Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Faktor yang Berhubungan dengan Peran Kader terhadap Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu Terintegrasi di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamenanti Tahun 2025

    Get PDF
    Rendahnya cakupan kunjungan balita ke posyandu (D/S) tahun 2023 yaitu 36% dari target 80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan peran kader terhadap kunjungan ibu balita ke posyandu terintegrasi di wilayah kerja Puskesmas Sukamenanti tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada Januari - Mei 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 80 kader posyandu di Puskesmas Sukamenanti dengan sampel sebanyak 46 kader posyandu menggunakan proportional sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (56,5%) responden memiliki peran kader yang kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (ρ-value = 0,003), sikap (ρ-value = 0,044), ketersediaan pelatihan (ρ-value = 0,015), dukungan petugas kesehatan (ρ-value = 0,022), dan insentif (ρ-value = 0,025) dengan peran kader terhadap kunjungan ibu balita ke posyandu terintegrasi. Pengetahuan paling dominan berhubungan dengan peran kader posyandu (POR = 10,182). Kader posyandu menunjukkan peran yang masih kurang optimal dalam meningkatkan kunjungan ibu balita ke posyandu terintegrasi. Disarankan agar Puskesmas Sukamenanti dan Pemerintah Nagari melakukan peningkatan pengetahuan kader melalui edukasi berkala dan pelatihan terkait Integrasi Layanan Primer di posyandu

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Ny. P (38 TAHUN) P3A0H3 POST SECTIO CAESARIA ATAS INDIKASI PREEKLAMSIA BERAT +HELLP SINDROM+FETAL DISTRESS DAN PENERAPAN FOOT MASSAGE DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA MASALAH PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF DI RUANG RAWAT KEBIDANAN RSUP DR. M. DJAMIL PADANG

    Get PDF
    Manifestasi klinis preeklamsia tidak hanya pada masa kehamilan, tetapi dapat muncul atau berlanjut pada periode postpartum. Jika tidak ditangani dengan baik preeklamsia postpartum dapat menyebabkan banyak komplikasi seperti sindrom HELLP, kejang (eklampsia), stroke iskemik, perdarahan intraserebral (ICH) dan lain sebagainya. Manajemen preeklamsia dapat dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis. Meskipun terapi farmakologis diberikan, intervensi nonfarmakologis diperlukan sebagai penunjang untuk mempercepat proses penyembuhan. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah pada ibu postpartum adalah terapi pijat kaki. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami penerapan asuhan keperawatan pada Ny. P (38 tahun) P3A0H3 dengan preeklamsia serta pengaruh evidance base practice terhadap tekanan darah. Metode penulisan ini dengan studi kasus. Prosedurnya dimulai dari pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, pemilihan intervensi yang sesuai, pelaksanaan implementasi dan evaluasi. Masalah keperawatan yang diangkat yaitu perfusi perifer tidak efektif b.d peningkatan tekanan darah, ketidaknyamanan pasca partum b.d involusi uterus, dan ansietas b.d krisis situasional. Implementasi yang diberikan yaitu terapi foot massage. Terapi dilakukan selama 3 hari, pada rentang jam 9-12 siang selama 10-20 menit. Hasil evaluasi didapatkan perubahan tekanan darah yang awalnya 210/119 mmHg menjadi 130/70 mmHg. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 38,10% dan diastolik sebesar 41,18%. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan teknik ini sebagai alternatif dalam memberikan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan preeklamsi

    Analisis Pengaruh angkatan Kerja Perempuan dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) Terhadap Kemiskinan di Sumatera utara

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah Perempuan bekerja, jumlah pengangguran Perempuan dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sebagai faktor penentu kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan tipe data panel dari 33 kabupaten atau kota di Provinsi Sumatera Utara tahun 2019-2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan menggunakan metode analisis regresi data panel diperoleh hasil bahwa secara simultan jumlah perempuan bekerja, jumlah pengangguran perempuan dan indeks Pembangunan gender (IPG) menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Sumatera utara. Jika dilihat secara parsial, jumlah pengangguran perempuan dan indeks Pembangunan gender (IPG) menunjukkan pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan untuk jumlah pengangguran perempuan menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Keyword : Angkatan kerja Perempuan, Indeks Pembangunan Gender (IPG), kemiskina

