Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
Pengaruh Booklet Terhadap Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi
Hypertension is a chronic disease that requires long-term therapy. The prevalence of hypertension continues to increase every year, but patient knowledge of treatment is still low. Better knowledge will increase patient compliance in treatment so that blood pressure is better controlled and the risk of complications is avoided. This study aims to determine the effect of booklets on the knowledge of hypertensive prolanis patients at the Rasimah Ahmad Health Center, Bukittinggi City. The type of research used was an experimental pretest – posttest control group design with 40 respondents who were randomly divided into two groups (control and intervention). The intervention medium used in this study was a booklet. The instrument used was the HK-LS questionnaire to assess knowledge. The results of the study showed an increase in the compliance of hypertensive patients. The statistical analysis used was the Wilcoxon Signed Ranks test, to determine the effect of the intervention on the patient's level of knowledge. From the results of the study, it showed that giving booklets obtained a significant value (p-value = 0.000), so it could be concluded that giving booklets had an effect on increasing the knowledge of hypertensive prolanis patients at the Rasimah Ahmad Health Center, Bukittinggi City.Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi jangka panjang. Prevalensi hipertensi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, tetapi pengetahuan pasien terhadap pengobatan tergolong masih rendah. Pengetahuan yang lebih baik akan meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan sehingga tekanan darah lebih terkontrol dan terhindar dari resiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh booklet terhadap pengetahuan pasien hipertensi prolanis di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah experimental pretest–posttest control group design dengan subjek penelitian 40 responden yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok (kontrol dan intervensi). Media intervensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah booklet. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner HK-LS untuk menilai pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien hipertensi. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks, untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi terhadap tingkat pengetahuan pasien. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa pemberian booklet memperoleh nilai signifikan (p-value = 0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa, pemberian bookle
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Biji Mahoni (Swietenia Mahagoni (L.) Jacq) Sebagai Antihipertensi terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar
Hypertension or high blood pressure is a condition where a person's blood pressure is above the normal limit, which is indicated by a systolic pressure above 140 mmHg and a diastolic pressure above 90 mmHg. This study aimed to determine the effectiveness of ethanol extract of mahogany seeds as an antihypertensive against male galur wistar white rats strain. The research was True Experimental with Pre-Test Post-Test Control Group Design, using male white rats as test animals divided into 6 groups, namely negative control group, positive control group, dose group (100, 200 and 400 mg/kgbw) and comparison group (Captopril 25 mg). The inducer used was 8% NaCl for 30 days. Blood pressure measurements were carried out using a CODA Non-Invasive Blood Pressure (NIBP) device. Data analysis using one-way ANOVA followed by the Bonferroni test showed that administration of mahogany seed ethanol extract had an effect on decreasing systolic, diastolic, mean arterial blood pressure and heart rate significantly (p<0.05). It can be concluded that the most effective dose of mahogany seed ethanol extract in lowering blood pressure (systolic, mean arterial and heart rate) was a dose of 200 mg/kgbw and for diastolic blood pressure the most effective was the comparison drug.Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal, yang di tunjukan oleh tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol biji mahoni sebagai antihipertensi terhadap tikus putih jantan galur wistar. Penelitian bersifat True Experimental dengan rancangan Pre-Test Post-Test Control Group Design, menggunakan hewan uji tikus putih jantan dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok dosis (100, 200 dan 400 mg/kgbb) dan kelompok pembanding (Captopril 25 mg). Penginduksi yang digunakan adalah NaCl 8% selama 30 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat Non Invasif Blood Pressure (NIBP) CODA. Analisa data menggunakan ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji Bonferroni didapatkan hasil bahwa pemberian ekstrak etanol biji mahoni (EBM) berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah sistol, diastol, arteri rata-rata dan denyut jantung secara signifikan (p<0,05). Dapat disimpulkan esktrak etanol biji mahoni dosis yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah (sistol, arteri rata-rata dan denyut jantung) adalah dosis 200 mg/kgbb dan untuk tekanan darah diastol yang paling efektif yaitu obat pembanding
ASUHAN FISIOTERAPI PADA KASUS PIRIFORMIS SYNDROME DENGAN MODALITAS MICROWAVE DIATHERMY ( MWD ) DAN PEMBERIAN TEKNIK STRAIN COUNTERSTRAIN ( SCS ) UNTUK MENGURANGI NYERI
Piriformis syndrome is a peripheral neuritis with pain due to irritation of the piriformis muscle or compression of the upper sciatic nerve. This disorder is also known as wallet syndrome, infrapiriform foramen syndrome, deep gluteal syndrome, or hip socket neuropathy. The Piriformis Syndrome condition presents with symptoms such as pain when there is pressure on the piriformis muscle such as when sitting for too long for 15-20 minutes on a hard surface, pain when performing external rotational and abduction movements of the hip, difficulty with activities such as walking, numbness and tingling in the extremities of the piriformis muscle. The aim of this study is to reduce pain in patients with piriformis syndrome after being given Microwave Diathermy intervention, Strain counterstrain technique 3 times a week for 2 weeks. This research was conducted at Tengku Rafi'an Siak Sri Indrapura Hospital, in March 2023 with a sample of 1 person. The measurement used in this study is a visual analogue scale. Prior to the intervention, the patient obtained a score of 2 for pain on motion, 6.4 for motion pain, 2 for silent pain. After being given the microwave diathermy intervention, the strain counterstrain technique obtained the 6th treatment result on E2: 0 tenderness, 0 silent pain, 3 motion pain .Piriformis Syndrome adalah neuritis perifer dengan rasa nyeri karena iritasi muskulus piriformis atau kompresi nervus iskiadikus bagian atas. Kelainan ini dikenal juga dengan nama wallet syndrome, sindrom foramen infrapiriformis, deep gluteal syndrome, atau neuropati hip socket. Kondisi Piriformis Sindrome timbul dengan gejala seperti adanya rasa sakit ketika terjadi tekanan pada otot piriformis seperti saat duduk terlalu lama dalam waktu 15 – 20 menit dipermukaan yang keras, nyeri padasaat melakukan gerakan eksternal rotasi dan abduksi panggul, kesulitan untuk beraktivitas speerti berjalan, mati rasa dan kesemutan pada ekstremitas otot piriformis. Tujuan Penelitian ini yaitu mengurangi rasa nyeri pada penderita kasus piriformis syndrome setelah diberikan intervensi Microwave Diathermy,teknik Strain counterstrain selama 3 kali seminggu dalam 2 minggu. Penelitian ini dilakukan di RSUD Tengku Rafi’an Siak Sri Indrapura, pada bulan maret tahun 2023 dengan sampel 1 orang. Pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah visual analogue scale. Sebelum dilakukan intervensi pada pasien di dapatkan nilai nyeri tekan 2, nyeri gerak 6,4, nyeri diam 2. Setelah diberikan intervensi microwave diathermy, teknik strain counterstrain didapatkan hasil terapi ke 6 pada E2 : Nyeri tekan 0, nyeri diam 0, nyeri Gerak 3
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium Graveolens L.) Terhadap Staphylococcus Aureus
