Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    Analisis Bentuk Konfigurasi Sistem Pentanahan terhadap Tegangan Sentuh dan Tegangan Langkah Berdasarkan Standar IEEE Std 80-2013 pada Gardu Induk Padang Luar 150/20 kV

    Get PDF
    Sistem pentanahan di Gardu Induk berperan penting dalam menjamin keselamatan peralatan dan personel, terutama saat terjadi gangguan fasa-ke tanah yang dapat menimbulkan arus gangguan dan perbedaan tegangan antara peralatan dengan tanah. Untuk itu, sistem pentanahan harus mampu mendistribusikan tegangan secara merata dan menjaga agar tegangan sentuh dan langkah tetap dalam batas aman. Penelitian ini melakukan simulasi dan analisis kinerja berbagai konfigurasi sistem pentanahan terhadap tegangan sentuh dan langkah pada Gardu Induk Padang Luar 150/20 kV dengan menggunakan perangkat lunak ETAP. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai tegangan sentuh dan langkah yang dikalkulasikan untuk berat personel 50 kg dan 70 kg, pada variasi arus gangguan 20–50 kA, masih berada di bawah batas yang diizinkan oleh standar. Nilai tahanan sistem sebesar 0,86 Ω juga telah memenuhi syarat maksimal 1 Ω sesuai IEEE Std 80-2013. Dari beberapa konfigurasi yang diuji, model sistem pentanahan Grid-Rod berbentuk L memberikan kinerja terbaik dalam hal efisiensi dan keandalan, dengan total panjang konduktor 2016,5 meter dan seluruh parameter teknis yang memenuhi standar. Dengan demikian, model L Grid-Rod dinilai layak, efektif, dan dapat diimplementasikan sebagai rancangan sistem pentanahan yang aman pada Gardu Induk Padang Luar 150/20 kV Kata kunci: Sistem Pentanahan, Konfigurasi Grid, Gardu Induk,Tegangan Sentuh, Tegangan Langkah

    Kaji Eksperimental Isolasi Getaran Engine pada Kapal Tanpa Awak Fuel Engine Menggunakan Wire Rope Tipe SB

    No full text
    Getaran yang dihasilkan oleh mesin pembakaran internal merupakan salah satu tantangan utama dalam menjaga stabilitas dan performa mesin, khususnya pada kapal tanpa awak yang beroperasi di lingkungan laut. Getaran yang tidak terkontrol dapat menurunkan kenyamanan, merusak komponen mekanis, dan memengaruhi kinerja mesin secara keseluruhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sistem isolasi getaran pada engine kapal tanpa awak yang dikembangkan oleh Singo Lauik, Unit Kegiatan Himpunan (UKH) di Departemen Teknik Mesin Universitas Andalas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengujian dinamik dan damped free test. Pengujian dinamik dilakukan dengan mengoperasikan mesin pada berbagai kondisi dan mengukur respons getaran yang terjadi, sedangkan damped free test dilakukan dengan memberikan eksitasi awal pada sistem dan mengamati respons peluruhan getaran untuk menganalisis karakteristik redaman. Penelitian ini menggunakan wire rope isolator (WRI) tipe SB dengan variasi core dan strand untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meredam getaran pada mesin kapal tanpa awak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rentang frekuensi 80 Hz – 120 Hz WRI tipe SB jenis 6x12 + 7FC Galvanised, 6x19 IWRC Galvanized, menunjukkan respon terbaik sehingga dapat disimpulkan kedua isolator ini pilihan terbaik pada rentang frekuensi tersebut. Pada rentang frekuensi 125 Hz hingga 150 Hz variasi 6x12 + 7FC Galvanized menunnjukkan respon yang terbaik. Variasi 7x19 SS 304 menunjukkan performa terbaik dengan pada frekuensi diatas 175 Hz. Rubber menunjukkan hasil pengujian dengan magnitudo yang rendah pada rentang frekuensi 120 Hz hingga 135 Hz, dan pada frekuensi 150 Hz hingga 200 Hz. Sehingga pemilihan isolator berdasarkan hasil pengujian dinamik dapat disesuaikan dengan frekuensi opearasional kapal. Modifikasi core dan strand pada WRI memberikan peningkatan signifikan dalam kemampuan isolasi getaran, sehingga dapat menjadi solusi optimal dalam pengembangan kapal tanpa awak yang lebih stabil, efisien, dan andal

