Andalas University

eSkripsi Universitas Andalas
Not a member yet
    74254 research outputs found

    PENGALAMAN KOMUNIKASI MAHASISWA UNIVERSITAS ANDALAS KORBAN PELECEHAN SEKSUAL DI MEDIA SOSIAL

    Get PDF
    Pelecehan seksual daring melalui platform media sosial seperti Instagram dan WhatsApp telah menjadi isu yang semakin meresahkan, terutama di kalangan mahasiswa, dengan dampak emosional dan psikologis yang mendalam, termasuk ketakutan, rasa malu, dan trauma yang memengaruhi pola komunikasi serta interaksi sosial mereka. Penelitian kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam dengan empat mahasiswa Universitas Andalas yang menjadi korban pelecehan seksual daring, untuk memahami pengalaman komunikasi mereka, menganalisis makna yang diberikan terhadap pengalaman tersebut dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz, serta mengidentifikasi aspek-aspek yang memengaruhi pengalaman komunikasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual daring, mulai dari pengiriman konten eksplisit tanpa persetujuan, objektifikasi melalui komentar flirty, hingga ancaman psikologis, memicu perubahan signifikan dalam pola komunikasi korban, yang menjadi lebih selektif dan waspada. Melalui pendekatan fenomenologi Schutz, stok pengetahuan yang dimiliki oleh korban memiliki peranan penting bagi korban memaknai pelecehan seksual di media sosial. Makna yang diberikan korban bervariasi, meliputi ancaman privasi, pelanggaran ranah pribadi, ketidakamanan sosial, dan pengkhianatan kepercayaan, yang dibentuk oleh motif “karena” (latar belakang pengalaman) dan motif “untuk” (tujuan respons). Aspek-aspek yang memengaruhi pengalaman komunikasi korban meliputi hubungan dengan pelaku, norma budaya konservatif di Sumatera Barat, fitur platform media sosial, pengetahuan tentang pelecehan seksual, dan dukungan sosial. Norma budaya memperkuat stigma dan rasa malu, terutama pada korban perempuan, sementara korban laki-laki menghadapi stigma maskulinitas. Fitur platform memudahkan pelecehan, meskipun fitur keamanan ada, dan dukungan sosial menjadi kunci dalam pemulihan. Penelitian ini memberikan implikasi teoretis dengan memperkaya fenomenologi Schutz dalam konteks digital dan implikasi praktis berupa rekomendasi untuk edukasi, peningkatan keamanan platform, layanan konseling, dan kampanye anti-stigma. Keterbatasan penelitian meliputi jumlah informan yang terbatas dan fokus pada dua platform, sehingga penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi platform lain dan melibatkan lebih banyak partisipan

    Pengaruh Global Fast Fashion Industry Terhadap Budaya Konsumerisme Generasi Muda Kota Padang

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis pengaruh global fast fashion industry terhadap budaya konsumerisme generasi muda di Kota Padang dalam konteks globalisasi. Budaya konsumerisme yang disebabkan oleh global fast fashion industry semakin meningkat pada era globalisasi ini. fast fashion industry saat ini hampir menguasai pasar global dengan ekspansi besar-besaran melalui online ataupun offline store, termasuk Kota Padang. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teori praktik sosial Pierre Bourdieu yang mencakup konsep habitus, modal (ekonomi, budaya, sosial, simbolik), dan arena data diperoleh melalui kuesioner kepada 222 responden berusia 18–25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fast fashion membentuk habitus konsumtif di kalangan generasi muda, ditandai dengan frekuensi pembelian tinggi dan dorongan mengikuti tren global. Modal ekonomi berperan melalui keterjangkauan harga, sementara modal budaya dan sosial dimediasi oleh media sosial yang membentuk persepsi gaya hidup dan status. Modal simbolik tercermin dari dominasi brand dalam keputusan konsumsi. Fast fashion juga menciptakan arena sosial digital yang kompetitif, menjadikan konsumsi sebagai alat ekspresi identitas dan pencapaian posisi sosial. Sehingga dapat dikatakan bahwa, fast fashion berperan signifikan sebagai agen budaya global yang mentransformasi pola konsumsi generasi muda Kota Padang menjadi lebih simbolik, tren oriented, dan kompetitif

    TANTANGAN DAN PELUANG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH KOTA SOLOK DITINJAU DARI ASPEK PEMENUHAN HAK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