The use of celery leaves in this study is because celery leaves contain antibacterial compounds such as saponins, tannins, and flavonoids. The aim of this study was to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of celery leaves against Staphylococcus Aureus at concentrations of 10%, 30%, and 50% using the agar diffusion method, with chloramphenicol as a positive control and Aquadest as a negative control. The extraction method was carried out by maceration method using 96% ethanol solvent. Inhibition test results with concentrations of 10%, 30%, and 50% of celery leaf ethanol extract could inhibit the growth of Staphylococcus Aureus with an average diameter of the inhibition zone of 0 mm, 0.6 mm, and 10.6 mm. From the above results, the ethanol extract of celery leaves has antibacterial activity with weak activity against Staphylococcus Aureus.Penggunaan daun seledri pada penelitian ini dikarenakan daun seledri memiliki kandungan senyawa antibakteri seperti saponin, tanin, dan flavanoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun seledri terhadap Staphilococcus Aureus pada konsentrasi 10%, 30%, dan 50% menggunakan metode difusi agar, kloramphenikol sebagai kontrol positif dan Aquadest sebagai kontrol negatif. Metode ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil uji daya hambat dengan konsentrasi ekstrak etanol daun seledri 10%, 30%, dan 50% dapat menghambat pertumbuhan Staphilococcus Aureus dengan rata-rata diameter zona hambat 0 mm, 0,6 mm, dan 10,6 mm. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun seledri memiliki aktivitas antibakteri dengan aktivitas lemah terhadap Stapholococcus Aureus
EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL LIDAH MERTUA (Sansevieriae trifasciata Prain)
Tongue-in-law (Sansevieria trifasciata Plain) is a plant originating from the African continent. This plant is known as an antiseptic. The compounds contained in the tongue-in-law plant that have a role as antiseptics are flavonoids, phenols, and saponins because the active substance compounds contained in the ethanol extract of tongue-in-law can inhibit bacterial growth. This study aims to evaluate the preparation of liquid soap of ethanol extract of tongue-in-law with a concentration of 1%, 3%, and 5%. The method used in this research is a laboratory experiment regarding the evaluation of liquid soap preparations including organoleptic testing, pH, foam height, specific gravity, and free alkali. The test results of liquid soap preparations are determined by the quality requirements of SNI 06-4085-1996. The observation results of pH testing obtained F0 and F1 values did not meet the quality requirements of SNI 06-4085-1996, while F2 and F3 met the quality requirements of SNI 06-4085-1996. Specific gravity test on samples F0, F1, F2, and F3 did not meet the requirements of SNI 06-4085-1996. While the foam height test on F0, F1, F2, and F3 meets the quality requirements of SNI 06-4085-1996. Free alkali testing on liquid soap obtained values of F0, F1, F2, and F3 did not meet the quality requirements of SNI 06-4085-1996.Lidah mertua (Sansevieria trifasciata Plain) merupakan tanaman yang berasal dari benua Afrika. Tanaman ini dikenal sebagai antiseptik. Senyawa yang terkandung dalam tanaman lidah mertua yang memiliki peran sebagai antiseptik yaitu flavonoid, fenol, dan saponin karena senyawa zat aktif yang terdapat pada ekstrak etanol lidah mertua dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sediaan sabun cair ekstrak etanol lidah mertua dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen laboratorium mengenai evaluasi sediaan sabun cair meliputi pengujian organoleptik, pH, tinggi busa, bobot jenis, dan alkali bebas. Hasil pengujian sediaan sabun cair ditentukan oleh syarat mutu dari SNI 06-4085-1996. Hasil pengamatan pengujian pH didapatkan nilai F0 dan F1 tidak memenuhi syarat mutu SNI 06-4085-1996, sedangkan F2 dan F3 memenuhi syarat mutu SNI 06-4085-1996. Pengujiaan bobot jenis pada sampel F0, F1, F2, dan F3 tidak memenuhi persyaratan SNI 06-4085-1996. Sedangkan uji tinggi busa pada F0, F1, F2, dan F3 memenuhi syarat mutu SNI 06-4085-1996. Pengujian alkali bebas pada sabun cair didapatkan nilai F0, F1, F2, dan F3 tidak memenuhi syarat mutu dari SNI 06-4085-1996.
