Media Publikasi Ilmiah Fakultas Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan
Not a member yet
    58 research outputs found

    TANGGAP DARURAT MEDIS (CODE BLUE) STUDI KASUS PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE DI SAMARINDA

    Get PDF
    Code blue digunakan untuk menandakan adanya pasien yang sedang mengalami henti nafas, henti jantung di Rumah Sakit. Tim code blue melakukan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yaitu tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas, kemudian melakukan defibrilasi yaitu menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung dengan alat medis Automatic External Defibrillator (AED) (standar waktu tanggap petugas terhadap keadaan darurat code blue yaitu 3 – 5 menit menurut American Heart Association). Menurut data Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda (Mei 2019), kejadian darurat code blue terjadi 12 kali dalam 3 tahun terakhir dengan diagnosa gagal jantung kongestif (decompensate cordis). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tanggap darurat medis (code blue) studi kasus pada Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie di Samarinda. Penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung dan simulasi serta wawancara mendalam terkait waktu tanggap petugas terhadap kejadian darurat code blue. Berdasarkan hasil simulasi code blue pada Tanggal 04 Juli 2019, bahwa waktu tanggap petugas terhadap keadaan darurat code blue, pasien mendapatkan CPR dan AED pada waktu 4 menit 31 detik setelah alarm berbunyi. Berdasarkan hasil observasi langsung dan wawancara mendalam, sistem tanggap darurat blue code di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie sudah terdiri dari sistem alarm, sarana dan prasarana pendukung tanggap darurat, pengetahuan pekerja, sistem organisasi dan sistem prosedur. Perbaikan-perbaikan yang diperlukan terdiri dari standar operasional prosedur kejadian henti jantung, standar operasional prosedur penggunaan alat defibrilasi (AED) karena petugas berpotensi mengalami beberapa bahaya saat melakukan tanggap darurat seperti shock dari alat defibrilasi otomatis, kemudian dokumentasi dan pelaporan.Code blue is used to indicate the existence of patients who are experiencing breathing stop, cardiac arrest at the hospital. The code blue team performed Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), which analyzes the hearts rhythm automatically and provides electric shocks to restore the hearts rhythm with an Automatic External Defibrillator (AED) (standard response time of officers to code blue emergencies is 3 to 5 minutes according to the American Heart Association). According to data from the Abdul Wahab Sjahranie Regional Public Hospital Samarinda (May 2019), code blue emergencies have occurred 12 times in the last 3 years with failure (decompensate cordis). The research objective is to determine the medical emergency response (code blue) case study at Abdul Wahab Sjahranie Regional Public Hospital in Samarinda. This research was conducted by direct observation and simulation as well as in-depth interviews related to the response time of officers to code blue emergencies. Based on the simulation result of code blue on July 4, 2019, that the response time of officers to code blue emergencies, patients get CPR and AED at 4 minutes 31 seconds after the alarm sounds. Based on the result of direct observation and in-depth interviews, the code blue emergency response system at Abdul Wahab Sjahranie Regional Public Hospital consisted of an alarm system, facilities and infrastructure to support the emergency response, workers knowledge, organizational system and procedure system. Necessary improvements consist of standard operational procedures for cardiac arrest events, standard operating procedures for the use of defibrillation equipment (AED) because officers have the hazard when responding to emergencies such as shock from an automatic defibrillation device, then documentation and reporting

    ANALISA POSTUR KERJA UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEKERJA CV. BALIKPAPAN DIESEL

    Get PDF
    Complaint of musculoskeletal was being trend of disease which connected with occupation around the world in developing countries and industrial countries. One of occupation who has activities MSDs complaint is CV. Balikpapan Diesel with cleaning up fuel injection pump with bond of facilities and duration of cleaning up is more than 2 hours each days. Based on calculation work posture risk level respondens with REBA (Rapid Entire Body Assessment) method, major responden on middle level as much as 70% who need check up and dangerous position change. And complaint level  Musculoskeletal Disorders (MSDs) with Nordic Body Map, dominant respondence on middle level as much as 70% which mean still need repair action at the other day, with result all respondence (100%)had complaint at upper neck, backbone, waist, hip and butt

    PENENTUAN BATAS BEBAN ANGKUT YANG AMAN BAGI PEKERJA BONGKAR MUAT MANUAL DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN ERGONOMI

