Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Bounding Attachment Dan Durasi Menyusui Pada Bayi 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki
ABSTRACT
Background: factors causing failure of exclusive breastfeeding are influenced by age, education, parity, formula feeding, culture and knowledge about breast milk production. Breast milk production can be increased by Bounding Attachment and breastfeeding duration based on the results of research (Hafid et al., 2022).
Objective: The purpose of this study was to determine the frequency distribution of Bounding Attachment and breastfeeding duration before the intervention and after the intervention. in infants 0-6 months.
Methods: This research design is a quasy experiment with a one group pretest-posttest design. In this study, respondents were given a pretest before being given baby massage to determine Bounding Attachment and breastfeeding duration. Then a posttest was conducted by giving baby massage 2x/week to determine Bounding Attachment and breastfeeding duration. Statistical tests used are T-dependent test and Wilcoxon test.
Results: In this study, the average frequency of Bounding Attachmentt before the intervention was 7.97 after the intervention was given 9.38. It can be concluded that the provision of baby massage has an effect on Bounding Attachmentt. and the average value of breastfeeding duration before the intervention was 13.94 minutes with a standard deviation of 4.111 and a standard error of 0.727 minutes after the intervention was 20.97 minutes with a standard deviation of 5.409 minutes with a standard error of 0.9.
Keywords: Baby massage 1, Bounding attachment 2, breastfeeding duration 3Latar Belakang : faktor penyebab kegagalan air susu ibu (ASI) Eklusif di pengaruhi oleh usia, pendidikan, paritas, pemberian susu formula, budaya dan pengetahuan tentang produksi air susu ibu (ASI). Produksi air susu ibu (ASI) dapat meningkat dengan adanya Bounding Attachmentt dan durasi menyusui berdasarkan hasil penelitian (Hafid, Partiwi and Vitariani Garendi, 2022).
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi frekuensi Bounding Attachmentt dan durasi menyusui sebelum dilakukan intervensi dan seesudah dilakuakn intervensi. pada bayi 0-6 bulan
Metode : Desain penelitian ini adalah quasy experimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Pada penelitian responden dilakukan pretest sebelum diberikan pijat bayi untuk mengetahui Bounding Attachmentt dan durasi menyusui. Kemudian dilakukan posttest dengan diberikan pijat bayi 2x/minggu untuk mengetahui Bounding Attachmentt dan durasi menyusui. Uji statistic yang digunakan adalah uji T-dependent dan uji Wilcoxon.
Hasil : Pada penelitian ini rata-rata frekuensi Bounding Attachmentt sebelum diberikakan intervensi 7.97 setelah diberikan intervensi 9.38. maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pijat bayi berpengaruh terhadap Bounding Attachmentt. dan nilai rata-rata durasi menyusui sebelum dilakukan intervensi adalah 13.94 menit dengan standar deviasi sebesar 4.111 dan standar eror sebesar 0.727 menit setelah di berikan intervensi sebesar 20.97 menit dengan standar deviasi sebesar 5.409 menit dengan standar eror 0.956 menit. maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pijat bayi memberikan pengaruh terhadap peningkatan durasi menyusui
Kesimpulan : Ada pengaruh pijat bayi terhadap Bounding Attachment dan durasi menyusui pada bayi 0-6 bulan
Kata kunci: Pijat bayi 1, Bounding attachment 2, Durasi menyusui
PRESERVASI PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN NILAI KONDISI JALAN MENGGUNAKAN METODE PCI DI JALAN SRIKANDI KOTA PEKANBARU
