Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
PEMBINAAN GURU SEKOLAH HARI MINGGU (SHM) DI GKE BALUKON KABUPATEN PULANG PISAU
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan Program Studi Pendidikan Agama Kristen bertujuan untuk membina kompetensi guru Sekolah Hari Minggu (SHM) di GKE Balukon Desa Balukon Kabupaten Pulang Pisau. Guru SHM di GKE Balukon masih sangat terbatas dalam menguasai metode mengajar yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Guru yang bertugas realitanya jarang meluangkan waktu untuk mempersiapkan materi ajar dan metode mengajar yang akan digunakan, sehingga kegiatan yang dilakukan cenderung kurang mendalam pada pesan yang seharusnya disampaikan terkait firman Tuhan. Berdasarkan analisis situasi dan kondisi masyarakat dampingan, maka rumusan masalah penelitian meliputi 1) Bagaimana kompetensi guru Sekolah Hari Minggu (SHM) di GKE Balukon Desa Balukon Kabupaten Pulang Pisau?; 2) Bagaimana kegiatan pembinaan guru SHM dapat meningkatkan kompetensi guru SHM di GKE Balukon Desa Balukon Kabupaten Pulang Pisau? Melalui metode Participatory Action Reseacrh (PAR), tim merencanakan aksi kegiatan berupa pembinaan guru SHM di GKE Balukon. Hasil penelitian melalui observasi dan wawancara ditambah dengan kuesioner/angket terbuka, didapatkan hasil bahwa kompetensi guru SHM di GKE Balukon Desa Balukon Kabupaten Pulang Pisau masih lemah dalam aspek kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik. Kelemahan ini terlihat dari hasil observasi pada saat pembelajaran SHM dimana guru belum mampu menerapkan aktivitas penerapan/respon dari cerita Alkitab yang disampaikan. Untuk itu pembinaan yang dilakukan oleh tim berfokus pada kompetensi pedagogik. Dari hasil evaluasi, guru-guru SHM GKE Balukon mendapatkan pengetahuan baru terkait efektifitas pembelajaran berdasarkan tingkat perkembangan usia anak dan cara-cara baru dalam mengembangkan aktivitas penerapan/respon dari cerita Alkitab saat mengajar.Pengabdian kepada Masyarakat as community services held by Christian Religious Education Study Program aim to improve the competence of Sunday School teachers (SHM) at GKE Balukon, Pulang Pisau District at Central Kalimantan. SHM teachers at GKE Balukon are still very limited in mastering teaching methods that are appropriate to the child's developmental level. Teachers who are in charge of teaching sometimes do not spend enough time preparing materials and teaching methods to be used, so that the activities carried out tend to be less in-depth about the message that should be conveyed regarding the word of God. Based on the analysis of the situation and conditions of the assisted communities, the formulation of the research problems includes 1) How is the competence of Sunday School teacher (SHM) at GKE Balukon?; 2) How can SHM teacher improve their competence at GKE Balukon? Through Participatory Action Research (PAR) method, the team planned action activities through coaching SHM teachers at GKE Balukon. From the results of this research in form of interviews, observations and questionnaires. It was found that the competence of SHM teachers at GKE Balukon was still weak in the aspects of professional competence and pedagogical competence. This weakness can be seen from observations during SHM where the teacher has not been able to apply the activity of applying/responding with the Bible stories conveyed. For this reason, the coaching focuses on pedagogic competence. From the results of the evaluation, SHM teachers at GKE Balukon gained new knowledge regarding the effectiveness of learning based on child's age development level and new ways of developing activities for applying/responding to Bible stories when teaching
HUBUNGAN SIKAP KELUARGA TERHADAP PENYAKIT KRONIS DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PROLANIS
ABSTRACT
Hypertension and diabetes mellitus (DM) are chronic diseases with many complications. Discipline or patient compliance with medication is influenced by a variety of factors, one of which is social factors in the form of family attitudes. A positive family attitude is required during the disease treatment process to keep the patient's level of adherence to medication. This study aims to determine the relationship between family attitudes toward chronic disease and medication adherence in Prolanis patients. An observational analytic study design with a cross-sectional study design was used in this study. The purposive sampling technique was used with a total sample of 46 respondents. This study was conducted in 2021 at the Simpang Tiga Health Center in Pekanbaru City. With a p-value of 0.238, this study found no relationship between family attitudes about chronic diseases and medication adherence in Prolanis patients at the Simpang Tiga Health Center in Pekanbaru City. Therefore, patients' families' attitudes about a chronic illness do not have any bearing on how well prolanis patients adhere to their medication.