    Pengaruh Leverage,Firm Value, dan Corporate Governance TerhadapPengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Consumer Goods yang Terdaftar Di BEI Tahun 2019-2023.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh leverage, firmvalue, dancorporate governance terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility(CSR) pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI) selama periode 2019–2023. Metode penelitian yang digunakan adalahkuantitatif, menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunandanlaporan keberlanjutan perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposivesampling dan diperoleh sebanyak 43 perusahaan yang memenuhi kriteria. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi leverage (diukur denganDebt to Equity Ratio), firm value (diukur dengan Tobin’s Q), dan corporate governance(diukur melalui kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, komite audit, dan komisaris independen). Sementara itu, variabel dependen adalahpengungkapan CSR yang diukur dengan menggunakan indeks GRI. Analisis datadilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan software SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, leverage dan corporate governanceberpengaruh terhadap pengungkapan CSR, sedangkan firmvalue tidakberpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Leverage, FirmValue, CorporateGovernanc

    ALTRUISME PADA TOKOH CURACAO DALAM ANIME “DETECTIVE CONAN: THE DARKEST NIGHTMARE” KARYA SUTRADARA KOBUN SHIZUNO

    No full text
    Penelitian ini terfokus kepada altruisme tokoh Curacao dalam Anime Detective Conan: The Darkest Nightmare karya sutradara Kobun Shizuno. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan Altruisme pada tokoh Curacao serta penyebab altruisme pada tokoh Curacao. Penelitian ini menggunakan teori altruisme oleh David Myers, mise-en-scène oleh Maureen Furniss, dan analisis unsur intrinsik. Hasil dari penelitian ini adalah tokoh Curacao memenuhi karakteristik seorang Altruisme yaitu: empati, mempercayai dunia yang adil, tanggung jawab sosial, kontrol diri secara internal, dan egosentrisme rendah. Altruisme pada tokoh Curacao disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor intenal penyebab altruisme pada tokoh Curacao merupakan landasan awal terbentuknya altruisme pada diri Curacao yaitu bentuk kekecewaan yang membentuk keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Faktor eksternal penyebab altruisme pada tokoh Curacao yaitu terjalinnya hubungan baik tokoh Curacao dengan kelompok Detektif Cilik, hubungan tersebut yang menjadi penyebab paling kuat altruisme pada tokoh Curacao

    PEMANFAATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT BUAH NIPAH (Nypa fruticans) DENGAN AKTIVATOR KOH SEBAGAI BAHAN ELEKTRODA SUPERKAPASITOR

    Get PDF
    Activated carbon derived from nipah fruit peel (Nypa fruticans) has been utilized as electrode material for supercapacitors. The synthesis process begins with a dehydration method using 1 M H₂SO₄ solution, followed by a chemical activation process using KOH as an activator with a carbon and activator mass ratio of 1:2, with carbonization at 400°C for 2 hours. The activated carbon obtained was characterized using Scanning Electron Microscopy - Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), Surface Area Analyzer (SAA) method (Brunauer Emmet Teller)-(Barret Joyner Halenda) BET-BJH, and measurement of electrochemical properties using Cyclic Voltammetry (CV) and Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS). SEM-EDX characterization results show that activated carbon with KOH activator is more porous and has a deep round hole with a carbon percentage of 68.26%. Characterization results show that activation with KOH can increase the specific surface area of activated carbon from 0.551478 m²/g to 16.8144 m²/g, pore volume from 0.00136 cm³/g to 0.02939 cm³/g, and produce a uniform mesoporous structure. FTIR spectra showed the presence of functional groups such as C=C, C-O, and C-C that support the electrochemical properties of activated carbon. CV test results showed a higher specific capacitance value for the KOH-activated electrode of 37.85 F/g. EIS analysis shows that activated carbon with KOH activator has a lower internal resistance value and better ion diffusion than without KOH activator. The utilization of activated carbon from nipah fruit peel activated using KOH shows high potential as an environmentally friendly and sustainable supercapacitor electrode material

    Implementasi Sistem Klasifikasi Penyakit Daun Tomat berbasis Deep Learning pada Raspberry Pi 5

