Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Diplomasi Ekonomi Indonesia Menghadapi Renewable Energy Directive (RED II) Terkait Minyak Kelapa Sawit

    Get PDF
    Renewable Energy Directive (RED II) Uni Eropa yang secara resmi diberlakukan pada 11 Desember 2018 menyebabkan pembatasan ekspor minyak kelapa sawit karena dianggap sebagai penyebab utama deforestasi dan perubahan iklim. Kebijakan ini melahirkan keberatan dari Indonesia sebagai negara yang menyumbang 62% dari produksi minyak kelapa sawit global, terutama karena industri kelapa sawit ini telah menjadi sumber pendapatan Indonesia terbesar dari sektor ekspor pertanian dalam satu dekade terakhir. Diplomasi ekonomi Indonesia dalam hal ini dipertanyakan karena telah menjadi prioritas utama politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan diplomasi ekonomi yang dilakukan Indonesia dalam menghadapi RED II Uni Eropa terkait minyak kelapa sawit dengan menggunakan kerangka konseptual diplomasi ekonomi menurut Kishan S. Rana. Rana menjelaskan tahapan diplomasi ekonomi terdiri dari economic salesmanship, economic networking and advocacy, image building, dan regulatory management and resource mobilization. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dari literatur seperti artikel jurnal, laporan, dan web page. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia melakukan promosi ekspor ke negara-negara konsumen besar dan pengembangan pasar potensial baru. Indonesia juga membentuk kemitraan antar instansi dan aktor serta keterlibatan dalam forum multilateral. Tidak hanya itu, Indonesia melakukan berbagai kampanye dan framing positif melalui promosi ISPO dan keberadaan slogan #SawitBaik. Indonesia juga melakukan negosiasi perjanjian internasional melalui gugutan ke WTO dan perumusan sertifikasi ISPO dan kebijakan pelarangan ekspor nikel

    Profil Pasien Polineuropati Diabetik Di RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2023-2024

    Get PDF
    Polineuropati diabetik adalah kerusakan saraf yang bersifat kronis pada penderita diabetes melitus yang mengenai saraf sensorik dan motorik. Sumatra Barat menempati peringkat ke-4 terbanyak dengan proporsi DM tipe 2 melebihi rerata nasional dengan komplikasi polineuropati diabetik berkisar antara 20-50%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pasien polineuropati diabetik di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2023-2024. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan rekam medik elektronik di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Juli 2023 sampai dengan Juni 2024. Berdasarkan total sampling diperoleh populasi penderita polineuropati diabetik 287 orang dan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi 178 orang. Hasil penelitian ini mendapatkan penderita polineuropati diabetik berusia 55 tahun keatas 64,6%, jenis kelamin laki-laki 52,8%, domisili Padang 72,5%, obesitas 43,8%, kadar HbA1c tinggi 52,8%, durasi DM lebih dari 5 tahun 56,8%, kadar kolesterol total normal 47,2%, kadar LDL mendekati optimal 34,3%, kadar HDL borderline 55,6%, kadar trigliserida normal 55,1%, dan tidak ada komorbid hipertensi 56,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah lebih dari separuh penderita polineuropati diabetik berusia diatas 55 tahun, jenis kelamin laki-laki, domisili kota Padang, kadar HbA1c tinggi, durasi DM lebih dari 5 tahun, kadar HDL borderline, kadar trigliserida normal, dan tidak ada komorbid hipertensi

    Karakeristik Minuman Fungsional Ekstrak Kubis Ungu (Brassica oleracea var. capitata L) Dengan Perbandingan Eksrak Jahe Merah (Zingiber officinale var. rubrum)