ABSTRAK
Hipertensi dan diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis dengan banyak komplikasi. Kedisiplinan atau kepatuhan pasien dalam berobat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor sosial berupa sikap keluarga. Sikap positif keluarga diperlukan selama proses pengobatan penyakit untuk menjaga tingkat kepatuhan pasien dalam berobat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap keluarga terhadap penyakit kronis dengan kepatuhan minum obat pada pasien Prolanis. Desain penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2021 di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Dengan nilai p-value 0,238, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara sikap keluarga tentang penyakit kronis dengan kepatuhan minum obat pada pasien Prolanis di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, sikap keluarga pasien tentang penyakit kronis tidak berpengaruh pada seberapa baik pasien prolanis mematuhi rejimen pengobatan mereka
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN DI DESA NGEPOSARI
One potential source of biomass energy to be processed is agricultural waste. Seeing the potential of corn cultivation owned by the people of Ngeposari Village, corn waste processing is considered to have opportunities in economic terms. Corn weevils have been used by residents to make embers without further processing. Household waste and agricultural waste often harm society. Waste that is a leftover or discarded product is always considered unusable. The existing waste accumulates and has a negative effect. Proper processing of waste can open up new business opportunities. Agricultural waste is one biomass energy source with high selling value but has yet to be widely utilized. The service team offers solutions to revive UMKM in Ngeposari Village, Gunung Kidul, and increase community business opportunities through this service program. Several pieces of training were conducted to increase the skills of residents, namely training in making briquettes from corn stalks and training in making organic fertilizer.Salah satu sumber energi biomassa yang potensial untuk diolah adalah limbah pertanian. Melihat potensi dari budidaya jagung yang dimiliki masyarakat Desa Ngeposari, pengolahan limbah jagung dinilai memiliki peluang dalam segi ekonomi. Bonggol jagung telah dimanfaatkan warga untuk membuat bara api tanpa diolah lebih jauh. Limbah rumah tangga maupun limbah pertanian sering memberikan dampak negatif di kalangan masyarakat. Limbah yang merupakan produk sisa atau buangan selalu dianggap tidak dapat digunakan kembali. Sehingga limbah yang ada justru menumpuk dan berefek negatif. Pengolahan limbah dengan tepat dapat membuka peluang usaha baru. Limbah pertanian merupakan salah satu sumber energi biomassa yang memiliki nilai jual tinggi namun belum banyak dimanfaatkan. Melalui program pengabdian ini tim pengabdian menawarkan solusi untuk menghidupkan kembali UMKM yang ada di Desa Ngeposari, Gunung Kidul sekaligus untuk menambah peluang usaha yang ada di masyarakat. Beberapa pelatihan yang dilakukan untuk menambah keterampilan warga yaitu pelatihan pembuatan briket dari bonggol jagung dan pelatihan pembuatan pupuk organik
Fenomena Victim Blaming Pada Korban Kekerasan Seksual
Perilaku victim blaming (menyalahkan korban) masih kerap ditemukan, khususnya pada individu yang menjadi korban dari kasus kekerasan seksual. Victim blaming yang diterima korban ini pun membuat korban menjadi enggan untuk melapor ataupun mengambil tindakan tegas, dikarenakan takut pada stigma yang dilontarkan oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur jurnal yang dikumpulkan melalui beberapa database yaitu, Google Scholar, Neliti, dan juga Sage Journal. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian jurnal antara lain “victim blaming”, “kekerasan seksual”, dan “sexual abuse”. Jurnal yang telah didapatkan tersebut kemudian diseleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga didapatkan sepuluh jurnal yang akan dikaji. Berdasarkan kajian yang dilakukan, ditemukan faktor-faktor penyebab munculnya perilaku victim blamingyang dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu faktor dari dalam diri korban dan dari luar korban. Faktor dari dalam diri korban meliputi usia, gender, serta sikap yang diambil korban ketika mengalami kekerasan seksual. Faktor dari luar diri korban sendiri meliputi adanya budaya patriarki, pendidikan, media massa, pola pikir, lingkungan, dan mitos perkosaan (rape myths)
PERANCANGAN SPK TENTANG KETERAMPILAN MAHASISWA DENGAN METODE SAW