    No full text
    Penyakit daun tomat dapat menurunkan hasil produksi secara signifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi penyakit daun tomat berbasis deep learning yang efisien secara komputasi dan dapat diimplementasikan secara real-time menggunakan Raspberry Pi 5 dengan dukungan Hailo AI Kit. Model yang digunakan adalah MobileNet, yang dilatih dengan dua jenis dataset yaitu dataset publik Mendeley dan dataset sampel asli yang telah diperluas melalui proses aug-mentasi. Sistem dirancang mampu mengklasifikasikan 10 kategori kelas daun tomat secara real-time menggunakan kamera Raspberry Pi, dengan hasil prediksi dan akurasinya ditampilkan melalui LCD. Pelatihan dengan dataset Mendeley menghasilkan akurasi data pelatihan tinggi 98,42%, f1-score 0,9841, dan kurva ROC/AUC sempurna. Pengujian pada citra lapangan menunjukkan model mampu mengenali seluruh kelas penyakit, dengan rata-rata akurasi besar dari 90% namun ada 2 kelas yang tidak yaitu kelas Tomato Mosaic Virus 85,92% dan Tomato Septo-ria Leaf Spot 64,91% akibat keterbatasan dalam mengenali fitur visual yang ber-beda dari data pelatihan. Pelatihan model dengan dataset sampel asli yang diaug-mentasi 100 hingga 500 gambar/kelas menunjukkan akurasi 100%, f1-score 1.00 dan dan kurva ROC/AUC sempurna. Interferensi model yang dijalankan pada Raspberry Pi 5 juga berhasil mempertahankan ketepatan klasifikasi di semua kate-gori yang membuktikan efektivitas augmentasi data dalam meningkatkan kemam-puan generalisasi model. Pengujian di lapangan menunjukkan sistem mampu mengenali 10 kelas dengan akurasi yang bervariasi. Perbedaan akurasi prediksi terjadi akibat perbedaan pola visual antara citra uji lapangan dengan data pelatihan, bukan karena suhu tinggi. Dengan demikian, sistem berhasil dikembangkan dan diterapkan di perangkat Raspberry Pi 5, namun penerapan real-time belum sepenuhnya akurat di kondisi lapangan

    Optimasi Penentuan Rute Kendaraan dalam Pendistribusian Produk Roti XYZ Bakery

    Get PDF
    XYZ Bakery adalah produsen dan distributor roti yang berlokasi di Bukittinggi. Produk XYZ Bakery ini ada yang dijual di toko dan ada pula yang didistribusikan ke beberapa pelanggan. Total saat ini, XYZ Bakery telah memberikan layanan distribusi dengan mengantarkan produk ke 44 pelanggan yang berlokasi di daerah Bukittinggi dan sekitarnya. Penentuan rute pendistribusian produk berdasarkan pengalaman sopir cenderung belum optimal, sehingga mengakibatkan jarak dan waktu tempuh tidak efisien serta seringnya terjadi pengeluaran tambahan untuk biaya lembur dan bahan bakar. Data yang didapat pada bulan November 2024 menunjukkan bahwa pihak XYZ Bakery telah mengeluarkan biaya lembur sebanyak Rp450.000, sehingga biaya tambahan ini dapat mengurangi keuntungan yang didapat oleh pemilik usaha XYZ Bakery. Oleh karena itu, penentuan rute kendaraan menjadi fokus dalam penelitian ini agar mampu meminimalkan total jarak, waktu, dan biaya distribusi. Permasalahan pendistribusian produk XYZ Bakery dalam penelitian ini dimodelkan sebagai Vehicle Routing Problem (VRP). Permasalahan yang ada saat ini diselesaikan menggunakan model Mix Fleet VRP dari Saputra, Sentia, dan Andriansyah (2018). Penelitian terlebih dahulu dilakukan dengan metode eksak menggunakan software LINGO. Metode metaheuristik yaitu tabu search selanjutnya diterapkan untuk menyelesaikan masalah karena solusi optimal global masih belum diperoleh dengan metode eksak. Penentuan rute dengan algoritma tabu search diterapkan dengan bantuan Google Colab. Data yang digunakan dalam penentuan rute ini adalah data distribusi pada 21 Desember 2024. Hasil dari program menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghemat total jarak tempuh sebesar 36,67 km atau 48,87% dari rute existing. Total waktu distribusi juga dapat dihemat hingga 1,39 jam atau 14,03% dari kondisi existing. Selain itu, perusahaan dapat menghemat total biaya perjalanan sebesar Rp56.534,66 per distribusi atau 12,11% dari biaya distribusi existing. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa metode metaheuristik yang dimanfaatkan dapat memberikan susunan rute yang lebih optimal dibandingkan rute sopir saat ini dan mampu menghemat total pengeluaran XYZ Bakery dalam distribusi produk

