e-Jurnal STIE AMKOP Makassar (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)
Not a member yet
    4094 research outputs found

    Literature Review: Manajemen Strategi Dalam Meningkatkan Pelayanan Kepegawaian Pemerintahan

    No full text
    Manajemen strategis memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan pelayanan kepegawaian pemerintahan. Dalam konteks ini, manajemen strategis membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang efektif dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM), dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen strategis dalam meningkatkan pelayanan kepegawaian pemerintahan, dengan mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi, serta mengkaji peran inovasi dan transformasi digital dalam memodernisasi sistem pelayanan kepegawaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen strategis yang tepat dapat membantu mengatasi berbagai tantangan birokrasi, keterbatasan sumber daya, dan ekspektasi masyarakat. Selain itu, inovasi digital seperti penggunaan sistem informasi berbasis cloud dan platform e-government memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan kepegawaian. Transformasi digital ini juga berperan dalam pengembangan kompetensi pegawai melalui pelatihan online yang fleksibel dan berbasis data. Kesimpulannya, penerapan manajemen strategis yang didukung oleh inovasi digital merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepegawaian di pemerintahan, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.Kata kunci : Manajemen Strategi, Pelayanan, Pemerintaha

    Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Berdasarkan Kualitas Produk Kopi Lawe Di Kota Surakarta

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh preferensi konsumen dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian kopi Lawe di Kota Surakarta. Dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode survei melalui kuesioner, penelitian ini melibatkan sebanyak 84 responden yang merupakan konsumen produk kopi Lawe. Variabel yang diteliti meliputi preferensi konsumen, kualitas produk, dan keputusan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen dipengaruhi oleh faktor rasa, aroma, harga, dan citra merek, sementara kualitas produk dinilai berdasarkan aspek rasa, aroma, kemasan, harga, dan citra merek. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square mengindikasikan bahwa baik preferensi maupun kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi pelaku bisnis kopi untuk meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan strategi pemasaran guna memenuhi preferensi konsumen dan meningkatkan penjualan

    Pengaruh Kegiatan Corporate Social Responsibility ( CSR ) Dan Branding Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Produk Ayam Nelongso Di Kecamatan Purwosari

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak Corporate Social Responsibility (CSR) dan Branding terhadap Loyalitas Pelanggan pada produk Ayam Nelongso di Kecamatan Purwosari. Loyalitas pelanggan menjadi sangat penting dalam situasi persaingan bisnis yang ketat, dan bagaimana konsumen memandang tanggung jawab sosial perusahaan serta kekuatan merek memiliki pengaruh yang besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei, yang melibatkan 100 pelanggan Ayam Nelongso sebagai responden. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS, setelah melalui uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) memberikan dampak positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. 0,018 t-tabel 1,984). Begitu juga, Branding turut memberikan dampak positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. 0,001 t-tabel 1,984). Selain itu, baik CSR maupun Branding secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Sig. F 0,001 F-tabel 3,09). Kontribusi gabungan dari kedua variabel ini terhadap loyalitas pelanggan mencapai 36% (R-squared = 0,360). Temuan ini menunjukkan bahwa komitmen sosial dan identitas merek yang kuat merupakan strategi penting bagi Ayam Nelongso dalam membangun dan menjaga loyalitas pelanggan. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Branding, Loyalitas Pelanggan, Ayam Nelongs

    Tantangan Implementasi Simrs Dari Perspektif Tenaga Kesehatan: Studi Kualitatif Di Rumah Sakit Daerah

    No full text
    Digitalisasi sistem informasi kesehatan telah menjadi bagian penting dalam reformasi sistem pelayanan kesehatan di banyak negara, termasuk Indonesia. Salah satu bentuk konkret dari transformasi ini adalah penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh proses administrasi, manajemen, dan pelayanan klinis secara elektronik. Implementasi SIMRS dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi, kualitas pelayanan, serta akuntabilitas pengelolaan data rumah sakit (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Akan tetapi fakta yang terjadi Rumah sakit daerah menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan rumah sakit pusat atau swasta. Hal ini berkaitan dengan minimnya alokasi anggaran untuk infrastruktur teknologi informasi, kurangnya tenaga IT yang andal, serta ketimpangan akses jaringan internet yang stabil (Putri & Harjo, 2022). Berbagai kendala tersebut tidak hanya menghambat efektivitas pelaksanaan SIMRS, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas layanan kepada pasien apabila sistem tidak berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam perspektif tenaga kesehatan terhadap tantangan implementasi SIMRS di rumah sakit daerah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis pengalaman, persepsi, serta hambatan yang dirasakan oleh pegawai rumah sakit dalam penggunaan SIMRS sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif. Adapun objek dalam penelitian ini ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dengan subjek penelitiannya pegawai rumah sakit yang memiliki peran dan keterlibatan langsung dalam proses pengaplikasian sistem SIMRS, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyumpulkan bahwa terdapat tantangan utama dalam implementasi SIMRS di RSUD rumah sakit daerah diantaranya kompetensi pengguna, dukungan infrastruktur, dan kesiapan organisasi. Banyak tenaga kesehatan belum siap secara teknis maupun mental karena minimnya pelatihan, beban kerja tambahan, serta sistem yang belum sesuai kebutuhan unit kerja (Wibowo et al., 2022). Keterbatasan perangkat, koneksi internet yang tidak stabil, serta ketergantungan pada teknisi memperparah situasi. Masalah keamanan data juga menjadi perhatian karena SIMRS menyimpan informasi medis yang sensitif (Setiawan & Nugroho, 2021). Gangguan sistem yang memaksa kerja manual turut menurunkan efisiensi dan meningkatkan risiko kesalahan. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan praktis yang berkelanjutan, modernisasi infrastruktur, sistem yang lebih ramah pengguna, serta pelibatan tenaga kesehatan dalam evaluasi agar SIMRS dapat diterapkan secara optimal dan kontekstual (Rahmawati et al., 2023). Kata kunci : Implementasi, SIMRS, Tenaga Kesehata

