Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
ASESMEN KOMPETENSI KARYAWAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KABUPATEN ROKAN HULU, PROVINSI RIAU
Employees are an important part of organization that is able to mobilize and synergize other resources to achieve organizational goals. The success of organization is largely determined by the roles and functions of the employees in it. Therefore, the organization must empower all components of employees who are well owned in order to be able to improve performance by carrying out the employee competency assessment process based on the intended function and position. Competency assessment activities for employees of Rokan Hulu Rural Bank were carried out on 16-17 July 2022 with a total of 32 participants. This PKM activity aims to evaluate employee competence based on the intended function and position. Employee competency assessment will be carried out on prospective employees, permanent employees, section heads, and branch heads based on psychological aspects and managerial competency aspects. The PKM results showed that 23 participants were in the Still Qualified (MMS) category, 5 participants were in the Qualified (MS) category and 4 participants were in the Less Qualified (KMS) category. Thus overall there were 28 participants who were suggested for promotion to the intended position and 4 participants who were not advised to be promoted to the intended position.Karyawan merupakan bagian penting dalam suatu organisasi yang mampu menggerakkan dan mensinergikan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan organisasi. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh peran dan fungsi karyawan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, organisasi harus memberdayakan semua komponen karyawan yang dimiliki dengan baik agar mampu meningkatkan kinerja dengan melakukan proses penilaian kompetensi karyawan berdasarkan fungsi dan jabatan yang dituju. Kegiatan asesmen kompetensi bagi karyawan Bank Perkreditan Rakyat Rokan Hulu dilaksanakan pada tanggal 16-17 Juli 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 32 orang. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk melakukan penilaian kompetensi karyawan berdasarkan fungsi dan jabatan yang dituju. Penilaian kompetensi karyawan akan dilakukan terhadap calon pegawai, pegawai tetap, kepala seksi, dan kepala cabang berdasar pada aspek psikologis dan aspek kompetensi manajerial. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa terdapat 23 peserta berada pada kategori Masih Memenuhi Syarat (MMS), 5 peserta berada pada kategori Memenuhi Syarat (MS) dan 4 peserta berada pada kategori Kurang Memenuhi Syarat (KMS). Dengan demikian secara keseluruhan terdapat 28 peserta yang disarankan untuk promosi pada jabatan yang dituju dan 4 peserta yang tidak disarankan untuk promosi pada jabatan yang dituju
PELATIHAN PEMBUATAN DAN KONTROL MUTU BATAKO DI KABUPATEN PONOROGO
Pengusaha batako di kabupaten ponorogo cukup banyak. Namun pemahaman terhadap material penyusun, uji material penyusun untuk menjadi sebuah produk masih perlu digali lagi. Inovasi penggunaan material juga masih rendah dikalangan pengusaha tersebut. Oleh karena itu dilakukan pelatihan pembuatan batako dengan melakukan inovasi untuk bata ringan dan bata geopolimer. Adapun metode yang dilakukan dalam kegiatan ini berupa pelatihan yang didalamnya berisi pemaparan materi, focus group discussion, dan praktek pembuatan batako. Tujuan dari kegiatan ini untuk membekali para peserta tentang standar bahan, standar mutu, dan inovasi material penyusun sesuai dengan SNI 03-0349-1989. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pada saat awal pelatihan 80% peserta belum begitu memahami tentang materi batako. Materi yang menjadi favorit peserta yakni tentang pembuatan bata ringan dan bata geopolimer. Pada saat FGD para peserta lemah dalam memahami dan melakukan control mutu produk yang dihasilkan oleh karena itu dilakukan praktek dengan memperhatikan mutu. Diakhir pelatihan hanya ada 1 peserta yang memiliki nilai akhir kurang dari 80 dan 16 peserta lainnya sudah mencapai ≥ 80 hal ini menunjukkan keberhasilan pelatihan. Rekomendasi untuk kedepan bahwa kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak sehingga semakin banyak pengusaha batako yang memahami material dan mampu berinovasi.There are quite a lot of brick entrepreneurs in Ponorogo district. However, understanding of the constituent materials, testing of the constituent materials to become a product still needs to be further explored. Innovation in the use of materials is also still low among these entrepreneurs. Therefore, training on brick making was carried out by innovating lightweight bricks and geopolymer bricks. The method used in this activity is in the form of training which contains presentation material, focus group discussions, and practice of brick making. The purpose of this activity is to equip the participants with material standards, quality standards, and innovations in the constituent materials according to SNI 03-0349-1989. The results of the training showed that at the beginning of the training 80% of the participants did not really understand the brick material. The material that became the participants' favorite was about the manufacture of lightweight bricks and geopolymer bricks. At the time of the FGD, the participants were weak in understanding and controlling the quality of the products they produced, because that was done by paying attention to quality. At the end of the training, only 1 participant had a final score of less than 80 and 16 other participants had reached ≥ 80, indicating the success of the training. Recommendations for the future that activities like this need to be increased again with a larger number of participants so that more brick entrepreneurs understand the material and are able to modify it
Education PENDAMPINGAN BAGI FOS PSK (PEDULI SESAMA KITA) MELALUI PROGRAM LITTLE STAR CERDAS BERBAHASA INGGRIS DI DESA KETING, JEMBER
Education is a learning process including teaching a skill, providing knowledge, consideration and wisdom. The education path consists of two types, namely formal education, namely through school and non-formal education, namely outside school. Education outside of school or non-formal is carried out to support or increase students' knowledge about learning material at school. Keting Village, Jember Regency has an independent social organization under the name FOS PSK (Cares for Our Neighbors). The organization has a program called Little Star that teaches kindergarten and elementary school children in English subjects to improve their knowledge and understanding. This study describes Collaborative KKN students in visits and mentoring activities at FOS PSK (Cares for Our Neighbors)in the Little Star program. The methods used are interview and execution methods. Interviews were conducted between students and administrators and teachers of PSK to find out the condition of understanding English and the problems faced by the Little Star program. The implementation of mentoring is carried out by students accompanied by PSK lecturers twice on Sundays. The mentoring activities carried out consisted of several activities, namely gymnastics, giving material, and practice questions combined with prize games. Little Star children show a high interest in learning English because of the learning combined with prize play.Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran meliputi pengajaran suatu keahlian, pemberian pengetahuan,pertimbangan dan kebijaksanaan. Jalur pendidikan terdiri dari dua macam yaitu pendidikan formal yaitu melalui sekolah dan pendidikan nonformal yaitu di luar sekolah. Pendidikan di luar sekolah atau nonformal dilakukan untuk menunjang atau menambah pengetahuan siswa mengenai pembelajaran materi di sekolah. Desa Keting Kabupaten Jember memiliki suatu organisasi sosial independen dengan nama FOS PSK ( Forum Organisasi Sosial Peduli Sesama Kita) . Organisasi ini memiliki program bernama Little Star yang memberikan pengajaran pada anak usia TK dan SD dalam mata pelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan pengeahuan dan pemahaman mereka. Penelitian ini menggambarkan mahasiswa KKN Kolaboratif dalam kunjungan