74254 research outputs found
Sort by
Aktivitas Komunikasi Pemasaran Dream Studio Untuk Mempertahankan Loyalitas Pelanggan
Penelitian ini menganalisis aktivitas komunikasi pemasaran Dream Studio Padang. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya persaingan yang ada di industri fotografi dan videografi yang menuntut pelaku usaha untuk mampu menjaga hubungan baik janga panjang dengan pelanggan. Komunikasi yang efektif dan holistik menjadi salah satu faktor utama dalam membangun loyalitas dan keterikatan emosional pelanggan terhadap sebuah merek Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode deskriptif. Data diperoleh peneliti melalui wawancara mendalam dengan pihak internal dan beberapa pelanggan yan memiliki pengalaman yang berbeda terhadap layanan yang diberikan. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian in menunjukkan bahwa pihak Dream Studio Padang menerapkan komunikasi pemasaran terintegrasi (Integrated Marketing Communication) melalui kombinasi mdeia sosial, komunikasi personal, dan komunikasi langsung. Strategi ini memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga loyalitas pelanggan, terutama pada komunikasi personal dan interaksi dua arah. Namun peneliti juga menemukan beberapa hambatan untuk Dream Studio seperti keterbatasan sumber daya manusia dan ketidaksesuaian hasil layanan dengan ekspektasi pelanggan, yang hal ini dapat memengaruhi tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan. Dengan itu, dapat disimpulkan bahwa aktivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Dream Studio telah mencerminkan prinsip-prinsip yang ada pada IMC, meskipun masih memerlukan beberapa peningkatan dalam aspek konsistensi komunikasi ,preferensi pelanggan, dan pengelolaan harapan pelanggan
SENGKETA HARATO PUSAKO TINGGI DAN PENYELESAIANNYA OLEH LEMBAGA KERAPATAN ADAT NAGARI DI NAGARI ANDALEH KABUPATEN TANAH DATAR
Sengketa harato pusako tinggi merupakan permasalahan harato pusako yang sering terjadi dalam masyarakat Minangkabau, khususnya di Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar. Harato pusako tinggi adalah harta warisan adat yang diturunkan secara matrilineal (keturunan ibu) dan memiliki nilai simbolik serta fungsi sosial dalam struktur kaum. Sengketa atas tanah pusaka sering kali terjadi karena timbul akibat perbedaan pemahaman mengenai hak waris, penguasaan tanah yang dilakukan tanpa musyawarah adat, serta tidak adanya dokumen atau sertifikat kepemilikan yang sah. Penelitian ini mengkaji 2 (dua) kasus sengketa harato pusako tinggi sebagai sampel, yang pertama yaitu sengketa yang diselesaikan secara damai melalui Kerapatan Adat Nagari (KAN) Andaleh, dan sengketa yang kedua dari melalui musyawarah di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Andaleh berlanjut hingga jalur litigasi formal, yakni Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, serta Mahkamah Agung. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1) Apa penyebab terjadinya sengketa harato pusako tinggi di Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar? 2) Alasan Kerapatan Adat Nagari Andaleh, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar memutuskan harato pusako tersebut dibagi menjadi dua yang menyebabkan harato pusako ada yang jatuh keluar suku? dan 3) Pelaksanaan dari putusan yang telah ditetapkan oleh KAN Andaleh, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, dan Pengadilan yang sudah inkrah terhadap kasus sengketa tanah? Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif analitis dengan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Penyebab terjadinya sengketa harato pusako tinggi di Jorong Batu Kadurang Nagari Andaleh, yaitu terjadinya perselisihan klaim tanah adat, ketiadaan alat bukti kuat, dan pewarisan tanah adat yang menyimpang, serta penyebab terjadinya sengketa di Jorong Jirek Nagari Andaleh, yaitu pembangunan tanpa pemberitahuan, perbedaan pemahaman warisan adat, penguasaan tanpa izin, konflik antar keluarga yang rumit, dan keterbatasan penyelesaian melalui hukum adat. 2) KAN menyelesaikan secara adat dengan membagi tanah untuk menjaga keharmonisan antar suku, sementara pada sampel kedua, Pengadilan Tinggi menolak gugatan karena bukti kepemilikan tidak kuat, sehingga memberikan kepastian hukum melalui proses litigasi. 3) Pada sampel pertama, penyelesaian melalui KAN berjalan efektif karena kedua belah pihak menerima putusan dan menindaklanjutinya dengan melakukan pendaftaran tanah ke BPN. Sedangkan pada sampel kedua, proses penyelesaian mengalami eskalasi karena ketidakpuasan terhadap putusan KAN, sehingga kasus berlanjut ke jalur litigasi dengan putusan tingkat banding menyatakan bahwa penggugat tidak dapat membuktikan bahwa objek sengketa merupakan harato pusako tinggi milik kaumnya.
