e-Jurnal STIE AMKOP Makassar (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)
Not a member yet
4094 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan UMKM Melalui Inovasi Digital Marketing Berbasis Kearifan Lokal
UMKM merupakan pilar vital perekonomian Indonesia dengan kontribusi besar terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Namun, di era Revolusi Industri 4.0, sektor ini menghadapi tantangan kompleks, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan kapasitas manajerial. Di sisi lain, meningkatnya preferensi konsumen terhadap nilai-nilai budaya lokal membuka peluang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoretik-konseptual implementasi inovasi digital marketing yang berpadu dengan kearifan lokal sebagai strategi pemberdayaan UMKM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratori melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil kajian mengidentifikasi berbagai tantangan dan menawarkan solusi strategi implementasi bertingkat—mulai dari level korporat, bisnis, hingga fungsional—serta pemanfaatan beragam platform digital seperti website, media sosial, dan e-commerce. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi antara digital marketing dan kearifan lokal dapat menciptakan diferensiasi produk, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, dan pada akhirnya menjamin keberlanjutan usaha UMKM dalam jangka panjang, dengan dukungan kebijakan yang koheren dari seluruh pemangku kepentingan
Implementasi Green Servant Leadership Terhadap Perilaku Pro-Lingkungan Karyawan di Sektor Perhotelan
Jumlah kunjungan wisatawan ke Bali meningkat signifikan pasca pandemi hingga mencapai 6,33 juta wisatawan mancanegara pada akhir tahun 2024 menandai kebangkitan sektor pariwisata Bali sekaligus menimbulkan tantangan bagi sektor perhotelan terkait peningkatan konsumsi sumber daya dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Green Servant Leadership di sektor perhotelan, dengan fokus pada peran kepemimpinan berbasis pelayanan dalam mendorong perilaku pro-lingkungan karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data primer melalui observasi langsung dan kuesioner skala Likert terhadap karyawan hotel daerah Sanur,Bali. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dan statistik deskriptif, dengan uji validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan uji korelasi dan Cronbach’s Alpha. Implementasi Green Servant Leadership di sektor perhotelan menunjukkan kategori “Sangat Baik” dengan skor rata-rata sebesar 4,44. Hal ini mengindikasikan bahwa prinsip-prinsip kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan keberlanjutan lingkungan telah diintegrasikan dengan efektif dalam praktik manajerial di industri perhotelan.
Kata Kunci: Green Servant Leadership; Perilaku Pro-Lingkungan; Sektor Perhotela
Analisis Pengaruh Over-claim Marketing terhadap Kepercayaan Konsumen pada Produk Kosmetik Pinkflash di Kota Pasuruan
Pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia mendorong perusahaan untuk menggunakan strategi pemasaran yang lebih agresif, salah satunya adalah over-claim marketing. Strategi ini bisa memengaruhi kepercayaan konsumen, terutama untuk produk kosmetik yang berkaitan langsung dengan kesehatan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh over-claim marketing terhadap kepercayaan konsumen terhadap produk kosmetik Pinkflash di daerah Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner tertutup berskala Likert yang diberikan secara online kepada 47 responden perempuan berusia 17 sampai 25 tahun yang pernah menggunakan produk Pinkflash. Teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, serta analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua instrumen dalam penelitian valid dan reliabel. Dari analisis regresi didapatkan persamaan Y = 5,103 + 0,791X dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, yang menunjukkan bahwa over-claim marketing mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,324 berarti bahwa over-claim marketing mampu menjelaskan 32,4% variasi kepercayaan konsumen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara strategi promosi dan transparansi informasi agar kepercayaan konsumen tetap terjaga dalam jangka panjang
Penerapan Digitalisasi dalam Proses Pemasaran dan Penjualan Properti pada PT. Chandratama Agung Properti
