E-Journal STIESIA Surabaya (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia)
Not a member yet
918 research outputs found
Sort by
THE ANTECEDENT OF SATISFACTION AND ITS IMPACT ON LOYALTY IN IN-PATIENT CARE (STUDY AT XYZ HOSPITAL CIREBON)
Patient loyalty is an essential factor contributing to increased in-patient hospital visits. This study aims to understand the importance of patient loyalty in the context of increasing patient visits. This study examines the impact of service quality variables, hospital brand image, patient-perceived value, and patient satisfaction on patient loyalty. This study was conducted in Cirebon City, Indonesia, with 160 eligible samples from state-owned XYZ hospitals. The sample criteria were patients with hospitalization status. Then, this study developed eight hypotheses to examine the statistical connection between direct, intervening, and multiple-effect models. Problem-solving and research emphasis are conducted utilising a numerical technique with a PLS-SEM-based testing tool. The bootstrapping technique is employed alongside the consistent bootstrapping procedure to showcase the findings of hypothesis testing; we discover that the overall hypothesis has a favourable and noteworthy impact. In testing the importance-performance map analysis (IPMA), it was concluded that the patient's perceived value needs to be improved. In contrast, service quality must be maintained to achieve high patient loyalty.Loyalitas pasien merupakan faktor penting yang berkontribusi pada peningkatan kunjungan pasien rawat inap ke rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya loyalitas pasien dalam konteks peningkatan kunjungan pasien. Penelitian ini menguji dampak variabel kualitas layanan, citra merek rumah sakit, nilai yang dirasakan pasien, dan kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien. Penelitian ini dilakukan di Kota Cirebon, Indonesia, dengan sampel sebanyak 160 pasien yang memenuhi kriteria dari rumah sakit XYZ milik perusahaan negara. Kriteria sampelnya adalah pasien dengan status rawat inap. Penelitian ini kemudian mengembangkan 8 hipotesis untuk menguji hubungan statistik antara model langsung, intervening, dan multiple-effect. Pendekatan metode kuantitatif digunakan dalam fokus pemecahan masalah dan penelitian dengan alat uji berbasis PLS-SEM. Metode bootstrapping digunakan dengan langkah bootstrapping konstan untuk menunjukkan hasil pengujian hipotesis; kami menemukan bahwa hipotesis secara keseluruhan memiliki pengaruh positif dan signifikan. Dalam pengujian analisis importance-performance map analysis (IPMA), penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai yang dirasakan pasien (Perceived Value) perlu ditingkatkan, sementara kualitas layanan perlu dipertahankan untuk mencapai loyalitas pasien yang tinggi
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL DAN PROFITABILITAS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN FINANCIAL DISTRESS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
The purpose of this study is to analyze the effect of intellectual capital and profitability on company value with financial distress as an intervening variable in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2017-2021 period. The research method used is quantitative with the type of data secondary data. Data collection techniques use purposive sampling techniques. The model used in this study is panel data regression analysis using Eviews 12 as an analysis tool. The results of hypothesis testing in this study show that: (1) intellectual capital has no effect on company value, This indicates that intellectual capital has not been used as a decision-making tool, (2) profitability has a positive effect on company value, This shows that if the higher the profitability, the higher the value of the company, (3) intellectual capital does not affect the value of the company through Financial distress This shows that the disclosure of intellectual capital cannot affect financial distress which ultimately has an impact on the value of the company, (4) profitability affects the value of the company through financial distress.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh intellectual capital dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan dengan financial distress sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis datanya data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Adapun model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi data panel dengan menggunakan Eviews 12 sebagai alat analisis. Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) intellectual capital tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, Hal ini mengindikasikan bahwa intellectual capital belum dijadikan sebagai alat pengambilan keputusan (2) profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, Hal ini menunjukkan bahwa apabila semakin tinggi profitabilitas maka akan semakin tinggi juga nilai perusahaan tersebut (3) intellectual capital tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan melalui financial distress. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya pengungkapan intellectual capital tidak dapat mempengaruhi financial distress yang pada akhirnya berdampak pada nilai perusahaan.(4) profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan melalui financial distress
