Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI DENGAN PERCEPATAN INVOLUSI UTERI
Uterine involution is one of the important indicators in seeing the mother's recovery during the puerperium, giving early initiation of breastfeeding is believed to accelerate uterine involution. The purpose of this study was to describe the relationship between early initiation of breastfeeding and accelerated uterine involution, identify the success of early initiation of breastfeeding and analyze the effect of early initiation of breastfeeding on uterine involution in postpartum. This study is a pre-experimental research design with static Group Comparison/Posttest Only Control Group Designs conducted in April-May 2021. With a population of all postpartum mothers who breastfeed their babies through baby sucking at the Kartika Husada Donomulyo clinic. The sampling technique used in this study was purposive sampling which met the criteria for spontaneous/normal delivery, while infants with asphyxia, postpartum mothers with bleeding and multiparous mothers were not included in this study. The sample size is 56 postpartum mothers. Which is divided into 2 groups, group A; who initiate early breastfeeding, group B; not initiate early breastfeeding. The results of the study using Chi-Square, there is a P value of 0.00 <0.05, it can be concluded that early breastfeeding initiation has an effect of 13.80 times on the acceleration of uterine involution.Involusi uterus merupakan salah satu indikator penting dalam melihat kepulihan ibu pada masa nifas, pemberian inisiasi menyusui dini diyakini dapat mempercepat involusi uterus. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan hubungan inisiasi menyusui dini dengan percepatan involusi uteri, mengidentifikasi keberhasilan inisiasi meyusui dini serta menganalisis pengaruh inisiasi menyusui dini pada involusi uteri pada post partum. Penelitian ini merupakan pre-eksperimen dengan desain penelitian Static Group Comparison/Posttest Only Control Group Designs yang dilakukan bulan April-Mei 2021. Dengan populasi seluruh ibu postpartum yang menyusui bayinya lewat isapan bayi di klinik Kartika Husada Donomulyo. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yang memenuhi kriteria persalinan spontan/normal, sedangkan bayi dengan asfiksia, ibu post partum yang pendarahan dan dengan ibu yang multipara tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Besar sampel sebanyak 56 ibu postpartum. Yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A; yang melakukan inisiasi menyusui dini, kelompok B; tidak melakukan inisiasi menyusui dini. Hasil penelitian menggunakan Chi-Square terdapat nilai P 0.00<0.05 dapat disimpulkan bahwa inisiasi menyusui dini berpengaruh 13,80 kali pada percepatan involusi uteri
Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Penurunan Burnout pada Tenaga Medis: Sebuah Kajian Literatur
Tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi COVID-19 tentunya menjadi subjek yang rentan menghadapi permasalahan fisik dan psikologis, salah satunya adalah burnout. Burnout merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kelelahan dalam waktu lama, terjadinya penurunan tingkat motivasi, dan minat pada pekerjaan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas kinerja. Hal ini tentu akan menghambat tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan sehingga patut disoroti. Salah satu intervensi yang efektif dalam mengatasi burnout pada tenaga medis adalah kebersyukuran. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan telaah literatur terhadap penelitian-penelitian yang menguji efektivitas kebersyukuran terhadap penurunan burnout pada tenaga medis. Tulisan ini menggunakan metode kajian literatur deskriptif yang dilakukan pada 7 penelitian dengan jumlah responden dan skala yang bervariasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan psikologi positif utamanya kebersyukuran mampu menurunkan tingkat burnout pada tenaga medis. Pengkajian literatur terkait burnout pada tenaga medis perlu dilakukan mengingat burnout akan berimbas pada penurunan produktivitas kerja. 
