Media Publikasi Ilmiah Fakultas Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan
Not a member yet
    58 research outputs found

    ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN PELAYARAN PADA SPEEDBOAT DI ASTRA INFRA PORT EASTKAL PT PELABUHAN PENAJAM BANUA TAKA

    Get PDF
    This study aims to determine the level of conformity and the cause of the mismatch of shipping safety implementation, namely the life-saving appliances speedboat Eastkal 01 at Astra Infra Port Eastkal PT Pelabuhan Penajam Banua Taka. This study uses a qualitative method with an observational approach that is to determine the level of conformity and the cause of the incompatibility of the application of shipping safety, namely life-saving appliances with reference to the standards used to assess life saving appliances in Eastkal 01 speedboat type of passenger ship or passenger ship determined based on SOLAS Consolidated Edition 2014, especially in part III about Life Saving Appliances and Arrangments The results of this study determine that the application of shipping safety on the Eastkal 01 speedboat at Astra Infra Eastkal Port PT Penajam Banua Taka Port based on Safety of Life at Sea (SOLAS) standards is very suitable for speedboats with a gross weight of 21 GT with a total number of passengers transported as many as 30 passengers in terms of Life Saving Appliances, namely personal life saving appliance, Visual Signal or Distress Flare, Survival Craft and Communication as well as in terms of maintenance and care for the LSA to better ensure the condition of the LSA good when used, which is done once a month and once a year for maintenance and care The results of this study determine that the application of shipping safety on the Eastkal 01 speedboat at Astra Infra Eastkal Port PT Penajam Banua Taka Port based on Safety of Life at Sea (SOLAS) standards is very suitable for speedboats with a gross weight of 21 GT with a total number of passengers transported as many as 30 passengers in terms of Life Saving Appliances, namely personal life saving appliance, Visual Signal or Distress Flare, Survival Craft and Communication as well as in terms of maintenance and care for the LSA to better ensure the condition of the LSA good when used, which is done once a month and once a year for maintenance and care. But in this study, some attributes are lacking in personal life-saving appliance, namely lifejacket light, one of the complement of lifejacket that has not been implemented and lifebuoy self-activating smoke signal for lifebuoy by regulations or Safety of Life at Sea Chapter III standards regarding life-saving appliances and arrangments and Life Saving Appliance Code in Chapter II and drill or emergency training is still not often done by Eastkal employees.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian dan penyebab ketidaksesuaian penerapan keselamatan pelayaran yaitu life saving appliances speedboat Eastkal 01 di Astra Infra Port Eastkal PT Pelabuhan Penajam Banua Taka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasional yaitu mengetahui tingkat kesesuaian dan penyebab ketidaksesuaian penerapan keselamatan pelayaran yaitu life saving appliances dengan mengacu pada standar yang digunakan untuk menilai life saving appliances di speedboat Eastkal 01 jenis kapal penumpang atau passenger ship yang ditentukan berdasarkan SOLAS Consolidated Edition 2014, khususnya pada bagian III tentang Life Saving Appliances and Arrangments. Hasil penelitian ini menentukan bahwa penerapan keselamatan pelayaran pada speedboat Eastkal 01 di Astra Infra Port Eastkal PT Pelabuhan Penajam Banua Taka berdasarkan standar Safety of Life at Sea (SOLAS) sudah sangat sesuai untuk speedboat dengan berat kotor 21 GT dengan total jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 30 penumpang dari sisi Life Saving Appliances yaitu personal life saving applaincenya, Visual Signal atau Distress Flare, Survival Craft dan Communication serta dari sisi pemeliharaan dan perawatan pada LSA untuk lebih menjamin keadaan LSA yang baik saat digunakan yaitu dilakukan 1 bulan sekali dan 1 tahun sekali untuk pemeliharaan dan perawatannya. Namun dalam penelitian ini terdapat atribut yang kurang pada personal life saving appliance yaitu lifejacket light salah satu pelengkap dari lifejacket yang belum diterapkan dan lifebuoy self activating smoke signal untuk lifebuoy sesuai dengan peraturan atau standar Safety of Life at Sea Chapter III tentang life saving appliances and arrangments dan Life Saving Appliance Code pada Chapter II dan drill atau latihan kedaruratan masih belum sering di lakukan oleh karyawan/i Eastkal