Di Perguruan tinggi, tersebar ratusan mahasiswa, termasuk di dalam kelas. Zaman Sekarang ini, mahasiswa dibekali dengan bantuan teknologi dan mengerjakan cara instan sehingga tidak mempertimbangkan aspek kemampuan dasar sehingga mereka melakukan tindakan yang tidak boleh dilakukan, seperti mencari Jawaban dengan teman lain. Sehingga mereka tidak membuat jawaban atas keyakinan diri dan kemampuan menyelesaikan permasalahan sendiri. Setiap mahasiswa masing-masing mempunyai kualitas diri berdasarkan kepercayaan diri akan kemampuan dan Keterampilan yang dimiliki. Maka untuk menilai dan menentukan beberapa mahasiswa yang memiliki keyakinan diri akan kemampuannya diperlukan Penelitian untuk menghasilkan alternatif pada mahasiswa yang memiliki nilai tertinggi dan memilih teratas dari penilaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk Merancang sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan menggunakan data berupa Mahasiswa yang dipilih dengan menggunakan metode perhitungan SAW.Hasil Penelitan membuat Dosen dapat terbantu menetapkan Mahasiswa yang dipilih adalah Mahasiswa yang terbaik dalam kemampuannya dan memiliki keterampilan terhadap keyakinannya.In college, there are hundreds of students, including in the classroom. Nowadays, students are equipped with technological assistance and work in instant ways so they don't consider aspects of basic abilities so they take actions that shouldn't be done, such as looking for answers with other friends. So they don't make answers based on their self-confidence and ability to solve their problems. Each student has their quality based on confidence in their abilities and skills. So to assess and determine some students who have confidence in the abilities needed research to produce alternatives to students who have the highest scores and choose the top of the assessment. This study aims to design a Decision Support System (DSS) using data in the form of students who are selected using the SAW calculation method. The results of the research help lecturers determine which students are the best in their abilities and have the skills for their beliefs
SISTEM MONITORING KEHADIRAN SISWA MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER BERBASIS WEB
Sistem informasi absensi, digunakan untuk mencatat kehadiran seseorang, digunakan sebagai acuan bukti seseorang hadir dalam suatu kegiatan. Kemudahan informasi dan kevalidan sebuah informasi merupakan kebutuhan yang mendasar dalam pembuatan laporan absensi. Penggunaan absensi manual memiliki beberapa kekurangan antara lain minimnya transfer informasi ke pihak lain secara langsung dan cepat, kevalidan data yang kurang akurat. Teknologi yang bisa diterapkan didalam membuat sistem informasi absensi dengan menggunakan Mikrokontroler dan website, dalam perancangan sistem absensi menggunakan board mikrokontroler Arduino UNO R3 sebagai pengontrol, ESP32-CAM sebagai kamera untuk mengambil gambar. Pengiriman data menggunakan kartu siswa yang berupa kartu RFID. Secara keseluruhan dari hasil pengujian alat dan sistem informasi absensi, dapat bekerja dengan baik yaitu dapat mengambil data dari kartu siswa dan mengambil gambar wajah siswa serta dapat ditampilkan pada halaman web.An attendance information system, used to record a person's presence, is used as a reference for proof someone is present at an activity. Ease of information and the validity of information is a fundamental requirements in making attendance reports. The use of manual attendance has several drawbacks, including the lack of direct and fast transfer of information to other parties, and inaccurate data validity. Technology that can be applied in creating an attendance information system using a microcontroller and a website, in designing an attendance system using the Arduino UNO R3 microcontroller board as a controller, and ESP32-CAM as a camera for taking pictures. Sending data using a student card in the form of an RFID card. Overall, from the results of testing the attendance information tool and system, it can work well, namely, it can retrieve data from student cards and take pictures of students' faces and can be displayed on web pages
Analisis Penggunaan Eufemisme Dalam Pembuatan Berita Online Di Medialokal.co Edisi November 2022
The use of news language style is one of the characteristics in the world of journalism, one of which is the use of euphemisms. The use of euphemisms aims to make it easier for journalists to explain news content, in addition to refine the grammar of the news but also help the style of writing the news to make it more attractive to readers. This research method uses a descriptive qualitative approach, the data used in this study are in the form of words and sentences that contain euphemisms. The data obtained using the data card technique is read and recorded. The discussion of news focuses on one of the online news stories in the November 2022 edition of Medialokal.Co where the discussion of euphemisms is based on its form, namely the use of abbreviations, borrowed words, foreign words, metaphors and periphrasis.