    Dari Ibadah Ke Branding: Pemanfaatan Simbol Agama Dalam Strategi Pemasaran

    No full text
    Dalam konteks pemasaran kontemporer, simbol agama semakin banyak digunakan sebagai elemen strategis dalam strategi branding. Simbol-simbol seperti label halal, kaligrafi Arab, atau narasi spiritual tidak lagi sekadar penanda nilai religius, tetapi menjadi instrumen yang memengaruhi persepsi, identitas, dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbol agama diintegrasikan ke dalam strategi branding, serta bagaimana penggunaannya berdampak terhadap pembentukan brand trust dan brand value. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi literatur, artikel ini mengkaji sejumlah publikasi ilmiah terkait branding, perilaku konsumen, dan simbol agama. Analisis dilakukan melalui teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola representasi simbol agama serta peran strategisnya dalam membentuk persepsi nilai dan kepercayaan terhadap merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama memperkuat empat elemen utama dalam strategi merek: brand awareness, perceived quality, brand association, dan brand loyalty. Selain itu, pemaknaan simbol oleh konsumen bersifat dinamis dan dapat berubah tergantung konteks sosial dan keautentikan penyampaiannya. Simbol agama yang digunakan secara etis dapat membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen. sebaliknya, penggunaan simbol yang manipulatif berisiko menimbulkan resistensi pasar. Penelitian ini menegaskan bahwa simbol agama bukan hanya elemen estetika, tetapi bagian dari strategi branding bernuansa nilai dan spiritualitas. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual pada pengembangan teori branding berbasis nilai, serta menawarkan panduan praktis bagi pelaku industri untuk merancang strategi branding yang etis dan responsif terhadap keyakinan konsumen. Kata Kunci: branding, simbol agama, brand trust, brand valu

    Peran Modal Sosial dalam Pengembangan Usaha Sangkar Burung (Studi Kasus Desa Ngampon Mojosongo)

    No full text
    Usaha Mikro Kecil Menengah saat ini menjadi penggerak perkembangan ekonomi negara guna mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan devisa negara. UMKM mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat global, salah satunya adalah UMKM kerajinan bambu sangkar burung di Desa Ngampon. Perkembangan usaha ini mengalami fluktuasi sehingga membutuhkan beragam modal agar dapat terus bertahan dan berkembang. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan teknik purposive sampling pada pengambilan data dengan kriteria informan berupa pihak-pihak yang berkaitan dengan usaha sangkat burung, seperti pengrajin dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial mampu meningkatkan perkembangan usaha sangkar burung di Desa Ngampon. Modal sosial yang dioptimalkan oleh pelaku usaha adalah modal sosial berupa jaringan, kepercayaan, dan norma. Jaringan sosial membantu pelaku usaha untuk dapat memperluas usaha sehingga lebih dikenal oleh masyarakat lua. Selain itu, jaringan ini juga membantu pelaku usaha membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan, mulai dari penyedia bahan baku hingga distribusi produk. Kepercayaan konsumen terhadap hasil barang yang sesuai dengan keinginan menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan usaha ini. Terdapat pula norma yang disepakati bersama sehingga pengembangan usaha ini menjadi lebih terarah karena pelaku usaha berkompetisi dengan adil. Berbagai modal sosial tersebut berdampak terhadap peningkatan produksi dan terjalinnya hubungan kerja sama yang baik antar pengrajin sangkar burung sehingga usaha ini data terus bertahan dan berkembang. Kata Kunci : Modal Sosial, Sangkar Burung, Pengembangan Usaha

    Pengaruh Utilitarian Value, Hedonic Value, Social Value, Dan Perceived Risk Terhadap Customer Satisfaction Pada Pembelian Produk Kosmetik Melalui E-Commerce

