74254 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jenis Material Revetment Sungai Batang Kandis Terhadap Elevasi Muka Air
Aliran air yang terus-menerus mengalir dan menghantam tebing sungai merupakan mimpi buruk bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Kandis. Hal ini menjadi keresahan bagi masyarakat karena aliran air akan terus mengikis tebing sungai. Hasil pengikisan ini akan terbawa oleh arus secara perlahan dan kemudian mengendap pada bagian sungai yang kecepatan aliran airnya lebih kecil. Pengendapan yang terus-menerus terjadi akan mengurangi kemampuan sungai untuk mengalirkan air. Hingga sampailah pada suatu waktu ketika sungai tidak dapat lagi mengalirkan air dengan debit yang lebih besar, sehingga terjadilah luapan air dari Sungai Batang Kandis. Erosi yang menyebabkan kerusakan pada tebing Sungai Batang Kandis merupakan masalah yang harus segera ditangani oleh pemerintah setempat sebagai solusi untuk penanggulangan dari permasalahan banjir yang kerap kali terjadi pada Sungai Batang Kandis. Untuk mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya, sungai harus dinormalisasi dengan melakukan pengerukan pada bagian-bagian sungai yang mengalami pengendapan material-material yang terbawa oleh aliran air. Selain itu, tebing sungai juga perlu ditangani agar salah satu penyebab dari masalah banjir di Sungai Batang Kandis dapat terselesaikan dengan baik. Membuat pelindung sungai atau revetment sungai merupakan salah satu upaya yang sering diterapkan untuk menanggulangi masalah erosi pada tebing sungai. Revetment sungai akan melindungi tebing sungai dari gerusan yang sebelumnya sering terjadi dan akan mengendalikan arah aliran sungai sehingga mencegah terjadinya perubahan bentuk alur sungai. Pemilihan jenis material revetment sungai tergantung dari perencanaan dan kondisi sungai yang akan diperbaiki. Selain memberikan perlindungan pada tebing sungai, revetment sungai juga dapat mengendalikan kecepatan aliran yang akan melaluinya. Karena kekasaran dari material revetment berkaitan erat dengan kecepatan aliran sungai. Semakin kasar permukaan revetment, maka gesekan yang terjadi antara air dengan material revetment semakin besar, hingga kecepatan air akan berkurang dan elevasi air meningkat. Revetment Sungai Batang Kandis terbuat dari material batu boulder yang disusun. Untuk membuktikan apakah batu boulder yang memiliki permukaan kasar menjadi solusi terbaik dalam menurunkan elevasi muka air Sungai Batang Kandis, maka hal ini perlu dibuktikan dengan membandingkan antara batu boulder dengan jenis revetment lain yang memiliki nilai kekasaran berbeda
Pertanggungjawaban Pidana Notaris Sehubungan Dengan Pembuatan Covernote (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 5710k/Pid.Sus/2023)”
Notaris merupakan seorang pejabat umum yang memiliki kewenangan khusus yang diatur dalam undang-undang khusus, yaitu Undang-Undang Jabatan Notaris. Notaris memiliki kewenangan untuk membuatkan akta dan Notaris juga berwenang untuk membuatkan akta terkait pertanahan. Terseretnya Notaris Elviera atas penyertaan tindak pidana korupsi karena telah menerbitkan covernote dalam proses pencairan kredit yang diajukan oleh PT. KAYA di Bank BTN Cabang Medan, dimana covernote tersebut menerangkan bahwa Notaris Elviera telah menerima 93 SHGB yang akan menjadi agunan kredit, padahal kenyataannya dari 93 SHGB yang akan dibalik nama dan diletakkan hak tanggungan, hanya 5 SHGB yang dibaliknamakan atas nama PT. KAYA dan dilekatkan dengan hak tanggungan. Sedangkan sisanya tidak dilakukan balik nama dan tidak pula dilekatkan hak tanggungan karena PT. KAYA (debitur) tidak menyetor BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan PPh (Pajak Penghasilan) sebagai syarat untuk balik nama untuk selanjutnya dilekatkan dengan hak tanggungan, dimana proses balik nama dan melekatkan dengan hak tanggungan adalah tanggungjawab dari terdakwa Elviera selaku Notaris/PPAT yang mempunyai kontrak kerja dengan Bank BTN Cabang Medan. Sehingga atas peran Notaris Elviera yang menerbitkan covernote untuk proses pencairan kredit