AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian
Not a member yet
115 research outputs found
Sort by
Penetapan Dosis Tepung Daun Cengkeh untuk Mengendalikan Hama Gudang Kacang Hijau (Callosobruchus Maculatus Fabricius.)(Coleoptera : Bruchidae) pada Suhu Penyimpanan yang Berbeda: Penetapan Dosis Tepung Daun Cengkeh untuk Mengendalikan Hama Gudang Kacang Hijau (Callosobruchus Maculatus Fabricius.)(Coleoptera : Bruchidae) pada Suhu Penyimpanan yang Berbeda
Callosobruchus maculatus is a postharvest pest in storage that causes the decrease in quality of green beans. One of control technique that can be done by using clove leaf flour as a botanical insecticide at different storage temperature. The purpose of this study was to know the effect of various clove leaf doses, to know the effect of storage temperature and interaction between various doses with different storage temperatures in controlling C. maculatus. This research used the experimental method with Split Plot design which consists of 3 levels main plot and 5 levels of subplot. Each treatment has 3 replications.. The results showed that the difference of dose and temperature as well as interaction both had a very significant effect on the number of eggs, the number of imagoes and the percentage of seed damage. Water content increased at temperatures ± 15 ºC and decreased at temperatures ±35ºC. The conclusion of this research is clove leaf flour gave effect to mortality of pest C. maculatus, storage temperature effect on mortality of pest C. maculatus, clove leaf dose 5 g per 100 g green beans and storage temperature ± 15 ºC is the best combination in controlling pest C. maculatus on green beans.Callosobruchus maculatus merupakan hama pascapanen di penyimpanan yang menyebabkan penurunan kualitas kacang hijau. Salah satu upaya pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan tepung daun cengkeh sebagai insektisida nabati pada suhu penyimpanan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis tepung daun cengkeh, mengetahui pengaruh suhu penyimpanan dan interaksi antar berbagai dosis dengan suhu penyimpanan yang berbeda dalam mengendalikan C. maculatus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen Rancangan Split Plot yang terdiri main plot 3 perlakuan dan sub plot 5 perlakuan. .Setiap perlakuan terdapat 3 ulangan. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan dosis dan suhu serta interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah telur, jumlah imago dan persentase kerusakan biji. Kadar air mengalami peningkatan pada suhu ±15 ºC dan penurunan pada suhu ±35 ºC. Kesimpulan penelitian ini adalah tepung daun cengkeh memberi pengaruh terhadap mortalitas hama C. maculatus, suhu penyimpanan berpengaruh tehadap mortalitas hama C. maculatus, dosis tepung daun cengkeh 5 g per 100 g kacang hijau dan suhu penyimpanan ±15 ºC merupakan kombinasi terbaik dalam mengendalikan hama C. maculatus pada biji kacang hija
Pengujian Berbagai Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Kondisi Cekaman Fe2+ Di Lahan Pasang Surut: Pengujian Berbagai Varietas Padi (Oryza sativa L.) terhadap Kondisi Cekaman Fe2+ Di Lahan Pasang Surut
The developing plant cultivation at tidal land has constrained related to Fe2+ stressing which inhibits its growth and production. These study objectives are to identify growth characteristics and production capacity of some rice varieties as well as to find out the variety that tolerance to the Fe2+ stress at tidal land. The method of the study is Single Group Randomized Design with 20 varieties with three times of repetition. Advanced test with LSD 5%. Treatment with application 20 rice varieties, namely; Towuti, Siam Unus, Mashuri, Mekongga, Ciherang, Cilamaya Muncul, Pokalli, IR 64, Siak Raya, Inpari 30, Inpara 1, Limboto, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpara 8, Inpara 9 dan Awan Kuning. The results of the study show that root length, number of sampling, the weight of grain per plot highly significant deference toward observed parameters. The Varieties Mashuri, Mekongga, Towuti, Siam Unus dan Awan Kuning were the response to hight tolerance Fe2+ stress condition at tidal land.Pengembangan budidaya tanaman di lahan pasang surut memiliki kendala cekaman Fe2+ yang menjadi faktor pembatas pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik pertumbuhan dan kemampuan produksi dari varietas padi