OPTIMALISASI PROGAM JOGED DALAM MENGENALKAN PRODUK UMKM DI KABUPATEN JEMBER
Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat penting bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Jember. UMKM di Jember menghadapi tantangan seperti akses pasar dan kebutuhan promosi yang efektif, sehingga memerlukan dukungan substantif untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program JOGED (Jember Obral Gede) selama ramadhan, salah satu momen belanja terbesar, untuk mendukung UMKM. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas pogram JOGED dalam meningkatkan penjualan produk UMKM selama ramadhan 2024 dengan menggunakan metodologi kualitatif melalui wawancara mendalam dengan pendamping UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun JOGED berhasil menarik minat masyarakat melalui kegiatan pra-event dan promosi kreatif, terdapat tantangan dalam manajemen harga dan diskon yang perlu diperbaiki. Penelitian ini menyarankan pengembangan strategi promosi yang lebih efektif dan peningkatan dukungan lintas sektoral untuk memperbaiki program promosi UMKM di masa depan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa strategi promosi yang ditingkatkan dan upaya kolaboratif dapat secara signifikan meningkatkan visibilitas dan penjualan UMKM, yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan dan praktik masa depan dalam mendukung pertumbuhan UMKM di konteks serupa
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, MOTIVASI KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT CANTIKA ANGGUN KARYA
Perusahaan tidak hanya menginginkan sumber daya manusia yang kompeten dan terampil, tetapi juga mengharapkan karyawan yang bekerja dengan penuh semangat dan memiliki motivasi untuk mencapai kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan PT Cantika Anggun Karya. Gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja adalah tiga hal yang sudah saling berkaitan dan memiliki pengaruh dalam kinerja karyawan. Oleh karena itu, penting adanya peningkatan dalam gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan PT Cantika Anggun Karya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Cantika Anggun Karya. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS 28. Jumlah responden 50 karyawan PT Cantika Anggun Karya dijadikan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh gaya kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi kerja memiliki pengaruh positf dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
IMPROVING PURCHASING DECISIONS THROUGH PERCEIVED FOOD QUALITY: AN SERVICE DOMINANT LOGIC (SDL) APPROACH
This study aimed to investigate the impact of visual and verbal packaging on purchasing choices by assessing the perceived quality of food. One hundred seventy-five respondents were surveyed, specifically consumers who purchase MSME food goods in Banyumas Regency, including food, beverages, crafts, and other packaged items. This study employs AMOS structural equation modelling to examine the proposed research model. The findings indicate that visual and verbal packaging benefits the perceived quality of food and influences consumers' purchasing choices. The variable of perceived food quality has a beneficial influence on purchase decisions and can operate as a mediator between visual and verbal packaging regarding buying decisions. The model is grounded in the Service's Dominant logic and the consumption value theory. According to this theory, consumer behaviour is influenced by cognitive and hedonic evaluations that stem from consumption experiences. These experiences highlight the active involvement of consumers in creating value during their interactions with products, including visual packaging, verbal packaging, and perceived food quality.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kemasan visual dan kemasan verbal terhadap keputusan pembelian melalui kualitas makanan yang dirasakan. Jumlah responden sebanyak 175 responden yaitu konsumen yang membeli produk makanan UMKM di Kabupaten Banyumas seperti makanan, minuman, kerajinan, dan produk lain yang memiliki kemasan. Studi ini menggunakan pemodelan persamaan struktural AMOS untuk menguji model penelitian yang diusulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemasan visual dan kemasan verbal berpengaruh positif terhadap kualitas makanan yang dirasakan dan keputusan pembelian. Variabel kualitas makanan yang dirasakan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian dan mampu memediasi hubungan antara kemasan visual dan kemasan verbal terhadap keputusan pembelian. Model di dasarkan pada logika Sevice Dominan dengan teori nilai konsumsi yang menyatakan bahwa perilaku konsumen merupakan fungsi dari berbagai evaluasi kognitif dan hedonis yang muncul dari pengalaman konsumsi yang menekankan betapa konsumen berperan aktif dalam menciptakan nilai selama interaksi mereka dengan produk, termasuk kualitas makanan yang dirasakan, kemasan visual, dan kemasan verbal.
CAPITAL ASSET PRICING MODEL VERSUS ARBITRAGE PRICING THEORY MODEL: WHICH IS MORE ACCURATE FOR INVESTMENT?