tersebut menurut majelis hakim dapat diklasifikasikan memberikan bantuan untuk terjadinya tindak pidana korupsi. Membuat janggal penulis dalam kasus yang melibatkan Notaris Elviera tersebut adalah karena pokok persoalan tidak dilakukannya balik nama dan diletakkannya hak tanggungan dalam perkara tersebut karena PT. KAYA (debitur) tidak mau membayar BPHTB dan pajak terkait, padahal ia telah menerima dan menikmati fasilitas kredit dari Bank BTN Cabang Medan sejumlah Rp.39.500.000.000,00 (tiga puluh sembilan miliar lima ratus juta rupiah). Sehingga pertanyaannya 1. Bagaimana kepastian hukum covernote yang dibuat oleh Notaris terhadap pihak dalam transaksi kredit perbankan. 2. Bagaimana Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap Notaris yang membuat covernote dalam perjanjian kredit (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor: 5710k/Pid.Sus/2023). Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan masalah Yuridis Normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan Undang-undang (statue approach). Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Untuk teori yang digunakan adalah teori tanggungjawab hukum, toeri kepastian hukum dan teori perlindungan hukum. Hasil dari rumusan masalah pertama, covernote tidak mempunyai kepastian hukum karena tidak ada satupun pasal atau ayat yang menjelaskan bahwa Notaris membuat atau menerbitkan covernote sebagaimana diatur dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 atas perubahan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris mengenai kewenangan Notaris. Kedua, Pertimbangan Hakim dalam kasus Elviera sebaiknya mempertimbangkan Aspek Non-Yuridis, yang menjadi dasar pertimbangan hakim, berguna untuk mengkaji latar belakang sosioal seperti pendidikan, lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan, serta mengetahui motif terdakwa mengapa terdakwa melakukan suatu tindak pidana
EKSPLORASI BUFFER DAN KONSENTRASI OPTIMAL VITAMIN C SERTA GLUTATHIONE DALAM PENGENCER UNTUK MENJAGA KUALITAS SEMEN CAIR ENTOK (Cairina Moschata)
Peningkatan kualitas semen entok (Cairina moschata) sangat penting untuk mendukung keberhasilan inseminasi buatan (IB) serta perbaikan genetik unggas lokal. Namun, kualitas spermatozoa sering menurun akibat stres oksidatif selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengencer yang paling efektif serta konsentrasi antioksidan optimal dalam mempertahankan kualitas semen selama penyimpanan dingin. Pada tahap pertama, empat jenis buffer BPSE, Ringer’s Lactate (RL), PBS, dan NaCl diuji menggunakan rancangan split plot dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil menunjukkan bahwa RL merupakan buffer paling efektif karena mampu mempertahankan motilitas, viabilitas, dan longivitas spermatozoa lebih baik dibandingkan pengencer lainnya. Pada tahap kedua, RL digunakan untuk menguji pengaruh penambahan glutathione dan vitamin C dengan konsentrasi 0,1; 0,2; 0,3; dan 0,4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi antioksidan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kualitas semen. Konsentrasi terbaik diperoleh pada 0,1 mM glutathione dan 0,1 g vitamin C, yang mampu mempertahankan motilitas dan viabilitas tertinggi serta menekan abnormalitas dan kerusakan membran plasma setelah penyimpanan 72 jam. Kesimpulannya, Ringer’s Lactate merupakan pengencer paling efektif untuk semen entok, dan penambahan 0,1 mM glutathione serta 0,1 g vitamin C memberikan perlindungan optimal untuk mendukung program IB pada unggas lokal
Pengaruh Lama Pemeraman Dan Pemakaian Aditif Pada Ensilase Onggok Terhadap Kadar HCN, Protein Kasar, Dan Bahan Organik
