Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    Pengungkapan Diri Dan Kepuasan Pernikahan Pada Long-Distance Married Couples

    Get PDF
    Pasangan suami istri yang tidak tinggal bersama (terpisah jarak) mengalami tantangan tersendiri yang mungkin dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan dapat dicapai salah satunya lewat pengungkapan diri kepada pasangan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitumengetahui pengaruh pengungkapan diri terhadap kepuasan dalam pernikahan pada pasangan yang tinggal berjauhan dengan pasangannya. Penelitianini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampling yang digunakan ialah non probability sampling yaitu accidental sampling dengan karakteristik sampel perempuan/ laki-laki yang menjalani pernikahan jarak jauh sejumlah 100 orang (68 Perempuan, 32 Laki-laki). Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu The Marital Self Disclosure Questionnaire (MSDQ) dan ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan diri dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan pada long distance married couple dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Implikasi penelitian ini untuk pasangan yang menjalani long distance marriage diharapkan agar dapat lebih terbuka lagi pada masing-masing pasangan sehingga kepuasan dalam pernikahan dapat tercapai

    PERENCANAAN PERKUATAN LERENG MENGGUNAKAN SHEET PILE SEBAGAI ALTERNATIF DINDING PENAHAN TANAH LERENG JEMBATAN KACA KAB.PROBOLINGGO

    Get PDF
    Slopes are the plains of the earth that create an angle of inclination on the horizontal side. Slopes are formed in two ways, naturally (geological processes) or man-made. Several ways that can be used to avoid the formation of collapse are retaining walls by identifying the effect of the safety factor on slope stability under existing conditions. In this study it was intended to plan slope reinforcement using sheet piles with the help of the plaxis program and using the manual calculation of the fellenius method to determine the safety factor for slope stability to overcome landslide disasters on glass bridges. The results of this study are the results of the analysis of the factor of safety from manual fellenius calculations and using the help of the Plaxis software before being given reinforcement and after being given sheet pile reinforcement.Lereng yaitu dataran bumi  yang menciptakan sudut kemiringan pada sisi horisontal. Lereng terbentuk  bersumber pada 2 cara, dengan cara natural (proses  geologi ) maupun  berencana terbuat oleh manusia. Beberapa cara yang bisa dipakai guna menghindari  terbentuknya keruntuhan ialah dengan dinding  penahan tanah dengan mengidentifikasi pengaruh faktor keamanan (Safety Factor) pada kestabilan lereng pada saat kondisi eksisting. Pada penelitian ini dimaksudkan untuk merencanakan perkuatan lereng menggunakan sheet pile dengan bantuan program plaxis serta menggunakan perhitungan manual metode fellenius untuk menentukan faktor aman kestabilan lereng guna menaggulangi bencana tanah longsor pada jembatan kaca. Hasil dari penelitian ini adalah hasil analisis faktor keamanan dari perhitungan manual fellenius dan menggunakan bantuan software plaxis sebelum diberi perkuatan dan setelah diberi perkuatan sheet pile

    Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Perwira Bekasi Utara

    Get PDF
    Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease (PTM) that causes death in the world with a prevalence of 34.11% in Indonesia in 2018. Hypertension can be controlled with diet or food restrictions by limiting salt intake. Dietary adherence is very important for people with hypertension, because it can lower blood pressure and prevent complications due to hypertension. Objective: The aim of this study was to determine the relationship between dietary compliance and blood pressure in hypertensive patients at the Perwira Health Center in North Bekasi. Methods: This research is a descriptive study with a quantitative approach and a cross-sectional research design. Data collection, primary data was obtained by direct collection which consisted of filling out dietary adherence questionnaires and direct blood pressure measurements with a sample of 105 respondents. Data processing using a computer system and data analysis using SPSS with Chi-square test. Results: The results showed that there was a significant relationship between dietary compliance and blood pressure in hypertensive patients at the Perwira Health Center in North Bekasi, which indicated a p-value of 0.019, where the number < ᵅ : 0,05. Conclusion: Dietary compliance is related to blood pressure in hypertensive patients at the Perwira Health Center in North Bekasi. Keywords: Blood Pressure, Dietary Adherence, Hypertension Abstrak Latar Belakang : Hipertensi yaitu penyakit tidak menular (PTM) yang menyebabkan kematian di dunia dengan prevalensi sebesar 34,11% di Indonesia pada tahun 2018. Hipertensi bisa dikontrol dengan diet atau pembatasan makanan dengan cara membatasi asupan garam. Kepatuhan diet sangat penting bagi penderita hipertensi, karena dapat menurunkan tekanan darah serta mencegah komplikasi akibat hipertensi. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perwira Bekasi Utara. Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross sectional. Pengumpulan data, data primer didapatkan dengan pengambilan secara langsung yang terdiri dari pengisian kuesioner kepatuhan diet dan pengukuran tekanan darah secara langsung dengan sampel 105 responden. Pengolahan data dengan menggunakan sistem komputer dan analisis data menggunakan SPSS dengan uji Chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perwira Bekasi Utara yang ditunjukkan p-value sebesar 0,019, dimana angka < ᵅ = 0,05. Kesimpulan : Kepatuhan diet berhubungan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Perwira Bekasi Utara.   Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Diet, Tekanan Dara

