Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Asuhan Keperawatan pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis dengan Penerapan Terapi Mengunyah Permen Karet Bebas Gula untuk Mengurangi Rasa Haus dan Mulut Kering di Ruang Interne Pria RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Pasien penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis sering mengeluhkan rasa haus berlebihan dan mulut kering akibat pembatasan asupan cairan dan penurunan produksi saliva. Keluhan ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memicu ketidakpatuhan terhadap pembatasan cairan, yang berisiko menyebabkan edema. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang terbukti efektif adalah mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang sekresi saliva. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan intervensi mengunyah permen karet bebas gula sebagai bagian dari Evidence Based Nursing dalam mengurangi rasa haus dan mulut kering pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Pada studi kasus ini diagnosa keperawatan yang diangkat yaitu resiko perfusi renal tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, dan keletihan. Terapi dilakukan selama 6 hari, pasien mengunyah dua butir permen karet bebas gula sebanyak enam kali per hari. Evaluasi dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) untuk menilai derajat rasa haus, dan Summated Xerostomia Inventory (XI) untuk menilai mulut kering, sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan skor VAS dari 6 ke 4 dan XI dari 40 ke 26 yang bermakna secara klinis, menggambarkan berkurangnya rasa haus dan mulut kering. Disarankan kepada pasien dan keluarga agar dapat menerapkan terapi mengunyah permen sebagai terapi non farmakologis untuk mengurangi rasa haus

    Asuhan Keperawatan pada Pasien Anak Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) dengan Masalah Gangguan Pola Tidur Menggunakan Intervensi Sleep Hygiene di Ruang Anak Kronis RS M. Djamil Padang

    Get PDF
    Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) merupakan jenis kanker darah yang paling sering dijumpai pada anak. Tingginya jumlah kasus LLA pada anak menunjukkan bahwa kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan serius. Anak dengan LLA yang menjalani kemoterapi sering mengalami gangguan tidur akibat efek samping terapi. Intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah sleep hygiene. Tujuan penelitian yaitu untuk menerapkan asuhan keperawatan dengan intervensi sleep hygiene pada anak LLA yang mengalami gangguan pola tidur di ruang anak kronis RS M. Djamil Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek seorang anak berusia 12 tahun dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur, gangguan integritas kulit dan risiko perfusi perifer tidak efektif dengan diagnosa medis LLA. Penatalaksanaan gangguan pola tidur yaitu dengan pemberian intervensi dukungan tidur dengan penerapan sleep hygiene, kepada anak dan pemberian edukasi kepada orang tua. Instrumen yang digunakan yaitu Children Sleep Habits Questionner (CSHQ) untuk menilai gangguan pola tidur. Hasil menunjukkan adanya perbaikan pada pola tidur pasien setelah penerapan sleep hygiene selama 7 hari. Frekuensi terbangun di malam hari menurun, tidur lebih nyenyak, dan kualitas tidur secara keseluruhan meningkat. Kesimpulannya, sleep hygiene terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengatasi gangguan pola tidur pada anak dengan LLA. Sehingga disarankan kepada perawat dan orang tua agar dapat menerapkan sleep hygiene untuk mengatasi gangguan tidur pada anak LLA

    Efektivitas Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Sebagai Bahan Identifikasi Plak Gigi