Kata Kunci: Harato Pusako Tinggi, Penyelesaian Sengketa, Kerapatan Adat Nagar
KEBIJAKAN PEMADANAN NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN SEBAGAI PENGGANTI NOMOR POKOK WAJIB PAJAK DALAM PEMENUHAN KEWAJIBAN PERPAJAKAN DI INDONESIA
ABSTRAK
Pemberlakuan NIK sebagai NPWP merupakan perwujudan implementasi Single Identity Number di bidang perpajakan. Dengan disahkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan menambah fungsi KTP menjadi NPWP. Tidak semua masyarakat yang memiliki KTP wajib membayar pajak. Kewajiban membayar pajak akan melihat pemenuhan kewajiban pajak subjektif dan objektif sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Untuk dapat memanfaatkan NIK sebagai NPWP terlebih dahulu harus melakukan pemadanan data. Pada proses pemadanan itu akan menimbulkan permasalahan. Pertama, di tengah masyarakat sering ditemukan NIK ganda, dimana seseorang mempunyai lebih dari satu NIK Kedua, Bagaimana status pemadanan NIK sebagai NPWP bagi wajib pajak orang perseorangan pada KTP yang memuat NIK belum dalam bentuk KTP-el, Ketiga, salah satu isu administratif yang muncul adalah persoalan mutasi kependudukan, apakah jika seseorang pindah domisili, secara administratif status tempat terdaftarnya NPWP di KPP bisa berubah dengan otomatis. Keempat, apakah pemadanan NIK sebagai pengganti NPWP juga berlaku pada Warga Negara Asing (WNA) yang terdaftar di KPP Pratama. Apakah kebijakan pemadanan NIK sebagai NPWP ini berdampak WNA yang menjadi SPDN (Subjek Pajak Dalam Negeri) maupun SPLN (Subjek Pajak Luar Negeri). Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai: 1.Pengaturan integrasi NIK dengan NPWP dalam pemenuhanan kewajiban perpajakan di Indonesia. 2. persiapan instansi yang terkait dalam pemadanan NPWP dengan NIK di (KPP) Pratama Padang Dua Kota Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Teknik pengumpulan data dengan melakukan studi dokumen dan wawancara. Jenis data yang diperoleh dan dianalisis dengan cara kualitatif, data yang disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian dalam pembahasan menjelaskan bahwa secara hukum, kebijakan ini didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang sah yang dimulai dengan disahkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 kemudian ditindaklanjuti dengan peraturan teknisnya yaitu PMK Nomor 112/PMK.03/2022 KPP Pratama Padang Dua telah melakukan beberapa persiapan guna melaksanakan amanat Pasal 2 ayat (1a) UU HPP seperti melaksanakan sosialisasi dan edukasi intensif terkait penerapan NIK menjadi NPWP, melakukan kegiatan Pojok Pajak sebanyak 33 kali dari tahun 2022-2023 di berbagai wilayah kewenangannya dan mengadakan kelas pajak online dan merekrut sebanyak 35 Relawan Pajak Untuk Negeri (Renjani).
Kata Kunci : NIK, NPWP, Integrasi, Pemadanan, DJ
Pengaruh Perendaman Jus Buah Pir (Pyrus communis) terhadap Perubahan Warna Resin Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC) yang Mengalami Diskolorasi Akibat Minuman Berkarbonasi
Resin Modified Glass Ionomer Cement (RMGIC) merupakan bahan restorasi gigi yang memiliki keunggulan dalam pelepasan fluoride dan adhesi terhadap struktur gigi. RMGIC dapat mengalami diskolorasi akibat faktor intrinsik dan ekstrinsik, seperti paparan minuman berwarna dan berkarbonasi. Salah satu alternatif mencerahkan bahan restorasi untuk mengembalikan estetika restorasi adalah dengan penggunaan bahan alami yang mengandung hidrogen peroksida, seperti buah pir (Pyrus communis). Mengetahui pengaruh perendaman jus buah pir terhadap perubahan warna RMGIC yang mengalami diskolorasi akibat minuman berkarbonasi. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan desain pre-test dan post-test control group. Sebanyak 36 sampel RMGIC yang telah mengalami diskolorasi direndam dalam jus buah pir 100% (perlakuan) dan akuadest (kontrol) selama 30 menit per hari selama 7 hari. Setelah perendaman, sampel disimpan dalam saliva buatan pada suhu 37°C. Perubahan warna diukur menggunakan ColorFlex EZ Spectrophotometer dengan sistem CIE L*a*b*, dan nilai ΔE dihitung. Perubahan warna pada kelompok jus buah pir lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Berdasarkan interpretasi nilai ΔE menurut sistem National Bureau of Standards (NBS), terjadi sedikit perubahan warna. Jus buah pir berpengaruh terhadap perubahan warna RMGIC yang mengalami diskolorasi, yaitu terjadi sedikit perubahan warna
Ambiguity Characterization in Charlotte Bronte's Jane Eyre and Emily Bronte's Wuthering Heights
