Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
    1637 research outputs found

    PERBANDINGAN KADAR D-DIMER PADA PASIEN CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19) KOMORBID DAN NON KOMORBID DI RUMAH SAKIT RUJUKAN KHUSUS COVID-19 PEKANBARU

    Get PDF
    Background : Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by betacoronavirus, an RNA virus genome, known as severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Several specific markers are needed in assessing the severity of COVID-19, including D-Dimer. D-Dimer is a byproduct of the blood clotting and breakdown process that can be measured through analysis of a blood sample. D-Dimer is released when blood clots begin to break down. D-Dimer is  widely used as an indicator of inflammation. In viral infections including COVID- 19, D-Dimer levels will quickly increase. The increase in D-Dimer in patients affected by COVID-19 is exacerbated by the presence of comorbidities. Comorbidity is the occurrence of several chronic or acute medical diseases or conditions in one individual. This research was conducted at Arifin Achmad Regional General Hospital which is a referral hospital that handles COVID-19 cases and has a treatment bed for COVID-19 cases which has an isolation room for COVID-19 patients.Objective: Analyze the comparison of D-Dimer levels of COVID-19 patients with and without comorbidities.Method: This study was a comparative quantitative analytical study with a Cross-sectional approach conducted to see the comparison of D-Dimer levels with COVID-19 patients with and without comorbidities, the samples used were 60 medical record data of patients confirmed with COVID-19 divided into 2 groups consisting of COVID-19 patients with comorbidities and without comorbidities, then bivariate analysis of the Mann whitney test was carried out.Results: The results showed that the most common types of comorbidities in COVID-19 patients were comorbid diabetes mellitus and hypertension. In COVID-19 patients with comorbidities, D-Dimer levels were low (57.7%) and high (43.3%). In non-comorbid COVID-19 patients, D-Dimer levels were low (76.7%) and high (23.3%). The Mann Whitney test obtained a result of 0.007 which means there is a significant difference. Conclusion: In the Mann Whitney test, results were obtained with the conclusion that there was no significant difference between D-Dimer levels in comorbid and non-comorbid COVID-19 patients with a P value of 0.007.latar belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh betacoronavirus, sebuah genom virus RNA, yang dikenal dengan Severe acute respiratory syndrom coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Diperlukan beberapa penanda spesifik (marker) dalam menilai derajat keparahan COVID-19, diantaranya D-Dimer. D-Dimer adalah produk sampingan dari proses pembekuan dan pemecahan darah yang dapat diukur melalui analisis sampel darah. D-Dimer dilepaskan ketika gumpalan darah mulai rusak. D-Dimer banyak dipergunakan sebagai indikator inflamasi. Pada infeksi karena virus termasuk COVID-19, kadar D- Dimer akan cepat meningkat. Peningkatan D-Dimer pada pasien yang terkena COVID-19 diperparah oleh adanya komorbid. Komorbiditas merupakan terjadinya beberapa penyakit atau kondisi medis kronis atau akut dalam satu individu. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad yang merupakan Rumah Sakit rujukan yang menangani kasus COVID-19 dan mempunyai bed perawatan untuk kasus COVID-19 yang memiliki ruangan isolasi untuk penderita COVID-19. Tujuan : Menganalisis perbandingan kadar D-Dimer pasien COVID-19 dengan dan tanpa komorbid.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif komparatif dengan pendekatan Cross-sectional yang dilakukan untuk melihat perbandingan kadar D-Dimer dengan pasien COVID-19 dengan dan tanpa komorbid, sampel yang digunakan adalah 60 data rekam medis pasien yang terkonfirmasi COVID-19 yang dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari pasien COVID-19 dengan komorbid dan tanpa komorbid, selanjutnya dilakukan analisis bivariat uji Mann whitney. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis komorbid yang yang paling banyak pada pasien COVID-19 adalah komorbid diabetes melitus dan hipertensi. Pada pasien COVID-19 dengan komorbid, kadar D-Dimer rendah sebanyak (57,7%) dan tinggi sebanyak (43,3%). Pada pasien COVID-19 non komorbid, kadar D-Dimer rendah sebanyak (76,7%) dan tinggi sebanyak (23,3%). Uji Mann whitney didapatkan hasil 0,007 yang mana berarti terdapat perbedaan yang signifikan.Kesimpulan : Pada uji Mann Whitney didapatkan hasil dengan kesimpulan yaitu tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar D-Dimer pada pasien COVID-19 komorbid dan non komorbid dengan nilai P value 0,007