di lahan pasang surut serta untuk mendapatkan varietas yang toleran terhadap cekaman Fe2+ di lahan pasang surut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal dengan 20 perlakuan varietas yang diulang sebanyak 3 kali. Uji lanjut menggunakan uji BNT 5%. Perlakuan yang diaplikasikan adalah 20 varietas padi yang meliputi varietas Towuti, Siam Unus, Mashuri, Mekongga, Ciherang, Cilamaya Muncul, Pokalli, IR 64, Siak Raya, Inpari 30, Inpara 1, Limboto, Inpara 3, Inpara 4, Inpara 5, Inpara 6, Inpara 7, Inpara 8, Inpara 9 dan Awan Kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang akar, jumlah anakan, bobot gabah per plot dan bobot basah malai berpengaruh sangat nyata terhadap parameter yang diamati. Varietas Mashuri, Mekongga, Towuti, Siam Unus dan Awan kuning memiliki tingkat toleran yang tinggi pada lahan yg cengkaman Fe nya tinggi dilahan pasang surut dibanding dengan varietas lainnya
Karakterisasi Karakter Fisiologi Genotipe-Genotipe F2 Padi Ketan dengan Kemampuan Recovery Setelah Infeksi Tungro: Karakterisasi Karakter Fisiologi Genotipe-Genotipe F2 Padi Ketan dengan Kemampuan Recovery Setelah Infeksi Tungro
Tungro virus is one of the rice diseases which become one of limiting factors for rice production in Indonesia. The effective control can be done by using and rotation of resistant varieties. In order to develop tungro resistant varieties, hybridization has been conducted between susceptible (Ketonggo) and resistant variety (Utri Merah and ARC12596) i.e., Ketonggo x Utri Merah and Ketonggo x ARC12596. The main objective of the study was to characterize the physiological response of recovery genotypes group when compared to resistant genotypes. The genetic materials were F2 progenies of Ketonggo x Utri Merah and Ketonggo x ARC12596, each 230 genotypes. The experiment was conducted at BB Padi and Experimental Station of Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. Virus transmission was done using forced-tube inoculation method and symptoms scoring based on a standard evaluation system for rice. Traits observed were chlorophyll content, number of stomatal conductance, and quantum photosynthetic efficiency. The comparison of those traits between genotypes with recovery ability with those of resistant genotypes, susceptible genotypes, resistant variety check, and susceptible variety check was evaluated. It is found that recovered genotypes from both crossings did not show significant differences with those of resistant genotypes or resistant check variety on the above traits observed. Genotypes group with recovery ability can be used to suppress the spread of tungro disease.Penyakit pada padi, salah satunya tungro masih menjadi pembatas utama produksi padi di Indonesia. Pengendalian efektif dapat dilakukan melalui penggunaan dan pergiliran varietas tahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fisiologi genotipe-genotipe yang mengalami recovery setelah serangan tungro dibandingkan dengan genotipe-genotipe tahan. Penelitian dilakukan pada dua populasi generasi kedua persilangan Ketonggo x Utri Merah dan Ketonggo x ARC12596 masing-masing 230 genotipe di rumah kaca BB Padi dan Kebun percobaan Universitas Padjadjaran. Inokulasi virus pada tanaman dilakukan dengan menggunakan forced-tube inoculation dan skoring gejala berdasarkan sistem evaluasi standar untuk padi. Pengamatan kandungan klorofil, jumlah konduktansi stomata, dan kuantum efisiensi fotosintesis dilakukan dengan membandingkan antara grup genotipe recovery dengan grup genotipe tahan dan grup genotipe rentan, serta varietas cek tahan, dan varietas cek rentan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum genotipe-genotipe recovery dari persilangan Ketonggo x Utri Merah tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan dengan genotipe tahan maupun cek tahan pada pengamatan kandungan klorofil, konduktansi stomata, dan kuantum efisiensi fotosintesis. Hasil yang sama juga diperoleh untuk persilangan Ketonggo x ARC12596. Genotipe-genotipe yang mengalami recovery dari kedua persilangan memiliki morfologi dan fisiologi yang sama baiknya dengan genotipe tahan dan cek tahan sehingga dapat digunakan untuk menekan penyebaran penyakit tungro
Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Galur-Galur Sawi (Brassica juncea L.): Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Karakter Agronomi Galur-Galur Sawi (Brassica juncea L.)
