Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS KELURAHAN SAWUNGGALING)
The city of Surabaya as the capital of East Java cannot be separated from the problem of slums and uninhabitable settlements. Therefore, the Surabaya City Government issued Surabaya Mayor Regulation number 9 of 2022 and number 35 of 2022 concerning Social Rehabilitation of Uninhabitable Houses in order to improve the quality of residences to become healthy and livable houses. This research aims to describe the implementation of the Social Rehabilitation Program Policy for Uninhabitable Houses in the City of Surabaya, especially in Sawunggaling Village. The research method used in this research is descriptive qualitative to obtain written data through interviews, observation and documentation. The research results show that the implementation of the Social Rehabilitation of Uninhabitable Houses (RS-RUTILAHU) program policy in Sawunggaling District, Surabaya City has been implemented quite well. In its implementation, the Department of Housing and Settlement Areas and Sawunggaling Village work together to convey information to implementers, carry out outreach and supervise program implementers. The obstacle in implementing this program is that in carrying out house repairs, there are still some residents' houses that are not of good quality. Increased supervision is needed in carrying out house repairs so that residents can receive assistance evenly.
Keywords: Implementation, social welfare, poverty, social rehabilitation of uninhabitable houses
Permasalahan permukiman kumuh dan tidak layak huni tidak lepas dari Kota Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur. Dalam rangka meningkatkan kualitas hunian dan menjadikannya rumah yang sehat serta layak huni, Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Peraturan Wali Kota Surabaya nomor 9 tahun 2022 dan nomor 35 tahun 2022 tentang Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni. Penelitian ini memakai desain penelitian kualitatif Descriptive untuk mengumpulkan data tertulis lewat wawancara, dokumentasi serta observasi. Hasil penelitian menggambarkan bahwasanya kebijakan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RUTILAHU) sudah dilaksanakan dengan cukup baik di Kelurahan Sawunggaling, Kota Surabaya. Dalam pelaksanaannya, Dinas Perumahan serta Kawasan Permukiman serta Kelurahan Sawunggaling bekerja sama untuk menyampaikan informasi kepada pelaksana, melakukan sosialisasi dan pengawasan terhadap pelaksana program. Kendala dalam pelaksanaan program ini yaitu dalam melaksanakan perbaikan rumah masih terdapat beberapa rumah warga yang kualitasnya kurang baik. Peningkatan pengawasan diperlukan dalam melaksanakan perbaikan rumah agar warga dapat menerima bantuan secara merata.
 
Pengaruh Aroma Terapi Jahe Terhadap Mual Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I
ABSTRACT
Nausea and vomiting occur in 60-80% of primigravida and 40-60% of multigravidarum. In one hundred out of a thousand pregnancies these symptoms become more severe. The incidence of emesis gravidarum in Indonesia is 50-90% in pregnancy. However, in cases like this it does not cause death in pregnant women because it only lacks nutrition and fluids. If hyperemesis gravidarum occurs, a pregnant woman will find it difficult to consume food and this will result in malnutrition and can disrupt fetal growth. The aim of this study was to determine the effect of ginger aromatherapy on nausea and vomiting in pregnant women. The research design used in this research is quantitative research using an experimental research design. The population in this study was TM 1 pregnant women using a total sampling technique with a total sample of 24 respondents. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis using the paired sample T-Test. The results of the univariate analysis showed that after receiving ginger aromatherapy intervention, the majority of pregnant women did not experience nausea and vomiting, 70.8%, and the bivariate analysis results showed a p-value of 0.000 < α= 0.05, which means that there was an effect of ginger aromatherapy on nausea and vomiting in pregnant women in the Rumbai health center working area.ABSTRAK
