74254 research outputs found
Sort by
Asuhan Keperawatan pada An. P dengan Terapi Guided Imagery Dalam Mengurangi Nyeri pada Anak dengan Acute Lymphoblastic Leukimia (ALL) yang Sedang Menjalani Kemoterapi Fase Induksi Minggu Ke-7 di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Leukimia limfoblastik akut (LLA) adalah penyakit keganasan yang paling sering ditemui pada anak dengan presentasi 97% anak setiap tahunnya. Salah satu penatalaksanaan leukimia yaitu dengan kemoterapi, akan tetapi pengobatan kemoterapi memiliki efek samping pada anak salah satunya nyeri pada ekstermitas. Terapi non farmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri akut adalah penerapan guided imagery. Pelaksanaan guided imagery sebagai pengalih perhatian dari stimulus yang menyakitkan dengan memvisualisasikan hal-hal yang menyenangkan sehingga dapat mengurangi respon nyeri akibat kemoterapi. Penelitian ini merupakan studi kasus asuhan keperawatan dengan sampel berjumlah satu orang dengan diagnosa medis ALL. Studi kasus ini untuk mengetahui penurunan tingkat nyeri dengan penerapan guided imagery pada anak ALL. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilaksanakan dari 10-12 Mei 2025. Penatalaksanaan manajemen nyeri dilakukan dengan mengarahkan anak dengan guided imagery saat prosedur kemoterapi berlangsung dan dievaluasi setelah anak selesai mendengarkannya. Studi kasus ini menunjukkan terjadinya penurunan tingkat nyeri pada An.P setelah penerapan guided imagery. Sebelum dilakukan guided imagery skala nyeri pada anak yang diukur menggunakan Wong Baker Faces (WBF) menunjukkan skala 6 dan setelah dilakukan guided imagery mengalami penurunan menjadi skala 2. Penerapan kolaborasi ini disarankan sebagai terapi non farmakologi dalam manajemen nyeri pada anak ALL
Pengaruh Dosis dan Lama Fermentasi Lumpur Sawit Dengan Waretha terhadap Aktivitas Selulase, Kandungan dan Kecernaan Serat Kasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dosis dan lama fermentasi lumpur sawit dengan menggunakan inokulum waretha (B. amyloliquefaciens) terhadap aktivitas selulase, kandungan dan kecernaan serat kasar dari lumpur sawit yang telah difermentasi. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor A dosis inokulum (waretha) yaitu A1 (1%), A2 (3%), A3 (5%). Faktor B lama fermentasi yaitu B1 (2 hari), B2 (4 hari), B3 (6 hari). Peubah yang diamati yaitu : aktivitas selulase (U/ml), kandungan dan kecernaan serat kasar (%BKU). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi (P>0,05) antara faktor A dan faktor B pada aktivitas selulase, kandungan dan kecernaan serat kasar. Faktor A (dosis inokulum) memiliki pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas selulase, kandungan dan kecernaan serat kasar , dan faktor B (lama fermentasi) memiliki pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap aktivitas selulase, kandungan dan kecernaan serat kasar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis inokulum terbaik yaitu 5% dengan aktivitas selulase 3,26 U/ml, serat kasar 20,59%, kecernaan serat kasar 40,39% dan lama fermentasi terbaik pada hari ke 4 dengan aktivitas selulase 2,83 U/ml, serat kasar 21,57%, kecernaan serat kasar 37,81%
Pengaruh Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Sumatera Barat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Zakat Infak dan Sedekah (ZIS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Provinsi Sumatera Barat tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan tipe data panel dari 17 kabupaten atau kota di Provinsi Sumatera Barat tahun 2018-2023 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Zakat Nasional (BAZNAS). Metode analisis regresi data panel digunakan dalam penelitian yang memperoleh hasil bahwa secara simultan Zakat Infak dan Sedekah (ZIS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Barat. Jika dilihat secara parsial, ZIS menunjukkan pengaruh yang negatif namun tidak signifikan, IPM menunjukkan pengaruh yang negatif dan signifikan, sedangkan pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Barat. Kata Kunci: Kemiskinan, Zakat Infak Sedekah (ZIS), Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, Sumatera Barat
