Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    Review Farmakoterapi Diabetes Melitus

    Get PDF
    Diabetes Mellitus (DM) is a non-communicable disease in which blood glucose levels in the body is high as a result of reduced production of insulin produced in the liver. The prevalence of DM continues to increase every year and if this disease is not treated, it can lead to further complications, such as diabetic neuropathy,  diabetic retinopathy, and diabetic nephropathy. This review article aims to  provide a review of diabetes mellitus so that the early diagnosis of this disease can lead to reduction in the risk of complications. This article uses original articles such as Literature Review, and National and International Research Reports published from 2012  to 2021 which were obtained from Google search engine, Google Scholar, and Pubmed. DM is a disease caused because of the incapability of pancreatic beta cells to produce insulin hormones. Insulin is a hormone that has a function in facilitating cellular glucose uptake. DM is divided into type 1 DM and type 2 DM. Type 1 diabetes occurs due to destruction of pancreatic cells, and type 2 diabetes occurs due to resistance to insulin receptors. The risk factors for DM are genetic, age, gender, lifestyle and obesity. DM therapy currently used, such as oral antidiabetic drugs, and insulin and also  lifestyle changes which consist of increasing  physical activity such as exerciseDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang dimana kadar glukosa darah dalam tubuh tinggi akibat dari berkurangnya produksi insulin yang diproduksi di hati. Prevalensi Penyakit DM terus meningkat setiap tahun nya dan ketiak tidak di terapi maka akan dapat menimbulkan komplikasi yang lebih lanjut, seperti diabetes neuropati, diabetes retinopati, dan diabetes nefropati. penulisan review artikel bertujuan untuk memberikan ulasan mengenai diabetes melitus sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya komplikasi. Artikel ini menggunakan original artikel seperti Literatur Review, dan Laporan Penelitian Nasional dan Internasional yang diterbitkan dari tahun 2012 hingga 2021 yang didapatkan dari Mesin pencarian Google, Google Scholar, dan Pubmed. DM disebabkan karena insulin tidak dapat dihasilkan secara maksimal oleh sel beta pankreas. Insulin berfungsi untuk memasukkan glukosa didalam sel. DM dibagi menjadi DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 terjadi dikarenakan rusaknya sel β pankreas, dan DM tipe 2 terjadi karena resistensi terhadap reseptor insulin. Faktor resiko dari DM adalah genetik, usia, jenis kelamin, life style dan obesitas. Terapi DM yang digunakan pada saat ini seperti obat antidiabetik oral, maupun insulin selain itu juga dapat di terapkan perubahan life style dengan meningkatkan aktivitas fisik seperti berolah rag

    Penetapan Kadar Vitamin C Buah Nanas Segar (Ananas comocus L.) Hasil Budidaya di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis

    Get PDF
    Vitamin C is a water-soluble antioxidant that affect the body immune system. Vitamin C deficiency is related to the high risk of infection disease manifestation. Consuming vitamin C of 100-200 mg/day is effective to optimize physiological functions of tissues and cells. Fruits are a natural source of vitamin C that can be consume to achieve vitamin C requirement intake, such as Ananas comocus. However, the vitamin C content in Ananas comocus can be varied depending on some factors, such as their varieties, growth environment, and preparation. This research aims to determine vitamin C content in some fresh Ananas comocus fruits from three plantations in Teluk Meranti area, Pelalawan using Spectrophotometry UV-Vis method, that is a suitable method for vitamin C content determination. The result shows that the calibration curve of vitamin C giving a good linearity, with r value of 0,9943. Vitamin C content in the three plantation was varied. The content from the plantation 1, 2, and 3 was 51,1889; 48,3320; dan 144,200 mg/100 g.   Keywords: fresh fruit, spectrophotometer, vitamin C content determination, Teluk Meranti, Ananas comocusVitamin C merupakan antioksidan larut air yang memberikan pengaruh terhadap sistem imun tubuh. Defisiensi vitamin C akan mengakibatkan risiko terjangkitnya penyakit, seperti penyakit infeksi. Konsumsi vitamin C sebesar 100-200 mg/hari mampu mengoptimalkan fungsi tubuh pada tingkat jaringan dan sel. Buah-buahan merupakan sumber vitamin C yang dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin C, seperti buah nenas (Ananas comocus). Akan tetapi, kadar vitamin C pada buah nenas bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis, tempat tumbuh, dan pengolahan buah nenas. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar vitamin C pada buah nenas segar yang dibudidayakan di perkebunan daerah Teluk Meranti, Pelalawan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, yang merupakan metode dengan efisiensi yang baik untuk penetapan kadar vitamin C. Berdasarkan pengujian, didapatkan kurva kalibrasi vitamin C dengan linearitas yang baik, dengan nilai r=0,9943. Kadar vitamin C pada sampel buah nenas bervariasi. Kadar vitamin C pada buah nenas dari Perkebunan 1, 2, dan 3 adalah 51,1889; 48,3320; dan 144,200 mg/100 g.   Kata kunci: buah nenas segar, spektrofotometer, penetapan kadar, vitamin C, Teluk Meranti, Ananas comocu

