Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
Not a member yet
    6827 research outputs found

    RISK FACTORS ASSOCIATED WITH THE OCCURRENCE OF TB IN HOUSEHOLD CONTACTS BASED ON SCREENING TESTS IN THE WORKING AREA OF THE KENARILANG PUBLIC HEALTH CENTER, TELUK MUTIARA DISTRICT, ALOR REGENCY

    Get PDF
    Tuberculosis (TB) is one of the diseases with a high mortality rate in the world. Based on the Global Tuberculosis Report 2022, TB ranked 13th as the highest cause of death worldwide in 2019. TB transmission occurs through the air (airborne disease) increasing the possibility of infection to people who are physically close to TB patients, including those living in the same house. The infection rate can increase with the length of contact/exposure to TB patients. The possibility of TB bacteria to infect will increase when the immune system decreases, making humans susceptible to TB bacterial infection. This study aims to analyze the risk factors associated with the occurrence of TB in household contacts based on screening tests in the working area of the Kenarilang Community Health Center, Teluk Mutiara District, Alor Regency in 2023. The type of research is observational analytic using a cross-sectional design. Technique simple random sampling and sample as much as 157 respondents. Instrument study use questionnaire and use test Chi Square And regression multiple logistic (p=0.05).. The results of the study showed that factors related to the incidence of TB in household contacts were knowledge (p=0.001), attitude (p=0.001), availability of information (p=0.001), and residential density (p=0.001). Meanwhile, those that were not related were phlegm removal behavior (p=0.575) and cough etiquette (p=0.330). The factor most related to the incidence of TB was the level of knowledge (PR 98.4). The community, in this case, household contacts of TB, need to improve their knowledge and understanding of the dangers, prevention, and control of TB by accessing health information through health workers, print, and electronic media. The government needs to increase public knowledge by intensively promoting health about TB prevention through direct counseling and health promotion media

    PANDANGAN ULAMA DAN HUKUM POSITIVE TERHADAP NIKAH SIRI DI KABUPATEN SUMEDANG

    No full text
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan para ulama dan akademisi terhadap praktik nikah siri di Kabupaten Sumedang dari perspektif hukum Islam dan hukum positif. Nikah siri merupakan bentuk pernikahan yang sah secara agama tetapi tidak tercatat secara resmi oleh negara, sehingga menimbulkan berbagai implikasi hukum dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik wawancara semi-terstruktur terhadap 20 narasumber yang terdiri dari ulama dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa walaupun nikah siri dipandang sah secara fikih, ketidaktercatatan secara administratif menyebabkan ketidakpastian hukum bagi perempuan dan anak, serta berpotensi menimbulkan stigma sosial. Faktor ekonomi, budaya, dan pemahaman hukum yang rendah menjadi pendorong utama terjadinya nikah siri. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum demi perlindungan yang lebih menyeluruh bagi seluruh pihak yang terlibat.   Kata kunci: nikah siri, hukum Islam, hukum positif, perlindungan hukum, Sumedang     Abstract This study aims to examine the views of Islamic scholars and academics on the practice of nikah siri (unregistered marriage) in Sumedang Regency from both Islamic law and positive law perspectives. Nikah siri is considered religiously valid but lacks official state registration, which leads to various legal and social implications. This research employs a qualitative phenomenological approach through semi-structured interviews with 20 respondents, including scholars and academics. The findings reveal that although nikah siri is deemed valid under Islamic jurisprudence (fiqh), the absence of legal documentation causes legal uncertainty for women and children, and fosters social stigma. Economic constraints, cultural factors, and lack of legal awareness are the main drivers behind this phenomenon. Therefore, collaborative efforts from the government, religious leaders, and society are essential to increase legal awareness and provide comprehensive protection for those involved.   Keywords: nikah siri, Islamic law, positive law, legal protection, Sumedan

    KRIMINALITAS DALAM PERSPEKTIF STRAIN THEORY DAN GENERAL STRAIN THEORY: STUDI KASUS PERAMPOKAN DAN PEMBUNUHAN DI PASURUAN AKIBAT RASA IRI TERHADAP KESUKSESAN KORBAN DALAM USAHA SEMBAKO