Transformasi digital telah menjadi sebuah keniscayaan dan kebutuhan mendesak dalam dunia bisnis dewasa ini, termasuk dalam industri properti. PT. Chandratama Agung Properti sebagai salah satu pengembang di Indonesia mulaimenerapkanstrategidigitalmarketinguntukmenjangkaupasaryanglebihluas,memperkuat citra merek, dan meningkatkan efektivitas penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penerapan digitalisasi mempengaruhi proses pemasaran dan penjualan properti, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi perusahaan dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara,observasi,dandokumentasi.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwapenggunaanmedia sosial seperti Instagram dan Facebook secara signifikan meningkatkan interaksi dengan calon pembeli,memperluasjangkauanpasar,danberkontribusiterhadapkenaikanvolumepenjualandari50 unit menjadi 120 unit. Selain itu, penggunaan sistem CRM terbukti mempercepat respons perusahaan terhadap permintaan konsumen dan meningkatkan efisiensi proses administrasi. Meskipun digitalisasi memberikan dampak positif, perusahaan masih menghadapi kendala berupa keterbatasankompetensidigitalpadasumberdayamanusiasertainkonsistensidalampengelolaan kontendigital.Penelitianinimerekomendasikanperlunyapelatihanberkelanjutandanperencanaan konten yang strategis agar keunggulan kompetitif perusahaan dapat terus dipertahankan.Kata Kunci: CRM, Digitalisasi,MediaSosial, PemasaranProperti, Penjuala
Pengaruh Brand Love, Experiential Marketing Dan Word Of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Pecel Lele Mama Suka Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brand Love, Experiential Marketing, dan Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian pada Pecel Lele Mama Suka Medan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan data primer dari penyebaran kuesioner dan data sekunder dari literatur yang relevan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen Pecel Lele Mama Suka Medan dengan jumlah yang tidak diketahui secara pasti. Oleh karena itu, jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow, dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling sebanyak 96 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa Brand Love, Experiential Marketing, dan Word of Mouth berpengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Kata Kunci: Brand Love, Experiential Marketing, Word of Mouth, Keputusan Pembelia
Sustainable Branding: How Green Marketing Influences Consumer Purchase Intentions
This study presents a systematic literature review (SLR) aimed at synthesizing the current body of knowledge on how green marketing strategies influence consumer purchase intentions within the framework of sustainable branding. Based on an in-depth analysis of 52 peer-reviewed articles published between 2013 and 2023, the review identifies five core green marketing dimensions—eco-labeling, green advertising, sustainable product innovation, environmental brand image, and corporate environmental practices—as key drivers of consumer behavior. These strategies exert their influence through several mediating and moderating psychological constructs, including green trust, perceived value, environmental concern, brand credibility, and emotional engagement. The findings further reveal contextual variations across cultures, industries, and geographical settings that shape the effectiveness of green marketing interventions. While the theoretical foundations are supported by established models such as the Theory of Planned Behavior and signaling theory, the literature still lacks methodological diversity, particularly in terms of longitudinal and experimental research. This study contributes to theory development by offering an integrated conceptual framework and provides practical insights for marketers seeking to align sustainability initiatives with consumer values to enhance brand loyalty and environmentally responsible purchasing behavior. Keywords: Green Marketing; Sustainable Branding; Consumer Purchase Intention; Environmental Concern; Green Trus
Pelayanan Publik sebagai Kunci Penanganan Stunting di Indonesia
Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius di Indonesia. Bukan hanya karena tingginya angka kasus yang mencapai 21,6% pada tahun 2022 tetapi juga karena dampak jangka panjangnya terhadap kualitas hidup anak-anak Indonesia di masa depan. Stunting tidak hanya membuat anak lebih pendek dari seharusnya, tapi juga bisa menghambat perkembangan otak, menurunkan kemampuan belajar, hingga mengurangi produktivitas saat dewasa nanti. Dalam konteks ini, pelayanan publik memegang peran penting. Melalui kajian literatur ini, penulis mencoba melihat lebih dalam bagaimana pelayanan public dari layanan kesehatan dasar, edukasi gizi, hingga sanitasi berkontribusi dalam upaya penanggulangan stunting. Hasilnya menunjukkan bahwa tantangan di lapangan masih besar, mulai dari keterbatasan sumber daya, kurangnya edukasi yang merata, hingga koordinasi antar lembaga yang belum optimal. Namun, banyak juga peluang yang bisa dimaksimalkan, seperti penguatan SDM lokal, digitalisasi layanan, dan pelibatan aktif masyarakat. Belajar dari negara lain seperti Bolivia, Korea Utara, dan Swedia, Indonesia bisa mengadaptasi berbagai strategi sukses mereka dengan pendekatan yang sesuai konteks lokal. Pada akhirnya, pelayanan publik yang kuat, inklusif, dan responsif menjadi kunci untuk menurunkan angka stunting dan memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan penuh potensi