    PENGARUH KEHALUSAN FILLER ABU CANGKANG SAWIT TERHADAP SIFAT CAMPURAN ASPALT HOTMIX AC-BC DI TINJAU DARI VOID IN MIX DAN DENSITY

    No full text
    Aspal hotmix adalah satu dari beberapa bagian dari lapis perkerasan konstruksi flexible pavement. Penelitaan bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kehalusan fly ash  cangkang sawit kepada stability, density dan void in mix aspal hotmix. Pada penlitian ini di gunakan parameter penelitian AC – BC. Hasil penelitian pengaruh kehalusan filler abu terbang cangkang sawit terhadap sifat campuran aspalt hotmix AC – BC ditinjau dari Void In Mix dan Density dapat di simpulkan sebagai berikut : Stabilitas : Pada tiap pemakaian variasi kehalusan stabilitas marshall semakin meningkat naik terhadap komposisi normal yaitu 1203 kg, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 1 stabilitas optimum adalah 1239 kg, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 2 stabilitas optimum adalah 1225 kg, dan untuk pemakaian variasi kehalusan  di zona 3 stabilitas optimum adalah 1234 kg..Kepadatan Nilai Pada tiap pemakaian variasi kehalusan kepadatan semakin meningkat naik terhadap komposisi normal yaitu 2,316  grm /cc, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 1 kepadatan optimum adalah 2,319 grm/cc, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 2 kepadatan optimum adalah 2,317 grm/cc, dan untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 3 kepadatan optimum adalah 2,317 grm/cc. Rongga Dalam Campuran Nilai Pada tiap pemakaian variasi kehalusan Void In Mix semakin meningkat naik terhadap komposisi normal yaitu 4.73, untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 1 Void In Mix optimum adalah 5.12 % , untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 2 Void In Mix optimum adalah 4.91 %, dan untuk pemakaian variasi kehalusan di zona 3 Void In Mix optimum adalah 5.07 %.

    PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL JANTUNG

    Get PDF
    Pendahuluan: Gagal jantung merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan dispnea, kelelahan, dan tanda-tanda klinis penyebab individu sering dirawat di rumah sakit, kualitas hidup yang buruk, dan harapan hidup yang lebih pendek. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung. Metode: tinjauan systematic review, database artikel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari PubMed, ProQuest, dan Science Direct. Hasil: Hasil penelusuran diperoleh 3.390 artikel yang diidentifikasi tetapi yang sesuai dengan kriteria inklusi adalah 5. Hasil artikel menunjukan adanya pengaruh pemberian edukasi terhadap peningkatan kualitas hidup maupun penurunan mortalitas pada pasien gagal jantung. Kesimpulan: Kualitas hidup pasien gagal jantung sangat penting untuk dipantau. Peningkatan kualitas hidup dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan atau terapi, baik di RS mapun di rumah. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi dengan baik kepada pasien gagal jantung agar kualitas hidupnya dapat meningkat

