Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DALAM UPAYA PEMBANGUNAN KESEHATAN REMAJA DI DESA SUKAMUKTI KABUPATEN GARUT
Sukamukti Village is the village chosen to get the “Power To Youth” Program by Garut Regency because of the high rate of child marriage and dispensation of marriage. This is an urgent problem because the impact will be detrimental to youth as the nation's next generation because they are at risk of having poor quality reproductive health. In an effort to build reproductive health, there must be activities to support changing people's views regarding the importance of reproductive health. The aim of reproductive health counseling is to increase insight and knowledge so as to increase youth awareness of the importance of maintaining reproductive health and reducing the number of child marriages in Sukamukti Village. Through the Participatory Rural Appraisal (PRA) method to analyze youth problems by the SEMAK Foundation, it can be seen from the high number of child marriages and requests for dispensation from marriage at KUA due to the lack of knowledge of parents and youth. The results of this service have made the Banyuresmi Youth Communication Forum in Sukamukti Village more appreciated by the government and the community, obtained legality by the village government as a CSO that focuses on adolescent health, and can be productive through youth posyandu. Suggestions for the village government are to give authority to the Sukamukti youth group to be able to participate in making policies specifically for youth in supporting equality, welfare, fulfilling children's basic rights in maintaining reproductive health.Desa Sukamukti merupakan desa yang dipilih untuk mendapatkan Program “Power To Youth” oleh Kabupaten Garut karena angka pernikahan anak dan dispenasi nikah yang tinggi. Hal ini menjadi masalah urgen karena dampaknya akan merugikan remaja sebagai generasi penerus bangsa karena beresiko memiliki kesehatan reproduksi yang tidak berkualitas. Dalam upaya membangun kesehatan reproduksi, harus ada kegiatan untuk menunjang perubahan wawasan masyarakat terkait pentingnya kesehatan reproduksi. Tujuan penyuluhan kesehatan reproduksi adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan sehingga meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta menurunkan angka pernikahan anak di Desa Sukamukti. Melalui metode Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk menganalisis masalah remaja oleh Yayasan SEMAK, dilihat dari tingginya angka pernikahan anak dan permintaan dispensasi nikah di KUA karena kurangnya pengetahuan orangtua dan remaja. Hasil pengabdian ini membuat Forum Komunikasi Pemuda Banyuresmi di Desa Sukamukti lebih diapresiasi oleh pemerintah dan masyarakat, mendapatkan legalitas oleh pemerintah desa sebagai CSO yang fokus pada kesehatan remaja, serta dapat produktif melalui posyandu remaja. Saran untuk pemerintah desa yaitu memberikan wewenang bagi kelompok remaja Sukamukti untuk dapat berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan yang dikhususkan untuk remaja dalam menunjang kesetaraan, kesejahteraan, pemenuhan hak dasar anak dalam menjaga kesehatan reproduksi
ANALISIS DAN PERANCANGNAN ARSITEKTUR TEKNOLOGI PADA PERGURUAN TINGGI MENGGUNAKAN FRAMEWORK TOGAF
In general, higher education is divided into two categories of benefits from the application of Information and Communication Technology (ICT). The first is referred to as core values and supporting values. The computer network at STMIK Amik Riau currently uses the Telkom Speedy Wireless Network provider in each building. Then each student is only given 1 account to access the Hotspot network on the STMIK Amik Riau campus which can only be used on 1 laptop that is registered and capacity that has been limited or shared by network operators. However, the use of Hotspots that students want to access is only found in a few places which if used are smooth. To overcome these problems a framework is needed, one of which is TOGAF. TOGAF is a framework that has a set of supporting tools for developing enterprise architectures. TOGAF is a method that can be adapted to all changes and needs during planning. The purpose of this research is to get the gaps in the existing technology architecture and then provide recommendations in the form of the proposed technology architecture so that the existing gaps can be repaired and can run well. The results of this study found that to improve service to students, 7 application modules were needed and the need for improvements to the existing network at STMIK Amik Riau.Secara umum di Perguruan Tinggi terbagi atas dua kategori manfaat dari penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pertama disebut sebagai core values dan supporting values. Jaringan komputer yang ada di STMIK Amik Riau saat ini menggunakan Wireless Network provider Telkom Speedy pada setiap gedungnya. Kemudian setiap mahasiswa hanya diberikan 1 akun untuk mengakses jaringan Hotspot yang berada di kampus STMIK Amik Riau dengan hanya bisa digunakan pada 1 laptop yang didaftarkan dan kapasitas yang sudah di batasi atau di bagi-bagi oleh operator jaringan. Namun penggunaan Hotspot yang ingin diakses oleh mahasiswa hanya terdapat pada beberapa tempat saja yang mana jika digunakan itu lancar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan framework, salah satunya adalah TOGAF. TOGAF adalah kerangka kerja yang mempunyai satu set alat pendukung untuk mengembangkan arsitektur enterprise. TOGAF merupakan metode yang bisa disesuaikan dengan semua perubahan dan kebutuhan selama dilakukan perencanaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kesenjangan pada arsitektur teknologi yang ada kemudian memberikan rekomendasi berupa arsitektur teknologi yang diajukan agar kesenjangan yang ada bisa diperbaiki dan dapat berjalan dengan baik. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa untuk meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa diperlukan 7 modul aplikasi dan perlunya perbaikan pada jaringan yang ada di STMIK Amik Riau.