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh dari lama pemeraman dan pemakaian aditif terhadap kadar HCN, protein kasar, dan bahan organik dari ensilase onggok. Materi pada penelitian ini menggunakan onggok, urea, dan kapur aktif. Metode dalam penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor A (lama pemeraman) terdiri dari, T1 (3 hari), T2 (5 hari), dan T3 (7 hari). Faktor B (pemakaian aditif) terdiri dari P0 (tanpa perlakuan), P1 (pemakaian urea), dan P2 (pemakaian kapur aktif). Peubah yang diamati yaitu kadar HCN, protein kasar, dan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi berbeda sangat nyata (P0,05) terhadap bahan organik. Hasil uji DMRT menunjukkan bahwa perlakuan T3P1 memberikan kadar HCN terendah dan kadar protein kasar serta bahan organik tertinggi dari perlakuan lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah lama pemeraman 7 hari dengan pemakaian bahan aditif urea dapat memberikan hasil terbaik dan diperoleh kadar HCN 27,14 ppm, protein kasar 12,69 % dan bahan organik 99,56 %
ANALISIS PENGARUH ADVANCED ENCRYPTION STANDARD COUNTER TERHADAP RESPON SISTEM ONLINE PID PADA KENDALI POSISI SUDUT MOTOR DC
Penelitian ini mengembangkan sistem kendali posisi sudut motor DC secara daring dengan memanfaatkan pengendali PID berbasis Node.js dan komunikasi dua arah melalui jaringan TCP serta UDP. Arsitektur sistem melibatkan dua unit komputer, yaitu sisi controller yang menjalankan proses pengendalian dan visualisasi web, serta sisi driver yang mengatur pergerakan motor menggunakan modul L298N dan perangkat LabJack T7. Untuk mengamankan transmisi data, algoritma enkripsi AES-CTR diimplementasikan karena kemampuannya dalam melakukan enkripsi paralel dengan efisiensi tinggi, cocok untuk sistem real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penerapan enkripsi memberikan pengaruh terhadap karakteristik respon sistem. Sebagai contoh, pada komunikasi TCP dengan setpoint 360°, delay meningkat dari 0,389 detik menjadi 0,450 detik, dan settling time bertambah dari 0,877 detik menjadi 1,113 detik. Di sisi lain, komunikasi UDP menunjukkan perubahan yang lebih minim, seperti peningkatan delay dari 0,329 detik menjadi 0,389 detik dengan perubahan settling time yang relatif kecil. Secara keseluruhan, AES-CTR menambah latensi sekitar 5% sampai 8%, namun performa kendali tetap berada dalam batas yang dapat diterima untuk aplikasi presisi. Oleh karena itu, penggunaan AES-CTR dinilai layak untuk sistem kendali nirkabel real-time yang membutuhkan keseimbangan antara kecepatan dan keamanan data
ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PENCABULAN TERHADAP ANAK(Studi Putusan Nomor 329/Pid.Sus/2024/PN Jap)
Tindak pidana pencabulan terhadap anak merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang kerap terjadi dalam lingkungan rumah tangga, umumnya pelaku orang terdekat anak. Tidak jarang dalam praktik penegakan hukumnya, pembuktian tindak pidana pencabulan terhadap anak ini menghadapi kendala serius dikarenakan pencabulan sering kali terjadi di ruang tertutup dan sepi, artinya tidak ada saksi langsung yang melihat perkara tersebut. Minimnya bukti ini tidak jarang membuat hakim selaku pemeriksa perkara tidak yakin bahwa telah terjadi tindak pidana, sehingga pelaku dijatuhkan putusan bebas seperti perkara pada Putusan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor 329/Pid.Sus//2024/PN Jap. Penelitian ini membahas: 1. Dasar pertimbangan hakim menjatuhkan putusan bebas pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak pada putusan Nomor : 329/Pid.Sus/2024/PN Jap sesuai ketentuan pembuktian hukum pidana formal yang berlaku. 2. Kekuatan pembuktian keterangan anak sebagai saksi korban dalam perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak pada putusan Nomor : 329/Pid.Sus/2024/PN Jap menurut hukum yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analitis serta menggunakan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian, dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan bebas tidak sesuai dengan ketentuan pembuktian dalam hukum pidana formal yang berlaku dikarenakan hakim menilai keterangan anak sebagai saksi korban sebagai satu-satunya alat bukti yang ada dan mengabaikan alat bukti sah lainnya seperti keterangan ahli, keterangan saksi Testimonium de Auditu, serta surat kesepakatan bersama antara korban dan pelaku. Selain itu keterangan anak memiliki kekuatan pembuktian apabila merujuk pada UU SPPA dan UU TPKS, meskipun dalam KUHAP keterangan anak hanya sebagai tambahan alat bukti yang sah lainnya sehingga tidak memiliki kekuatan pembuktian. Saran terhadap hasil penelitian adalah diperlukan penguatan pemahaman hakim terhadap penerapan hukum melalui pelatihan terpadu tentang pendekatan berbasis korban dan menjadikan UU TPKS sebagai acuan utama dalam pemeriksaan perkara tindak pidana pencabulan. Selain itu pemerintah perlu melakukan revisi dalam ketentuan KUHAP mengenai keterangan saksi tanpa disumpah agar tercipta integrasi kebijakan dengan ketentuan diluar KUHAP