    Analisis Termoekonomi dalam Pengolahan Teh Daun Gambir di Kelompok Usaha Bersama Permata Hijau Pangkalan Koto Baru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek termoekonomi dari mesin pencacah daun gambir dalam proses produksi teh gambir di KUB Permata Hijau, Pangkalan Koto Baru. Analisis mencakup aspek teknis, energi, dan ekonomi, serta dampak lama pengeringan daun terhadap performa mesin. Tiga perlakuan pengeringan diuji, yaitu 4, 5, dan 6 hari. Hasil menunjukkan bahwa pengeringan hari ke-6 memberikan performa terbaik dengan kadar air daun 9,08%. Kapasitas kerja mesin tertinggi dicapai sebesar 18,14 kg/jam, kualitas cacahan terbaik mencapai 94,19%, efisiensi penerusan daya sebesar 97,21%, dan konsumsi bahan bakar terendah sebesar 1,21 liter/jam. Tingkat kebisingan mesin terendah terjadi pada pengeringan hari ke-6 dengan rata-rata 88,60 dB, masih di bawah ambang batas kerja. Analisis energi menunjukkan kebutuhan energi manusia saat pengeringan hingga 1.704.028 joule, dan energi bahan bakar sebesar 4,63 MJ/kg. Secara ekonomi, biaya pokok pencacahan mencapai Rp 2.532/kg, dan titik impas (BEP) sebesar 4.717,03 kg/tahun

    “Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Dengan Penerapan Latihan ROM Cylindrical Grip Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Ruangan Neuro RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Stroke non hemoragik merupakan salah satu penyakit neurologis dengan prevalensi tinggi dan cenderung meningkat setiap tahunnya. Salah satu dampak klinis utama dari kondisi ini adalah terjadinya hemiparesis, yaitu terjadinya kelemahan otot pada satu sisi tubuh, yang secara signifikan bisa mengganggu kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti latihan ROM cylindrical grip menjadi salah satu strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada pasien dengan gangguan mobilitas fisik yang dirawat d ruang neuro RSUP Dr. M. Djamil Padang. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan frekuensi dua kali sehari selama ±10-15 menit menggunakan media benda silinder untuk melatih otot fleksor dan ekstensor tangan. Diagnosis keperawatan yang diangkat adalah gangguan mobilitas fisik. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas kiri dari nilai kekuatan otot 3 (melawan gravitasi dengan ROM penuh, namu belum mampu melawan tahanan) menjadi nilai Kekuatan otot 4 (mampu melawan tahanan ringan dengan gerakan stabil). Latihan ROM cylindrical grip ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rutin bagi pasien stroke non hemoragik untuk mendukung proses pemulihan pasca stroke

    RESILIENSI PEDAGANG PASCA PEMBANGUNAN GEDUNG BARU PASA ATEH, KOTA BUKITTINGGI

    Get PDF
    Penelitian ini di latarbelakangi oleh aktivitas perdagangan di Pasa Ateh yang mengalami perubahan drastis setelah peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun 2017, dimana kebakaran tersebut menghanguskan sebagian besar bangunan pasar. Pasca pembangunan kembali gedung Pasa Ateh, kondisi perekomian pedagang tidak sepenuhnya pulih. Meskipun sarana fisik telah diperbarui, namun aktivitas jual beli melemah dikarenakan daya beli yang menurun. Tujuan penelitian ini dilakukan unuk mengetahui kondisi jual beli pedagang di Pasa Ateh dan mengidentifikasi bentuk resiliensi pedagang pasca pembangunan gedung baru pasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Pemilihan informan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi perekonomian Pasa Ateh mengalami perubahan, baik dari segi fisik maupun dalam praktik jual-beli masyarakat. Daya beli konsumen yang menurun secara signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pasar sebelum terjadi kebakaran. Pedagang juga mengalami penurunan omset yang diakibatkan karena perubahan posisi kios, gedung yang terkesan tertutup, pasar yang kurang hidup, serta peralihan ke platform daring. Dalam menghadapi tantangan ini, pedagang mengandalkan resiliensi yang berasal dari berbagai aspek seperti ikatan antar sesama pedagang, kekerabatan, sistem tawar-menawar yang berlaku, serta branding toko dalam keberlangsungan usaha. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor kepribadian dan identitas diri yang dimiliki oleh pedagang. Kata Kunci: Resiliensi, Pedagang, Jual Bel

    ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY. D DENGAN HIPERTENSI MELALUI PENERAPAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH DI KELURAHAN BATANG KABUNG GANTING

    Get PDF
    Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas global. Penatalaksanaan hipertensi memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk melalui intervensi non-farmakologis. Salah satu bentuk intervensi farmakologis yang dapat diterapkan adalah isometric handgrip exercise (IHE). Tujuan dari karya ilmiah akhir ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan keluarga pada Ny. D dengan hipertensi melalui penerapan isometric handgrip exercise (IHE) sebagai upaya penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada keluarga Ny.D di Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kota Padang. Masalah keperawatan yang diangkat adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Intervensi dilakukan dengan menerapkan terapi isometric handgrip exercise menggunakan alat handgrip selama 5 hari berturut – turut dengan frekuensi 1 kali sehari selama 3 menit. Evaluasi tekanan darah dilakukan menggunakan tensimeter sebelum dan sesudah terapi. Setelah dilakukan intervensi selama 5 hari, terjadi penurunan tekanan darah dengan rata – rata untuk tekanan darah sistolik yaitu 5 mmHg dan tekanan darah diastolik yaitu 3,7 mmHg. Keluarga juga menunjukan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam perawatan non-farmakologis, serta pastisipasi aktif dalam mendukung proses penyembuhan. Penerapan IHE terbukti menjadi terapi pelengkap yang efektif dan mudah diterapkan di tingkat keluarga. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan penguatan edukasi keluarga dan pemanfaatan terapi IHE sebagai bagian dari promosi kesehatan dalam penatalaksanaan hipertensi di masyarakat

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DISFAGIA DENGAN PENERAPAN CHIN TUCK AGAINST RESISTANCE (CTAR)DALAM MENINGKATKAN FUNGSI MENELAN DI KELURAHAN BATANG KABUNG GANTING KOTA PADANG TAHUN 2025

    Get PDF
    Lansia merupakan kelompok usia rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan akibat penurunan fungsi fisiologis, termasuk gangguan menelan (disfagia). Disfagia pada lansia sering kali tidak terdeteksi dan dianggap sebagai bagian normal dari proses menua, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti malnutrisi, aspirasi pneumonia, dan isolasi sosial. Salah satu terapi non farmakologis yang saat ini berkembang dan terbukti efektif dalam menangani disfagia adalah Chin Tuck Against Resistance (CTAR), yaitu latihan untuk memperkuat otot-otot suprahyoid yang berperan dalam proses menelan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan dengan penerapan intervensi CTAR pada lansia dengan disfagia di Kelurahan Batang Kabung Ganting, Kota Padang. Metode yang digunakan adalah studi kasus asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan pada responden lansia yang mengalami disfagia. Diagnosa yang ditegakkan agalah gangguan menelan (D.0063) dengan status menelan (l.06052) sebagai luaran utama dengan indikator mempertahankan makanan dimulut meningkat, reflek menelan meningkat, kemampuan mengosongkan mulut meningkat, frekuensi tersedak menurun, dan batuk menurun. Interversi berupa latihan menelan dengan menggunakan terapi Chin Tuck Against Resistance (CTAR). Implementasi dilakukan selama 5 hari berturut-turut secara pendampingan dan mandiri setiap sebelum makan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan fungsi menelan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan tersedak dan peningkatan kenyamanan saat makan. Diharapkan lansia mampu melakukan latihan menelan dengan CTAR secara mandiri untuk meningkatkan fungsi menelan