 
IMPLEMENTASI DESAIN INFORMASI VISUAL MELALUI INSTAGRAM MENGGUNAKAN METODE MDLC
The National Search and Rescue Agency, known as BASARNAS, in carrying out its main tasks and functions in the field of search and rescue (SAR) requires information media with a wide reach so that more people or the public will feel the impact and benefits. This research focuses more on the implementation of easier and more attractive information designs for the public that can be accessed through Instagram social media. The information design presented visually using the MDLC method developed by Luther Sutopo is expected to be able to answer the challenges faced by BASARNAS Semarang in terms of disseminating information related to tasks, activities and events to the wider community. In this research activity, testing was carried out by distributing questionnaires to 100 respondents to explore responses to the information design that had been uploaded to Instagram. The results reveal that the overall visual design of the information presented is attractive and easy to understand. The colors used are contrasting, and the BASARNAS Logo is easy to find in the design.Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau dikenal sebagai BASARNAS dalam melaksanakan tugas dan fungsi pokok di bidang pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) membutuhkan media informasi dengan jangkauan yang luas agar semakin banyak masyarakat atau publik yang merasakan dampak dan manfaatnya. Penelitian ini lebih berfokus pada implementasi desain informasi yang lebih mudah dan menarik bagi masyarakat yang dapat diakses melalui media sosial Instagram. Desain informasi yang disajikan secara visual dengan menggunakan metode MDLC yang dikembangkan oleh Luther Sutopo diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi BASARNAS Semarang dalam hal menyebarkan informasi terkait dengan tugas, kegiatan dan even kepada masyarakat luas. Pada kegiatan penelitian ini dilakukan pengujian dengan menyebar kuesioner kepada 100 orang responden untuk menggali tanggapan atas desain informasi yang telah diunggah ke Instagram. Hasilnya mengungkapkan bahwa secara keseluruhan desain visual informasi yang disajikan menarik, mudah dimengerti. Warna yang digunakan kontras, dan Logo BASARNAS mudah ditemukan dalam desain tersebut
PERENCANAAN ULANG PERKUATAN STRUKTUR DERMAGA MENGGUNAKAN PONDASI TIANG PANCANG DENGAN VARIASI DIAMETER
The wharf is one of the supporting facilities for the process of loading and unloading goods on ships. For services for long-term ships and loads caused by the process of loading and unloading ships, the safety of the wharf needs to be improved by strengthening the foundation. Berlian Pier uses a steel pile foundation with a diameter of 1.016 m and a length of 32 m. This study used the Meyerhoff method to calculate the bearing capacity of the piles and N-SPT data for the Reinforcement of Wharf Structures Using Diameter Variations at Berlian Surabaya Pier. Based on the re-planning that has been done, it is concluded that a diameter of 1.00 m and a length of 32 m obtains a single pile bearing capacity of 8164 Tons, shear resistance of 28120.4 Tons, axial bearing capacity of 8345.42 Tons. Immediate settlement of 38.551 mm, annual settlement of 00,0201 mm, long-term settlement of 0,193 mm, and total settlement of 48,050 mm.