The food and beverage industry has become a focal point for investors, both domestically and internationally because it has the opportunity to provide greater returns. Mitigating investment risks with a thorough risk and return analysis is imperative, employing models like the Capital Asset Pricing Model (CAPM) and the Arbitrage Pricing Theory (APT). This study aims to assess the predictive accuracy of the CAPM and APT models concerning stock returns within the food and beverage sector. The research method utilizes quantitative data from secondary sources and a descriptive research approach; the study focused on 26 samples out of 89 food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from March 2020 to May 2023. The results indicate that the CAPM model outperforms the APT model, with market return variables emerging as the most reliable predictor for analyzing stock returns. Research discussion: 16 companies exhibited positive actual returns, while 11 experienced negative returns. This research is unique because it pioneered the assessment of accuracy between the CAPM and APT models, particularly within the context of food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX)Industri makanan dan minuman menjadi priorotas para investor, baik domestik maupun internasional. Untuk memitigasi risiko investasi, analisis risiko dan pengembalian yang menyeluruh sangat penting, dengan menggunakan model seperti Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Arbitrage Pricing Theory (APT). Penelitian ini bertujuan untuk menilai keakuratan prediksi model CAPM dan APT mengenai return saham sektor makanan dan minuman. Metode penelitian menggunakan data kuantitatif dari sumber sekunder dan pendekatan penelitian deskriptif, penelitian difokuskan pada 26 sampel dari 89 populasi perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan Maretl 2020 hingga Mei 2023. Hasilnya menunjukkan bahwa model CAPM mengungguli model APT, dengan variabel return pasar muncul sebagai prediktor paling andal untuk menganalisis return saham. Pembahasan penelitian, 16 perusahaan menunjukkan return aktual positif, sedangkan 11 perusahaan menunjukkan return negatif. Penelitian ini unik karena memelopori penilaian akurasi antara model CAPM dan APT, khususnya dalam konteks perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, KINERJA KEUANGAN, OPINI AUDIT DAN ROTASI AUDITOR TERHADAP AUDIT DELAY
The aim of this research is to determine and analyze the influence of company size, financial performance as measured by profitability ratios and solvency ratios, audit opinions and auditor rotation on audit delay. The population used in this research is various industrial subsector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) in 2018-2022. This type of research is quantitative research with secondary data. Determining the data sample in this research uses a purposive sampling technique, namely by determining predetermined criteria. The sample of companies used in this research was 45 people and the method used was a panel data regression model with analysis tools using Eviews version 12. The results of research on companies in various subsectors of industry show that the variables of company size, profitability, solvency, audit opinion and audit rotation are consistent. simultaneously has a significant effect on audit delay and partially the variables of company size, profitability and solvency have a negative effect on audit delay, while the audit opinion and audit rotation variables have no effect on audit delay.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, kinerja keuangan yang diukur dengan rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas, opini audit dan rotasi auditor terhadap audit delay. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sub sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018-2022. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan data sekunder. Penentuan sampel data pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan penetapan kriteria yang telah ditentukan. Terdapat 45 sampel perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini serta metode yang digunakan adalah model regresi data panel dengan alat analisis menggunakan Eviews versi 12. Hasil penelitian pada perusahaan sub sektor aneka industri menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, opini audit dan rotasi audit secara simultan berpengaruh siginifikan terhadap audit delay dan secara parsial variabel ukuran perusahaan, profitablitas dan solvabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay sedangkan variabel opini audit dan rotasi audit tidak berpengaruh terhadap audit delay
PENGARUH TAX EXPENSES, TAX HAVEN UTILIZATION, FOREIGN OWNERSHIP DAN INTANGIBLE ASSETS TERHADAP TRANSFER PRICING