    Get PDF
           Dalam era globalisasi dewasa ini, persaingan antar perusahaan sangatlah ketat baik perusahaan besar maupun industri kecil. Salah cara untuk memenangkan persaingan tersebut, adalah melalui peningkatan produktifitas kerja secara optimal. Penggunaan tenaga manusia sebagai pekerja sangatlah dominan terutama kegiatan penanganan material secara manual (manual material handling). Kelebihan manual material handling bila dibandingkan dengan penanganan material menggunakan alat bantu adalah fleksibilitas gerakan yang dapat dilakukan untuk beban-beban ringan. PT. Laut Timur Ardiprima salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pendistribusian perlengkapan sehari-hari yang memiliki 41 pekerja yang bekerja di bagian staf PT. Laut Timur Ardiprima merupakan perusahaan yang maju dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang bergerak di bidang yang sama. Dan merupakan perusahaan yang mengutamakan kesehatan dan keselamatan bagi para pekerjaannya, pada pekerjaan bongkar muat pengangkatan barang secara manual seperti, mengangkat, mengangkut, memindahkan. Adapun masalah yang ditemui dilapangan, berdasarkan pengalaman peniliti yang telah bekerja disana selama kurang lebih tiga tahun masih menemukan cara pengangkatan yang tidak sesuai dengan standar yang ada, contohnya salah satu pekerja yang terlihat yang mengangkat barang melebihi beban 18 kg tanpa megetahui metode pengangkatan yang benar dan aman seperti, menggunakan otot kaki sebagai tumpuan beban, bukan menjadikan punggung sebagai tumpuan beban bila diangkat secara manual, dan tidak memperhatikan zona aman pengangkatan beban, frekuensi dan lamanya kegaitan pengangkatan dalam sehari-harinya akibatnya pekerja sering mengeluh nyeri pada area punggung. Terkadang terlihat juga pekerja memaksakan diri dalam mengangkat beban yang berat hanya seorang diri tanpa meminta bantuan kepada pekerja lainnya sehingga dapat menyebabkan cidera otot belakang. Dan juga peneliti pernah melihat seorang pekerja melakukan sikap kerja membungkuk sambil memutar (twisting) dalam aktifitas pemindahan barang yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan pekerja

    EVALUASI MANAJEMEN KEBAKARAN DAN TANGGAP DARURAT PADA GEDUNG PERKANTORAN PT. HALLIBURTON INDONESIA DI BALIKPAPAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Menurut Kepmen No. 186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja, organisasi tanggap darurat kebakaran adalah satuan tugas yang mempunyai tugas khusus fungsional di bidang kebakaran. Petugas peran penanggulangan kebakaran adalah petugas yang ditunjuk dan diserahi tugas tambahan untuk mengidentifikasi sumber bahaya dan melaksanakan upaya penanggulangan kebakaran unit kerjanya. Metode Penelitian: Metode yang digunakan berupa metode deskripstif, melalui pendekatan observasional dengan menilai tingkat pemenuhan penerapan sistem proteksi aktif, dan tanggap darurat terhadap bahaya kebakaran. Hasil observasi akan dibandingkan dengan standar acuan yang berlaku. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan rata-rata tingkat pemenuhan sistem proteksi aktif sebesar 69,22 %; dan rata-rata  tingkat pemenuhan tanggap darurat sebesar 100 %. Kesimpulan: Evaluasi tingkat pemenuhan manajemen kebakaran dan tanggap darurat pada gedung perkantoran PT. Halliburton Indonesia di Balikpapan yang telah dicapai adalah baik artinya sesuai dengan persyaratan perundang-undangan

    IMPLEMENTASI PENGENDALIAN RISIKO TERHADAP KECELAKAAN KERJA PADA LANDASAN HELIKOPTER

    Get PDF
    Risiko adalah suatu kondisi yang timbul karena ketidakpastian dengan seluruh konsekwensi tidak menguntungkan, sehingga membutuhkan pengendalian risiko agar risiko tersebut tidak membahayakan para pekerja pada landasan helikopter Penelitian ini bertujuan untuk Memperoleh informasi dan gambaran mengenai risiko yang dihadapi pekerja serta penerapan pengendalian pada landasan helikopter di PT. Total E&P Indonesie. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian Analisis Kerja dan Aktivitas, dengan jumlah responden 14 orang karyawan. Dari uraian latar belakang dan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka didapati risiko yang sering dihadapi dilapangan adalah kesalahan komunikasi dan pemenuhan prosedur pada alat keselamatan yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan pada landasan helikopter di Total E&P Indonesie