    HUBUNGAN PARAMETER HEMATOLOGI DENGAN HASIL SWAB PCR PASIEN COVID-19

    No full text
    The gold standard for diagnosing COVID-19 is PCR examination, but it is difficult to implement. The earliest routine laboratory examinations requested by clinicians were hematology including hemoglobin, leukocytes, platelets, ALC and NLR. This examination is inexpensive and easy to obtain. This study aims to evaluate the relationship between hematological parameters and PCR results in patients with suspected COVID-19. The study had a cross-sectional design by conducting hematological examinations on suspected Covid-19 patients undergoing PCR swabs. The study used two specimens; first, naso/oropharyngeal swab for PCR examination; second, venous blood with EDTA anticoagulant for examination of hemoglobin, leukocytes, platelets, NLR and ALC using an automated hematology equipment. Univariate analysis was performed to determine the mean and standard deviation. Independent variable data were tested by Kolmogorov-Smirnov which were then analyzed bivariately by independent t test. The mean age of the research subjects was 48.94 years. Most of the subjects who underwent PCR swab examination were women (63%) with positive PCR swab results of 88%. The mean NLR parameter was higher in patients with positive PCR than in patients with negative PCR with p value =0.025 (p<0.05). The NLR parameter was significantly higher in patients with positive PCR so that it can be used as a guideline for clinicians in the initial evaluation of patients with suspected Covid-19.Baku emas untuk menegakkan diagnosis COVID-19 adalah pemeriksaan PCR namun sulit dilakukan. Pemeriksaan laboratorium rutin yang paling awal diminta klinisi adalah hematologi meliputi hemoglobin, leukosit, trombosit, ALC dan NLR. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang murah dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan parameter hematologi dengan hasil PCR pasien suspek COVID-19. Penelitian memiliki rancangan potong lintang dengan melakukan pemeriksaan hematologi pada pasien suspek Covid-19 yang menjalani swab PCR. Penelitian  menggunakan dua spesimen; pertama, swab naso/orofaring untuk pemeriksaan PCR; kedua, darah vena dengan antikoagulan EDTA untuk pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, NLR dan ALC menggunakan alat hematologi otomatis. Analisis univariat dilakukan untuk menentukan rerata serta standar deviasi. Data variabel bebas diuji dengan Kolmogorov-Smirnov yang selanjutnya dianalisis bivariat dengan uji t bebas. Rerata usia subjek penelitian adalah 48,94 tahun. Sebagian besar subjek yang menjalani pemeriksaan swab PCR adalah wanita (63%) dengan hasil swab PCR positif sebanyak 88%. Rerata parameter NLR lebih tinggi pada pasien hasil swab PCR positif dibandingkan PCR negatif dengan nilai p=0,025 (p<0,05). Parameter NLR lebih tinggi secara bermakna pada pasien dengan hasil pemeriksaan PCR positif sehingga dapat dijadikan pedoman bagi klinisi dalam evaluasi awal pasien suspek Covid-19. &nbsp

