Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    MEKANISME RESISTENSI TERHADAP ANTI MIKROBA

    Get PDF
    ABSTRACT   Resistance to antimicrobials is the resistance of microorganisms to antimicrobials that were previously effective against infections caused by these microorganisms. Bacterial resistance to antimicrobials can occur with any drug and is a major problem in the treatment of infections in hospitals and in the community. Infections caused by resistant microorganisms often fail standard treatments, resulting in prolonged treatment period, being more expensive, and even causing death. The mechanisms of bacterial resistance to antimicrobials vary and continue to develop, including antimicrobial inactivation, inhibition of entry of antimicrobials to the target site, changes in target molecules where antimicrobials bind, increased production of target molecules and changes in enzymes that activate antimicrobials. Genetic resistance can be intrinsic or acquired. Acquired resistance mechanisms occur through gene mutations then passed down vertically or through horizontal gene transfer. Mutations can occur spontaneously or adaptively, due to substances present in the environment (mutagens) such as chemicals, radiation and ultraviolet light. The main mechanism for the spread of antimicrobial resistance is by horizontal gene transfer. Genetic material that is transferred in a mobile form is in the form of plasmids, transposons and integrons and can be transferred by various mechanisms including conjugation, transformation and transduction.  ABSTRAK Resistensi terhadap antimikroba adalah resistensi mikroorganisme terhadap antimikroba yang sebelumnya efektif terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme tersebut. Resistensi bakteri terhadap antimikroba dapat terjadi pada setiap obat dan merupakan masalah utama dalam pengobatan infeksi di rumah sakit dan di masyarakat. Infeksi yang disebabkan mikroorganisme resisten sering gagal terhadap pengobatan standar, menyebabkan masa perawatan lebih lama, memerlukan biaya lebih mahal, dan bahkan menyebabkan kematian. Mekanisme resistensi bakteri terhadap antimikroba bervariasi dan terus berkembang di antaranya inaktivasi antimikroba, inhibisi masuknya antimikroba ke tempat target, perubahan molekul target tempat antimikroba berikatan, peningkatan produksi molekul target dan perubahan enzim yang mengaktifkan antimikroba. Resistensi secara genetik dapat bersifat intrinsik atau didapat. Mekanisme resistensi didapat terjadi melalui mutasi gen kemudian diturunkan secara vertikal atau melalui transfer gen horizontal. Mutasi dapat terjadi secara spontan atau adaptif, karena zat yang terdapat di lingkungan (mutagen) seperti zat kimia, radiasi dan cahaya ultraviolet. Mekanisme utama penyebaran resistensi terhadap antimikroba adalah dengan transfer gen secara horizontal. Materi genetik yang ditransfer dalam bentuk mobile berupa plasmid, transposon dan integron serta dapat dipindahkan dengan berbagai mekanisme di antaranya konjugasi, transformasi dan transduksi

    KEAMANAN INFORMASI (INFORMATION SECURITY) PADA APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi di era saat ini berkembang pesat, yang ditunjukkan dengan munculnya banyak program inovatif dalam layanan informasi pribadi. Salah satu pesaing informasi tersebut adalah SIMPEG, sebuah aplikasi dari Universitas Sebelas Maret. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan keamanan informasi untuk mengatasi aspek kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi. Aplikasi ini memastikan keamanan informasi pribadi pengguna dan data pegawai. Hasil dari penelitian ini adalah Pegawai diwajibkan untuk mendaftarkan akun menggunakan email yang telah  terdaftar pada SSO Pengguna aplikasi ini adalah dosen dan tenaga kependidikan termasuk pengguna umum dan operator SIMPEG. Aplikasi SIMPEG ini juga menjamin kerahasiaan data pribadi setiap pegawai dan hanya dapat dilihat oleh pegawai internal Universitas Sebelas Maret. Tujuan pendaftaran akun melalui NIP/NIK dan email staff pegawai dengan tujuan mencegah tindakan-tindakan yang dapat merugikan lembaga. Salah satu aturan penggunaan aplikasi ini adalah dilarang memperbarui, menyalin, dan menghapus data kecuali, operator SIMPEG bertanggung jawab untuk memperbarui data.The development of information technology in the current era is growing rapidly, which is indicated by the emergence of many innovative programs in personal information services. One of the contenders for such information is SIMPEG, an application from Sebelas Maret University. The purpose of this study is to determine the application of information security to address the aspects of confidentiality, integrity and availability of information. This application ensures the security of user's personal information and employee data. The results of this study are that employees are required to register an account using an email that has been registered with SSO. Users of this application are lecturers and education staff including general users and SIMPEG operators. The SIMPEG application also guarantees the confidentiality of each employee's personal data and can only be seen by Sebelas Maret University internal employees. The purpose of registering an account through NIP/NIK and employee staff email is with the aim of preventing actions that can harm the institution. One of the rules for using this application is that it is forbidden to update, copy and delete data unless the SIMPEG operator is responsible for updating the data