    PELATIHAN PEMASARAN PADA UMKM SUMBER SEHAT SEBAGAI CARA UNTUK MEMPERKENALKAN PRODUK

    Get PDF
    Introduction: The pandemic has hurt MSMEs. Even though MSMEs are currently fully operational, many problems still result in the low competitiveness of their business products, one of which is Sumber Sehat UMKM. Purpose: This activity aims to provide knowledge about marketing strategies and develop several forms of output for promotional purposes. Method: The method provided training and work initiated by Amikom Yogyakarta University and carried out in Plumbon Kidul Village RT 03 / RW 014, Mororejo, Kec. Paste, Kab. Sleman, Yogyakarta. Result: This activity results in partners getting a business identity through a logo design. Update the packaging design. Have a P-IRT and have promotional content in the form of product photos and videos. Not only that, managers and the community also received new knowledge regarding marketing strategies delivered through on-site seminars. And all of these activities have also been published in the mass media.Pendahuluan: Pandemi memberikan dampak negatif pada UMKM. Meskipun saat ini UMKM sudah bisa beroperasional secara penuh, akan tetapi masih banyak memiliki permasalahan yang mengakibatkan daya saing produk usaha mereka masih rendah, salah satunya UMKM Sumber Sehat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai strategi pemasaran, dan membuatkan beberapa bentuk luaran untuk keperluan promosi. Metode: Metode yang digunakan yakni memberikan pelatihan dan pembuatan karya yang diinisiasi oleh Universitas Amikom Yogyakarta dan dilaksanakan di Desa Plumbon Kidul RT 03 / RW 014, Mororejo, Kec. Tempel, Kab. Sleman, DIY. Hasil: Hasil kegiatan ini, mitra mendapatkan identitas usaha berupa desain logo. Memberi pembaharuan terhadap desain packaging. Memiliki P-IRT dan memiliki konten promosi berupa photo dan video produk. Tidak hanya itu pengelola dan masyarakat juga mendapat keilmuan baru mengenai strategi pemasaran yang disampaikan melalui seminar di lokasi. Dan keseluruhan kegiatan ini juga telah dipublikasi di media massa

    PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN PENERAPAN KOMBINASI ULTRASOUND (US) DAN NEUROMUSCULAR TAPING (NMT) DALAM MENURUNKAN SKALA NYERI PADA KONDISI TRIGGER FINGER

    Get PDF
    Trigger finger, also known as stenosing tenosynovitis, is a common hand disorder. A trigger finger is a limited or locked finger when bent and stretched. Disproportionate thickening and narrowing of the retinacular sheath relative to the flexor tendons occurs due to hypertrophy and metaplasia of fibrocartilage on the surface of the tendon pulleys. The main clinical finding is a temporary locking of the finger when bent, followed by a painful snap when extended. The purpose of this study was to determine the decrease in trigger finger pain after the administration of Ultrasound (US) and Neuromuscular Taping (NMT) interventions. This study uses the case study method. The sample for this study was a 42-year-old woman who was given physiotherapy intervention in the form of a combination of Ultrasound (US) and Neuromuscular Taping (NMT) six times for two weeks. Pain was measured by the Visual Analogue Scale (VAS). The results of the study show that giving Ultrasound (US) and Neuromuscular Taping (NMT) can reduce pain in trigger finger sufferers. Keywords: Trigger Finger, Ultrasound, Neuromuscular Tapping (NMT), Pain  Trigger finger, juga dikenal sebagai Stenosing Tenosynovitis, adalah kelainan tangan yang umum terjadi. Trigger finger adalah terbatasnya atau terkuncinya jari saat ditekuk dan direntangkan. Penebalan dan penyempitan selubung retinakular yang tidak proporsional terhadap tendon fleksornya terjadi karena hipertrofi dan metaplasia fibrokartilago pada permukaan katrol tendon. Temuan klinis utamanya adalah terkuncinya sementara pada jari saat ditekuk diikuti dengan jentikan yang menyakitkan saat dijulurkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan nyeri Trigger Finger setelah pemberian intervensi Ultrasound (US) dan Neuromuscular Taping (NMT). Penelitian ini menggunakan metode Case Study. Sampel penelitian ini adalah seorang wanita usia 42 tahun yang diberikan intervensi fisioterapi berupa kombinasi Ultrasound (US) dan Neuromuscular Taping (NMT) sebanyak 6 kali selama 2 minggu. Nyeri diukur dengan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Ultrasound (US) dan Neuromuscular Taping (NMT) dapat menurunkan nyeri pada penderita Trigger Finger. Kata Kunci    : Trigger Finger, Ultrasound, Neuromuscular Taping (NMT), Nyer

