Jurnal Universitas Abdurrab
Not a member yet
1637 research outputs found
Sort by
PENGARUH RASIO ALKALI AKTIVATOR DALAM CAMPURAN TANAH-POFA BERDASARKAN UJI TEKAN BEBAS
Modern soil stabilization has included environmentally friendly materials in the mixture design. Adding an alkali activator provides an alternative to the innovation of the binder agent for soil stabilization. This study aims to know the effect of adding the alkali activator soluble for soil-POFA mixture on changes in the soil strength characteristic through an unconfined compression test (UCT). The alkali activators are sodium silica (Na2SiO3) and Sodium Hydroxide (NaOH). They prepare with a ratio Si/Al: 1.0, 1.5, 2.0, 2.5, and NaOH concentrated at 10M. Compressive strength to the soil-POFA mixture obtained slightly increased strength, and the soil is clayey sand poorly graded. However, adding the alkali activator increases the soil strength significantly. Thus, the soil-POFA with the alkali activators gained the maximum compressive strength on a ratio of 2.5, and it all has the characteristic of rapid hardening in the initial period as a binder agent.Stabilisasi tanah modern telah menyertakan faktor bahan ramah lingkungan dalam desain campurannya. Penambahan larutan Alkali aktivator dalam campuran tanah terstabilisasi memberikan alternatif pilihan pada inovasi material pengikat untuk butir-butir tanah. Tujuan penalitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tambahan alkali aktivator pada campuran tanah-POFA dalam perubahan karakteristik kekuatan tanah melalui uji tekan bebas. Alkali aktivator berupa Sodium silika (Na2SiO3) dan sodium hidroksida (NaOH) yang disiapkan dengan rasio (Si/Al: 1.0, 1.5, 2.0, 2.5) serta konsentrasi molaritas NaOH sebesar 10M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilisai tanah-POFA hanya memberikan sedikit peningkatan kekuatan tanah untuk pasir berlempung gradasi buruk. Tetapi dengan penambahan larutan alkali aktivator memberikan peningkatan kekuatan yang signifikan. Dimana kuat tekan bebas tertinggi diperoleh dari rasio 2.5 dan memiliki karakteristik sebagai material pengikat yang cepat mengeras diawal umur perawatan
ANALISIS TAHANAN HORIZONTAL TIANG PANCANG BARU YANG DIBEBANI LATERAL AKIBAT EFEK ADANYA TIANG PANCANG EKSISTING PADA TANAH CLAY
Metode kerja untuk memancang tiang pancang baru pada bangunan eksisting dengan kondisi adanya tiang pancang eksisting sering kali dilakukan untuk mempercepat periode konstruksi. Distribusi beban dan perpindahan tiang pancang baru perlu diselidiki lebih lanjut akibat efek dari adanya tiang pancang eksisting. Metode transfer beban lateral (p-y curve) digunakan untuk menganalisis beban dan perpindahan tiang pancang menggunakan analisis elemen hingga tiga dimensi. Tiang pancang baru dan eksisting yang digunakan adalah spun pile berdiameter 0.6 meter, dengan ketebalan 0.1 meter, kedalaman tiang 17 meter, dan jarak antar tiang pancang baru dan eksisting adalah 1 meter. Besar beban horizontal yang diberikan sebesar 150 kN pada kepala tiang yang berada 1 meter, dari muka tanah. Penelitian ini dilakukan pada jenis tanah lempung dengan model konstitutif Modified Cam Clay. Hasil analisis elemen hingga tiga dimensi menunjukkan bahwa tahanan tanah horizontal tiang pancang baru meningkat pada kepala tiang akibat adanya tiang pancang eksisting.The method of driving new piles in existing buildings using existing piles is often used to speed up the construction period. The load distribution and displacement of the new pile need to be investigated further because of the influence of the existing pile. The lateral load displacement method (p-y curve) is used to analyze the load and displacement of the pile using threedimensional finite element analysis. The new and existing piles used are piles with a diameter of 0.6 meters, a thickness of 0.1 meters, a pile depth of 17 meters, and the distance between the new piles and the existing piles is 1 meter. The horizontal load applied is 150 kN on the pile head which is 1 meter from the ground surface. This research was carried out on clay with the Modified Cam Clay constitutive model. The results of three-dimensional finite element analysis show that the horizontal resistance of the new pile increases at the pile head due to the presence of the existing pile
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PROMOSI KENAIKAN JABATAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS
Promosi kenaikan jabatan bagi perusahaan merupakan rutinitas dan sebagai salah satu bentuk penghargaan kemampuan karyawan selama bekerja. Selama ini promosi jabatan di PT. XYZ masih berdasarkan ikatan keluarga, tingkat pendidikan dan kedekatan personal karyawan dengan pimpinan. Sering sekali terjadi permasalahan dalam perekrutan promosi jabatan yang berakibat terjadinya kecemburuan diantara karyawan. Masih adanya sikap like dislike yang memungkinkan karyawan yang memiliki kompetensi merasa tidak dihargai. Belum adanya sistem yang mengakomodir keputusan promosi jabatan sehingga penilaian promosi jabatan belum sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh karyawan termasuk tanggung jawab, disiplin, kerjasama dan perilaku/atitude karyawan. Metode yang digunakan Analytical Hierarcy Proses (AHP) dimana keputusan diambil berdasarkan kriteria dan alternatif yang telah ditentukan. Dilakukan proses Focus Group Discussion (FGD) dalam proses penilaian karyawan yang dipromosikan jabatannya. Sistem ini dibuat untuk mengatasi permasalahan yang ada dan membantu pimpinan dalam menentukan keputusan promosi jabatan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan tanggung jawab, disiplin, kerjasama dan perilaku atau attitude karyawan.Promotion for promotions for companies is routine and a form of appreciation for employees' abilities while working. During this time, promotion at PT. XYZ is still based on family ties, education level and personal closeness of employees to leaders. Very often there are problems in recruitment for promotions which result in jealousy among employees. There is still a like dislike attitude which allows competent employees to feel unappreciated. There is no system that accommodates job promotion decisions so that the assessment of job promotions is not in accordance with the competencies possessed by employees including responsibility, discipline, cooperation, and employee behavior. The method used is Analytical Hierarchy Process (AHP) where decisions are taken based on predetermined criteria and alternatives. A Focus Group Discussion (FGD) process was carried out in the assessment process for employees who were promoted to their positions. This system was created to overcome existing problems and assist leaders in determining promotion decisions to suit company needs based on responsibility, discipline, cooperation and employee behavior or attitude
EVALUASI QUANTITY TAKE OFF MENGGUNAKAN AUTODESK REVIT PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PT. TRI KANIGARA GROUP
With the development of technology, the use of BIM (Building Information Modeling) software such as Autodesk Revit is becoming increasingly common in the construction industry. Quantity Take Off (QTO) in Autodesk Revit is the process of calculating and identifying the amount of construction materials needed for a project based on a 3D model created using the Autodesk Revit software. This study aims to evaluate the use of steel structural materials and the estimated price generated through Autodesk Revit. In the QTO calculation using Autodesk Revit, the results are the volume of WF column work of 18,117.54 kg, the volume of WF beam work of 16,084.15 kg, and the volume of nut bolt work reaching 1,894 pieces. Furthermore, the estimated cost of work is also generated by Autodesk Revit, with the cost of WF column work of Rp. 389,527,110,-, the cost of WF beam work of Rp. 345,809,225,-, and the cost of nut bolt work of Rp. 52,085,000,-. This evaluation aims to identify the accuracy and efficiency of QTO calculations using Autodesk Revit.Dengan berkembangnya teknologi, penggunaan perangkat lunak BIM (Building Information Modeling) seperti Autodesk Revit menjadi semakin umum dalam industri konstruksi. Quantity Take Off (QTO) pada Autodesk Revit adalah proses menghitung dan mengidentifikasi jumlah material konstruksi yang dibutuhkan untuk suatu proyek berbasis model 3D yang dibuat menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi terhadap penggunaan material struktur baja dan estimasi harga yang dihasilkan melalui Autodesk Revit. Dalam perhitungan QTO menggunakan Autodesk Revit, didapatkan hasil pada volume pekerjaan Kolom WF sebesar 18.117,54 kg, volume pekerjaan Balok WF sebesar 16.084,15 kg, dan volume pekerjaan Mur Baut mencapai 1.854 buah. Selanjutnya, estimasi biaya pekerjaan juga dihasilkan oleh Autodesk Revit, dengan biaya pekerjaan Kolom WF sebesar Rp. 389,527,110,-, biaya pekerjaan Balok WF sebesar Rp. 345,809,103,-, dan biaya pekerjaan Mur Baut sebesar Rp. 50,985,000,-. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi keakuratan dan efisiensi perhitungan QTO menggunakan Autodesk Revit
PELATIHAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI SISWA DALAM MERANCANG UI/UX MENGGUNAKAN FIGMA PADA SMK MUHAMMADIYAH 2 PEKANBARU
provide students with a basic understanding of user interface (UI) design and user experience (UX). The background to this activity is the importance of UI/UX skills in the increasingly developing digital world of work, especially for vocational school students who are prepared to go straight into industry. The methods used include providing theoretical material through presentations, demonstrations of the use of Figma tools, as well as direct practice by students. Design and development activities involve gradual teaching, starting from an introduction to basic UI/UX concepts, an introduction to the Figma interface, to the practice of making simple prototypes. Testing is carried out through evaluating students' work to improve the quality of their understanding and skills. The conclusion of this activity shows that students can understand and apply basic UI/UX concepts using Figma tools, and are able to produce creative and functional prototype designs. This program can improve students' competence in the field of digital design and prepare them for challenges in the world of work.Pengenalan materi UI/UX menggunakan Tools Figma Untuk Siswa SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai desain antarmuka pengguna (User Interface/UI) dan pengalaman pengguna (User Experience/UX) kepada siswa. Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya keterampilan UI/UX dalam dunia kerja digital yang semakin berkembang, khususnya bagi siswa SMK yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke industri. Metode yang digunakan meliputi pemberian materi teori melalui presentasi, demonstrasi penggunaan tools Figma, serta praktek langsung oleh siswa. Rancang bangun kegiatan melibatkan pengajaran bertahap, dimulai dari pengenalan konsep dasar UI/UX, pengenalan antarmuka Figma, hingga praktik pembuatan prototipe sederhana. Pengujian dilakukan melalui evaluasi hasil karya siswa untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan keterampilan mereka. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa dapat memahami dan mengaplikasikan konsep dasar UI/UX dengan menggunakan tools Figma, serta mampu menghasilkan desain prototipe yang kreatif dan fungsional. Program ini dapat meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang desain digital dan mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia kerja
PENYULUHAN PERBAIKAN KERUSAKAN LANTAI DENGAN MORTAR EPOXY
Kerusakan yang terjadi pada lantai cor-an beton seperti kasar, retak, pecah, berlubang dan bergelombang. Kerusakan ini dapat mengganggu estetika, menimbulkan ketidaknyamanan serta meningkatkan potensi resiko kecelakaan. Penyebab kerusakan lantai antara lain karena pemuaian dan penyusutan, pondasi yang tidak stabil, pemilihan material yang tidak tepat, beban berlebih dan bencana alam, seperti gempa. CV Cecak Konstruksi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang civil engineering, construction dan architecture. Karena bergerak di bidang jasa konstruksi, tenaga kerjanya harus mempunyai keahlian, salah satunya keahlian memasang dan memperbaiki lantai, khususnya lantai cor-an beton, yang akan menjadi dasar lantai bangunan, terlepas nantinya apakah akan dipasang ubin, keramik, granit dan lain-lain. Melalui kegiatan pengabdian ini, dapat memberikan solusi kepada mitra dengan sosialisasi dan penyuluhan tentang perbaikan kerusakan lantai dengan metode inovasi mortar epoxy. Mortar epoxy merupakan pasta pengikat berbahan dasar polimer seperti resin epoksi, pelarut, pengikat, pengisi mineral dan beberapa aditif. Mortar epoxy dapat mengisi retakan sebagai tambalan sehingga mencegah kerusakan yang lebih parah dan dapat mengurangi sifat rapuh beton. Tujuan yang ingin dicapai adalah dapat memberikan wawasan pengetahuan, meningkatkan ketrampilan/skill mitra dalam perbaikan kerusakan lantai dengan metode inovasi terbaru penerapan mortar epoxy. Indikator hasil kegiatan program