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK KORBAN PEDOFILIA OLEH PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (STUDI DI KOTA PAYAKUMBUH)
ABSTRAK
Dalam Undang-Undang Perlindungan Anak ditetapkan bahwa perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Melindungi anak menjadi suatu kewajiban agar mereka tidak menjadi korban tindakan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam upaya perlindungan terhadap anak korban pedofilia pemerintah membentuk suatu lembaga yaitu Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Adapun rumusan masalah yang penulis angkat yaitu, (1)Bagaimana pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pedofilia di P2TP2A Kota Payakumbuh? (2)Apa saja kendala yang dihadapi P2TP2A kota Payakumbuh dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak korban pedofilia? (3)Bagaimana upaya P2TP2A kota Payakumbuh dalam mengatasi kendala perlindungan hukum terhadap anak korban pedofilia? Metode kepenulisan yang digunakan penulis adalah yuridis empiris. Pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak korban pedofilia, P2TP2A Luhak Nan Bungsu Payakumbuh sudah melakukan tugas dan fungsinya sebaik mungkin, Pelayanan sosial yang diberikan dalam bentuk konseling untuk menguatkan dan memberi rasa aman terhadap korban, memberi informasi tentang hak-hak korban untuk mendapatkan perlindungan. Kendala dalam pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban pedofilia oleh P2TP2A Luhak Nan Bungsu yaitu karena belum adanya Rumah Aman bagi Korban tindak kekerasan seksual terhadap anak, serta kurangnya kesadaran hukum korban dan masyarakat yang menjadi saksi untuk menerapkan delik aduan sehingga pelaku tidak dapat dituntut atas tindak pidana yang telah dilakukannya. Upaya yang dilakukan oleh P2TP2A Luhak Nan Bungsu Payakumbuh dalam mengatasi kendala yang dihadapi yaitu dengan cara menitipkan anak korban pedofilia ke rumah warga atau rumah RT maupun RW agar setiap korban kekerasan seksual terhadap anak mendapatkan kenyamanan, perlindungan serta terpantau oleh P2TP2A Luhak Nan Bungsu Payakumbuh, dan mengadakan penyuluhan atau sosialisasi agar masyarakat setempat tau dan sadar hukum baik bagi korban tindak kekerasan seksual terhadap anak, masyarakat yang menjadi saksi tindak kekerasan seksual terhadap anak maupun pelaku tindak kekerasan seksual terhadap anak
Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Pedofilia, Anak Korban Pedofilia, P2TP2A
Analisis Kinerja Satelit GPM-IMERG V07 Terhadap Data AWS (Automatic Weather Station) Dalam Mengestimasi Curah Hujan Harian
Ketersediaan data curah hujan yang akurat dan merata merupakan tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Provinsi ini menghadapi ketidakseimbangan persebaran stasiun pengamatan curah hujan yang tidak memenuhi standar World Meteorological Organization (WMO), yang merekomendasikan satu pos pengamatan setiap 600–900 km² di wilayah tropis. Sebagai upaya pemenuhan kebutuhan data meteorologi yang handal, Automatic Weather Station (AWS) digunakan untuk mengumpulkan data secara otomatis, namun AWS memiliki keterbatasan berupa biaya operasional yang tinggi serta potensi kesalahan pencatatan akibat gangguan teknis seperti fluktuasi tegangan listrik. Dalam konteks ini, Satellite Precipitation Products (SPP) yang diperoleh melalui satelit seperti Global Precipitation Measurement – Integrated Multi-satellite Retrievals for GPM (GPM IMERG) menawarkan alternatif efisien dengan cakupan spasial luas dan biaya relatif lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi akurasi data curah hujan harian GPM IMERG versi 07, baik produk Early Run maupun Lately Run, yang resmi diluncurkan pada Juni 2024. Validasi dilakukan menggunakan data pengamatan dari AWS Ambient Weather WS-2902 pada periode Agustus 2023 hingga Maret 2025. Pendekatan point-to-pixel diterapkan untuk menyesuaikan perbedaan resolusi spasial antara data satelit dan AWS.Untuk memperbaiki bias estimasi curah hujan dari