Aktivitas Corporate Social Responsibility PT. Telkom Indonesia Witel Sumatera Barat dalam Upaya Mendorong Kinerja UMKM Mitra Binaan Kota Padang
Peran Corporate Social Responsibility (CSR) semakin penting dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang rentan terhadap tantangan pasar dan keterbatasan sumber daya. PT. Telkom Indonesia Witel Sumatera Barat sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka turut serta dalam upaya tersebut melalui program CSR yang berfokus pada pembinaan UMKM di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana CSR Telkom dijalankan dalam membina UMKM mitra binaan secara terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan paradigma pots-positivistik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Teknik analisis Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CSR dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan. Perencanaan dilakukan secara partisipatif melalui formulir daring dan komunikasi langsung untuk menggali kebutuhan mitra. Kegiatan pelatihan dan workshop dirancang berdasarkan aspirasi UMKM, sementara evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak implementasi terhadap praktik usaha. Hubungan antara Telkom dan mitra binaan dijaga melalui komunikasi intensif, monitoring pascaprogram, dan pelibatan berkelanjutan. Pelaksanaan CSR Telkom tidak hanya berorientasi pada pelatihan teknis, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang dilandasi kepercayaan, partisipasi aktif, dan komitmen berkelanjutan. Hal ini menjadikan CSR Telkom sebagai praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang strategis dan berdampak
PEKERJAAN REVIEW PERENCANAAN DED PEMBANGUNAN JEMBATAN WISATA CAROCOK PAINAN
Abstrak: Jembatan wisata carocok ini merupakan pembangunan infrastruktur atau salah satu
proyek yang tidak hanya menawarkan daya tarik wisata yang unik tetapi juga mencerminkan
kemajuan teknologi dan estetika arsitektur, tujuan dari perencanaan review desain jembatan wisata
carocok painan yaitu menghasilkan detail engineering design (DED), meningkatkan standar
keselamatan pengunjung dan mengoptimalkan anggaran pembangunan infrastruktur jembatan.
Perencanaan teknik jembatan ini dibagi dalam beberapa tahapan kegiatan yaitu pengumpulan data
lapangan dan perencanaan penggambaran, survey pendahuluan yang dilakukan survey topografi,
survey geometric dan survey hidrologi lalu melakukan pengumpulan data teknis serta pedoman
teknis. hasil survey hidrologi yang telah dilaksanakan dan di analisa dan mengingat rencana
jembatan terletak pada daerah muara sungai maka perlu dipasang pengaman Batu Krib untuk
mengamankan ABT, perencanaan review ded jembatan wisata carocok painan direkomendasikan
jenis jembatan: beton prategang I girder, bentang jembatan: 40,60 M Klas C, komponen utama
memakai beton mutu fc’=45Mpa, diaphragma memakai beton mutu fc’=35Mpa, lantai kendaraan
dari beton bertulang fc’= 30 Mpa, Abutment fc’= 25 Mpa, pondasi digunakan pondasi tiang
pancang Mutu Baja Ø 12 fy = 390 Mpa (U39) (Ulir).
Kata kunci: Pembangunan Jembatan, DED (detail engineering design), wisata, beton prategang I
girder.
Abstract: This carocok tourist bridge is an infrastructure development or one of the projects that
not only offers a unique tourist attraction but also reflects technological advances and architectural
aesthetics, the purpose of planning the design review of the carocok painan tourist bridge is to
produce a detailed engineering design (DED), improve visitor safety standards and optimise the
bridge infrastructure development budget.