    EFEKTIVITAS PENGELOLAAN LIMBAH PADAT MEDIS INFEKSIUS DI RUMAH SAKIT XYZ KOTA BALIKPAPAN

    Get PDF
      Rumah Sakit XYZ Kota Balikpapan yang di bangun pada tahun 1949 oleh perusahaan minyak dari belanda yang didirikan diatas luas tanah 35.577,28 m₂. Rumah Sakit XYZ mempunyai 19 ruangan  rawat jalan, 17 ruangan rawat inap (150 tempat tidur) dan beberapa fasilitas lainnya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jumlah responden 5 orang, pertimbangan yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian ini yaitu petugas cleaning service (pemisahan, pengemasan dan pengangkutan limbah infeksius), petugas pembakaran limbah medis (penyimpanan dan pembakaran limbah padat infeksius) dan kepala HSE rumah sakit XYZ kota Balikpapan, hal ini dilakukan karena ketiga bagian tersebut sangat berkaitan erat dengan limbah padat infeksius yang ada di rumah sakit. Dari hasil observasi dilapangan menunjukan adanya respon positif terhadap peneliti dalam melakukan observasi dilapangan yang berkaitan tentang efektifitas penanganan limbah padat infeksius yang ada di rumah sakit  XYZ. Berdasarkan penelitian di rumah sakit terdapat kondisi pengelolaan limbah (pemisahan, pengemasan, penyimpanan dan standar bangunan TPS) 89% sesuai dengan aturan dan 11% tidak sesuai dengan aturan, karna terdapatnya penumpukan limbah B3 digudang TPS limbah infeksius, dan untuk penelitian kondisi incinerator rumah sakit XYZ terdapat 80% kondisi sesuai dan 20% kondisi yang tidak sesuai, yaitu dimana tidak tercapainya temperature pada kondisi maksimal yaitu 1000°C  yang pembakaran  hanya  pada  kondisi  300  -  400°C  yang  mengakibatkan  kondisi  limbah infeksius tidak menjadi abu. Upper Control Limit (UCL) didapat nilai sebesar 672; dari hasil analisis daerah rawan kecelakaan dimana nilai EAN tertinggi sebesar 102 kecelakaan dengan jumlah korban 5 meninggal dunia, 5 luka berat serta 4 luka ringan dan nilai UCL tertinggi sebesar 53 terjadi di segmen/ruas jalan KM 13 Jl.Soekarno Hatta Balikpapan, sehingga ruas jalan KM 13 dinyatakan Daerah Rawan Kecelakaan (Black site). Dari hasil karakteristik kecelakaan terdapat adanya hubungan antara beberapa faktor usia,pekerjaan, jenis kelamin,kondisi lingkungan dan kecepatan dengan jumlah kecelakaan yang terjadi di Jl.Soekarno Hatta terutama pada ruas jalan KM 13 (blacksite). Karakteristik kecelakaan di dominasi oleh laki-laki dengan usia rata-rata 15-20 tahun dan berstatus pelajar/mahasiswa;dengan kendaraan sepeda motor pada kecepatan rata-rata 68,8 km/jam di atas kecepatan yang seharusnya 60 km/jam (area sekitar pemukiman) faktor penyebab diatas adalah faktor manusia. Karakteristik kecelakaan berdasarkan waktu kejadian terjadi pada pada waktu gelap (18.00 – 05.59) merupakan faktor penyebab adalah kondisi lingkunga

    ANALISIS KEEFEKTIVAN INDUKSI KESELAMATAN DENGAN METODE KONVENSIONAL DI PT BHUMI PHALA PERKASA BALIKPAPAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Induksi Keselamatan dengan Metode Konvensional di PT Bhumi Phala Perkasa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Baru dan Siswa magang/Pkl PT Bhumi Phala Perkasa 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil keseluruhan responden yaitu 30 orang. Analisis data dilakukan menggunakan model evaluasi Kirkpatrick (Level 1-3) hanya sampai pada level 3, sedangkan level 4 untuk mengetahui dampak perubahan perilaku pekerja terhadap tingkat produktivitas perusahaan dan analisis bivariat dengan uji statistik Paired T-Test. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan nilai Sig.  (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, karena nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi induksi K3 dapat meningkatkan hasil tes pada pekerja PT Bhumi Phala Perkasa

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELELAHAN MATA MAHASISWA PADA GEDUNG G UNIVERSITAS BALIKPAPAN

    Get PDF
                Mata adalah indera penglihatan pada manusia yang mempunyai reseptor untuk menangkap rangsang cahaya dan warna. Indera penglihatan sangat vital jika dibandingkan dengan indera yang lainnya. Oleh karena itu kesehatan mata merupakan hal yang menjadi salah satu perhatian bagi setiap orang. Keluhan Kelelahan mata merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia khususnya kesehatan mata yang prevalensinya pada usia sekolah masih cukup tinggi. Di Indonesia saat ini masih tampak kurangnya perhatian di beberapa daerah mengenai masalah kesehatan mata (Purnama,2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan kelelahan mata pada mahasiswa di Gedung G Universitas Balikpapan. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linier berganda Keluhan kelelahan mata Zona Selamat Sekolah kurang memiliki pengaruh terhadap keselamatan penyeberang jalan di SD Kemala Bhayangkari Balikpapan. Hal ini terlihat dari hasil analisis data kecepatan kendaraan dan hasil analisis data perilaku penyebrang jalan yang menunjukkan bahwa penyeberang jalan di SD Kemala Bhayangkari Balikpapan belum selamat walaupun telah ada Zona Selamat Sekolah