    Terapi Plasma Exchange Pada Pasien Sindroma Guillain Barre

    Get PDF
    Plasma Exchange Therapeutic that is done to the patient of Guillain Barre Syndrome can eliminate antibody pathogen which is useful for improvement of patient’s condition.Terapi Plasma Exchange yang dilakukan pada pasien Sindroma Guillain Barre dapat menghilangkan antibodi pathogen sehingga bemanfaat untuk perbaikan kondisi pasien

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN KENTUT DAN EKSTRAK BUAH BELIMBING TERHADAP ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS

    No full text
    Bacteria is one of the factors that cause infection. These infections can be treat with antibacterial compounds. Plants are one of the greatest sources of antibacterial compounds. Leaves of skunk vine (Paederia foetida L.) and sweet star fruit (Avverhoa carambola L.) are plant parts that commonly used traditionally as wound healing, anti-inflammatory, anti-diarrhea, etc. The purposes of this study were to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of skunk vine leaves and sweet starfruit leaves and to determine minimum inhibitory concentration (MIC) against E. coli and S. aureus. Leaves of skunk vine and sweet star fruit were extracted with 96% ethanol. The ethanol extract of each plant was screened for their phytochemicals compound and tested for antibacterial activity. The antibacterial activity test was carried out by using the agar disc diffusion method. The results of the study showed that 500 mg/ml of ethanolic extract of skunk vine leaves and sweet star fruit leaves could inhibited the growth of E. coli bacteria around 28.29 mm and 21.50 mm. Meanwhile, both extracts in the same concentration showed inhibition zones against S. aureus around 24.45 mm and 22.53 mm. It showed that ethanol extract of skunk vine leaves has better antibacterial activities than ethanol extract of start fruit leaves. The MIC of skunk vine leaves extract on both bacteria was 200 mg/ml, while the MIC of sweet starfruit leaves ethanol extract for E. coli was 12.5 mg/ml and S. aureus was 25 mg/ml. This indicates that both ethanol extracts have antibacterial activity against E. coli and S. aureus bacteria.oleh bakteri yaitu dengan menggunakan senyawa antibakteri. Tanaman merupakan salah satu sumber terbesar dari senyawa antibakteri. Daun kentut (Paederia foetida L.) dan belimbing manis (Avverhoa carambola L.) merupakan bagian tanaman yang dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati luka, antiradang, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri ekstrak etanol daun kentut dan daun belimbing manis serta konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap E. coli  dan S. aureus. Daun kentut dan daun belimbing manis diektraksi dengan etanol 96%. Ektrak etanol masing-masing tanaman di skrining fitokimia dan diuji aktivitas antibakteri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode disk difusi agar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kentut dan belimbing manis dengan konsentrasi 500 mg/ml menghasilkan zona hambat pertumbuhan bakteri E. coli sebesar 28,29 mm dan 21,50 mm. Sedangkan kedua ekstrak dalam konsentrasi yang sama menghasilkan zona hambat pertumbuhan terhadap S. aureus sebesar 24,45 mm dan 22,53 mm. . Ekstrak daun kentut mempunyai aktifitas antibakteri lebih besar daripada ekstrak daun belimbing manis. KHM ekstrak daun kentut pada kedua bakteri adalah 200 mg/ml, sedangkan KHM ektrak etanol daun belimbing manis untuk bakteri E. coli adalah 12.5 mg/ml dan S. aureus  adalah 25 mg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa kedua ekstrak etanol mempunyai aktifitas antibakteri terhadap bakteri E. coli dan S. aureus

    SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PEMETAAN WARGA NEGARA ASING

    Get PDF
    Foreign Citizens are recorded in a government agency, namely the Class II Immigration Office of Tanjung Balai Asahan in the field of Immigration Intelligence and Enforcement. The information available at the Immigration Office is limited to data in the form of tables containing information from the foreigner, so that when the data increases, it will be difficult for officers to search for foreigner data. Therefore, we need a geographic information system regarding the distribution of foreigners. This research uses Leaflet, and Quantum GIS for map visualization. The existence of this geographic information system can provide information about foreigners to the public in order to socialize the presence of foreigners, and can also report the presence of foreigners who have not been registered, and can support immigration services for the supervision of foreigners.WNA (Warga Negara Asing) di data pada sebuah intansi pemerintah yaitu Kantor Imigrasi Kelas II Tanjung Balai Asahan pada bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian. Informasi yang tersedia di Imigrasi tersebut hanya sebatas data yang berbentuk tabel yang berisikan informasi dari WNA tersebut, dan tidak tersedia gambaran yang jelas secara geografis mengenai lokasi WNA. Sehingga dibutuhkan suatu sistem informasi geografis mengenai persebaran WNA. Penelitian ini menggunakan Leaflet untuk visualisasi peta. Adanya Sistem informasi geografis ini dapat memberikan informasi mengenai WNA kepada masyarakat guna menyosialisasikan keberadaan WNA, dan juga dapat melaporkan keberadaan WNA yang belum terdaftar, serta dapat mendukung pelayanan keimigrasian terhadap pengawasan WNA

    Faktor Risiko Kejadian Nyeri Punggung Bawah Akibat Pekerjaan Pada Fisioterapis Kota Pekanbaru Tahun 2017

    Get PDF
    Low back pain is a major health problem in the workforce. Physiotherapist is a profession that presents a high risk of suffering from low back pain due to work because their work requires the musculoskeletal system, repetitive movements of the upper limbs that the body is in a static and dynamic position for a long time. The purpose of this study was to determine which risk factors were responsible for lower back pain caused by the work of physiotherapists in Pekanbaru. This research uses quantitative methods. The analysis of the data was performed on the analysis of the level of back pain, the analysis of the work picture, the RULA assessment (Rappid Upper Limb Assesment), univariate analysis, bivariate analysis and multivariate analysis. The sample of this study included 42 members of the Pekanbaru City Physiotherapy Association. The results obtained indicate that the variables associated with the incidence of work-related low back pain are sport routines. The results of the analysis obtained interaction variables (p <0.05) Sports Routines so that conclusions can be drawn variables related to the incidence of low back pain is Sports Routines. Physiotherapists who don't exercise regularly are 16 times more likely to experience back pain compared to physiotherapists who exercise regularly. Multivariate results R square = 0.389 means that awkward posture, length of service and gender variables can explain the variable back pain by 38.9%. From the results of this study, it is necessary to educate and modify the working techniques of the physiotherapists of the city of Pekanbaru.Nyeri Punggung Bawah merupakan masalah kesehatan yang besar dalam populasi pekerja. Fisioterapis merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi mengalami nyeri punggung bawah akibat pekerjaan karena pekerjaan mereka menuntut usaha keras dari sistem muskuloskeletal, gerakan berulang dari Upper Limbs, tubuh dalam posisi statis dan dinamis untuk jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang menjadi penyebab nyeri punggung bawah akibat pekerjaan yang dialami oleh fisioterapis di kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis data yang dilakukan adalah analisa tingkat nyeri punggung, analisa foto kerja, penilaian Rappid Upper Limb Assement (RULA), analisis univariat, analisis bivariate dan analisis multivariate. Sampel penelitian ini berjumlah 42 orang anggota ikatan fisioterapi kota Pekanbaru. Hasil analisis diperoleh variabel interaksi (p < 0,05) yaitu Rutinitas Olahraga sehingga dapat diambil kesimpulan variabel yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah adalah Rutinitas Olahraga. Fisioterapis yang tidak rutin berolahraga berisiko mengalami nyeri punggung 16 kali dibandingkan dengan fisioterapis yang rutin berolahraga Hasil Multivariat R square = 0,389 artinya variabel postur janggal, masa kerja dan jenis kelamin dapat menjelaskan variabel nyeri punggung bawah sebesar 38,9%. Dari hasil penelitian ini maka diperlukan adanya edukasi dan perubahan teknik bekerja pada fisioterapis di kota pekanbaru