    POLA MENSTRUASI REMAJA SMAN X KAMPAR KIRI TENGAH

    Get PDF
    Menstruation is a physiological change in a woman's body that occurs periodically and is influenced by reproductive hormones. This period is important in reproduction. Ideally, the menstrual cycle should be regular every month with a span of 28-35 days for each menstrual period. Menstrual cycle is said to be abnormal if < 28 days and > 35 days . This study aims to describe menstrual patterns in high school adolescents. This type of research is quantitative with a descriptive research design. The population of this research is high school youth, by cluster sampling. The research instrument used a questionnaire. The results of this study showed that the majority of adolescents in SMA N X Kampar Kiri Tengah experienced normal menstrual patterns, namely 104 respondents (62%), and abnormal menstrual patterns, namely 64 respondents (38%). Suggestion: The results of this study can be useful for the community, especially students of SMA N X Kampar Kiri Tengah to know the importance of menstrual patterns, so that it can be an early anticipation to prevent menstrual pattern disorders in adolescent students of SMA X Kampar Kiri Tenga

    UJI LISIS TELUR Ascaris lumbricoides SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum)

    Get PDF
    Worm infection is an environmental-based disease, can be transmitted through the soil or known as soil-transmitted helminth (STH). Infections caused by this parasite can be eradicated by administering synthetic drugs and herbal medicines. One of the plants that can be used as herbal medicine is red ginger (Zingiber officinale var rubrum). Red ginger (Zingiber officinale var rubrum) has one of the benefits, namely to treat intestinal worms. This study aimed to determine the lysis of Ascaris lumbricoides eggs after administration of 70% Ethanol Extract of Red Ginger (Zingiber officinale var rubrum). The method used in this research is a laboratory experiment. The results showed that at a concentration of 5% within 45 minutes there was no color change and there was no damage to the eggs of Ascarias lumbricoides, while at concentrations of 10% and 15% within 45 minutes it could cause changes in the color of the eggs and could lyse the eggs of Ascarias lumbricoides. Red ginger contains tannins, flavonoids, saponins and triterpenoids that are able to lyse eggs of Ascaris lumbricoides.Infeksi cacingan merupakan penyakit yang berbasis lingkungan, dapat ditularkan melalui tanah atau dikenal dengan soil transmitted helminth (STH). Infeksi yang disebabkan oleh parasit ini dapat diberantas dengan pemberian obat sintesis dan obat herbal. Salah satu tanaman yang bisa digunakan sebagai obat herbal adalah jahe merah (Zingiber officinale var rubrum). Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum) memiliki salah satu manfaat yaitu untuk mengatasi cacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lisisnya telur Ascaris lumbricoides setelah pemberian Ekstrak Etanol 70% Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Hasil menunjukkan pada konsentrasi 5% dalam waktu 45 menit tidak terjadi perubahan warna dan tidak terjadi kerusakan pada telur ascarias lumbricoides, sedangkan pada konsentrasi 10% dan 15% dalam waktu 45 menit dapat mengakibatkan perubahan warna pada telur dan dapat melisiskan telur ascarias lumbricoides. Jahe merah terdapat kandungan tanin, flavonoid, saponin dan triterpenoid yang mampu melisiskan telur Ascaris lumbricoides

    Profil Penggunaan Obat Antidiabetes Tipe II Di RSUD Dr. Husni Thamrin Natal Medan, Sumatera Utara

