74254 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL PREDIKSI ORIENTASI SEKSUAL BERBASIS WEBSITE PADA REMAJA DI WILAYAH DAERAH KHUSUS JAKARTA
Indonesia saat ini sedang dalam kondisi darurat penyimpangan perilaku seksual remaja, hal ini ditandai dengan munculnya lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), pergaulan bebas, kejahatan dan kekerasan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan terjadi peningkatan kasus pada anak muda usia 14 – 18 tahun di kota – kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya dan Bandung) yang mengidentifikasi sebagai homoseksual meningkat dari 5,8% (2012) menjadi 7,3% (2016) dan kejadian ini juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kasus HIV/ AIDS. Penderita HIV/AIDS di Indonesia pada usia 15-19 tahun, di 2019 mencapai 3% dari sebelumnya 1,1% pada tahun 2014. Data dari Ditjen P2P (Sistem Informasi HIV/AIDS dan IMS (SIHA), Daerah Khusus (DK) Jakarta menempati provinsi kedua terbanyak jumlah infeksi HIV pada tahun 2019 setelah Jawa Timur dengan faktor resiko tertinggi pada homoseksual (22%).
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan mixed method menggunakan tiga tahapan penelitian. Tahap I adalah menemukan determinan yang membentuk orientasi seksual dengan metode kualitatif melalui indept interview pada delapan belas informan. Selanjutnya validasi temuan dengan metode kuantitatif menggunakan desain case control pada 267 remaja, terbagi 89 remaja yang memiliki kecenderungan orientasi non heteroseksual dan 178 remaja dengan kecenderungan orientasi heteroseksual. Analisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Tahap II adalah tahap membangun sistem aplikasi model prediksi orientasi seksual bekerjasama dengan ahli IT. Tahap III adalah implementasi model dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross sectional pada 94 remaja, dan evaluasi efektifitas model Aplikasi Program Reproduksi Remaja Indonesia Menata Aman-Sehat (PRIMA) dengan desain cross sectional pada 94 remaja.
Hasil temuan pada tahap I adalah faktor yang berkontribusi membangun model prediksi orientasi seksual adalah variabel pola asuh, pengaruh teman sebaya, intensitas akses pornografi dan Childhood gender nonconformity memiliki nilai p-Value <0.05, artinya variabel dijadikan elemen pembangun model prediksi orientasi seksual pada remaja. Tahap II Model prediksi orientasi seksual dibangun dan dirancang menjadi prototype aplikasi website yang bernama Aplikasi PRIMA (Program Reproduksi Remaja Indonesia Menata Aman-Sehat). Tahap III hasil ujicoba menunjukan bahwa model prediksi orientasi seksual pada remaja (Aplikasi PRIMA) memiliki nilai sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, model dapat memprediksi orientasi seksual yang dinyatakan memiliki potensi kecenderungan orientasi non heteroseksual.
Diharapkan model ini dapat digunakan oleh remaja mulai dari melakukan koordinasi kepada sekolah khususnya guru bimbingan konseling, guna meningkatkan kualitas pelayanan bimbingan agar memasukan dan menerapkan model serta sistem aplikasi PRIMA yang berbasis digital dan telehealth ke dalam metode skrining guna meningkatkan kesehatan reproduksi remaja
PENGARUH ETIKA KEPEMIMPINAN, DUKUNGAN ORGANISASI, DAN KEPUASAN FASILITAS TERHADAP KINERJA GURU (STUDI PADA GURU DI SMAN 1 TANJUNG MUTIARA KABUPATEN AGAM)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Etika Kepemimpinan, Dukungan Organisasi, dan Kepuasan Fasilitas Terhadap Kinerja Guru (Studi Pada Guru Di SMAN 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan metode non probability dengan tekniknya sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara offline kepada seluruh guru yang berjumlah 57 orang. Kuesioner diukur dengan menggunakan skala likert 1-5. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan bantuan software Smart PLS versi 4.0. Hasil temuan dari penelitian menunjukkan Etika Kepeimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru, Dukungan Organisasi berpengaruh postifi dan signifikan terhadap Kinerja Guru, Kepuasan Fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Guru, pada guru di SMA N 1 Tanjung Mutiara Kabupaten Agam.