Pavement preservation in urban areas can increase population mobility. So that the road maintenance treatments are not only concentrated on arterial roads. This research aims to determine the road conditions and preservation treatments of flexible pavement on one of the collector roads in Pekanbaru City, that's on Srikandi Street. Types of distress in flexible pavements were obtained by visual survey at the location. The road is divided into 12 sections, where each section is 200 meters apart. Pavement condition assessment method using the Pavement Condition Index (PCI). The results of the pavement condition assessment analysis, the PCI average on Srikandi Street is 72.75 (satisfactory). Pavement preservation activity required on Srikandi Street is routine maintenance on sections 1, 3, 4, 6, 7, 8, and 10, with the treatment by patching, leveling, crack sealing, and sealcoating; preventive maintenance on sections 2, 5, 9, and 11, with the treatment by nonstructural overlay using a Thin Hot Mix Asphalt (THMA); and pavement rehabilitation in section 12, with the treatment by mill and inlay.Preservasi perkerasan jalan di wilayah perkotaan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat. Sehingga penanganan terhadap kondisi jalan yang rusak tidak hanya terfokus hanya pada jalan arteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan kegiatan preservasi perkerasan lentur yang harus dilakukan pada salah satu jalan kolektor yang ada di Kota Pekanbaru yaitu pada Jalan Srikandi. Data kerusakan jalan diperoleh dengan metode survei di lokasi studi. Ruas jalan dibagi menjadi 12 segmen, dimana setiap segmennya berjarak 200 meter. Untuk penilaian kondisi perkerasan jalan metode yang digunakan adalah metode PCI. Berdasarkan hasil analisis kerusakan perkerasan lentur menggunakan metode PCI, nilai kondisi perkerasan rata-rata pada Jalan Srikandi adalah 72,75 (kondisi baik). Untuk kegiatan preservasi jalan yang dilakukan adalah dengan pemeliharaan rutin (segmen 1, 3, 4, 6, 7, 8, 10), pemeliharaan berkala (segmen 2, 5, 9, 11) dan rehabilitasi (segmen 12). Metode penanganan yang diperlukan untuk pemeliharaan rutin pada jalan ini adalah dengan pekerjaan penambalan lubang, perataan, penutupan retak dan pengaspalan. Sedangkan metode penanganan yang diperlukan untuk pemeliharaan berkala pada jalan ini adalah dengan pekerjaan lapis tambah menggunakan lapis tipis beton aspal (LTBA). Serta metode penanganan yang diperlukan untuk rehabilitasi pada jalan ini adalah dengan pekerjaan pengupasan dan pelapisan ulang
Potensi Antimikroba Fraksi Etil Asetat Daun Mangkokan (Nothopanax scutellarius (Brum.f.) Fosberg) Terhadap Berbagai Mikroba Patogen
Mangkokan leaves (Nothopanax scutellarius (Brum.f.) Fosberg) is an ornamental plant that usually grows in home gardens, relatively popular and is used as an alternative medicine such as improving the digestive system, preventing hair loss, treating wounds, anti-inflammation, improving blood flow, preventing the appearance of symptoms of anemia and antioxidants. This study aims to determine the inhibitory power of extracts and ethyl acetate fractions towards Salmonella gastroenterites, Lactobacillus rhamnosus, Eschericia coli, Bacillus subtilis, and Candida albicans. The ethanol extract of mangkokan leaves contains alkaloids, saponins, phenolics, steroids and terpenoids, and the ethyl acetate fraction of mangkokan leaves shows that it contains phenolic, steroids and terpenoids. The ethanol extract and ethyl acetate fraction of mangkokan leaves has the ability to inhibit the growth of Salmonella gastroenterite, Lactobacillus rhamnosus, E.coli, B.subtilis, and C.albicans, with moderate categories of antibacterial activity and weak category for antifungal activity. It can be concluded that mangkokan leaf extracts and fractions have the potential to be antimicrobial.Daun mangkokan (Nothopanax scutellarius (Brum.f.) Fosberg) merupakan tumbuhan hias yang biasa tumbuh di pekarangan rumah yang relatif populer dan dijadikan obat alternatif seperti memperlancar sistem pencernaan, mencegah rambut rontok, mengobati luka, atiinflamasi, memperlancar peredaan darah, mencegah munculnya gejala anemia dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak dan fraksi etil asetat terhadap Salmonella gastroenterites, Lactobacillus rhamnosus, Eschericia coli, Bacillus subtilis, dan Candida albicans. Ekstrak etanol daun mangkokan mengandung alkaloid, saponin, fenolik, steroid dan terpenoid, dan pada fraksi etil asetat daun mangkokan menunjukkan mengandung senyawa fenolik, steroid dan terpenoid. Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat daun mangkokan memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri bakteri Salmonella gastroenterit, Lactobacillus rhamnosus, Eschericia coli, Bacillus subtilis, dan jamur Candida albicans, dengan kategori sedang pada aktivitas antibakteri dan kategori lemah pada aktivitas antijamur. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi daun mangkokan berpotensi sebagai antimikroba