    Get PDF
    The pancreas does not produce enough insulin or the body cannot use the insulin it produces effectively. Insulin is a hormone that regulates the balance of blood sugar levels. (hyperglycemia). This research was conducted with a non-experimental descriptive method with a cross-sectional design that was carried out every month. Sampling was carried out in the internal medicine section of RSUD by Dr. Husni Thamrin Natal. Samples were taken retrospectively every month using secondary data, namely medical records of patients using oral antidiabetics (drugs) in the period from January to June 2019. The data obtained was presented in the form of table proportions and graphs. The results showed that the largest percentage of use of antidiabetic drugs was male, as many as 67 people (57.26%), over 50 years old, as many as 97 people (82.91%), and the type of work was self-employed for as many as 47 people (40, 17%). The most widely used antidiabetic drug groups are the biguanide groups (75.17%), the combination type of drug with a combination of metformin and glimepiride (93.33%), and the frequency of use of the drug metformin (74.15%). Based on the results of the study, it can be concluded that the highest prevalence is in the male sex, and the average age is over 50 years. The pattern of prescribing antidiabetic drugs based on the most widely used drug class is the biguanide group, which is a combination of metformin and glimepiride types of drugs, and the frequency of drug use is metformin.Pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif non-eksperimental dengan desain penelitian potong lintang yang dilakukan setiap bulan, pengambilan sampel dilakukan di bagian penyakit dalam RSUD dr. Husni Thamrin Natal. Sampel diambil retrospektif setiap bulan menggunakan data sekunder, yaitu data rekam medis pasien pengguna antidiabetis oral (obat minum) pada periode Januari hingga Juni 2019. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk persentase tabel dan grafik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penggunaan obat antidiabetes terbesar adalah jenis kelamin laki-laki sebanyak 67 orang (57,26%), usia di atas 50 tahun sebanyak 97 orang (82,91%), jenis pekerjaan adalah wiraswasta sebanyak 47 orang (40,17%). Golongan obat antidiabetes yang paling banyak digunakan golongan biguanida (75,17%), kombinasi obat sejenis dengan kombinasi metformin dan glimepirid (93,33%), dan frekuensi penggunaan obat metformin (74,15%). Berdasarkan  hasil  penelitian,  dapat  diperoleh  kesimpulan  bahwa prevalensi tertinggi adalah pada jenis kelamin laki-laki, dan usia di atas 50 tahun. Pola peresepan obat antidiabetes berdasarkan golongan obat yang paling banyak digunakan adalah  golongan biguanida, kombinasi  obat  sejenis metformin dan glimepirid, dan frekuensi penggunaan obat adalah metformin

    Uji Aktivitas Antioksidan dari Formulasi Spray Gel Kombinasi Fraksi Etil Asetat Rimpang Kunyit dan Kolagen dari Ikan Patin

    Get PDF
    Premature aging is the process of aging skin that it faster than time because there is oxidative damage caused by free radicals. This study aims to determine the antioxidant activity of the cosmeceuticals spray gel combination of turmeric rhizome fraction with catfish skin collagen. Curcumin compounds in turmeric are known to have high antioxidant activity to inhibit free radicals and the addition of collagen is intended to be able to provide intake in improving skin structure due to premature aging. The preparations are made into 8 formulas with various concentration. The preparations formed will be evaluated and tested for their antioxidant activity. The result obtained were the extraction of catfish skin collagen the yield of 12.466% collagen. Examination of the ash content, moisture content, fat and protein contain were obtained respectively 0.0105; 0.0525; 5.98; 85.76%. In the evaluation of spray gel preparations, it was found that the preparations F1-F8 met quality standards on the test of spreadability, adhesion resistance, dry time, pH, spray conditions,  except for the viscosity value at F4 and F5. The highest % inhibition value was obtained at F8 (0.5% ethyl acetate fractions of turmeric rhizome and 2% collagen of catfish skin) amounted to 48.82%. In statistical  t-test showed sig 0.001, indicates there are significant differences in each formula.Penuaan dini  adalah proses penuaan kulit yang lebih cepat dari waktunya karena adanya kerusakan oksidatif akibat dari radikal bebas yang terbentuk. Senyawa kurkumin pada kunyit  diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi untuk menghambat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menghasilkan produk cosmeceuticals berupa sediaan spray gel kombinasi antara fraksi rimpang kunyit dengan kolagen kulit ikan patin.  Penambahan kolagen dimaksudkan untuk dapat memberikan asupan kolagen dalam memperbaiki struktur kulit akibat penuaan dini. Khasiat produk cosmeceuticals sebagai antiaging salah satu parameternya diukur dari nilai aktivitas antioksidan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah laboratory experimental dengan cara memformulasi fraksi etil asetat rimpang kunyit yang telah di blanching dengan kolagen yang diekstraksi dari limbah kulit ikan patin.  Sediaan kosmetik spray gel dibuat menjadi 8 formula dengan berbagai variasi konsentrasi. Sediaan yang terbentuk akan dilakukan evaluasi sediaan dan pengujian aktivitas antioksidan. Pada evaluasi sediaan spray gel didapatkan hasil, sediaan F1-F8 telah memenuhi standar mutu pada uji daya sebar, sifat ketahanan melekat, waktu kering, pH, kondisi semprotan kecuali nilai viskositas pada F4 dan F5. Pada pengujian aktivitas antioksidan didapatkan nilai % inhibisi tertinggi pada F8 yaitu pada sediaan yang mengandung 0,5% fraksi etil asetat rimpang kunyit dan 2% kolagen kulit ikan patin sebesar 48,82%. Pada pengujian statistik menggunakan uji t didapatkan hasil sig 0,001 yang menandakan terdapat perbedaan yang signifikan pada tiap formula

