Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    KESANTUNAN BERBAHASA PENJUAL DAN PEMBELI DI TOKO SEMBAKO ALEF CUPAK TANGAH, PAUH, KOTA PADANG: ANALISIS PRAGMATIK

    No full text
    Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Maksim apa saja yang dipatuhi dan yang dilanggar dalam tuturan antara penjual dan pembeli di Toko Sembako Alef Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang? (2) Apa saja faktor penentu terjadinya pematuhan dan pelanggaran di Toko Sembako Alef Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang? (3) Apa saja pemarkah kesantunan berbahasa di Toko Sembako Alef Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang? Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak, dilanjutkan dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutanya teknik Simak Libat Cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan translasional, referensial dan pragmatis dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan dengan teknik Hubung Memperbedakan (HBB) dan Hubung Banding Mempersamakan (HBS). Pada tahap penyajian hasil data digunakan metode penyajian formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis data dalam tuturan penjual dan pembeli di Toko Sembako Alef Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang ditemukan data tuturan sebagai berikut: 1) Tuturan penjual dan pembeli yang mematuhi dan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa di Toko Sembako Alef Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang yang mencakup enam maksim, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian, 2) Faktor penentu kesantunan diperoleh empat faktor, yaitu pelibat tutur, suasana tutur, pokok tutur, dan norma tutur, 3) Pemarkah kesantunan berbahasa yang digunakan oleh penjual dan pembeli di Toko Sembako Alef Cupak Tangah, Pauh, Kota Padang, pemarkah tersebut berupa penggunaan kata toloang, penggunaan partikel, penggunaan sapaan, dan penggunaan hedges

    Pengaruh Pemberian Zat Besi Dan Asam Folat Terhadap Skor Apgar, Berat Badan Dan Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir Di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang

    No full text
    Zat besi dan asam folat merupakan mikronutrien penting selama kehamilan yang berperan dalam perkembangan janin, termasuk pembentukan hemoglobin, sintesis DNA, dan perkembangan sistem saraf. Kekurangan asupan kedua zat ini dapat memengaruhi janin seperti berat badan bayi lahir, lingkar kepala, dan skor Apgar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi zat besi dan asam folat terhadap skor Apgar, berat badan bayi, dan lingkar kepala bayi baru lahir di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekapitulasi ibu hamil yang melahirkan di Puskesmas Lubuk Buaya selama periode Januari hingga Desember 2024 yang memenuhi kriteria (inklusi dan ekslusi). Data dianalisis menggunakan uji Compermins untuk menilai pengaruh antara jumlah tablet zat besi dan asam folat dengan skor Apgar, berat badan, dan lingkar kepala bayi. Hasil dari penelitian ini diperoleh populasi 72 dengan total sampel yang memenuhi kriteria adalah 38 pasien. Terdapat pengaruh signifikan antara pemberian zat besi dan asam folat dengan skor Apgar (p = 0,02) dan lingkar kepala bayi (p = 0,03). Meskipun terdapat peningkatan rata-rata berat badan bayi baru lahir, namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,07). Jadi dapat disimpulkan suplementasi zat besi dan asam folat selama kehamilan berpengaruh terhadap beberapa indikator kesehatan bayi baru lahir, khususnya skor Apgar dan lingkar kepala. Hal ini mendukung pentingnya kepatuhan konsumsi suplemen bagi ibu hamil di fasilitas kesehatan primer

    Hubungan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) dengan Life Satisfaction pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Kota Padang

    No full text
    Lansia sering mengalami penurunan kepuasan hidup akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah kemandirian dalam menjalankan aktivitas sehari-hari (ADL). Penurunan fungsi fisik dapat mengurangi kemandirian dan berdampak pada kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kemandirian ADL dan kepuasan hidup pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Kota Padang. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 121 lansia. Instrumen yang digunakan adalah Indeks Katz dan Satisfaction With Life Scale (SWLS). Analisa data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rank. Rata-rata skor kemandirian ADL adalah 5,31 dan skor kepuasan hidup sebesar 25,17 yang diartikan bahwa sebagian besar lansia memiliki kemandirian ADL dan kepuasan hidup yang cukup tinggi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001 dan r = 0,671, yang berarti terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara kemandirian ADL dan kepuasan hidup lansia. Artinya, semakin tinggi kemandirian, semakin tinggi pula kepuasan hidup. Diperlukan intervensi keperawatan yang mendukung peningkatan kemandirian lansia agar dapat meningkatkan kepuasan hidup mereka secara optimal. Elderly individuals often experience a decline in life satisfaction due to physical, psychological, and social changes that occur with aging. One of the factors influencing life satisfaction in the elderly is independence in performing daily activities (Activity of Daily Living/ADL). A decline in physical function can reduce independence and consequently affect life satisfaction. This study aims to determine the relationship between ADL independence and life satisfaction among the elderly in the working area of Puskesmas Lubuk Begalung, Padang City. This research employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach, using purposive sampling with a total of 121 elderly respondents. The instruments used were the Katz Index to measure ADL and the Satisfaction With Life Scale (SWLS) to assess life satisfaction. Data were analyzed using the Spearman’s Rank test. The average ADL independence score was 5.31 and the life satisfaction score was 25.17, indicating that most elderly participants had relatively high levels of independence and life satisfaction. Statistical analysis showed a p-value < 0.001 and a correlation coefficient (r) of 0.671, indicating a moderately strong positive relationship between ADL independence and life satisfaction. This means that the higher the level of independence, the higher the life satisfaction. Therefore, nursing interventions that support the enhancement of elderly independence are essential to optimize their life satisfaction