The objective of this research was study genetic variability, heritability, and select the appearance of superior agronomic character genotypes in 57 Indian mustard for use in raw materials of consumption and industrial. This research was conducted at Seed Bank and Nursery, Agrotechno Park Brawijaya University, Jatikerto Village, Malang Regency in December 2018 - April 2019. The method used for this research was an augmented design. The treatment given was 60 genotypes of Indian mustard which consisted of 57 tested genotypes and 3 varieties as checks. The tested genotype will be spread into 5 blocks, while the three varieties of checks will be planted on each block, so there are 72 experimental units. The observation variables of agronomic characters consisted of 15 qualitative characters and 24 quantitative characters. Wide variability is found in the character of seeds per pod, number of pods per plant, and fresh weight. High heritability was found in the character of cotyledons, number of leaf consumption, fresh weight, age of seed harvest, number of pods per plant, length of pods, width of pods, and number of seeds per pod. There are Indian mustard which have superior characteristics for raw materials of consumption and industry.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari variabilitas genetik, heritabilitas, dan menyeleksi penampilan genotipe karakter agronomi unggul pada 57 galur sawi untuk digunakan dalam bahan baku konsumsi dan industri. Penelitian ini dilaksanakan di Seed Bank and Nursery, Agrotechno Park Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 – April 2019. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Perlakuan yang diberikan adalah 60 genotipe sawi yang terdiri dari 57 genotipe yang diuji dan 3 varietas sebagai cek. Genotipe yang diuji akan disebar kedalam 5 blok, sedangkan tiga varietas cek akan ditanam pada setiap blok, sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Variabel pengamatan karakter agronomi terdiri dari 15 karakter kualitatif dan 24 karakter kuantitatif. Variabilitas yang luas terdapat pada karakter biji per polong, jumlah polong per tanaman, dan berat segar. Heritabilitas tinggi terdapat pada karakter panjang kotiledon, jumlah daun konsumsi, berat segar, umur panen benih, jumlah polong per tanaman, panjang polong, lebar polong, dan jumlah biji per polong. Terdapat galur-galur sawi yang mempunyai karakter unggul untuk bahan baku konsumsi dan industri
Peningkatan Mutu Fisiologis Benih Padi Lokal Jambi melalui Invigorasi: Peningkatan Mutu Fisiologis Benih Padi Lokal Jambi melalui Invigorasi
Seed decline is a certain occurrence. Local rice variety planting by farmers generally uses seeds from the previous crop and has been stored for a long time before being replanted. This study aimed to determine the optimal hydropriming invigoration material in improving the physiological quality of some Jambi local rice varieties. The treatment was applied to factorial complete randomized design with 3 replications. 1st factor was rice varieties: Padi Karya, Kuning Betung, Kuning Kerinci, and Gadis Jambi. 