Formulasi Dan Evaluasi Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Kering Rimpang Jahe Merah, Temulawak Dan Kayu Manis
Effervescent granules are coarse to very coarse powders containing medicinal elements in a dry mixture. It’s consist of sodium bicarbonate, citric acid, and tartaric acid when added to water, the acid and base react to liberate carbon dioxide to produce foam. Effervescent can produce a pleasant taste due to the presence of carbonates which can help improve the taste of certain drugs. This objective of this study is to determine mixture of dry red ginger rhizome extract, curcuma and cinnamon’s effervescent granules and meets the criteria for good effervescent granules. The method on this study used wet granulation with four formula variations, namely F1: ordinary granules, F2: effervescent granules without active substances, F3 and F4 were effervescent granules with variations in acid and base. Evaluation of the physical quality of granules includes water content test, compressibility test, flow time test, angle of repose, liquid absorption test, Scanning Electron Microscope (SEM), dispersion time and pH. Based on the experimental results, the combination of dry red ginger rhizome extract, curcuma and cinnamon can be formulated into effervescent granules. The preparation of effervescent granules combined with dry extract of red ginger rhizome, curcuma and cinnamon did not meet the criteria for a good effervescent granule, namely the water content test of the granules F2, F3, F4 each obtained 6.47±0.07, 6.61±0.03, and 5.82±0.04% where the range of good granule moisture content is 2-5%.Granul effervescent merupakan serbuk kasar sampai kasar sekali mengandung unsur obat dalam campuran yang kering, biasanya terdiri dari natrium bikarbonat, asam sitrat, dan asam tartrat bila ditambah dengan air, asam dan basanya bereaksi membebaskan karbondioksida sehingga menghasilkan buih. Sediaan dalam bentuk Effervescent dapat menghasilkan rasa yang enak yang disebabkan adanya karbonat yang mana dapat membantu memperbaiki rasa dari beberapa obat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis yang di formulasi menjadi granul effervescent dan memenuhi kriteria granul effervescent yang baik. Metode yang digunakan adalah granulasi basah dengan empat variasi formula yaitu F1 merupakan granul biasa, F2 granul effervescent tanpa zat aktif, F3 dan F4 granul effervescent dengan variasi asam dan basa. Evaluasi mutu fisik granul meliputi uji kadar air, uji kompresibilitas, uji waktu alir, sudut istirahat, uji daya penyerapan cairan, Scanning Electron Microscope (SEM), waktu dispersi dan pH. Berdasarkan hasil yang diperoleh kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis dapat diformulasi menjadi granul effervescent. Sediaan granul effervescent kombinasi ekstrak kering rimpang jahe merah, temulawak dan kayu manis belum memenuhi kriteria granul effervescent yang baik yaitu pada pengujian kadar air granul F2, F3, F4 masing masing diperoleh 6,47±0,07, 6,61±0,03, dan 5,82±0,04% dimana rentang kadar air granul yang baik 2-5
PERENCANAAN SPESIFIKASI TEKNIS RUAS JALAN PROVINSI UNGGAN (KABUPATEN SIJUNJUNG)-PAMUSIAN (KABUPATEN TANAH DATAR)
The Unggan-Pamusian road is a road that connects Sijunjung and Tanah Datar Regencies. The West Sumatra Provincial Government intends to carry out the construction of the road segment. The purpose of this research is to plan the technical specifications for provincial roads, identify traffic conditions, forecast average daily traffic and plan the pavement thickness design. The method used is the Road Geometric Design Guidelines Number 13/P/BM/2021. The results of the technical planning specifications for provincial roads are adjusted to the standards. The traffic condition of the Unggan-Pamusian road segment is classified as low traffic with a description of the early stages of local roads and can be upgraded to collector roads. Forecasting results obtained average daily traffic of 3,166 vehicles (2021) and 7,482 vehicles (2046). Type of AC pavement with a thickness of AC-WC 40 mm, AC-BC4 60 mm, AC-BC or AC-Base 75 mm, CTB3 150 mm and class A aggregate foundation 150 mm.Jalan Unggan-Pamusian adalah jalan yang menghubungkan Kabupaten Sijunjung dan Tanah Datar. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bermaksud melakukan pembangunan ruas jalan tersebut. Tujuan penelitian adalah merencanakan spesifikasi teknis ruas jalan Provinsi, mengidentifikasi kondisi lalu lintas, peramalan lalu lintas harian rata-rata dan merencanakan desain tebal perkerasan. Metode yang digunakan adalah Pedoman Desain Geometrik Jalan Nomor 13/P/BM/2021. Hasil perencanaan teknis spesifikasi ruas jalan provinsi disesuaikan dengan standar. Kondisi lalu lintas ruas jalan Unggan-Pamusian digolongkan dalam lalu lintas rendah dengan deskripsi tahap awal jalan lokal dan dapat ditingkatkan menjadi jalan kolektor. Hasil peramalan didapatkan Lalu lintas Harian Rata-rata 3.166 kendaraan (2021) dan 7.482 kendaraan (2046). Jenis Perkerasan AC dengan tebal AC-WC 40 mm, AC-BC4 60 mm, AC-BC atau AC-Base 75 mm, CTB3 150 mm dan fondasi agregat kelas A 150 mm
PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU SISTEM DILATASI BALOK KANTILEVER DAN DUA KOLOM PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT KAMPUS B UNIVERSITAS AIRLANGGA
Almost all regions of Indonesia are geographically vulnerable to natural disasters, earthquake. One way to implement a very long and structurally stable building design in the event of an earthquake or other circumstances is to provide a dilation system for the building. This research was conducted in a multi-storey parking building project at Airlangga University Campus B which applies a cantilever beam dilatation system and will be compared with a two-column dilatation system in terms of cost and time. Cantilever beam dilatation is a structural separation that uses a beam structure with one end having a clamp and the other end is free, while two-column dilatation is a structural separation that uses two columns side by side with a certain distance. From the results of the study, it was found that the cost of structural work with cantilever beam dilatation was Rp. 76,755,100,000, - and for two-column dilatation is Rp. 76.063.550.000,- while the total project time with cantilever beam dilatation is 451 working days, and for two-column dilatation is 447 working days. The application of two-column dilatation is 0.9% more cheaper and four days earlier than the application of the cantilever beam dilatation system.Hampir seluruh wilayah Indonesia secara geografis rentan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi. Salah satu cara untuk menerapkan rancangan bangunan yang sangat panjang dan stabil secara struktural pada saat terjadi gempa atau keadaan lainnya adalah dengan memberikan sistem dilatasi pada bangunan. Penelitian ini dilakukan di proyek pembangunan gedung parkir bertingkat kampus B Universitas Airlangga yang menerapkan sistem dilatasi balok kantilever dan akan dibandingkan dengan sistem dilatasi dua kolom ditinjau dari segi biaya dan waktu. Dilatasi balok kantilever merupakan pemisahan struktur yang menggunakan struktur balok dengan salah satu ujungnya memiliki tumpuan jepit dan ujung penyangga satunya bersifat bebas, sedangkan pada dilatasi dua kolom merupakan pemisahan struktur yang menggunakan dua buah kolom yang saling berdampingan dengan jarak tertentu. Dari hasil penelitian, didapatkan bahwa biaya pekerjaan struktur dengan dilatasi balok kantilever adalah Rp. 76.755.100.000,00 dan untuk dilatasi dua kolom adalah Rp. 76.063.550.000,00. Waktu total pelaksanaan proyek dengan dilatasi balok kantilever adalah 451 hari kerja, dan untuk dilatasi dua kolom adalah 447 hari kerja. Penerapan sistem dilatasi dua kolom 0,9 % lebih murah dan 4 hari lebih cepat jika dibandingkan dengan penerapan sistem dilatasi balok kantilever
HUBUNGAN PAPARAN PORNOGRAFI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI 1 SUNGAI PINANG
Abstract
Sexual behavior problems that occur in adolescents if it is not addressed immediately then it is feared
will bring many catastrophic impacts on the personal lives of adolescents, families, and the general public.