    PROGRAM LOYALITAS NASABAH PT. PEGADAIAN (PERSERO) CABANG PADANG

    No full text

    Identifikasi Morfofisiologi Tanaman Aren (Arenga pinnata Merr.) pada Berbagai Kelerengan di Nagari Tanjuang Gadang Kabupaten Lima Puluh Kota

    No full text
    Nagari Tanjuang Gadang memiliki potensi yang besar dalam pengembangan tanaman aren. Wilayah ini memiliki topografi datar hingga sangat curam, yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Pemanfaatan lahan tanpa mempertimbangkan kondisi kelerengan dapat menyebabkan penggunaan lahan yang tidak optimal serta berdampak pada pertumbuhan dan produktivitas tanaman aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat kelerengan terhadap karakteristik morfofisiologi tanaman aren dan menentukan kelerengan terbaik untuk pertumbuhan tanaman aren. Metode yang digunakan adalah purposive sampling pada tiga kelas kelerengan yaitu datar (0–8%), landai (8–15%), dan agak curam (15–25%), masing-masing dengan tiga ulangan tanaman yang telah memasuki fase generatif. Parameter tanah yang dianalisis meliputi pH, C-organik, kapasitas tukar kation, nitrogen, fosfor, kalium, dan kejenuhan basa. Parameter morfologi mencakup batang, daun, ijuk, buah, dan biji, sedangkan parameter fisiologi mencakup aktivitas nitrat reduktase (ANR), kadar klorofil, dan prolin. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hubungan antar variabel penelitian, dianalisis dengan software RStudio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelerengan memengaruhi kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman. Lahan datar memiliki kesuburan tanah yang lebih baik dan menunjukkan nilai ANR, klorofil, serta ukuran morfologi tanaman yang lebih optimal. Sebaliknya, kadar prolin tertinggi ditemukan pada tanaman yang tumbuh di lahan agak curam, yang menunjukkan adanya stres lingkungan. Berdasarkan hasil tersebut, kelerengan datar merupakan kondisi yang paling sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman aren

    IDENTIFIKASI LOKASI PROSPEKTIF PASIR BESI DI WILAYAH SASAK RANAH PASISIE MENGGUNAKAN DATA GEOMAGNETIK EMM 2017

    No full text
    Pasir besi merupakan sumber daya mineral bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri besi, baja, dan semen. Sebarannya umumnya terkait dengan endapan pantai atau aluvial yang mengandung mineral magnetit bersifat feromagnetik, sehingga dapat diidentifikasi melalui metode geomagnetik. Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, diketahui memiliki potensi pasir besi, namun informasi sebaran lateral dan vertikalnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi lokasi prospektif pasir besi menggunakan data geomagnetik sekunder dari Enchanted Magnetic Model (EMM) 2017. Wilayah penelitian dibagi menjadi grid 0,5 km × 0,5 km, menghasilkan 454 titik data dengan koordinat, elevasi, dan nilai medan magnetik total. Data dikoreksi terhadap International Geomagnetic Reference Field (IGRF) untuk memperoleh anomali magnetik, yang kemudian dipisahkan menjadi anomali regional dan residual menggunakan metode Radial Average Power Spectrum (RAPS). Hasilnya ditransformasi dengan teknik Reduce to Pole (RTP) untuk memperjelas posisi sumber anomali. Nilai anomali magnetik berkisar antara –0,35668 nT hingga 0,43605 nT, dengan nilai tertinggi dominan di barat laut, tengah, dan tenggara wilayah penelitian. Perbandingan peta RTP dan geologi menunjukkan sebaran lateral pasir besi memanjang barat laut–tenggara sejajar garis pantai. Pemodelan 2D lintasan AA’ mengungkap zona potensi pasir besi dengan suseptibilitas magnetik (χm) 0,94 SI, berkesinambungan dari permukaan hingga kedalaman ±500 m. Hasil ini memberikan gambaran awal sebaran lateral dan vertikal pasir besi yang dapat menjadi acuan eksplorasi lanjutan