Ketuban Pecah Dini dan Oligohidramnion pada Kehamilan Preterm
Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Penatalaksanaan ketuban pecah dini tergantung pada umur kehamilan dan tanda infeksi intrauterin. Oligidramnion didefinisikan sebagai penurunan amnion fluid volume (AFV) untuk usia kehamilan. Penyebab oligohiramnion tidak diketahui. Umumnya berhubungan dengan penurunan produksi urin janin (agenesis ginjal, obstruksi saluran kemih, dan kematian janin), kebocoran ketuban kronis atau ketuban pecah dini (35%), penyakit ibu (hipertensi, diabetes, insufisiensi uteroplasenta, preeklamsia). Pada kasus ini kami melaporkan seorang ibu hamil berusia 22 tahun, gravida 5, hamil preterm dengan ketuban pecah dini dan oligohidramnion, keluhan berupa keluar air dari jalan lahir dan belum inpartu. Laporan kasus ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tentang diagnosa dini serta penatalaksanaan ketuban pecah dini untuk mengurangi risiko ibu dan janin
Identifikasi Kandungan Hidrokuinon Dalam Krim Pemutih Wajah yang Beredar di Pasar Kodim Pekanbaru Dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Facial whitening cream is included in cosmetic preparations that are used to beautify oneself. Hydroquinone is a hazardous substance which is prohibited for use in cosmetic preparations. Based on BPOM regulations, hydroquinone is included in the class of hard drugs and must be used with a doctor's prescription. The purpose of this study was to determine whether or not hydroquinone was present in face whitening creams sold at the Pekanbaru Kodim Market using the Thin Layer Chromatography method, with the principle of Thin Layer Chromatography, namely the improvement of multi-component compounds using two phases, namely the stationary phase and the mobile phase. The stationary phase used was silica gel GF 254 nm and the mobile phase used was toluene and glacial acetic acid (8:2). From the results of this test, the standard Rf value of hydroquinone was 0.41 with the Rf value of sample 1, which was 0.42, the Rf value of sample 2, which was 0.43, the Rf value of sample 3, which was 0.40 and the Rf value of sample 4, which was 0.41. these results show that even the standard hydroquinone Rf value is the same or almost the same as the sample solution value of not more than 0.05. From this test, it was concluded that even all the samples tested tested positive for hydroquinone, which was indicated by the presence of purple blotches parallel to the sample tested with the hydroquinone standard, and the Rf value of the sample and standard obtained was not more than 0.05.Krim pemutih wajah termasuk dalam sediaan kosmetik yang digunakan untuk memperindah diri. Hidrokuinon merupakan salah satu bahan berbahaya yang dilarang penggunaanya dalam sediaan kosmetik. Berdasarkan aturan BPOM hidrokuinon termasuk dalam golongan obat keras dan penggunaanya harus dengan resep dokter. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan hidrokuinon dalam krim pemutih wajah yang dijual di Pasar Kodim Pekanbaru menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis. Prinsip Kromatografi Lapis Tipis yaitu pemisahan senyawa multi komponen dengan menggunakan dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Fase diam yang digunakan yaitu silika Gel GF 254 nm dan fase gerak yang digunakan yaitu toluen dan asam asetat glasial (8:2). Dari hasil pengujian ini didapatkan nilai Rf baku hidrokuinon sebesar 0,41 dengan nilai Rf sampel 1 yaitu 0,42, nilai Rf sampel 2 yaitu 0,43, nilai Rf sampel 3 yaitu 0,40 dan nilai Rf sampel 4 yaitu 0,41 dari hasil tersebut menunjukan bahkan nilai Rf baku hidrokuinon sama atau hampir sama dengan nilai larutan sampel tidak lebih dari 0,05. Dari pengujian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa semua sampel yang diuji dinyatakan positif hidrokuinon ditandai dengan adanya noda bercak ungu yang sejajar pada sampel yang diuji dengan baku hidrokuinon, dan nilai Rf sampel dan baku yang didapat tidak lebih dari 0,05
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Pada Balita Di Pekanbaru