This study examines the representation of ambiguity in characterization in Emily Bronte's Wuthering Heights and Charlotte Bronte's Jane Eyre. Using New Criticism theory and Cleanth Brooks’ concept of tension, the analysis focuses on how opposing idea in each character construct ambiguity. By applying close reading, the study identifies three main opposing ideas: rational and irrational, strong and weak, and obedient and disobedient as a framework for understanding the complexities of the main characters: Heathcliff, Catherine, Jane Eyre, and Edward Rochester.The findings reveal that the characters cannot be understood through fixed or singular categories but are shaped by internal tensions between opposing traits. All the characters discussed in this study Heathcliff, Catherine Earnshaw, Jane Eyre, and Edward Rochester are defined by the persistent tensions between rationality and irrationality, strength and weakness, obedience and defiance. These opposing forces do not cancel each other out but coexist within each character, generating complex psychological depth. Rather than resolving these contradictions, the texts maintain them in a state of dynamic equilibrium. This sustained tension enriches the characterization and contributes to the overall meaning and unity of the literary works. This research applies New Criticism theory that focuses on intrinsic elements in literary works. By combining the close textual focus of New Criticism with the structural insights of tension, this study shows that ambiguity is not a deficiency, but an advantage that can enrich the meaning of literary works. The presence of unresolved tensions within characters such as between rational and irrational, strong and weak, or obedient and disobedient enhances the realism and depth of their portrayal. The result of this research shows an analysis of the ambiguity characterization of several charaters, namely Heathcliff, Catherine Earnshaw, Jane Eyre, and Edward Rochester in Emily Bronte’s Wuthering Heights and Charlotte Bronte’s Jane Eyre
TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) BERDASARKAN BANGSA AKSEPTOR DAN SEMEN PEJANTAN SAPI DI KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan IB berdasarkan bangsa akseptor dan semen sapi di Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengambilan sampel berdasarkan catatan recording tahun 2019-2024. Variabel yang diamati mencakup Conception Rate (CR), Service Per Conception (S/C), Calving Rate, Calving Interval (CI), dan Sex Ratio. Data penelitian dianalisis menggunakan uji T beda 2 proporsi dan uji T beda 2 nilai tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR pada semen sapi Simmental yang di IB ke akseptor sapi P. Simmental berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap akseptor sapi PO di IB dengan semen sapi Simmental dan sapi Limousin. S/C pada semen sapi Simmental yang di IB ke akseptor sapi P. Simmental berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap akseptor sapi P. Simmental di IB dengan semen sapi Limousin. Kesimpulan penelitian ini adalah bangsa memberikan pengaruh terhadap tingkat keberhasilan IB. Hasil CR dan S/C lebih baik jika bangsa sapi akseptor di IB dengan bangsa dari semen pejantan memiliki asal yang sama
Strategi Pengelolaan Pasar Raya Padang oleh Dinas Perdagangan Kota Padang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengelolaan Pasar Raya Padang, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pedagang yang tidak menempati kios yang disediakan dan lebih memilih berjualan di luar zona yang ditetapkan, sehingga menciptakan kondisi pasar yang semrawut, kotor, dan tidak nyaman. Hal ini mengakibatkan belum berhasilnya Pasar Raya Padang mendapatkan sertifikasi SNI sebagai pasar tradisional yang layak dan berdaya saing. Oleh sebab itu, peneliti tertarik untuk menganalisis bagaimana strategi pengelolaan Pasar Raya Padang oleh Dinas Perdagangan Kota Padang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Kemudian untuk pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Landasan teori yang digunakan sebagai pisau analisis dalam penelitian ini adalah teori inti strategi Richard P. Rumelt yang terdiri dari diagnosis, kebijakan penuntun, dan tindakan koheren.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Strategi Pengelolaan Pasar Raya Padang oleh Dinas Perdagangan Kota Padang telah memenuhi kriteria strategi baik dengan terpenuhinya ketiga variabel teori inti strategi Richard P. Rumelt yaitu diagnosis, kebijakan penuntun, dan tindakan koheren. Dinas Perdagangan Kota Padang telah melaksanakan strategi dalam pengelolaan Pasar Raya Padang dengan cukup baik, namun pelaksanaannya belum maksimal karena kurangnya kesadaran pedagang dan kurangnya pengawasan serta ketegasan pihak Dinas Perdagangan Kota Padang. Adapun kebijakan yang dilakukan dalam pengelolaan Pasar Raya Padang yaitu otimalisasi pemanfaatan bangunan dan rehabilitasi pasar, peningkatan pembangunan darana perdagangan melalui revitalisasi pasar dan mewujudkan pasar tradisional yang sehat dan bersih melalui revitalisasi pasar