    Get PDF
    Penelitian ini membahas kasus pembunuhan dan perampokan yang terjadi di Pasuruan dengan pelaku berinisial M, yang termotivasi oleh rasa iri dan dengki terhadap kesuksesan usaha tetangganya. Kasus ini dianalisis menggunakan perspektif teori anomie dan teori strain yang dikemukakan oleh Emile Durkheim, Robert K. Merton, serta pengembangan selanjutnya oleh Robert Agnew dan Messner & Rosenfeld. Teori-teori tersebut menjelaskan bagaimana tekanan sosial, ekonomi, dan psikologis dapat mendorong individu melakukan penyimpangan sosial hingga tindakan kriminal. Ketegangan muncul akibat ketidaksesuaian antara tujuan yang ingin dicapai (kesuksesan ekonomi) dengan keterbatasan sarana yang tersedia untuk mencapainya secara legal. Selain itu, konsep deprivasi relatif juga digunakan untuk memahami perasaan ketertinggal yang dirasakan pelaku karena kesenjangan hasil usaha dengan korban. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaku mengalami tekanan emosional dan psikologis akibat ketimpangan sosial yang memicu tindakan kejahatan sebagai jalan yang ditempuh pelaku untuk mencapai tujuannya. Dengan demikian, teori strain memberikan pemahaman yang mendalam terhadap motif kejahatan yang dilatarbelakangi oleh kondisi sosial dan psikologis dalam masyarakat

    Systematic Review of Character Education Integrating Islamic and Global Moral Values

    No full text
    Character education is essential in shaping students’ morals amid the challenges of globalization, which often undermines moral values. Issues such as declining respect for authority, delinquency, and low empathy reflect a moral crisis among youth. This study aims to examine the urgency of character education from an Islamic perspective and to identify effective strategies for its implementation. Using a systematic literature review (SLR) method, 77 scientific articles published between 2019 and 2025 were analyzed. The study focuses on three dimensions: internalization of values in families, institutionalization in schools, and externalization in students' social behavior. Findings show that character education strongly influences moral development through value-based family upbringing, integrated school programs, and positive social interaction. However, challenges include limited parental engagement and inadequate teacher training. The study concludes that an integrated effort between family, school, and community is crucial to ensure sustainable and effective character education that aligns with both Islamic values and global moral frameworks

    Metode Experiential Learning dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah

    Get PDF
    Sirah nabawiyah learning that uses the lecture method usually feels monotonous and boring and results in low student interest in learning so that it can affect student understanding of the material presented. Therefore, innovative and interesting learning methods are needed. One of the interesting methods that can be applied in learning sirah is by visiting historical places. This study aims to explore the concept of learning sirah nabawiyah that is usually done at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute, then the application of the learning method at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute along with the supporting and inhibiting factors. The research method used is qualitative with a case study approach, involving interviews and observations of teachers and students. The results showed that the learning of Sirah Prophetawiyah that is usually done in the classroom at this institution is still theoretical and teacher-centred, with the use of the lecture method. However, the application of visits to historical places such as the Prophet's Mosque, Jabal Uhud, and Quba Mosque provides a more vivid learning experience so that students can better appreciate the sirah nabawiyah, then can increase the confidence of students' knowledge, and can increase students' interest and understanding. Abstrak Pembelajaran sirah nabawiyah yang menggunakan metode ceramah biasanya terasa monoton dan membosankan serta mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa sehingga dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Maka, diperlukannya metode pembelajaran yang inovatif dan menarik. Salah satu metode menarik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sirah adalah dengan mengunjungi tempat bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pembelajaran sirah nabawiyah yang biasa dilakukan di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti, lalu penerapan metode pembelajaran tersebut di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti berikut dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara dan observasi terhadap pengajar dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sirah nabawiyah yang biasanya dilakukan di dalam kelas di lembaga ini masih bersifat teoritis dan berpusat pada guru, dengan penggunaan metode ceramah. Namun, penerapan kunjungan ke tempat bersejarah seperti Masjid Nabawi, Jabal Uhud, dan Masjid Quba memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup sehingga santri dapat lebih menghayati sirah nabawiyah, lalu dapat meningkatkan keyakinan pengetahuan santri, dan dapat meningkatkan minat dan pemahaman santri.Sirah nabawiyah learning that uses the lecture method usually feels monotonous and boring and results in low student interest in learning so that it can affect student understanding of the material presented. Therefore, innovative and interesting learning methods are needed. One of the interesting methods that can be applied in learning sirah is by visiting historical places. This study aims to explore the concept of learning sirah nabawiyah that is usually done at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute, then the application of the learning method at the Annor Bakti Foundation Tahfiz Institute along with the supporting and inhibiting factors. The research method used is qualitative with a case study approach, involving interviews and observations of teachers and students. The results showed that the learning of Sirah Prophetawiyah that is usually done in the classroom at this institution is still theoretical and teacher-centred, with the use of the lecture method. However, the application of visits to historical places such as the Prophet's Mosque, Jabal Uhud, and Quba Mosque provides a more vivid learning experience so that students can better appreciate the sirah nabawiyah, then can increase the confidence of students' knowledge, and can increase students' interest and understanding. Abstrak Pembelajaran sirah nabawiyah yang menggunakan metode ceramah biasanya terasa monoton dan membosankan serta mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa sehingga dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Maka, diperlukannya metode pembelajaran yang inovatif dan menarik. Salah satu metode menarik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran sirah adalah dengan mengunjungi tempat bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep pembelajaran sirah nabawiyah yang biasa dilakukan di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti, lalu penerapan metode pembelajaran tersebut di Lembaga Tahfiz Yayasan Annor Bakti berikut dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara dan observasi terhadap pengajar dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sirah nabawiyah yang biasanya dilakukan di dalam kelas di lembaga ini masih bersifat teoritis dan berpusat pada guru, dengan penggunaan metode ceramah. Namun, penerapan kunjungan ke tempat bersejarah seperti Masjid Nabawi, Jabal Uhud, dan Masjid Quba memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup sehingga santri dapat lebih menghayati sirah nabawiyah, lalu dapat meningkatkan keyakinan pengetahuan santri, dan dapat meningkatkan minat dan pemahaman santri

