74254 research outputs found
Sort by
PEMODELAN LAMA PENGOBATAN PASIEN TBC DI KABUPATEN SOLOK MENGGUNAKAN MODEL REGRESI KUANTIL
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan global, di mana Indonesia menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Penelitian ini bertujuan membangun model lama pengobatan pasien TBC di Kabupaten Solok menggunakan regresi kuantil serta membandingkannya dengan regresi linear. Pemilihan regresi kuantil didasarkan pada ketahanannya terhadap pelanggaran asumsi klasik, seperti distribusi sisaan yang tidak normal dan adanya pencilan, serta kemampuannya dalam menggambarkan pengaruh variabel prediktor pada berbagai kuantil lama pengobatan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi alpha=0,05, variabel Sembuh, dan Pengobatan Lengkap berpengaruh signifikan baik pada model regresi linear maupun regresi kuantil tau=0,25. Selain itu, model regresi kuantil pada kuantil tau=0,25 menghasilkan selang kepercayaan yang lebih sempit. Berdasarkan nilai Akaike Information Criterion (AIC) dan Bayesian Information Criterion (BIC), regresi kuantil menghasilkan nilai yang lebih kecil, hal ini terbukti memberikan kecocokan model yang lebih baik dibandingkan regresi linear
PENGARUH BEBERAPA DOSIS PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN PENGHASIL GAHARU (AQUILARIA MALACCENSIS LAMK.) PADA MEDIA TANAM BEKAS TAMBANG KAPUR
Tanaman penghasil gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) adalah salah satu jenis tanaman hutan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, karena resin harum yang terkandung dalam kayunya. Jumlah lahan yang tersedia untuk pertanian berkurang sebagai akibat dari banyaknya masyarakat yang melakukan alih fungsi lahan. Salah satunya lahan bekas tambang kapur. Untuk meningkatkan kesuburan pada tanah diperlukan pemberian stimulan yang mampu mengaktifkan mikroorganisme pada tanah salah satunya menambahkan PGPR. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik PGPR pada pertumbuhan bibit tanaman penghasil gaharu pada lahan bekas tambang kapur. Percobaan dilaksanakan di UPT Kebun Percobaan Fakultas Pertanian. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu dosis PGPR 0 ml/L, 25 ml/L, 50 ml/L, 75 ml/L, dan 100 ml/L. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf nyata 5%. Apabila F hitung lebih besar dari pada F tabel, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis PGPR memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bibit tanaman penghasil gaharu pada semua variabel pengamatan, yaitu pertambahan tinggi bibit, pertambahan jumlah daun, panjang daun terpanjang, lebar daun terlebar, bobot segar akar, dan persentase bibit siap salur
Implementasi Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Teknologi Untuk Pengelolaan Sumber Daya Manusia Pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat.
Analisis Kepuasan Konsumen Pada Kopi Keliling Jalani Coffee Kota Padang
Jalani Coffee merupakan salah satu usaha kopi keliling di Kota Padang yang menghadapi persaingan ketat dan penurunan volume penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan konsumen terhadap usaha kopi keliling
Jalani Coffee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis
(IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling terhadap 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen merasa puas terhadap kinerja Jalani Coffee dengan
nilai indeks kepuasan konsumen (CSI) sebesar 84,86% yang termasuk dalam kategori sangat puas. Analisis IPA menunjukkan bahwa terdapat beberapa atribut yang berada pada kuadran I (prioritas utama), yaitu lokasi aman dan nyaman, pemberian loyalitas, dan penjelasan produk. Atribut-atribut ini merupakan hal-hal yang dianggap penting oleh konsumen, tetapi masih kinerja pada atribut dinilai rendah. Sementara itu, atribut lain seperti rasa produk, kehigienisan minuman,
harga sesuai dengan kualitas, harga sesuai dengan pelayanan, lokasi mudah ditemukan, lokasi mudah dijangkau, kesigapan karyawan, keramahan dan kesopanan, kebersihan dan kerapian, interaksi yang baik, kecepatan penyajian, dan transaksi pembelian tersedia berbagai layanan berada pada kuadran II (pertahankan kinerja). Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak manajemen Jalani Coffee dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan loyalitas konsumen