satelit, penelitian ini menerapkan tiga metode koreksi bias, yaitu Linear Scaling (LS), Local Intensity Scaling (LOCI), dan Empirical Quantile Method (EQM). Evaluasi performa koreksi menggunakan Taylor Diagram menunjukkan bahwa metode Linear Scaling memberikan hasil terbaik, dengan nilai koefisien korelasi tertinggi, yaitu 0.65 untuk Early Run dan 0.63 untuk Lately Run, serta nilai centered Root Mean Square Deviation (cRMSD) terendah, yakni 39.08 mm dan 40.89 mm. Analisis kinerja deteksi hari hujan mengungkapkan bahwa produk Early Run memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Lately Run, dengan Probability of Detection (POD) sebesar 0.92, False Alarm Ratio (FAR) 0.14, dan Critical Success Index (CSI) 0.79, sementara Lately Run memperoleh POD 0.87, FAR 0.15, dan CSI 0.75. Hasil ini menegaskan kemampuan kedua produk dalam mendeteksi hari hujan secara andal dengan tingkat kesalahan rendah. Produk Early Run direkomendasikan untuk studi hidrologi yang memerlukan kesesuaian statistik tinggi dengan data observasi, sedangkan Lately Run lebih cocok untuk analisis pola variabilitas curah hujan jangka panjang. Temuan ini memberikan landasan penting bagi pemilihan produk satelit yang tepat sesuai kebutuhan aplikasi hidrometeorologi di Indonesia
Soft Graf Hamilton dari Graf Kn, Cn, Wn, Kn,n, dan Penerapannya
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bentuk soft graf Hamilton dari empat graf, yaitu graf lengkap (Kn), graf siklus (Cn), graf roda (Wn), dan graf bipartit lengkap (Kn,n), serta memberikan kasus penerapan soft graf Hamilton pada permasalahan rute distribusi yang mengalami perubahan kondisi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk keempat graf tersebut, soft graf Hamilton dapat dibentuk melalui beberapa soft set dengan pendefinisian fungsi F(x) yang berbeda, dan penerapan soft graf Hamilton mampu menyederhanakan proses pemilihan rute distribusi tanpa perlu menyusun ulang seluruh rencana ketika terjadi perubahan kondisi
Asuhan Keperawatan pada Ny. W (33 Tahun) G2P1A0H1 Usia Kehamilan 10–11 Minggu dengan Hiperemesis Gravidarum Grade 1 dan Penerapan EBPN Akupresur untuk Mengurangi Mual Muntah di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing
Hiperemesis gravidarum adalah mual muntah berlebihan pada ibu hamil trimester pertama yang dapat mengganggu keseimbangan cairan, elektrolit, dan status gizi.
Terapi non-farmakologis seperti akupresur pada titik perikardium 6 direkomendasikan sebagai pilihan untuk membantu meredakan gejala. Karya ilmiah ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan pada Ny. W, usia kehamilan 10–11 minggu dengan hiperemesis gravidarum grade 1 melalui penerapan terapi akupresur berbasis evidence based practice. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan selama 5 hari, mencakup pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Masalah keperawatan pada kasus ini adalah nausea, gangguan pola tidur, dan ansietas. Intervensi yang direncanakan pada klien
meliputi manajemen muntah, dukungan tidur, dan relaksasi nafas dalam. Sebelum diberikan terapi akupresur, klien muntah 10 kali sehari dengan skor PUQE-24 sebesar 10 (kategori sedang). Setelah lima hari terapi, frekuensi muntah turun menjadi 4 kali sehari dengan skor PUQE-24 menjadi 6 (kategori ringan), serta terjadi perbaikan pola
tidur dan penurunan kecemasan. Akupresur aman, mudah dilakukan, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh pasien maupun keluarga apabila pasien memiliki pengetahuan yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan. Klien disarankan melanjutkan terapi akupresur dengan pendampingan tenaga kesehatan
Asuhan Keperawatan Pada Tn. H Dengan Kanker Paru Dalam Penerapan Posisi Orthopnea Untuk Mengurangi Sesak Napas Di Ruangan Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang
Kanker paru merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan gejala utama berupa sesak napas (dispnea) yang sangat mengganggu kualitas hidup pasien. Penanganan dispnea sering kali terbatas pada terapi farmakologis, yang tidak selalu efektif terutama pada pasien stadium lanjut. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan tambahan berupa terapi non farmakologis seperti posisi orthopnea. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien serta mengetahui pengaruh aplikasi Evidence Based Practice (EBN) dengan penerapan posisi orthopnea dalam mengurangi dispnea pada pasien kanker paru di ruang Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang. Berdasarkan pengkajian ditemukan masalah keperawatan yaitu pola napas tidak efektif, nyeri akut, dan defisit nutrisi. Metode penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus memberikan penerapan posisi orthopnea dilakukan selama 3 hari setiap hari selama 2 kali dengan durasi 15-30 menit. Pengukuran frekuensi napas dilakukan menggunakan stopwatch untuk menghitung napas per menit, sedangkan saturasi oksigen dipantau menggunakan oksimetri. Hasil implementasi penerapan posisi orthopnea menunjukkan penurunan frekuensi napas dan peningkatan saturasi oksigen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi orthopnea efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk mengurangi sesak napas pada pasien kanker paru. Diharapkan hasil EBN ini dapat digunakan sebagai acuan dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien kanker paru yang mengalami dispnea
Studi Penggunaan Ozon untuk Mengurangi Chilling Injury pada Buah Alpukat (Persea americana Mill) Varietas Tongar
Buah Alpukat Tongar merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun sangat rentan mengalami chilling injury (kerusakan dingin) saat disimpan pada suhu rendah. Salah satu cara untuk mengurangi chilling injury yaitu dengan pemaparan ozon (O₃), gas reaktif yang dapat menekan gejala chilling injury selama penyimpanan dingin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lama pemaparan ozon terbaik dalam mengurangi chilling injury pada buah alpukat varietas Tongar. Metode yang digunakan yaitu eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu lama pemaparan ozon (5 menit, 10 menit, dan 15 menit), kemudian disimpan pada suhu 10°C. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ozon mampu mengurangi chilling injury pada buah alpukat Tongar selama penyimpanan dingin. Waktu paparan ozon 10 menit merupakan perlakuan terbaik. Nilai pengamatan yang diperoleh perlakuan terbaik ini yaitu, konsumsi O2 sebesar 70,042 mL/kg jam, susut bobot sebesar 4,357 %, perubahan warna (light) sebesar 41,007, perubahan warna (hue) sebesar 117,329, total padatan terlarut sebesar 7,968 °Brix, chilling injury sebesar 2,405 %, dan electrolyte leakage sebesar 22,693 %
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE EMOTIONAL DEMONSTRATION TERHADAP PERILAKU MENSTRUAL HYGIENE PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 14 PADANG
Perilaku menstrual hygiene yang tidak sesuai pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Metode Emotional Demonstration mengintegrasikan stimulasi emosional berupa cerita inspiratif dan simulasi praktis untuk membentuk kebiasaan positif. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi pengaruh pendekatan tersebut terhadap perilaku hygiene menstruasi pada siswi SMPN 14 Padang. Penelitian menggunakan desain quasi‑eksperimen non‑equivalent control group dengan 42 siswi menarche kelas VII–VIII, terbagi rata antara kelompok intervensi dan kontrol. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabelitas. practice menstrual hygiene, yang mencakup pemaparan materi audiovisual, demonstrasi praktik membersihkan organ genital, diskusi reflektif, serta role‑play. Analisis melibatkan uji normalitas Shapiro–Wilk, Wilcoxon Signed Rank Test untuk perubahan dalam kelompok, dan Mann–Whitney U Test (0.008) untuk perbandingan antar kelompok. Kelompok intervensi menunjukkan peningkatan proporsi perilaku baik dari 52,4 % menjadi 100 % (p value 0,000), sedangkan kelompok kontrol hanya berubah dari 66,7 % menjadi 71,4 % (p value 0,046). Temuan penelitian menyediakan dasar bagi pengembangan metode edukasi emosional di sekolah serta mendukung kebijakan promosi kesehatan reproduksi remaj