dan kegiatan pendampingan di FOS PSK (Peduli Sesama Kita) dalam program Little Star. Metode yang digunakan adalah metode wawancara dan pelaksanaan. Wawancara dilakukan antara mahasiswa dan pengurus dan pengajar PSK untuk mengetahui kondisi dari pemahaman Bahasa Inggris dan masalah yang dihadapi dari program Little Star. Pelaksanaan pendampingan dilakukan oleh mahasiswa dengan disertai oleh pengajar PSK selama dua kali pada hari Minggu. Kegiatan pendampingan yang dilakukan terdiri dari beberapa kegiatan yaitu senam,pemberian materi, dan latihan soal yang dipadukan dengan permainan berhadiah. Anak – anak Little Star menunjukkan minat yang tinggi dalam belajar Bahasa Inggris karena adanya pembelajaran yang dipadukan dengan permainan berhadiah
SINDROM WEST (SPASME INFATILE)
Infantile spasms are an age-appropriate epilepsy syndrome characterized by flexion, extension, and combined flexion-extension spasms that often occur simultaneously. This study may aim to identify the characteristics of infantile spasms in terms of clinical symptoms, electroencephalogram (EEG) findings, and other diagnostic tests. The development of more accurate diagnostic methods can assist in early recognition and further treatment. The results of the MRI examination showed: signs of mild cerebral atrophy were accompanied by mild myelination disorders with pathological hyper-intensity in the periventricular subcortical white matter in the pre-central / posterior frontal lobe area bilaterally, other than that other supratentorial cerebral structures did not show further abnormalities, especially in the absence of SOL, congenital anomaly, hemorrhage, cerebral dystrophy/sclerosis / malacia or other pathological intensity both supra and infra-tentorial, including in the temporal lobe and hippocampus bilaterally.Spasme infantile adalah suatu sindrom epilepsi yang terjadi pada umur tertentu yang di tandai dengan spasme fleksi, ekstensi dan gabungan fleksi-ekstensi yang sering terjadi secara bersamaan. Penelitian ini dapat bertujuan untuk mengidentifikasi ciri khas spasme infantile dalam hal gejala klinis, penemuan elektroensefalogram (EEG), dan pemeriksaan diagnostik lainnya. Pengembangan metode diagnostik yang lebih akurat dapat membantu dalam pengenalan dini dan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan MRI kesannya: tampak tanda-tanda atropi serebri ringan yang disertai juga dengan gangguan mielinasi ringan dengan hyper-intensitas patologis di white matter subkortikal periventrikuler di daerah pre sentral / posterior lobus frontalis bilateral, selain itu struktur serebral supratentorial lainnya tidak menunjukan abnormalitas lebih lanjut, terutama tak terlihat adanya SOL, anomali kongenital, hemorrhage, distrophi / sklerosis / malacia serebral atau intensitas patologis lainnya baik supra maupun infra-tentorial, termasuk juga di lobus temporalis dan hipokampus bilateral
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TOPIKAL EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS (Rattus norvegicus)
According to Riskesdas in 2013 the prevalence of wounds in Indonesia was 8.2%. Types of injuries that are mostly experienced by the population are cuts / cuts (23.2%). Shallots have various properties, one of which is to repair tissue. One of the ingredients in red onion is in the form of flavonoids which are used as anti- inflammatory, antibacterial, and antioxidant properties. This study aims to determine the effect of topical application of shallot extract (Allium cepa L.) on wound healing in male rats (Rattus norvegicus). This research is an experimental study with a post-test only research design with a control group design. The rats were divided into 5 groups randomly. Each group consisted of 6 rats including the negative control group, the positive group was given bioplacenton, 3 treatment groups were given 30%, 60%, 90% topical preparation of shallot extract, respectively. Data analysis was performed using the One Way Anova test and Post Hoc Bonferroni tests were carried out.concentration of 30%, 60%, and 90% have an effect on wound healing, the highest concentration is at a concentration of 90%.