Keywords: Variation Diameter, Carrying Capacity, SettlementDermaga merupakan salah satu sarana pendukung terjadinya proses bongkar dan muat barang pada kapal.. Pelayanan terhadap kapal dengan jangka waktu panjang dan beban-beban yang diakibatkan proses bongkar muat kapal, keamanan dermaga perlu ditingkatkan dengan dilakukannya perkuatan pondasi. Dermaga Berlian menggunakan pondasi tiang baja dengan diameter 1,016 m dan panjang 32 m. Penelitian ini menggunakan metode Meyerhoff untuk menghitung kapasitas dukung tiang dan data N-SPT sebagai Perencanaan Ulang Perkuatan Struktur Dermaga Menggunakan Variasi Diameter pada Dermaga Berlian Surabaya. Berdasarkan perencanaan ulang yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa diameter 1,00 m dan panjang 32 m diperoleh daya dukung tiang tunggal sebesar 8164 Ton, tahanan geser 28120,4 Ton, daya dukung aksial 8345,42 Ton. Besar penurunan segera yang terjadi 47,447 mm, penurunan tahunan 0,0201 mm, penurunan jangka panjang 0,193 mm, dan penurunan total 48,050 mm.
Kata Kunci: Variasi Diameter, Daya Dukung, Penuruna
IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN KONTRAKTOR TERHADAP BIM (BUILDING INFORMATION MODELING) DI RUANG LINGKUP KOTA BALIKPAPAN
Currently, in Indonesia the world of construction is growing rapidly, then there is an increasing need for technology to streamline and streamline work in the construction sector. To overcome this, a system called Building Information Modeling (BIM) was created. Compared to conventional methods, the BIM system integrates construction work that can save time and money. To find out the obstacles of contractors in using BIM, this research was conducted to find out the level of understanding of contractors towards BIM and inhibiting factors in implementing BIM. The object of this research is contractors in Balikpapan City, both state-owned and private. By analyzing from various literature and respondents' sources, which make the foundation of this research takes place. In decision making of BIM implementation in Balikpapan City, the results of this research can be considered. The results of the research data analysis and discussion regarding the level of understanding as well as implementation barriers and solutions provided are the results obtained. In implementing the use of BIM, the level of understanding of contractors and practitioners is 0.43 or can be called 43% which means that contractors do not understand BIM. The biggest obstacle in implementing BIM from the analysis of the largest value of 4.4 is the lack of human resources capable of fully operating BIM. Synergizing between all private and state-owned parties to coordinate with each other and provide counseling on the use of BIM in the future is the solution to the obstacles.Saat ini, di Indonesia dunia konstruksi semakin pesat, kemudian terjadi peningkatan kebutuhan akan teknologi untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan dibidang konstruksi. Untuk mengatasinya, maka tercipta sebuah sistem yaitu Building Information Modeling (BIM). Dibandingkan metode konvensional, sistem BIM lebih mengintegrasikan pekerjaan konstruksi yang dapat menghemat waktu dan biaya. Untuk mengetahui hambatan kontraktor dalam menggunakan BIM maka dilakukan penlitian ini untuk mencari tahu tingkat pemahaman kontraktor terhadap BIM dan faktor penghambat dalam mengimplementasikan BIM. Objek penelitian ini adalah para kontraktor di Kota Balikpapan baik BUMN maupun swasta. Dengan menganalisis dari berbagai literature dan sumber responden, yang menjadikan landasan dari penelitian ini berlangsung. Dalam pengambilan keputusan penerapan BIM di wilayah Kota Balikpapan dapat mempertimbangkan hasil dari penelitian ini. Hasil analisis data penelitian dan pembahasan mengenai tingkat pemahaman serta hambatan implementasi dan solusi yang diberikan adalah hasil yang didapatkan. Dalam implementasi penggunaan BIM, tingkat pemahaman kontraktor maupun praktisinya adalah 0,43 atau bisa disebut 43% yang diartikan kontraktor kurang paham menganai BIM. Hambatan terbesar dalam pengimplementasian BIM dari analisis nilai terbesar 4,4 adalah kurangnya SDM yang mampu mengoperasikan BIM secara penuh. Bersinergi antara semua pihak swasta maupun BUMN untuk saling berkodinasi dan memberikan penyuluhan akan penggunaan BIM dimasa akan datang adalah solusi dari hambatannya
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 KELURAHAN RANTAU PANJANG KOTA PEKANBARU