    Get PDF
    Latar Belakang: Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mengandung berbagai senyawa aktif seperti klorofil, flavonoid, tanin, dan alkaloid yang memiliki potensi antibakteri serta pewarna alami. Salah satu kegunaannya yang potensial adalah sebagai alternatif bahan identifikasi plak gigi. Plak gigi merupakan biofilm mikroorganisme yang tidak tampak jelas secara kasat mata dan memerlukan disclosing agent untuk membantu visualisasinya. Disclosing solution sintetis seperti eritrosin efektif dalam mewarnai plak, namun memiliki potensi efek samping dan harga yang relatif mahal. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan alami yang aman, murah, dan mudah diperoleh, seperti ekstrak daun pandan wangi, yang dapat memberikan pewarnaan kontras terhadap plak gigi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun pandan wangi sebagai bahan identifikasi plak gigi. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai bahan identifikasi plak gigi. Metode: menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan post test only one group design. Sampel terdiri dari 44 sampel. Sampel yang terpilih akan diberi 2 kali perlakuan yaitu pemeriksaan plak menggunakan disclosing solution dan ekstrak daun pandan wangi kemudian dicatat dalam format RKP (Rekam Kontrol Plak). Analisis data menggunakan Dependent T Test. Hasil: Nilai rata-rata skor kontrol plak dengan disclosing solution adalah 31,32, sedangkan dengan ekstrak daun pandan adalah 27,20. Hasil bivariat didapatkan p=0,025 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor kontrol plak menggunakan disclosing solution dan kontrol plak ekstrak daun pandan wangi. Kesimpulan: Esktrak aun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) sebagai bahan identifikasi plak gigi namun belum sebaik disclosing solution

    Perencanaan Kapasitas Produksi (Studi Kasus: Randang Kacang Mak Uwo)

    Get PDF
    IKM Randang Kacang Mak Uwo menghadapi kendala dalam memenuhi permintaan pasar yang fluktuatif, yang menyebabkan terjadinya kondisi understock dan kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp330.075.000,00 pada tahun 2024. Hal ini terjadi akibat tidak adanya perencanaan kapasitas berbasis data serta ketiadaan waktu baku produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang perencanaan kapasitas produksi yang optimal untuk tahun 2025 melalui pendekatan kuantitatif. Peramalan permintaan dilakukan menggunakan metode pola data tren dan musiman berupa metode regresi linear, kuadratis, holt’s exponential smoothing, dan dekomposisi multiplikatif (Sesonal-Tren). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode dekomposisi multiplikatif memiliki tingkat kesalahan paling kecil (MAPE 2,23%) dan dipilih sebagai dasar perencanaan. Berdasarkan hasil peramalan, dilakukan penyusunan Jadwal Induk Produksi (JIP), pengukuran waktu baku di setiap stasiun kerja, dan evaluasi kapasitas menggunakan metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Hasil menunjukkan bahwa kapasitas stasiun kerja perandangan tidak mencukupi untuk seluruh periode 2025, sementara stasiun lain mencukupi. Terdapat lima alternatif pemenuhan kapasitas yaitu lembur, subkontrak, penambahan mesin, kombinasi antara penambahan mesin dan lembur, dan kombinasi antara penambahan mesin dan subkontrak. Alternatif kombinasi antara penambahan dua unit mesin perandangan dan penambahan jam kerja lembur terpilih sebagai solusi terbaik dengan biaya sebesar Rp 38.624.800,00. Alternatif ini memungkinkan IKM untuk memenuhi seluruh permintaan tahun 2025 dan menghindari potensi kehilangan pendapatan hingga Rp 1.275.750.000,00. Selain itu, alternatif tersebut juga memberikan manfaat jangka panjang karena dapat meningkatkan kapasitas produksi secara permanen, serta menghindari kelebihan kapasitas tersedia yang terlalu banyak

    PENGARUH KONFLIK INTERPERSONAL DAN STRES KERJA TERHADAP COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR DENGAN KETIDAKPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI PADA KARYAWAN KANTOR PERUMDA AIR MINUM KOTA PADANG