2nd factor was invigoration consisting of control (aqua dest), red onion solution and a solution of young coconut water. A total of 30 seeds for each experimental unit were soaked for 24 hours. Seeds were planted on moist filter paper media according to a test method on paper. Results showed that there were no significant interactions between varieties and invigoration on the germination of local rice seeds tested. The invigoration treatment using coconut water significantly affected root length, plumula length, normal sprout length, and local rice vigor index. Kuning Betung variety provides the best response to invigoration. Invigoration treatment is an effort to improve seed performance to reduce the risk of failure on field plantation, expected to have the implications for increasing rice production.Kemunduran benih merupakan suatu peristiwa yang pasti terjadi. Penanaman padi lokal oleh petani umumnya menggunakan benih yang berasal dari sisa hasil panen sebelumnya dan telah melewati tahap penyimpanan sebelum ditanam kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui materi invigorasi hydropriming yang optimal dalam meningkatkan mutu fisiologis beberapa varietas padi lokal Jambi. Perlakuan diterapkan pada rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 ulangan. Faktor 1 adalah varietas padi: Padi karya, Kuning Betung, Kuning Kerinci dan Gadis Jambi. Faktor 2 adalah invigorasi yang terdiri atas: kontrol (aquadest), larutan bawang merah dan larutan air kelapa muda. Sebanyak 30 butir benih untuk setiap satuan percobaan direndam selama 24 jam. Benih ditanam pada media kertas saring lembab dengan metode uji di atas kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi nyata antara varietas dan invigorasi terhadap perkecambahan benih padi lokal yang diuji. Perlakuan invigorasi menggunakan air kelapa nyata berpengaruh pada panjang akar, panjang plumula, panjang kecambah normal dan indeks vigor padi lokal. Varietas Kuning Betung memberikan tanggapan terbaik terhadap invigorasi. Perlakuan invigorasi merupakan upaya untuk memperbaiki performa benih sehingga mengurangi resiko kegagalan di lapangan, diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan produksi padi
Budidaya Jagung dengan Populasi Tinggi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Lahan di Indonesia: Budidaya Jagung dengan Populasi Tinggi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efisiensi Lahan di Indonesia
This study aims to support technically the use of space by adjusting the spacing and the use of high yielding new CI01, CI02 and CI03 maize varieties jointly developed by corn researchers from China and Indonesia with appropriate cultivation techniques. This experiment was conducted in March 2018 in Kediri, East Java, Indonesia. Planting is carried out in beds using plastic mulch. Planting was designed with a high population using a distance of 14 cm between plants, 2 rows per bed, and zigzag planted to obtain 99,000 plants/ha population. With this method, high yields of 13.35 t / ha for CI01 varieties, 13.72 t / Ha for CI02 varieties, and 12.78 t / Ha for CI03 varieties were obtained. The downy mildew disease rate was the lowest 0.8% in the CI01 variety. Economically, the use of high yield pattern planting methods increases yields by more than 20% and increases economic profit by 15% of the cost of corn production.Penelitian ini bertujuan untuk mendukung secara teknis pemanfaatan ruang dengan mengatur jarak tanam dan penggunaan varietas jagung baru CI01, CI02 dan CI03, berdaya hasil tinggi yang dikembangkan bersama-sama oleh peneliti jagung dari Cina dan Indonesia dengan teknik budidaya yang sesuai. Percobaan ini dilakukan pada Maret 2018 di Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Penanaman dilakukan di bedengan dengan menggunakan mulsa plastik. Penanaman dirancang dengan populasi tinggi menggunakan jarak antar tanaman 14 cm, 2 baris per