ABSTRAK
Peningkatan kasus Covid-19 yang tidak kunjung selesai menarik perahatian banyak pihak di dunia. Lansia memiliki risiko paling tinggi tertular Covid-19 yang disebabkan oleh penurunan fungsi kognitif dan fisik yang dialami saat tubuh sudah memasuki fase lanjut usia. Pengetahuan sendiri merupakan salah satu contoh penurunan fungsi kognitif pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan terhadap sikap pada lansia terkait pencegahan Covid-19. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia di Kelurahan Rantau Panjang Kota Pekanbaru dengan stratified random sampling sebanyak 67 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner skala gutmen untuk pengetahuan dan peneliti menggunakan kuesioner skala likert untuk sikap lansia, kuesioner yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner yang telah valid Hasil uji validitas dari kuesioner pengetahuan adalah 0,074, Sedangkan untuk uji reabilitas dengan Cronbach’s Alpa sebesar 0,770, yang artinya kuesioner ini reable untuk digunakan sebagai instrument penelitian. nilai validitas kuesioner sikap <0,05, Sedangkan uji reabilitas pada penelitian ini sebesar 0,40-0,60 yang artinya kuesioner ini memiliki tingkat reabilitas yang baik. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46 orang (68,70%) berada pada tingkat pengetahuan yang tinggi, sedangkan sebanyak 40 orang (64,20%) memiliki sikap positif dalam pencegahan Covid-19. Berdasarkan hasil uji statistic Chi Square didapatkan nilai p value 0,03<0,05 yang artinya terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap sikap lansia tentang pencegahan Covid-19 dengan nilai OR 3,71. Peneliti merekomendasikan untuk melakukan penelitian terkait variabel tentang hubungan dukungan sosial terhadap perilaku lansia dalam pencegahan Covid-19
PERILAKU IBU DALAM MEMILIH DUKUN BAYI SEBAGAI PENOLONG PERSALINAN PADA KOMUNITAS SUKU TALANG MAMAK TAHUN 2022
Indragiri Hulu Regency has indigenous people, namely the Talang Mamak Tribe Community. The largest community of the Talang Mamak tribe is in Rakit Kulim District. Based on the data, it was found that in 2018 there were 2 cases, in 2019 there were 2 cases, in 2020 there was 1 case, and in 2021 there was 1 case. Of all the cases of maternal death, the history of delivery assistance was assisted by a traditional birth attendant. This study aims to explore the behavior of mothers in choosing a traditional birth attendant in the Talang Mamak tribe community in 2022. This research is qualitative with a phenomenological approach. Methods of data collection through indepth interviews using interview guidelines.The selection of informants was carried out purposefully. The informants in this study consisted of 5 main informants who gave birth with criteria for a history of childbirth assisted by a traditional birth attendant in the last 6 months, as well as 3 supporting informants: a health center midwife and village staff. The results of the study show that the behavior of mothers seeking childbirth assistance is related to knowledge, customs and traditions, beliefs, distance, and economy. It is suggested to the public health centre to carry out outreach and training on the partnership of traditional birth attendants again so that midwives and traditional birth attendants can become partners so that delivery assistance with health workers can be achieved.Kabupaten Indragiri Hulu memiliki penduduk asli yaitu Komunitas Suku Talang Mamak. Komunitas terbesar dari suku Talang Mamak ini berada pada Kecamatan Rakit Kulim Berdasarkan data didapatkan kematian ibu dari tahun 2018 (2 kasus), 2019 (2 kasus), 2020 (1 kasus), 2021 (1 kasus). Dari seluruh kasus kematian ibu ini riwayat pertolongan persalinannya ditolong oleh dukun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasikan bagaimana perilaku ibu dalam memilih dukun bayi sebagai penolong persalinan pada komunitas suku talang mamak tahun 2022. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Pemilihan informan dilakukan secara purposif. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama 5 orang ibu bersalin dengan kriteria riwayat persalinan ditolong dengan dukun bayi dalam 6 bulan terakhir, informan pendukung yaitu 3 orang dukun bayi, kemudian 1 orang bidan puskesmas dan 1 orang staff desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku ibu dalam pertolongan persalinan berkaitan dengan pengetahuan, adat/tradisi, kepercayaan, jarak dan ekonomi. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan kemitraan dukun bayi kembali agar bidan dan dukun bayi bisa menjadi mitra sehingga pertolongan persalinan dengan tenaga kesehatan bisa tercapa