The lowest concentration is at 30%.Menurut Riskesdas pada tahun 2013 prevalensi luka di Indonesia sebanyak 8.2%, Jenis cedera yang banyak dialami penduduk seperti luka iris/sayat (23,2%). Bawang merah memiliki berbagai khasiat, salah satunya sebagai perbaikan jaringan. Salah satu kandungan pada bawang merah berupa flavonoid yang digunakan sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sediaan topikal ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penyembuhan luka pada tikus (Rattus norvegicus) jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest only with control group design. Tikus dibagi dalam 5 kelompok secara acak. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus meliputi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif diberi bioplacenton, 3 kelompok perlakuan diberi sediaan topikal ekstrak bawang merah masing-masing sebanyak 30%, 60%, 90%. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Pada konsentrasi 30%, 60%, dan 90% memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka sayat. Konsentrasi tertinggi ada pada konsentrasi 90%. Konsentrasi terendah ada pada 30%
PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN BUS TRANS JATIM KORIDOR I (SIDOARJO-SURABAYA-GRESIK) SEBAGAI TRANSPORTASI PUBLIK DI JAWA TIMUR
In the process of economic and social development, transportation has an important role. Along with population growth which continues to increase, the need for transportation facilities is also increasing. In Indonesia, especially in East Java, private vehicles, especially motorbikes, are the most widely used mode of transportation. Facing the problems of congestion, accident rates, and gas emissions from motorized vehicles, the East Java Provincial government is trying to improve the quality of public transportation through the presence of the Bus Trans Jatim. This was greeted with high public interest in using the service, which had an impact on the accumulation of passengers at bus stops. In addition, there are access problems for persons with disabilities due to the steep slope of the ramp. This study aims to examine the perceptions of the public using the Bus Trans Jatim service Corridor I (Sidoarjo-Surabaya-Gresik). Quantitative method with descriptive approach is used in this research, with 100 respondents as sample. Public perception is measured using the dimensions of service quality according to the Parasuraman model, V.A. Zaithaml, and Leonard L. Berry. The results showed that the user's perceptions on the tangibles, reliability, assurance, and empathy dimensions were categorized as satisfied, while the responsiveness dimension was categorized as very satisfied. Overall, the user's perception of the Trans Jatim Bus Corridor I service can be concluded as being satisfied with a percentage score of 85%.Dalam proses pembangunan ekonomi dan sosial, transportasi memiliki peranan penting. Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, kebutuhan akan sarana transportasi juga semakin tinggi. Di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, kendaraan pribadi terutama motor menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan. Menghadapi permasalahan kemacetan, angka kecelakaan, dan emisi gas dari kendaraan bermotor, pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya meningkatkan kualitas transportasi publik melalui hadirnya Bus Trans Jatim. Hal itu disambut dengan animo masyarakat yang tinggi dalam menggunakan layanan tersebut, yang berdampak pada terjadinya penumpukan penumpang pada halte. Selain itu, terdapat kendala akses bagi penyandang disabilitas akibat kemiringan ramp yang curam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat pengguna layanan Bus Trans Jatim Koridor I (Sidoarjo-Surabaya-Gresik). Metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan 100 responden ang menjadi sampel. Persepsi masyarakat diukur menggunakan dimensi kualitas pelayanan menurut model Parasuraman, V.A. Zaithaml, dan Leonard L. Berry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengguna pada dimensi tangibles, reliability, assurance, dan empathy dikategorikan sebagai puas, sementara dimensi responsiveness dikategorikan sebagai sangat puas. Secara keseluruhan, persepsi pengguna terhadap layanan Bus Trans Jatim Koridor I dapat disimpulkan sebagai puas dengan presentase nilai 85%
Perilaku Pemilih dalam Menentukan Pemilihan Presiden Ditinjau dari Tingkat Religiusitas
Perilaku pemilih dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk aspek sosial, ekonomi, budaya, politik, dan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara religiusitas dengan perilaku pemilih dalam pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 360 orang dari 18 kecamatan di kota Palembang yang ditentukan dengan teknik proporsional random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala likert yang terdiri dari skala perilaku pemilih dan skala religiusitas. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis Spearman rho’. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan perilaku pemilih dalam pemilihan Presiden Republik Indonesia tahun 2019 di Kota Palembang. Dalam artian bahwa tingkat religiustias seseorang dapat mempengaruhi dalam menentukan pilihannya. Hal ini juga diperkuat dari hasil analisis tambahan bahwa dari lima faktor perilaku pemilih yang paling tinggi memberikan kontribusi pada saat menentukan pilihannya yaitu faktor orientasi agama sebesar 84,1%. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bagaimana proses pemilu dan politik yang di jalani individu akan dipengaruhi oleh tindakan dan sikap keagamaan
Kue Bangkit Khas Melayu Riau Dari Ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) Sebagai Makanan Fungsional Balita Gizi Kurang
ABSTRACT
Background: Nutritional problems in toddlers can have serious effects. As a result of these nutritional problems, such as failure to develop physically, less optimal growth and intelligence, can even cause death in toddlers.