bedengan, dan ditanam secara zigzag sehingga diperoleh populasi sebanyak 99.000 tanaman/Ha. Dengan metode ini diperoleh hasil tinggi sebesar 13,35 ton/Ha untuk varietas CI01, 13,72 ton/Ha untuk varietas CI02, dan 12,78 ton/Ha untuk varietas CI03. Tingkat serangan penyakit downy mildew hanya berkisar 0,8-2,1% dan serangan terendah pada varietas CI01. Secara ekonomi, penggunaan metode penanaman pola hasil tinggi ini mampu meningkatkan hasil panen lebih dari 20% dan meningkatkan keuntungan ekonomi sebesar 15% dari biaya produksi jagung
Pertumbuhan Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Umur 1 Tahun pada Lahan Bekas Tambang Timah dengan Pemberian Dosis Pupuk Anorganik Tunggal yang Berbeda: Pertumbuhan Tanaman Lada (Piper nigrum L.) Umur 1 Tahun pada Lahan Bekas Tambang Timah dengan Pemberian Dosis Pupuk Anorganik Tunggal yang Berbeda
Many research had been done about pepper cultivation in post tin mining area, but there are still have problems with the growth of pepper plants. This is caused by the rapidly decreasing of nutrients available in the post-tin mining area. This research conducted to know the growth response of one-year-old pepper in post-tin mining area by different single inorganic fertilizer doses. And obtaining single inorganic fertilizer dose which gives the best response to the growth of one-year-old pepper in the post-tin mining area. This research began from January to May 2018 in post tin mining area owned by PT. Timah in Dwi Makmur Village, Merawang, Bangka. This study used a Completely Randomized Design (RBD) with a single factor. The factors used were dosages of Single inorganic fertilizer consist DS0(Urea 105 g, TSP 90 g, KCL 80 g), DS1(Urea 125 g, TSP 110 g, KCL 100 g), DS2(Urea 145 g, TSP 130 g, KCL 120 g), DS3(Urea 165 g, TSP 150 g, KCL 140 g), and DS4(Urea 185 g, TSP 170 g, KCL 160 gr). The single dose of inorganic fertilizer showed no significant effect on each growth of variable in pepper, it is possible that the given dose was not effective to stimulate plant growth.Penelitian tentang budidaya lada pada lahan bekas tambang sudah banyak dilakukan, tetapi masih mengalami kendala pada pertumbuhan tanaman lada. Hal tersebut disebabkan oleh cepat berkurangnnya ketersediaan hara yang mudah hilang pada lahan bekas tambang. Mengetahui respon pertumbuhan lada umur satu tahun di lahan bekas tambang timah dengan pemberian dosis pupuk anorganik tunggal yang berbeda.Memperoleh dosis pupuk anorganik tunggal yang memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan lada umur satu tahun di lahan bekas tambang timah. Penelitian ini dimulai dari bulan Januari sampai bulan Mei 2018 di lahan pasca penambangan timah milik PT. Timah di Dusun Air jangkang, Desa Dwi Makmur, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kengkap (RAK) satu faktor. Faktor yang digunakan adalah pemberian dosis pupuk Anoragnik Tunggal (Urea 105, TSP 90, KCL 80; Urea 125, TSP 110, KCL 100; Urea 145, TSP 130, KCL 120; Urea 165, TSP 150, KCL 140; Urea 185, TSP 170, KCL 160 gram/tanaman). Pemberian dosis pupuk anorganik tunggal menunjukan hasil berpengaruh tidak nyata pada setiap peubah pertumbuhan pada tanaman lada dimungkinkan dosis yang diberikan belum efektif untuk menunjang pertumbuhan tanaman
Korelasi Antara Kandungan Karbohidrat, Protein, dan Lemak dengan Kompatibilitas Grafting Bibit Durian (Durio zibethinus Murr.): Korelasi Antara Kandungan Karbohidrat, Protein, dan Lemak dengan Kompatibilitas Grafting Bibit Durian (Durio zibethinus Murr.)