    STRATEGI PEMERINTAH DESA BERBASIS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI UMKM

    Get PDF
    Community empowerment aims to improve the quality of human resources to achieve a quality standard of living through changes in people's behavior. The existence of MSMEs in each village is one of the vessels in the community empowerment process as one of the efforts to improve the welfare of village communities. Likewise in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency, the existence of the Mabbulo Sipeppa Culinary MSMEs is a hope for the surrounding community in improving their welfare. The research method used was descriptive qualitative. Data were analyzed using Nvivo 12 Plus. The strategy used by the village government based on women's empowerment to increase community income through MSMEs prioritizes policies and decision-making such as budget policies, issuing distribution permits, business licenses, and halal permits. The village government always communicates with all stakeholders to develop the community and the regional potential as a learning process for future business development.Pemberdayaan masyarakat memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rangka mencapai taraf hidup yang berkualitas melalui perubahan perilaku masyarakat. Keberadaan UMKM di setiap desa menjadi salah satu wadah dalam proses pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu usaha dalam peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat desa. Begitu pula di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang, keberadaan UMKM Kuliner Mabbulo Sipeppa menjadi harapan bagi masyarakat sekitar dalam peningkatan kesejahteraan hidupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data dianalisis menggunakan Nvivo 12 Plus. Strategi yang digunakan oleh pemerintah desa berbasis pemberdayaan perempuan dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat melalui UMKM mengedepankan kebijakan dan pengambilan keputusan seperti kebijakan anggaran, pembuatan izin edar, izin usaha dan izin halal. Pemerintah desa senantiasa berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait untuk mengembangkan potensi yang ada dalam masyarakat dan juga potensi daerah sebagai proses pembelajaran untuk pengembangan usaha kedepanny

    Regulasi Diri Sebagai Strategi Manajemen Waktu Mahasiswa Aktif Berorganisasi

    Get PDF
    Mahasiswa aktif berorganisasi harus menerapkan strategi manajemen waktu yang tepat agar dapat mengikuti kegiatan kuliah dan organisasi dengan lancar. Strategi manajemen waktu yang baik bisa didapatkan melalui regulasi diri yang baik. Dalam menggambarkan strategi manajemen waktu yang berbasis kemampuan regulasi diri dari mahasiswa aktif berorganisasi, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai fenomena subjektif, maka perlu dilakukan penelitian menggunakan pendekatan interpretative phenomenological analysis (IPA). Partisipan yang terlibat dalam penelitian adalah mahasiswa yang menempuh kuliah dan aktif menjadi pengurus organisasi sosial. Peneliti melakukan wawancara  dengan panduan wawancara selama tiga bulan kepada enam partisipan. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa partisipan menerapkan aspek-aspek dalam regulasi diri dengan baik terhadap agenda yang dimiliki. Enam partisipan menjalani kegiatan kuliah dan organisasi dengan menyusun agenda dan memberikan skala prioritas terhadap masing-masing kegiatan, memprediksi, melibatkan teknologi, meminta bantuan orang lain, membagi tugas dalam kelompok dan menerapkan kedisiplinan dalam menyelesaikan tugasnya