    Tanggung Jawab Pengembang Perumahan (Developer) atas Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) Sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Lingkungan di Kota Payakumbuh

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tanggung jawab pengembang perumahan terhadap Surat Pernyataan kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan Kota Payakumbuh. SPPL merupakan dokumen lingkungan yang berisi kesanggupan pelaku usaha dalam mengelola lingkungan dan wajib dimiliki oleh setiap kegiatan usaha skala kecil dan menengah, termasuk pembangunan perumahan dengan luas bangunan kurang dari 1 hektar. Namun, dalam pelaksanaannya masih ada pengembang perumahan yang tidak melaksanakan tanggung jawabnya atas isi SPPL yang telah dibuat sehingga jika dibiarkan akan menjadi dampak atas pencemaran lingkungan hidup. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimana pelaksanaan tanggung jawab pengembang perumahan terhadap kesanggupannya dalam isi surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, 2) Bagaimana sanksi yang diberikan apabila pengembang perumahan tidak melaksanakan isi dari Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Dan Pemantauan Lingkungan Hidup yang telah dibuatnya. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif analisis dan yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tanggung jawab pengembang perumahan terhadap kesanggupannya dalam isi surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup belum sepenuhnya dijalankan dengan baik oleh pengembang perumahan. Ketidaksesuaian antara isi SPPL dan realisasi di lapangan menunjukkan lemahnya komitmen pengembang dalam menjaga lingkungan. SPPL seringkali hanya dijadikan sebagai kelengkapan administratif tanpa implementasi nyata. Lalu sanksi yang diberikan kepada pelaku usaha apabila tidak melaksanakan tanggung jawab dari isi SPPL akan diberlakukan sanksi berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, denda administratif, pembekuan perizinan berusaha, dan pencabutan perizinan berusaha serta melakukan ganti rugi yang bersifat materiil dan imateriil kepada korban dari pencemaran lingkungan. Seharusnya dilakukan pengawasan bagi usaha yang hanya wajib SPPL dan pelaku usaha harus memahami apa tanggung jawabnya terhadap lingkungan. Meskipun SPPL termasuk ke dalam kategori dampak lingkungan berskala kecil, namun kegiatan tersebut tetap berpotensi menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar

    Sistem Pengelompokan dan Pemantauan Makanan Dalam Kulkas Menggunakan Algoritma Yolo

    Get PDF
    Kulkas berperan penting dalam menjaga kesegaran makanan, namun masih banyak pengguna yang kesulitan memantau kondisi makanan sehingga menyebabkan pemborosan pangan akibat makanan kedaluwarsa atau membusuk. Minimnya sistem pemantauan otomatis membuat pengguna sering terlambat menyadari kapan makanan harus dikonsumsi atau dikelompokkan sesuai jenisnya. Penelitian ini memperkenalkan sebuah sistem pemantauan makanan berbasis computer vision yang dirancang untuk mendeteksi dan mengelompokkan makanan secara otomatis di dalam kulkas. Sistem ini memanfaatkan algoritma YOLOv5 (You Only Look Once) untuk mengenali berbagai jenis makanan melalui input kamera, kemudian hasil deteksi diproses dan ditampilkan dalam aplikasi yang terhubung dengan pengguna, sehingga memberikan notifikasi real-time terkait kondisi makanan. Pengujian sistem dilakukan pada berbagai jarak dan posisi objek makanan. Hasil menunjukkan bahwa model YOLOv5 mampu mengenali jenis makanan dengan akurasi rata-rata di atas 90%. Meskipun demikian, sistem masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan dataset dan pengaruh pencahayaan dalam kulkas yang dapat menurunkan tingkat akurasi deteksi. Sistem ini merupakan langkah inovatif dalam penerapan teknologi deteksi objek untuk rumah tangga, dengan potensi besar dalam mengurangi risiko makanan kedaluwarsa, menekan pemborosan pangan, dan membantu pengguna mengelola penyimpanan makanan dengan lebih efektif

