Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone
Not a member yet
1882 research outputs found
Sort by
Islam dan Keragaman: Isu Mayoritas dan Minoritas Beragama
This study discusses Islam and Diversity, which aims to describe the issue of religious majorities and minorities. The Qur'an provides guidance in responding to religious diversity, the importance of maintaining an attitude of tolerance, and mutual respect among human beings. The relationship between the majority and the minority has complex dynamics, where Muslims in Indonesia are often considered to have a dominant influence in social, political, and cultural aspects. Meanwhile, minority communities often face challenges in the form of marginalization, discrimination, and difficulties in practicing their beliefs freely. Therefore, it is important for the majority group to create an inclusive space and protect the rights of minorities, while minorities strive to participate in the decision-making process. Through interfaith dialogue and education based on tolerance, it is hoped that relations between religious communities can be more harmonious, building a just and peaceful society.   Kajian ini membahas tentang Islam dan Keragaman, yang bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai isu mayoritas dan minoritas beragama. Al-Qur’an memberikan petunjuk dalam menyikapi keberagaman beragama, pentingnya menjaga sikap toleransi, dan saling menghormati antar umat manusia. Relasi antara mayoritas dan minoritas memiliki dinamika yang kompleks, dimana umat Islam di Indonesia, sering kali dianggap memiliki pengaruh dominan dalam aspek sosial, politik, dan budaya. Sementara itu, komunitas minoritas sering menghadapi tantangan berupa marginalisasi, diskriminasi, dan kesulitan dalam menjalankan keyakinan mereka secara bebas.  Oleh karena itu, penting bagi kelompok mayoritas untuk menciptakan ruang inklusif dan melindungi hak-hak minoritas, sambil minoritas berupaya untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Melalui dialog antaragama dan pendidikan yang berbasis toleransi, diharapkan hubungan antar umat beragama dapat terjalin lebih harmonis, membangun masyarakat yang adil dan damai
Analisis Implementasi Manajemen Keuangan Syariah Pada UMKM Di Kabupaten Bone
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh UMKM Warung Makan Selera Nelayan dalam pengelolaan keuangan serta mengeksplorasi strategi manajemen keuangan yang efektif berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study), yang melibatkan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pemilik warung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemilik warung telah menerapkan beberapa prinsip dasar manajemen keuangan konvensional seperti perencanaan anggaran dan pencatatan manual, masih terdapat kebutuhan untuk perbaikan dalam aspek pencatatan, pelaporan, dan pengendalian keuangan. Selain itu, prinsip-prinsip keuangan syariah juga telah diimplementasikan, seperti penekanan pada pelayanan di waktu syuruq dan konsep “Meja VIP†untuk inklusi sosial. Studi ini merekomendasikan penggunaan sistem aplikasi untuk pencatatan transaksi, pelatihan manajemen keuangan, serta penguatan integrasi prinsip-prinsip keuangan syariah dalam operasional bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha
What Is The Process Of Resolving Disputes In International Business Law?