    PENGARUH ENDORPHINE MASSAGE TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE SECTIO CAESAREA DI RSUD ENGKU HAJI DAUD

    Get PDF
    Riskesdas 2018 data from Riau Archipelago Province shows that the most Sectio Caesarea deliveries occur to mothers with an age range of 45-49 years (27.66%), education D1/D2/D3/PT (36.95%), most occupations are private employees (42.30%), and live in urban areas (24.6%). When preparing for a cesarean section, the patient will be faced with the operation process, the safety of the baby, and himself. Untreated preoperative anxiety can lead to complications that result in surgery delays. Therefore, anxiety in preoperative caesarean section mothers must be overcome, one of which is endorphin massage intervention. This study aims to determine the effect of endorphine massage on the anxiety level of pre Sectio Caesaria mothers. The study used a quasi-experimental method with a pre-post-test design (one group - pre-test - post-test design). The study was conducted in October 2020-February 2021 at Engku Haji Daud Tanjung Uban Hospital. The study population was pregnant women with pre sectio caesarea 20 respondents. The sample uses total sampling. The results showed that the average anxiety before the endorphine massage intervention was 21.85, while after the intervention was 12.85, this result showed the difference in the average anxiety score for pre-cesarean mothers was 9. The results of the Wilcoxon test statistic test showed the p < 0.05, the conclusion is that there is an effect of endorphine massage on anxiety levels in pre Sectio Caesaria mothers. It is recommended for mothers to be able to apply endorphine massage techniques to reduce anxiety, it can also be done at home.Pada saat persiapan operasi sectio caesarea, pasien akan dihadapkan dengan bayangan mengenai proses operasi, keselamatan bayi, keselamatan dirinya, kesakitan serta berbagai masalah lain yang akan membuat pasien mengalami ketidaknyamanan dan menjadi sebuah kecemasan. Kecemasan pre operasi yang tidak dapat diatasi dapat menimbulkan komplikasi yang berakibat pada penundaan operasi. Oleh karena itu, kecemasan pada ibu pre operasi section caesarea harus diatasi, salah satunya dengan intervensi endorphine massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh endorphine massage terhadap tingkat kecemasan pada ibu pre Sectio Caesaria. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan rancangan pra - pasca test (one grup -  pre test – post test design). Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2020- Februari 2021 di RSUD Engku Haji Daud Tanjung Uban. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil pre sectio cesarea sebanyak 20 responden. Sampel diambil menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi endorphine massage adalah sebesar 21,85 , sedangkan sesudah intervensi endorphine massage adalah sebesar 12,85, hasil ini menunjukkan selisih rata-rata skor kecemasan pada ibu pre sectio cesarea adalah sebesar 9. Hasil uji statistic dengan Wilcoxon test menunjukkan nilai p < 0,05, kesimpulannya ada  pengaruh endorphine massage terhadap tingkat kecemasan pada ibu pre Sectio Caesaria. Disarankan pada ibu agar dapat mengaplikasikan teknik endorphine massage untuk mengurangi kecemasan dapat juga dilakukan di rumah

    PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KECEMASAN IBU BERSALIN PADA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS I DENPASAR TIMUR