    Get PDF
    Otonomi daerah memberikan kewenangan bagi pemerintah daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat secara mandiri. Kota Solok, sebagai salah satu daerah otonom, menghadapi tantangan dalam implementasi kebijakan ini, seperti ketimpangan pembangunan antarwilayah, keterbatasan sumber daya manusia, serta ketergantungan tinggi terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Adapun rumusan masalah yang penulis angkat. Pertama, Bagaimana Pelaksanaan Otonomi Daerah Pada Pembangunan dan Pelayanan Publik di Kota Solok ditinjau dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah?. Kedua, Bagaimana Tantangan dan Peluang dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di Kota Solok ditinjau dari aspek pemenuhan Hak Kesejahteraan Masyarakat?. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa. Pertama, Dari aspek pembangunan dan pelayanan publik, pemerintah Kota Solok telah berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur, layanan kesehatan, dan pendidikan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan yang berkelanjutan menjadi prinsip utama dalam pengelolaan daerah, dengan fokus pada pemerataan akses terhadap fasilitas umum serta penguatan daya saing daerah. Namun, masih terdapat tantangan berupa ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pinggiran, di mana wilayah pusat kota lebih mendapatkan perhatian dibandingkan daerah pinggiran yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur dasar. Kedua, terkait dengan tantangan dan peluang dalam pelaksanaan otonomi daerah, pemenuhan hak kesejahteraan masyarakat masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketergantungan pada dana transfer pusat, keterbatasan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan dan implementasi kebijakan daerah. Ketergantungan Kota Solok terhadap dana transfer dari pusat menyebabkan keterbatasan dalam fleksibilitas anggaran untuk menjalankan program-program pembangunan yang lebih inovatif dan berbasis kebutuhan lokal. Oleh karena itu, peningkatan PAD menjadi prioritas utama agar pemerintah daerah lebih mandiri dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan pembangunan

    PENGAWASAN TERHADAP KAWASAN TANPA ROKOK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 KOTA PADANG

    Get PDF
    ABSTRAK Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan merupakan salah satu regulasi yang mengatur keberadaan Kawasan Tanpa Rokok, kemudian diatur secara rinci di dalam Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Peraturan Walikota Padang Nomor 25 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Padang Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Regulasi ini harus di implementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, namun pada fakta yang ada di lapangan hal ini dinilai belum maksimal dilakukan dikarenakan masih ditemukan oknum yang merokok di tempat yang telah ditetapkan sebagai kawasan dilarang merokok, salah satunya di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Padang. Penelitian ini membahas dua rumusan masalah, Pertama, Bagaimana Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Padang? Kedua, Bagaimana Pengawasan Terhadap Kawasan Tanpa Rokok Di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kota Padang? Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, penelitian ini bersifat deskriptif analitis, sumber data yang dipakai adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, serta dilakukan analisis yuridis kualitatif. Dari penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka didapat hasil sebagai berikut: Pertama, Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMAN 2 Kota Padang masih belum maksimal dilaksanakan, meskipun sekolah telah berusaha dengan memasang tanda larangan merokok dan melakukan razia, masih ditemukan pelanggaran oknum yang merokok baik oleh siswa maupun tenaga pendidik. Kedua, pengawasan terhadap KTR di SMAN 2 Kota Padang dinilai belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, meskipun telah dibentuk Satuan Tugas Pengawasan KTR, pelaksanaannya masih terbatas. Pelatihan untuk satuan tugas dan peningkatan edukasi kepada siswa dan masyarakat melalui sosialisasi serta layanan kesehatan sangat penting untuk memperkuat penegakan aturan KTR secara efektif

    Analisis Faktor yang Memengaruhi Loyalitas Pelanggan terhadap Layanan Transportasi Berbasis Online di Kota Padang