Stunting is the nutritional status that befalls children whose height or length is below -2.0 standard deviation (SD) if a comparison is made to the population average. Insights that parents have regarding the symptoms, the effects that arise, including the prevention of stunting can be a determinant of their attitude in maintaining health so that stunting can be prevented. If the insight is good, parents' awareness of the urgency of handling stunting will be visible. This awareness will lead to health behavior, especially regarding stunting prevention, for example through fulfilling nutrition for pregnant women, nutrition for children, maintaining sanitation in the home environment, including a clean and healthy lifestyle. This study used a descriptive method with a cross-sectional approach. Where research measures or observes variable data only once at a time. The sample in this study were mothers who had toddlers aged 0-5 years, there were 65 mothers with toddlers. The aim of the researcher is to identify the description of mother's knowledge about stunting in toddlers. The results showed that the average age of 65 respondents who were mothers of toddlers who lived in Pekanbaru was the late adult age of 20-35 years, which was 75.4%. high school education with a total of 66.2%. And most mothers of toddlers do not work with a total of 66.2, sufficient knowledge about stunting in toddlers with a total of 46.1%. The recommended suggestion for further research is to develop research with a cross-sectional research design in order to further identify the relationship between the sub-variables of the characteristics of mothers having toddlers in relation to knowledge of stunting in toddlers.Stunting ialah status gizi yang menimpa anak yang tingginya atau panjang badannya di bawah -2.0 standar deviasi (SD) bila dilakukan perbandingan pada rata-rata populasi. Wawasan yang orang tua miliki perihal gejala, efek yang muncul, termasuk penanggulangan stunting bisa menjadi penentu sikap mereka dalam menjaga kesehatan agar stunting bisa tercegah. Bila wawasannya bagus, rasa sadar orang tua perihal urgensinya penanganan stunting akan bisa terlihat. Kesadaran itu akan memunculkan perilaku kesehatan, utamanya perihal pencegahan stunting, contohnya lewat pemenuhan zat gizi pada ibu hamil, gizi para anak, penjagaan sanitasi lingkungan rumah, termasuk pola hidup bersih dan menyehatkan. Penelitian ini menggunakan adalah metode desktiptif dengan pendekatan cross- sectional. Dimana penelitian melakukan pengukuran atau observasi data variable hanya satu kali pada satu saat. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dari usia 0-5 tahun yang ada sebanyak 65 orang ibu balita. Tujuan peneliti yaitu untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan ibu tentang stunting pada balita. Hasil penelitian didapatkan Rerata Usia dari 65 responden yang merupakan ibu balita yang tinggal di pekanbaru adalah usia dewasa akhir 20-35 tahun sebanyak 75,4%. berpendidikan SMA dengan jumlaah 66,2%. Dan ibu balita sebagian besar tidak bekerja dengan jumlah 66,2, pengetahuan yang cukup mengenai stunting pada balita dengan jumlah sebanyak 46,1%. Saran yang direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan penelitian dengan desain penelitian cross-sectional agar dapat mengidentifikasi lebih jauh hubungan antar subvariabel karakteristik ibu memiliki balita dalam kaitannya dengan pengetahuan stunting pada balita
KAJIAN KOTA LAYAK HUNI DI KOTA PEKANBARU
A livable city is a development idea that focuses on the escalation of quality of life and conflict management by integrating the value of amenities and economic viability in urban design. A study conducted by the Indonesia Association of Planners said Pekanbaru City was one the unlivable city in Indonesia in 2017, or it only achieved 57,8% and was in sixth place. This research aims to analyze the components of a livable city and provide a strategy to develop a livable city in Pekanbaru. There are 29 criteria will be examined, and in-depth interviews with experts who completely know about the livable city concepts. The analytical hierarchy process is applied to analyze the livable city components and provide the optimum strategy to enhance the livable city level. The result showed that the livable city index had improved by 60% since 2017 or increased by 2,2% over the past three years. However, the important indicators that need to be raised were cleanliness (40%), economic (46%), pedestrians (44%), and accessibility (46%). Meanwhile, urban revitalization, maintenance of public