    Get PDF
    Non-natural disasters caused by the Covid 19 virus that is currently engulfing Indonesia is currently one of the factors that can cause anxiety in mothers who will face childbirth. Anxiety in childbirth is a common condition for pregnant women. Mothers who experience anxiety in the labor process can cause pathological conditions. An alternative treatment to reduce anxiety in maternity mothers is to use aromatherapy. The results of this study aim to find out the effect of lavender aromatherapy on the anxiety of maternity mothers in the covid-19 pandemic.  This type of research is a quasi experiment with one group pretest-posttes without control. The population in this study was all mothers who were pregnant in the working area of Puskesmaa I Denpasar Timur with a sample of 20 maternity mothers who fit the criteria of inclusion and taken purposive sampling. The data collection tool used is a DASS questionnaire. The results of this study using a paired t-test showed that there was a meaningful difference between the level of anxiety before being given aromatherapy and after being given aromatherapy judging from the p-value of < 0.05.Bencana  Non alam  yang disebabkan oleh virus Covid 19 yang sedang melanda Indonesia saat ini menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan kecemasan pada ibu yang akan menghadapi persalinan. Kecemasan dalam persalinan adalah kondisi umum bagi wanita hamil. Ibu yang mengalami kecemasan pada proses persalinan maka dapat menyebabkan terjadikan keadaan yang patologis. Penanganan alternatif  untuk mengurangi rasa cemas pada ibu bersalin adalah dengan menggunakan aromaterapi. Hasil Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan ibu bersalin pada pandemi covid-19.  Jenis penelitian ini adalah  quasi eksperimen dengan one group pretest-posttes without control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang bersalin di wilayah kerja Puskesmaa I Denpasar Timur dengan sampel berjumlah 20 ibu bersalin yang sesuai kriteria inklusi dan diambil secara purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner DASS. Hasil penelitian ini menggunakan uji paired t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara tingkat kecemasan sebelum diberikan aromaterapi dan setelah diberikan aromaterapi dilihat dari hasil p-value < 0.05

    Kebosanan Akademik dan Kecanduan Gadget Selama Pandemi Covid-19 Pada Remaja

    Get PDF
    Kecanduan gadget menggambarkan perilaku seseorang yang berlebihan atau kompulsif dalam menggunakan gadget. Perilaku ini dapat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, serta memungkinkan terjadinya masalah aspek sosial, emosional, mental, dan kultural. Diantara faktor yang dapat memengaruhi terjadinya kecanduan gadget adalah kebosanan akademik. Kebosanan akademik adalah keadaan gairah yang tidak optimal dalam dunia pendidikan, kurangnya minat dan motivasi belajar, tuntutan melebihi kemampuan individu dan kelelahan akibat kurangnya keterlibatan dengan rangsangan di lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kebosanan akademik dengan kecanduan gadget selama pandemic Covid-19 pada remaja. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sehingga menghimpun sebanyak 306 remaja yang berusia 13-17 tahun (106 laki-laki dan 200 perempuan) di Pekanbaru. Dua buah skala digunakan dalam pengumpulan data, yaitu skala kebosanan akademik dan skala kecanduan gadget. Hasil  yang signifikan ditemukan dalam penelitian ini yaitu adanya hubungan antara kebosanan akademik dengan kecanduan gadget pada remaja di Pekanbaru, yang berarti bahwa tinggi atau rendahnya kebosanan akademik memiliki korelasi dengan kecanduan gadget, dengan demikian hipotesis penelitian diterima

    Sense of Humor : Dalam Menjaga Kepuasan Pernikahan Pasangan Suami Istri

    Get PDF
    Sense of humor atau selera humor memiliki peranan yang penting dalam pernikahan dan dapat meningkatkan kepuasan pernikahan karena humor bisa membantu pasangan dalam coping terhadap stres. Sense of Humor merupakan bentuk strategi coping yang membantu individu menilai situasi tegang menjadi lebih positif dan menggunakan humor sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Kepuasan pernikahan adalah perasaan subjektif yang dirasakan pasangan suami istri dalam suatu pernikahan, meliputi rasa bahagia, puas, serta pengalaman yang menyenangkan bersama pasangannya.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan positif antara sense of humor dengan kepuasan pernikahan pada suami istri di Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelatif. Sampel penelitian berjumlah 246 orang suami atau istri ( suami = 101 orang dan istri = 145 orang) yang bertempat tinggal di Pekanbaru.Pengambilan data menggunakan dua skala yaitu skala sense of  humor dan skala kepuasan pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sense of humor memiliki hubungan yang positif dengan kepuasan pernikahan pada suami istri di Pekanbaru dengan signifikansi sebesar 0,000 yang berarti bahwa tinggi atau rendahnya sense of humor memiliki korelasi dengan kepuasan pernikahan dan koefisien korelasi sebesar (r) 0,778. Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan terutama bagi pasangan suami istri terkait pentingnya sense of humor dalam meningkatkan kepuasan dalam pernikahan. &nbsp

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