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PEKERJA PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS DI PROVINSI RIAU
Background: Type 2 diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by an increase in blood sugar due to decreased insulin secretion by pancreatic beta cells. Data from the Pekanbaru City Health Office in 2019 showed that diabetes mellitus was ranked second in the 10 most common diseases. Every worker has potential hazards and risks in carrying out work that has an impact on occupational health problems. Working schedules can lead to unhealthy behaviors, such as eating, smoking, and exercising. Until now there is no data on type 2 diabetes mellitus among oil and gas workers at PT X in Riau province, but when the preliminary survey was conducted there were quite a number of workers with type 2 diabetes mellitus whose incidence rate of disease 2 was not known in the company. Objectives : it is necessary to carry out prevention and control efforts by looking at the risk factors that affect the disease. Methods: This research is a descriptive observational study with a cross- sectional study design and using the chi-square test Results: he results of this study indicate that there are 179 (6.8%) workers who are affected by the incidence of type 2 diabetes mellitus and the variable associated with the incidence of type 2 diabetes mellitus in workers at the oil and gas company PT X in Riau province is age (p=0.00 and PR=5.286), BMI (P=0.00 and PR=1.875), gender (P=0.047 and PR=1.714), type of work (P=0.003 and PR=0.631), and variables that are not related are activity physical (P = 0.486). Conclusion: There is a significant relationship between age, BMI, gender and type of work with the incidence of type 2 diabetes mellitus in workers at the oil and gas company PT X in Riau province.
Keyword : Diabetes mellitus type 2, workers oil and gasLatar belakang : Diabetes melitus tipe 2 merupakan kelainan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada tahun 2019 menunjukkan bahwa penyakit diabetes melitus menduduki peringkat kedua dari 10 penyakit terbanyak. Setiap tenaga kerja memiliki potensi bahaya dan risiko dalam melakukan pekerjaan yang berdampak pada gangguan kesehatan kerja. Jadwal bekerja dapat menyebabkan perilaku yang tidak sehat, seperti perilaku makan, merokok, dan olahraga. Hingga saat ini belum ada data penderita diabetes melitus tipe 2 pada pekerja minyak dan gas PT X di provinsi Riau, namun saat dilakukan survey pendahuluan terdapat cukup banyak pekerja dengan penyakit diabetes melitus tipe 2 yang belum diketahui berapa angka kejadian penyakit 2 di perusahaan tersebut. Untuk itu perlu dilakukan upaya pencegahan dan pengendalian dengan melihat faktor risiko yang mempengaruhi penyakit tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dibetes melitus tipe 2 pada pekerja di perusahaan minyak dan gas PT X di Provinsi Riau. Metode: Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 179 (6,8%) pekerja yang terkena kejadian diabetes melitus tipe 2 dan variabel yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada pekerja Perusahaan minyak dan gas PT X di provinsi Riau adalah usia (p=0,00 dan PR=5,286), BMI (P=0,00 dan PR=1,875), jenis kelamin (P=0,047 dan PR=1,714), jenis pekerjaan(P=0,003 dan PR=0,631), dan variabel yang tidak berhubungan adalah aktivitas fisik (P= 0,486). Kesimpulan: Terdapat adanya hubungan yang bermakna antara usia, BMI jenis kelamin dan jenis pekerjaan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada pekerja Perusahaan minyak dan gas PT X di provinsi Riau