The engineering planning of this bridge is divided into several stages of activities, namely field data
collection and drawing planning, preliminary surveys carried out topographic surveys, geometric
surveys and hydrological surveys and then collecting technical data and technical guidelines. the
results of the hydrological survey that have been carried out and analysed and considering that the
bridge plan is located in the estuary area, it is necessary to install Krib Stone safety to secure ABT,
the planning of the ded review of the carocok painan tourist bridge is recommended bridge type:
prestressed concrete I girder, span: 40.60 M Klas C, the main component uses concrete quality
fc‘=45Mpa, the diaphragm uses concrete quality fc’=35Mpa, the vehicle floor is reinforced
concrete fc‘=30 Mpa, Abutment fc’=25 Mpa, the foundation is used pile foundation Quality Steel Ø
12 fy = 390 Mpa (U39) (Threaded).
Keywords: Bridge construction, DED (detail engineering design), tourism, pre-stressed
concrete I girde
Pengaruh Pemakaian Aditif dan Frekuensi Pembukaan Silo Ensilase Onggok Terhadap Kandungan HCN, Bahan Organik dan Protein Kasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pemakaian aditif (urea atau kapur aktif) dan frekuensi pembukaan silo terhadap kandungan HCN, bahan organik dan protein kasar pada ensilase onggok. Metode yang digunakan dalam eksperimen ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor A (pemakaian aditif) yang terdiri atas: P0 (kontrol), P1 (pemakaian urea), dan P2 (pemakaian kapur aktif). Faktor B (frekuensi pembukaan silo) yaitu: R1 (pembukaan I hari ke-7), R2 (pembukaan II hari ke-10) dan R3 (pembukaan III hari ke-13). Peubah yang diamati yaitu kandungan HCN, bahan organik, dan protein kasar. Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa interaksi berbeda tidak nyata (P>0,05) antara pemakaian aditif dengan frekuensi pembukaan silo ensilase onggok terhadap kandungan HCN, sedangkan berbeda nyata (P<0,05) terhadap bahan organik namun terjadi interaksi berbeda sangat nyata (P<0,01) pada protein kasar. Rataan kandungan HCN diperoleh antara 25,56 –36,00 ppm. Bahan organik berkisar antara 96,42–99,56%. Protein kasar diperoleh antara 2,34–12,69%. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa pemakaian urea dan pembukaan I hari ke-7 berulang pada ensilase onggok menghasilkan HCN 27,14 ppm, bahan organik tertinggi sebesar 99,56%, dan protein kasar tertinggi sebesar 12,69%
Analisis Korelasi dan Variasi Spasial Konsentrasi Chemical Oxygen Demand (COD) dalam Air dan Sedimen Sungai Batang Kuranji, Padang, Sumatra Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Batang Kuranji di Padang, Sumatera Barat, berdasarkan parameter Chemical Oxygen Demand (COD). Sampling dilakukan tiga kali selama enam minggu pada bulan Februari – Maret 2025, dengan interval dua minggu, di 12 titik sepanjang sungai. Penelitian mencakup analisis konsentrasi COD dalam air dan sedimen, evaluasi terhadap baku mutu (PP No. 22 Tahun 2021), serta analisis korelasi dan variasi spasial di sepanjang Sungai Batang Kuranji. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi COD di air berkisar 7,42–132,11 mg/L, sedangkan di sedimen mencapai 874–15.884 mg/kg. Konsentrasi COD meningkat dari hulu ke hilir. Di titik hulu (A1), konsentrasi COD masih memenuhi baku mutu kelas 1; di bagian tengah sungai yaitu di titik A2–A3 dan titik A4-A6 memenuhi kelas 2 dan 3; sedangkan di hilir (A7–A8), sudah tidak memenuhi baku mutu kelas 4. Korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan sangat kuat dan berbanding lurus antara parameter COD dalam air dan sedimen (r = 1,000). Sementara antara COD dalam air dan DO didapatkan korelasi yang tinggi dan berbanding terbalik (r = -1,000) serta korelasi yang tinggi dan berbanding lurus dengan temperatur (r = 1,000), namun tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan pH dan debit. Parameter COD dalam sedimen berkorelasi tinggi dan berbanding terbalik dengan pH (r=-0,838) sedangkan dengan debit tidak ada berkorelasi. Analisis spasial menggunakan one-way ANOVA menunjukkan perbedaan konsentrasi COD yang signifikan (p < 0,05 ) bagian hulu dengan bagian tengah dan hilir, akibat adanya perbedaan lokasi, tata guna lahan, dan aktivitas manusia di sepanjang Sungai Batang Kuranji. Hasil penelitian dapat dijadikan acuan untuk program monitoring kualitas air sungai di masa yang akan datang