    ANALISIS BEBAN KERJA TERHADAP STRES KERJA DAN KINERJA KARYAWAN PADA PT INDOMARCO ADI PRIMA BALIKPAPAN

    Get PDF
    Salah satu aspek yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan adalah dengan melihat prestasi kerja karyawan. Prestasi kerja dapat dilihat dari kualitas kerja seperti ketelitian, kerapian dan kedisiplinan karyawan melaksanakan tugas pekerjaan, selain itu tercapainya target merupakan suatu pretasi kerja. Dalam pelaksanaannya setiap karyawan memiliki beban kerja yang berbeda-beda. Jika kemampuan pekerja lebih rendah daripada tuntutan pekerjaan maka akan mucul kelelahan yang mengakibatkan stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh beban kerja terhadap stres kerja dan kinerja karyawan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan adalah 75 karyawan (total sampling) di PT Indomarco Adi Prima Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 orang (41,3%) memiliki beban kerja berat, 41 orang (54,5%) memiliki tingkat stres kerja sedang, dan 47 orang (62,7%) kinerjanya tidak baik. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap stres kerja dan kinerja karyawan, dengan diperoleh nilah signifikansi p < 0,05 yaitu sebesar 0,000.One aspect that affects the success of a company is to look at employee work performance. Work performance can be seen from the quality of work such as accuracy, neatness and discipline of employees carrying out work tasks, in addition to achieving the target is a work achievement. In practice, each employee has a different workload. If the ability of workers is lower than the demands of the job, fatigue will occur which results in work stress. The purpose of this study was to determine whether there is an influence of workload on work stress and employee performance. This type of research is quantitative research. The number of samples used was 75 employees (total sampling) at PT Indomarco Adi Prima Balikpapan. The results showed that 31 people (41.3%) had heavy workloads, 41 people (54.5%) had moderate work stress levels, and 47 people (62.7%) had poor performance. The results of this study stated that workload influences work stress and employee performance, with a significance value of p <0.05 which is equal to 0.000

    PERILAKU TERITORIAL PEDAGANG INFORMAL TERHADAP KESELAMATAN PEJALAN KAKI DI KOTA BALIKPAPAN

    Get PDF
    Sidewalks are made to provide convenience for pedestrians to be able to access public roads while also protecting from the dangers of passing vehicles (accidents). But now, most of the sidewalks have changed their main function. In some corners of the city of Balikpapan, we can see a lot of sidewalks that are used by informal traders as a place to open their sales. For this reason, pedestrians must go down to the shoulder of the road to walk. The aim of the researcher to achieve this research is to find out the territorial behaviour of informal traders towards pedestrian safety. The research methodology used is a qualitative descriptive methodology with the main goal of making a picture or description of an application objectively The results showed that the impact of this behaviour on pedestrian safety in the form of defective functions of the sidewalk on the road, where there is only one side of the sidewalk that can be used because it is not used to sell. So pedestrians also try to cross to use sidewalk facilities on the other side that are not used to sell traders who have the risk of conflict between pedestrians and vehicles at the crossing point.Trotoar dibuat untuk memberikan kemudahan pada pejalan kaki untuk dapat mengakses jalan umum juga memberikan perlindungan dari bahaya kendaraan yang melintas (kecelakaan). Namun kini, sebagian besar trotoar berubah fungsi dari fungsi utamanya. Di beberapa sudut kota Balikpapan kita bisa melihat banyak trotoar yang dimanfaat oleh pedagang informal sebagai tempat mereka membuka lapak. Karena alasan tersebut, para pejalan kaki harus turun ke bahu jalan untuk berjalan. Tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui perilaku teritorial pedagang informal terhadap keselamatan pejalan kaki. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi deskriptif kualitatif dengan tujuan utama membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu penerapan secara objektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak dari perilaku tersebut terhadap keselamatan pejalan kaki berupa cacatnya fungsi dari trotoar di jalan tersebut, dimana hanya ada satu sisi trotoar yang bisa digunakan karena tidak dipakai untuk berjualan. Sehingga para pejalan kaki juga berusaha menyeberang untuk menggunakan fasilitas trotoar di sisi lain yang tidak dipakai berjualan para pedagang dimana memiliki risiko terjadinya konflik antara pejalan kaki dengan kendaraan di titik penyeberangan