    Get PDF
    This study investigated the effects of varying ratios of purple cabbage (Brassica oleracea var. capitata L) and red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) extracts on the physicochemical and sensory properties of a functional beverage, and aimed to identify the optimal formulation. Five formulation ratios were tested: A (100% : 0%), B (90% : 10%), C (80% : 20%), D (70% : 30%), and E (60% : 40%) of purple cabbage to red ginger extract. The measured parameters included pH, total soluble solids, anthocyanin content, vitamin C content, antioxidant activity, and sensory attributes (color, aroma, and taste). The results demonstrated that increasing the proportion of red ginger extract significantly decreased anthocyanin and vitamin C content, as well as antioxidant activity, while pH and TSS values increased. The formulation containing 90% purple cabbage and 10% red ginger extract was identified as the most preferred by panelists, offering an optimal balance of sensory acceptability and functional properties

    Analisis Potensi Kekeringan Lahan Pertanian Kabupaten Agam Menggunakan Metode Normalized Difference Drought Index (NDDI)

    Get PDF
    Kekeringan merupakan ancaman yang terjadi di lahan pertanian, kekeringan ini dapat mempengaruhi dan menyebabkan penurunan produksi tanaman pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lahan sawah yang rentan terhadap terjadinya kekeringan pada daerah Kabupaten Agam menggunakan metode Normalized Difference Drought Index (NDDI). Waktu yang rentan terjadinya kekeringan dilihat berdasarkan rata-rata curah hujan yang rendah dijadikan sebagai dasar pemilihan Citra Landsat 8 yang digunakan. Citra Landsat yang digunakan yaitu bulan Juli pada Tahun 2013, 2018 dan 2023. Sebelum mendapatkan hasil analisis NDDI, maka didapatkan terlebih dahulu hasil analisis NDVI dan hasil analisis kebasahan atau kelembaban NDWI. Setelah itu akan didapatkan hasil analisis NDDI dari perbandingan hasil analisis NDVI dan NDWI. Hasil analisis NDDI memiliki enam indeks kekeringan. Kategori kekeringan pertama yaitu kategori tidak ada kekeringan, kategori kekeringan kedua dengan kategori mulai kering. Kategori kekeirngan ketiga kategori sedang dan keempat kategori berat. Kategori kekeringan selanjutnya yaitu kategori ekstrim dan terakhir kategori sangat ekstrim. Kategori kekeringan yang memiliki potensi rentan terhadap terjadinya kekeringan pada lahan sawah di Kabupaten Agam adalah kategori ekstrim dengan luas paling tinggi terjadi potensi kekeringan

    Perbedaan Karakteristik CMC (Carboxymethyl Cellulose) Yang Dihasilkan Dari Nata De Pina dan Ampas Kulit Nanas (Ananas comosus (L.) Merr)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik CMC yang dihasilkan dari 2 sumber selulosa yang berbeda yaitu CMC yang dihasilkan dari selulosa nata de pina dan CMC yang dihasilkan dari selulosa ampas kulit nanas dan untuk mengetahui hasil CMC terbaik dari nata de pina atau CMC dari ampas kulit nanas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan analisis data secara deskriptif, yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang sudah terkumpul sebagaimana adanya. Pembuatan CMC nata de pina dan CMC ampas kulit nanas dilakukan dengan proses alkalisasi dengan NaOH 10% kemudian dilanjutkan dengan tahapan karboksimetilasi dengan menggunakan natrium monokloroasetat sebanyak 7 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis sumber selulosa memberikan pengaruh terhadap karakteristik CMC yang diperoleh. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah CMC nata de pina dengan kadar air (7,95%), derajat substitusi (0,85), kadar NaCl (10,52%), kemurnian CMC (89,48%), viskositas (31,90 cPs) dan nilai pH (6,87). Identifikasi gugus fungsi CMC nata de pina menggunakan analisis FTIR menunjukkan adanya terdeteksi gugus karboksimetil pada puncak 1428,31 cm-1

    IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING FACILITY MANAGEMENT (BIM FM) PADA KOMPONEN PLUMBING BANGUNAN EKSISTING (STUDI KASUS: BANGUNAN GEDUNG DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL, UNIVERSITAS ANDALAS, PADANG)