Mual dan muntah terjadi pada 60 sampai 80% kasus primigidarum dan 40 sampai 60% kasus multigradidarum. Dalam seratus dari seribu kehamilan, gejala-gejala ini menjadi lebih parah. Angka muntah di Indonesia adalah 50-90% pada masa kehamilan. Namun pada kasus seperti ini, hal tersebut tidak berakibat fatal bagi ibu hamil melainkan hanya karena kekurangan nutrisi dan cairan. Pada kasus hiperemesis gravidarum yang parah, ibu hamil akan kesulitan mencerna makanan sehingga menyebabkan malnutrisi dan kemungkinan mengganggu perkembangan janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aromaterapi jahe terhadap mual dan muntah pada ibu hamil. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian eksperimen. Populasi penelitian ini terdiri dari ibu hamil TM 1 dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 24 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji t sampel berpasangan. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi aromaterapi jahe sebagian besar ibu hamil tidak mengalami mual muntah sebesar 70,8%, dan hasil analisis bivariat menunjukkan p-value sebesar 0,000 < α= 0,05 artinya ada pengaruh pemberian jahe. Terdapat pengaruh aromaterapi jahe terhadap mual dan muntah pada ibu hamil di wilayah kerja Rumbai
PENGGUNAAN ALGORITMA GEOSHASHING DALAM PENCARIAN LETAK INFORMASI GEOGRAFIS PENGGANTI KOOORDINAT LATITUDE DAN LONGITUDE
Dalam era digital saat pencarian data geografis menjadi semakin penting dalam aplikasi lokasi, termasuk pemetaan, navigasi, dan analisis lingkungan tempat dalam suatu lokasi. algoritma geohashing menawarkan pendekatan yang efisien untuk pengkodekan dan menyimpan data geografis dalam format string,String ini menggunakan alfanumerik yang dihasilkan oleh geohashing dari angka dan huruf dalam pencarian titik lokasi dengan koordinat, hal ini juga dapat menawarkan lapisan akses dari data lokasi yang sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan algoritma geohashing dalam manajemen data geografis. algoritma geohashing dalam pencarian letak informasi geografis sebagai alternatif pengganti koordinat latitude dan longitude. Secara khusus, penelitian ini menganalisis efisiensi geohashing dalam kompresi data, akurasi lokalisasi penggunaan geohashing memungkinkan pengelompokan data geografis yang lebih baik, dan mendukung pencarian data spasial seperti pencarian letak lokasi dan pencarian titik koordinat dalam wilayah tertentu. algoritma geohashing diimplementasikan dalam data geografis dan diuji untuk berbagai skenario pencarian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa geohashing dapat meningkatkan kecepatan pencarian informasi geografis secara signifikan algoritma geohashing membuktikan tindakan sebagai alat yang efektif dalam manajemen dan pencarian data geografis,pada pencarian data koordinat lokasi ini juga dapat memberikan alternatif untuk mendapatkan latitude dan longitude dari suatu lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa geohashing dapat meningkatkan kecepatan pencarian informasi geografis secara signifikan, terutama dalam menjangkau suatu lokasi dengan level grid kotak data yang kecil dan besar sesuai karakter string yang dimasukan. Penggunaan geohashing tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kecepatan pencarian tetapi juga memberikan manfaat tambahan dalam hal pengelolaan dan perlindungan data geografis.algoritma geohashing adalah metode yang digunakan untuk mengkodekan koordinat geografis yang menghasilkan lokasi acak.Pengujian pada sistem ini dilakukan dengan cara melakukan akses geografis kepada API aplikasi lokasi yang sudah dibuat sesuai permintaan yang diminta untuk mendapatkan informasi data geografis dan titik lokasi.In the digital age when the search for geographic data is becoming increasingly important in location applications, including mapping, navigation, and analysis of the environment of a place within a location. Geohashing algorithms offer an efficient approach to encoding and storing geographic data in string format, these strings use alphanumeric generated by geohashing of numbers and letters in the search for location points by coordinates, it can also offer an access layer of sensitive location data. This study aims to explore the application of geohashing algorithms in geographic data management. Geohashing algorithm in the search for the location of geographic information as an alternative to latitude and longitude coordinates. In particular, this study analyzes the efficiency of geohashing in data compression, the localization accuracy of geohashing use allows for better grouping of geographic data, and supports spatial data search such as location search and coordinate point search within a specific region. Geohashing algorithms are implemented in geographic data and tested for various search scenarios. From the results of the study showing that geohashing can significantly increase the speed of searching for geographic information, the geohashing algorithm proves its action as an effective tool in the management and search of geographic data, in the search for location coordinate data, it can also provide an alternative to get the latitude and longitude of a location. The results show that geohashing can significantly increase the speed of searching for geographic information, especially in reaching a location with a small and large data box grid level according to the entered string characters. The use of geohashing not only improves the efficiency and speed of searches but also provides additional benefits in terms of the management and protection of geographic data. Testing on this system is carried out by providing geographic access to the location application API that has been created on demand to obtain geographic data information and location points
OPTIMASI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG WORKSHOP TEKNIK MESIN UPN VETERAN JAWA TIMUR DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF
Proyek adalah inisiatif sementara dengan waktu, sumber daya, dan tujuan terbatas. Karena keterbatasan waktu dan keuangan, perencanaan proyek sangat penting, dengan manajemen proyek menjadi faktor kunci dalam keberhasilannya. Konsistensi dalam kualitas, biaya, dan waktu proyek konstruksi membutuhkan pemilihan metode konstruksi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui biaya pembangunan dengan penambahan jam kerja menerapkan metode TCTO, mengetahui waktu percepatan pembangunan dengan penambahan jam kerja denagan metode TCTO. Metode ini berdampak pada durasi konstruksi, penggunaan material, peralatan, dan tenaga kerja. Dalam kasus Gedung Workshop Teknik Mesin UPN Veteran Jawa Timur, masalah muncul selama pekerjaan tiang bor karena tanah berawa, membatasi pemasangan hanya 2 titik per hari, mengakibatkan penundaan 9 minggu dari minggu 11 hingga minggu 20. Selain itu, tantangan termasuk pembuangan tanah tumpukan bosan dan kerusakan peralatan yang memakan waktu, membutuhkan perbaikan mingguan yang berlangsung sekitar 4 jam. Oleh karena itu, diperlukan percepatan untuk mengatasi keterlambatan tersebut, yang dapat dicapai melalui pendekatan Project Crashing dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO)Projects are temporary initiatives with limited time, resources, and goals. Due to time and financial constraints, project planning is crucial, with project management being a key factor in its success. Consistency in the quality, cost, and time of a construction project requires the selection of effective construction methods. The purpose of this study is find out the construction costs by adding working hours using the TCTO method, knowing the acceleration of construction time by adding working hours using the TCTO method. These methods impact the construction duration, material usage, equipment, and labor. In the case of the Workshop Building for Mechanical Engineering at UPN Veteran East Java, issues arose during boredpile work due to marshy soil, limiting the installation to only 2 points per day, resulting in a 9-week delay from week 11 to week 20. Additionally, challenges included the time-consuming disposal of boredpile soil and equipment damage, requiring weekly repairs lasting approximately 4 hours. Therefore, acceleration is needed to address these delays, which can be achieved through the Project Crashing approach using the Time Cost Trade Off (TCTO) method
FENOMENA TINGKAT STRES AKADEMIK MAHASISWA KEPERAWATAN DI PEKANBARU
ABSTRACT
Background : Academic stress is pressure to achieve better academic activities, for example performance in class, final exam scores, completion of studies and even post-campus life. The prevalence of students experiencing academic stress in Indonesia is 36.7-71.6%. Objective : This study aims to determine the level of academic stress in nursing students in Pekanbaru. Methodology : This type of research uses a descriptive analytical research design using a total sampling technique with a sample size of 128 students using the Perceived Stress Scale (PSS) questionnaire. Data analysis uses univariate analysis to see a descriptive picture. Results : The research results showed that most of the respondents were female, 100 respondents (78.1%) compared to 28 male respondents (21.9%). With the highest results, namely mild stress levels of 80 respondents (62.5%), moderate stress of 45 respondents (35.2%), severe stress of 3 respondents (2.3%). Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the description of the stress level of nursing students is at a mild stress level for 80 respondents (62.5%). Suggestion : It is hoped that students can maintain a positive mindset and have good/adaptive coping mechanisms in dealing with stress