pengabdian masyarakat ini terlihat bahwa mitra CV Cecak Konstruksi mengalami peningkatan kapasitas pengetahuan hal ini terlihat dari kemampuan mitra dalam perbaikan kerusakan lantai konstruksi. Rekomendasi pada kegiatan ini yakni edukasi penerapan mortar epoxy untuk memperbaiki kerusakan lantai pada mitra (tukang dan pekerja) tanpa melakukan pembongkaran.Floor damage such as rough, cracked, broken, holes and wavy can disturb aesthetics, discomfort and increase the potential risk of accidents. Floor damage cause expansion and contraction, unstable foundations, inappropriate material selection, excessive loads and natural disasters, such as earthquakes. CV Cecak Construction is a company of civil engineering, construction and architecture. Because it operates in construction, the workforce, must have expertise to install and repair floors. This service activity, we can provide solutions to partners by providing and education about repairing floor damage using the innovative epoxy mortar method. Epoxy mortar is a polymer-based binding paste consisting of ingredients such as epoxy resin, solvents, binders, mineral fillers and some additives. Epoxy mortar functions to fill cracks because it can fill gaps in material cracks thereby preventing further damage, coating the concrete floor with a sturdy layer thereby reducing the brittle nature of the concrete. The aim this community service to provide knowledge and skills in repairing floor damage using the innovative method of applying epoxy mortar. Results of this program that CV Cecak Construction partners have increased knowledge and to repair damage to construction floors. Application of epoxy mortar to repair floor damage to partners (craftsmen and workers) without dismantling a recommendation for this program
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DENGAN PEMBERIAN EDUKASI TENTANG FLATFOOT PADA SISWA SDN TULUSREJO 4
Masa anak-anak merupakan masa yang sangat penting untuk memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya. Flatfoot adalah keadaan dimana adanya kelemahan struktur penyokong arkus longitudinal pedis atau seluruh telapak kaki kontak dengan tanah, Penyebab utama dari flatfoot adalah ketidaknormalan struktur tulang sehingga pada kondisi tersebut menyebabkan otot, tendon dan ligamen bekerja lebih berat.. Meskipun sebagian besar kejadian flatfoot terjadi dalam bentuk fisiologis, akan tetapi jika kondisi tersebut berlanjut menuju tahap yang lebih buruk, maka dapat menimbulkan gejala dan berpengaruh pada fungsi kaki penderitanya. Di Indonesia, terdapat 27.574.728 siswa sekolah dasar berusia 7 hingga 12 tahun yang mengalami kaki rata. Menurut data, 30% kasus di wilayah perkotaan adalah Flatfoot. Tujuan penyuluhan pada komunitas anak dan remaja ini adalah untuk memberikan pengetahuan dengan cara edukasi flatfoot pada siswa kelas 5 SDN Tulusrejo 4 Kota Malang. Edukasi pada kegiatan ini dilakukan agar tidak terjadi kelainan pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat permanen. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan penyuluhan dengan memberikan leafet dan memberikan beberapa pertanyaan pretest dan posttest untuk mengetahui gambaran pengetahuan siswa tentang flatfoot. Pada kegiatan penyuluhan ini, siswa antusias bertanya sehingga menjadi salah satu faktor bertambahnya pengetahuan pada siswa. Dapat disimpulkan kegiatan penyuluhan fisioterapi terkait flatfoot pada siswa SDN Tulusrejo 4 Kota Malang, dapat berjalan dengan lancar dan terealisasi dengan baik dan dari hasil evaluasi didapatkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa SDN Tulusrejo 4 mengenai flatfoot dengan nilai post-test yaitu 100 %.Childhood is a very important period to pay attention to growth and development. Flatfoot is a condition where there is weakness in the supporting structure of the longitudinal arch or the entire sole of the foot in contact with the ground. The main cause of flatfoot is an abnormality in the bone structure so that this condition causes the muscles, tendons and ligaments to work harder. Although most cases of flatfoot occur in the form of physiological, but if the condition progresses to a worse stage, it can cause symptoms and affect the function of the sufferer's feet. In Indonesia, there are 27,574,728 elementary school students aged 7 to 12 years who experience flat feet. According to data, 30% of cases in urban areas