    KAJIAN PENGGUNAAN DOSIS EFEKTIF BAHAN KIMIA (TAWAS, KAPUR, KAPORIT) DALAM PENGOLAHAN AIR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan, yang pertama untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan bahan kimia terhadap parameter pH air, yang kedua untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan bahan kimia terhadap parameter kekeruhan air. Hasil penelitian ini menunjukkan pengamatan uji jartest, dosis bahan kimia maksimum yang dipakai pada variasi kedua dosis V (tawas 55 mg/L, kapur 40 mg/L, kaporit 50 mg/L) menunjukkan kualitas terbaik dengan pH 6,83 dan kekeruhan 0,9 NTU, sedangkan dosis bahan kimia minimum yang dipakai pada variasi ketiga dosis V (tawas 45 mg/L, kapur 30 mg/L, kaporit 50 mg/L) menunjukkan kualitas terbaik pH 7,08 dan kekeruhan 3,1 NTU. Metode jar test selain dalam memberikan dana mengenai kondisi optimum untuk dosis koagulan, kepekatan larutan kimia, juga memberikan data mengenai metode pembubuhan bahan kimia bersamaan atau berurutan

    THE REVIEW OF SUSTAINABILITY OF MANGROVE FOREST MANAGEMENT AT MANGROVE CENTER GRAHA INDAH (MCGI) IN BALIKPAPAN, EAST KALIMANTAN PROVINCE

    No full text
    Potensi sumberdaya hutan mangrove di Mangrove Center Graha Indah (MCGI) Kota Balikpapan tentunya tidak akan memberikan nilai manfaat secara optimal tanpa adanya keberlanjutan dalam pengelolaan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan menganalisis keberlanjutan pengelolaan mangrove di Mangrove Center Graha Indah (MCGI) Kota Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik kuantitatif yang dilakukan secara longitudinal karena sifatnya berkelanjutan. Data penelitian berupa distribusi skor kuisioner dimensi keberlanjutan yang dilakukan oleh responden pakar (judgment expert) yang berjumlah 25 orang. Analisis data dengan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rap-Mangrove MCGI. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengelolaan hutan mangrove di Mangrove Center Graha Indah (MCGI) Kota Balikpapan secara multidimensi memiliki status cukup berkelanjutan (59,23). Sementara itu kelima dimensi juga termasuk pada kategori status cukup berkelanjutan, yakni dimensi ekologi (51,42), dimensi ekonomi (56,97), dimensi sosial budaya (55,68), dimensi teknologi dan informasi (55,43), serta dimensi hukum dan kelembagaan (61,83). Sekalipun hutan mangrove ini memiliki status cukup berkelanjutan, tetapi disarankan dalam hal meningkatkan keberlanjutan agar dilakukan upaya  perbaikan terhadap atribut-atribut sensitif dan lebih khusus hendaknya Pemerintah Kota Balikpapan berperan aktif  dengan tidak hanya menerbitkan regulasi atau peraturan terkait pengelolaan dan konservasi mangrove di wilayah ini, namun juga  pembiayaan dan penguatan struktur kelembagaan.The existence of mangrove forest resources at Graha Indah Mangrove Center (MCGI) in Balikpapan City certainly will not provide optimal value for benefits without sustainability in management. As For Objective of this study is to review and analyze mangrove management sustainability at Mangrove Center Graha Indah (MCGI) in Balikpapan. This study used quantitative positivist approach conducted longitudinally due to its sustainability nature. Study data is questionnaire scores distribution of sustainability dimension conducted by 25 judgment expert. Data analysis was done using Multidimensional Scaling (MDS) through Rap-Mangrove MCGI approach.  Study result concluded that mangrove management at Mangrove Center Graha Indah (MCGI) in Balikpapan held the status quite sustainable (59,23) in multidimensional term. Meanwhile, all five dimension were also included in the status category of quite sustainable, those are ecology dimension (51,42), economy dimension (56,97), social cultural dimension (55,68), technology and information dimension (55,43), and legal and institutional dimension (61,83). Though this mangrove forest held the status quite sustainable, to improve its sustainability it is suggested to improve those sensitive attributes and particularly so that Local Government of Balikpapan should carry an active role by not only publishing regulation or provision related with management and conservation of mangrove in this region, but also in funding and strengthening institutional structure

    PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT CACING KULIT (STUDI KASUS: PEKERJAAN KAMPUS UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA DI KECAMATAN TANGKETADA)

    Get PDF
    Bahaya lingkungan kerja baik fisik maupun bahaya biologi perlu dikendalikan sedemikian rupa sehingga tercipta suatu lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman. Bahaya lingkungan kerja tersebut seperti penyakit akibat kerja, penyakit akibat hubungan kerja dan kecelakaan kerja. Terdapat berbagai cara untuk menaggulangi bahaya tersebut misalnya pengendalian secara teknik, pengendalian secara administrativ dan alat pelindung diri (APD). Para pekerja sudah menggunakan alat pelindung diri (helm, kacamata, sarung tangan katun, baju kerja dan sepatu keselamatan tetapi masih terkena penyakit cacing kulit. Karena bagian yang sering terkena penyakit cacing kulit adalah bagian tangan maka dicoba dikendalikan dengan alat pelindung diri berupa sarung tangan obgyn. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas penggunaan alat pelindung diri tersebut terhadap pencegahan penyakit cacing kulit di pekerjaan kampus USN Kolaka di Kecamatan Tangketada. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif yaitu menggambarkan atau mendeskripsikan tentang suatu keadaan pekerjaan penggalian dan penimbunan selokan dan hubungannya dengan penyakit cacing kulit. Data-data sekunder yang ada dikumpulkan dan diuji keefektifannya terhadap penggunaan alat pelindung diri tambahan. Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square secara manual bahwa hasilnya adalah χ2 (hitung) 2.7 lebih kecil dari χ² (table) (χ²0.05|1|) sebesar 3.481 maka Hipotesis awal diterima bahwa penggunaan alat pelindung diri tidak efektif terhadap pencegahan penyakit cacing kulit dalam pekerjaan penggalian dan penimbunan kampus USN Kolaka di Kecamatan TangketadaThe dangers of both physical and biological hazards work environment need to be controlled in such a way that created a safe, healthy and comfortable work environment. The dangers of the work environment such as occupational illness, occupational illness and occupational accidents. There are various ways to overthrow such hazards such as technique control, administrative control and personal protective equipment. Workers already use personal protective equipment (helmets, goggles, cotton gloves, work clothes and safety shoes but still exposed to skin worm disease. Because the part that often affected by skin worm disease is the part of the hand then tried to be controlled with personal protective equipment in the form of gloves. The purpose of this research is to know how the effectiveness of the use of personal protective equipment for the prevention of skin worm disease in the work of USN Kolaka campus in Tangketada subdistrict. This type of research is a quantitative descriptive describing or describing a state of sewage work and gutter and its relation to skin worm disease. Existing secondary data is collected and tested for its effectiveness on the use of additional personal protective equipment. The results of the study using the Chi-Square test manually that the result is χ2 (count) 2.7 smaller than χ ² (table) (χ ² 0.05 | 1 |) amounting to 3,481 then early hypothesis was accepted that the use of personal protective equipment was ineffective against the prevention of Skin worm disease in the excavation work and hoarding USN Kolaka campus in Tangketada subdistrict