    Analisa Daya Pada Instalasi Listrik di Pondok Pesantren Arrozaqiyah Kota Bogor

    Get PDF
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan kontribusi terhadap kebutuhan instalasi listrik, yang mempengaruhi kualitas instalasi dan kuantitas material, sehingga mempengaruhi keamanan dan penggunaan. Instalasi listrik yang memenuhi standar dapat menurunkan risiko bahaya dan meningkatkan efisiensi energi. Pada penelitian ini, pondok pesantren Arrozaqiyah digunakan sebagai objek penelitian. Pondok pesantren ini, mempunyai mushola dengan kondisi fisik bangunan dan instalasi listrik yang perlu perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa daya yang terpasang dari berdasarkan data beban setiap komponen listrik yang ada di mushola sehingga dihasilkan rekapitulasi daya dan estimasi biaya atau tagihan listrik yang perlu dibayarkan setiap bulannya. Metode yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan data peralatan listrik yang terpasang dan melakukan analisa terhadap instalasi. Kemudian data diolah dan dianalisis menggunakan perhitungan atau persamaan teoritis untuk menghasilkan data rekapitulasi konsumsi daya dan estimasi biaya. Penelitian ini menemukan dua jenis konsumsi daya listrik yaitu resistif dan induktif. Daya resistif adalah lampu yang digunakan 108 watt per hari selama 12 jam, sedangkan daya induktif adalah kipas angin dengan 90 watt per hari selama 6 jam. Dengan nilai tagihan yang harus dibayar sebesar Rp 74. 467 setiap bulannya. Kata kunci: Analisa daya, instalasi listrik, efisiensi daya, beban resistif, beban indukti

    ALGORITMA PID PADA HMI NEXTION UNTUK MENGATUR KECEPATAN BLDC MOTOR PADA MESIN CENTRIFUGE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan dan evaluasi sistem kontrol kecepatan motor BLDC (Brushless DC motor) menggunakan pengendali PID+DoM (derivative-on-measurement) yang dilengkapi dengan fitur anti-windup. Implementasi dilakukan dengan menjadikan Nextion HMI sebagai unit kontrol utama, yang diterapkan pada mesin sentrifuge. Dalam arsitektur sistem ini, Nextion HMI berperan sebagai komputasi kontrol utama. HMI dikonfigurasi dengan parameter sampling time 150 ms dan parameter tuning Kp 0,25, Ki 0,25, serta Kd 0,15. HMI kemudian menghasilkan sinyal PWM 10-bit yang dikirimkan ke Arduino untuk menggerakkan motor. Pengujian dilakukan pada empat setpoint kecepatan yang berbeda: 1000, 1500, 2000, dan 2500 rpm. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem memiliki performa yang sangat baik, dengan steady-state error (SSE) yang mendekati nol. Sistem juga menunjukkan rise time yang cepat (≤ 0,45 detik), overshoot yang terkendali (2–10,7%), dan settling time yang efisien, umumnya berada dalam rentang 1,35–3,0 detik. Pengecualian terjadi pada setpoint 1500 rpm, di mana settling time tercatat lebih lama, yaitu sekitar 10,65 detik. Temuan ini membuktikan bahwa arsitektur "Nextion-as-Controller" merupakan solusi yang layak untuk aplikasi kontrol loop dengan bandwidth menengah. Keunggulan utamanya adalah kemudahan tuning parameter langsung di HMI dan penyederhanaan firmware pada mikrokontroler. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada integrasi PID+DoM+anti-windup pada platform HMI, penggunaan sinyal PWM 10-bit, dan evaluasi performa kuantitatif pada berbagai setpoint. Keterbatasan utama dari penelitian ini adalah determinisme waktu pada HMI dan resolusi sampling yang belum optimal

    Analisis Pemikiran Al-Ghazali pada Konteks Komunikasi dalam Dakwah: Studi Pustaka