The condition of adolescent sexual behavior is increasingly faced with exposure to pornography which until now continues to threaten with many easy access in various media. This study aims to examine the relationship between exposure to pornography and adolescent sexual behavior at SMAN 1 Sungai Pinang, Ogan Komering Ilir Regency. This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach, by using a questionnaire on the respondent which amounted to 64 people who were students of SMAN 1 Sungai Pinang OKI. The results obtained 48 respondents (75.0%) not exposed to pornographic media, 48 people (75.0%) did not experience pornography exposure and most of them did not engage in sexual behavior as many as 55 people (85.9%). It was found that respondents who engage in sexual behavior and experience exposure to pornography
as many as 6 people (37.5%), more when compared with respondents who engage in sexual behavior and do not experience pornography exposure as many as 3 people (6.3%). The results of the chi-square statistical test obtained value = 0.006 which means that there is a relationship between exposure to pornography and adolescent sexual behavior at SMAN 1 Sungai Pinang OKI so that researchers recommend the need for a religious basis, appropriate early education about sex, parental support, the environment and the need for supervision by each party. because if exposure to pornography continues to occur, it is feared will have an impact on sexual behavior that has not occurred properly and even deviant sexual behavior occurs.
Keywords: Exposure to pornography, Adolescents, Sexual Behavior
Abstrak
Masalah perilaku seksual yang terjadi pada remaja jika tidak segera diatasi maka dikawatirkan akan membawa banyak dampak bencana dikehidupan pribadi remaja, keluarga, dan masyarakat umum. Kondisi Perilaku seksual remaja kian dihadapkan dengan adanya paparan pornografi yang sampai saat ini terus mengancam dengan kemudahan akses di berbagai media. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara paparan pornografi dan perilaku seksual remaja di SMAN 1 Sungai Pinang Kabupaten Ogan Komering Ilir. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan menggunakan kuisoner pada responden yang berjumlah 64 orang yang merupakan siswa/i SMAN 1 Sungai Pinang OKI. Hasil penelitian didapatkan 48 responden (75,0%) tidak terpapar media pornografi, 48 orang (75,0%) tidak mengalami paparan pornografi dan sebagian besar tidak melakukan perilaku seksual sebanyak 55 orang (85,9%). didapatkan responden yang melakukan perilaku seksual dan mengalami paparan pornografi sebanyak 6 orang (37,5%), lebih banyak jika dibandingkan dengan responden yang melakukan perilaku seksual dan tidak mengalami paparan pornografi yaitu sebanyak 3 orang (6,3%). Hasil uji statistik chi-square didapatkan ρ value = 0,006 yang berarti bahwa terdapat hubungan antara paparan pornografi dengan perilaku seksual remaja di SMAN 1 Sungai Pinang OKI sehingga peneliti meekomendasikan perlunya dasar agama, pendidikan tentang seks sejak dini sesuai, dukungan orang tua, lingkungan serta perlunya pengawasan oleh setiap pihak karena jika paparan pornografi terus terjadi maka dikhawatirkan akan berdampak pada perilaku seksual yang belum sewajarnya terjadi bahkan terjadi perilaku seks menyimpang.