    PENERAPAN TEKNIK PERIODIC ACID SCHIFF (PAS) PADA DIAGNOSIS HISTOPATOLOGI

    No full text
    Histopathological tissue examination with routine staining sometimes cannot provide a clear morphology of certain cells or tissues, therefore special staining techniques based on histochemical reactions are needed. Periodic Acid-Schiff's (PAS) is a histochemical staining method specifically used to detect the presence of polysaccharide carbohydrates, neutral mucins and other glycoproteins. This article was written with the aim of increasing knowledge for practitionersor clinicians  regarding the PAS technique procedure and how it is used in diagnosis. The method of writing scientific papers is a literature review sourced from various journals, books and scientific articles that are relevant and in accordance with the topics discussed. The PAS technique procedure begins with fixation in 10% neutral buffer formalin, preparation of materials and reagents, PAS staining with counterstain and interpretation. The addition of diastase was performed before PAS stain for PAS/D, and Alcian Blue staining was performed before PAS stain for the AB/PAS technique. Errors at each stage will affect the results of PAS staining. The use of combined PAS and PAS techniques in pathological diagnosis is to exclude the differential diagnosis of various tumors containing glycogen and mucin, examine the thickness of the basement membrane in various diseases, and identify Jamur and amoeba in tissue infections

    PENERAPAN DATA MINING ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING PADA POPULASI AYAM PETELUR DI INDONESIA

    Get PDF
    Chicken eggs are a type of egg that is easy to find and favored by many people. So that the community's need for chicken eggs is needed to meet the needs of animal protein sources and their daily nutrition. This study analyzes the application of the K-Means Clustering Algorithm Data Mining on the Layering Poultry Population in Indonesia. The source of data on the population of laying hens in Indonesia is obtained and collected through the website of the National Statistics Agency. The data used is from 2016-2020 which consists of 34 provinces. The data will be grouped into 3 clusters, namely high, medium, and low population clusters. Data processing is done manually in Microsoft Excel and assisted by data mining tools, namely Rapidminer and Orange. The results of the data processing show the same results, namely 1 province for the high population cluster, 3 provinces for the medium population cluster and 30 provinces for the low population cluster. The purpose of this study is for the government and breeders to pay more attention to the number of laying hens in Indonesia based on clusters that have been carried out to maintain a balance in the number and stability of egg prices in the community.  Telur ayam merupakan jenis telur yag mudah dijumpai dan digemari banyak orang. Sehingga kebutuhan masyarakat akan telur ayam sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sumber protein hewani dan nutrisi hariannya. Penelitian ini menganalisis Penerapan Data Mining Algoritma K-Means Clustering pada Populasi Ayam Petelur di Indonesia. Sumber data populasi ayam ras petelur di Indonesia di peroleh dan dikumpulkan melalui situs web Badan Pusat Statistik Nasional. Data yang digunakan terhitung dari tahun 2016-2020 yang terdiri dari 34 provinsi. Data akan dikelompokkan ke dalam 3 cluster yaitu cluster populasi tinggi, sedang, dan rendah. Pengolahan data dilakukan secara manual di Microsoft Excel dan dibantu tools data mining yaitu Rapidminer dan Orange. Hasil dari pengolahan data tersebut menunjukkan hasil yang sama yaitu 1 provinsi untuk cluster populasi tinggi, 3 provinsi untuk cluster populasi sedang dan 30 provinsi untuk cluster populasi rendah. Tujuan penelitian ini adalah agar pemerintah dan peternak lebih memperhatikan jumlah populasi ayam petelur di Indonesia berdasarkan cluster yang telah dilakukan untuk menjaga keseimbangan jumlah dan kestabilan harga telur di masyarakat

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