    JOB RISK ASSESSMENT PEKERJAAN BONGKAR MUAT DI UD XYZ BALIKPAPAN

    Get PDF
    UD XYZ is a food & beverages and health product distribution company, where the work carried out has the risk of workplace accidents as well as other transportation distribution jobs. Moreover, in the lifting process, starting from the supply of material to the delivery process, it requires lifting work. In various jobs, sometimes it takes to move heavy objects from one place to another or to a higher place, which usually requires a tool to perform the removal process, from the tools such as chain block, pulley or using more complex tools that are a crane. The study aims to determine the risk of goods loading and unloading work. The study used a qualitative method with a crossectional approach. Risk identification and analysis using the Job Risk Assessment (JRA) method.A risk event identified by 22 kinds. Risks that have a very high-risk rating (very high) are unspoiled goods and workers crashing vehicles. Category substantially has 3 items that hit workers, fire and workers exposed to fuel vapours. The priority category in the risk assessment is 9 items, while the accepted risk (acceptable) is 10 items.UD XYZ  adalah  perusahaan  distribusi produk food & beverages dan kesehatan,  dimana  pekerjaan-pekerjaan  yang  dilakukan  memiliki  risiko  kecelakaan  kerja sebagaimana pekerjaan distribusi transportasi lainnya. Terlebih lagi pada proses pengangkatan mulai dari penyediaan material sampai ke proses delivery memerlukan pekerjaan pengangkatan. Dalam berbagai pekerjaan, terkadang membutuhkan untuk memindahkan benda berat dari tempat satu ke tempat yang lainnya atau ke tempat  yang  lebih tinggi,  dimana  biasanya memerlukan  alat bantu untuk melakukan  proses  pemindahan  tersebut,  mulai  dari  alat  bantu  yang  ringan seperti chain block, pulley atau menggunakan alat bantu yang lebih komplek lagi yaitu crane. Penelitian bertujuan untuk mengetahui risiko pekerjaan bongkat muat barang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan crossectional. Identifikasi dan analisis risiko menggunakan metode Job Risk Assessment (JRA). Kejadian risiko yang teridentifikasi sebanyak  22 macam. Risiko yang memiliki risk rating sangat tinggi (very high) adalah barang terjaruh dan kendaraan menabrak pekerja. Kategori subtansial memiliki 3 item yaitu menabrak pekerja, terjadinya kebakaran dan pekerja terpapar oleh uap bahan bakar. Kategori priority  dalam penilaian risiko terdapat 9 item, sedangkan risiko yang diterima (acceptable) sebanyak 10 item

    ANALISIS PENCEGAHAN KERUSAKAN PADA PERALATAN SUMUR MINYAK DAN GAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SAND CONTROL DI TOTAL E & P INDONESIE

    Get PDF
    Identifikasi bahaya kerja adalah suatu proses yang dilaksanakan untuk mendeteksi adanya ancaman bahaya di tempat kerja. Langkah ini merupakan hal yang pertama dilakukan dalam manajemen bahaya kerja sebelum evaluasi yang lebih mendetail dilaksanakan, identifikasi bahaya kerja meliputi pengukuran kasar bahaya di lingkungan kerja. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang adanya kemungkinan ancaman bahaya di tempat kerja. Upaya pencegahan kecelakaan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, salah satu diantaranya adalah pola pikir yang masih tradisionil yang menganggap kecelakaan adalah sebagai musibah, sehingga masyarakat bersifat pasrah. Hasil Penelitian, Sand control adalah metode dengan menggunakan alat dimana untuk mencegah agar pasir tidak ikut terproduksi bersama dengan minyak dan gas bumi. Manfaat sand control ialah untuk mencegah kerusakan alat-alat yang terdapat di sumur minyak dan gas dari erosi. Hasil peneltian Kepedulian perusahaan minyak dan gas dalam hal ini TOTAL E&P Indonesie dalam  mencegah  kecelakaan  kerja dan kepedulian, kesadaran terhadap pencemaran lingkungan , Pentingnya sand control dalam pencegahan kerusakan alat pada sumur minyak dan gas di TOTAL E & P Indonesie demi menghindari kebakaran di sumur minyak dan gas, dan pencemaran pada lingkungan dimana pada sekitar area Delta Mahakam, Metode sand control dapat digunakan untuk mencegah kerusakan alat pada sumur minyak dan gas yang dimana penanganannya harus dilakukan oleh orang berkompeten pada bidang tersebut

    51

    full texts

    58

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Publikasi Ilmiah Fakultas Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