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID TENTANG PRINSIP DASAR ANIMASI DENGAN METODE LUTHER-SUTOPO
Media pembelajaran yang baik, kreatif, dan menarik dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran. Media pembelajaran yang baik juga dapat memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Sayangnya pada materi Prinsip Dasar Animasi yang diampu pada kelas XI Multimedia SMKN 40 Jakarta, peserta didik kesulitan menerima dan memahami materi karena media pembelajaran yang kurang menarik dan cara penyampaian yang monoton oleh pendidik. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan pengembangan media pembelajaran berbentuk aplikasi berbasis Android untuk materi Prinsip Dasar Animasi menggunakan metode Luther-Sutopo yang menghasilkan sebuah aplikasi berbasis Android yang diharapkan dapat membantu peserta didik dalam memahami materi. Pengujian kelayakan produk dilakukan oleh ahli materi dengan tingkat kelayakan 100% dengan kategori kelayakan “Sangat Layak”, pengujian ahli media dengan tingkat kelayakan 98,7% dengan kategori kelayakan “Sangat Layak”, dan pengujian oleh responden dengan tingkat kelayakan 93,4% dengan kategori kelayakan “Sangat Layak”. Aplikasi berbasis Android yang dikembangkan dapat dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk membantu peserta didik kelas XI Multimedia SMKN 40 Jakarta menerima dan memahami materi Prinsip Dasar Animasi.A good, creative, and interesting learning media can increase students’ interest in learning. A good learning media can also make easier for teacher to deliver material to students. Unfortunately, in the Basic Principles of Animation material in class XI Multimedia SMKN 40 Jakarta, students have difficulty accepting and understanding the material because the learning media is less attractive and the delivery is monotonous by teacher. To overcome this problem, the development of learning media in the form of Android-based applications for the Basic Principles of Animation material uses the Luther-Sutopo method which produces an Android-based application which is expected to help students understand the material. Product feasibility testing was carried out by material experts with a feasibility level of 100% with the feasibility category "Very Eligible", testing by media experts with a feasibility level of 98.7% with the eligibility category "Very Eligible", and testing by respondents with a feasibility level of 93.4% with “Very Eligible” category of eligibility. The developed Android-based application can be stated to be very suitable for use as a learning media to help students class XI Multimedia SMKN 40 Jakarta receiving and understanding the Basic Principles of Animation material
PENGARUH RELAKSASI DEEP BREATHING DENGAN TEKNIK SELF INTRODUCTION TRAINING (SIT) DALAM BENTUK AUDIO VISUAL TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL
Anxiety during pregnancy is related to a state of worry in the form of fear or feelings of uncertainty or helplessness and if not treated it can pose a risk to pregnancy. A non-pharmacological approach that can be given to pregnant women is relaxation therapy. Deep breathing relaxation therapy is a relaxation technique that is easiest to apply without having to use an instructor. This technique can be combined with the self-instruction technique, which is a self-verbalization technique by replacing negative thoughts with positive thoughts. The aim of this research is to analyze the comparison of the effectiveness of deep breathing relaxation using the Self Instruction Training technique via audio-visual with the effectiveness of deep breathing relaxation using audio only. The research method used was quasi experimental with the Pretest-Posttest Control Group design technique. The anxiety measuring tool is determined using the State – Trait Anxiety (STAI) tool which is presented in the form of a questionnaire form. The population in this study were pregnant women in the TPMB working area of East Denpasar Community Health Center I. The sampling technique used is accidental sampling. The sample in this study was 30 pregnant women at TPMB Bdn. Ketut Nuriasih, S.ST and TPMB Ni Made Serioni, A.Md. Keb. Based on data analysis using Mann Whitney, a p value of 0.003 was obtained, where the p value was <0.005, which means there was a significant difference in the effectiveness of the final anxiety level in pregnant women who were given deep breathing relaxation audio and pregnant women who were given deep breathing relaxation video using the SIT (Self) method. Instruction Training). For pregnant women, it is hoped that this research will provide benefits as additional knowledge regarding the use of deep breathing relaxation in audio-visual form to relieve discomfort during pregnancy.Kecemasan pada masa hamil berkaitan dengan keadaan khawatir berupa rasa takut atau perasaan yang tidak pasti maupun tidak berdaya dan bila tidak ditangani dapat berisiko pada kehamilan. Pendekatan non-farmakologi yang dapat diberikan kepada ibu hamil yaitu salah satunya dengan terapi relaksasi. Terapi relaksasi deep breathing (nafas dalam) merupakan teknik relaksasi yang paling mudah diterapkan tanpa harus menggunakan instruktur.Teknik ini dapat dikombinasikan dengan teknik self-instruction merupakan teknik verbalisasi diri dengan mengganti pikiran negatif menjadi pikiran positif. Tujuan penelitan ini adalah menganalisa perbandingan efektifitas relaksasi deep breathing dengan teknik Self Instruction Training (SIT) melalui audio visual dengan efektifitas relaksasi deep breathing menggunakan audio saja. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experimental dengan teknik Pretest-Posttest Control Group design. Alat ukur kecemasan ditentukan dengan menggunakan alat (instrument) State – Trait Anxiety (STAI) yang disajikan dalam bentuk Form kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil di TPMB Wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Timur. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 30 ibu hamil di TPMB Bdn.Ketut Nuriasih,S.ST dan TPMB Ni Made Serioni,A.Md.Keb. Berdasarkan analisa data dengan menggunakan mann whitney diperoleh p vaule 0,003 dimana p value < 0,005 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada efektifitas tingkat kecemasan akhir pada ibu hamil yang diberi Audio relaksasi deep breathing dan ibu hamil yang diberi Video relaksasi deep breathing dengan metode SIT (Self Instruction Training). Bagi ibu hamil, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai tambahan pengetahuan terkait pemanfaatan relaksasi deep breathing dalam bentuk audio visual dalam meredakan ketidaknyamanan dalam kehamilan
LAPORAN KASUS HIPERTIROIDISME PADA KEHAMILAN: HASIL IBU DAN NEONATAL
Normal pregnancy induces some clinical findings similar to thyroxine excess; Clinically mild thyrotoxicosis may be difficult to diagnose. Hyperthyroidism in pregnancy is a hyperthyroid condition that existed before pregnancy, or a condition that was acquired during pregnancy. The aim of this study is to determine the management of hyperthyroidism in uncontrolled hyperthyroid pregnancies and the clinical outcomes for mothers and neonates. The location of the research was Arifin Achmad Rekanbaru Regional Hospital. The research method is a study that explores a problem in detail, and collects in-depth data and includes various sources of information that will help doctors gain insight into hyperthyroidism in pregnancy. Data was taken retrospectively from medical records, from February to April 2021. The results of the study were that the management of hyperthyroidism in the first and second patients was the same, but the maternal and neonatal outcomes obtained were different. In both cases, both experienced uncontrolled hyperthyroidism. The neonatal outcome of the first patient was poor, but the mother survived. Unlike the second patient who died of thyroid storm, the baby was saved. Treatment should be carried out in intensive care areas that include special care units during labor and delivery units. Patients with uncontrolled hyperthyroidism are in the high risk group and require early fetal surveillance examination. Treatment with propylthiouracil, a thionamide that inhibits thyroid biosynthesis and peripheral conversion of T4 to T3 has become the drug of choice for hyperthyroidism in pregnancy. Proper management of hyperthyroidism during pregnancy is very important for the mother and fetus. Untreated hyperthyroidism can lead to pregnancy-related complications such as premature birth, growth restriction, and even fetal death.Kehamilan normal merangsang beberapa temuan klinis yang serupa dengan kelebihan tiroksin; tirotoksikosis ringan secara klinis mungkin sulit untuk didiagnosis. Hipertiroid dalam kehamilan merupakan kondisi hipertiroid yang telah ada sebelum terjadi kehamilan, atau kondisi yang didapatkan selama kehamilan. Tujuan penelitian ini mengetahui manajemen pelaksanaan hipertiroidisme pada kehamilan hipertiroid yang tidak terkontrol dan outcome klinisnya pada ibu dan neonatus. Tempat penelitian dilakukan di RSUD Arifin Achmad Rekanbaru. Metode penelitian adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan terperinci, dan pengambilan data yang mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi yang akan membantu dokter mendapatkan wawasan tentang hipertiroid pada kehamilan. Data diambil secara retrospektif dari rekam medis, dari Februari sampai April 2021. Hasil penelitian yaitu Penatalaksanaan hipertiroid pada pasien pertama dan kedua sama, namun luaran maternal dan neonatal yang didapatkan berbeda. Pada kedua kasus tersebut keduanya mengalami hipertiroid yang tidak terkontrol. Outcome neonatal dari pasien pertama buruk, namun ibu selamat. Tidak seperti pasien kedua yang meninggal karena badai tiroid, namun bayi berhasil diselamatkan. Perawatan harus dilakukan di area perawatan intensif yang mencakup unit perawatan khusus selama persalinan dan unit persalinan. Pasien dengan hipertiroid yang tidak terkontrol termasuk dalam kelompok risiko tinggi dan memerlukan pemeriksaan surveilans janin lebih awal. Pengobatan dengan propiltiourasil, suatu thionamide yang menghambat biosintesis tiroid dan konversi perifer T4 menjadi T3 telah menjadi obat pilihan untuk hipertiroid pada kehamilan. Penatalaksanaan hipertiroid yang tepat selama kehamilan sangat penting bagi ibu dan janinnya. Hipertiroid yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi terkait kehamilan seperti kelahiran prematur, hambatan pertumbuhan, dan bahkan kematian janin
ANALISIS PROGRAM PEMBERDAYAAN KAMPUNG BINAAN KELUARGA SAKINAH (KBKS) DI KAMPUNG BUANTAN LESTARI KECAMATAN BUNGA RAYA KABUPATEN SIAK
Program Pemberdayaan Kampung Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) di Kampung Buantan Lestari, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak, merupakan inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberdayaan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam terhadap efektivitas dan dampak dari implementasi program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait, observasi langsung di lapangan, dan analisis dokumen terkait program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program KBKS dilakukan dalam bentuk melalui pelatihan keterampilan, pendidikan bernilai Agamis, dan pengembangan potensi lokal. Adanya partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan program menunjukkan tingginya tingkat kesadaran dan antusiasme warga terhadap pemberdayaan.Program KBKS juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan gerakan masyarakat yang meletakkan dasar kerangka dan agenda reformasi pembangunan sosial budaya dalam usaha mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa.The Kampung Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) Empowerment Program in Buantan Lestari Village, Bunga Raya District, Siak Regency, is an initiative to improve the welfare and empowerment of the local community. This research aims to conduct an in-depth analysis of the effectiveness and impact of the program implementation. The research method used is descriptive qualitative method. Data was collected through interviews with relevant parties, direct observation in the field, and analysis of documents related to the program. The results showed that the KBKS program was carried out in the form of skills training, religious education, and local potential development. The existence of active community participation in various program activities shows the high level of awareness and enthusiasm of residents towards empowerment. The KBKS program also makes a positive contribution to increasing the community movement that lays the foundation for the framework and agenda of socio-cultural development reform in an effort to create a community of faith and devotion