Objective: To determine the effect of giving rose cakes from purple sweet potato flour as an alternative functional food to malnourished toddlers in the working area
the work of the Garuda Health Center, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City, Riau.
Methods: This study used a quasi-experimental method with a one group pretest-posttest design. This research was conducted in October 2022-July 2023 in the working area of the Garuda Health Center, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City. The sample in this study was 18 malnourished toddlers.
Results: The results of this study found that the average weight before the intervention was 10.05 kg and the weight after the intervention was 10.93 kg, the difference between weight gain before and after and there was a difference in weight after the intervention was 0.878 kg with a p value = 0.005 and the average nutritional status of toddlers after giving purple sweet potato cake rose was -1.67 with a p value of 0.020 where p <0.05.
Conclusion: The conclusion from this study is that there is an effect of giving purple sweet potato rose cakes on body weight and nutritional status of undernourished toddlers in the working area of the Garuda Health Center, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City.
ABSTRAK
Latar belakang : Masalah gizi pada balita dapat menimbulkan beberapa efek yang serius. Akibat masalah gizi tersebut, seperti gagal tumbuh kembang fisik, kurang optimalnya pertumbuhan dan kecerdasan, bahkan dapat menyebabkan kematian pada balita.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian kue bangkit dari tepung ubi jalar ungu sebagai alternatif makanan fungsional pada balita gizi kurang di wilayah kerja
kerja Puskesmas Garuda, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Riau.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2022-Juli 2023 di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 orang balita gizi kurang.
Hasil : Hasil dari penelitian ini terdapat rata-rata berat badan sebelum intervensi adalah 10.05 kg dan berat badan setelah intervensi adalah 10.93 kg perbedaan antara kenaikan berat badan sebelum dan sesudah dan terdapat perbedaan berat badan setelah intervensi adalah 0.878 kg dengan nilai p value=0,005 dan rata-rata status gizi status gizi balita setelah pemberian kue bangkit ubi jalar ungu sebesar -1,67 dengan nilai p value sebesar 0,020 dimana p < 0.05.
Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini terdapate pengaruh pemberian kue bangkit ubi jalar ungu terdapa berat badan dan status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Garuda Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru
ANALISIS PENGARUH TEKNIK FOTOGRAFI TERHADAP CITRA MEREK DALAM IKLAN PRODUK
Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kekosongan pengetahuan dan mengetahui dengan komprehensif pengaruh teknik fotografi terhadap citra merek dalam iklan produk. Pencahayaan, efek gerak, fokus dan ruang tajam, serta komposisi, diidentifikasi sebagai faktor-faktor utama yang memiliki peran signifikan dalam membentuk cara konsumen memandang dan menerima merek melalui media iklan. Metode penelitian kuantitatif simple random sampling dan kausal-komparatif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan serta menganalisis data dari sejumlah responden yang terlibat dalam penelitian ini. Hasil analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS 26 yang dilakukan dengan cermat dan valid mengkonfirmasi bahwa teknik fotografi berdampak positif secara signifikan terhadap citra merek dalam iklan produk. Penelitian ini memiliki dampak yang sangat signifikan bagi praktisi di bidang pemasaran dan periklanan yang sedang berupaya meningkatkan efektivitas iklan produk mereka. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana teknik fotografi memengaruhi citra merek, para praktisi dapat merancang iklan yang lebih memikat dan berpengaruh, sehingga mampu membentuk persepsi konsumen dengan lebih efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi pengetahuan penting dalam memahami peran esensial fotografi dalam membentuk citra merek, yang kini lebih relevan daripada sebelumnya dalam era pemasaran yang semakin terfokus pada elemen visual dan media digital.This research aims to fill the knowledge gap and comprehensively analyze the impact of photographic techniques on brand image in product advertising. Illumination, motion effects, focus and sharpness, as well as composition, have been identified as key factors that significantly influence how consumers perceive and accept brands through advertising media. The quantitative research method, specifically simple random sampling and causal-comparative were used in this study to collect and analyze data from a number of respondents involved in the research. The carefully conducted and valid data analysis using SPSS 26 software confirms that photographic techniques have a significantly positive impact on brand image in product advertising. This research has highly relevant implications for marketing and advertising practitioners seeking to enhance the effectiveness of their product advertising. With a deeper understanding of how photographic techniques influence brand image, practitioners can design more captivating and influential advertisements, thus shaping consumer perceptions more effectively. This study provides a crucial contribution to understanding the essential role of photography in shaping brand image, which is now more relevant than ever in an era of marketing that is increasingly focused on visual elements and digital media
PENINGKATAN BREASFEEDING SELF EFFICACY MELALUI EDUKASI TEMAN SEBAYA (PEER EDUCATION)
Infants aged 0-6 months who are only given Mother's Milk (ASI), whether drinks, liquids or additional food have never been given, it means that the baby has received exclusive breastfeeding. Various factors cause the low success of exclusive breastfeeding including breastfeeding self-efficacy (BSE). Breastfeeding self-efficacy (BSE) is a person's confidence in breastfeeding, this feeling can increase motivation. Another thing expressed by Breasfeeding self-efficacy (BSE) is related to the perception of the ability to provide breast milk. Handling is needed in increasing this knowledge through peer education. This research method is quasi-experimental with a one group pre-post test approach. The population in this study were third trimester pregnant women. The sampling technique was total sampling. All pregnant women who came to visit the LMT Siregar Clinic in September 2022 were used as research samples, namely 27 people. The purpose of this study was to examine the effectiveness of peer education on increasing BSE mothers. The research location was at the Siregar LMT Clinic during August-November 2022. The results of the study found that there was significant effectiveness in providing peer counseling education (education) to BSE at the Siregar LMT Clinic with a p-value of 0.033 (p-value <0.05). The recommendation in this study is that peers can be empowered in maternal and child health education methods in health servicesBayi 0-6 bulan yang hanya diberikan Air Susu Ibu (ASI) saja, baik minuman, cairan maupun makanan tambahan tidak pernah diberikan sudah dimaknakan bahwa bayi tersebut sudah mendapatkan ASI ekslusif. Berbagai faktor penyebab rendahnya keberhasilan ASI ekslusif diantaranya adalah breastfeeding self efficacy (BSE). Breasfeeding self efficacy (BSE) merupakan kepercayaan diri seseorang dalam memberikan ASI, rasa tersebut dapat meningkatkan motivasi. Hal lain diungkapkan Breasfeeding self efficacy (BSE) berhungungan dengan persepsi mengenai kemampuannya dalam memberikan ASI. Dibutuhkan penanganan dalam peningkatan pengetahuan tersebut melalui edukasi teman sebaya (peer education). Metode penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling, seluruh ibu hamil yang datang berkunjung di Klinik LMT Siregar pada September 2022 dijadikan sampel penelitian yakni berjumlah 27 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk efektifitas edukasi teman sebaya (peer education) terhadap peningkatan BSE. Lokasi penelitian di Klinik LMT Siregar dengan waktu Agustus-November 2022. Hasil penelitian didapati terdapat efektivitas yang signifikan pemberian edukasi konseling teman sebaya (education) terhadap BSE di Klinik LMT Siregar dengan p- value 0.033 (p-value<0.05). Rekomendasi dalam penelitian ini adalah teman sebaya dapat diberdayakan dalam metode edukasi kesehatan ibu dan anak di layanan kesehatan