ANALISIS USER SENTIMENT APLIKASI GOOGLE MAPS, MAPS.ME DAN WAZE MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE
Nowadays, the routing app is often used by many people, this app is very useful for users to find the best route by just entering the address code, this app can provide travel routes which can be taken by different kinds of vehicles. In Indonesia itself, there are several widely used route guidance apps with various positive and negative reviews. In this study, different types of apps namely Google Maps, Maps.me and Waze were used and the data is from user feedback through an online survey. The purpose of this study is to find out the users' ratings for each application which was used as the material for the study. Support Vector Machine method was used to process the data. For each app, 750 comments were received and the final result of maps.me was the app with the highest score based on 86.40% accuracy, 86.55% precision and 99.69% recall. The maps.me app received 68% positive reviews, followed by Waze with 29% and Google Maps with 3%. This makes maps.me the app with the highest score based on positive reviews.Dewasa ini aplikasi penunjuk arah sudah sering digunakan oleh banyak masyarakat, aplikasi ini sangat membantu para penggunanya dalam mencari rute perjalanan terbaik, hanya dengan memasukan kode alamat maka aplikasi ini dapat memberikan rute jalan yang dapat dilalui untuk berbagai jenis kendaraan. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa aplikasi penunjuk arah yang banyak digunakan dengan komentar positif dan negatif yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis aplikasi yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu Google Maps, Maps.me, dan Waze, data yang diambil yaitu data komentar pengguna dengan cara web scraping. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui ulasan para pengguna dari masing-masing aplikasi yang dijadikan bahan penelitian. Pengolahan data menggunakan metode Support Vector Machine, dari masing-masing aplikasi tersebut diambil sebanyak 750 komentar, dan mendapatkan hasil akhir mapsme menjadi aplikasi dengan nilai tertinggi berdasarkan hasil akurasi 86.40%, presisi 86.55%, dan 99.69% pada nilai recall. Aplikasi Maps.me memiliki 68% komentar positif, kemudian Waze mendapatkan 29%, dan Google Maps mendapatkan 3%. Dengan hal tersebut Maps.me menjadi aplikasi dengan nilai tertinggi berdasarkan komentar positif
PEMODELAN ADDIE DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM 13 PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS TINGKAT SEKOLAH DASAR BERBASIS ANDROID
The proliferation of science and technology that is so rapid today supports and makes it easier for all the activities in various areas of human life, one of them being education. The K–13 curriculum requires schooling. The excess K–13 is to require students to be more independent, creative, and innovative, emphasizing character education. And the judgment process is made up of all the aspects of attitude, activity, skill, and knowledge. English is essential to study and be understood by the students because of the challenge of global development, and one of its supporting tools is mastery of English as a communication medium in the global and international world. Purpose: This study made it easier for students to tackle mainly the English learning process pronunciation in the form of interactive systems by applying speech and voice technologies recognition. Data collection from library studies, interviews, and observatories Methods of quantitative analysis are used in this research process for testing. Testing systems using black box testing with a successful walk and user acceptance test (UAT) and getting an average of 85% of student responses The results of this study prove that interactive system applications generate 86% and 84% of the result of media appropriations and material content, respectively, that are perfectly feasible in the learning process.Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat saat ini menunjang dan mempermudah semua kegiatan di berbagai bidang dalam kehidupan manusia, salah satunya di Pendidikan. Pembelajaran di sekolah dituntut untuk menerapkan kurikulum K-13. Kelebihan K13 adalah menuntut siswa lebih mandiri, kreatif dan inovatif, menekankan kepada pendidikan karakter dan proses penilaian dilakukan dari semua aspek yaitu sikap, keaktifan, keterampilan, dan pengetahuan. Bahasa Inggris sangat penting dipelajari dan dipahami oleh siswa karena tantangan dimasa depan adalah perkembangan dunia global yang salah satu alat penunjangnya yaitu penguasaan Bahasa Inggris sebagai media komunikasi di dunia global dan Internasional. Tujuan penelitian ini untuk memudahkan siswa-siswi dalam proses pembelajaran bahasa inggris terutama pelafalan dalam bentuk sistem interaktif dengan menerapkan teknologi Speech dan Voice Recognition. Pengumpulan data berupa studi pustaka, wawancara dan observasi. Metode kuantitatif digunakan dalam proses penelitian ini untuk digunakan dalam melakukan testing. Sistem diuji menggunakan black box testing dengan berjalan sukses serta dilakukan User Accaptance Test (UAT) dengan memperoleh nilai rata-rata sebesar 85% dari respon siswa-siswi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi system interaktif ini mendapatakan 86% dan 84% dari hasil uji kelayakan media dan isi materi sangat layak digunakan untuk mempermudah dalam proses pembelajaran
PENGARUH SERVANT LEADERSHIP PADA MANAJER PROYEK & KEPUASAN KERJA TERHADAP PROJECT SUCCESS FACTOR
Proyek didefinisikan sebagai runtutan tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Menurut Project Management Institute (PMI), istilah Proyek mengacu pada "setiap usaha dengan awal dan akhir yang pasti", meliputi berbagai macam industri, termasuk proyek konstruksi. Manajer proyek pada suatu proyek memiliki pengaruh terhadap kinerja pada pelaksanaan suatu proyek. Dengan demikian jenis kepimimpinan pada seorang manajer proyek juga akan berdampak terhadap kesuksesan proyek konstruksi. Lalu kepuasan kerja pada tim proyek merupakan perasaan/pendapat tim proyek akan pekerjaan mereka. Pada penelitian ini dilakukan analisa untuk mengukur pengaruh gaya kepemimpinan servant pada manajer proyek serta kepuasan kerja tim proyek, terhadap keberhasilan proyek dalam hal kinerja jadwal, kinerja biaya, kinerja kualitas, dan kepuasan pemangku kepentingan, terutama pada proyek-proyek konstuksi di Indonesia. Penlitian dilakukan dengan melakukan survey kuantitatif terhadap profesional proyek umum maupun proyek konstruksi di Indonesia dan kemudian hasil survey akan diolah dengan metode Structural Equation Modelling
PENGARUH PEMBERIAN BOTOL MINUM DENGAN STIKER BERKARAKTER PADA ANAK USIA PRASEKOLAH UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN PADA ANAK
Children are very susceptible to large fluid losses, this is because children are susceptible to diseases, such as fever and diarrhea. The aim of the study was to determine the effect of giving drinking bottles with character stickers to preschool-aged children to meet the needs of fluids in children. Research design with quasi-experimental. This research was conducted with a sample of 30 people, 15 people in the intervention group and 15 people in the control group. The intervention group was given drinking bottles with character stickers while the control group was not given. The measurement tool is the amount of fluid intake every 24 hours in milliliters (ml). Data analysis using unpaired T test, obtained the amount of fluid intake after being given a drinking bottle with a post-test character sticker in the experimental group was 1290 ml, while the fluid intake in the control group was 896.67 ml. The results of the statistical test obtained a p value of 0.000. It can be concluded that there is a significant effect on the amount of fluid intake after being given a drink bottle with a sticker with a character between the experimental and control groups
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DENGAN MISSED NURSING CARE DI RUMAH SAKIT X