Analisis Kinerja Finansial: Studi Komparatif Perusahaan Farmasi Swasta Dan Negara Yang Terdaftar Di Bei
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan antara Perusahaan Farmasi Pemerintah dan Perusahaan Farmasi Swasta yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2020 hingga 2025. Enam rasio keuangan utama digunakan sebagai indikator kinerja, termasuk Gross Profit Margin (GPM), Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Earnings Per Share (EPS). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan metode uji-t independen untuk menguji hipotesis bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan kedua jenis perusahaan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan farmasi milik swasta mengungguli sebagian besar rasio keuangan, termasuk GPM, OPM, ROA, dan EPS, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik. Sementara itu, perusahaan farmasi milik pemerintah mencatat ROE yang lebih tinggi pada tahun-tahun tertentu, meskipun tren ini tidak konsisten. Untuk rasio NPM, meskipun perusahaan swasta memiliki rata-rata yang lebih tinggi, perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kinerja keuangan perusahaan farmasi milik pemerintah dan milik swasta.Kata Kunci :Profitabilitas, Perusahaan Farmasi, Perbandingan Kinerja keuangan
Transformasi Digital Sebagai Urgensi Strategis untuk Meningkatkan Kinerja UMKM di Indonesia: Peran Kapabilitas Teknologi dan Orientasi Kewirausahaan
Transformasi digital telah menjadi faktor krusial dalam menentukan keberlanjutan dan kinerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital terhadap kinerja UMKM, dengan fokus pada peran kapabilitas teknologi dan orientasi kewirausahaan. Kajian konseptual dan tinjauan kasus terkini menunjukkan bahwa UMKM yang mampu mengadopsi digitalisasi secara menyeluruh mengalami peningkatan efisiensi operasional, perluasan akses pasar, serta ketahanan usaha yang lebih tinggi dibandingkan UMKM yang masih mengandalkan metode konvensional. Kapabilitas teknologi memungkinkan pelaku usaha memanfaatkan platform e-commerce, media sosial, sistem pembayaran digital, dan aplikasi manajemen bisnis secara optimal, sedangkan orientasi kewirausahaan yang inovatif dan proaktif memperkuat kemampuan adaptasi dan pemanfaatan teknologi digital. Fenomena pascapandemi COVID-19 mempertegas urgensi digitalisasi, karena UMKM yang siap secara digital mampu bertahan dan bahkan berkembang, sedangkan yang konvensional mengalami penurunan signifikan. Artikel ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan dalam digitalisasi UMKM, termasuk keterbatasan literasi digital, modal, dan dukungan infrastruktur, serta menegaskan perlunya dukungan ekosistem yang memadai. Temuan ini memiliki implikasi teoretis dan praktis, antara lain memperkuat literatur tentang hubungan antara kapabilitas teknologi, orientasi kewirausahaan, dan kinerja UMKM, sekaligus memberikan panduan bagi pelaku UMKM, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat digitalisasi yang efektif dan berkelanjutan
Pengaruh Kualitas SDM, Daya Saing, dan Transformasi Digital Pada Ketahanan UMKM
Pertumbuhan UMKM di Jawa Tengah dan DIY beberapa tahun belakang semakin meningkat tajam hal ini dipengaruhi sektor pariwisata. Persaingan yang sangat ketat mengharuskan UMKM untuk dapat beradaptasi dan mengikuti perkembangan jaman agar usahanya dapat bertahan dan semakin berkembang. Akan tetapi masih banyak UMKM yang cenderung usahanya tidak mengalami pertumbuhan yang baik bahkan cenderung terancam tutup karena tidak dapat bertahan dipersaingan pasar. Ketahanan UMKM itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor Beberapa yaitu Kualitas SDM, Daya Saing dan Transformasi Digital. Kualitas SDM dalam menjalankan usaha dianggap sangat penting dalam ketahanan UMKM. Selain Kualitas SDM, Daya saing juga sangat penting dalam usaha dimana kita harus memproduksi produk yang dapat bersaing dipasar. Faktor terakhir yang sangat penting dalam ketahanan UMKM adalah transformasi digital, diera digital ini pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal. Alat yang digunakan untuk mengolah data adalah PLS 3.0, dan dari olah data yang dilakukan disimpulkan bahwa Kualitas SDM, Daya Saing serta Transformasi Digital berpengaruh positif terhadap Ketahanan Usaha UMKM di Jawa Tengah dan DIY