    KEDUDUKAN HUKUM SISTEM INFORMASI REKAPITULASI ELEKTRONIK (SIREKAP) SEBAGAI INSTRUMEN PENDUKUNG PROSES PENGHITUNGAN SUARA DAN REKAPITULASI DI PEMILU 2024

    Get PDF
    Keberadaan Sirekap yang merupakan bagian dari proses pelaksanaan pemilu tepatnya proses penghitungan suara dan rekapitulasi, diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kecurangan pada proses penghitungan dan rekapitulasi suara tersebut. Akan tetapi, dalam penerapannya Sirekap justru menimbulkan permasalahan baru, di antaranya adalah terjadinya penggelembungan suara di beberapa TPS, adanya tindakan eksploitasi melalui sistem dan peluang yang ada, serta keterlambatan pada proses penghitungan dan rekapitulasi suara. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah: Pertama, bagaimana kedudukan hukum Sirekap sebagai instrumen pendukung proses penghitungan dan rekapitulasi suara pada Pemilu 2024? Kedua, bagaimana kepastian hukum penggunaan Sirekap sebagai instrumen pendukung proses penghitungan dan rekapitulasi suara pada Pemilu 2024 sebagai upaya pencegahan terjadinya kecurangan dalam proses penghitungan suara? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Sirekap sebagai instrumen pendukung penghitungan dan rekapitulasi suara, serta mengkaji kepastian hukum penggunaannya dalam mencegah kecurangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan menganalisis peraturan perundang- undangan terkait dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sirekap berkedudukan hukum sebagai alat bantu untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi, namun kepastian hukum penggunaan Sirekap masih memerlukan penguatan regulasi yang lebih spesifik. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah kedudukan hukum Sirekap sebagai alat bantu pada proses penghitungan suara dan rekapitulasi dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi, akurasi, serta efisiensi dalam pemilu 2024 sebaiknya ruang lingkup penggunaannya nya diperkecil. Penelitian ini menyarankan penggunaan Sirekap secara hybrid, penguatan regulasi, peningkatan keamanan sistem, sosialisasi yang lebih luas, pengembangan mekanisme verifikasi data, dan penelitian lanjutan untuk evaluasi yang komprehensif

    Studi Numerik Pengaruh Variasi Ketebalan Pengaku dan Sayap terhadap Perilaku Link Panjang akibat Pembebanan Statik Monotonik

    Get PDF
    Indonesia merupakan wilayah rawan gempa, sehingga diperlukan perencanaan bangunan tahan gempa. Salah satu sistem struktur baja tahan gempa adalah Eccentrically Braced Frame (EBF) Dimana memiliki daktilitas dan disipasi energi yang baik terhadap gempa. Elemen link yang ada pada EBF memiliki klasifikasi atas link pendek (geser) dan link panjang (lentur). Link panjang dominan terhadap momen lentur yang menyebabkan tekuk pada penampang sayap di kedua ujung link. Adapun pengaku pada link yang berfungsi untuk menunda tekuk lokal terjadi lebih awal. Penelitian ini menganalisis perilaku link panjang dengan menggunakan pengaku pada badan dengan variasi penebalan pengaku dan menambah ketebalan dengan variasi ketebalan sayap pada kedua ujung link dengan pembebanan statik monotonik. Pemodelan dan analisis dilakukan dengan menggunakan software MSC Patran dan Nastran. Dari hasil analisis didapatkan penebalan pengaku diagonal dan tranversal di ujung link dengan variasi ketebalan 4 mm, 6 mm, 8 mm, 10 mm dan 12 mm tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan beban ultimate yaitu 52,87 – 62,94% dan kekakuan yaitu sebesar 8,89 – 10,78%. Sementara nilai daktilitas tidak signifikan berubah dengan perubahan yaitu sebesar 1,11 – 1,19%. Penebalan sayap di kedua ujung link dengan variasi ketebalan 10 mm, 12 mm, 14 mm, 16 mm dan 18 mm memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan beban ultimate yaitu 28,97 – 83,80% dan kekakuan yaitu sebesar 23,75 – 72,21%. Sementara daktilitas mengalami penurunan tidak siginifikan dengan perubahan sebesar 4,05 – 6,30%

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