    EFEKTIVITAS PEMBUATAN SEDIAAN TETES TEBAL MALARIA MENGGUNAKAN DARAH K3EDTA DENGAN MODIFIKASI PENAMBAHAN CaCl2

    Get PDF
    Malaria remains a problem in South Kalimantan, with a malaria elimination rate of 53.8%. Accurate diagnosis is crucial for malaria elimination. The malaria diagnostic method utilized is the microscopic examination, which is easy and affordable. This method involves preparing thick and thin blood smears using capillary blood. However, when an anticoagulant is used in the preparation of thick blood smears for malaria, such as blood with anticoagulant, it may cause the blood smear to peel off or not adhere to the glass slide during hemolysis. Calcium chloride (CaCl2) is one of the reagents used in the hematology laboratory for prothrombin time testing. CaCl2 can activate platelets in blood with the anticoagulant K3EDTA to induce clotting. This study aimed to determine the concentration of CaCl2 that produces a 1.5 cm diameter thick blood smear for malaria. The experimental method was employed for this purpose. CaCl2 solutions were prepared at concentrations of 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1%, and 0.1%. Microscopic examination results showed clear lysis of red blood cells, distinct leukocytes, and visible Plasmodium vivax parasites. The ANOVA test yielded a significance value of 0.00, indicating a difference in the diameter of thick blood smears for malaria prepared using blood with anticoagulant reacted with CaCl2. Based on the Post Hoc test, the concentration of CaCl2 that yielded favorable results for preparing thick blood smears for malaria was 4%, resulting in a diameter of 1.5 cmMalaria masih menjadi permasalahan di Kalimantan Selatan dengan capaian eliminasi malaria 53,8%. Dalam elminasi malaria perlu diagnosis yang tepat. Metode diagnosis malaria yang digunakan mudah dan terjangkau yaitu pemeriksaan mikroskopis. Pemeriksaan mikroskopis dengan cara membuat sediaan darah tebal dan tipis menggunakan darah kapiler. Pembuatan sediaan darah tebal malaria menggunakan darah dengan antikuagulan akan meyebabkan sediaan darah terkelupas atau tidak menempel pada objek glass ketika hemolisis. Kalsium klorida (CaCl2) merupakan salah satu reagen yang digunakan di laboratorium hematologi pada pemeriksaan prothrombin time. Memanfaatkan sifat CaCl2 yang dapat mengaktifkan trombosit pada darah dengan antikoagulant K3EDTA agar terjadi proses pembekuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi CaCl2 yang meghasilkan hapusan darah tebal malaria dengan diameter 1,5 cm. Metode yang digunakan eksperimental. CaCl2  dibuat konsentrasi 10%, 9%, 8%, 7%, 6%, 5%, 4%, 3%, 2%, 1% dan 0,1%. Hasil mikroskopis sel eritrosit lisis, sel leukosit terlihat jelas dan plasmodium vivax terlihat jelas. uji ANOVA di dapat hasil sig 0,00 yang berarti < 0,05 maka terdapat perbedaan diameter hapusan darah tebal malaria menggunakan darah dengan antikoagulan yang di reaksikan dengan CaCl2. Berdasarkan uji Post Hoc didapat hasil konsentrasi CaCl2 yang baik untuk membuat sediaan darah tebal malaria yaitu 4% dengan diameter 1.5 cm

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ALTERNATIF BEKATUL BERAS MERAH (ORYZA NIVARA) DAN BERAS PUTIH (ORYZA SATIVA L) TERHADAP JUMLAH KOLONI JAMUR CANDIDA ALBICANS DENGAN KONTROL MEDIA SABORAUD DEXTROSE AGAR