    OVERVIEW OF OCCUPATIONAL SAFETY AND HEALTH IN THE USE OF PESTICIDES ON VEGETABLE FARMERS IN THE VILLAGE OF LAMARU BALIKPAPAN

    Get PDF
    Kelurahan Lamaru merupakan salah satu kelurahan yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani sayur, untuk meningkatkan hasil pertaniannya para petani selalu menggunakan pestisida kimia untuk mengurangi serangan hama. Pestisida berisi zat kimia berbahaya.penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) dapat melindungi petani saat melakukan pencampuran dan penyemprotan pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keselamatan dan kesehatan kerja dalam penggunaan pestisida pada petani sayur di Kelurahan Lamaru Balikpapan berdasarkan alat pelindung diri dan cara kerja penyemprotan. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampel jenuh/total sampling. Metode pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi menggunakan analisis univariat yakni yang memuat distribusi frekuensi untuk mendeskripsikan alat pelindung diri dan cara kerja. Dalam pemenuhan APD petani hanya dapat memakai beberapa APD yakni topi, baju lengan panjang dan celana panjang sehingga hal ini tidak sesuai dengan pemenuhan APD dan cara kerja karena tingkat pendidikan petani yang rendah menyebabkan kurangnya pengetahuan tentang bahaya pestisida dan petani bersentuhan langsung dengan pestisida tanpa memakai APD yang lengkap sehingga menyebabkan keracunan akut dengan efek lokal yakni gatal-gatal dan pusing saat penyemprotan dan setelah penyemprotan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat gambaran keselamatan dan kesehatan kerja dalam penggunaan pestisida pada petani sayur di Kelompok Tani Mentari Jaya berdasarkan alat pelindung diri sebanyak 38% dan cara kerja sebanyak 57%.Lamaru Urban Village is one of the villages where the majority of the population earns a living as a vegetable farmer. to increase agricultural output farmers always use chemical pesticides to reduce pest attacks. Pesticides contain harmful chemicals. The use of PPE (Personal Protective Equipment) can protect farmers when mixing and spraying pesticides. This study aims to determine the description of occupational safety and health in the use of pesticides in vegetable farmers in Kelurahan Lamaru, Balikpapan, based on personal protective equipment and how spraying works. In this study using quantitative methods with the technique of saturated sample/total sampling. The method of data collection in this study was carried out by observation using univariate analysis which contains the frequency distribution to describe personal protective equipment and how it works. In fulfilling PPE farmers can only use a few PPE hats, long-sleeved clothes and long pants so that this is incompatible with PPE fulfilment and work methods because farmers' low level of education causes a lack of knowledge about the dangers of pesticides and farmers are in direct contact with pesticides without using PPE complete to cause acute poisoning with local effects namely itching and dizziness when spraying and after spraying. The concludes study of this study is that there is a description of occupational safety and health in the use of pesticides in vegetable farmers in the Mentari Jaya Farmer Group based on personal protective equipment as much as 38% and how to work as much as 57%