    No full text
    Customer satisfaction merupakan aspek penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan keberhasilan perusahaan, sehingga penting untuk mengatahui berbagai faktor yang berkonstribusi terhadapnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun pemahaman tentang pengaruh utilitarian value, hedonic value, social value, perceived risk dan product quality terhadap customer satisfaction pada pembelian kosmetik melalui e- commerce. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kisioner secara online. Dalam penelitian ini terdapat 100 responden yang pernah melakukan pembelian kosmetik melalui e-commerce yang berumur diatas 17 tahun. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reabilitas untuk pretest, kemudian dilakukan uji asumsi klasik sampai dengan uji linier berganda untuk menguji hipotesis. Hasilnya menunjukkan bahwa hedonic value, social value, dan product quality berpengaruh positif terhadap customer satisfaction sedangkan utilitarian value dan perceived risk tidak berpengaruh terhadap customer satisfaction. Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mencapai customer satisfaction pada penjualan produk kosmetik melalui e-commerce, beberapa faktor yang harus diperhatikan penjual yaitu quality product, hedonic value dan social value. Kata Kunci: Customer satisfaction, utilitarian value, hedonic value, social value, perceived risk, product qualit

    The Influence of Work Discipline and Motivation on Employee Performance at the Takalar Regency Regional Financial and Asset Agency Office

    No full text
    This study aims to analyze the influence of work discipline and motivation on employee performance at the Regional Financial and Asset Agency of Takalar Regency. The research employs a quantitative approach with a descriptive explanatory method. The population in this study consists of all employees at the agency, totaling 51 individuals, which also serves as the research sample using a saturated sampling technique. Data collection was conducted through questionnaires and direct observation to obtain both primary and secondary data sources. The analytical tools used include validity and reliability tests, classical assumption tests (normality, multicollinearity, and heteroscedasticity), multiple linear regression analysis, and hypothesis testing with the assistance of SPSS version 26 software. The findings indicate that work discipline has a positive but not statistically significant effect on employee performance. This is evidenced by a t-count value of 1.920 which is greater than the t-table value of 1.677, but with a significance level of 0.061, which exceeds the standard threshold of 0.05. On the other hand, work motivation shows a positive and significant influence on employee performance. This is supported by a t-count value of 2.799 greater than 1.677, and a significance value of 0.007, which is below 0.05. These results suggest that while both work discipline and motivation are positively correlated with performance, only motivation has a significant impact in this context. The study concludes that increasing employee motivation should be a strategic focus for improving performance outcomes within the agency. Meanwhile, efforts to enhance work discipline may require a more long-term or structural approach, given its currently insignificant statistical effect. The implications of this research highlight the importance of understanding internal behavioral factors in public sector performance management

    Analisis Efektivitas Sistem Akuntansi Penjualan pada PT WSM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterbatasan yang dihadapi PT WSM serta efektivitas sistem akuntansi penjualan. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metodologi deskriptif. Sumber data utama adalah wawancara dan dokumentasi. Ada tiga metode yang digunakan untuk memperoleh data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, PT WSM menggunakan dua jenis sistem akuntansi penjualan, yaitu sistem akuntansi penjualan kredit dan sistem akuntansi penjualan tunai. Berdasarkan teori DeLone & McLean yang terdiri dari 6 (enam) indikator, yaitu Kualitas Informasi, Kualitas Sistem, Kepuasan Pengguna, Kualitas Layanan, Kegunaan, dan Manfaat Bersih, maka penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan oleh PT WSM telah berjalan secara efektif dan memenuhi kriteria pengukuran efektivitas. Keterbatasan yang dihadapi PT WSM dalam melakukan prosedur akuntansi penjualan adalah kurangnya persediaan barang sehingga terjadi ketidaktersediaan produk di toko, dan adanya keterlambatan distribusi sehingga piutang kepada pelanggan (toko) sulit ditagih sesuai batas waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.Kata Kunci: Efektivitas, Sistem Akuntansi, dan Penjualan

    Hubungan Antara Gratitude Dengan Subjective Well-Being Pada Komisi Remaja Di Gki Jatibarang

    No full text
    Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai perubahan emosional, sosial, dan psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan subjektif mereka. Berdasarkan teori Diener dan hasil wawancara awal, ditemukan bahwa sebagian remaja di lingkungan gereja mengalami tingkat well-being yang rendah, yang ditandai dengan perasaan rendah diri dan kurangnya partisipasi dalam kegiatan pelayanan. Gratitude diyakini dapat menjadi faktor internal yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan melibatkan 67 remaja sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan mencakup Gratitude Resentment and Appreciation Test (GRAT) dan Positive Affect and Negative Affect Schedule (PANAS), serta Satisfaction With Life Scale (SWLS). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gratitude dan subjective well-being (r = 0,571, p < 0,05), dengan kontribusi gratitude terhadap subjective well-being sebesar 64,4%. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan sikap syukur sebagai intervensi psikologis untuk meningkatkan kesejahteraan remaja di lingkungan gereja. Kata kunci: rasa syukur; kesejahteraan subjektif; komisi remaja

    255

    full texts

    4,094

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal STIE AMKOP Makassar (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