    PENERAPAN PRINSIP MODEL VIEW CONTROLLER PADA SISTEM INFORMASI DOSEN BERBASIS WEBSITE

    Get PDF
    Kemajuan teknologi saat ini telah membawa dampak signifikan, terutama dalam konteks lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Informasi Dosen berbasis website di Politeknik Piksi Ganesha. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data dosen, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Saat ini, pengelolaan data masih mengandalkan aplikasi Microsoft Excel, yang rentan terhadap kehilangan dan kerusakan data.Dalam pengembangan sistem ini, menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dan Model-View-Controller (MVC) sebagai arsitektur utama. Model bertugas menyediakan dan memanipulasi data dari database, View menampilkan informasi kepada pengguna, dan Controller mengatur tugas yang dilakukan oleh Model dan View. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat memberikan solusi terpusat untuk pengelolaan data dosen, mengurangi risiko kehilangan data, dan memudahkan pengontrolan informasi. Hasil penelitian ini mencakup pengembangan aplikasi yang dapat meningkatkan efisiensi manajemen data dosen di Politeknik Piksi Ganesha. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti potensi positif sistem informasi yang dapat memberikan kontribusi berarti terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan. Diharapkan penerapan Sistem Informasi Dosen ini dapat mendukung perbaikan proses pengelolaan informasi dosen di lembaga ini.institutions. This research aims to develop a web-based Faculty Information System at Politeknik Piksi Ganesha. This system is designed to enhance efficiency and effectiveness in managing faculty data, research, and community service. Currently, data management relies on Microsoft Excel, which is susceptible to data loss and damage. In developing this system, the Software Development Life Cycle (SDLC) method and the Model-View-Controller (MVC) as the primary architecture are employed. The Model is responsible for providing and manipulating data from the database, the View displays information to the user, and the Controller manages tasks performed by the Model and View. With the existence of this system, it is expected to provide a centralized solution for faculty data management, reduce the risk of data loss, and facilitate information control. The results of this research include the development of an application that can improve the efficiency of faculty data management at Politeknik Piksi Ganesha. The conclusion of this research highlights the positive potential of the information system that can significantly contribute to enhancing the quality of educational services. The implementation of this Faculty Information System is expected to support the improvement of the faculty information management process in this institution

    SIMULASI METODE BACK PROPAGATION DALAM ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN LINTAS UTARA KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    The Pekanbaru City North Cross Road is a national road connects the city of Pekanbaru with the northern border of Pekanbaru which is a causeway often damaged. So we need a system to predict the damage that occurs. This research method consists of data collection, data selection, the process using the backpropagation method, analysis, and evaluation. Based on the data obtained the most damage that occurs on this road segment is 60% cracking, 30% rutting damage, and 10% for potholes. Backpropagation are weight initiation, activation, calculating input weights, output bias, and changes in weight. In these stages, the output to be achieved is obtained with the smallest error approach.. The result is that the prediction of damage made there is an increase in the number of crack damage by about 3% with an MSE error value of 0.18535 with Matlab softwareJalan Lintas Utara Kota Pekanbaru merupakan jalan nasional yang menghubungkan kota Pekanbaru dengan perbatasan utara pekanbaru dan jalan tersebut sering mengalamai kerusakan. Sehingga perlu sebuah sistem untuk memprediksi kerusakan yang terjadi. Metode penelitian yaitu pengumpulan data, pemilihan data, proses menggunakan metode backpropagation, analisis dan evaluasi. Berdasarkan data yang didapat kerusakan yang paling banyak terjadi pada ruas jalan ini adalah retak dengan persentase 60%, sebanyak 30% kerusakan rutting dan 10% untuk pothole. Tahapan backpropagation yaitu dengan inisiasi bobot, aktivasi, menghitung bobot input, bias output dan perubahan bobot dan bias. Hasilnya prediksi kerusakan yang dilakukan ada peningkatan jumlah kerusakan retak sekitar 3% dengan nilai kesalahan MSE 0,18535 dengan matlab.&nbsp