    ANALISIS TINGKAT BAHAYA BEKERJA DI KETINGGIAN DI AREA UNLOADER PT DERMAGA PERKASAPRATAMA BALIKPAPAN

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui tingkat bahaya yang dihadapi pekerja pada kegiatan bekerja di ketinggian dan upaya pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja di PT Dermaga Perkasapratama. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Data primer dikumpulkan dengan observasi lapangan dan wawancara serta data sekunder yang diperoleh dari perusahaan. Narasumber dalam penelitian ini adalah 5 (lima) orang pekerja dan 1 mekanik unloader Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan tabel HIRAC (Hazard Identification and Risk Assessment Control) dan dibandingkan dengan standard dan teori yang ada. Metode yang digunakan penulis dalam melakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko mengacu pada aturan IBPR PT. Dermaga Perkasapratama. Hasil penelitian menunjukan terdapat 2(dua) kegiatan bahaya yang teridentifikasi.Hasil penilaian risiko terdapat 21(dua puluh satu). Dan 12 (dua belas) bahaya dengan risiko sedang dan 10 bahaya dengan risiko rendah. Jenis pengendalian bahaya yang sudah dilakukan meliputi teknis, administrasi dan penyediaan alat pelindung diri. Manajemen perusahaan disarankan untuk meninjau kembali dokumen IBPR perusahaan dengan meninjau langsung lokasi, alat kerja, dan cara kerja sehingga potensi bahaya yang mungkin ada pada suatu kegiatan tersebut dapat teridentifikasi dan di tentukan tindakan pengendaliannya.The purpose of this study is to analyze and find out the level of danger faced by workers in working activities at heights and efforts to control occupational safety and health at PT Dermaga Perkasapratama. This research is qualitative. This research is qualitative. Primary data were collected by field observations and interviews and secondary data obtained from the company. Resource persons in this study were 5 (five) workers and 1 mechanical unloader Data obtained were analyzed descriptively using HIRAC (Hazard Identification and Risk Assessment Control) tables and compared with existing standards and theories. The method used by the author in identifying hazards and risk assessments refers to the IBPR rules of PT. Perkasapratama Pier. The results showed that there were 2 (two) hazard activities identified. The results of the risk assessment were 21 (twenty-one). And 12 (twelve) hazards with moderate risk and 10 hazards with low risk. Types of hazard control that have been carried out include technical, administrative and the supply of personal protective equipment. Company management is advised to review the company's IBPR documents by directly reviewing the location, work tools, and ways of working so that the potential hazards that may be present in an activity can be identified and its control measures determined

    SHIFT KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PETUGAS KEAMANAN DI PT PERTAMINA HULU MAHAKAM BALIKPAPAN

    Get PDF
    One of the main causes of work accidents caused by humans is fatigue. Causes of fatigue can be influenced by sleep disturbance due to jet lag or work shifts. The role of the security officer is to increase the feeling of security for employees at work. Therefore the security officer is demanded to always be at the worksite at all times. PT Pertamina Hulu Mahakam Balikpapan applies a shift system for security personnel consisting of the morning shift, afternoon shift and night shift. The purpose of this study was to determine the relationship of work shifts with work fatigue in security officers at PT Pertamina Hulu Mahakam Balikpapan. This research method uses quantitative using the IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) questionnaire. IFRC (Industrial Fatigue Research Committee) questionnaire totalling 30 questions consisting of 10 questions about weakening activities, 10 questions about weakening motivation and 10 questions about depicting physical fatigue Sample selection is taken in total sampling where the number of samples is equal to the total population with 30 samples or respondent. Data analysis uses the Spearman rank to connect variables, the results of statistical calculations show a significant relationship if the dependent variable with the independent variable with a value of p (p-value) <a (0.05). The analysis showed that the morning shift felt tired by 15 people and not tired by 15 people, the afternoon shift felt tired by 14 people and not tired by 16 people and the night shift by feeling tired by 6 people and not tired by 16 people. From the Spearman rank test results obtained 0.017 (p <0.05), it was concluded that there is a relationship between work shifts with work fatigue.    Salah satu faktor penyebab utama kecelakaan kerja yang disebabkan oleh manusia adalah kelelahan (fatigue). Penyebab fatique antara lain dapat dipengaruhi oleh gangguan tidur akibat jet lag atau shift kerja. Peran petugas keamanan untuk menambah perasaan aman bagi karyawan di tempat kerja. Maka dari itu petugas keamanan dituntut selalu ada di lokasi kerja setiap waktu. PT Pertamina Hulu Mahakam Balikpapan menerapkan sistem shift untuk petugas keamanan yang terdiri shift pagi, shift siang dan shift malam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan shift kerja dengan kelelahan kerja pada petugas keamanan di PT Pertamina Hulu Mahakam Balikpapan. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner IFRC (Industrial Fatique Research Commite). Kuesioner IFRC (Industrial Fatique Research Commite) berjumlah 30 pertanyaan terdiri dari 10 pertanyaan tentang pelemahan kegiatan, 10 pertanyaan tentang pelemahan motivasi dan 10 pertanyaan tentang gambaran kelelahan fisik Pemilihan sampel diambil secara total sampling yang dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi dengan jumlah 30 sampel atau responden. Analisis data menggunakan spearman rank untuk menghubungkan variabel, hasil perhitungan statistik menunjukkan hubungan signifikan apabila variabel dependen dengan variabel independen denga nilai p (p-value) < a (0.05). Hasil analisis menunjukkan shift pagi yang merasakan lelah sebanyak 15 orang dan tidak lelah 15 orang, shift sore yang merasa lelah sebanyak 14 orang dan tidak lelah 16 orang dan shift malam yang merasa lelah sebanyak 6 orang dan tidak lelah 16 orang. Dari hasil uji spearman rank di peroleh hasil 0.017 (p < 0.05) maka di simpulkan bahwa ada hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja

    PAPARAN HIDROGEN SULFIDA DI LINGKUNGAN KERJA STUDI KASUS PADA PEKERJA PT. PERTAMINA HULU MAHAKAM

    Get PDF
    Hidrogen sulfida bersifat iritan bagi paru-paru, digolongkan ke dalam asphyxiant karena efek utamanya adalah melumpuhkan pusat pernafasan (Soemirat, 2003). North Processing Unit (NPU) adalah fasilitas milik PT. Pertamina Hulu Mahakam, Oily Water Treatment Platform (OWTP) adalah salah satu bagian dari proses yang ada di NPU, unit flotator pada 29 Oktober 2017 menunujukkan nilai konsentrasi hidrogen sulfida sebesar 14 ppm (nilai ambang batas sebesar 1 ppm, Permenakertrans Nomor PER. 13/MEN/X/2011). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui paparan hidrogen sulfida di lingkungan kerja studi kasus pada pekerja PT. Pertamina Hulu Mahakam. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner terkait hidrogen sulfida. Berdasarkan data pengukuran pada unit flotator 22 Juni 2018 sebesar 7 ppm. Berdasarkan hasil perhitungan,  pekerja yang mencium bau hidrogen sulfida di area kerja OWTP sebesar 86,7% pada kategori risiko rendah, pekerja yang merasa terganggu oleh bau hidrogen sulfida sebesar 73,3% pada kategori risiko sedang, pekerja dengan keluhan mata pedih/ mata berair/ batuk sebesar 56,7% pada kategori risiko rendah dan 43,3% pada kategori risiko sedang, tingkat pengetahuan hidrogen sulfida pekerja sebesar 76,7% pada kategori baik.Hydrogen sulfide is an irritant for the lungs, classified as an asphyxiant because the main effect is to paralyze the respiratory centre (Soemirat 2003). The North Processing Unit (NPU) is a facility owned by PT. Pertamina Hulu Mahakam, Oily Water  Treatment Platform (OWTP) is one part of the NPU process, flotator unit on the 29 October 2017 showed the value of hydrogen sulfide concentration of 14 ppm ( threshold value of 1 ppm, Permenakertrans Nomor PER. 13/MEN/X/2011). The purpose of the study was to find out hydrogen sulfide exposure in the work environment of case studies on PT. Pertamina Hulu Mahakam workers. This is done by giving a hydrogen sulfide related questionnaire. Based on the measurement data on the 22 June 2018, flotator unit of 7 ppm. Based on the calculation results, workers who smell hydrogen sulfide in the OWTP work area are 86,7% in the low- risk category, workers who are disturbed by the smell of hydrogen sulfide is 73,3% in the medium risk category, workers with painful eye complaints/ watery eyes/ cough of 56,7% in the low-risk category and 43,4% in the medium risk category, the level of knowledge of hydrogen sulfide workers was 76,7% in the good category

    51

    full texts

    58

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Media Publikasi Ilmiah Fakultas Vokasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Universitas Balikpapan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