Missed Nursing Care adalah asuhan keperawatan yang tidak diberikan sama sekali, tidak dilakukan secara lengkap, tertunda atau kelalaian. Halini merupakan tantangan global yang mengancam keselamatan dan kesehatan pasien. Salah satu faktor penyebab Missed Nursing Care yaitu lingkungan kerja dan budaya keselamatan pasien. Lingungan kerja dan Budaya keselamatan pasien merupakan prioritas kesehatan global danmenjadi unsur penting dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya hubungan antara lingkungan kerja danbudaya keselamatan pasien dengan Missed Nursing Care di Rs. X Kota Batam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel berjumlah 40 perawat di RS. X Kota Batam dengan teknik penarikan sampel yaitu total sampling. Data penelitian ini diolah dengan menggunakan uji Chi-Square. Analisa bivariat menunjukkan mayoritas yaitu sebanyak 17 perawat (90%) di RS. X Kota Batam memiliki lingkungan kerja kurang dengan Missed Nursing Care yang tinggi dan sebanyak 16 responden (89%) memiliki budaya keselamatan pasien kurang dengan Missed Nursing Care yang tinggi. Hasil uji Chi-square didapatkan nilai p- value 0,000 < 0,05. Ada hubungan yang siginifikan antara lingkungan pasien, budaya keselamatan pasien dengan Missed Nursing Care di RS. X Kota Batam yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KECELAKAAN KERJA PADA PENGRAJIN KAYU DI KECAMATAN RUMBAI TIMUR KOTA PEKANBARU RIAU TAHUN 2023
ABSTRAK
Kecelakaan kerja merupakan suatu peristiwa yang tidak diharapkan dan tidak terduga. Tidak terduga karena peristiwa tidak direncanakan sebelumnya. Kecelakaan kerja merupakan suatu permasalahan yang dialami disemua jenis kegiatan pekerjaan menurut Dwi Sapta Aryantiningsih (2015). Mengenai terjadinya kecelakaan kerja, juga mencakup mengenai penggunaan alat pelindung diri atau APD sebagai langkah terakhir dalam hirarki hazard control atau pengendalian bahaya menurut Saloni Waruwu FY (2016). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengunaan alat pelindung diri dengan kecelakaan kerja pada pengrajin kayu di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Riau. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian adalah Korelasi/Asosiasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Pekerja Pengrajin Kayu berjumlah 35 orang, sampel yang digunakan sebanyak 35 orang. Teknik pengambilan sampel adalah Totally Sampling. Instrument penelitian ini menggunakan observasi dan kuesioner. Data yang didapat diolah dengan Analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan alat pelindung diri dengan kecelakaan kerja pada pengrajin kayu di Kecamatan Rumbai Timur Kota Pekanbaru Riau. Saran: Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan untuk penelitian lebih lanjut dalam mengembangkan keilmuan dibidang kesehatan, terutama untuk yang berhubungan dengan penggunaan APD.
Kata Kunci : Alat pelindung diri, Kecelakaan Kerja, Pengrajin Kayu
ABSTRACT
Work accident is an unexpected and unexpected event. Unforeseen because events are not planned in advance. Work accidents are a problem that is experienced in all types of work activities according to Dwi Sapta Aryantiningsih (2015). Regarding the occurrence of work accidents, it also includes the use of personal protective equipment or PPE as the last step in the hazard control hierarchy or hazard control according to Saloni Waruwu FY (2016). This study aims to determine the relationship between the use of personal protective equipment and work accidents in wood craftsmen in East Rumbai District, Pekanbaru City, Riau. The population in this study were 35 wood craftsmen, the sample used was 35 people. The sampling technique is Totally Sampling. The research instrument used observation and questionnaires. The data obtained was processed by univariate and bivariate analysis. The results of this study concluded that there was no significant relationship between the use of personal protective equipment and work accidents in wood craftsmen in Rumbai Timur District, Pekanbaru City, Riau.Suggestion: The results of this study can provide input for further research in developing science in the health sector, especially for those related to the use of personal protective equipment. Keywords : Personal protective equipment, Work Accidents, Carpenter