Kata kunci : Paparan pornografi, Remaja, Perilaku Seksua
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENGGUNA KONTRASEPSI PIL KB DI PUSKESMAS DERMAYU KABUPATEN SELUMA
Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu jenis kontrasepsi modern yang mengandung hormon estrogen dan progesteron dimana metode pil yang juga banyak digunakan pada pengguna KB, Efek samping yang ditimbulkan diantaranya kelainan terhadap metabolisme glukosa dalam tubuh yang berakibat pada peningkatan resiko terkena DM (Diabetes Melitus). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Gambaran Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pengguna Kontrasepsi Pil KB di Puskesmas Dermayu Kabupaten seluma. Metode: Penelitian ini telah dilaksanakan pada 20-25 mei 2021 di Laboratorium Kimia Klinik Akademi Analis Kesehatan Harapan Bangsa Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel yang diambil adalah 30 orang ibu-ibu pengguna kontrasepsi pil KB diatas 1 tahun di Puskesmas Dermayu Kabupaten Seluma. Jenis penelitian bersifat deskriptif. Hasil dan pembahasan: Diperoleh hasil sampel darah dari 30 sampel mendapatkan 1 sampel kadar glukosa darah rendah (3,3%), 20 sampel kadar normal (66,7%), 6 sampel kadar tinggi (20%) dan 3 sampel kadar sangat tinggi (10%). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa penggunaan pil KB tidak memberi dampak negatif yang signifikan sehingga tidak perlu khawatir untuk pemakaian jangka panjang dengan tetap menjaga pola hidup sehat.
Kata Kunci: Kadar Glukosa, Kontrasepsi Pil KBAbstract
Hormonal contraceptives are one of the modern types of contraceptives that contain the hormones estrogen and progesterone where the pill method is also widely used in birth control users, Side effects caused include abnormalities in glucose metabolism in the body which results in an increased risk of developing DM (Diabetes Mellitus). The purpose of this study was to determine the picture of blood glucose levels when in contraceptive users of birth control pills at the Dermayu Health Center, Seluma Regency. Method: This research was carried out on May 20-25, 2021 at the Clinical Chemistry Laboratory of the Harapan Bangsa Bengkulu Health Analyst Academy. The sampling technique uses purposive sampling, the sample taken is 30 mothers who use contraceptive birth control pills over 1 year at the Dermayu Health Center, Seluma Regency. This type of research is descriptive. Results and discussion: Blood sample results from 30 samples obtained 1 sample of low blood glucose levels (3.3%), 20 samples of normal levels (66.7%), 6 samples of high levels (20%) and 3 samples of very high levels (10%). Conclusion: It was concluded that the use of birth control pills does not have a significant negative impact so there is no need to worry about long-term use while maintaining a healthy lifestyle.
Keywords: Glucose Levels, Birth Control Pill Contraceptive
PENGARUH SUHU TERHADAP KADAR VITAMIN C KOMBUCHA TEH HITAM, TEH HIJAU, DAN EARLGREY SELAMA MASA SIMPAN
Kombucha is a fermentation drink of tea and SCOBY. One of the nutritious content of kombucha tea is vitamin C. Vitamin C in kombucha is produced by breaking down glucose by Sacharomyces. The longer fermentation lasts, the more sugar used by Sacharomyces, and it causes the decreasing of vitamin C content. The aim of this study is to determine the optimum temperature in controlling vitamin C content during the storage period of post-fermentation kombucha tea (7 and 14 days) and to compare the most stable kombucha tea (black tea, green tea and earl gray tea) in producing vitamin C after heating treatment. Vitamin C in kombucha obtained by measuring it’s absorbance in UV-Vis spectrophotometer at 265nm wavelength. The absorbance value will be calculated as the percentage of vitamin C content. The percentage calculation done by calculating the linear regression equation. The results obtained indicates that the most optimum temperature for controlling vitamin C during the storage period is heating it in 65oC for 15 minutes. Vitamin C is best produced from kombucha which is derived from green tea, black tea and then earl gray tea (sequentially). It can be concluded that heating kombucha in 65oC and 70oC is able to control the vitamin C value in black, green, and earlgrey tea kombuchaKombucha merupakan minuman fermentasi teh dengan SCOBY. Salah satu kandungan teh kombucha adalah vitamin C. Vitamin C pada kombucha dihasilkan dari pemecahan glukosa oleh Sachharomyces. Semakin lama fermentasi berlangsung, maka semakin habis kandungan gula, dan menyebabkan kandungan vitamin C menurun setelah di dapatkan titik optimum. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat suhu optimum dalam mengontrol kandungan vitamin C selama masa penyimpanan teh kombucha pasca fermentasi (7 dan 14 hari) dan membandingkan kombucha penghasil vitamin C tertinggi setelah dipanaskan antara teh hitam, teh hijau dan teh earl grey. Pengukuran vitamin C pada kombucha dilakukan dengan mengukur absorbansi pada Panjang gelombang 265nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Nilai absorbansi yang didapatkan kemudian dihitung persen kadar vitamin C menggunakan persamaan regresi linier yang didapatkan dari perhitungan Panjang gelombang larutan baku kerja. Adapun hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa suhu paling optimum dalam mengkontrol vitamin c selama masa penyimpanan adalah suhu 65oC selama 15 menit. Dari berbagai macam suhu pemanasan, vitamin C paling baik dihasilka dari kombucha yang berasal dari teh hijau, teh hitam kemudian teh earl grey (secara berurutan). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu pemanasan pada suhu 65oC dan 70oC mampu mengontrol kandungan vitamin C pada kombucha teh hitam, hijau, dan earlgrey
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK PRA SEKOLAH
Konsumsi sayur dan buah pada anak usia pra sekolah masih belum optimal sehingga anak pra sekolah beresiko untuk mengalami permasalahan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi sayur dan buah pada anak prasekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif analitik, dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia prasekolah yangberjumlah 192 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Cara pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Data dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil uji chi-square didapatkan tidak adanya hubungan faktor pengetahuan dengan tingkat konsumsi sayur dan buah (p=0,087), tidak adanya hubungan faktor sikap dengan tingkat konsumsi sayur dan buah (p=0,098), adanya hubungan ketersediaan sayur dan buah dengan konsumsi sayur dan buah (p=0,029) dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan konsumsi sayur dan buah(p=0,098). Diharapkan kepada puskesmas selalu memberikan penyuluhan kepada masyarakat terhadap pentingnya konsumsi makanan yang seimbang salah satunya mengkonsumsi sayur dan buah yang banyak manfaatnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan edukasi kepada orang tua untuk lebih rutin lagi memberikan asupan sayur dan buah pada anak setiap jam makan
IMPLEMENTASI DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA NAÏVE BAYES UNTUK KLASIFIKASI PENERIMA PROGRAM INDONESIA PINTAR
Peran pendidikan sangat penting dalam rangka meningkatkan kecerdasan sumber daya manusia baik secara intelektual, emosional maupun spiritual. Namun seringkali pendidikan tidak berjalan dengan baik karena kurangnya faktor ekonomi yang mengakibatkan banyak anak putus sekolah. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah telah membuat sebuah program agar masyarakat yang kurang mampu tetap dapat bersekolah secara gratis. Program ini dinamakan Program Indonesia Pintar (PIP). Komputerisasi pada proses pemberian bantuan ini tak dapat terhindarkan. Agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan penerima bantuan maka diperlukan penerapan data mining menggunakan algoritma Naïve Bayes yang dapat mengklasifikasikan tingkat kelayakan masyarakat dalam menerima bantuan sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat dalam menentukan penerima bantuan Program Indonesia Pintar. Hasil penelitian ini diharapkan terciptanya sebuah sistem data mining yang mampu mendapatkan hasil yang akurat dalam menentukan penerima Program Indonesia Pintar.The role of education is very important in order to increase intelligent human resources both intellectually, emotionally and spiritually. But often education does not run properly due to a lack of economic factors that result in many children dropping out of school. To overcome this, the government has created a program so that the underprivileged can still go to school for free. This program is called Program Indonesia Pintar (PIP). Computerization in the process of providing assistance is unavoidable. In order to avoid errors in determining beneficiaries, it is necessary to apply data mining using the Naïve Bayes algorithm which can classify the level of the community eligibility in receiving assistance so as to obtain more accurate results in determining the recipients of Program Indonesia Pintar. The results of this research are expected to create a data mining system that is able to get accurate results in determining the recipients of Program Indonesia Pintar