    PENGALAMAN DIGITAL IMMIGRANT MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL (Studi terhadap Generasi X sebagai Pengguna Aktif TikTok di Komunitas Sapa_Young, Kota Padang)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya popularitas media sosial TikTok pada kelompok Digital Immigrant terutama Generasi X. Digital Immigrant merujuk kepada mereka yang baru mengenal dan beradaptasi dengan teknologi di usia yang sudah dewasa. Generasi X adalah individu yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980 atau berumur 45 hingga 60 tahun. Generasi X berpartisipasi secara aktif menggunakan media sosial baru TikTok yang mayoritas penggunanya adalah generasi muda. TikTok identik dengan hal yang bersifat tren dan viral yang tidak sesuai dengan usia mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman Generasi X sebagai pengguna aktif TikTok di Komunitas Sapa_Young, Kota Padang yang terbagi menjadi 3 tujuan khusus yaitu mendeksripsikan proses keterlibatan sebagai pengguna aktif di TikTok, mendeskripsikan Because Motive (motif sebab), dan mendeskripsikan In Order to Motive (motif tujuan). Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi dari Alfred Schutz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif tipe deskriptif. Penentuan informan berdasarkan teknik purposive sampling (disengaja). Penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam dengan 9 informan pelaku dan 7 informan pengamat dan observasi terhadap akun TikTok informan pelaku, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses keterlibatan Generasi X ialah (1) Tahap penolakan; (2) Tahap penasaran dan adaptasi pada penggunaan awal; (3) Tahap menjadi pengguna aktif TikTok. Motif penyebab Generasi X sebagai pengguna aktif di TikTok ialah (1) Pengalaman buruk di media sosial Facebook yang terbagi 3 yaitu pengalaman mendapatkan komentar negatif di Facebook, pengalaman sering ditandai (tag) orang lain di Facebook, dan pengalaman ketidaknyamanan dengan fitur Facebook Pro; (2) Pengaruh Peer Group (kelompok sebaya) yang terbagi menjadi 2 bentuk yaitu pengalaman mendapatkan ajakan teman melalui Facebook dan Pengalaman TikTok sebagai media hiburan bersama. Motif tujuan Generasi X sebagai pengguna aktif TikTok ialah (1) Keinginan mendapatkan penghasilan; (2) Media edukasi dan penyebaran nilai-nilai positif; (3) Keinginan menghibur diri sendiri; (4) Untuk menyimpan kenangan secara daring; (5) Ingin mendapatkan pengakuan sosial: Dunia nyata dan Dunia maya

    Optimasi Rute Distribusi Tabung Gas Medis dan Industri dengan Split Delivery Di PT Putri Kembar Gas

    Get PDF
    Aktivitas distribusi berperan penting dalam menentukan profitabilitas perusahaan melalui efisiensi biaya dan kepuasan pelanggan. PT Putri Kembar Gas menghadapi tantangan dalam pendistribusian tabung gas ke berbagai lokasi pelanggan di Kota Padang, dengan permintaan harian yang beragam dan kapasitas kendaraan yang terbatas. Pembagian wilayah dan urutan distribusi dengan mengandalkan pengalaman pengemudi menjadi dasar dari prosedur penentuan rute distribusi saat ini. Pengiriman kepada pelanggan dengan permintaan yang melebihi kapasitas kendaraan tunggal memerlukan kunjungan berulang untuk memenuhi kebutuhannya. Prosedur penentuan rute yang dilakukan oleh perusahaan belum tentu menghasilkan rute yang optimal, dibuktikan dengan adanya pengiriman yang dilakukan melebihi jam operasional. Rute distribusi yang belum optimal ini berdampak pada peningkatan biaya operasional. Karena itu, diperlukan optimalisasi rute kendaraan dengan mempertimbangkan kapasitas kendaraan, multi-trip, dan split delivery untuk memenuhi permintaan pelanggan secara efisien. Penelitian ini melakukan pengembangan pada model VRP, yaitu Heterogeneous Vehicle Routing Problem Split Delivery Multi-Trip, and Multi-Product (HVRPSDMTMP), yang diselesaikan menggunakan pendekatan eksak dengan bantuan software Gurobi Optimizer. Proses penentuan rute dilakukan dengan merancang alat bantu yang dapat digunakan perusahaan dalam menentukan rute harian secara efisien. Alat bantu ini dapat dijalankan dengan bantuan software Microsoft Excel dan Jupyter Notebook yang diintegrasikan dengan Gurobi Optimizer. Percobaan dilakukan menggunakan data pemesanan pada tanggal 2 November 2024 yang terdiri atas 29 pelanggan dengan total permintaan sebanyak 164 tabung besar dan 20 tabung kecil. Dengan menggunakan parameter MIPGap 13%, diperoleh rute distribusi dengan biaya transportasi sebesar Rp93.499,33 dan jarak tempuh 115,80 km. Rute usulan dapat meminimalkan biaya hingga Rp60.329,67 (39,22%) dan jarak tempuh hingga 50,60 km (30,41%) dibandingkan rute aktual. Manfaat yang diperoleh dinilai dengan pendekatan Benefit Cost rasio (BCR) yang menghasilkan nilai sebesar 1,98. Nilai ini menunjukkan bahwa solusi yang diusulkan layak untuk diterapkan karena menguntungkan perusahaan dari segi penghematan biaya transportasi dan efisiensi biaya operasional secara keseluruhan

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