    Implementasi Business Intelligence Berbasis Dashboard Untuk Forecasting dan Classification Diagnosis Pasien Berdasarkan ICD-10 pada RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong transformasi digital di rumah sakit, termasuk penerapan Rekam Medis Elektronik (RME). RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh merupakan rumah sakit rujukan utama di Kota Payakumbuh yang telah menerapkan RME untuk layanan rawat jalan dan rawat inap. Namun, pemanfaatan data RME di RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh masih terbatas pada laporan deskriptif bulanan, sehingga belum mampu memprediksi beban layanan secara akurat. Kondisi ini berdampak pada kesiapan rumah sakit menghadapi lonjakan kunjungan pasien yang memengaruhi beban kerja tenaga medis, distribusi logistik, hingga kualitas pelayanan. Penelitian ini mengimplementasikan Business Intelligence (BI) berbasis dashboard interaktif yang menggabungkan peramalan (forecasting) menggunakan model Prophet dan klasifikasi (classification) diagnosis pasien dengan XGBoost berdasarkan ICD-10, yaitu sistem klasifikasi penyakit internasional yang menetapkan kode standar untuk diagnosis medis. Data pasien rawat jalan (2021–2023) dan rawat inap (2021–2024) diolah melalui proses ETL dan disajikan dalam lima dashboard utama, yaitu dashboard kunjungan pasien rawat jalan, dashboard rawat inap, dashboard forecasting kunjungan pasien, dashboard forecasting lima diagnosis terbanyak, dan dashboard klasifikasi diagnosis. Model forecasting menunjukkan performa sangat baik dengan R² 0,9672 pada rawat inap dan 0,9880 pada rawat jalan, serta rata-rata R² 0,8277 untuk lima diagnosis terbanyak. Model klasifikasi mencapai akurasi 69,5% dan F1-score 70%, dengan performa terbaik pada kode ICD-10 A09.9 dan S09.8. Implementasi ini berhasil mengubah data historis menjadi informasi prediktif yang mendukung pengambilan keputusan proaktif, mendukung perencanaan sumber daya secara lebih efisien, serta meningkatkan ketepatan dan kualitas pelayanan pasien. Penelitian ini juga memperluas penerapan metode Prophet dan XGBoost pada data RME di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa integrasi analisis deskriptif, prediktif, dan klasifikasi diagnosis dalam satu dashboard berhasil diimplementasikan secara efektif melalui proses ETL berbasis Python, perancangan data warehouse skema Galaxy, dan visualisasi menggunakan Power BI

    PELAKSANAAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPANULI SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2020 TENTANG RETRIBUSI DAERAH

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini membahas pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Retribusi Daerah. Dalam konteks otonomi daerah, partisipasi masyarakat merupakan elemen penting yang diatur dalam berbagai peraturan Perundang-undangan di Indonesia, termasuk Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan. Dalam membentuk peraturan yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dari masyarakat yang terkait diperlukan adanya partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah. Didalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 juga menjelaskan terkait adanya keharusan partisipasi masyarakat dalam setiap pembentukan peraturan Perundang-undangan. Partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah dapat berupa tulisan ataupun seacara lisan. Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu daerah otonom di Indonesia yang juga dapat membentuk Peraturan Daerah sendiri berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011. Namun, implementasinya masih bersifat formalitas dan belum sepenuhnya mencerminkan aspirasi seluruh lapisan masyarakat. Studi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana partisipasi masyarakat telah dilibatkan dalam proses pembentukan Peraturan Daerah kabupaten Tapanuli Selatan Nomor 2 Tahun 2020. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini membahas permasalahan tentang: Pertama, bagaimana pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Retribusi Daerah. Kedua, bagaimana konsep yang ideal partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode yuridis empiris. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan: Pertama, pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan tentang Retribusi Daerah dilaksanakan sesuai dengan peraturan Perundang-undangan namun masih belum maksimal terkait pelaksanaan partisipasi masyarakat dalam pembentukan Perda karena disebabkan oleh beberapa faktor dan kendala yang menghambat. Kedua, konsep yang ideal partisipasi masyarakat dalam pembentukan Peraturan Daerah yaitu berupa transparansi atau keterbukaan terkait pembentukan Peraturan Daerah dan sesuai dengan peraturan Perundang-undangan dimana harus dilakukan berdasarkan asas pembentukan peraturan Perundang-undangan dan sesuai dengan materi muatan dalam pembentukan peraturan Perundang-undangan. Selain asas dan materi muatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Pemerintah Daerah harus mempertimbangkan keunggulan daerah sehingga mempunyai daya saing dalam pertumbuhan ekonomi, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