Penggunaan gaya bahasa berita merupakan salah satu ciri khas dalam dunia jurnalistik salahsatunya penggunaan eufemisme. Penggunaan eufemisme bertujuan mempermudah jurnalis dalam menerangkan isi berita selain memperhalus tata bahasa berita tetapi juga membantu gaya penulisan berita agar lebih menarik perhatian pembaca. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata dan kalimat yang mengandung eufemisme. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik kartu data yang dibaca dan dicatat. Pembahasan berita terfokus pada salah satu berita online di Medialokal.Co edisi November 2022 dimana pembahasan eufemisme berdasarkan bentuknya yaitu penggunaan kata singkatan, serapan, asing, metafora dan periphrasis
STUDI KASUS : EFEKTIVITAS TERAPI LATIHAN ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE (ACBT) PADA ASMA BRONKIAL
Background : Asthma is a condition in which people with overactive airways experience cough, shortness of breath and reversible airways. Asthma affects more than 5% of the world's population, and some indicators show that its prevalence is increasing. In general, the treatment of asthma bronchial is divided into two parts, namely pharmacological and non-pharmacological. One of the non-pharmacological treatments for asthmatic patients is the Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), which consists of Breathing Control (BC), Thoracic Expansion Exercise (TEE), and Forced Expiration Technique (FET).
Research Methods : The research method is experimental, case studies are used in the research design, and data collection techniques are used Pre and Post drops. The sampling technique is random sampling. Examination of dyspnea from respiratory rate and borg scale, while for examination of thorax expansion using the mid line.
Result : After doing therapy 3 times, there was a decrease in shortness as evidenced by the Borg scale from a scale of 5 to a scale of 3, a decrease in respiratory rate from 28 to 23 and measurements of thorax expansion which showed a difference in increase.
Conclution : Based on these results, it can be concluded that physiotherapy intervention with ACBT exercise therapy is effective in bronchial asthma patients.
Latar belakang : Asma adalah suatu kondisi di mana orang dengan saluran udara yang terlalu aktif mengalami batuk, sesak napas dan penyempitan saluran udara yang reversibel. Asma mempengaruhi lebih dari 5% populasi dunia, dan beberapa indikator menunjukkan bahwa prevalensinya terus meningkat. Secara umum, pengobatan asma bronkial dibagi menjadi dua bagian, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu penanganan nonfarmakologis pada pasien asma adalah Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) yang terdiri dari Breathing Control (BC), Thoracic Expansion Exercise (TEE), dan Forced Expiration Technique (FET).
Metode penelitian : Metode penelitian adalah eksperimental, studi kasus digunakan dalam desain penelitian, dan teknik pengumpulan data digunakan Pre dan Post tets. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Pemeriksaan dyspnea dari respiratory rate dan skala borg, sedangkan untuk pemeriksaaan ekspansi thorax menggunakan mid line.
Hasil : Setelah dilakukannya terapi sebanyak 3 kali yaitu terjadi penurunan sesak yang dibuktikan dengan Borg scale dari skala 5 menjadi skala 3, penurunan respiratory rate dari 28 menjadi 23 dan pengukuran ekspansi thorax yang menunjukkan adanya selisih peningkatan.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa intervensi fisioterapi dengan terapi latihan ACBT efektif digunakan pada pasien asma bronkial
PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS GARUDA KECAMATAN MARPOYAN DAMAI
Hypertension is a health problem which one of the main concerns even in worldwide since this disease is a significant risk factor that leads to cardiovascular diseases such as heart attack, heart failure, stroke, and kidney disease. Hypertension is divided into two types based on the cause, primary hypertension and secondary hypertension. Some treatments that help lower blood pressure are by using drugs (pharmacotherapy) or by way of lifestyle modifications. Soybean (Glycine Max) is a type of functional food that contains nutrients such as isoflavones, saponins, lecithin and phytosterols which reduce the risk of cardiovascular disease. This study aims to analyze the effect of giving soy milk on blood pressure in hypertensive patients. This research method used a pretest-posttest design with a control group design. The sample in this study used a purposive sampling technique, the maximum size of the subjects in the study was 30 people. The results of the study in the intervention group showed that there was an effect of giving soy milk on blood pressure in hypertensive patients before and after with systolic blood pressure p=0.000 (p<0.05) and diastolic blood pressure p=0.002 (p<0.05).Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup berbahaya di seluruh dunia karena penyakit tersebut merupakan faktor risiko utama yang mengarah kepada penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung, stroke dan penyakit ginjal. Hipertensi dibedakan menjadi dua jenis bedasarkan penyebabnya yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Beberapa pengobatan yang berfungsi untuk membantu menurunkan tekanan darah yaitu dengan menggunakan obat-obatan (farmakoterapi) ataupun dengan cara modifikasi gaya hidup. Kedelai (Glycine Max) merupakan salah satu dari jenis pangan fungsional yang mengandung zat-¬zat gizi seperti isoflavon, saponin, lesitin dan fitosterol yang memiliki efek dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian susu kedelai terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, besar subjek dalam penelitian adalah maksimal 30 orang. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan adanya pengaruh pemberian susu kedelai terhadap tekanan darah pasien hipertensi sebelum dan sesudah dengan nilai tekanan darah sistolik p=0,000 (p<0.05) dan tekanan darah diastolik p=0,002 (p<0.05). 
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAR DI KLASIS KOTA KUPANG TIMUR
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibingkai dalam bentuk pelatihan ini didasarkan pada kenyataan bahwa seseorang bisa menjadi guru Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) tanpa melihat tingkat pendidikannya. Latar belakang pendidikan guru PAR di Klasis Kota Kupang Timur beragam, mulai dari SMA, D3, S1 dan S2. Seseorang bisa menjadi guru PAR hanya karena panggilan pelayanan. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung kebaktian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Benyamin Oebufu dan berlangsung selama 2 hari. Ada 5 orang narasumber yang dipercayakan memberikan materi dan pelatihan bagi 35 orang peserta kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan ini menunjukkan bagwa guru PAR di Klasis Kota Kupang Timur mendapatkan tambahan pengetahuan tentang kurikulum PAR serta mendapatkan keterampilan dalam pembuatan media pembelajaran. Guru PAR terlatih untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi berupa Autentic Helathy serta media pembelajaran Top Up.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibingkai dalam bentuk pelatihan ini didasarkan pada kenyataan bahwa seseorang bisa menjadi guru Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) tanpa melihat tingkat pendidikannya. Latar belakang pendidikan guru PAR di Klasis Kota Kupang Timur beragam, mulai dari SMA, D3, S1 dan S2. Seseorang bisa menjadi guru PAR hanya karena panggilan pelayanan. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung kebaktian Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Benyamin Oebufu dan berlangsung selama 2 hari. Ada 5 orang narasumber yang dipercayakan memberikan materi dan pelatihan bagi 35 orang peserta kegiatan. Hasil pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan ini menunjukkan bagwa guru PAR di Klasis Kota Kupang Timur mendapatkan tambahan pengetahuan tentang kurikulum PAR serta mendapatkan keterampilan dalam pembuatan media pembelajaran. Guru PAR terlatih untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi berupa Autentic Helathy serta media pembelajaran Top Up