was 28 OPDs. Data were collected by distributing questionnaires directly to each OPD. The research variables include budget participation, good governance, organizational commitment and budgetary slack. The measurement of variables uses a Likert scale. The analysis technique uses moderation regression analysis. The results of the study prove that Budget participation has a positive effect on budgetary slack. Therefore, the higher the level of budget participation, the greater the possibility of budgetary slack occurring. Good governance weakens or reduces the effect of budget participation on budgetary slack. At the same time, organizational commitment has no effect or cannot moderate the relationship between budget participation and budgetary slack.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memperoleh bukti empiris bahwa partisipasi anggaran berpengaruh pada senjangan angggaran dan tujuan yang lain adalah dapat membuktikan bahwa good governance dan komitmen organisasi dapat memoderasi pengaruh partisipasi anggaran pada senjangan anggaran. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di kabupaten Gianyar. Sampel penelitian sebanyak 28 OPD. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner secara langsung ke masing-masing OPD. Variabel penelitian terdiri atas partisipasi anggaran, good governance, komitmen organisasi dan senjangan anggaran. Pengukuran variabel menggunakan skala likert. Teknik analisisnya menggunakan moderation regretion analysis. Hasil penelitian membuktikan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif terhadap senjangan anggaran. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat partisipasi anggaran, maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya senjangan anggaran. Variabel good governance memperlemah atau mengurangi pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran, sedangkan Komitmen organisasi tidak berpengaruh atau tidak dapat memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran
IMPACT OF GLOBAL FINANCIAL STRESS INDEX AND GEOPOLITICAL RISK IN FORECASTING VOLATILITY
This study examines the prediction ability of Global Financial Stress Index (GFSI) and Geopolitical Risk Index (GPR) to forecast the volatility of assumed safe-haven assets, like gold, silver and Bitcoin. The authors combine high-frequency model, Heterogeneous Autoregression Realized Volatility (HAR-RV) model, with low-frequency estimators that use low-frequency data, such as Parkinson, Garman-Klass, and Rogers-Satchel volatility estimators. The authors also examine the R2 out-of-sample of the created model to conclude that GFSI and GPR can be used to increase the forecasting accuracy of selected asset's volatility and demonstrate the effectiveness of variables to be used as predictive variables. According to the result, the R2 out-of-sample of models that used GFSI as predictive variable have better performance in forecasting on gold, silver and Bitcoin. Meanwhile, GPR is assumed not effective as GFSI to be a predictive variable. The RB-HAR-ASY-GFSI model can increase the forecasting accuracy up to 1.56% (5-day ahead prediction) on gold, up to 0.43% (66-day ahead prediction) on silver, and up to 2.78% (10-day ahead prediction) on Bitcoin. This study improves the undersWangding of financial and geopolitical uncertainty impact on the volatility of safe-haven assets. Second, it investigates the HAR-RV and low-frequency data combination model performance to forecast volatility assets.Penelitian ini mempelajari kemampuan prediksi dari Global Financial Stress Index (GFSI) dan Geopolitical Risk Index (GPR) untuk memprediksi volatilitas emas, perak, dan Bitcoin. Pemodelan yang digunakan adalah menggabungkan high-frequency model, yaitu Heterogeneous Autoregression Realized Volatility (HAR-RV) dengan low-frequency estimator yang menggunakan low-frequency data, yaitu Parkinson, Garman-Klass, dan Rogers-Sachel estimator. R2 out-of-sample dari model yang dibuat untuk menyimpulkan apakah GFSI dan GPR dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan prediksi dan efektif digunakan sebagai variabel prediktif. Berdasarkan hasil yang diperoleh, GFSI dapat digunakan sebagai variabel prediktif untuk memprediksi volatilitas aset emas, perak dan Bitcoin. Sementara itu, GPR diasumsikan belum efektif digunakan sebagai variabel prediktif. Model RB-HAR-ASY-GFSI dapat meningkatkan akurasi prediksi hingga mencapai 1,56% (prediksi 5 hari ke depan) pada emas, 0,43% (prediksi 66 hari ke depan) untuk perak, dan 2,78% (prediksi 10 hari ke depan) untuk Bitcoin. Studi ini meningkatkan pemahaman tentang dampak ketidakpastian finansial dan geopolitik pada volatilitas aset safe-haven. Kedua, menelusuri peran GFSI dan GPR dalam memprediksi volatilitas. Ketiga, menyelidiki kinerja model HAR-RB dan low-frequency data
OPTIMALISASI PENULISAN AKADEMIK MELALUI PELATIHAN MENDELEY PADA MAHASISWA FEB UNIVERSITAS PATTIMURA
Penulisan karya ilmiah merupakan tugas akademik penting yang membutuhkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan menyusun argumen secara terstruktur. Salah satu aspek penting dalam penulisan ilmiah adalah penggunaan sitasi dan referensi yang tepat, karena berperan dalam meningkatkan kredibilitas tulisan dan mencegah plagiarisme. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang menggunakan metode manual dalam proses sitasi, yang tidak hanya kurang efisien tetapi juga rawan kesalahan format. Aplikasi Mendeley hadir sebagai solusi digital yang dapat mempermudah pengelolaan referensi dan penyusunan daftar pustaka secara otomatis sesuai dengan gaya penulisan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan penggunaan Mendeley dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi sitasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura. Pelatihan dilaksanakan dalam satu hari dan melibatkan 25 peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan skor sebesar 3,68%, meskipun dianggap belum signifikan akibat keterbatasan waktu pelatihan. Namun demikian, pemahaman peserta terhadap fitur dasar Mendeley meningkat, dan sebagian besar menyatakan minat untuk mengintegrasikan aplikasi ini dalam penulisan akademik mereka. Oleh karena itu, pelatihan lanjutan dengan durasi yang lebih panjang sangat dianjurkan guna mendukung penguasaan teknis yang lebih mendalam serta mendorong budaya penulisan ilmiah yang berkualitas di lingkungan kampus
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING UNTUK PENINGKATAN BRANDING DAN KUALITAS UIN SUNAN AMPEL