Hubungan Karakteristik Individu Dengan Perilaku Mencuci Tangan Sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Pada Dewasa Muda di Kota Pekanbaru
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease that has never been previously identified in humans. The case is increasingly acclaimed on a daily basis around the world, including in Indonesia. At the Riau Province level, 31,397 confirmed cases of COVID-19 have been reported from 12 districts/cities on February 28, 2021 and the Pekanbaru city is the most abundant COVID-19 case report in the Riau province. By the increasing number of cases of COVID-19, The Indonesian government is socializing one of the measures to prevent the transmission of COVID-19 which is in accordance with WHO recommendations, namely by washing hands using soap and running water or using hand sanitizer. However, some people in Indonesia still consider hand washing behavior as an ordinary recommendation so there are still many people who do not apply hand washing behavior. Meanwhile shand washing behavior violations are mainly made by a group of young adults who are 18 to 25 years of age. The objective of this study was to determine the correlation of individual characteristics and hand washing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021. This research used an analytic observational with a cross sectional study design. This research was conducted on a population of young adults in Pekanbaru City on June 2021. The sampling technique was carried out by cluster sampling with a sample size of 440 respondents. Data analysis was conducted through chi square's test and spearman's correlation test for p-value and coefficient correlation (r). There was a significant correlation between gender (p-value = 0.022) and hand washing behavior. However, there were no significant correlation between latest education level (p-value = 0.213) and employment status (p-value = 0.118) and hand washing behavior. The individual characteristics which was correlate with hand washing behavior is gender, while latest education level and employment status have no correlation with hand washing behavior as COVID-19 prevention effort on young adults in Pekanbaru City 2021.Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) ialah penyakit yang belum pernah terindentifikasi sebelumnya pada manusia. Kasus ini semakin meningkat dari hari ke hari di seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Pada tingkat Provinsi Riau sudah dilaporkan 31.397 kasus terkonfirmasi COVID-19 dari 12 kabupaten/kota pada tanggal 28 Februari 2021 dan Kota Pekanbaru merupakan daerah yang paling banyak terdapat laporan kasus COVID-19 di Provinsi Riau. Dengan semakin meningkatnya kasus COVID-19, Pemerintah Indonesia mensosialisasikan salah satu tindakan pencegahan penularan COVID-19 yang sudah sesuai dengan anjuran WHO yaitu dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau dapat menggunakan hand sanitizer. Akan tetapi, sebagian masyarakat di Indonesia masih menganggap perilaku mencuci tangan hanya sekedar anjuran biasa sehingga masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan perilaku mencuci tangan tersebut. Adapun pelanggaran protokol kesehatan perilaku mencuci tangan kebanyakan dilakukan oleh kelompok dewasa muda yaitu yang berusia 18-25 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik individu dengan perilaku mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19 pada dewasa muda di Kota Pekanbaru tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada populasi dewasa muda di Kota Pekanbaru pada bulan Mei 2021. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster sampling dengan besar sampel 440 responden. Analisis data dilakukan dengan cara uji Chi square dan uji korelasi Spearman untuk mendapatkan nilai p-value dan koefisien korelasi (r). Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value = 0,022) dengan perilaku mencuci tangan. Akan tetapi, diperoleh pula hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terakhir (p-value = 0,213 dan status pekerjaan (p-value = 0,118) dengan perilaku mencuci tangan. Karakteristik individu yang berhubungan dengan perilaku mencuci tangan ialah jenis kelamin, sedangkan tingkat pendidikan dan status pekerjaan tidak berhubungan dengan perilaku mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19 pada dewasa muda di Kota Pekanbaru tahun 2021