Durian nurseries can be done using generative and vegetative material sources. Both sources of propagation have their respective weaknesses and strengths. Quality seeds are obtained through a combination of two sources of propagation material that have each of the advantages that can complement each other. The process of merging can be through mini grafting. The mini grafting method in durian nurseries can use side grafting and shoot grafting methods. This study wants to examine the relationship of carbohydrate, protein, and fat content to the successful growth of mini grafting results on durian plants. The research was carried out by analyzing the carbohydrate, protein and fat content in the upper stem which will be used for grafting, as well as observing and measuring the growth process of mini grafting plants. It was concluded that the carbohydrate content of the upper stems gave the highest positive contribution to the increase in the number of shoots followed by the number of leaves, percentage of living grafts, leaf area, leaf area ratio, root canopy ratio, shoot length, and stem diameter. The protein and fat content cannot contribute to the growth even has a tendency to inhibit growth of grafted seeds.Pembibitan Durian dapat dilakukan dengan menggunakan sumber bahan generatif dan vegetatif. Kedua sumber propagasi ini memiliki kelemahan dan kekuatan masing-masing. Bibit berkualitas diperoleh melalui kombinasi dari dua sumber bahan perbanyakan yang memiliki masing-masing kelebihan yang dapat saling melengkapi. Proses penggabungannya bisa melalui mini grafting. Metode mini grafting di pembibitan durian dapat menggunakan cara grafting samping dan grafting pucuk. Penelitian ini ingin mengkaji hubungan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak terhadap keberhasilan pertumbuhan hasil mini grafting pada tanaman durian. Penelitian dilaksanakan dengan menganalisis kandungan karbohidrat, protein dan lemak pada batang atas yang akan digunakan untuk grafting, serta mengamati dan mengukur proses pertumbuhan tanaman hasil mini grafting. Kandungan karbohidrat pada batang atas memberikan kontribusi positif tertinggi terhadap peningkatan jumlah tunas diikuti oleh jumlah daun, luas daun, perbandingan luas daun, perbandingan pupus akar, panjang tunas, dan diameter batang. Kandungan protein dan kandungan lemak tidak dapat berkontribusi pada pertumbuhan bibit okulasi bahkan memiliki kecenderungan untuk menghambat pertumbuhan
Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) dengan Pemberian Teh Kompos Bulu Ayam pada Sistem Hidroponik: Respon Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) dengan Pemberian Teh Kompos Bulu Ayam pada Sistem Hidroponik
Wick system is one of hydroponics system that uses wick asnutrient absorbing media. Chicken feather liquid compost can be used as a substitute for conventional nutrition in pakcoy plant cultivation using hydroponics. This study aims to determine the effect of chicken feather liquid compost and determine the best concentration chicken feather liquid compost on the growth of pakcoy, and to find out the potential of chicken feather liquid compost to replace conventional nutrient solutions in a hydroponic system. This study used completely randomized design (CRD), there were 6 level of treatments which were chicken feather liquid compost concentrations consisting of E0 (1000 ppm Ab-mix), E1 (900 ppm liquid compost ), E2 (800 ppm liquid compost), E3 (700 ppm of liquid compost), E4 (600 ppm of liquid compost), E5 (500 ppm of liquid compost) with 3 replications. The variables observed were plant height, leaf number, leaf color, wet weight and dry weight of plants. The results showed that the nutritional treatment of chicken feather liquid compost had a very significant effect compared to AB-mix, which showed that Ab-mix was superior to the observed variables,ncluding plant height, the number of leaves, leaf colour, wet weight and dry weight of plants. At the first and second week, pakcoy growth was still relatively similar to Ab-mix application. All treatments using compost chicken feather liquid compost could not replace AB-mix nutrient.Wick system merupakan salah satu jenis hidroponik yang menggunakan sumbu sebagai media penyerap nutrisi. Teh