    Get PDF
    Jamur Candida albicans membutuhkan sumber nutrisi terutama karbohidrat untuk tumbuh dan berksembang-biak. Identifikasi, isolasi dan konfirmasi hasil pemeriksaan secara mikroskopis memerlukan media kultur. Bekatul beras merah (Oryza nivara) dan bekatul beras putih (Oryza sativa L), bekatul mempunyai karbohidrat sebanyak 84,36%, vitamin, dan nutrisi lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni jamur Candida albicans pada media SDA (Sabouraud Dextrosa Agar), media alternatif bekatul beras merah (Oryza nivara) dan media alternatif bekatul beras putih (Oryza sativa L). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen murni (true experiment). Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada tanggal 13 desember 2021 - 17 desember 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian dengan nilai rata-rata dari hasil pemeriksaan perbedaan jumlah koloni jamur Candida albicans pada media SDA (Sabouraud Dextrosa Agar) 111 CFU/mL, media alternatif bekatul beras merah (Oryza nivara) 146 CFU/mL dan media alternatif bekatul beras putih (Oryza sativa L). Uji ANOVA didapatkan nilai p = < 0,001. Kesimpulan hasil penelitian bahwa Bekatul beras putih dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan jamur Candida albicans

    IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli, Shigella sp. DAN Staphylococcus aureus SEBAGAI BIOMARKER CEMARAN PADA SUMBER AIR DAERAH STUNTING DI KELURAHAN BELAWAN SICANANG, KECAMATAN MEDAN BELAWAN, MEDAN

    Get PDF
    Stunting is a disorder of growth and development of children due to chronic malnutrition and repeated infections, which are characterized by below standard height. Water is a kind of resource which required for community household activities,. Therefore, water, sanitation and hygiene become particular concern. Contamination by Enterotoxigenic Escherichia coli that transmitted through water can increase the risk of stunting in children with continuous diarrhea. This research was conducted to identify biomarkers in water sources for local residents with stunting in Belawan Sicanang Village, Medan. The biomarkers used were E. coli, Shigella sp., and Staphylococcus aureus. The method used in this study is the Most Probable Number (MPN) and Total Plate Count (TPC). The results of this study indicated that 2 out of 3 drinking water samples were contaminated with E. coli., and 3 out of 3 clean water samples were contaminated with E. coli. Meanwhile, the other two biomarkers were not detected in all types of samples.Stunting ialah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar. Air merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan untuk aktivitas rumah tangga masyarakat, sehingga higienitasnya menjadi perhatian khusus. Cemaran bakteri jenis Escherichia coli enterotoksigenik yang ditransmisikan melalui air dapat meningkatkan resiko stunting pada anak dengan gejala awal diare berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi biomarker pada sumber air penduduk daerah dengan stunting di Keluruhan Belawan Sicanang, Medan. Biomarker yang digunakan adalah E. coli, Shigella sp., dan Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Most Probable Number (MPN) dan Total Plate Count (TPC). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 dari 3 sampel air minum tercemar E. coli., dan 3 dari 3 sampel air bersih tercemar E. coli. Sedangkan, dua biomarker lainnya tidak terdeteksi di semua jenis sampel

    Kandungan Gizi Tanaman Maman (Cleome Gynandra L) dan Joruk Maman

    Get PDF
    Maman (Cleome gynandra L) is one of the plants that is often consumed by people in Riau Province, especially in Rokan Hulu and Rokan Hilir Regencies. Maman is usually consumed in a fermented form called joruk maman. The nutritional value content of a food ingredient can be known through several analyses, one of which is proximate analysis. Based on the background stated above, it is necessary to conduct research to determine the nutritional content of protein, fat, fiber, carbohydrates, water content and ash content of maman plants, fresh and dried (simplesia), and Joruk Maman. The types and methods used in this research are experimental research and quantitative descriptive methods. The results of proximate analysis on three samples showed that the highest levels of protein in maman powder (30.08%), fat content in joruk maman (2.95%), water content in joruk maman (92.06%), carbohydrate content in maman powder (26.9727%), ash content in maman powder (17.75%), and fiber content in maman powder (7.84%).Maman (Cleome gynandra L) merupakan salah satu tumbuhan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Provinsi Riau khusus nya Kabupaten Rokan Hulu dan Rokan Hilir. Maman biasa dikonsumsi dalam bentuk fermentasi yang disebut dengan joruk maman. Kandungan nilai gizi dari suatu bahan makanan dapat diketahui melalui beberapa analisis, salah satunya yaitu analisis proksimat. Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kandungan zat gizi protein, lemak, serat, karbohidrat, kadar air dan kadar abu dari tanaman maman , segar dan kering (simplesia), dan Joruk Maman. Jenis dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimental dan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis proksimat pada tiga sampel, didapatkan bahwa kadar paling tinggi protein pada serbuk maman (30,08%), kadar lemak pada joruk maman (2,95%), kadar air pada joruk maman (92,06%), kadar karbohidrat pada serbuk maman (26,9727 %), kadar abu pada serbuk maman (17,75%), dan kadar serat pada serbuk maman (7.84%)