KEJADIAN INFEKSI NEMATODA USUS DAN HUBUNGANNYA DENGAN PHBS DAN STATUS GIZI PADA PENDUDUK YANG TINGGAL DI DAERAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH
Landfill (TPA) is a place to dispose of waste and waste to minimize the impact of waste on human health and the environment. People who live around the landfill are at risk of experiencing health problems. The main factor in transmitting STH worm eggs to the human body is poor hygiene. Cleanliness in question is personal hygiene, cleanliness of the food consumed and also the cleanliness of the environment where you live and work. The most common cause of this class of worms is Soil Transmitted Helminths (STH), which are intestinal worms that are transmitted through the soil. This study aims to see incident of nematode infectioan and the relationship between helminthiasis infection with nutritional status and personal hygiene behaviours. It was an observational study with cross-sectional design. This type of research is an observational study with a cross-sectional design. The sample are 93 responden at Sumompo Landfill were taking by purposive sampling. The results found that 24,8% respondent had worm infections with Ascaris lumbricoide,Strongyloises stercoralys and Anchylostoma duodenale. The results of statistical tests on the relationship between worm infection with healthy living behavior and nutritional status showed p>0.05. The conclusion are 25.8% respondents had worm infection; and there is no significant relationship between worm infection with clean and healthy living behavior, and nutritional status.Tempat Pembuangan Akhir (TPA) adalah tempat utuk membuang sampah dan limbah untuk meminimalkan dampak sampah terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Masyarakat yang tinggal di sekitar TPA memiliki resiko mengalami gangguan kesehatan. Faktor utama transmisi telur cacing STH ke tubuh manusia adalah kebersihan yang buruk. Kebersihan yang dimaksud adalah kebersihan diri, kebersihan makanan yang dikonsumsi dan juga kebersihan lingkungan tempat tinggal serta tempat bekerja. Penyebab infeksi paling banyak dari golongan cacing adalah Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu cacing usus yang ditularkan melalui tanah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kejadian infeksi nematoda dan hubungan antara infeksi kecacingan dengan status gizi dan perilaku personal hygiene. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 93 responden di TPA Sumompo yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa 24,8% responden mengalami infeksi cacing jenis Ascaris lumbricoides, Strongyloises stercoralys dan Anchylostoma duodenale . Hasil uji statistik hubungan antara infeksi kecacingan dengan perilaku hidup sehat dan status gizi menunjukkan p>0,05. Kesimpulannya adalah 25,8% responden mengalami infeksi kecacingan dan tidak ada hubungan yang signifikan antara infeksi kecacingan dengan perilaku hidup bersih dan sehat, dan status gizi
EFEK PENYEMPROTAN PESTISIDA TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA PETANI DI DESA SIMPANG ASAM
Pesticide is materian which used dalam increasing agricultural production. In addition includes toxic materials and dangerous. Pesticide enter into body through some way ie the digestive tract, respiratory tract and skin. Effect that caused if accumulated in long term can cause liver cirrhosis effect an increase in SGOT and SGPT in blood. Several risk factor for impaired liver function experienced by farmer use pesticide i.e age, working period, lenght of work, personal protective equipment, and position farmer against wind direction. Research purposes this is determine the analysis effect used pesticide for content SGOT and SGPT on farmers. Type of research use is associative using primary data. Sampling technique used perposive sampling and number samples use 37 samples. Correlation test in research using Chi-square. Analysis result indicate p value >0,005 there is no relationship between characteristics farmer use pesticide such as age, working periode, use of personal protective equipment, and position farmer on wind direction with content SGOT dan SGPT.