facilities, open space, security and social, economic facilities, and sanitation management have become a major focus to make Pekanbaru a livable city.Kota layak huni merupakan sebuah gagasan pembangunan yang berfokus kepada peningkatan kualitas hidup manusia dan manajemen konflik dengan mengintegrasikan nilai kenyamanan dan ekonomi melalui rancang kota. Studi pencapaian kota layak huni oleh Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia mengatakan bahwa Kota Pekanbaru termasuk kedalam kota tidak layak huni peringkat ke 6, dengan nilai 57,8% di tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen dasar dan menyusun strategi pengembangan kota layak huni di Kota Pekanbaru saat ini. Terdapat 29 kriteria yang akan diuji dan teknik wawancara mendalam terhadap para ahli yang paham terkait kota layak huni. Analisis Hirarki Proses (AHP) merupakan metoda yang digunakan untuk menganalisis komponen pembentuk kota layak huni dan strategi prioritas dalam meningkatkan predikat kota agar menjadi kota layak huni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kota layak huni di Kota Pekanbaru yaitu 60%, atau terjadi peningkatan sebesar 2,2% selama tiga tahun terakhir. Adapun kriteria yang perlu ditingkatkan yaitu kebersihan (40%), perekonomian (46%), fasilitas pejalan kaki (44%), dan aksesibilitas (46%). Sementara itu, peremajaan kota dan pembangunan fasilitas ruang publik, ruang interaksi sosial, keamanan, dan dukungan fungsi sosial dan ekonomi serta sanitasi lingkungan merupakan fokus strategi yang harus dilakukan untuk mewujudkan Pekanbaru sebagai kota layak huni
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE RAPID APLLICATION DEVELOPMENT (RAD)
One of the Raudhatul Athfals chosen by parents to enroll their children in schools within the context of playgroups overseen by the Sikka District's ministry of religion is RA Plus Rabbani. However, this school hasn't made use of the information system as a tool for system management, particularly when it comes to new student registration. A yearly administrative procedure is the registration of new students, and if the implementation is still done the old-fashioned way, it will affect how inefficient the process is. As a result, coordinating the registration of new students requires the use of a computerized system. The plan will be to use the Rapid Application Development (RAD) method to create a web-based information system. Flowcharts and Data Flow Diagrams (DFD) are supporting tools used in system design, together with Entity Relationship Diagrams (RAD) for database design analysis and Figma for system interface design study. The results of the research show that RAD can support system development in a shorter time compared to other methods such as waterfall, SDLC, and prototype. Based on the discussion, it is concluded that the design of the system created can make it easier for users to use the system, because the design made is more attractive and easy to understand for various groups.RA Plus Rabbani merupakan salah satu Raudhatul Athfal yang menjadi sasaran pilihan orang tua dalam mendaftarkan anaknya ke Sekolah dalam lingkup kelompok bermain di bawah naungan kementrian agama Kabupaten Sikka. Sekolah ini belum memanfaatkan sistem informasi sebagai penunjang manajamen sistem terutama dalam hal pendaftaran. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) merupakan proses manajemen tahunan yang jika dilakukan secara konvensional akan mengarah pada proses yang tidak efektif, maka diperlukan sistem terkomputerisasi untuk mengelola PPDB. Strategi yang akan dilakukan adalah dengan menerapkan metode Rapid Application Development (RAD) dalam pengembangan sistem. Tools pendukung yang digunakan dalam perancangan sistem adalah Flowchart dan Data Flow Diagram (DFD) sebagai analisa alur sistem, Entity Relationship Diagram (ERD) sebagai analisa desain database, dan Figma sebagai analisa desain antarmuka sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RAD dapat mendukung pengembangan sistem secara lebih singkat dibandingkan dengan metode lainnya seperti waterfall, SDLC, dan prototype. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa desain sistem yang dibuat dapat mempermudah pengguna dalam menggunakan sistem tersebut, karena rancangan yang dibuat lebih menarik dan mudah dimengerti berbagai kalangan