    Get PDF
    Manajemen fasilitas bangunan eksisting, khususnya pada sistem plumbing, sering menghadapi tantangan dalam hal dokumentasi, pelacakan komponen, dan efisiensi operasional. Building Information Modelling for Facility Management (BIM FM) menawarkan solusi integratif dengan menyediakan model digital yang komprehensif dan mudah diakses untuk mendukung pengelolaan fasilitas secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan BIM FM pada sistem plumbing bangunan eksisting guna meningkatkan akurasi informasi aset, efisiensi pemeliharaan, dan pengambilan keputusan. Metodologi yang digunakan meliputi pemindaian kondisi aktual bangunan, pembuatan model BIM berbasis data lapangan, serta integrasi informasi manajemen fasilitas ke dalam model tersebut. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan BIM FM mampu menyederhanakan proses identifikasi kerusakan, mempercepat respons pemeliharaan, dan menyediakan visualisasi komponen plumbing yang mendukung transparansi data. Temuan ini menegaskan bahwa BIM FM merupakan pendekatan yang efektif dan adaptif dalam meningkatkan kualitas manajemen fasilitas untuk infrastruktur bangunan eksisting

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Konsumsi Terkait dengan Ultra-Processed Food pada Mahasiswa Angkatan 2021 Program Studi S1 Keperawatan di Universitas Andalas

    Get PDF
    Ultra-Processed Food (UPF) merupakan produk olahan industri dengan kandungan zat tambahan yang tinggi dan sangat sedikit bahan pangan utuh. Konsumsi UPF berlebih telah dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan, seperti obesitas, gangguan metabolik, dan penyakit kardiovaskular. Tren konsumsi UPF terus meningkat, baik secara global maupun di Indonesia dan mulai menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi sehari-hari, terlebih pada kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebiasaan konsumsi terkait UPF pada mahasiswa S1 Keperawatan Angkatan 2021 Universitas Andalas. Sampel sebanyak 117 responden dipilih melalui simple random sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (53,8%) sering mengonsumsi UPF, berusia 22 tahun (58,1%), perempuan (89,7%), dan tinggal di kos/asrama (74,4%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara stres (p=0,699), pengaruh keluarga (p=0,070), teman sebaya (p=0,062), dan akses UPF (p=0,535) dengan kebiasaan konsumsi UPF. Namun, terdapat hubungan signifikan dengan pengetahuan (p=0,010) sikap terhadap UPF (p=0,000), uang saku (p=0,035), dan paparan media massa (p=0,017). Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki sikap terhadap UPF serta saling mendukung dalam membentuk kebiasaan makan sehat dalam pertemanan

    HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RSUP DR M DJAMIL PADANG

    Get PDF
    Pasien penyakit ginjal kronis stadium akhir memerlukan hemodialisis untuk menggantikan fungsi ginjal. Keadaan penyakit, pengobatan, dan terapi dapat menimbulkan stres pada pasien, sehingga pasien perlu menerapkan mekanisme koping untuk mengelola stres dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian analitik observasional ini melibatkan 57 orang pasien hemodialisis yang memenuhi kriteria. Data penelitian didapatkan melalui pengisian kuesioner dan wawancara langsung pada pasien. Kuesioner brief-COPE digunakan untuk menilai mekanisme koping yang diterapkan oleh pasien dan kuesioner World Health Organization-Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) digunakan untuk menilai kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menemukan pasien yang menerapkan mekanisme koping adaptif sebanyak 53 orang (93%) dan pasien dengan kualitas hidup baik sebanyak 48 orang (84,2%). Uji chi-square pada mekanisme koping dan kualitas hidup menghasilkan nilai p=0,011 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara mekanisme koping dan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Pengaruh Penambahan MoS2 pada Cairan Pendingin Dromus Terhadap Keausan Tepi Pahat HSS pada Proses Membubut Baja Karbon Rendah