    Get PDF
    Perkembangan di bidang teknologi membuat banyak masyarakat menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut mendukung berjalannya perdagangan bisnis online, termasuk layanan transportasi online. Transportasi berbasis online memungkinkan penumpang dapat dengan mudah memesan layanan melalui aplikasi yang terpasang di ponsel pintar mereka. Saat ini, layanan transportasi online telah mengakomodasi sebagian besar kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Sejak kemunculannya, layanan transportasi online di Indonesia memicu persaingan yang ketat antar merek dalam upaya untuk meraih loyalitas pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pelanggan pada layanan transportasi berbasis online, serta menganalisis perbedaan pengaruh masing-masing faktor tersebut terhadap loyalitas pelanggan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan teknik Partial Least Squares (PLS). Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 103 responden di Kota Padang yang memiliki aplikasi transportasi online dan telah menggunakan layanan tersebut dalam tiga bulan terakhir. Selanjutnya, data sebanyak 267 sampel diolah menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Berdasarkan hasil analisis data, ditemukan bahwa harga layanan, kualitas pelayanan, fitur aplikasi, serta kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Namun demikian, tidak ditemukan pengaruh mediasi yang signifikan dari variabel kepuasan pelanggan terhadap hubungan antara faktor-faktor tersebut dan loyalitas pelanggan. Hal ini mengindikasikan bahwa pelanggan di Kota Padang cenderung tetap menggunakan layanan transportasi online karena harga yang kompetitif, kualitas layanan yang memadai, serta performa fitur aplikasi yang baik, tanpa secara eksplisit mempertimbangkan tingkat kepuasan mereka secara keseluruhan terhadap layanan yang digunakan

    Pengaruh Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019-2023

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengetahui pengaruh Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Sampel penelitian ini adalah seluruh perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 10 perusahaan. Pengelolaan data penelitian dilakukan dengan metode uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel untuk menentukan hubungan antara variabel-variabel. Hasil penelitian menunjukkan dewan komisaris independen berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, kepemilikan institusional berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan, dan corporate social responsibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan

    The Impact of Foreign Direct Investment, Domestic Direct Investment, Income Distribution, and Human Development Index on GDP Per Capita Of Indonesia

    Get PDF
    Abstrack In order to improve and examine the development of GDP per capita of Indonesia. This study analyzes the influence of the variables Foreign Direct Investment, Domestic Direct Investment, Income Distribution, and Human Development Index on GDP per capita growth in Indonesia. This study uses Time Series data and is analyzed using the Ordinary Least Square method for the period 1994-2023. The results of the study indicate that the variables Foreign Direct Investment, Domestic Direct Investment, and Human Development Index have a positive and significant effect on GDP per capita. Meanwhile, the Income Distribution variable has a negative effect on GDP per capita. This finding highlights the importance of prioritizing increased investment and human quality in the country to support economic development. Meanwhile, the priority of reducing the gap in income distribution must also be a focus

    Strategi Pengembangan Objek Wisata Kapalo Banda Taram (WAKANDA) Di Kabupaten Lima Puluh Kota

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai strategi yang dilakukan oleh Pengelola Objek Wisata Kapalo Banda Taram yaitu Kelompok Sadar Wisata Kapalo Banda Taram dalam Pengembangan Objek Wisata Kapalo Banda Taram di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan Objek Wisata Kapalo Banda Taram yang dulunya hanya perairan irigasi kini bertransformasi menjadi salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dalam mencapai keberhasilan tersebut, penting untuk menggunakan strategi dalam mengelola objek wisata yang dalam pengelolaannya harus berdampak pada keberlanjutan, tidak hanya berdampak pada ekonomi, namun penting dalam mencakup perihal lingkungan, dan sosial. Penelitian ini menggunakan teori Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan oleh John Swarbrooke dengan membahas tiga dimensi yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh Pokdarwis Kapalo Banda Taram sudah sangat baik. Dalam mengelola Kapalo Banda Taram, Pokdarwis membagi pembagian divisi kerja menjadi beberapa bidang. Dalam dimensi lingkungan, pokdarwis melarang dan memastikan bahwa seluruh pembangunan tidak merusak alam. Pada dimensi ekonomi, pokdarwis secara kreatif dalam eksekusi wahana atraksi yang menarik banyak pengunjung sekaligus menyediakan ruang kea[da masyarakat setempat untuk secara langsung menjadi pelaku ekonomi. Pada dimensi sosial, pokdarwis secara aktif mengembangkan sumber daya manusia melalui pelatihan, pembinaan, dan penguatan rasa memiliki pada kawasan wisata

    PENERAPAN KEBIJAKAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI PADA PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA (Studi pada Proyek Infrastruktur di Wilayah Kerja Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh)

