E-Journal STIESIA Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia)
Not a member yet
918 research outputs found
Sort by
GOOD CORPORATE GOVERNANCE, AUDITOR QUALITY AND AUDITOR OPINION ON EARNING PERSISTENCY
Research tries to test good corporate governance (GCG), auditor quality (AQ), and audit opinion (AO) on earning persistence (EP). Earning quality are earning persistent, in this case the earning owned are permanent and not transitory or temporary. Eanring persistence is profit that has the ability to be an indicator of profit for the future period that is generated by the company repeatedly. Research uses GCG, AQ, and AO as independent variables and EP is dependent variable. Research population all publicly traded companies using purposive sampling technique. Research sample is 989 public enterprise registered on Indonesia Stock Exchage (ISX) 2017-2021. This research also test some variables control include absolute accrual value, cash flow volatility (CFV) and sales volatility (SV). The results are: (1) Board commissioner’s independence, institutional ownership, auditor opinion, and auditor quality have a positive effect on earnings persistence. (2) Audit committee meetings don’t affect earnings persistence. (3) For control variables: leverage, cash flow volatility (CFV), and sales volatility (SV) don’t affect earnings persistence (EP).Penelitian ini mencoba menguji pengaruh good corporate governance (GCG), kualitas auditor (AQ), dan opini audit (AO) terhadap persistensi laba (EP). Laba yang berkualitas adalah laba yang persisten, dalam hal ini laba yang dimiliki permanen dan tidak bersifat transitory atau sementara. Persistensi laba adalah laba yang mempunyai kemampuan indikator laba periode mendatang yang dihasilkan oleh perusahaan secara berulang-ulang. Penelitian menggunakan GCG, AQ, dan AO sebagai variabel independen dan EP sebagai variabel dependen. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan terbuka dengan menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Sampel penelitian adalah 989 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021. Penelitian ini juga menguji beberapa variabel kontrol antara lain nilai akrual absolut, volatilitas arus kas (CFV) dan volatilitas penjualan (SV). Hasilnya adalah: (1) Independensi dewan komisaris, kepemilikan institusional, opini auditor, dan kualitas auditor berpengaruh positif terhadap persistensi laba. (2) Rapat komite audit tidak mempengaruhi persistensi laba. (3) Untuk variabel kontrol: Leverage, Cash Flow Volatilitas (CFV), dan Sales Volatilitas (SV) tidak berpengaruh terhadap Persistensi Laba (EP)
METODE KOMUNIKASI VISUAL DAN PENGGUNAAN LEAFLET PADA FISIOTERAPI DI RSUD AL IHSAN BALE ENDAH BANDUNG
Kesehatan masyarakat merupakan ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui upaya-upaya pengorganisasian masyarakat. Masalah kesehatan masyarakat adalah multikausal, maka pemecahnya harus secara multidisiplin, oleh karena itu, kesehatan masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi (terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat. Tujuan residensi ini secara umum adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas dalam proses pelayanan, menganalisa faktor-faktor yang menjadi penyebab belum efektifnya pelaksanaan program edukasi di poli fisioterapi RSUD AL IHSAN dan mencari strategi yang tepat dalam upaya pengembangan pelayanan fisioterapi di RSUD AL IHSAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode fishbone yang meliputi man, material, method, mother nature, machine, metode Urgency, Seriousness, Growth (USG), dan analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT). Berdasarkan hasil pengkajian keberhasilan proses fisioterapi dipengaruhi beberapa faktor diantaranya adalah kompetensi petugas dalam memberikan pelayanan
DETERMINAN PEMAHAMAN SAK ETAP DI KOPERASI KABUPATEN JEPARA
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh latar belakang pendidikan, jenjang pendidikan, pemberian informasi, dan sosialisasi, serta masa tugas pekerjaan terhadap pemahaman standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP) di koperasi. Metode penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 88 anggota koperasi simpan pinjam di Kabupaten Jepara. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan, jenjang pendidikan, pemberian informasi, dan sosialisasi, serta masa tugas pekerjaan berpengaruh positif terhadap pemahaman SAK ETAP. Analisis regresi menunjukkan hubungan yang searah antara variabel-variabel tersebut dengan pemahaman SAK ETAP. Koefisien determinasi sebesar 0,474 mengindikasikan bahwa sekitar 47,4% variasi dalam pemahaman SAK ETAP dapat dijelaskan melalui regresi ini. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengelola koperasi dalam meningkatkan pemahaman tentang SAK ETAP dikalangan anggotanya, serta kontribusi pada peningkatan kinerja dan akuntabilitas keuangan koperasi. Diharapkan hasil ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pendidikan dan sosialisasi yang lebih efektif, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi koperasi dan anggotanya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh latar belakang pendidikan, jenjang pendidikan, pemberian informasi, dan sosialisasi, serta masa tugas pekerjaan terhadap pemahaman standar akuntansi keuangan entitas tanpa akuntabilitas publik (SAK ETAP) di koperasi. Metode penelitian menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 88 anggota Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Jepara. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan, jenjang pendidikan, pemberian informasi, dan sosialisasi, serta masa tugas pekerjaan berpengaruh positif terhadap pemahaman SAK ETAP. Analisis regresi menunjukkan hubungan yang searah antara variabel-variabel tersebut dengan pemahaman SAK ETAP. Koefisien determinasi sebesar 0,474 mengindikasikan bahwa sekitar 47,4% variasi dalam pemahaman SAK ETAP dapat dijelaskan melalui regresi ini. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengelola koperasi dalam meningkatkan pemahaman tentang SAK ETAP di kalangan anggotanya, serta kontribusi pada peningkatan kinerja dan akuntabilitas keuangan koperasi. Diharapkan hasil ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pendidikan dan sosialisasi yang lebih efektif, sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi koperasi dan anggotanya
PENGARUH PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI
The research aimed to examine: 1) the effect of profitability on the firm value; 2) the effect of firm size on the firm value; 3) Corporate Social Responsibility which moderated the effect of profitability on the firm value; 4) Corporate Social Responsibility which moderated the effect of the firm size on the firm value. The population was Healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2017-2021. Furthermore, the data collection technique used a purposive sampling technique. From 23 Healthcare companies, there were 18 companies that fulfilled the criteria as the sample. In total, there were 90 data observation samples. Moreover, the data analysis technique used multiple linear analyses with SPSS (Statistical Product and Service Solution) 26 versions. The result indicated that: 1) profitability had a positive effect on the firm value; 2) firm size did not affect the firm value; 3) Corporate Social Responsibility was able to moderate the profitability on the firm value; 4) Corporate Social Responsibility was able to moderate the firm size on the firm value.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji: 1) pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan; 2) pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan; 3) Corporate Social Responsibility (CSR) dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan; 4) Corporate Social Responsibility (CSR) dapat memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Populasi yang digunakan adalah perusahaan sektor healthcare (kesehatan) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2021. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling, sehingga terdapat 18 perusahaan dari 23 perusahaan yang sesuai kriteria dan data yang diobservasi sebanyak 90 sampel. Metode analisis data menggunakan analisis linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan; 2) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan; 3) Corporate Social Responsibility (CSR) dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan; 4) Corporate Social Responsibility (CSR) dapat memoderasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan
PERFORMANCE IMPROVEMENT MODEL: COMMITMENT DEVELOPMENT BASED ON EMPOWERING AND ORGANIZATIONAL LEARNING
Regulatory changes during the pandemic, following high industrial growth in the goods and services sector, have encouraged companies to increase their competitiveness. Then achieving performance becomes a top priority, and the company also requires a strong commitment from its employees. Efforts that are considered relevant are employee empowerment and environmental conditioning of the company as a learning organization. This study aims to analyze the effect of employee empowerment and learning organizations on increasing organizational commitment and performance. The sample used was 158 employees of PT. ACS, as the product and service company in the food and beverage sector. Data collection instruments used a Likert scale and were analyzed using a structural equation model (SEM). The results of the study show that employee empowerment and learning play an important role in increasing organizational commitment and performance. The existence of high commitment will also lead to high employee performance. An important implication of this research is that good empowerment and learning will increase organizational commitment, and a good impact on the organization, namely employee performance will also increase.Perubahan regulasi di masa pandemi, menyusul tingginya pertumbuhan industri di sektor barang dan jasa, mendorong perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya. Kemudian pencapaian kinerja menjadi prioritas utama, dan perusahaan juga membutuhkan komitmen yang kuat dari karyawannya. Upaya yang dianggap relevan adalah pemberdayaan karyawan dan pengkondisian lingkungan perusahaan sebagai learning organization. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan karyawan dan organisasi pembelajar terhadap peningkatan komitmen dan kinerja karyawan. Sampel yang digunakan berjumlah 158 karyawan PT. ACS sebagai perusahaan produk dan jasa di bidang makanan dan minuman. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan structural equation model (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan karyawan dan pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan komitmen dan kinerja karyawan. Adanya komitmen yang tinggi juga akan menyebabkan kinerja karyawan yang tinggi. Implikasi penting dari penelitian ini adalah adanya pemberdayaan dan pembelajaran yang bagus akan dapat meningkatkan komitmen karyawannya, dan dampak yang bagus dari organisasi yaitu kinerja karyawan juga akan meningkat
ANALISIS REALISASI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK BADAN LAYANAN UMUM POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
Politeknik Keuangan Negara STAN adalah salah satu Badan Layanan Umum di lingkungan Kementerian Keuangan yang menangani di bidang pendidikan. Badan Layanan Umum memiliki fleksibiltas dalam mengelola keuangannya sendiri termasuk dalam mengelola penerimaanya khususnya Penerimaan Negara Bukan Pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Badan Layananan Umum di lingkungan PKN STAN selama tahun 2019 s.d. 2021. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat PNBP BLU dari PKN STAN yang belum maksimal dalam pemungutannya. Hal ini disebabkan baik oleh faktor internal maupun eksternal. Untuk faktor internal, PKN STAN belum memiliki kemampuan untuk menyusun target pendapatan, sedangkan faktor eksternal adalah kondisi pandemi Covid-19 dan kebijakan Menteri Keuangan terkait penerimaan mahasiswa baru PKN STAN. Selain berdampak pada penerimaan mahasiswa baru, pandemi Covid-19 juga berpengaruh pada menurunnya pelatihan yang diselenggarakan PKN STAN bagi kementerian/lembaga lain termasuk pemerintah daerah. Selain itu pandemi Covid-19 mengakibatkan turunya penerimaan sewa gedung dan ruangan
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel intervening pada kantor DPRD Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik analisis secara kuantitatif. Proses pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling. Sehingga diperoleh sejumlah 50 sampel penelitian dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) dengan alat bantu aplikasi SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Hasil pengujian selanjutnya menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dengan motivasi sebagai variabel intervening pada kantor DPRD Provinsi Jawa Timur. Kondisi ini dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan secara tidak langsung yang dimediasi oleh motivasi
MEDIASI AKSESIBILITAS MODAL UTANG PADA PENGARUH KINERJA LINGKUNGAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS
This study proves empirically that the accessibility of debt capital mediates the effect of environmental performance on financial distress. This study uses simple mediation analysis to analyze the data and SPSS 24 software to process the data. This study used a purposive sampling method with a total sample of 219 companies in the basic industrial and chemical, mining and agricultural sectors which were listed on the Indonesia Stock Exchange and PROPER Indonesia during 2013-2018. Based on the results of empirical tests, this study found that the accessibility of debt capital does not mediate the effect of corporate environmental performance on financial distress. This is because environmental performance is an indicator that is still relatively new to the Indonesian financial market. Thus, creditors as corporate stakeholders have not considered environmental performance as a guarantee for the company's performance in fulfilling its obligations. However, contrary to these results, the company's environmental performance was found to have an effect on financial distress. Where, companies with good environmental performance tend to have adequate capabilities in managing their resources, especially the company's economic resources. Thus, the results of this study have confirmed the resource-based view theory and the trade-off theory.Penelitian ini membuktikan secara empiris bahwa aksesibiltas modal utang memediasi pengaruh kinerja lingkungan terhadap financial distress. Penelitian ini menggunakan simple mediation analysis untuk menganalisis data dan software SPSS 24 untuk mengolah data. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan total sampel 219 perusahaan di sektor industri dasar dan bahan kimia, pertambangan, dan agrikultur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan PROPER Indonesia selama tahun 2013-2018. Berdasarkan hasil uji empiris, penelitian ini menemukan bahwa aksesibilitas modal utang tidak memediasi pengaruh kinerja lingkungan perusahaan terhadap financial distress. Hal ini karena kinerja lingkungan termasuk salah satu indikator yang masih cukup baru di pasar keuangan Indonesia. Dengan demikian, kreditur selaku pemangku kepentingan perusahaan belum mempertimbangkan kinerja lingkungan sebagai jaminan atas performa perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Namun, bertolak belakang dengan hasil tersebut, kinerja lingkungan perusahaan ditemukan berpengaruh terhadap financial distress. Dimana, perusahaan dengan kinerja lingkungan yang baik cenderung memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola sumber dayanya, khususnya sumber daya ekonomi perusahaan. Dengan demikian, hasil penelitian ini telah mengkonfirmasi teori resource based view dan teori trade-off
PENERAPAN PSAK 73 TERHADAP LAPORAN KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN RELEVANSI LAPORAN KEUANGAN
Company required to report its financial statements in a relevant manner, there is provision of PSAK 73 Leases. PSAK 73 Leases determines the recognition, measurement, presentation and disclosure of leases for companies in order to increase the relevance value. A high level of relevance makes the policy taken appropriate company. This research is descriptive research with a quantitative approach. Types of research data are quantitative and qualitative. Research data techniques are documentation and interviews. The research variable is application of PSAK No. 73 concerning leases, financial statements and the relevance of financial statements. The results of this study are that the company records leased assets only with an operating lease model, reflecting only 1 year lease. Implementation of PSAK No. 73 concerning Lease on PT. Anugerah Beton Indonesia made the assets section of the financial position report increase, so that the impact of implementing PSAK 73 made the company's total assets, total liabilities and equity increase. This increase shows the assets and liabilities owned by the company in the coming year, so that the application of PSAK No. 73 on Leases is able to increase the relevance of the financial position report of PT. Indonesian Concrete Award in 2021.Perusahaan dituntut melaporkan laporan keuangannya secara relevan, adanya ketentuan PSAK 73 atas sewa. PSAK 73 atas sewa menentukan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan sewa bagi perusahan demi meningkatkan nilai relevansi. Tingkat relevansi yang tinggi membuat kebijakan diambil akan tepat oleh perusahaan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian adalah dokumentasi dan wawancara. Variabel penelitian adalah penerapan PSAK Nomor 73 tentang sewa, laporan keuangan dan relevansi laporan keuangan. Hasil penelitian ini adalah perusahaan melakukan pencatatan aset sewa hanya mencatat dengan model sewa operasi, hanya mencerminkan 1 tahun sewa. Penerapan PSAK No. 73 tentang sewa pada PT. Anugerah Beton Indonesia menjadikan laporan posisi keuangan bagian aset naik, sehingga dampak penerapan PSAK 73 menjadikan total aset, total liabilitas dan ekuitas perusahaan mengalami kenaikan. Peningkatan tersebut menunjukkan aset dan liabilitas yang dimiliki perusahaan pada tahun mendatang, sehingga penerapan PSAK No. 73 atas sewa mampu meningkatkan relevansi laporan posisi keuangan PT.Anugerah Beton Indonesia tahun 2021
PELATIHAN PEMBUATAN CAIRAN PEMBERSIH METHYL ETHYL SULFONATE – ECO ENZYME DI KAMPOENG KULINER MAKASSAR
Kebutuhan sabun dan deterjen meningkat sejak Pandemi COVID-19 seiring dengan peningkatan pola hidup bersih dan sehat. Hal ini juga dialami oleh UMKM Kampoeng Kuliner Makassar (KKM) yang menggunakan berbagai produk berbeda untuk membersihkan lantai, dinding, dan peralatan di area dapur dan kamar mandi, sehingga mengakibatkan tingginya biaya produk pembersih dan banyaknya kemasan plastik dari berbagai produk. Oleh karena itu, cairan pembersih serbaguna yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan sangat dibutuhkan oleh KKM. Kombinasi Methyl Ethyl Sulfonate (MES) dan Eco Enzyme (EE) memiliki banyak keunggulan karena keduanya ramah lingkungan. MES merupakan surfaktan alami yang berasal dari limbah produksi minyak kelapa/sawit, sedangkan eco enzyme berasal dari proses fermentasi limbah kulit buah yang banyak dihasilkan di KKM. Pelatihan dilakukan dalam bentuk ceramah disertai diskusi interaktif dan praktek pembuatan cairan pembersih secara mandiri. MES-EE yang dihasilkan memiliki profil kualitas yang disukai oleh mitra KKM, terutama daya pembersih yang tinggi, mudah dibilas, dan tidak mengiritasi kulit. Penggunaan MES-EE sebagai cairan pembersih serbaguna dapat mengurangi pengeluaran bahan kimia pembersih hingga 50% di KKM.