    Formulasi dan Uji Karakteristik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Umbi Hati Tanah (Angiopteris evecta)

    Get PDF
    Gel is a semisolid topical preparation that provides a cool sensation, easy to clean easy to spread, and has good absorption on the skin. Hati Tanah tuber (Angiopteris evecta) contain Flavonoids, Tannins, and Saponins compounds that act as antibacterials. This study aims to determine whether the ethanol extract of Hati Tanah tuber can be formulated into an anti-acne gel preparation and whether the physical properties of the gel preparation meet the physical standards. The method used in this study was experiment by making gel preparations of ethanol extract of Hati Tanah tuber with variations in extract concentrations of 0%, 0,5%, 1%, and 5% and testing the physical properties of organoleptic, homogeneity, adhesion, dispersion, and pH. The results obtained showed that the gel preparation formulation add with ethanol extract of Hati Tanah tuber had a distinctive smell and color from ethanol extract of Hati Tanah tuber. The physical properties of gel preparations of ethanol extracts of Hati Tanah tuber, namely F1, F2, and F3 in the adhesion test meet the requirements, in the homogeneity test only F2 meets the requirements. While in the dispersion test, only F1 meets the requirements, and in the pH test only F2 and F3 have pH values that meet the requirements.Gel merupakan sediaan topikal semipadat yang memberikan sensasi dingin, mudah dibersihkan dan mudah tersebar serta penyerapannya yang baik pada kulit. Umbi Hati Tanah (Angiopteris evecta) mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol umbi Hati Tanah dapat diformulasikan menjadi sediaan gel antijerawat dan apakah sifat fisik sediaan gel tersebut memenuhi standar fisik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan membuat sediaan gel ekstrak etanol umbi Hati Tanah dengan variasi konsentrasi ekstrak 0%, 0,5%, 1% dan 5% serta dilakukan pengujian sifat fisik secara organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, dan pH. Hasil penelitian diperoleh, formulasi sediaan gel yang ditambahkan ekstrak etanol umbi Hati Tanah memiliki bau dan warna yang khas dari ekstrak etanol umbi Hati Tanah. Sifat fisik sediaan gel ekstrak etanol umbi Hati Tanah yaitu F1, F2, dan F3 pada uji daya lekat memenuhi persyaratan, pada uji homogenitas hanya F2 yang memenuhi persyaratan. Sedangkan pada uji daya sebar hanya F1 yang memenuhi persyaratan, dan pada uji pH hanya F2 dan F3 yang memiliki nilai pH yang memenuhi persyaratan. &nbsp

    Spritualitas Tempat Kerja dengan Keterikatan Karyawan

    Get PDF
    Keterikatan karyawan merupakan domain utama dalam melihat bagaimana efektivitas kerja karyawan. Selain itu, keterikatan kerja juga dapat menjadi tolok ukur dalam melihat seberapa cinta dan atensinya karyawan terhadap profesi, kinerja, serta menjaga nama baik tempat bekerja. Selain itu diantara faktor yang dapat menumbuhkan keterikatan karyawan adalah spiritualitas tempat kerja. Spritualitas tempat kerja akan membentuk kepribadian yang akan terus bertumbuh dan mampu untuk meningkatkan keterikatan secara lahir dan batin karyawan akan tempat bekerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah spiritualitas tempat kerja memberikan pengaruh kepada keterikatan karyawan dalam pekerjaannya. Sebanyak 119 orang karyawan dilibatkan menggunakan metode kuantitatif survey. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa spiritualitas tempat kerja berperan dalam menumbuhkan keterikatan karyawan dengan signifikansi 0.000 (P<0.05) kemudian didapatkan sumbangsih sebesar 15,2% (R2 = 0.152). Dengan demikian penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan spritualitas dapat membantu perusahan untuk meningkatkan keterlibatan kerja bagi karyawan. &nbsp

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