are Flatfoot. The aim of this outreach in the children and youth community is to provide knowledge by means of flatfoot education to grade 5 students at SDN Tulusrejo 4, Malang City. Education in this activity is carried out to prevent permanent growth and development abnormalities. The method used in this activity uses counseling by providing leaflets and asking several pretest and posttest questions to find out the picture of students' knowledge about flatfoot. In this extension activity, students were enthusiastic about asking questions so that it became a factor in increasing students' knowledge. It can be concluded that physiotherapy counseling activities related to flatfoot for students at SDN Tulusrejo 4, Malang City, can run smoothly and are well realized and from the evaluation results it is found that there is an increase in knowledge and understanding of students at SDN Tulusrejo 4 regarding flatfoot with a post-test score of 100%
PERUBAHAN BERAT BADAN ASEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN DI PUSKESMAS KOTA KARANG: SURVEI ANALITIK
The increase in side effects associated with the 3-month injectable contraceptive method is consistent with the number of people choosing to use this approach. One of the potential adverse effects of using 3-month injectable birth control is changes in body weight. Maternal health is not affected by this adverse effect, although it may cause 3-month contraceptive acceptors to switch methods or stop using contraception altogether. This research aims to understand the changes in weight gain of birth control acceptors over 3 months. The research method used is a correlational analytical survey with a cross-sectional approach. The sampling technique used total sampling with 29 respondents from March to April 2024. Research was conducted at the Karang City Health Center using primary and secondary data using methods such as observation sheets, questionnaires, and measuring the actual body weight of respondents. The results of this study showed that the majority of respondents experienced weight gain of 69% with a weight gain of ≥ 5 kg amounting to 9 people (31.1%), 3-4 kilograms amounting to 6 people (20.7%), and 1-2 kg by 5 people (17.2%).Meningkatnya efek samping yang terkait dengan metode kontrasepsi suntik 3 bulan sejalan dengan banyaknya orang yang memilih menggunakan pendekatan ini. Salah satu potensi dampak buruk penggunaan KB suntik 3 bulan adalah perubahan berat badan. Kesehatan ibu tidak terpengaruh oleh dampak buruk ini, meskipun hal ini dapat menyebabkan akseptor kontrasepsi 3 bulan beralih metode atau berhenti menggunakan alat kontrasepsi sama sekali. Tujuan penelian ini adalah mengatahui gambaran perubahan peningkatan berat badan aseptor KB 3 bulan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan total sampel 29 responden yang diambil pada bulan Maret hingga April 2024. Peneliti dilakukan di Puskesmas Kota Karang dengan mengunakan data primer dan sekunder menggunakan metode seperti lembar observasi, angket, dan pengukuran berat badan aktual responden. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan sebesar 69% dengan jumlah kenaikan berat ≥ 5 kg berjumlah 9 orang (31,1 %), 3-4 kg berjumlah 6 orang (20,7%) dan 1-2 kg sebesar 5 orang (17,2%)
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN KADAR LEUKOSIT PRE OPERASI DENGAN LENGTH OF STAY PADA PASIEN POST APENDIKTOMI DI RUMAH SAKIT SYAFIRA KOTA PEKANBARU
Latar Belakang: Apendisitis merupakan salah satu penyakit yang ditemukan berbagai pelosok dunia. Apendisitis merupakan penyakit yang dapat menimbulkan komplikasi yang berisiko mortalitas. Namun risiko mortalitas dapat diturunkan dengan adanya operasi. Penanganan pada pasien apendisitis dapat dilakukan melalui apendiktomi. Setiap pasien yang menjalani apendiktomi harus mendapatkan layanan rawat inap di rumah sakit. Dari tahun 2020 hingga tahun 2021 terjadi peningkatan pasien apendiktomi di Rumah Sakit Syafira. Pasien yang mendapatkan pelayanan rawat inap di Rumah Sakit, biasanya akan berada di ruang rawat inap selama beberapa hari. Lama rawat untuk pasien apendisitis dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah status klinis pasien. Status klinis berupa pemeriksaan laboratorium kadar hemoglobin dan kadar leukosit pre operasi yang merupakan salah satu variabel prediktor dalam mengevaluasi lama rawat pasien post apendiktomi.