Gambaran Tingkat Keberhasilan Perawatan Ortodonti Lepasan Berdasarkan Indeks Peer Assessment Rating (Par) Di Poli Ortodonti Rsgm Universitas Andalas
Latar belakang : Maloklusi merupakan keadaan gigi yang tidak harmonis secara estetik dan memengaruhi penampilan seseorang serta mengganggu keseimbangan fungsi pengunyahan maupun
bicara. Maloklusi memiliki tingkat prevalensi yang tinggi yaitu di angka 80% dari jumlah penduduk di Indonesia dan jumlahnya terus meningkat. Perawatan ortodonti lepasan merupakan salah satu perawatan untuk memperbaiki maloklusi. Penilaian keberhasilan perawatan ortodonti dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk keahlian operator, sikap kooperatif pasien, dan keparahan maloklusi. Penilaian ini dapat dilakukan menggunakan alat ukur berupa indeks ortodonti seperti Peer Assesment Rating Index (PAR). Tujuan : Mengetahui tingkat keberhasilan perawatan ortodonti lepasan pada pasien poli ortodonti di RSGM Unand. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif. Sampel pada penelitian ini adalah model studi pasien yang telah selesai menjalani perawatan ortodonti lepasan secara lengkap di Poli Ortodonti RSGM Unand dari tahun 2022-2024 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti serta diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Penilaian keberhasilan perawatan ortodonti dilakukan menggunakan indeks ortodonti Peer Assesment Rating Index (PAR). Hasil : Pada penelitian ini sebesar 53,7% sampel masuk dalam kategori tidak mengalami perbaikan, 18,5% masuk dalam kategori mengalami sedikit perbaikan, 22,2% masuk dalam
kategori mengalami perbaikan, dan 5,6% masuk dalam kategori mengalami perbaikan sangat banyak. Kesimpulan : Pasien anak-anak memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan pasien dewasa yaitu sebanyak 9 dari 10 setidaknya mengalami perbaikan, serta tidak ditemukan perbedaan signifikan antara tingkat keberhasilan perawatan laki-laki dan perempuan
Pengaruh Penambahan Sari Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S.) Terhadap Karakteristik Minuman Fungsional Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sari jeruk nipis terhadap karakteristik kimia dan organoleptik minuman fungsional ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan sari jeruk nipis (0%, 1,5%, 3%, 4,5%, dan 6%) dan tiga kali ulangan. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dan jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji DNMRT pada taraf 5%. Parameter yang diamati meliputi uji pH, uji kadar vitamin C, uji aktivitas antioksidan, uji kadar antosianin, dan uji organoleptik (warna, aroma, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk nipis berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter kimia serta organoleptik aroma dan rasa, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan sari jeruk nipis sebanyak 6%, dengan nilai pH 2,97, kadar vitamin C 0,81 mg/100 g, aktivitas antioksidan 29,53%, dan kadar antosianin 3,56 mg/L, serta hasil uji organoleptik warna 3,92 (biasa), aroma 3,64 (biasa), dan rasa 4,00 (suka)
Potensi Sumber Daya Manusia Untuk Pengembangan Peternakan Sapi Perah Di Kota Padang Panjang
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui potensi SDM melalui karakteristik
peternak sapi perah di Kota Padang Panjang, (2) mengetahui curahan waktu kerja rumah
tangga dalam memelihara sapi perah di Kota Padang Panjang, dan (3) menganalisis potensi
pengembangan peternakan sapi perah di Kota Padang Panjang berdasarkan SDM yang
tersedia. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan
dengan metode sensus dan jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif untuk menghitung kebutuhan curahan waktu
kerja per satuan ternak (ST) dan potensi tenaga kerja yang tersedia untuk pengembangan
usaha sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak sapi perah di Kota Padang
Panjang berada pada usia produktif dengan mayoritas laki-laki dan tingkat pendidikan
formal menengah ke atas, serta pengalaman beternak yang cukup lama. Dalam kondisi
aktual, rataan curahan waktu kerja untuk memelihara sapi perah sebesar 0,861 Hari Kerja
Pria (HKP) per hari, dengan rataan jumlah sapi yang dipelihara 3,9 ST/peternak. Artinya
rataan curahan waktu kerja per hari untuk memelihara sapi perah adalah 0,22 HKP/ST.