    EFEKTIVITAS RUMBLE STRIPS DALAM MEREDUKSI KECEPATAN ARUS LALU LINTAS DI JALAN LINGKUNGAN UNIVERSITAS RIAU

    Get PDF
    University of Riau (UNRI) Binawidya Campus, has approximately 700 hectares area which consist of 10 faculties. With good pavement conditions and the distance between faculties that are far apart, the characteristics of the speed of vehicles along UNRI Environmental Roads are high. High vehicle speed causes traffic safety problems, infact, increasing the probability of traffic accidents. One of the traffic engineering that has been applied to the UNRI Environmental Road is the installation of Rumble strips at many points on the campus Environment Road. The initial goal with the installation of this noise tape is to reduce vehicle operational speed (traffic calming) and reduce the possibility of accidents. This study aims to analyze the effectiveness of rumble strips in reducing the speed of traffic flow on the environmental roads of the University of Riau, namely on Muchtar Lutfi Street, the road next to the Rectorate Mosque, and the road in front of Faperta. The method of data collection is through a survey of the average speed of motorcycles (MC) and light vehicles (LV). Comparative analysis of the decrease in vehicle speed when passing through rumble strips using the chi-square test. The results of the chi-square test showed that there was no significant change in the average speed of vehicles affected by rumble strips to reach the vehicle speed limit of 40 km/hour at the University of Riau. This phenomenon arises because the design of the rumblestrips is not in accordance with the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number PM 82 of 2018 both in terms of number and dimensions. Recommendations that can be applied are to adjust to the design of the provisions, and complement the rublestrips with caution signs and emblems.Universitas Riau (UNRI) Kampus Binawidya memiliki luas lahan hampir 700 Ha yang terdiri dari 10 Fakultas. Dengan kondisi perkerasan jalan yang baik dan jarak antar fakultas yang berjauhan menjadikan karakteristik kecepatan operasional kendaraan di dalam Jalan Lingkungan UNRI menjadi tinggi. Kecepatan kendaraan yang tinggi menimbulkan masalah keselamatan lalu lintas berupa meningkatnya probabilitas kejadian kecelakaan lalu lintas. Salah satu rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan pada Jalan Lingkungan UNRI adalah dengan dipasangnya Pita Penggaduh (Rumble strips) pada banyak titik di Jalan Lingkungan kampus. Tujuan awal dengan dipasangnya pita penggaduh ini adalah untuk menurunkan kecepatan operasional kendaraan (traffic calming) dan mereduksi kemungkinan terjadinya kecelakaan. Pengumpulan data kecepatan kendaraan dilakukan pada 3 titik rumble strips pada 3 hari kerja yaitu senin, rabu dan jumat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas rumble strips dalam mereduksi kecepatan arus lalu lintas di jalan lingkungan Universitas Riau, yakni pada Jalan Muchtar Lutfi, jalan di samping Musholla Rektorat, dan jalan di depan Faperta. Metode pengambilan data melalui survei kecepatan rata-rata kendaraan sepeda motor (MC) dan mobil penumpang (LV). Analisis perbandingan penurunan kecepatan kendaraan ketika melewati rumble strips menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada perubahan kecepatan rata-rata kendaraan yang signifikan dipengaruhi oleh rumble strips agar mencapai batas izin kecepatan kendaraan 40 km/jam di Universitas Riau. Fenomena ini muncul karena desain rumblestrips tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 82 Tahun 2018 baik dari jumlah dan dimensi. Rekomendasi yang dapat diterapkan adalah menyesuaikan dengan desain ketentuan, dan melengkapi rublestrips dengan rambu peringatan hati hati dan marka lambang

    PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SEMEN DAN PERBEDAAN SUHU SAAT PENCAMPURAN TERHADAP MUTU BETON

    Get PDF
    Concrete is one of the building structural elements consisting of a mixture of aggregate as a filler and cement paste as a binder. Improving the quality of the concrete mixture will produce concrete with high or maximum compressive strength. Many people think and assume that the more cement used in a concrete mix, the quality/strength will increase. Actually, this assumption is not completely wrong and not completely correct and here the author will try to examine whether adding a lot of cement will improve the quality of the concrete and see the effect of temperature on the quality of the concrete mixture. Variations in adding cement from 450 kg, 500 kg, and 550 kg showed an increase in concrete quality, with compressive strength values of 34.19 MPa, 37.40MPa, and 42.01MPa, while variations in adding 600kg cement experienced a decrease in concrete quality. With a compressive strength value of 41.16MPa. From this research, adding cement does not always improve the quality of concrete. Variations in adding cement of 450kg, 500kg, 550kg and 600kg during morning mixing with a mixing temperature of 24°C with compressive strength values of 33.22 MPa, 37.3MPa, 40.51MPa and 44.69MPa, show increasing quality values. Meanwhile, during the afternoon mixing time with a mixing temperature of 32℃, variations in the addition of 450kg, 500kg and 550kg cement showed that the compressive strength results continued to increase, namely with compressive strength values of 34.19MPa, 37.40MPa and 42.01MPa. Meanwhile, by adding 600 kg of cement variation, the compressive strength value was found to be 41.16MPa, where the concrete experienced a decrease in the compressive strength value. So it can be concluded that mixing the concrete mixture in the morning with a mix temperature of 24℃ is better than in the afternoon with a mix temperature of 32℃Beton merupakan salah satu bahan elemen struktur bangunan yang terdiri dari campuran agregat sebagai filler dan pasta semen sebagai bahan pengikat Peningkatan kualitas campuran beton akan menghasilkan beton dengan kuat tekan tinggi atau maksimum. Banyak orang yang beripikiran dan beranggapan, dalam sebuah adukan beton/coran dengan semakin banyak semen yang digunakan, maka mutu/kekuatan akan semakin meningkat. Sebenarnya anggapan ini tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuh nya benar dan disini penulis akan coba meneliti apakah dengan penambahan semen yang banyak akan dapat meningkatkan mutu pada beton dan melihat pengaruh suhu terhadap mencampuran mutu beton.Variasi penambahan semen dari 450kg,500 kg,dan 550 kg menunjukkan peningkatan mutu beton, dengan nilai kuat tekan, 34,19 MPa, 37,40MPa, dan 42,01MPa, sedangkan variasi penambahan semen 600kg mengalami penurunan mutu beton. Dengan nilai kuat tekan,41,16MPa. Dari penelitian ini tidak selamanya penambahan semen dapat meningkatkan mutu beton. Variasi penambahan semen 450kg, 500kg, 550kg dan 600kg pada waktu pengadukan pagi hari dengan suhu adukan 24°C dengan nilai kuat tekan 33,22 MPa, 37,3MPa, 40,51MPa dan 44,69MPa, menunjukkan nilai mutu yang semakin meningkat. Sedangkan pada waktu pengadukan siang dengan suhu adukan 32°C, variasi penambahan semen 450kg, 500kg dan 550kg menunjukkan hasil kuat tekan yang masih terus meningkat, yaitu dengan nilai kuat tekan 34,19MPa, 37,40MPa dan 42,01MPa. Sedangkan penambahan semen variasi 600 kg, di dapati nilai kuat tekan 41,16MPa, yang mana beton mengalami penurunan nilai kuat tekannya. Maka dapat di simpulkan pengadukan campuran beton di pagi hari dengan suhu adukan 24℃ lebih baik dari pada di siang hari pada suhu adukan  32℃

    ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI WILAYAH PESISIR PROVINSI RIAU MENGGUNAKAN DATA SATELIT

    Get PDF
    Provinsi Riau memiliki wilayah garis pantai yang diperkirakan mencapai 2.713 kilometer. Perubahan garis pantai di wilayah pesisir Provinsi Riau terjadi di sepanjang garis pantai yang ada saat ini. Perubahan ini berdampak pada zona kawasan perbatasan negara serta penurunan kualitas hidup masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui jarak dan laju perubahan garis pantai, serta perubahan maksimum abrasi dan akresinya. Perhitungan perubahan garis pantai menggunakan data satelit yang diolah melalui aplikasi Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode statistik Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) serta pembahasan dari aspek tutupan lahan, arah angin, jenis tanah dan statistik 10 tahun kedepan dengan mengambil waktu penelitian di tahun 2013, 2017 dan 2021. Luas Abrasi tertinggi terjadi di Kecamatan Rangsang sebesar 1760,04 ha dengan laju 25,82 m/tahun sedangkan luas akresi tertinggi terjadi di Kecamatan Sinaboi sebesar 2195,55 ha dengan laju 87,24 m/tahunRiau Province has a coastline area estimated at 2,713 kilometers. Changes in the coastline in the coastal areas of Riau Province occur along the current coastline. This change has an impact on the country's border zones and reduces the quality of life of the people who live around these areas. This research aims to determine the distance and rate of change in coastlines, as well as maximum changes in abrasion and accretion. Calculation of coastline changes using satellite data processed through the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) application with Net Shoreline Movement (NSM) and End Point Rate (EPR) statistical methods as well as discussion of aspects of land cover, wind direction, soil type and 10 year statistics going forward by taking research time in 2013, 2017 and 2021. The highest area of abrasion occurred in Rangsang District at 1760.04 ha with a rate of 25.82 m/year while the highest accretion area occurred in Sinaboi District at 2195.55 ha at a rate of 87, 24 m/year

    1,530

    full texts

    1,637

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Abdurrab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