This research aims to examine the influence of tax expenses, tax haven utilization, foreign ownership and intangible assets on transfer pricing. The population in this study are energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2022 period. The sampling method uses a purposive sampling method, with several predetermined criteria, there are 7 companies with observations for 5 years in quarterly reports, so the total sample is 140 data. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis technique with eviews 12 program. The results of the regression test in this research prove that in particular, tax haven utilization and intangible assets have a negative effect on transfer pricing, while tax expenses and foreign ownership have no effect on transfer pricing. Tax burden is no longer a determining factor in a company's transfer pricing transactions, because there is a regulation from the government that requires the use of fair market value in transactions with affiliated parties/parties with special relationships. The amount of tax burden paid by the company cannot guarantee the company to transfer pricing, or it can also be caused by the stricter supervision of tax officers against the company.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tax expenses, tax haven utilization, foreign ownership dan intangible assets terhadap transfer pricing. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2018-2022. Metode penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan maka terdapat 7 perusahaan dengan pengamatan selama 5 tahun pada laporan kuartal, sehingga jumlah sampelnya sebanyak 140 data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linear berganda dengan program eviews 12. Hasil dari uji regresi pada penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial tax haven utilization dan intangible assets berpengaruh negatif terhadap transfer pricing, sedangkan tax expenses dan foreign ownership tidak bepengaruh terhadap transfer pricing. Beban pajak tidak lagi menjadi faktor penentu dalam transaksi transfer pricing perusahaan, karena adanya peraturan dari pemerintah yang mewajibkan penggunaan nilai pasar wajar dalam transaksi dengan pihak terafiliasi/pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Besar kecilnya beban pajak yang dibayarkan perusahaan tidak dapat menjamin perusahaan melakukan transfer pricing, atau bisa juga disebabkan oleh semakin ketatnya penjagaan petugas pajak terhadap perusahaan
EDUKASI PENYAKIT STROKE DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEGERA KE RUMAH SAKIT
Penanggulangan peningkatan penyakit tidak menular (PTM) dapat berdampak terhadap peningkatan beban warga dan pemerintah, karena memerlukan waktu yang lama dan anggaran serta teknologi dengan biaya yang tinggi. Dalam pencegahan penyakit tidak menular termasuk stroke, pemerintah fokus pada upaya promotive dan preventif dengan tidak meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitative. Di Indonesia upaya pencegahan stroke memerlukan pengelolaan yang baik dengan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat desa. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai penanganan stroke dan deteksi dini dari serangan penyakit stroke kepada masyarakat RT.42 RW.11 di Kelurahan Demang Palembang. Berdasarkan hasil pegkajian penyuluhan dan deteksi dini penyakit sroke pada masyarakat RT.41 RW.11 di Kelurahan Demang Palembang berlangsung dengan baik dan lancar dan didapati beberapa warga terdeteksi mengalami hipertensi, dimana seperti yang diketahui bahwa hipertensi merupakan faktor pencetus nomor 1 seseorang mengalami serangan stroke. Akan tetapi masih terdapat beberapa kelemahan seperti belum tersosialisasikan secara merata untuk semua daerah di Kelurahan Demang sehingga perlu diperluas lagi proses sosialisasi melalui pendampingan untuk penanganan dan deteksi dini penyakit stroke
PEMBENTUKAN EKOSISTEM USAHA MIKRO KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT GUYUB RUKUN MALANG
Pembentukan ekosistem usaha mikro sangat dibutuhkan dalam mendukung aktivitas bisnis usaha rumah tangga berskala mikro. Hal ini disebabkan karena dalam perjalanan bisnisnya, banyak para pemilik usaha skala mikro yang dihadapan dengan berbagai situasi yang tidak menentu, penuh resiko, dan ketidakpastian yang tinggi. Oleh karena itu, para pemilik usaha mudah putus asa, khawatir, dan galau, sehingga mereka sangat membutuhkan support system atau ekosistem yang bisa mendukung perjalanan bisnis mereka. Tujuan pembentukan ekosistem ini adalah membuat wadah dimana para pemilik usaha dan para pelaku bisnis bisa membagikan kesulitan-kesulitan mereka dan menemukan jawaban terhadap kondisi bisnis yang sedang dihadapi. Para pelaku bisnis bisa meningkatkan kemampuan manajerial dan keterampilan bisnis melalui pertemuan-pertemuan rutin bertema yang dirancang oleh pembina kelompok swadaya masyarakat guyub rukun. Harapan yang akan dicapai lainnya adalah bertambahnya jumlah para pemilik usaha mikro yang mampu mandiri dan naik kelasnya usaha mikro ke skala usaha kecil. Dengan adanya manfaat dari ekosistem bisnis ini, anggota dari kelompok swadaya masyarakat guyup rukun yang bernaung di bawah PPA Sikhar Malang bisa bertambah jumlahnya juga