RANCANG BANGUN SISTEM PENGAWASAN GERBANG KOS BERBASIS MIKROKONTROLER
Mahasiswa yang tinggal di kos sering menghadapi kendala saat terjebak di luar gerbang karena peraturan jam malam, terutama ketika ponsel mereka tidak dapat digunakan. Skripsi ini merancang dan membangun sistem pengawasan gerbang kos berbasis mikrokontroler ESP32-CAM yang dapat membantu mahasiswa dalam situasi tersebut. Sistem ini bekerja ketika mahasiswa menekan tombol, yang memicu kamera untuk mengambil foto dan mengirimkannya bersama notifikasi melalui aplikasi Telegram ke ponsel penjaga kos. Setelah proses berhasil, buzzer akan berbunyi sebagai tanda konfirmasi. Pengujian dilakukan pada berbagai aspek sistem, termasuk waktu respon notifikasi, kualitas gambar di malam hari, dan daya tahan terhadap kondisi lingkungan. Rata-rata waktu pengiriman data tercatat sekitar 5,4 detik. Sistem ini terbukti efektif dan efisien dalam meningkatkan komunikasi dan keamanan, dengan biaya pengembangan hanya Rp445.000, jauh di bawah batas anggaran Rp1.000.000. Hasil analisis SWOT dan NPV juga menunjukkan bahwa alat ini layak untuk dikembangkan dan diimplementasikan lebih luas di lingkungan kos
Abnormalitas Dalam Novel Tamu Karya Wisran Hadi: Tinjauan Psikologi Sastra
Penelitian ini mengkaji tentang abnormalitas dalam novel Tamu karya Wisran Hadi. Novel ini berlatar sosial ,masyarakat Minangkabau, yang menjunjung nilai-nilai luhur berdasarkan Al-Quran. Namun, banyak dari tokoh-tokoh melakukan abnormalitas secara sadar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persoalan abnormalitas serta pandangan pengarang terhadap abnormalitas yang dihadirkannya. Untuk memperoleh hasil penelitian, digunakan tinjauan Psikologi Sastra dengan teori Psikoanalisis Jacques Lacan tentang teori pembentukan subjek, yaitu real, imajiner, dan simbolik. Menggunakan metode Psikoanalisis Lacanian yang melihat bahasa sebagai suatu tanda. Dari penelitian ini, telah dianalisis abnormalitas yang dilakukan para tokoh, dimulai dengan pengalaman traumatik yang dialami tokoh sebagai tatanan real, selanjutnya tatanan imajiner atau tahap cermin, dilanjutkan dengan tatanan simbolik sebagai usaha pemenuhan hasrat yang tidak terpenuhi pada tatanan real. Lalu, pandangan pengarang terhadap permasalahan abnormalitas sebagai bentuk kritik, sindiran dan ketidaksetujuan terhadap bentuk penyimpangan nilai-nilai sosial budaya pada masyarakat Minangkabau. Temuan penelitian ini adalah menormalisasikan penyimpangan dapat menggeserkan nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam masyarakat, dan hal tersebut tidak lepas dari persoalan psikologis
Pengaruh Penambahan Tepung Biji Alpukat Terhadap Kharakteristik Cookies MOCAF (Modified Cassava Flour) dan Tepung Kedelai
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan tepung biji alpukat terhadap karakteristik cookies mocaf dan tepung kedelai yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu A(penambahan tepung biji alpukat 0%), B(penambahan tepung biji alpukat 2%), C(penambahan tepung biji alpukat 4%), D(penambahan tepung biji alpukat 6%), E(penambahan tepung biji alpukat 8%), dan setiap perlakuan ditambahkan mocaf 20% dan tepung kedelai 80%. Analisis data dilakukan dengan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMNRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung biji alpukat berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, aktivitas antioksidan, kekerasan, organoleptic warna dan rasa, berpengaruh tidak nyata pada kadar karbohidrat, kadar serat kasar, organoleptik aroma dan tekstur terhadap cookies. Perlakuan terbaik yaitu perlakuan B yaitu penambahan tepung biji alpukat 2% dengan nilai organoleptik warna (3,68), aroma (3,56), rasa (3,72), tekstur (3,84) yang memiliki kandungan kadar air (4,66%), kadar abu (3,31%), kadar protein (13,53%), kadar lemak (26,50%), kadar karbohidrat (52,01%), kadar serat kasar (3,59%), aktivitas antioksidan (24,41%), dan kekerasan (28,94 N/cm2)