The complex global business landscape often creates conflict between entities, highlighting the need for efficient dispute-resolution mechanisms. Increased competition between countries can result in disputes that require immediate attention and require careful consideration of the structure of international and national communities. The importance of dispute resolution mechanisms is visible in the complexity of international business activities. This research aims to deepen a more essential understanding of alternative dispute resolution mechanisms in international business law. This objective is achieved by stating two research questions: the scope of resolving trade disputes and the alternative resolutions for international trade disputes. This is comparative qualitative research carried out in the literature concerning a normative juridical approach. Data was collected by searching relevant literature and legal materials for normative qualitative analysis. This research found that two types of disputes are commonly encountered in the legal process: disputes that are legal or can be resolved and conflicts that are political or cannot be resolved. Alternative Dispute Resolution (ADR) stands out for its effectiveness and efficiency in dispute resolution law. ADR aligns with the evolving dynamics of global trade, providing a valuable tool for managing disputes between business entities. Alternative. At least three alternative dispute resolution options can be chosen: (i) Resolving international trade disputes through mediation; (ii) Resolving international trade disputes through the World Trade Organization (WTO); Resolving disputes in international business through arbitration. This research suggests that it would be best to consider alternatives for resolving trade disputes according to the case's complexity level
BIMBINGAN KARIR DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM IAIN BONE
Penelitian ini merupakan penelitian tentang bimbingan karir dalam pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (HM-PS BPI) yang bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana bimbingan karir dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan, pemahaman diri, dan pengembangan karir bagi mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Sumber data dalam penelitian ini adalah Badan Pengurus Harian (BPH) Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (HM-PS BPI) tahun 2023 dan peserta pelatihan Training Of Counselor (TOC) sebagai sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dangan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Bimbingan karir disajikan dalam bentuk program kerja berupa pelatihan yang bernama Training Of Counselor (TOC) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dan mengembangkan kapasitas sumber daya manusia. Hal tersebut dilihat bahwa Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (HM-PS BPI) merupakan organisasi yang masih baru sehingga kualitas dan kuantitas sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan dan membutuhkan upaya dalam pengembangan kapasitas. Adapun hasil dari penelitian yaitu dengan terlaksananya layanan bimbingan karir melalui program kerja pelatihan, terdapat beberapa peningkatan seperti pengetahuan tentang karir yang selaras dengan program studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan peningkatan keterampilan peserta yang sudah mampu melakukan layanan konseling sebaya terhadap teman-temannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa bimbingan karir dapat mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (HM-PS BPI)
MAQĀṢID AZ-ZUWĀJ ASY-SYARʿIYYAH; DIRĀSATUN LI-AHAMM MAQĀṢID AZ-ZAWĀJ AL-AṢLIYYAH WA AT-TABAʿIYYAH
The essence of Islamic law lies in promoting and fulfilling the well-being of people while preventing and minimizing harm in their religious and worldly affairs. Therefore, understanding the objectives of Sharia in the institution of the family is crucial and urgent, especially given the immense challenges faced by Muslim societies today. The primary path to family formation is marriage, which, according to the Quran, is not merely a means for preserving the human race but also a way to achieve psychological reassurance, inner peace, and emotional tranquility. Islam places great emphasis on the family, providing care and guidance, and outlining the paths that enable it to fulfill its roles in building a strong society characterized by righteousness, justice, love, compassion, harmony, and happiness. To delve deeper into this topic, this study employed a qualitative research methodology, relying on primary sources from the Quran and Sunnah, and secondary sources from books of Tafsir (Quranic exegesis), Fiqh (Islamic jurisprudence), and Usul al-Fiqh (principles of Islamic jurisprudence). When God Almighty connects marriage to the sexual instinct, it is not merely for the fulfillment of desire, but rather to achieve higher purposes, such as establishing the family as the foundation of society and raising children according to the wise principles of Sharia. Therefore, God has established pillars and conditions for marriage, along with objectives and goals. When these are observed, marriage fulfills its positive impacts on various aspects of society. However, neglecting these objectives disrupts the intended purpose of marriage, leading to dysfunction, marital and social problems, and a deviation from the purity, love, and serenity that are desired for life. These problems can only be addressed by preserving, caring for, and upholding the true objectives of marriage.