Kata kunci: Etika Kepemimpinan, Dukungan Organisasi, Kepuasan Fasilitas, Kinerj
Rancang Bangun Alat Pengusir Hama Burung Berbasis Sensor Gerak dan Motor DC Menggunakan Panel Surya pada Tanaman Padi
Penelitian ini merancang dan menguji efektivitas alat pengusir hama burung otomatis berbasis sensor gerak (PIR) dan motor DC yang menggunakan sumber energi dari panel surya. Alat ini diterapkan pada lahan sawah seluas 6×6 meter dengan tanaman padi berumur 78 HST, dan dibandingkan dengan metode pengusiran tanpa alat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sensor PIR mendeteksi gerakan secara optimal hingga 200 cm dan mengaktifkan motor DC untuk menghasilkan suara bising yang mengusir hama burung. Frekuensi serangan burung sebelum penggunaan alat mencapai 105 kali, sementara setelah menggunakan alat menurun drastis menjadi 3 kali selama 6 hari pengamatan. Tingkat kebisingan alat berkisar antara 97 dB (pada jarak 50 cm) hingga 81 dB (pada jarak 500 cm), dengan jangkauan efektif pengusiran mencapai 5 meter. Hasil uji ANOVA dua arah menunjukkan bahwa metode pengusiran dan waktu pengamatan berpengaruh signifikan terhadap jumlah serangan burung (p < 0,05), dengan metode otomatis memberikan pengaruh sebesar 80,3% terhadap penurunan serangan. Dari analisis ekonomi, alat ini tergolong hemat biaya, dengan biaya tetap tahunan sebesar Rp81.075/tahun dan biaya operasional Rp3.552 per jam. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa alat pengusir hama otomatis berbasis sensor PIR dan motor DC efektif secara teknis dan ekonomis dalam menurunkan serangan hama burung pada tanaman padi
Analisis Pengaruh Daun Gamal (Gliricida sepium) dan Daun Pisang pada Proses Percepatan Pematangan terhadap Mutu Buah Pisang Cavendish (Musa acuminata Cavendish)
Pisang Cavendish memiliki potensi yang besar dan banyak dibudidayakan serta dikonsumsi oleh masyarakat, baik yang diolah maupun mentah. Pisang yang baik adalah pisang yang matang saat masih berada di pohon, akan tetapi banyak para petani melakukan pemetikan pada saat buah pisang tersebut masih belum matang. Buah yang sudah dipanen akan matang tanpa pemeraman dengan kematangan yang tidak seragam dan warna yang dihasilkan tidak menarik, maka dari itu dilakukan pemeraman. Bahan pemeram yang digunakan yaitu daun gamal dan daun pisang karena mengandung etilen yang berfungsi dalam proses pematangan buah dan bebas dari bahan kimia. Tujuan dari Penelitian ini untuk menentukan dan menganalisis jenis bahan pemeram terbaik terhadap mutu buah Pisang Cavendish (Musa acuminata Cavendish). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap 1 faktor yaitu jenis bahan pemeram yang terdiri dari daun gamal dan daun pisang. Rasio daun gamal yang digunakan 30%, 40%, dan 50%, sedangkan rasio daun pisang yaitu 30%, 40%, dan 50%. Berdasarkan hasil penelitian, bahan pemeram berpengaruh nyata terhadap mutu Pisang Cavendish. Rasio daun gamal 50% merupakan bahan pemeram terbaik terhadap mutu Pisang Cavendish dengan perolehan nilai susut bobot yaitu 1,035%, kekerasan 31,328 (N/cm2), total padatan terlarut 12,936°Brix, kadar air 71,674%, warna (light) 22,661, dan warna (hue) 37,934
Penyelesaian Sengketa Pemutusan Hubungan Kerja Akibat Terjadinya Peralihan Pemberi Kerj (Studi Kasus: PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina Indonesia)
Peralihan Pengelolaan wilayah kerja Blok Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia ke PT Pertamina (Persero) maka terjadi juga peralihan tenaga kerja yang bekerja di wilayah kerja Blok Rokan. Namun, tidak seluruh pekerja menerima peralihan tersebut, bahwa terdapat 4 orang pekerja PT Chevron Pacific Indonesia mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tidak sesuai prosedur. Para pekerja tersebut tidak pernah menerima surat PHK secara tertulis dari pihak Chevron Pacific Indonesia (CPI). Namun pada saat peralihan pekerja ke Pertamina Hulu Rokan (PHR) nama mereka tidak diikutkan dalam proses peralihan tersebut. Menurut Pasal 151 ayat (2) dan (3) UU Ketenagakerjaan (UU No. 13 Tahun 2003 jo. UU Cipta Kerja), “Dalam hal pemutusan hubungan kerja tidak dapat dihindari, pengusaha wajib memberitahukan secara tertulis kepada pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh, disampaikan paling lambat 14 hari kerja sebelum tanggal efektif PHK, atau 7 hari kerja untuk pekerja/buruh dalam masa percobaan”. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian dengan fokus kepada permasalahan-permasalahan sebagai berikut : 1. Apa hak-hak para pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT. Chevron Pacific Indonesia sebelum dilakukan peralihan ke PT. Pertamina? 2. Bagaimana Pengawasan yang dilakukan terhadap pekerja pada PT. Chevron Pacific Indonesia yang di lakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelum peralihan ke PT Pertamina? Metode penelitian yang penulis lakukan adalah Yuridis Empiris. Dari hasil dan pembahasan diatas, dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Hak-hak para pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada PT. Chevron Pacific Indonesia sebelum dilakukan peralihan ke PT. Pertamina Hulu Rokan yaitu berhak atas hak normatif PHK (pesangon, penghargaan masa kerja, penggantian hak, dan maksimal 6 bulan upah proses). 2. Pengawasan yang dilakukan terhadap pekerja pada PT. Chevron Pacific Indonesia yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebelum peralihan ke PT Pertamina Hulu Rokan yaitu dilakukan oleh Dinasker dengan memfasilitasi dua tahapan mediasi antara PT. CPI dengan para pekerja yang di PHK tersebut dengan tahapan yaitu Biparti Pertama antara pekerja dan Perusahaan kemudian Biparti kedua/tripartite yaitu melibatkan mediator dari Dinasker. Dan disarankan kepada PT Chen Pacific Indosia (CPI) dan pejebih taat tesermatif PHK.
Kata Kunci : Hak-hak Pekerja, Pengawasan, Perlindungan Pekerj
PENGARUH EARLY WARNING SYSTEM TERHADAP FINANCIAL SOLVENCY (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Early Warning System (EWS) terhadap financial solvency pada perusahaan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2023. Early Warning System digunakan sebagai alat deteksi dini terhadap potensi masalah keuangan perusahaan dengan mengukur sejumlah rasio keuangan yang relevan. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari underwriting ratio, retensi sendiri,
biaya manajemen, likuiditas, dan beban klaim. Sedangkan variabel dependen adalah financial solvency. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan asuransi publik di BEI. Analisis dilakukan dengan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh masing-masing rasio EWS terhadap solvabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa underwriting ratio, biaya manajemen, dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap financial solvency,sedangkan retensi sendiri dan beban klaim tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen perusahaan asuransi untuk lebih memperhatikan indikator EWS tertentu dalam rangka menjaga stabilitas keuangan dan memenuhi ketentuan solvabilitas sesuai regulasi OJK.
Kata Kunci: Early Warning System, financial solvency, perusahaan asuransi, rasio keuangan, Bursa Efek Indonesia
PENGARUH PENGUNGKAPAN ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) TERHADAP REAKSI INVESTOR, KINERJA KEUANGAN DAN BIAYA MODAL PADA PERUSAHAAN YANG MEMATUHI PRINSIP SYARIAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan Environmental, Social and Governance (ESG) terhadap reaksi investor, kinerja keuangan dan biaya modal pada perusahaan yang mematuhi prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang termasuk dalam index JII selama tahun 2017-2019. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana pada aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, ESG berpengaruh terhadap reaksi investor, kinerja keuangan dan biaya modal pada perusahaan yang mematuhi prinsip syariah.