kompos bulu ayam dapat dimanfaatkan sebagai pengganti nutrisi konvensional dalam budidaya tanaman pakcoy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teh kompos bulu ayam dan menentukan nilai ppm terbaik pada nutrisi teh kompos bulu ayam terhadap pertumbuhan pakcoy. serta mengetahui penggunaan teh kompos bulu ayam untuk dapat mengantikan larutan hara konvensional pada sistem hidroponik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. terdapat 6 taraf perlakuan yang merupakan konsentrasi nutrisi teh kompos bulu ayam yang terdiri dari E0 (1000 ppm Ab-mix). E1 (900 ppm teh kompos). E2 (800 ppm teh kompos). E3 (700 ppm teh kompos). E4 (600 ppm teh kompos). E5 (500 ppm teh kompos) dengan 3 ulangan. Peubah yang diamati yaitu adalah tinggi tanaman. jumlah daun. warna daun. berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan nutrisi teh kompos bulu ayam berpengaruh sangat nyata jika dibandingkan dengan Ab-mix yang menunjukan Ab-mix lebih superior terhadap peubah yang diamati. meliputi tinggi tanaman. jumlah daun. warna daun. berat basah dan berat kering tanaman. Namun pada minggu pertama dan kedua pertumbuhan pakcoy masih relatif sama antar perlakuan. Semua perlakuan dengan menggunakan nutrisi teh kompos bulu ayam belum mampu menggantikan nutrisi konvensional
Pengaruh Pelapisan Kitosan dan Perlakuan Pengemasan Terhadap Masa Simpan Brokoli (Brassica oleracea var. Italica): Pengaruh Pelapisan Kitosan dan Perlakuan Pengemasan Terhadap Masa Simpan Brokoli (Brassica oleracea var. Italica)
The main purpose of this study was to analyze the effect of chitosan concentration as a natural coating material combined with packaging treatment on broccoli. The other purpose was to extend the shelf life and quality of broccoli during storage at low temperatures, by determining the appropriate concentration of chitosan during storage at low temperatures (5°C). The experimental design used in this study was a factorial completely randomized design. The treatment factor for chitosan concentration was control (0%), 0.5%, 1%, and 2%, combined with plastic wrapping and without packaging treatment. Combination of treatments: (1) not coated with chitosan (0%) without packaging treatment, (2) concentration of 0.5% chitosan without packaging treatment, (3) 1% chitosan concentration without packaging treatment, (4 ) 2% chitosan concentration without packaging treatment, (5) not chitosan coated (0%) packed with wrapping plastic, (6) 0.5% chitosan concentration packed with wrapping plastic, (7) 1% chitosan concentration packed with wrapping plastic, (8) 2% chitosan concentration is packed with plastic wrapping. The results showed that the coating treatment concentrations of 0.5% chitosan and 1% combined with platinum wrapping packaging treatments stored at low temperatures, were able to provide the best results to extend the shelf life of broccoli.Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi kitosan sebagai bahan pelapis alami yang dikombinasikan dengan perlakuan pengemasan pada brokoli. Tujuan lainnya adalah untuk memperpanjang umur simpan dan kualitas brokoli selama penyimpanan pada suhu rendah, dengan menentukan konsentrasi kitosan yang tepat selama penyimpanan pada suhu rendah. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor perlakuan untuk konsentrasi kitosan adalah kontrol (0%), 0,5%, 1% dan 2% yang dikombinasikan dengan perlakuan pengemasan plastik wrapping dan tanpa perlakuan pengemasan yang disimpan pada suhu rendah (5° C). Kombinasi perlakuan yaitu: (1) tidak dilapisi kitosan (0%) tanpa perlakuan pengemasan, (2) konsentrasi kitosan 0,5% tanpa perlakuan pengemasan, (3) konsentrasi kitosan 1% tanpa perlakuan pengemasan, (4) konsentrasi kitosan 2% tanpa perlakuan pengemasan, (5) tidak dilapisi kitosan (0%) dikemas dengan plastik wrapping, (6) konsentrasi kitosan 0,5% dikemas dengan plastik wrapping, (7) konsentrasi kitosan 1% dikemas dengan plastik wrapping, (8) konsentrasi kitosan 2% dikemas dengan plastic wrapping. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pelapisan konsentrasi kitosan 0,5% dan 1% yang dikombinasikan dengan perlakuan pengemasan platik wrapping yang disimpan pada suhu rendah, mampu memberikan hasil yang paling baik untuk memperpanjang umur simpan brokoli