إن الشريعة الإسلامية لها روح وهي جلب مصالح العباد وتكميلها، ودفع المفاسد عنهم وتقليلها في دينهم ودنياهم، ومن هنا فإن الكشف عن مقاصد الشريعة في مؤسسة الأسرة أمر ضروري وملح، تزداد الحاجة إليه في ظل التحديات الهائلة التي تعيشها المجتمعات المسلمة قاطبة. والسبيل الأول لتكوين الأسرة هو نظام الزواج الذي يعد في حكم القرآن ليس وسيلة لحفظ النوع الإنساني فقط، بل هو فوق ذلك وسيلة للاطمئنان النفسي والهدوء القلبي والسكن الوجداني، ولما كان الأمر كذلك اهتم الإسلام بالأسرة وأحاطها برعايته وعنايته، ورسم لها السبل التي تؤهلها للقيام بمهامها في بناء مجتمع قوي يسوده الصلاح والعدل، وتنتشر فيه روح المودة والمحبة والألفة، وترفرف عليه أعلام السعادة والهناء .وللتعمق في هذا الموضوع، اعتمدت هذه الدراسة على منهجية البحث المكتبي، بالاعتماد على مصادر أولية من القرآن الكريم والسنة النبوية، ومصادر ثانوية من كتب التفسير والفقه وأصول الفقه وحينما يربط الله تعالى الزواج بغريزة الجنس لم يكن ليقصد مجرد قضاء الشهوة، بل قصد أن يكون على النحو الذي يحقق تلك المقاصد العظيمة المتمثلة في تكوين الأسرة عمادِ المجتمع، وتربية الأبناء وفق قواعد الشرع الحكيم، فلذلك تجده سبحانه جعل للزواج أركانا وشروطا لا يتحقق بدونها، كما جعل له مقاصد وأهدافا وغايات إذا روعيت حقق آثاره في المجتمع في شتى مناحي الحياة، وإذا أهملت تلك المقاصد أو أخل بها لم يتحقق المعنى المقصود من الزواج، وتعطلت الحياة واضطربت، وظهرت المشكلات الزوجية والاجتماعية، وتزداد هذه المشكلات على حسب ما يهمل من تلك المقومات والمقاصد، ولا يمكن علاجها والعودة بالحياة إلى ما يرجى لها من طهر وود وصفاء، إلا بالحفاظ على تلك المقاصد والعناية بها ورعايتها حق رعايته
PENGARUH KINERJA GURU MATA PELAJARAN FIKIH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH BANDAR
Abstract This study aims to determine the effect of fiqh teacher performance on student learning outcomes at Madrasah Aliyah Muhammadiyah Bandar, This research is motivated by the existence of several teachers whose performance is still relatively low. Fiqh is one of the elements of religion that is furu'iyah (branch) which is obtained through reasoning or research. The main function of Fiqh lessons is to instill values and awareness of students' worship of Allah SWT. The type of research used in this research is quantitative research using the correlation method that connects the effect of teacher performance on the learning outcomes of the students it teaches. The results showed that the performance of the fiqh teacher was in the moderate performance category, while the student learning outcomes showed 91% of students in the moderate category, 3% in the high category and 6% in the low category, The results of the calculations in this study used simple linear regression analysis as well as from the results of the calculation there was an influence between the performance of the Jurisprudence teacher on student learning outcomes by 18.8% while 86.2% was influenced by other variables besides the teacher performance variable
IMPLEMENTASI EUGENETIKA SEBAGAI ALASAN ABORSI MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
This research discusses the concept of Eugenics, the factors that encourage the application of Eugenics as a reason for abortion, the impact of the application of Eugenics, as well as the view of Islamic law towards the application of eugenics as a reason for abortion. The research method used is qualitative using a normative and sociological approach. The data used in the research is secondary data sourced from primary legal materials and secondary legal materials. The research results show that the concept of eugenics is one of the reasons for the practice of abortion or termination of pregnancy to avoid the birth of babies with defects or genetic diseases. The justification for the practice of eugenics is to obtain normal offspring. Eugenics has an impact on the mother's physical and mental health. In Islam, a fetus is not yet fully categorized as a human being, but in some legal cases such as inheritance, Islam gives the right to the possibility of life. Because a fetus is the beginning of a living human being, a fetus that has been breathed into by God's spirit, then aborted, is considered haram by Islamic scholars. Meanwhile, in Islam there is no clear legal provision for aborting a fetus that has not been given a soul
OTAK RASIONAL, OTAK EMOSIONAL, OTAK SPIRITUAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM
The brain is the human control center, which gives humans the ability to think, move, breathe, and so on. Education is one way to hone brain abilities, the result of various brain performances such as rational, emotional and spiritual intelligence. So far the existing studies only discuss the results of brain work (intelligence) in Islamic education, whereas Scientific brain studies are still rarely explored by researchers. The aim of this research is to complement existing research, to determine the optimization of the rational, emotional and spiritual brain in Islamic education. This research uses qualitative methods with a library research approach. The results of this research discuss optimizing brain performance in Islamic education, because education is a process of training students' rational, emotional and spiritual abilities. Optimizing the brain will be easy if the basic basics of brain anatomy are recognized and understood, then analyzed, then stimulate
KESETARAAN GENDER DAN KEPEMIMPINAN PEREMPUAN PERSPEKTIF AL-QUR’AN; UPAYA KONTEKSTUALISASI AJARAN ISLAM
Persoalan kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan hingga dewasa ini masih menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan dan terus didiskusikan, kendatipun sudah banyak hasil penelitian yang membahas tentang hal itu. Menjadi sesuatu yang urgen untuk terus dilakukan upaya penelitian lebih lanjut dalam hal ini adalah ketika persoalan tersebut dikaitkan dengan dampak negatif yang kerapkali terjadi, seperti misalnya kekesaran dan diskriminasi. Tentu saja, hal-hal yang semacam itu merupakan sesuatu yang harus dihilangkan untuk konteks peradaban manusia dewasa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu konsep kesetaraan gender dan kepemimpinan yang terdapat di dalam nash-nash ajaran Islam, sekaligus untuk melakukan upaya reinterpretasi nash agar dapat menyesuaikan pemahaman yang hidup di dalam teks dengan kehidupan yang berkembang di dalam komunitas masyarakat dewasa ini. Metode penelitian yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah Library Research, dengan menjadikan sumber data Primer, Sekunder dan Tersier sebagai bahan rujukan untuk mengumpulkan data yang kami butuhkan di dalam proses penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nash-nash ajaran Islam secara esensial mengajarkan tentang konsep kesetaraan gender yang harus dijunjung tinggi dan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk menduduki posisi sebagai leader. Pemahaman tersebut tentu saja dihasilkan melalui proses reinterpretasi atas nash-nash yang telah mapan dan pemahaman yang telah eksis hingga dewasa ini, sehingga pada akhirnya yang terjadi adalah kontekstualisasi ajaran Islam itu sendiri. Namun demikian, agar terhindar dari kerancuan sosial dan mendatangkan kemashlahatan, maka dalam hal kepemimpinan perempuan dibatasi pada ranah-ranah sosial-politik yang nota bene terlepas dari ranah-ranah yang bersifat ubudiyah yang sakral
FENOMENA INDEPENDENT WOMAN TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA : STUDI KONDISI KURANGNYA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA KARIR GANDA
Pada dasarnya menikah ialah untuk menata keluarga,, dan setiap keluarga, pastinya memiliki standar keluarga impian dan tentunya ingin mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan dalam suatu hubungan. Memiliki penghasilan yang cukup merupakan salah satu alternatif cara untuk membentuk suatu keluarga yang harmonis. Namun nyatanya hal tersebut juga dapat mengakibatkan retaknya keharmonisan dalam suatu hubungan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah agar mampu mengetahui hubungan komunikasi double role seorang Independent woman yang mengenyam status sebagai istri dalam menjaga keharmonisan di dalam suatu rumah tangga dan karir. Penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenalogi serta teknik analisis data melalui analisi isi. Penelitian ini juga menggunakan metode library research. Paradigma penelitian menggunakan konstruktivisme. Hasil yang diperoleh peneliti ialah bahwa tidak semua perempuan bekerja karena ingin mengembangkan potensi dengan berkarir atau hanya sekedar hobi dan mengisi waktu luang, terdapat pula yang bekerja semata hanya untuk memperoleh penghasilan yang disebabkan karena adanya tuntutan perekonomian, serta adapula yang menjadikan dunia kerja sebagai kekuatan agar tetap mampu bertahan hidup dalam kondisi di atas kaki sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam menjaga keharmonisan suatu keluarga dan karir bagi seorang independent woman dibutuhkan peran ganda serta support sistem atau dukungan anggota keluarga, management waktu antara dunia kerja dan keluarga, serta interaksi dan komunikasi terhadap keluarga dengan relasi di dunia kerja. Wanita karir pun harus menetapkan prioritasnya yang menjadi tanggung jawab serta tujuan agar dapat menjalankan peran ganda tersebut secara adil dan seimbang