Tujuan: Mengetahui Hubungan Kadar Hemoglobin dan Kadar Leukosit Pre Operasi dengan Length Of Stay Pasien Post Apendiktomi di Rumah Sakit Syafira Kota Pekanbaru.
Metode Penelitian: Penelitian cross sectional dengan pendekatan survei deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis data pada penelitian menggunakan uji korelasi pearson.
Hasil: Ditemukan hubungan yang signifikan dan korelasi hubungan yang kuat antara kadar hemoglobin, dan kadar leukosit dengan length of sta
The PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DAN BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L) DALAM PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH LEUKOSIT
Juice of lime (Citrus aurantifolia) and starfruit (Averrhoa blimbi L) contain citric acid which has the same characteristics as glacial acetic acid in Turk's solution. This study was carried out to determine the potential of them as a substitute for glacial acetic acid in the leukocyte count and compare it with Turk's solution as a standard. We used three variations of concentration, namely 1%, 2% and 3%. The specimen used was venous blood with EDTA anticoagulant which was examined using an improved Neubauer counting chamber. The result showed average number of leukocytes calculated using a solution of star fruit and lime at a concentration of 1% was 6287 cells/mm3 vs 4537 cells/mm3, a concentration of 2% was 3525 cells/mm3 vs 3387 cells/mm3 and at a concentration of 3% was 2775 cells/mm3 vs 3225 cells/mm3. The number of leukocytes in the control (Turk's solution) was 7050 cells/mm3. Starfruit juices with a concentration of 1% gave the results closest to the control. Based on the results of the one-way ANOVA test, the sig value was 0.000 (p<0.05) and the independent t-test showed a value (p>0.05), which means that there was no difference in the number of leukocytes examined with Turk's solution and modified starfruit solution. We concluded, starfruit juices with a concentration of 1% was recommended as a substitute for Turk's solution than lime juice.Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan belimbing wuluh (Averrhoa blimbi L) mengandung asam sitrat yang memiliki karakteristik sama dengan asam asetat glasial dalam larutan Turk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air perasan jeruk nipis dan belimbing wuluh sebagai pengganti asam asetat glasial dalam hitung jumlah leukosit dan membandingkannya dengan larutan turk sebagai standar. Peneliti menetapkan tiga variasi konsentrasi, yaitu 1%, 2% dan 3%. Spesimen yang digunakan adalah darah vena dengan antikoagulan EDTA yang diperiksa menggunakan bilik hitung improved Neubauer. Rerata jumlah leukosit terhitung menggunakan larutan belimbing wuluh dan jeruk nipis pada konsentrasi 1% adalah 6287 sel/mm3 vs 4537 sel/mm3, konsentrasi 2% adalah 3525 sel/mm3 vs 3387 sel/mm3dan pada konsentrasi 3% adalah 2775 sel/mm3 vs 3225 sel/mm3. Jumlah leukosit pada kontrol (larutan Turk) sebanyak 7050 sel/mm3. Larutan modifikasi belimbing wuluh konsentrasi 1% memberikan hasil yang paling mendekati kontrol. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukan nilai sig 0.000 (p<0.05) dan uji t test independent menunjukan nilai (p>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan jumlah leukosit yang diperiksa dengan larutan Turk dan larutan modifikasi belimbing wuluh sehingga dapat digunakan sebagai pengganti larutan Turk dibandingkan larutan modifikasi jeruk nipis