Digital marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan platform dan teknologi digital untuk mempromosikan produk atau layanan, membangun brand, dan menjangkau audiens yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana UIN Sunan Ampel Surabaya dapat mengoptimalkan pemasaran digital untuk memperkuat branding dan citra kampus melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai obyek penelitian. Data dikumpulkan melalui dua sumber yaitu pertama, wawancara mendalam dengan tim humas dan pengelola akun media sosial universitas . Kedua, observasi terhadap platform Instagram dan Tiktok UIN Sunan Ampel Surabaya. Digital marketing berperan penting untuk membangun citra positif UIN Sunan Ampel Surabaya. Instagram dinilai paling efektif karena memungkinkan konten visual. Strategi utama yang digunakan meliputi pengelolaan konten kreatif dan aktif serta pembuatan konten yang menarik dan mengikuti tren. Namun, UIN Sunan Ampel Surabaya perlukan melakukan inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan variasi konten, desain, serta penggunaan tren terbaru agar citra kampus tetap relevan dan kompetitif
SMART TEACHING WITH CANVA: OPTIMALISASI KNOWLEDGE SHARING UNTUK PENGUATAN KOMPETENSI DIGITAL DOSEN MANAJEMEN
This Community Service (PKM) activity, titled Smart Teaching with Canva: Optimizing Knowledge Sharing to Strengthen the Digital Competence of Management Lecturers, aims to enhance lecturers’ ability to creatively and effectively integrate digital technology into the teaching and learning process. Through the implementation of the smart teaching approach combined with knowledge sharing practices, this program seeks to strengthen pedagogical and digital competencies, enabling lecturers to become more adaptive to the rapid evolution of educational technology. The objects of this PKM are lecturers from the Management Department, Faculty of Economics and Business, Pattimura University, consisting of five permanent lecturers and two student assistants who served as technical facilitators. The activities were carried out through intensive workshops and interactive training sessions on using Canva to design digital teaching media such as interactive videos, presentations, infographics, and academic promotional materials. The results indicated significant improvements in participants’ digital literacy, visual creativity, and collaborative knowledge-sharing skills. Furthermore, this program contributed to fostering a culture of innovation, collaboration, and continuous learning within the academic community, aligning with the broader digital transformation of higher education
STUDI PERILAKU KREDIT BERISIKO MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN LAYANAN PAYLATER
This study aims to analyze risky credit behavior among university students, focusing on the use of paylater. This behavior is measured through two main indicators: risky borrowing and risky paying. The study used an online survey distributed to 112 student respondents in Sukabumi. The results show that students in Sukabumi have a significant level of risky credit behavior, with the combined average score for the risky borrowing indicators being 57,44%. This behavior is manifested through a strong tendency to be tempted by discounts (67,68%), make impulsive purchases (54,46%), and use paylater without considering their ability to pay (50,18%). For the risky paying, it was found that for the tendency to be late in making payments was 48,57%, while for ignoring fines reached 50,71%. This indicates that a significant portion of students lack discipline in managing their debt obligations. Further analysis shows a significant difference based on gender, where female have higher scores on almost all risky behavior indicators, such as in impulsive purchases (57,46%) and the tendency to ignore fines (55,87%) compared to males. Therefore, it is suggested that university and financial service providers collaborate to improve students' financial literacy, concerning debt management and the consequences of irresponsible credit behavior.This study aims to analyze risky credit behavior among university students, focusing on the use of paylater. This behavior is measured through two main indicators: risky borrowing and risky paying. The study used an online survey distributed to 112 student respondents in Sukabumi. The results show that students in Sukabumi have a significant level of risky credit behavior, with the combined average score for the risky borrowing indicators being 57,44%. This behavior is manifested through a strong tendency to be tempted by discounts (67,68%), make impulsive purchases (54,46%), and use paylater without considering their ability to pay (50,18%). For the risky paying, it was found that for the tendency to be late in making payments was 48,57%, while for ignoring fines reached 50,71%. This indicates that a significant portion of students lack discipline in managing their debt obligations. Further analysis shows a significant difference based on gender, where female have higher scores on almost all risky behavior indicators, such as in impulsive purchases (57,46%) and the tendency to ignore fines (55,87%) compared to males. Therefore, it is suggested that university and financial service providers collaborate to improve students' financial literacy, concerning debt management and the consequences of irresponsible credit behavior
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, STRES, DISIPLIN, GAYA KEPEMIMPINAN, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi, stres kerja, disiplin kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pemerintah desa di Kecamatan Tonjong. Penelitian ini menarik dilakukan, karena adanya kesenjangan antara harapan masyarakat terhadap pelayanan dan kinerja dengan kinerja yang dilakukan oleh pegawai Pemerintah Desa diwilayah Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes. Selain itu juga adanya kesenjangan antara penelitian sebelumnya terhadap masing-masing variabel. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara menyebar kuesioner kepada para responden. Dengan jumlah populasi sebanyak 147 yaitu pegawai Pemerintah Desa se Wilayah Kecamatan Tonjong, dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 107 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan SPSS v.26. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi, stres kerja, disiplin kerja, gaya kepemimpinan, dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pemerintah desa di Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes