Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
TEKNIK MARMET TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POST PARTUM
Breastfeeding failure is often caused by psychological factors of the mother in the early days of the breastfeeding process. Mothers often feel afraid that the milk produced is not sufficient for their baby's needs. If breastfeeding in the early period of birth cannot be done, the next best alternative is to express or pump breast milk for 10 - 20 minutes every two to three hours until the baby can suckle. This action can help maximize prolactin receptors and minimize the side effects of delayed breastfeeding in infants. This study uses a Quasy Experiment Design (Pseudo Experimental Design) by using the One Group Pretest-Postest Design. The population and sample in this study were all postpartum mothers totaling 40 people. This study uses a Porposive Sampling technique with univariate and bivariate analysis with T test. Research obtained from data analysis with the Wilcoxon test. The purpose of this study was to determine the effect of the marmet technique on the smoothness of breast milk in post partum mothers. The results in the table show that the P-Value (0.001) <0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted, which means that there is an effect of marmet technique on the smoothness of breastfeeding in postpartum mothers. The recommendation in the researcher is that the marmet technique is effective to carry out breastfeeding in postpartum mothers and the marmet technique can stimulate an increase in the hormones prolaksin and oxytocin which has a relaxing effect on postpartum mothers so that this can be practiced for postpartum mothers.Kegagalan menyusui sering disebabkan karena faktor psikologis ibu pada harihari awal proses menyusui. Ibu sering merasa takut kalau ASI yang dihasilkan tidak mencukupi kebutuhan bayinya. Jika menyusui di periode awal kelahiran tidak dapat dilakukan, upaya yang dapat dilakukan sebagai alternatif terbaik berikutnya adalah memerah atau memompa ASI selama 10 - 20 menit tiap dua sampai tiga jam sekali hingga bayi dapat menyusu. Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment Design (Rancangan Eksperimen Semu) dengan menggunakan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu nifas berjumblah 40 orang. Penelitian ini menggunakan tekhnik Porposive sampling dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji T test. Penelitian yang di dapatkan dari analisa data dengan uji Wilcoxon. Tindakan ini dapat membantu memaksimalkan reseptor prolaktin dan meminimalkan efek samping dari tertundanya proses menyusui pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik marmet terhadap kelancaran ASI pada ibu post partum. Hasil pada tabel diketahui bahwa nilai P- Value (0,001) <0.05 maka Ho di tolak dan Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh teknik marmet terhadap kelancaaran ASI pada ibu nifas. Rekomendasi dalam peneliti yaitu teknik marmet efektif dilaksanakan untuk melancarkan ASI pada ibu post partum dan teknik marmet dapat merangsang peningkatan hormon prolaksin dan oksitosin berefek relaksasi pada ibu post partum sehingga hal ini dapat dipraktikan kepada ibu post partum
Efektivitas Penggunaan Strategi Regulasi Emosi Ditinjau Dari Perbedaan Gender
Eksistensi manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari perasaan dan emosi yang tidak menyenangkan, sehingga dibutuhkan upaya dalam meregulasi emosi untuk mengubah pengalaman emosional tersebut. Studi ini bertujuan untuk meninjau hasil-hasil penelitian yang mengkaji efektivitas strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan expressive suppression dari perbedaan gender. Adapun metode dalam peninjauan jurnal ini menggunakan database jurnal dari ScienceDirect, ProQuest dan Google Scholar yang terbit dalam 5 (lima) tahun terakhir atau berkisar antara 2017 hingga 2022. Jurnal tersebut didapatkan dengan kata kunci ““Gender Differences”, “Cognitive Reappraisal”, “Expressive Suppression” dan “Emotion Regulation”, dalam kolom pencarian, kata kunci digabungkan dengan menggunakan kata “AND”. Jurnal yang digunakan dalam tinjauan literatur ini berjumlah 7 (tujuh) jurnal. Hasil-hasil dalam tinjauan literatur ini banyak yang menunjukkan adanya perbedaan efektivitas dan penggunaan strategi regulasi emosi antara laki-laki dan perempuan. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan referensi untuk mengembangkan diagnostik dan intervensi klinis yang lebih tepat.
 
PENERAPAN METODE GROSS PAJAK PADA APLIKASI PENGGAJIAN BERBASIS WEB PADA UMKM KANTIN TANTE
Many developing UMKM require the application of technology in their business management processes. One of these UMKM is the UMKM Kantin Tante in Surabaya. This UMKM has 7 branches/stands located in several malls or shopping places in Surabaya. The payroll process for this UMKM still uses a manual process which is carried out at the end of every month by the UMKM’s owner. The payroll process starts from collecting employee data, recording attendance, calculating salaries, to printing employee pay slips. The existing process allows for errors in recording employee attendance data, difficulties in the process of searching for employee data and difficulties in making final reports or recaps. Therefore, we need an application that can help with the employee payroll process for UMKM. For application creation needs, this research utilizes the Waterfall SDLC (System Development Life Cycle) method to obtain requirements specifications and smooth the system design process. This application can make it easier for owners to manage employee data, salaries, allowances, and tax deductions. Features such as automatic salary calculation based on specified parameters, creating accurate payroll reports, and guaranteed data security, make this application a tool that can help companies optimize the payroll process. In addition, by using web technology, this application can be accessed from various devices and locations, allowing more flexible access and convenience in use. This application has been tested using BlackBox Testing with the result that all functionalities can run well. Meanwhile, for testing using SUS, the value is 77.1 where users can accept this application according to user needs.Banyak UMKM yang sedang berkembang yang membutuhkan penerapan teknologi dalam proses pengelolaan bisnisnya. Salah satu UMKM tersebut adalah UMKM Kantin Tante di Surabaya. UMKM ini memiliki 7 cabang/stand yang terletak di beberapa Mall atau tempat perbelanjaan di Surabaya. Proses penggajian pada UMKM ini masih menggunakan proses manual yang dilakukan setiap akhir bulan oleh Pemilik UMKM. Proses penggajian dimulai dari koleksi data karyawan, pencatatan kehadiran, perhitungan gaji, hingga cetak slip gaji karyawan. Dari proses yang ada tersebut, memungkinkan adanya kesalahan pencatatan data kehadiran karyawan, kesulitan proses pencarian data karyawan dan kesulitan dalam pembuatan laporan atau rekap akhir. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat membantu proses penggajian karyawan pada UMKM ini. Untuk kebutuhan pembuatan aplikasi, penelitian ini memanfaatkan metode Waterfall SDLC (System Development Life Cycle) untuk mendapatkan spesifikasi kebutuhan dan kelancaran dalam proses desain sistem. Aplikasi ini dapat memudahkan pemilik untuk melakukan pengelolaan data pegawai, gaji, tunjangan, dan potongan pajak. Fitur-fitur seperti perhitungan gaji otomatis berdasarkan parameter yang ditentukan, pembuatan laporan penggajian yang akurat, dan keamanan data yang terjamin, menjadikan aplikasi ini sebagai alat yang dapat membantu perusahaan mengoptimalkan proses penggajian. Selain itu, dengan menggunakan teknologi web, aplikasi ini dapat diakses dari berbagai perangkat dan lokasi, memungkinkan akses yang lebih fleksibel dan kenyamanan dalam penggunaannya. Aplikasi ini telah diuji menggunakan BlackBox Testing dengan hasil bahwa semua fungsional dapat berjalan dengan baik. Sedangkan untuk pengujian menggunakan SUS bernilai 77.1 dimana pengguna dapat menerima aplikasi ini sesuai dengan kebutuhan user
PENILAIAN KONSEP GREEN BUILDING PADA GEDUNG LABORATORIUM TERPADU INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN SESUAI STANDAR GREENSHIP 1.2
In the City of Balikpapan, the number of buildings that apply the green building concept and are certified according to the green building certification data still does not exist. Sustainable development at the Kalimantan Institute of Technology (ITK) is one of the largest in East Kalimantan. The development will have an impact on changes in environmental conditions. The application of the green building concept to the ITK building is expected to reduce the negative impact on environmental change. The focus of this research case study is the ITK Integrated Laboratory Building. The thing being reviewed is the application of green building in the ITK Integrated Laboratory building using the calculation parameters on Greenship for New Buildings Version 1.2. The method that will be used in this research is to evaluate the application of green building in the ITK Integrated Laboratory Building. The evaluation value of the application of green building in the ITK Integrated Laboratory building is 9.08 points or 8.99% which does not meet the requirements for implementing green building in accordance with the greenship 1.2 standard.Pada Kota Balikpapan jumlah bangunan gedung yang menerapkan konsep green building dan tersertifikasi sesuai dengan data sertifikasi bangunan hijau masih belum ada. Pembangunan berkelanjutan pada Institut Teknologi Kalimantan (ITK) merupakan salah satu yang terbesar di Kalimantan Timur. Pembangunan tersebut akan berdampak pada perubahan kondisi lingkungan. Diterapkannya konsep green building pada bangunan Gedung ITK diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap perubahan lingkungan. Fokus studi kasus penelitian ini yaitu Gedung Laboratorium Terpadu ITK. Adapun hal yang ditinjau yaitu penerapan green building pada gedung Laboratorium Terpadu ITK menggunakan parameter perhitungan pada Greenship untuk Bangunan Baru Versi 1.2. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan penilaian terhadap penerapan green building pada Gedung Laboratorium Terpadu ITK. Adapun nilai evaluasi penerapan green building pada gedung Laboratorium Terpadu ITK yaitu sebesar 9,08 poin atau 8,99% dimana belum memenuhi syarat penerapan green building sesuai dengan standar greenship 1.2
PERBANDINGAN KINERJA PENGECORAN ANTARA CONCRETE-BUCKET DAN CONCRETE-PUMP PADA PROYEK BANGUNAN BERTINGKAT
Pada pelaksanaan konstruksi beton cast insitu, metode pengecoran direncanakan dengan baik sehingga dapat selesai tepat waktu dengan biaya yang efisien. Metode pengecoran yang umum digunakan adalah dengan menggunakan concrete-pump dan concrete-bucket yang digunakan secara bersamaan khususnya untuk bangunan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan waktu, biaya dan produktivitas pekerjaan pengecoran beton pada plat lantai, balok dan kolom suatu proyek studi di Jakarta, khususnya pada lantai 7 sampai 11 yang merupakan lantai tipikal, menggunakan metode concrete-bucket pada kolom dan concrete-pump untuk pelat dan balok. Dilakukan analisa terhadap tahapan prosedur pengerjaan, waktu dan biaya pelaksanaan pengecoran dan produktifitas kedua metode pengecoran tersebut sesuai volume pelat balok dan kolom.Hasil analisa menunjukan bahwa waktu dan produktivitas setiap lantainya berbeda-beda karena semakin tinggi elevasi lantai maka akan semakin panjang waktu pengerjaannya sehingga semakin menurun produktivitasnya. Diperoleh bahwa biaya untuk pengoperasian alat pengecoran menggunakan Concrete Pump adalah Rp. 76.727.868 atau Rp 81.270,912/m3, dengan durasi pengerjaan 7,58 menit/m3 lebih cepat dan produktivitas volume per jam yang lebih tinggi daripada concrete bucket. Sedangkan biaya concrete-bucket yang digunakan secara bersamaan untuk pengecoran kolom biayanya lebih tinggi daripada concrete pump, mencapai Rp. 53.388.724 atau Rp 127.877,183/m3 karena terkait dengan penggunaan Tower Crane.
Kata Kunci : Metode pengecoran, concrete pump, concrete bucket, produktivitas, waktu dan biayaIn the implementation of cast in situ concrete construction, the casting method is well planned so that it can be completed on time with an efficient cost. The casting method that is commonly used is to use a concrete-pump and concrete-bucket which are used together, especially for high-rise buildings. This study aims to obtain the time, cost and productivity of concrete casting work on floor plates, beams and columns of a study project in Jakarta, especially on floors 7 to 11 which are typical floors, using the column concrete-bucket method and concrete-pump for slabs and beams. . An analysis was carried out on the stages of the work procedure, the time and cost of casting and the productivity of the two casting methods according to the volume of the beam and column plates.The results of the analysis show that the time and productivity for each floor are different because the higher the floor elevation, the longer the processing time will be, so the productivity will decrease. It is obtained that the cost for operating a casting tool using a Concrete Pump is Rp. 76,727,868 or IDR 81,270.912/m3, with a faster processing time of 7.58 minutes/m3 and higher volume per hour productivity than the concrete bucket. Meanwhile, the cost of a concrete-bucket used simultaneously for casting a column is higher than that of a concrete pump, reaching Rp. 53,388,724 or IDR 127,877.183/m3 because it is related to the use of a Tower Crane.
Keywords: Casting method, concrete pump, concrete bucket, productivity, time and cos
PENINGKATAN KESELAMATAN LALU LINTAS DIRUAS JALAN PETAPAHAN – SURAM KM ± 59-60 DESA PETAPAHAN KABUPATEN KAMPAR
Petapahan – Suram KM ±59 - 60 is a causeway with the status of a Provincial Road which is the authority of the Riau Provincial Transportation Office in completing the infrastructure aspects of the Petapahan - Suram KM ±59 - 60 road section. With such conditions, traffic problems arise in the form of traffic accidents. Therefore, to overcome the traffic problem, an analysis is needed to overcome the problem. The analysis method used in this peelitian is by Macro Analysis and Micro Analysis. Macro Analysis was conducted to determine the characteristics of accidents in general how the tendency of traffic accidents on the Petapahan – Suram KM ±59 - 60 road section. Macro Analysis uses simple numerical analysis namely analysis of the time of the accident incident, analysis based on the month of the incident, analysis of accident victims, analysis of the type of accident. For micro analysis consists of several analyses consisting of analysis based on accident chronology data, analysis of factors causing accidents, analysis of instantaneous. speed / spot speed and analysis of stop visibility. After the analysis, it was concluded that the factors causing many accidents that occurred in Petapahan – Suram KM ±59 - 60 were human factors and environmental factors. The human factor is the main factor in accidents that occur. So this research is needed to overcome these problems such as addition, replacement and maintenance for road equipment facilities in accordance with technical requirements.Ruas Jalan Petapahan – Suram KM ±59 - 60 merupakan jalan lintas yang berstatus Jalan Provinsi yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Provinsi Riau dalam melengkapi aspek prasarana diruas jalan Petapahan – Suram KM ±59 - 60. Dengan kondisi yang demikian, timbul permasalahan lalu lintas berupa kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan lalu litas tersebut diperlukannya suatu analisis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode analisis yang digunakan dalam peelitian ini adalah dengan Analisis Makro dan Analisis Mikro. Analisis Makro dilakukan untuk mengetahui karakteristik kecelakaan secara umum bagaimana kecenderungan terjadinya kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan Petapahan – Suram KM ±59 - 60. Analisis Makro menggunakan analisis numerik sederhana yaitu analisis terhadap waktu kejadian kecelakaan, analisis berdasarkan bulan kejadian, analisis terhadap korban kecelakaan, analisis terhadap jenis kecelakaan . Untuk analisis mikro terdiri dari beberapa analisis yang terdiri dari analisis berdasarkan data kronologi kecelakaan, analisis factor penyebab kecelakaan, analisis kecepatan sesaat/spot speed dan analisis jarak pandang henti. Setelah dilakukannya analisis tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa faktor penyebab kecelakaan yang banyak terjadi pada Petapahan – Suram KM ±59 - 60 adalah faktor manusia dan faktor lingkungan. Faktor manusia menjadi faktor utama kecelakaan yang terjadi. Sehingga diperlukannya penelitian ini guna untuk mengatasi permasalahan tersebut seperti penambahan, penggantian serta perawatan untuk fasilitas perlengkapan jalan yang sesuai dengan persyaratan teknis
IDENTIFIKASI PENERAPAN GREEN BUILDING PADA BANGUNAN YANG SUDAH TERBANGUN DI KAWASAN INSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTAN
Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memiliki sekitar 7 gedung yang sudah terbangun. Gedung yang sudah terbangun ini diidentifikasi apakah bangunan yang ada sudah menerapkan Green Building atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode quantitatif dengan menggunakan penilaian versi 1.1 dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Penilaian ini dimulai dengan pengukuran data lapangan, yaitu pengukuran kualitas udara, tingkat pencahayaan, tingkat kebisingan, suhu dan kelembapan udara. Kemudian dilakukan survei kenyamanan pengguna Gedung kepada 30 persen dari jumlah populasi pengguna Gedung tetap. Tahapan selanjutnya adalah mengobservasi lapangan terkait kampanye yang dilakukan seperti kampanye penghematan energi, konservasi air, pemilahan sampah, pelarangan merokok, dan pengurangan kendaraan bermotor. Lalu mengumpulkan data sekunder terkait kebijakan, dan dokumen yang terkait lainnya.
Hasil penilaian Green Building pada Gedung dikawasan ITK, Gedung A mendapatkan 26 poin, Gedung B mendapatkan 26 Poin, Gedung E mendapatkan 23 Poin, Gedung F mendapatkan 26 Poin, Gedung G mendapatkan 26 Poin, Gedung Laboratorium Terpadu 1 mendapatkan 23 Poin, dan Gedung Asrama Mahasiswa mendapatkan 28 Poin. Untuk predikat greenship yang didapatkan Gedung yang berada dikawasan ITK adalah tidak mendapatkan predikat peringkat greenship
PENGARUH VARIASI WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP STABILITAS REAGEN KERJA PADA HASIL PEMERIKSAAN KADAR KREATININ
Kidney is one of the organs of the body whose role is very important to maintain the stability of volume, osmolarity of extracellular fluid, and electrolyte composition. One of the parameters to determine kidney function that is usually done is creatinine examination. Preparation of working reagents is very important for accurate results in an examination. The purpose of this study was to determine the effect of storage on the stability of working reagents on creatinine examination. This type of research is a pseudo-experiment, to determine the difference between working reagents that are directly used with working reagents that are stored for several days. The research variables are the length of storage of work reagents, creatinine levels and storage temperature. The sample used in this study was normal creatinine control. The results were analyzed using Microsoft Excel and using the Kruskal Wallis Non Parametric test. The results of the study showed that the average reagent immediately and 5 days was 0.8 mg/dl and at 8 days 1.2 mg/dl, the accuracy obtained was -3.2% and 0.4%, the precision value obtained was 35.1% and 31.0%, in statistical tests significant results <0.05, meaning that there are differences in the results of examinations using working reagents that are used immediately and those stored for 5 and 8 days.
 
Validation and Determination of Paracetamol Contents in Pegal Linu Jamu Circulated in Pekanbaru by UV-Vis Spectrophotometry
Pengobatan herbal, salah satu cara pencegahan dan pengobatan yang berbahan dasar alam, telah dilakukan secara turun-temurun. Bahan Kimia Obat (BKO) ditambahkan pada sediaan obat konvensional untuk mempercepat efek terapeutik, karena produk ini banyak diminati konsumen. Peredaran obat herbal mengandung BKO yang berbahaya bagi masyarakat dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 007 Tahun 2012. Obat herbal nyeri reumatik dan kekakuan yang dijual di Kota Pekanbaru akan dianalisis kandungan paracetamol BKO pada penelitian ini. Sampel b ditemukan tidak mengandung parasetamol, sebagaimana ditentukan melalui analisis kualitatif menggunakan kromatografi lapis tipis. Untuk analisis kuantitatif dengan Spektrofotometri UV-Vis dan metode ini divalidasi. Persamaan garis regresi linier yang diperoleh untuk parasetamol pada rentang konsentrasi 2-10 ppm adalah y = 0,0745x + 0,0422 yang memenuhi kriteria SNI, AOAC, dan Eurachem. Nilai r sebesar 0,9993. Kisaran persentase pemulihan yang dihasilkan adalah 96,375 hingga 96,822, yang memenuhi spesifikasi AOAC. RSD yang diperoleh sebesar 0,28% memenuhi kriteria yang ditentukan. Hasil perhitungan LOD yang diperoleh sebesar 0,6523 bagian per juta (ppm), sedangkan LOQ sebesar 2,174 ppm. Hasil analisis spektrofotometri UV-Vis menunjukkan sampel a, c, d, e, dan f mengandung parasetamol dengan konsentrasi masing-masing 3,54%, 6,65%, 7,71%, 6,00%, dan 5,84%.Herbal medicine, a method of prevention and treatment based on nature, has been used for generations. Medicinal Chemicals (BKO) are added to conventional medicinal preparations to accelerate the therapeutic effect, because these products are in great demand by consumers. The distribution of herbal medicines containing BKO which is dangerous to the public is prohibited based on Minister of Health Regulation No. 007 of 2012. Herbal medicines for rheumatic pain and stiffness sold in Pekanbaru City will be analyzed for the BKO paracetamol content in this study. Sample b was found not to contain paracetamol, as determined through qualitative analysis using thin layer chromatography. For quantitative analysis using UV-Vis Spectrophotometry and this method was validated. The linear regression line equation obtained for paracetamol in the concentration range of 2-10 ppm is y = 0.0745x + 0.0422 which meets the SNI, AOAC and Eurachem criteria. The r value is 0.9993. The resulting recovery percentage range was 96.375 to 96.822, which meets AOAC specifications. The obtained RSD of 0.28% meets the specified criteria. The LOD calculation results obtained were 0.6523 parts per million (ppm), while the LOQ was 2.174 ppm. The results of UV-Vis spectrophotometric analysis show that samples a, c, d, e, and f contain paracetamol with concentrations of 3.54%, 6.65%, 7.71%, 6.00%, and 5.84% respectively
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Babandotan (Ageratum conyzoides L.) pada Mencit Putih (Mus musculus L.) Jantan yang Diinduksi Aloksan
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes ekstrak etanol daun babandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap mencit putih (Mus musculus L.) jantan yang diinduksi aloksan. Penginduksi yang digunakan adalah aloksan monohidrat 175 mg/kgBB secara intraperitonial. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar glukosa darah, berat badan, volume air minum 24 jam dan volume urin 24 jam. Sebanyak 30 ekor mencit dibagi secara acak ke dalam 6 kelompok perlakuan yaitu kelompok 1 merupakan kelompok normal yaitu mencit dengan kadar glukosa darah < 200 mg/dL dan hanya diberikan makan atau minum saja, kelompok 2 merupakan kontrol negatif yaitu mencit diabetes yang diberikan Na CMC 1%, kelompok 3 merupakan kontrol positif yaitu mencit diabetes yang diberikan glibenklamid 0,65 mg/kgBB dan kelompok 4, 5, 6 merupakan kelompok mencit diabetes yang diberikan ekstrak etanol daun babandotan dosis 200, 400 dan 600 mg/kgBB. Ekstrak etanol daun babandotan diberikan satu kali sehari selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun babandotan dapat menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan (p < 0,05) pada mencit diabetes, pada pengamatan berat badan terdapat perbedaan yang signifikan (p < 0,05) apabila dibandingkan dengan kontrol negatif dan terjadi penurunan volume air minum 24 jam (p < 0,05) serta penurunan volume urin 24 jam (p < 0,05).Diabetes mellitus is a disease caused by an increased blood glucose level due to insulin deficiency, either absolute or relative. This study aims to determine the antidiabetic activity of the babandotan (Ageratum conyzoides L.) leaves ethanol extract against alloxan-induced male white mice (Mus musculus L.). The inducer used was 175 mg/kgBW of alloxan monohydrate intraperitoneally. The parameters observed were blood glucose level, body weight, 24-hour drinking water volume, and 24-hour urine volume. A total of 30 mice were divided randomly into 6 treatment groups, group 1 served as the normal group, namely mice with blood glucose levels < 200 mg/dL and were only given food or drink, group 2 served as the negative control, that is diabetic mice were given Na CMC 1 %, group 3 served as the positive control, namely diabetic mice that were given 0.65 mg/kgBW of glibenclamide and group 4, 5 and 6 were groups of diabetic mice that were given babandotan leaves ethanol extract doses of 200, 400, and 600 mg/kgBW. The ethanol extract of babandotan leaves was administered once a day for 15 consecutive days. The results showed that the administration of babandotan leaves ethanol extract significantly reduced blood glucose levels (p < 0.05) in diabetic mice, a significant difference in body weight observations (p < 0.05) compared to the negative control, a decreased of 24-hour drinking water volume (p < 0.05) and also a decreased of 24-hour urine volume (p < 0.05)