Kata Kunci: Pengungkapan ESG, Perusahaan yang sesuai syariah, Reaksi investor, Kinerja keuangan, Biaya modal
Pengaruh Perbandingan Tepung Biji Alpukat dengan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) pada Pembuatan Bioplastik
Plastik adalah bahan kemasan yang berfungsi untuk melindungi barang yang akan disimpan. Penggunaan plastik dapat menimbulkan masalah pada lingkungan. Oleh karena itu, perlu diciptakan alternatif pengganti yaitu plastik bersifat ramah lingkungan dan mudah terurai secara alami yaitu bioplastik yang merupakan jenis plastik berbahan alami dimana bersifat mudah terurai oleh mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan terbaik dan menganalisis nilai tambah bioplastik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, dimana variasi perbandingan tepung biji alpukat dengan carboxy methyl cellulose (CMC) dalam satuan gram yaitu A (4,5:0,5), B (4:1), C (3,5:1,5), D ( 3:2) dan E (2,5:2,5). Data dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Varience (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5 % jika berbeda nyata serta dilakukan perhitungan nilai tambah berdasarkan perlakuan terbaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbandingan tepung biji alpukat dengan carboxy methyl cellulose (CMC) memberikan pengaruh nyata terhadap ketebalan, ketahanan air, biodegradabilitas, kuat tarik dan elongasi bioplastik. Perlakuan terbaik yaitu pada perbandingan tepung biji alpukat sebanyak 3 gram dengan CMC sebanyak 2 gram, dengan nilai rata-rata ketebalan 0,23 mm, kuat tarik 4,03 MPa, elongasi 22,21 %, elastisitas 0,18 MPa dan biodegradabilitas 51,12%. Bioplastik pada penelitian ini memiliki nilai tambah sebesar Rp 93.358/kg dengan rasio nilai tambah 63,07 %
Studi Floristik dan Etnobotani Flora Akuatik Danau di Sumatera Barat
Sumatera Barat memiliki berbagai danau sebagai sumber daya alam dengan bentang alam dan keragaman flora akuatik yang unik serta merupakan aset Sumatera Barat yang potensial dan bernilai strategik untuk kesejahteraan masyarakat. Keragaman flora akuatik dipengaruhi asal usul serta peran antropogenik dari waktu ke waktu. Tujuan dari kajian ini yaitu menganalisis keragaman floristik serta peran etnobotani untuk menentukan potensi sebagai upaya pemanfatannya secara berkelanjutan. Metode yang dilakukan pada studi ini yaitu eksplorasi flora dan etnobotani flora akuatik di berbagai danau di Sumatera Barat. Beradasarkan survey yang telah dilakukan ditemukan 30 jenis tumbuhan air/flora akuatik pada tujuh danau di Sumatera Barat (Danau Diatas, Dibawah, Talang, Tuo, Singkarak, Bontak dan Maninjau). Beberapa jenis yang dimanfaatkan oleh masyarakat lokal yaitu 16 jenis diantaranya sebagai obat tradisional, dimakan dan berguna bagi ikan sebagai tempat bertelur alami pada danau. Satu jenis, Potamogeton sumatranus, merupakan flora akuatik danau endemik Sumatera. Dan satu jenis yaitu Ceratophyllum demersum yang diduga sebagai jenis New Record di Danau Diatas, Sumatera Barat
Pengaruh Edible Coating Pektin Kulit Jeruk Bali Komersial dengan Penambahan Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Sifat Fisikokimia dan Masa Simpan Buah Stroberi (Fragaria sp.)
Stroberi merupakan buah yang penting secara ekonomi dan dibudidayakan secara luas. Stroberi merupakan buah non klimakterik yang sangat mudah rusak terutama karena faktor mekanis kerusakan, hilangnya kelembaban, pelunakan jaringan dan kerusakan akibat jamur. Penyimpanan buah stroberi pada suhu yang tidak sesuai setelah panen secara signifikan meningkatkan penurunan berat buah, kejadian pembusukan dan pelunakan. Semua faktor tersebut membatasi potensi penyimpanan, distribusi, dan pemasaran buah stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi optimum pembentukan edible coating dari pektin, gliserol, dan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai pelapis buah stroberi (Fragaria sp.) dan bagaimana pengaruh edible coating terhadap sifat fisikokimia dan masa simpan buah stroberi (Fragaria sp.). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan komposisi optimum yaitu pektin dengan konsentrasi 0,5%, gliserol 0,4% dan ekstrak daun salam 30 mL. Buah stroberi dengan perlakuan pada komposisi optimum memiliki masa simpan optimal 6 hari. Selama penyimpanan parameter yang diuji adalah penurunan berat buah, pembusukan buah, total padatan terlarut, total asam tertitrasi, dan kandungan antioksidan total. Kualitas buah stroberi yang diberi pelapis pada kondisi optimum secara signifikan dapat menekan penurunan berat sebesar 22,58%, memperlambat pembusukan sebesar 4,44% dibandingkan buah kontrol 33,33%, mempertahankan total padatan terlarut sebesar 7,3°Brix, mempertahankan total asam tertitrasi sebesar 1,96%, dan meningkatkan kandungan antioksidan total sebesar 1,60 mg AA/g FW selama masa penyimpanan. Oleh karena itu, penambahan esktrak daun salam pada pektin sebagai bahan pelapis buah dapat menjadi salah satu pilihan yang efektif untuk memperpanjang umur simpan dan menjaga kualitas buah stroberi selama penyimpanan setelah panen