    Get PDF
    Penggunaan Dromus sebagai cairan pendingin pada proses pemesinan umum dilakukan dengan cara membanjiri (Floodings). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pembuangan panas yang baik. Akan tetapi, cara tersebut menghasilkan pengaruh negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan biaya yang berhubungan dengan pemakaian cairan pendingin. MoS2 dikenal sebagai serbuk yang memiliki kemampuan pelumasan yang baik. Penambahan serbuk MoS2 pada Dromus diharapkan akan mengurangi volume penggunaannya dan terjadinya penurunan suhu pemotongan akibat adanya fungsi pendinginan dan pelumasan yang bekerja secara bersama-sama sehingga umur pahat dapat dipertahankan. Oleh karena itu, pada penelitian ini, variasi penambahan serbuk MoS2 berturut-turut sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% berat ditambahkan pada cairan Dromus. Pengaruh variasi campuran diamati terhadap keausan tepi pahat HSS yang dipergunakan pada proses membubut material baja karbon rendah St.37 dengan menggunakan parameter pemotongan yang konstan, yaitu gerak makan 0,1 mm/putaran, kedalaman potong 0,5 mm, dan kecepatan spindel 720 rpm, dengan volume yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan keausan tepi pahat HSS dengan semakin besarnya persentase penambahan MoS2 yaitu sampai sebesar 47,44% jika dibandingkan dengan hanya menggunakan cairan pendingin Dromus

    PENYESELESAIAN SENGKETA PEMANFAATAN TANAH ULAYAT UNTUK KEGIATAN PERKEBUNAN ANTARA MASYARAKAT NAGARI AIA GADANG DENGAN PT. ANAM KOTO DI KABUPATEN PASAMAN BARAT

    Get PDF
    PT. Anam Koto menandatangani perjanjian dengan ninik mamak Nagari Aia Gadang pada tahun 1990, namun perusahaan wanprestasi karena tidak merealisasikan kewajiban pembangunan plasma. Meski telah memperoleh HGU pada 1999 dan IUP-B tahun 2011, namun PT. Anam Koto selaku perusahaan perkebunan tidak memenuhi ketentuan Pasal 15 ayat (1) Permentan No. 98/Permentan/OT.140/9/2013. Perumusan masalah dari skripsi ini adalah 1) Bagaimana kesepakatan pemanfaatan tanah ulayat untuk kegiatan perkebunan antara masyarakat Nagari Aia Gadang dengan PT. Anam Koto, 2) Apa saja penyebab terjadinya sengketa, 3) Bagaimana penyelesaian sengketa. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris. Penilitian ini bersifat deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui wawancara dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ninik mamak menyerahkan tanah ulayat kaum kepada Pemerintah Daerah Tingkat II Pasaman untuk dikelola oleh PT. Anam Koto. Pemicu utama terjadinya sengketa adalah tidak direalisasikannya plasma oleh PT. Anam Koto, selain itu terdapat faktor lain diantarnya terdapat perbedaan penafsiran antara PT. Anam Koto dengan masyarakat mengenai lokasi lahan plasma, ketidak tersediaan lahan untuk pembangunan plasma disekitar wilayah Nagari Aia Gadang, serta adanya dualisme kepemimpinan ninik mamak di Nagari Aia Gadang. Upaya penyelesaian sengketa telah dilakukan melalui jalur non-litigasi, yakni mediasi yang difasilitasi Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman Barat dengan hasil kesepakatan berupa pemberian kompensasi dari PT. Anam Koto kepada masyarakat, serta upaya penyelesaian secara litigasi dilakukan dengan mengajukan gugatan kepada PT. Anam Koto di Pengadilan Pasaman Barat. Kata kunci: Sengketa, Pemanfaatan Tanah Ulayat, Perkebunan, Plasm

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