Dalam kondisi pemanfaatan waktu kerja secara penuh, dimana total waktu kerja tersedia
per hari sebesar 30,2 HKP, maka SDM yang ada mampu mengelola sapi perah sebanyak
137,27 ST. Artinya dalam kondisi waktu kerja digunakan secara penuh, populasi sapi perah
yang ada saat ini 78 ST dapat ditingkatkan menjadi 137,27 ST, atau rataan jumlah sapi
perah yang dipelihara dapat ditingkatkan dari 3,9 ST/peternak menjadi 6,9 ST/peternak
Sistem Pengawasan Aktivitas Anak-anak Dengan Bluetooth Low Energy Pada Tempat Penitipan Anak Terintegrasi Iot (Internet Of Things
Masa kanak-kanak adalah periode krusial untuk bermain yang mendukung perkembangan sosial, fisik, dan kognitif. Namun, bagi orang tua yang bekerja,pengawasan anak sering kali terhambat, sehingga banyak yang menitipkan anak mereka di tempat penitipan anak. Meskipun demikian, kasus kelalaian pengawasan masih sering terjadi, mengakibatkan kecelakaan serius, bahkan kematian, seperti kasus anak yang tenggelam di drainase. Statistik menunjukkan bahwa insiden kecelakaan dan kekerasan pada anak di ruang publik masih tinggi. Guna mengatasi masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem pemantauan yang dapat membantu pengasuh dan orang tua mengawasi pergerakan anak secara efektif. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi posisi dan pergerakan anak, memberikan peringatan dini kepada pengasuh dan orang tua jika anak berada di luar area aman. Diharapkan
sistem ini dapat meminimalisir risiko kecelakaan dengan menyediakan informasi real�time, sehingga menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman dan menenangkan bagi orang tua serta pengasu
Analisis Penerimaan Teknologi Pada Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) Pada Waste Water Treatment Plant Di PT.XYZ
Penerapan teknologi seperti internet of things dan automation terbukti mampu memperlancar kegiatan operasional industri manufaktur meliputi penerimaan bahan baku hingga pengiriman produk serta pengendalian limbah yang dihasilkan, khususnya pada bagian pengolahan air limbah, teknologi monitoring kualitas air limbah yaitu sistem pemantauan air limbah secara terus menerus dalam jaringan (SPARING) menjadi suatu inovasi untuk industri manufaktur. Diperlukan analisis tentang bagaimana tingkat penerimaan teknologi SPARING pada divisi waste water treatment plant. Penelitian bertujuan melakukan menganalisis faktor pengaruh niat perilaku untuk menggunakan (behavioral intention to use) dan memberikan rekomendasi penyelesaian terhadap faktor yang paling berpengaruh pada teknologi SPARING. Penelitian menggunakan metode pengisian kuisioner yang menggunakan variabel penelitian teridentifikasi dari kombinasi teori technology acceptance model (TAM) dan unified theory of acceptance model (UTAUT). Proses pengumpulan data dengan melibatkan 36 respoden yang bekerja di PT. XYZ. Pengolahan data akan dilakukan menggunakan analisis kuantitatif pls-sem menggunakan software SmartPLS versi 4 dan rekomendasi penyelesaian menggunakan analisis kualitatif fish bone diagram. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan 7 hipotesis, terdapat 5 hipotesis yang berpengaruh signifikan positif. Sehingga, untuk 5 hipotesis yang terindikasi berpengaruh signifikan postif akan diberikan rekomendasi penyelesaian sehingga dapat meningkatkan niat perilaku untuk menggunakan pada pengguna PT.XYZ
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI KOTA SOLOK
Cakupan imunisasi dasar lengkap di Kota Solok menunjukkan penurunan dalam beberapa
tahun terakhir. Pada tahun 2021, hanya 23% dari target bayi yang menerima imunisasi dasar
lengkap. Angka ini meningkat pada tahun 2022 menjadi 52,2% dari 1.343 bayi, namun turun
kembali pada tahun 2023 menjadi 45% dari 1.361 bayi—menunjukkan masalah yang serius.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi
dasar lengkap di Kota Solok, meliputi pengetahuan, sikap, keyakinan, sarana prasarana,
aksesibilitas layanan, biaya, dukungan keluarga, dan pemberian insentif, serta mengidentifikasi
faktor yang paling berpengaruh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods, menggabungkan metode
kuantitatif dan kualitatif. Desainnya mengikuti model explanatory sequential, di mana data
kuantitatif dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penelitian
kualitatif mendalam yang mengkaji komponen input, proses, dan output. Pendekatan ini dipilih
untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan mudah dipahami.
Data kuantitatif diperoleh dari 222 responden menggunakan kuesioner, sedangkan data
kualitatif didapatkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan tinjauan dokumen. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 62,2% ibu telah mengimunisasi bayinya secara lengkap. Uji Chi-
square menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, keyakinan, dukungan keluarga, dan pemberian
insentif masing-masing memiliki nilai p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan
signifikan. Sementara itu, sarana prasarana (*p*=0,163 >0,05) dan biaya (*p*=0,129 >0,05) tidak
signifikan secara statistik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap, dukungan keluarga, dan pemberian insentif
merupakan variabel yang paling kuat korelasinya dengan cakupan imunisasi dasar lengkap