    Get PDF
    ABSTRAK Kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek konstruksi merupakan langkah pemerintah dalam mendorong daya saing industri nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Pada proyek infrastruktur yang dibiayai APBN/APBD, ketentuan TKDN merupakan kewajiban hukum yang bersumber dari Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 dan dituangkan juga di dalam Perpres No 12 Tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum penyedia jasa konstruksi atas pelanggaran TKDN, dengan fokus pada wilayah kerja Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-empiris, dengan teknik analisis deskriptif-kualitatif berdasarkan studi dokumen verifikasi TKDN dan wawancara dengan PPK, verifikator, dan penyedia jasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima proyek strategis yang diteliti, dua proyek tidak memenuhi nilai TKDN minimum (0% dan 27,86%), namun tidak dikenai sanksi administratif sebagaimana diatur dalam regulasi. Ketidakpatuhan ini mencerminkan lemahnya penegakan hukum administratif dan kegagalan negara dalam melaksanakan prinsip legalitas dan akuntabilitas. Analisis dengan teori pertanggungjawaban hukum menegaskan bahwa penyedia jasa seharusnya dimintai tanggung jawab baik secara administratif maupun kontraktual, terlepas dari ada atau tidaknya unsur kesengajaan. Namun, pendekatan simbolik dan minimnya mekanisme penegakan sanksi menyebabkan kebijakan TKDN belum efektif mengubah perilaku pelaku usaha. Penguatan sistem verifikasi, pemberdayaan pejabat pengadaan, serta penerapan sanksi yang konsisten diperlukan agar TKDN menjadi kebijakan instrumental, bukan sekadar simbolik dalam sistem pengadaan nasional. Kata Kunci: Kebijakan TKDN, Proyek Konstruksi, Pertanggungjawaban Pelaku Usaha, Balai Jasa Konstruksi

    MODEL MONITORING STATUS GIZI “EDUCATION, RECORD, DIAGNOSIS, ACTION” (ERDA) DALAM MENINGKATKAN PERAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SEKOLAH DASAR KOTA BATAM

    Get PDF
    Status gizi anak merupakan indikator kesehatan dan kecukupan gizinya. Malnutrisi mencakup berbagai kondisi kesehatan, termasuk stunting, wasting, underweight, defisiensi mikronutrien, kelebihan berat badan, obesitas, atau penyakit tidak menular yang berhubungan dengan diet. Permasalahan gizi pada anak sekolah khususnya usia sekolah dasar harus selalu diperhatikan. UNICEF mengakui bahwa nutrisi anak usia sekolah merupakan komponen inti dari program yang berpusat pada anak. Untuk menjangkau anak-anak dari kelompok usia ini, sekolah merupakan platform yang terbukti untuk memberikan intervensi gizi (yaitu pendidikan gizi, konseling, dukungan, dan layanan). Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan model monitoring status gizi “ERDA” untuk mengatasi gizi pada anak sekolah dasar di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods. Langkah dalam analisis model ini terdiri atas tahap 1 (analyze) terdiri atas penelitian kualitatif dan kuantitatif, tahap 2 (design) menyusun blue print modul, tahap 3 (development) mengembangkan modul, validasi dengan pakar, uji coba skala terbatas dan uji instrumen penelitian. Tahap 4 (implementation) implementasi yang terdiri atas kelompok intervensi dan kontrol dan mengukur pengetahuan, pola makan, peran UKS dan Indeks Massa Tubuh. Tahap 5 (Evaluation). Hasil uji chisquare didapatkan ada hubungan uang saku, tingkat pengetahuan anak, dukungan guru, dukungan teman sebaya, peran sekolah, sedentary activity, aktivitas fisik, pola makan, indeks massa tubuh ibu, status pekerjaan ibu, tingkat pendapatan rumah tangga, pemberian ASI eksklusif, tingkat pengetahuan ibu dan pola asuh orang tua dengan status gizi pada siswa sekolah dasar. Hasil akhir uji regresi logistik berganda menunjukkan bahwa faktor dominan atau paling beresiko berhubungan dengan status gizi pada anak usia sekolah adalah pengetahuan anak kurang (OR=0,246, 95% CI = 0,101-0,598, nilai p= 0,002). Terbentuknya dokumen blueprint modul monitoring status gizi “ERDA” untuk siswa, UKS dan orang tua. Selanjutnya validasi pakar dengan tingkat kelayakan 89,2%. Hasil uji reliabilitas intrumen > 0,6. Implementasi model Monitoring Status Gizi ERDA didapatkan ada perbedaan pengetahuan, pola makan, peran UKS dan Indeks Massa Tubuh. Evaluasi dilakukan pada setiap tahapan penelitian. Kesimpulan penelitian ini adalah telah terbentuk model monitoring status gizi yang dikembangkan pada penelitian ini berdasarkan "Education, Record, Diagnosis, Action" (ERDA) dalam meningkatkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sekolah dasar

    58,132

    full texts

    74,254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eSkripsi Universitas Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