Keywords : Pesticide, Liver, SGOT and SGPTPestisida merupakan bahan yang banyak digunakan dalam meningkatkan produksi pertanian, selain itu termasuk bahan yang beracun dan berbahaya. Pestisida masuk kedalam tubuh melalui beberapa cara yaitu saluran percernaan (ingesti), saluran pernapasan (respirasi) dan kulit (absorpsi). Akibat yang ditimbulkan jika terakumulasi dalam jangka panjang dapat menyebabkan sirosis organ hati akibatnya terjadi peningkatan SGOT dan SGPT didalam darah. Ada pun beberapa faktor risiko gangguan fungsi hati yang dialami oleh petani pengguna pestisida yaitu umur, masa kerja, lama kerja, alat pelindung diri (APD), dan posisi petani terhadap arah angin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis pengaruh penggunaan pestisida terhadap kadar SGOT dan SGPT pada petani. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif kausal dengan menggunakan data primer. Teknik penentuan sampel menggunakan perposive sampling dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 37 sampel. Uji korelasi pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan p-value = > 0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan antara karakteristik petani yang menggunakan pestisida seperti umur, masa kerja, penggunaan APD, dan posisi petani terhadap arah angin dengan kadar SGOT dan SGPT.
Kata Kunci: Pestisida, Hati, SGOT dan SGP
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN TREMBESI (SAMANEA SAMAN) SEBAGAI LARVASIDA PADA LARVA AEDES AEGYPTI
Pemberantasan larva merupakan salah satu pengendalian vektor Aedes aegypti. Salah satu alternatif cara untuk memberantas larva adalah dengan penggunaan insektisida nabati (WHO, 1997 dalam Basri dan Farasda, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun trembesi (Samanea saman) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental di laboratorium dengan daun trembesi yang di ekstraksi menggunakan metode maserasi selama 4 hari (96 Jam) menggunakan pelarut Etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0,1%, 0,5%, 1%, 5%, dan 10%. Setiap perlakuan masing-masing berisi 20 larva nyamuk Aedes aegypti dan di amati setiap 24 jam dan 48 jam. Berdasarkan hasil uji eksplorasi efektivitas daun trembesi (Samanea saman) terhadap larva Aedes aegypti dengan konsetrasi 0,1%, 0,5%, 1%, 5%, dan 10% yang di amati selama 24 jam dan 48 jam, didapatkan hasil bahwa pada ekstrak daun trembesi (Samanea saman) dengan konsetrasi 5% dan 10% dapat mematikan semua daripada populasi larva dalam waktu 24 jam, sedangkan pada konsentrasi 0,5% dan 0,1% dapat mematikan semua larva dalam waktu 48 jam. Efektivitas Ekstrak Daun Trembesi (Samanea saman) yang berpengaruh pada faktor konsentrasi dengan konsentrasi paling efektif pada konsentrasi 5% yang dapat membunuh 100% larva Aedes aegypti dalam waktu 24 jam.Eradicating the larvae is one of the vector controls for Aedes aegypti. One alternative way to eradicate the larvae is by using vegetable insecticides (WHO, 1997 in Basri and Farasda, 2019). This study aims to determine the effectiveness of trembesi leaf extract (Samanea saman) as a larvicide on Aedes aegypti larvae. This study used an experimental design in the laboratory with trembesi leaves which were extracted using the maceration method for 4 days (96 hours) using a 96% ethanol solvent. The extract concentrations used were 0.1%, 0.5%, 1%, 5% and 10%. Each treatment contained 20 Aedes aegypti mosquito larvae and was observed every 24 hours and 48 hours. Based on the results of the exploratory test on the effectiveness of trembesi leaves (Samanea saman) against Aedes aegypti larvae with concentrations of 0.1%, 0.5%, 1%, 5%, and 10% which were observed for 24 hours and 48 hours, the results showed that the extract trembesi leaves (Samanea saman) with concentrations of 5% and 10% could kill all larvae populations within 24 hours, while concentrations of 0.5% and 0.1% could kill all larvae within 48 hours. Effectiveness of Trembesi Leaf Extract (Samanea saman) which affects the concentration factor with the most effective concentration at a concentration of 5% which can kill 100% of Aedes aegypti larvae within 24 hours