    Get PDF
    PENGARUH KONFLIK INTERPERSONAL DAN STRES KERJA TERHADAP COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR DENGAN KETIDAKPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI PADA KARYAWAN KANTOR PERUMDA AIR MINUM KOTA PADANG Tesis oleh Olivia Salsabila Fanesa (2320522075) Pembimbing Prof. Dr. Harif Amali Rivai, SE, M.Si dan Prof. Dr. Donard Games, SE, M.Bus ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik interpersonal dan stres kerja terhadap counterproductive work behavior (CWB) dengan ketidakpuasan kerja sebagai variabel mediasi. Studi dilakukan pada karyawan Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, dengan menggunakan teknik probability sampling dengan metode cluster sampling yang melibatkan 160 karyawan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik interpersonal dan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap counterproductive work behavior. Ketidakpuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap counterproductive work behavior. Selanjutnya, stres kerja berpengaruh langsung terhadap ketidakpuasan kerja. Di sisi lain, konflik interpersonal tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap ketidakpuasan kerja. Ketidakpuasan kerja terbukti memediasi hubungan antara stres kerja dan counterproductive work behavior, namun tidak memediasi hubungan antara konflik interpersonal dan counterproductive work behavior. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi organisasi dalam upaya mengelola konflik interpersonal dan stres kerja guna meningkatkan kepuasan kerja dalam meminimalisasi munculnya perilaku kontraproduktif di lingkungan kerja. Kata Kunci: Konflik Interpersonal, Stres Kerja, Ketidakpuasan Kerja, Counterproductive Work Behavior. v THE INFLUENCE OF INTERPERSONAL CONFLICT AND JOB STRESS ON COUNTERPRODUCTIVE WORK BEHAVIOR WITH JOB DISSATISFACTION AS A MEDIATING VARIABLE STUDY ON EMPLOYEES OF THE OFFICE OF PERUMDA DRINKING WATER CITY OF PADANG Thesis by Olivia Salsabila Fanesa (2320522075) Supervisor Prof. Dr. Harif Amali Rivai, SE, M.Si and Prof. Dr. Donard Games, SE, M.Bus ABSTRACT This study aims to analyze the influence of interpersonal conflict and job stress on counterproductive work behavior (CWB), with job dissatisfaction as a mediating variable. The study was conducted among employees of Perumda Air Minum Kota Padang using a probability sampling technique with a cluster sampling method, involving 160 employees. Data analysis was carried out using the Structural Equation Modeling (SEM) method with the assistance of SmartPLS. The results indicate that both interpersonal conflict and job stress have a positive and significant effect on counterproductive work behavior. Job dissatisfaction also has a positive and significant influence on counterproductive work behavior. Furthermore, job stress has a direct effect on job dissatisfaction. On the other hand, interpersonal conflict does not have a significant direct effect on job dissatisfaction. Job dissatisfaction is proven to mediate the relationship between job stress and counterproductive work behavior, but it does not mediate the relationship between interpersonal conflict and counterproductive work behavior. These findings offer important implications for organizations in managing interpersonal conflict and job stress to improve job satisfaction and minimize the emergence of counterproductive work behavior in the workplace. Keywords: Interpersonal Conflict, Job Stress, Job Dissatisfaction, Counterproductive Work Behavior

    PENGAWASAN TERHADAP PERIZINAN BERUSAHA RUMAH KOS DI KECAMATAN PADANG UTARA KOTA PADANG

    Get PDF
    ABSTRAK Kecamatan Padang Utara, Kota Padang mengalami peningkatan signifikan dalam usaha rumah kos seiring bertambahnya kebutuhan akomodasi akibat dari pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor mobilitas penduduk. Perizinan berusaha menjadi aspek penting untuk menjamin ketertiban, keamanan, dan kepastian hukum. Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, proses perizinan beralih ke sistem elektronik berbasis risiko melalui platform Online Single Submission (OSS). Kondisi ini menuntut penyesuaian baik dari pelaku usaha maupun lembaga pengawas. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: 1) Bagaimanakah pengawasan terhadap perizinan berusaha rumah kos di Kecamatan Padang Utara Kota Padang? 2) Bagaimanakah kendala serta solusi dalam pengawasan perizinan berusaha rumah kos di Kecamatan Padang Utara Kota Padang? Metode yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif dan sifat penelitian deskriptif analitis. Data primer diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pegawai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta pengelola rumah kos dengan menggunakan teknik purposive sampling, dan data sekunder dengan cara penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan dilakukan oleh DPMPTSP melalui verifikasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), inspeksi lapangan, dan pengecekan kesesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dengan kegiatan riil. Pendekatan pengawasan lebih menekankan pembinaan dibandingkan penindakan. Namun, terdapat kendala seperti rendahnya pemahaman pelaku usaha mengenai perizinan berusaha berbasis elektronik, lemahnya koordinasi antara pemilik dan pengelola, serta keterbatasan kewenangan DPMPTSP dalam mencabut izin secara sepihak. Solusi dari kendala tersebut adalah DPMPTSP harus meningkatkan sosialisasi dan pendampingan terstruktur, pengembangan sistem pengingat kewajiban pelaporan, dan kolaborasi dengan perangkat daerah untuk memantau kegiatan usaha secara langsung. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran serta semua pihak dalam memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan guna mewujudkan tata kelola usaha rumah kos yang legal, tertib, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Pengawasan, Perizinan Berusaha Elektronik, Kecamatan Padang Utara

    PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA KEPEMILIKAN SENJATA TAJAM DALAM AKSI TAWURAN DI WILAYAH KEPOLISIAN SEKTOR LUBUK BEGALUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Penegakan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam diatur dalam Pasal 2 Undang-Undang Drt Nomor 12 Tahun 1951. Berdasarkan penelitian di Polsek Lubuk Begalung menunjukkan banyak anak yang terlibat tawuran dengan senjata tajam, sehingga diperlukan penanggulangan yang efektif. Rumusan masalah penelitian mencakup: bagaimanakah penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam dalam tawuran, apakah yang menjadi hambatan dalam penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam dalam tawuran, dan bagaimanakah upaya mengatasi hambatan dalam penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam dalam tawuran. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam dalam tawuran dilakukan sesuai dengan aturan. Anak yang terlibat dapat dikembalikan kepada orang tua setelah dinasehati, sedangkan anak yang menyebabkan kerugian akan diproses secara hukum. Hambatan yang dihadapi oleh kepolisian meliputi kurangnya pengawasan orang tua, pergaulan anak yang bebas, kurangnya personel kepolisian, fasilitas CCTV yang kurang memadai, masyarakat yang takut melapor atau memberikan kesaksian. Untuk mengatasi hambatan ini kepolisian melakukan sosialisasi, memberi peringatan dini kepada anak-anak, dan melakukan patroli keliling pada waktu-waktu rawan. Kesimpulan adalah penegakan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana kepemilikan senjata tajam di Polsek Lubuk Begalung dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Hambatan yang dihadapi kepolisian meliputi kurangnya pengawan orang tua, pergaulan bebas anak, kekurangan personel, fasislitas CCTV yang kurang memadai. Untuk mengatasi hambatan tersebut, kepolisian melakukan sosialisasi kepada anak-anak, orang tua, dan masyarakat, memberikan peringatan dini serta melakukan patroli pada waktu-waktu rawan tawuran. Adapun saran yang diberikan adalah 1) perlunya perhatian khusus terhadap tawuran dengan senjata tajam. 2) Meningkatkan kesadaran hukum anak akan bahayanya tawuran dan sanksi hukum. 3) Memberikan sosialisasi kepada orang tua dan masyarakat. 4) Polsek Lubuk Begalung melakukan razia barang bawaan kepada anak yang berkumpul. 6) Pemerintah Daerah Sumatera Barat diharapkan membuat Perda khusus tentang tawuran dengan senjata tajam. Kata Kunci: Senjata Tajam, Anak Pelaku Tawuran, Kepolisian ENFORCEMENT OF LAW AGAINST CHILDREN AS PERPETRATORS OF CRIMINAL OFFENSES INVOLVING THE POSSESSION OF SHARP WEAPONS POSSESSION IN THE JURISDICTION OF LUBUK BEGALUNG POLICE SECTOR (Wardatun Nisak, 2110113151, Criminal Law, Faculty of Law, Andalas University, 72 pages, 2025) Supervisor : Dr. Nilma Suryani, S.H,M.H and Dr. Siska Elvandari, S.H,M.H ABSTRACT The enforcement of law against children as perpetrators of the crime of possessing sharp weapons is regulated under Article 2 of Emergency Law No. 12 of 1951. Research conducted at the Lubuk Begalung Police Sector indicates a significant number of children involved in brawls with sharp weapons, necessitating effective countermeasures. The research problem formulation includes: how is the enforcement of law against children as perpetrators of the crime of possessing sharp weapons in brawls, what are the obstacles in the enforcement of law against children as perpetrators of the crime of possessing sharp weapons in brawls, what efforts can be made to overcome these obstacles in the enforcement of law against children as perpetrators of the crime of possessing sharp weapons in brawls. The research method employed is empirical juridical with a descriptive approach. Based on the research findings, the enforcement of law against children as perpetrators of the crime of possessing sharp weapons in brawls is conducted in accordance with applicable regulations. Children involved may be returned to their parents after being counseled, while those causing harm will be subject to legal proceedings. The obstacles faced by the police include a lack of parental supervision, children’s free association, insufficient police personnel, inadequate CCTV facilities, and a community that is afraid to report or provide testimony. To address these obstacles, the police conduct socialization, issue early warnings to children, and carry out patrols during vulnerable times. In conclusion, the enforcement of law against children as perpetrators of the crime of possessing sharp weapons at the Lubuk Begalung Police Sector is carried out in accordance with applicable regulations. The obstacles faced by the police include insufficient parental supervision, children’s free association, a lack of personnel, and inadequate CCTV facilities. To overcome these obstacles, the police engage in socialization with children, parents, and the community, provide early warnings, and conduct patrols during critical times of potential brawls. Recommendations include: (1) the need for special attention to brawls involving sharp weapons, (2) increasing children’s legal awareness regarding the dangers of brawls and legal sanctions, (3) providing socialization to parents and the community, (4) the Lubuk Begalung Police Sector conducting inspections of belongings among groups of children gathering, and (5) the West Symatera Regional Government is encouraged to establish a local regulation specifically addressing brawls involving sharp weapons. Keywords: Sharp Weapons, Children Involved in Fights, Polic