    Get PDF
    Doing da'wah amar ma'ruf nahi mungkar is a noble thing. Therefore, this da'wah is meaningful in the sight of Allah. In addition, da'wah is also the subject of religion, so it is important to do it. Da'wah amar ma'ruf nahi munkar must be done with full readiness. And in the process, the method used must be really structured, because the purpose of this da'wah is to prevent disobedience and evil, eradicate crime, and invite others to return to the way of Allah. The problem studied in this study focuses on the communication pattern of Imam Al-Ghazali's da'wah which is based on three legal sources, namely the Qur'an, Hadith, and Atsar. The goal is to analyze in depth how the stages that can be used in da'wah amar ma'ruf nahi munkar. This research is a qualitative methodological research using library research and observation. The results of the qualitative research show that the communication pattern of Imam Al-Ghazali's da'wah is explained in the discussion of the ihtisab method. Ihtisab is a method of proselytizing amar ma'ruf nahi munkar in which there are ten themes of stages, namely ta'arruf, ta'rif, prohibition, rebuke, preventing by hand, tahdid & takhwif, preventing with limbs or objects, war. The ten themes must be carried out in a coherent manner so that the results are maximized and do not cause chaos afterward. In writing, the researcher realizes that there are still shortcomings in the solution. Therefore, this research is expected to be a basic reference for a deterrent to evil and can be continuously updated by further researchers. This is so that Imam Al-Ghazali's method of da'wah is not forgotten even though it is consumed by the times. And with the renewal, Imam Al-Ghazali's da'wah method can still be used even though the times have changed

    The Application of Good Mining Practice Using Angiospermae Vegetation on Post-Tailing Land at the Mile 21 Research Center, PT. Freeport Indonesia

    No full text
    Sustainable mining requires the implementation of Good Mining Practice (GMP) principles to minimize negative environmental impacts, particularly on tailing disposal sites. One important aspect of GMP is post-mining land rehabilitation, especially on tailing sites that have the potential to cause ecosystem damage. Tailing-affected lands require restoration involving plants capable of adapting to extreme environmental conditions. This study aims to apply GMP by utilizing angiosperm vegetation for land rehabilitation at the Research Center Mile 21, PT. Freeport Indonesia. Tailing-contaminated lands need recovery through plants that can thrive in harsh conditions. Angiosperm plants were selected for their ability to improve soil structure, reduce erosion, and enhance soil fertility. This research evaluates the effectiveness of angiosperm vegetation in accelerating soil recovery and supporting ecosystem sustainability. The findings are expected to provide valuable information and recommendations for more effective tailing site rehabilitation management and serve as a reference for environmentally friendly mining practices in the future

    Analisis Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Pos Jaga Militer di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

    Get PDF
    This research aims to determine the costs required to build a guard post building in the border area of Papua, Indonesia and Papua New Guinea. It is hoped that this research will contribute to improving the national defense, especially regarding the construction of guard posts in national border areas. This research discusses the construction of the guard post by describing the volume of work and the planned cost budget, and the data collection methods used are primary and secondary data. In this research, guard post drawings were planned according to the standards of the Indonesian Army and supporting data in the form of Unit Prices for Goods and Services (SHBJ) in the Papua region, as well as the Ministry of PUPR's Unit Price Analysis Guidelines. Apart from that, the type of work along with the volume of work is arranged followed by an analysis of the unit price of each job. Then the Cost Budget Plan (RAB) is calculated to get the total price for each job. Thus, the total cost required to build a guard post building on the Papua border is IDR 119,441,000.00. In the future, it is hoped that this research can become a reference for building guard posts around the Papua border area.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya yang dibutuhkan untuk membangun bangunan pos jaga di daerah perbatasan Papua, Indonesia dengan Papua Nugini. Penelitian ini diharapkan agar membantu meningkatkan pertahanan negara, khususnya terkait pembangunan pos jaga di daerah perbatasan negara. Penelitian ini membahas tentang pembangunan pos jaga dengan menjabarkan volume pekerjaan serta rencana anggaran biayanya, dan metode pengumpulan data yang dipakai adalah data primer dan sekunder. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan gambar pos jaga sesuai dengan standar dari TNI AD dan data pendukung berupa Satuan Harga Barang dan Jasa (SHBJ) di daerah Papua, serta Pedoman Analisis Harga Satuan Kementerian PUPR. Disamping itu, dilakukan penyusunan jenis pekerjaan beserta volume pekerjaan diikuti dengan analisis harga satuan tiap pekerjaan. Kemudian dilakukan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk mendapatkan total harga tiap pekerjaan. Dengan demikian didapatkan total biaya yang diperlukan untuk membangun satu bangunan pos jaga di perbatasan Papua sebesar Rp 119.441.000,00. Kedepannya penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan pembangunan pos jaga di sekitar area perbatasan Papua

    5,932

    full texts

    6,827

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Journals of UIKA Bogor (Universitas Ibn Khaldun)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