    Hubungan Pengalaman Karies Gigi Permanen dengan Oral Health Related Quality of Life Pasien Poli Gigi Puskesmas Andalas

    Get PDF
    ABSTRAK Latar belakang: Karies gigi merupakan salah satu masalah utama kesehatan gigi dan mulut yang berdampak luas terhadap kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut individu, terutama dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial. Di Indonesia, prevalensi karies masih tergolong tinggi,termasuk Puskesmas Andalas merupakan salah satu puskesmas dengan jumlah kasus karies tertinggi di Kota Padang. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pengalaman karies gigi permanen dengan Oral Health Related Quality of Life (OHRQoL) pada pasien poli gigi di Puskesmas Andalas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 47 pasien berusia 35–44 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Pengukuran karies dilakukan dengan indeks DMF-T, sedangkan OHRQoL dinilai menggunakan kuesioner OHIP-14. Analisis data menggunakan SPSS dengan uji korelasi Pearson. Hasil: Rata-rata skor DMFT responden adalah 4,5 menurut WHO termasuk kategori tinggi dan (59,6%) memiliki tingkat karies yang tinggi. Sebagian besar responden memiliki ratarata skor OHIP-14 yang tinggi yaitu 46,2 dan (85,1%) memiliki tingkat OHRQoL yang buruk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara pengalaman karies dengan OHRQoL (p= -0,01; p < 0,005).. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengalaman karies gigi permanen dengan Oral Health Related Quality of Life. Semakin tinggi pengalaman karies, semakin buruk kualitas hidup pasien terkait kesehatan mulutnya

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang MP-ASI terhadap Pengetahuan dan Sikap Orang Tua Anak Usia 6-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam

    Get PDF
    Pendidikan kesehatan merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan tentang MPASI terhadap pengetahuan dan sikap orang tua anak usia 6-24 bulan. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest, melibatkan 75 orang tua yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan dan sikap orang tua, dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian bahwa setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang MPASI nilai mean pengetahuan baik meningkat sebanyak 1,6 dan sikap baik meningkat sebanyak 8,92. Uji statistik menunjukkan nilai yang signifikan pada semua variabel dengan p-value = 0,001 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap orang tua dalam pemberian MPASI. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat dilakukan pendidikan kesehatan lebih lanjut sesuai evidence based nursing untuk meningkatkan keterampilan orang tua dalam praktik pengolahan MPASI

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